Keeping-keping nostalagia di kerata ekonomi the last episode


Bismillah… 🙂

Tak perlu ane cerita kisah lucu ketika back to bandung karena cerita agak aneh dimana kita ketemu orang mengakui sebagai orang sukses, alumnus kampus terkenal, berkerja ditempat bergengsi, dan telah banyak membantu orang membutuhkan pekerjaan.

Sebenarnya dari awal ane sudah curiga dengan si bapak tua nich, tapi entah kenapa teman-teman pada asyik aja ngombrol dan ngelur ngidul bareng si bapak tua.

Kecurigaan ane pada bapak tua yakni mengakui orang sukses dan berkerja tempat prestesius kok naik train ekonomi, pengen ngombrol sama cewek-cewek cantik, tutur katanya begitu tertara dengan indah&sopan, dan minta nomor telephon kita masing-masing. Awalnya kasih nomor salah tapi entah kenapa apa yang mendorong ikut-ikutan kasih no hp benaran.

Ternyata benar pak tua itu bukan sembarang orang, ketahuan pak tua itu seorang penipu suka menjual cewek-cewek cantik karena salah satu teman ane berasal dari padang hampir kena bujuk rayu. Bapak tua itu datang kekosan teman ane membawa makanan dan hampir saja teman ane kena ilmu pellet (guna-guna), Alhamdulillah Allah masih menyelamat dan memberi kekuataan untuk membarangi si bapak tua.

Maka buat teman-teman sering naik train atau transportasi umum lainnya jangan cepat bercaya, yakin dan tertipu dengan seseorang yang mau berkenal atau bersifat baik dengan kita. Bukan tidak mau bersahabat, menegur, menyapa tetapi ini adalah bentuk kita menjaga atau mengawas diri dari orang-orang jahat…(ingat ya teman-teman ku) seperti pesan bang Napi maling karena ada kesempatan, waspada lah-waspada lah^__^

Hiikssss kok jadi cerita si bapak tua jadinya, siipp kembali topic awal bagaimana keeping-keping nostalagi terakhir di kereta ekonomi. Sembari ditemani music Izzatul islam memfinalkan tulisan ini terasa bersemangat luar biasa.

Terakhir naik train ekonomi ketika daftar kuliah keyogya masih rute yang sama Cuma beda teman, berbeda kisah dan berbeda train. Jauh dalam lubuk hati ingin nya naik travel, bus atau train bisnis tapi apa boleh buat nama juga ikut rute teman secara belum tahu wilayah yogya jadi harus mengikuti planning teman.

Huffff terpaksa naik kereta dengan kelas yang sama pasti situasi tidak jauh berbeda dengan kenangan sebelumnya. Apa ane bilang masih ketemu kewer-kewer, para pedagang, para pengamen, para tukang bersih-bersih. Tapi gak papalah terpenting sampe yogya bisa daftar kuliah pascasarjana. Itu lah keeping-keping nostalagia ane menaiki kereta ekonomi.

Setelah mengikuti ujian di Universitas Gadjah Mada maka back to bandung sembari menunggu pengumuman hasil ujian. Kembali kebandung tanpa menggunakan kereta ekonomi karena telah berniat (kapok) jangan sampe ane naik kereta ekonomi ketiga kalinya.

Betapa mengharu birunya keeping-keping nostalagia berawal bertemu kewer-kewer dengan berbagai varian ekspresi, terkageti melihat kondisi dalam kereta mulai penjual sayur, buah-buahan, makanan, pakaian, sepatu, ikat pinggang, VCD dan tak kalah serunya mengejer train seakan-akan seperti mengejar mentari pagi.

Hikmahnya dari keeping nostalagi ini betapa mereka mensyukuri hidup dalam rangka mencari nafkah dari tempat tak pantas, tak mengenal lelah hingga dimana ada kesempatan berjualan mereka manfaatkan peluang untuk mencari recehan demi menghidupkan keluarga.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Keeping-Keping nostalgia di kerata ekonomi part two


 Bismillah…

Kemaren ane sudah post keeping-keping nostalagi di train ekonomi bagian satu. Nah saat nya ane share histori bagian dua ketika tinggal Jawa (bandung) Alhamdulillah diberi kesempatan  kedua kalinya menaiki train walaupun tetap dengan kelas yang sama (ekonomi) harus disyukuri juga^__^. Heeemmm cerita lebih seru, dahsyat, gila bahkan aneh dari cerita menaiki train di padang.

Oke ane ceritakan bagaimana keeping-keping kenangan di train sampai kepala geleng-geleng dan ketawa guling-guling (LOL) melihat kondisi train ekonomi. Waktu itu kita satu kelas berniat journey ke yogya bertetapan hari libur. Waktu libur biasa dimanfaatkan untuk adventure di berbagai daerah jawa terutama daerah asal teman sekelas. Dari pada pulang kampong berat diongkos mendingan ongkos pulang kampung dipergunakan untuk jalan-jalan.

Tujuan menentukan daerah asal teman sebagai tempat adventure pertama agar bisa jalin silaturahmi dengan keluarga teman, kedua biar tidak berat diongkos (biar dapat nginap gratis dan makan gratis huaaakkkssss, gaya anak kosan banget) dan ketiga yogya adalah pilihan terbanyak divote.

Maka jatuh lah pilihan kita satu kelas mengunjung kota yogya ane lupa bulan berapa dan tahun berapa pertualangan tersebut. Setelah dirinci dengan akurat jumlah keuangan harus dikeluarkan lumayan buanyak menurut pandangan mahasiswa jadi harus mencari solusi kredibel biar rencana tersebut tidak batal apalagi gagal.

 Akhirnya keputusan diputuskan supaya bisa menghemat biaya dan bisa berlama diyogya, terpilih kendaraan digunakan yaitu economic train secara ongkos Cuma Rp 26.000.

Waktu berangkat pun dimulai dan start up from jatinangor 05.00 wib Alhamdulillah sudah ada angkot yang berlalu lalang dan jatinangor termasuk operasional angkot 24 jam beda dengan yogya.

Sekitar jam 06.00 sampai di stasiun kreacondong dan Alhamdulillah train belum berangkat sedangkan ditiket tertara keberangakatan jam 06.00 wib. Tapi tetap was-was karena salah satu teman belum datang jua padahal sudah janjian datangnya jam segitu dasar si bro tidurnya kelamaan, kita pada komat-kamit miscall bergilirian tetap tak bisa dihubungi. Sekitar setengah jam menunggu belum kelihatan juga wajah cakep bro r*m* dan mau tak mau serta penuh penyesalan bro ditingal aja. Byee-byee kota bandung kau ku tinggal untuk kembali hohoooo…

Perkiraan waktu ditempuh bandung-yogya lebih kurang 8 jam, bayangkan sich lo naik train eknomi dengan jarak begitu lama tapi apa boleh buat sudah pilihan hati suka tidak suka, mau tidak mau harus bisa mengkondisikan dengan situasi train ekonomi.

Ini nich serunya keeping-keping nostalagi di kereta ekonomi bagian dua. Pertama pasti dan harus reputan tempat duduk kalau tidak mau rebutan jangan harap kebagian dan ada kesian lihat kita berdiri. Terpaksa mengatur strategi bagaimana kita semua kebagian tempat duduk persis seperti para politisi kampaye yang rebutan kursi huakkssssss dan Alhamdulillah berkat kebersamaan dan kekompakkan mahasiswa kreatif akhirnya kesemua kita kebagian kursi walaupun duduk terpisah…(tetap enjoy coy)

Kedua kaget dan geleng-geleng kepala ternyata begini toh kondisi, situasi, keadaan dan atmosfir train ekonomi. Tak terbayang bahkan terlukis dalam pikiran jika kondisi seperti itu lebih parah dari kerata ekonomi pernah ane naiki ketika di padang. Semua kita belum pernah naik train ekonomi tertawa tak henti-hentinya, kaget luar biasa, dan was-was juga.

Kekagetan pertama berkaitan dengan si kewer-kewer (bencong) luar biasa banyak di atas train bahkan yang datang mengamen bergantian dengan perilaku aneh pula (jadi harus siap receh lebih) demi keselamatan dari para bencong-bencong (iiiiihhh ekeeee). Astafirullah ini pertama kali melihat bencong dengan tingkah aneh, jangan sampe dech ketemu lagi si kewer-kewer.

Kedua lihat pedagang mondar-mandir di atas kereta persis seperti kondisi ane naik damri. Tak habis pikir kok diperbolehkan pedang masuk train, jualan juga bak dipasar raya mulai dari jualan sepatu, makanan, sayuran, pakaian, dsb ane tak hapal lagi jual para pedangan…(emang ane petugas pasar harus tahu tek bengkek macam-macam jualan para pedagang)

Ketiga ternyata di train ada juga makan enak walapun harga kaki lima tapi rasanya bintang lima (hehehe iklan benget ye). Terpaksa belajan di train secara timur tengah sudah berkali-kali memanggil, atas saran teman lebih enak kalian beli pecel. Maka secara serentak dan seragam pesan pecal, dari penyajiannya, bumbu digunakan, dan piring digunakan sangat unik…(kreatif). Jika melihat kondisi tidak memungkinkan untuk makan di train karena jauh dari stereil apalagi bersih.

Satu kesimpulan bisa ana ambil hikmanya saat makan pecel di atas train ekonomi ternyata ketika perut sudah lapar mampu menyampingkan factor kebersihan, kesterilan dan Alhamdulillah masih mempertimbangkan factor kehalalan.

Tapi satu hal ane syukuri perjalan (bandung-yogya) disuguhi pemandangan terdahsyat Allah ciptakan untuk manusia, bisa melihat bagaimana indah pergunungan, sawah terhampar begitu hijau, pohon jati menjulang tinggi,para petani sedang berjalan walaupun panaramo seperti sudah sering ditonton dikampung namun tetap berbeda makna, berbeda pesona, berbeda cerita, dan berbeda keindahan. Dengan suguhan alam Allah hamparkan untuk manusia mampu menimalisir duka selama dalam perjalanan…(Nikmat Tuhan manakah engkau dustai)

Alhamdulillah terdengar dari microphone pengemudi train menjelaskan bahwa sebentar lagi memasuki kota yogya. Sungguh senang tak terkira akhirnya ane bisa juga bertamu kekota pelajar (yogya) dan terhindar dari kewer-kewer. Selama ini hanya sebatas angan-angan kapan ya ane bisa keyogya? Akhir Allah beri kesempatan menikmati indahnya kota yogya.

Sesampai stasiun lembuyangan telah ditunggu keluarga mba A”R”M sebelum menaiki mobil tak lupa berpose ria dengan angel tercantik…(kapan lagi narsis)

Eeeppp masih ada puzzle bagian ketiga tunggu aje ya habis tangan ane sudah pegel mencet keyboard A-Z dari tadi insyallah ketiga lebih booming lagi Heheehe…

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Romantika Sepi


suasana hujan dikota pendidikan “Yogyakarta” semakin membentuk nuansa sepi dalam kehidupan. siapapun orang pasti pernah merasakan sepi, suntuk dan borred (bosan). Ini merupakan hal sangat alamiah dalam kehidupan. walaupun alamiah terkadang memberi The effect  not ballaced to life. Bahkan sepi datang secara tiba dan ada juga difaktori oleh internal dan eksternal sepi’esme “para penyepi”. ini adalah kondisi tidak diinginkan oleh siapapun. “sehingga siapapu pasti mengatakan that…I hate this condition”

Romantika Sepicoba mengobati rasa sepi tersebut dengan cara-cara biasa dilakukan, tapi tetap rasa sepi begitu kuat bersemayam dalam Qolbu dan Pikiran. semakin coba mencari solusi dari sepi semakin merasa ada yang aneh dalam hati. Ya Allah begitu kuat sepi menghantui kondisi ini, apalagi saat kondisi seperti ini coba Playlist surah Al-kahfi semakin merasa jiwa-jiwa kesepian. Turus apa yang salah dengan jiwa raga kok bisa terhempas dengan sepi yang luar biasa… !!!! apa yang sebenarnya jiwa butuhkan, benarkah jiwa membutuh ruang keramaian? benarkah jiwa ingin dekat dengan keluarga di pulai sana? atau ada sebab lain yang membuat kesepian ini?

satu persatu pertanyaan tersebut tak sanggup dijawabkan bahkan untuk mengirakannya. Ya Allah semua yang terjadi di dunia adalah Engkau Ciptakan. Yakin setiap sesuatu yg terjadi ada solusi dan obatnya. Tapi Apa??? hampir satu pekan merasakan kesepian yang luar biasa…*__(. apakah ini bertanda membutuh seorang teman untuk bercurhat. Oh No…but it’s not my Style.

Jika itu bukan versi saya truz harus bagaimana saya menghilangkan sepi ini?

Haruskah bersepi dengan kesepian?

haruskah berdiam dengan kesepian?

haruskah berdamai dengan kesepian?

atau ini ada suatu kewajaran not anomally.

Atau ini adalah pertanda harus mengambil sikap dengan kondisi sepi ini?

 atau membiarkan kondisi ini?

atau sepi adalah romantika tak bertepi?

atau melepaskan sepi pada suatu objek untuk agar berubah menjadi sebuah relexsasi

Biasanya selalu mendapat Clue “Keyword” untuk menghilangkan rasa sepi. Tapi rasa-rasanya ingin menyerah dengan kesepian. Oh God…show me the way out, Please. jangan biar seperti ini. Gara-gara ini semua berhimbas pada Mood and Felling.  Atau mungkin Allah lagi mengajarkan saya tentang arti sebuah kesepian? atau mungkin Allah ingin memberi pemahaman pada saya tentang bagaimana cara menghibur orang-orang terlanda kesepian? atau mungkin Allah ingin menguji saya agar mampu bertahan dalam kondisi apapun?…sehingga membuat not okey with this condition. God give me solution…!!!  atau mungkinkah solusinya terdapat pada inherent jiwa saya. Entahlah….!!!

Biarlah kondisi sepi saya uraiakan diatas sajadah maron…

biarlah disandarkan kondisi sepi pada pemilik Kesunyian.

Hal ini adalah merupakan ketidak mampuan dalam memaknai arti sebuah kesunyian hadir disuasana musim hujan dikota pendidikan…

Pesona Yogya


Bagi saya yogya adalah kota penu pesona, walaupun saya bukan asli yogya tapi merasakan indahnya yogya. Yogya adalah perpaduan begitu unik antara budaya dan pendidikan. Tidak bisa dipungkiri hal tersebut. Saya yakin siapapun pernah menetap dan mengejam pendidikan dikota yogya pasti akan kembali lagi. Dengan kedua perpaduan tersebut membuat kota yogya semakin dikenang baik nasional dan internasional.

Yogya memberi pesona yang berbeda dalam kehidupan saya..disana begitu banyak uraian kisah yang terukir. Yogya saya ibarat sebagai kota yang sangat dinamis dalam berbagai hal mulai dari kreativitas ini terlihat tiap tahun selalu ada hal baru lahir dikota gudeg ini. mulai dari seniman hingga pendidikan karena yogya banyak melahirkan para seniman muda dan pendidikan tidak bisa diremahkan lagi yogya adalah kota pendidikan. Tergambar begitu banyak universitas terkemuka diyogya, kemudian lahir pula pengerakan islam dimana kita kenal dengan tokoh muhammadiah yaitu ahmad dahlan yang mengabadikan hidupnya untuk menyebarkan islam diseluruh tanah jawa hingga saat ini gerakan tersebut terus menerus berkibar.

Yogya…

Tak beberapa bulan lagi yogya merupakan kota ketiga (Padang, Bandung dan Yogya) sebagai sejarah perjalan kehidupan seorang perempuan dalam berdidikasi menuntut ilmu. bahkan satu-satu persatu telah terlukis pula cerita indah di kota yogya. cerita itu seperti ilustrasi yang terjadi pada film “Ada apa dengan cinta”. Namun content cinta disini lebih kepada bagaimana seorang perempuan berjuang dengan konsep mencintai dengan kesendirian dan mencintai disini lebih kepada bagaimana perempuan itu mencintai segala yang terjadi padanya dengan konsep cinta “sabar, ikhlas, ikhtiar dan mendekati jiwa pada Ilah”. walaupun terkadang konsep cinta terkadang fluktatif karena dipengaruhi elemen dari luar mempengaruhi juang.  namun dengan ketidak stabilan tersebut merupakan perjuangan sesungguhnya. Dikota pendidikan pula…banyak perkenalan dengan orang-orang yang bersahaja, sabar, dan smart dalam berbagai keilmuan. outomatis hal itu mempengaruhi pula pola pikir dan sikap dalam menatap kehidupan.

Bertumpuk-tumpuk rasa yang hadir dalam sukma, yakni antara tak ingin dan segara bergegas melarikan diri dari sini (yogya). terkadang menggetarkan jiwa, terkadang dan menyedihkan untuk menyelesaikan semua kisah hidup diyogya. Namun apa boleh buat waktu telah memutuskan bahwa harus segara meninggal kota ini untuk meraih asa yang telah direncanakan, masih banyak harus diperjuangkan. maka harus mengalah dengan pesona kota yogya.  Andaikan bukan karena rasa rindu dan rencana telah ditetapkan, mungkin masih ingin menetap di sini (yogya) untuk salamanya.  Heeemm*__*…biarlah apapun yang pernah terjadi diyogya menjadi legenda tersendiri bagi seorang perempuan.

Berharap someday anda sometime, Tuhan menggerakkan kaki perempuan untuk mengunjungi kota pendidikan. Insyalla getar-getir hidup selama diyogya akan abadi. karena konsep mencintai itu telah terikat oleh tali pesona cinta dan menjadi mahadaya cinta….”hhemmm”.

Bandung Versus Yogyakarta


Setiap daerah pasti memiliki pesona dan nuasa kehidupan yang berbeda-beda mulai daerah structural cultural (budaya), kebiasaan penduduk, alam yang bersintetik, dan  orang-orangnya. Namun dengan nuasa pelanggi perbedaan itulah membuat semakin corak dan kenangan indah dalam perjuangan kehidupan serta identitas (cirri) setiap daerah. Walaupun baru bisa merasa suasana beberapa daerah  di Indonesia seperti padang, bandung dan Yogyakarta. Tapi bersyukur sekali bisa hidup dan mengukir  cerita didaerah tersebut. Sebab banyak pelajaran berharga bisa diterapkan dalam kehidupan ini.

Saat tinggal tanah pasundan (bandung) hal yang pertama sangat berkesan yakni bahasanya yang begitu lemut berirama khas, logat ucapannya yang suiiitttt…^_^, kemudian makanannya yang khas dengan lalapan walaupun makanan (sambal) pedas namun belum se “hot”nya makanan padang, tetapi yang khas dari makanan sunda dikombinasikan (kreatifan) dalam memformat aneka ragam jenis menu makanan …nyammm..nyammm^_^, seterusnya orang-orang sunda yang bisa dikatakan pada umum “cantik&cakep” tapi tidak semuanya seperti itu. Namun percaya bahwa orang sunda cantik dan cakep dimanapun bisa ketemu orang-orang sunda seperti itu mulai dari jual makanan dikaki lima, tukang londry, dan sebagainya karena ada teman dari Jakarta pernah mengatakan kalau dibandung mau cari orang cantik dan cakep bisa ketemu dimana kalau dijakarta ketemu orang seperti itu hanya di Mall-mall. Selanjutnya sunda central of shopping in the Indonesi hampir disudut kota bandung dibanjiri FO (factory outlet) mulai dari import atau ekspor makanya kalau main kebandung tidak sempat belanja rugi banget karena bandung kiblatnya model (lifestyle) indonesia…^_^ serta alamnya kota bandung yang sangat sejuk namun saat terakhir-akhir tinggal tanah pasundan nuasa awan (cuaca) tidak sedingin pertama menginjak kota kembang, struktur demografinya hampir mirip di kampong koe yang dikeliling dengan bukit, dingin, dan banyak objek wisata seperti kawah putih, lembang, ciwidey dan sebagainya. Sehingga bandung seakan-akan menjadi tanah kelahiran kedua koe, bahkan banyak orang-orang mengatakan koe orang sunda apalagi ketemu ibu-ibu diangkot atau dibis menanyakan “neng teh orang mana” …ya jawaban orang Sumatra ibu…”ooo”  kirain sineng teh orang sunda!!!!ya Cuma jawaban gak sambil tersenyum sama mereka-mereka mengatakan seperti itu hehee….mungkin sudah sering banget orang mengira koe orang sunda. Pernah suatu ketika di pasar baru “tempat belanja terlengkap dibandung” membawa bahasa sunda pada koe namun koe hanya senyum ini teh ngomong apa ya? tetapi si teteh terus melontar  bahasa sunda setelah tetehnya selesai ngomong!!! baru mengatakan maaf teteh koe bukan orang sunda jadi gak ngerti teteh ngomong apa pada koe …si teteh akhirnya ketawa sendiri!!!! Tapi kota kembang banyak lukisan perjalanan mulai cerita sedih, bahagai dan kebersamaan. Ilove city flower and so sweet of mylife hehhee…

Namun suasana yang pernah dirasakan saat di kota kembang sangat berbalik 90derajat kota yogyakarata, mulai dari suasana (cuaca) subhanallah panasnya minta ampun jam 07.00wib saja panas sudah teriknya banget,  kalau dibandung banyak ketemu cewek yang dandan yang gila mulai dari biasa sampai yang aneh-aneh namanya kota lifestyle jadi beraneka corak dandan yang dikenakan tetapi diyogya hal yang banyak koe ketemu orang pakai baju-baju hitam (cadar, jenggotan dan celana centang hehee…biasa dikatakan lifestyle biasa ajeeee gak yang menarik ) serta penduduk yogya tidak begitu memperhatikan dandannya maka begitu mudah untuk membedakan penduduk asli yogya dengan pendatang yakni dari dandanannya saja telah bisa tahu orang tersebut asli penduduk yogya atau tidak, hoby pertualang (jalan-jalan, melajah tempat-tempat reakreasi) tak bisa koe eksplorkan secara diyogya angkotnya hanya bisa hitung jari tak sebanyak bandung kalau mau kemana saja gampang sehingga hoby jalan sangat tersalurkan hehehe…. sedangkan yogya angkot hanya beroperasi hingga jam lima lewat itu tidak diperbolehkan Mungkin ada positif dan negatifnya juga peraturan dari kebijakan pemerintah tersebut. Tapi yang paling koe senang dengan suasana yogya yakni kehidupan bersahaja (sederhana), dan bersih mungkin keadaan seperti ini telah berakar dari turun menurun sehingga kebiasaan tersebut masih berjalan hingga sekarang.  Sangat baik sekali kebiasaan kesederhanaan ini diterapkan dalam tataran kehidupan dalam membentuk keluarga suatu saat nantinya. Namun yang paling susah dan tidak bisa menerimanya adalah bahasa dan makanan yang tidak bervairiasi itu dan itu aja serba manis kalau dibandung makananya banyak kombinasi (pilihan) serta  pedas.

Tapi itulah indahnya perbedaan memiliki keunikan sendiri dan masing-masing, walaupun banyak difarrent between of we (perbedaan diantara kita) tetap satu bangsa dan satu bahasa yang menyatukan keunikan tersebut.  Conclusion adalah I like of Indonesia but…beautifull, etnik dan classic ^_^HHmmmmm

Mungkinkah???? kehidupan diyogyaka akan semanis, dan seindah perjalanan dikota kembang (bandung) semoga lebih indah dan lebih baik dari lika-liku perjuangan dibandung.

HARI PERTAMA DIYOGYA


Hari pertama diyogya telah mengoncang batin dan niat koe untuk mundur dari pertemburan yang membutuh kurang lebih 2 tahun bertahan disini (yogya). Dimana sebelumnya penuh semangat, harapan, dan Edensor kehidupan. Tapi semua itu hampir lenyap sampai di yogya mungkin yang membuat seperti ini antara lain (1) kosan yang sepi Cuma hanya ada beberapa teman kosan itupun pada sibuk dengan kegiataan kampus, (2) kosannya bagus, bersih, luas tapi satu hal yang tidak disukai yakni pengap beda dengan kosan dibandung langsung bertatap dengan sinar mentari dan bisa memandang indahnya awan, embun, dan galaksi matahari, (3) interntetan otomatis tidak ada sama sekali, walaupun pake modem sungguh keterlaluan tidak ada sinyal satupun cukup sudah penderitaan ini, (4) mungkin karena baru diyogya jadi tidak tahu titik akses kemana-mana (rute jalan), (5) belum dapat teman (ketemu teman kuliah).

Saat itu berpikir dan melamun hampir begitu lama seakan-akan lagi bertarung di medan perang melawan musuh-musuh yang siap menembak jembakan dan gugur dipedang perang. Saat itupula membuat ingat kampong yang jauh dimata (seberang sana: Sumatra), ingin kerja cepat untuk meninggal kuliah S2 ini, rasa rindu mulai menampakkan putik bunga yang nan harum dengan sosok seorang yang selama ini telah mengelitik perasaan ini walaupun telah berusaha untuk melupakan semua. Tetapi  perasaan masih meninggalkan jejak walaupun jejak hanya sebiji buah kurma namun tetap rasa cinta, sayang, rindun dengan dia masih ada.

Saat itu pula ingin calling (menghubungi) tapi coba bertahan dan komitmen dengan ucapan dan pikiran yang telah terucap serta terangkai agar tidak akan terulang lagi dengan keadaan yang menjebak. Hingga waktu telah menunjuk sekitar 9.00wib rasa ingin pulang masih kuat menguncang, tapi cari aktivitas lain seperti bersih-bersih pakaian yang sangat kusut dan berantakan secara baru pindah dari bandung ke yogya. Hampir 2jam melaksanakan aktivitas belum mampu juga untuk merubah dan memblokir perasaan itu.  Tak terasa kegiataan selesai juga namun tetap qolbu itu belum juga bisa menerima keadaan dan situasi yogya. Akhirnya ketiduran karena begitu lelah dan capeknya menempuh berjalanan bandung –yogya (10 jam) dan juga masih merasa sedih dengan kondisi ini.

Setelah magrib coba menenangkan diri lagi untuk bertanya pada ibu kosan “ummi” tentang yogya terutama jalan utama dan arah kekampus. Maklum maba (mahasiswa baru) jadi perlu banyak hal baru yang harus diketehui jadi mulai yang terkecil hingga yang tak pantas dipertanyakan hehee…

Untung teman kosan yang baik hati mau menjeleskan dan menanyakkan sesuautu dimana sebelumnya paling malas menenayakkan hal seperti ini, demi kebetahan dan survive dengan niat baik ini. setalah magrib akhirnya keluar juga dari sarang perpaduan (alias kamar) untuk mencari makan dan mengikuti jalan-jalan setapak sambil menghapal rute tersebut, takutnya nyasar dan tidak tahu jalan pulang kekosan kebetulan termasuk orang yang cepat hapal dengan jalan2 apalagi jalan protocol (utama). Setelah keluar cari makan kembali rasa rindu memuncak lagi sungguh begitu susah dan rumit untuk menghilangkan rasa rindu dengan orang rumah.

Dengan basmallah harus bisa dan bertahan disini demi masa depan nan cerah dan membahagiakan orang-orang terdekat (ibu-bapak) rela terhampar dan terhempas dari kampong tercinta. Malam bergitu sunyi dan malam semakin larut dengan keheningan yang ditaburi rembulan yang bersinar, bintang yang berkedip-kedip yang semakin menampakkan begitu agungnya kekuasaan Rabbi.

Keesokkan harinya bangun pagi seperti biasanya dimana tak bisa bangun kesiangan karena sengaja menerapkan dalam hidup (always bangun jam3 dini hari :subuh) adapun alasan agar habbit seperti ini agar bisa bermunajat pada sang illahi (qiyamuallai, tadarus, almatsurat dan the power of life) alhamdullah kebiasaan ini bisa dijalaninin. Setelah kebangun lasung siap-siap untuk berangkat kekampus UGM walaupun belum tahu jalannya tapi sudah berjanji kemaren untuk berekelana dikampus sambil melihat keadaan-keadaan UGM. Pasti sangat berbeda dengan kampus sebelumnya, akhirnya berangkat dari kosan melisir jalan-jalan sambil menghapal satu-satu bersimpangan agar balik kekosan tak salah alias nyasar heheee….sambil menikmati indah embun dan hawa pagi dikota yogya (kaliruang km5)

Lebih kurang 20 menit perjalan akhirnya sampe juga kampus UGM walaupun dengan rute yang salah namun tetap berhasil bisa ke MIP UGM dan lansung keruangan tata usaha untuk melengkapi persyaratan dan sebagainya. alhamdullah belum banyak yang datang untuk daftar ulang sambil bercengkrama dengan staff. Setelah selesai keluar dari rungan dan melanjutkan untuk mengkoneksi dengan dunia luas (internetan) biasalah kalau sehari tidak internetan seakan-akan ada yang hilang memang merupakan salah satu hoby.

Yakin mampu bertahan disini (yogya), yakin rasa ini hanya sesaat saja setaleh mengetahui rute dan medan perang ini yakin tak akan pernah menyerah bahkan bakal bertahan bertahun-tahun disini. Seperti dulu kenal dengan kota kembang setelah beberapa bulan disana jadi essay goin enjoy, happy fun dan always smile.

Ya rabbi jangan pernah bolak balik hati ini lagi, tak ingin mengecewakan orang rumah gara-gara “rindu mereka”. Kokoh dan kuat harapan dan asa ini hingga waktu berakhir. Jangan pernah kalah dengan detik yang berjalan. Buat hati ini selalu merasa nyaman dan indah dimana dan kapan berada. Sehingga kemenangan selalu untuk diri ini.

%d bloggers like this: