Hikmah Mempublish Buku Di Social Media, Blog Dan Web


“Menulis menjalin silaturahmi, menulis mempertajam analisa, menulis menambah teman, menulis memperluas teman dan menulis bisa sebagai pintu meraup pahala”.

20150217_161226Tanggal 17 Februari 2015 Jam 16.00 Wib paket sampai dirumah yang sebelumnya dapat informasi dari expedisi bahwa ada kiriman dari graha Ilmu. Sebelum asar paker sudah dirumah, kaget dikrim buku begitu banyak ternyata royalty dibayar bentuk buku. Setelah mendapat paket tersebut coba cek tetapi belum sempat menghitung berapa eksmplar.

Setelah mendapat langsung publish dissocial media (facebook) dan tag teman-teman yang bersentuhan dengan ilmu perpustakan baik itu dosen, praktisi, pustakawan, mahasiswa dan masyarakat yang bergerak dibidang informasi. Sebelum tag coba ingat-ingat siapa saya harus ditag agar tidak salah mengtag sebab tidak semua orang senang ditag apalagi jika yang akan ditag berkaitan jualan online. Sekitar 69 sudah ditagkan berharap dengan adanya tag tersebut ada respon, tanggapan dan memesan. Untung selama ini memiliki account beberapa sosial media, aktif menulis diweb keroyokan, antusias menulis diblog dan lalulalang diweb pribadi semakin mempermudah untuk promosi karya. Sepertinya bagi penulis harus aktif atau memiliki account sosial media jika bisa harus familier dengan blog maupun web sebab mempermudah pada marketing apalagi sebagai penulis pemula diperlukan ekspos yang ekstra. Maksimal media tersebut dan ketika sudah dipublish diweb, blog dan sosial media maka sudah maju selangkah dalam promosi. Apalagi saat ini seluruh lapisan masyarakat sudah terkoneksi dengan internet dan selalu menjadi internet sebagai referensi utama ketika membutuhkan informasi.

Dua hari buku dipromosi melalui sosial media sudah sekitar 20 orang yang memesan buku terutama pustakawan dan dosen. Belum terlihat mahasiswa perpustakaan yang memesan. Selain itu ada hal yang harus disyukuri dan berdampak positif yaitu bertambah nya teman-teman terutama difacebook. Tidak hanya itu melainkan bisa sharing dengan senior-senior, menambah relasi, bertaruf dan terjalin silaturahmi. Kemudian dengan ada pesanan dari teman-teman harus cepat menanggapi atau merespon pertanyaan mereka sehingga agak terganggu beribadah padaNya karena tidak ingin ketika semakin bertambah nikmat dari Allah membuat melalaikan Rabbi. Bisa membayangkan bagaiman mereka yang jualan online yang harus menjawab pertanyaan satu para pelanggan mereka, punya kesibukan tinggi dan mengisi acara dimana-mana masih adakah waktu untuk beribadah padaNya!!! mungkin ada kesempatan akan tetapi lebih menjalankan perintah yang Wajib sedangkan yang sunnah mungkin jarang kali ya. “itu asumsi saja, apakah realitas juga begitu”.

Pertemanan baru dan silaturahmi baru melahirkan butiran-butiran cerita sekitar penulisan, penerbitan, royalty, pengalaman menulis, saling berbagi informasi dan saling menyemangati untuk menghasilkan karya. Itu adalah pertanyaan yang wajar dilontarkan karena masih banyak orang ingin menulis diluar sana tetapi belum bisa tembus penerbit nasional walaupun tembus terbit akan tetapi harus ada kesepatakan bayar diawal. Itulah pertanyaan rata-rata dipertanyakan. Semua pertanyaan yang dilemparkan pada ia dijawab sesuai pengalaman dan sepengetahuan.

Hal menarik dapat disimpulkan dengan diskusi berbagai tipikal usia, profesi dan wilayah bahwa siapapun penulis baik pemula maupun sudah penulis terkenal selalu mengatakan baru belajar menulis. Ternyata penulis sudah menghasilkan karya masih tersimpan rasa tidak pecaya diri, apakah buku tersebut diterima atau ditolak oleh masyarakat. Atau jangan-jangan rasa seperti itu hanya muncul bagi penulis pemula saja seperti ia!!! Lumrah saja ketika timbul perasaan begitu karena setiap apapun yang dihasilkan manusia akan direspon berbeda. Tetapi perasaan tersebut tidak muncul ketika menulis berbagai opini di majalah online nasional dan Koran lokal.

Lebih menariknya lagi dari hasil sharing dengan beberapa penulis bahwa yang melarbelakangi untuk menulis atas keterpaksaan, ingin meningkatkan jabatan dan menambah angka kredit. Ini bagi meraka yang bekerja sebagai abdi Negara. Semoga dengan keterpaksaan benar-benar membawa mereka untuk menjadi penulis professional. Dengan adanya kewajiban dari pemerintah bagi abdi Negara untuk menghasilkan karya merupakan cara baik untuk mendorong lahirnya tradisi tulis menulis. Ketika seluruh abdi Negara dari Timur hingga Barat sudah punya culture tersebut bisa melahirkan produktivitas keilmuan berbagai bidang. Sebab Indonesia termasuk Negara dengan pertumbuhan penulisan yang sangat rendah jika dibanding dengan Negara ASEAN padahal jumlah penduduk Indonesia dengan penduduk ASEAN lagi sangat jauh perbedaannya. Sayangnya meskipun sudah dipaksa dengan ketentuan tersebut, masih belum terlihat keantusiasan para abdi Negara untuk menghasilkan karya. Padahal angka kredit tinggi nominalnya dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Bagi abdi Negara memiliki jiwa menulis merupakan nilai uplause tersendiri karena banyak membawa keberkahaan.

Lain hal bagi meraka yang suka nulis, hoby nulis dan beranggapan nulis adalah goodculture tentu tujuan menulis tidak sebatas angka kredit melainkan maksud untuk menginspirasi, mencari pahala melalui tulisan, berbagi cinta dengan kalimat motivasi dan bisa menambah relasi. Sudah banyak contoh meraka-mereka yang cinta menulis membawa sebuah kejutaan-kejutaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Bahkan setiap orang menjadi penulis memiliki tujuan berbeda ada sebatas melepaskan hobby, menjadi sebagai lahan meraih financial, menambah relasi, bertujuan untuk mengisi acara skala Nasional maupun lokal dan famous. Kesemua itu bisa menjadi niat atau tujuan bagi penulis. Ada baiknya menulis tidak hanya tujuan dunia melain menjadi menulis sebagai lahan dakwah, mengajak orang dalam kebaikan, memotivasi untuk menjadi pribadi anggun dan menyadari manusia untuk mengenal pemilik bumi.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Dilema untuk memilih “Serius banget”


Bismillah…

By sholiatalhanin

Dilema untuk memilih “Serius banget”

Dilema untuk memilih “Serius banget”

Sejak 2008 hingga 2013 menggunakan wordpress merupakan tempat alhanin berbagi cerita, tempat melatih penulisan, tempat berbagi inspirasi, tempat memotivasi dan semoga dengan menyukai dunia blogger Allah ridhoi Alhanin menjadi penulis “famous writer hoooo” Allahuma Amin. Seperti dilakukan para penulis terkenal dan seperti disarankan Pak Anis Baswedan pada anak muda Indonesia seperti berikut “sebaiknya memeulainya dengan menulis di blog dulu”

Mengapa blog? Karena blog memiliki jangkauan yang luar biasa. Setia orang di dunia ini dimanaun meraka berada, mempunyai kesempatan membuka dan membacanya, entah di Indonesia, Eropa, Amerika, Timur Tengah, bahkan daerah terpencil sekalipun asalkan mempunyai akses internet.

Dan kita tahu anak muda tersebut sudah menerbitkan tiga buku. Mungkin kita sudah membaca buku note from Qatar (NFQ) padahal isi keseluruhan dari buku tersebut di ambil dari blog ia http://www.muhammadassad.wordpress.com. Berharap suatu saat alhanin juga bisa seperti ini….’Allahu Akbar”.

Alhamdulillah sejak memiliki account atau rumah sendiri di wordpress pengunjung sudah dari berbagai Negara dan tracfik tertinggi yang mengunjung blog alhanin tetap posisi pertama dari Indonesia, kedua Malaysia, ketiga USA dan seterusnya bisa pembaca lihat langsung diblog Alhanin Http://www.Simfonikehidupan.wordpress.com. Minimal pengunjung sehari 140 visitor dari berbagai Negara. Bahkan sempat pula sehari dikunjungi 250 lebih “Subhanallah”. Ketika longweek atau holiday terjadi devisit pengunjung ya sempat dikunjung hanya sekitar 74 visitor saja hoooo…”Itu mah biasa dalam dunia persilatan huhuuu”

Akhirnya alhanin harus mutarin otak sampai jingkrak-jingkrak kayak gonyangan dangdutan hoooo…bagaimana cara pengunjung untuk selalu hadir diblog alhanin. Jika melihat pengunjung semakin banyak tentunya akan berdampak juga pada kegairahan untuk menulis. Berharap apa yang alhanin tulis, bagi, dan cerita diblog menjadi lambung pahala serta sebagai bentuk mengikat ilmu, sebagai bentuk berbagi ilmu heemmmmm….”harap nich yeeeee”

Dulu niat awal menggunkan blogger (2008) hanya sebatas naris atau gengsi aja karena rata-rata teman kuliah distrata satu (Universitas Padjajaran) hampir punya blog apalagi ada salah satu dosen mengharuskan mahasiswa untuk memiliki blog. Semakin ingin blog gara-gara ikut pelatihan Enterpreneur di ITB (aula Sabuga) saat ditanya nara sumbernya apaka seluruh audience punya blog? Heeemmmm malu dot.com hampir 97 % menunjuk tangan jika meraka sudah berselancar atau bermain dengan web sejak SMA dan ternyata hanya Alhanin tak punya…”manampar banget kayak ditampar batang tauge hoooo”

Keesokkannya semangat membara untuk belajar blog secara otatadidak jangan semangat terbakar gara-gara mengkonsumi cegek “cabe rawit banyaK” kali ya hoooo.. Dengan bismillah mulai rajin searching berbagai materi tentang blog dan mumpung di kosan disediakan Wifi gratis dari ibu kost jadi dimanfaatkan seefektif mungkin akan pemakaianya overload “bergadan” demi blog. Atas keinginan tahun begitu memuncak akhirnya blog selasai juga, sempat beberapa kali tukar thema, beberapa kali tukar heading, dua klia tukar nama blog dan Alhanin sempat pula bermukim diblog multiply, blospot, serta Alhamdulillah yang bertahan hingga kini hanya diwordpress.

Melihat animo pengunjung makin drastic, semakin banyak dishare tulisan alhanin melalui social media hobi menulis semakin menjadi dan bertah pula alhanin sempat mengikut seminar CEO oleh team TDW semakin menarik untuk beralih dari blog menuju WEB.

Melihat jasa pembuatan WEB termasuk katagori mahal dan susah untuk mencari harga miring jadi sementara biarlah menggunakan blog ini dulu. Insyallah suatu saat harus beralih semari uang recehnya terkumpul demi WEB heemmmm….”miskin amat ya alhanin”

Padahal kita tahu betapa banyak keberuntungan menggunakan WEB selain pencitraan, bisa dapat founding, bisa mengiklan segala hal baik bersifat free atau fee. Bahkan kita juga tahu betapa banyak anak muda Indonesia sukses melalui web pribadi kemudan menjadi web oriented profit misalnya Kaskus, kompasiasa, dakwatuna dsb.

Tujuan pindah rumah dari blog ke web ada banyak alas an antara lain di WEB lebih leluasa menggunakan media misalnya visa mencantum video “youtube” pasang iklan, peluangan pendapatan semakin menjanjikan dan tentunya kolom semakin tertata dengan indah bisa menotoring berapa orang yang membaca setiap artikel kita publish.

Ya Allah…”harapbanget-banget” semoga Alhanin punya WEB sendiri agar kegilaan menulis semakin berpelanggi, tentunya bisa menyuarakan gagasan, pendapat dan bisa mengajak anak muda Indonesia untuk bergabung menulis.  I hope someday, own web to writer and sharing about everthing…”Insyallah, Allahuma Amin”

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Jaringan dan Teknologi Perpustakaan



Bagi teman-teman membutuhkan artikela atau dokumen tentang  teknologi perpustakaan dan perkembangan perpustakaan . bisa mengakses langsung  klik alamat dibawah ini. Semoga bermanfaat buat teman-teman khusus mahisiswa yang berkosentarasi pada teknologi, perkembangan perpustakaan.

Perpustakaan Panduan Teknologi (www.librarytechnology.org) dan lib-web-kucing direktori online perpustakaan di Web. Nya kolom bulanan “Sistem Pustakawan” muncul di Computers in Libraries; ia adalah Berkontribusi Editor untuk Smart Perpustakaan Newsletter diterbitkan oleh American Library Association, dan telah menulis yang “Sistem Otomasi Marketplace” fitur yang diterbitkan oleh Perpustakaan Journal selama delapan tahun terakhir. Ia telah menulis delapan isu-isu ALA Laporan Perpustakaan Teknologi, dan telah menulis banyak artikel dan buku lainnya bab. telah diedit atau menulis lima buku. Nya terbitan terbaru Perpustakaan Teknologi Laporan ini berjudul “Membuka Sistem Perpustakaan melalui Layanan Web dan SOA.” Ia secara rutin lokakarya mengajar dan memberikan presentasi pada konferensi perpustakaan pada berbagai topik.

isu-isu ALA Laporan Perpustakaan Teknologi, dan telah menulis banyak artikel dan buku lainnya bab. telah diedit atau menulis lima buku. Nya terbitan terbaru Perpustakaan Teknologi Laporan ini berjudul “Membuka Sistem Perpustakaan melalui Layanan Web dan SOA.” Ia secara rutin lokakarya mengajar dan memberikan presentasi pada konferensi perpustakaan pada berbagai topik.

Membaca blog di Perpustakaan Guideposts Panduan Teknologi di:
www.librarytechnology.org www.librarytechnology.org

Untuk detail lebih lanjut lihat:
www.librarytechnology.org / resume.pl

Customer Relationship Management


BUILD CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM) WEB-BASED
HIGHER EDUCATION IN THE LIBRARY

Abstrac

Library work systems in development Customer Relationship Management Web-based library in the library field is very necessary, especially how the Internet technology (Web) may hold an important role in carrying out the relationship between the library with the guests (customers) are better known as Customer Relationship Management ( CRM) is concerned about how to use a library in the proper Internet facilities in a relationship between the two sides (the library and pengjunjung). Customer Relationship Management is basically a collaboration to create a state that does not harm either party. In this case the library through the CRM attempt to add value to information (add value of information) on the visitors and in return the library will give his loyalty to the library.
Then through this CRM will encourage visitors to remain loyal to the library. Through CRM, the library can find out more in and the extent to which libraries use or utilize the Internet technology in the world of information distribution and how these libraries in improving services, giving satisfaction and maintain communication links with the visitors.

SITUS ILMU INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN INTERNASIONAL



Semoga alamat situs atau web ilmu informasi, perpustakaan dan kearsipan dibawah ini bermanfaat buat teman-teman yang berlatar pendidikan perpustakaan, informasi dan kearsipan. Kebetulan dapat situs ini saat lagi searching  materi kuliah tentang Trends Library Of American Corner. Sebenarnya begitu banyak situs internasional baik Asean, Arab, Afrika maupun Eropa untuk teman-teman baca dan sebagai referensi dalam penelitian.  Pada umumnya situs atau web perpustakaan gratis asal saja teman mengerti dan paham dengan bahasa inggirs seandainya teman-teman tidak mengerti jangan takut tidak mengerti dengan bahasa inggris (Engglish) tersebut teman-teman tinggal searching di Google setelah hasilnya (Resulting) tampil teman-teman tinggal kelik saja bacaan terjemahan sebelah kanan tunggu beberap menit google lagi translate (terjemahan) jika sudah selesai diterjemahakan teman-teman tinggal baca dan Kopy Paste dech jika bermanfaat sebagai bacaannya…

Kenapa menyarankan teman untuk klik atau membuka situs tersebu Karena Journal atau Web dari luar lebih lengkap mengsajikan informasi tentang informasi dan perpustakaan, kemudian dunia luar (internasional) informasi lebih uptodate sesuai dengan perkembangan informasi dan perpustakaan. Jadi sangat membantukan dan bermanfaat sekali buat kita-kita lagi lagi Research (penelitian) baik dari jenjang pendidikan strata maupun pascasarjana. Kemudian e-journal tersebut teman-teman bisa download atau baca secara full text.

Jadi buruan teman-teman klik satu persatu alamat web atau situs berikut ini. Ini hanya  beberapa alamat situs atau web perpustakaan luar koe posting karena baru sempat mengklasifikasi sedemikian sebab tugas yang lain sudah menunggu atau deadline disajikan depan kelas hehehe….insyallah akan segera memposting alamat web atau situs ilmu informasi dan perpsutakaan yang belum ditranslate dan diklasifikasi sesuai dengan sistematis pendidikan menurut DDC (dewey decimal classification)…^_^

Akuntansi, manajemen, dan teknologi informasi

http://www.sciencedirect.com/science/journal/09598022

ACQNET

http://acqweb.library.vanderbilt.edu/acqweb/acqnet.html

Administratif catatan: newsletter dari Federal Depository Library Program

http://www.access.gpo.gov/su% 5Fdocs/fdlp/pubs/adnotes/index.html

Versi tidak resmi; A http://www.lib.umich.edu/libhome/Documents.center/adnotes.html

Perpustakaan africana newsletter

http://www.lib.msu.edu/lauer/aln/ http://www.lib.msu.edu/lauer/aln/

Association Washington Office Kantor Washington ALA newsline: ALAWON: publikasi elektronik dari American Library Association Washington Kantor

http://www.ala.org/washoff/alawon/

Jaringan ALCTS berita: publikasi elektronik Asosiasi Perpustakaan Koleksi & Technical Services

http://www.ala.org/alcts/publications/an2/ http://www.ala.org/alcts/publications/an2/

American perpustakaan

Related online site: http://www.ala.org/alonline/

Arsip ilmu

Pembatasan akses (otentikasi mungkin diperlukan): http://www.wkap.nl/jrnltoc.htm/1389-0166

Archives & museum informatika

Pembatasan akses (otentikasi mungkin diperlukan): http://www.wkap.nl/jrnltoc.htm/1042-1467

Ariadne Ariadne

http://www.ariadne.ac.uk/ http://www.ariadne.ac.uk/

Asian perpustakaan

Pembatasan akses (otentikasi mungkin diperlukan): http://www.emerald-library.com/cgi-bin/EMRtoc.cgi?level=2&jn=173

College & berita penelitian perpustakaan

Artikel dipilih tersedia di: http://www.ala.org/acrl/c&rlnew2.html

Komputer di perpustakaan

1994- Text of articles via ProQuest Research Library 1994 – Teks artikel melalui ProQuest Penelitian Perpustakaan

CONSERline: newsletter dari konservasi (Koperasi Online Serials) Program, Library of Congress, dan OCLC, Inc

http://lcweb.loc.gov/acq/conser/consrlin.html

D-Lib majalah: majalah dari Forum Perpustakaan Digital

http://www.dlib.org/ http://www.dlib.org/

EJournal (Perpustakaan Elektronik: jurnal internasional untuk komputer mini, komputer mikro, dan aplikasi perangkat lunak di perpustakaan)

http://www.hanover.edu/philos/ejournal/home.html

librarian Idaho Pustakawan

http://www.idaholibraries.org/idaholibrarian/index.htm

I Aku

In-plant printer In-pabrik printer

Text of articles via ProQuest’s ABI/INFORM Global Teks artikel melalui ProQuest’s ABI / INFORM Global

Information & management Informasi & manajemen

http://www.sciencedirect.com/science/journal/03787206

informasi & perpustakaan tinjauan

Pembatasan akses (otentikasi mungkin diperlukan): http://www.idealibrary.com/cgi-bin/links/toc/iilr

Isu dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kepustakawanan

http://www.library.ucsb.edu/istl/ http://www.library.ucsb.edu/istl/

Journal of akademis kepustakawanan

http://www.sciencedirect.com/science/journal/00991333

Jurnal pengetahuan manajemen

http://www.emerald-library.com/cgi-bin/EMRtoc.cgi?level=2&jn=230

Perpustakaan & budaya

Pembatasan akses (otentikasi mungkin diperlukan): http://muse.jhu.edu/journals/lac/

Perpustakaan & informasi penelitian ilmu

Akses ke versi online terbatas pada University of Michigan jaringan: http://www.sciencedirect.com/science/journal/07408188

Koleksi perpustakaan, akuisisi & layanan teknis.  http://www.sciencedirect.com/science/journal/14649055

Perpustakaan jus

http://www.libr.org/Juice/ http://www.libr.org/Juice/

Pengelolaan perpustakaan

Pembatasan akses (otentikasi mungkin diperlukan): http://www.emerald-library.com/cgi-bin/EMRtoc.cgi?level=2&jn=15

Perpustakaan dan penelitian ilmu informasi jurnal elektronik

http://aztec.lib.utk.edu/libres/ http://aztec.lib.utk.edu/libres/

MC jurnal: jurnal media akademik kepustakawanan

http://wings.buffalo.edu/publications/mcjrnl/

Mela catatan: jurnal dari Asosiasi Pustakawan Timur Tengah

http://www.lib.umich.edu/libhome/Area.Programs/Near.East/MELANotesIntro.html

Media perpustakaan sekolah: SLMR

http://www.ala.org/aasl/SLMR/

WEB 2.0 = (WEB TWO POINT 0)


Perkembang teknologi dan informasi mengharuskan perpustakaan untuk mengadopsi dan mengalirkan aliran teknologi dalam dunai perpustakaan. Perpustakaan tidak bisa dipisahkan dengan teknologi informasi karena akan banyak memberi kemudahan baik dalam sirkulasi, development, cataloging, public relation of librarians, promotion etc.
Dimana perpustakan di amerika, Australia atau dinegara-negara eropa telah menjadi perpustakaan satu kesatuan dan bagian dari teknologi. Karena perpustakaan dinegara-negara maju tidak lagi (meninggalkan) menggunakan layanan manual melainkan telah menggunakan layanan interaktif atau feedback lebih dikenal dengan web 2.o. Sedangkan kenyataannya di Indonesia masih menerpakan system digitalisasi itupun belum seleruhnya perpustakaan menerapkannya serta system itupun terpusat (sentralisasi) dikota besar (Jawa), sangat jauh sekali berbanding perpustakaan negara maju dengan negar baru perkembang (negara ketiga) dimana hampir setiap perpustakaan telah mengaplikasi web 2.o mulai perpustakaan sekolah hingga perpustakaan perguruan tinggi.
Adapun isu-isu mutakhir informasi perpustakaan yakni tentang masalah web 2.0. Namun ada beberapa edisi atau tingkat (version) web perpustakan yaitu mulai dari web 1.0, web 2.0, web 3.0 dan web 4.0 kesemua web tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing tetapi yang lebih popular dari keempat web tersebut yakni web 2.0, sebelum kita membahas secara mendalam apa itu web 2.0 (dibaca: web two. Point 0)

AWAL ISTILAH “WEB 2.0”
Diciptakan pada tahun 2004 oleh O’Reilly Media dan digunakan untuk menggambarkan “pengembangan dan jasa alat-alat baru yang sedang mengubah cara orang menggunakan Internet, sehingga lebih mudah untuk berkolaborasi, berkomunikasi dan berbagi informasi “(Secker 3). Web 2.0 juga disebut perangkat lunak sosial. Secker menunjukkan bahwa perangkat lunak sosial adalah “tidak benar-benar perangkat lunak seperti itu, tapi layanan Internet yang pada akhirnya bisa menggantikan perangkat lunak desktop, ini tentang menggunakan Internet sebagai platform untuk menjalankan software dan layanan daripada PC desktop Anda, sehingga sebagian besar perangkat lunak-host dari jarak jauh dan dapat diakses dari mana saja dengan koneksi Internet “(Secker 4). Dipanaskan perdebatan mengenai istilah Web 2.0 muncul dan orang-orang mendefinisikannya dalam berbagai cara.
Istilah “Perpustakaan 2.0” diciptakan pada tahun 2005 oleh Michael Casey, yang melihat Perpustakaan 2,0 sebagai “user-perubahan berpusat” di dalam hatinya (Casey dan Savastinuk). Istilah menyiratkan bahwa kita dapat meningkatkan layanan perpustakaan dengan menggunakan Web 2.0 tools dan jasa. Sama seperti Web 2.0, istilah Perpustakaan 2.0 telah terbukti sebagai kontroversial. 62 terdaftar Crawford pandangan yang berbeda dan tujuh definisi yang berbeda dari istilah “Perpustakaan 2.0” dalam artikelnya dalam CITES dan Pemahaman.
Kemudian ada beberapa defenisi web 2.0 dari berbagai sumber antara lain:
1. ‘Web 2.0 adalah jaringan sebagai platform, menjangkau seluruh perangkat tersambung; Web 2.0 adalah mereka yang membuat sebagian besar keuntungan intrinsik platform: memberikan software sebagai diperbarui terus-pelayanan yang semakin baik semakin banyak orang yang menggunakannya, menyita dan remixing data dari berbagai sumber, termasuk pengguna individu, sementara menyediakan data mereka sendiri dan jasa dalam bentuk yang memungkinkan remixing oleh orang lain, menciptakan efek jaringan melalui sebuah “arsitektur partisipasi”, dan akan melampaui halaman metafora Web 1.0 ke pengguna kaya memberikan pengalaman. “.
2. Web 2.0: mencampur layanan dari berbagai penyedia dan pengguna di dikendalikan pengguna jalan. Seorang pengguna dapat menemukan informasi dalam satu tempat dan mungkin menemukan algoritma untuk menggunakan informasi di negara lain. Cerdas kombinasi keduanya mungkin menawarkan fungsionalitas tambahan pengguna, lebih nyaman atau hanya lebih menyenangkan.
3. menghubungkannya dengan istilah-istilah seperti blog, wiki, podcast, RSS feed, web sosial, dll dan menegaskan bahwa Web 2.0 adalah tempat di mana semua orang dapat menambahkan atau mengedit informasi. Ini adalah web di mana perangkat digital memungkinkan pengguna untuk membuat, mengubah dan mempublikasikan konten dinamis

Manfaat web 2.0 antara lain:
• Meningkatkan berbagi informasi dan layanan
• Menawarkan pengguna konteks memperkaya informasi dalam jangkauan klik mouse
• Menurunkan hambatan pelaksanaan untuk menciptakan fungsi baru dengan menggabungkan layanan yang ada
• Meningkatkan personalisasi, sehingga memudahkan pengguna untuk memilih layanan untuk mengintegrasikan

Karakteristik Web 2.0
1. Karakteristik utama Web 2.0 adalah produksi individu dan user-generated content (UGC). UGC merujuk kepada diri-penerbitan, penerbitan pribadi dan ekspresi diri Karakteristik kedua adalah kapasitas untuk ‘memanfaatkan kekuatan orang banyak. ”
2. Karakteristik selanjutnya adalah bahwa arsitektur dari partisipasi dan berarti bahwa penunjukan layanan dapat meningkatkan dan memfasilitasi partisipasi pengguna.
3. Karakteristik lain adalah efek jaringan, istilah ekonomi yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan nilai yang ada layanan pengguna, karena lebih banyak orang mulai menggunakannya
4. Karakteristik akhir adalah keterbukaan. Ini menunjukkan bekerja dengan standar terbuka, dengan menggunakan perangkat lunak open source, dengan menggunakan data bebas, menggunakan kembali data, dan bekerja dalam semangat inovasi terbuka
Hubungan web 2.0 dengan perpustakaan
Pertanyaan yang pasti muncul bagi kita adalah: bagaimana konsep Web 2.0 berhubungan dengan dunia perpustakaan? Notess mengklaim bahwa untuk beberapa istilah Perpustakaan 2,0 berarti penggabungan blog, wiki, instant messaging, RSS, dan jaringan sosial ke dalam layanan perpustakaan Bagi orang lain itu menunjukkan melibatkan pengguna melalui interaktif dan kegiatan bersama seperti menambahkan tag, kontribusi komentar dan rating perpustakaan yang berbeda item. Maness menegaskan bahwa Perpustakaan 2.0 adalah user-berpusat komunitas virtua, dan Farkas mengatakan bahwa 2,0 Perpustakaan meningkatkan layanan kepada pengguna. Abram menggambarkan citra pustakawan yang baru, Pustakawan 2.0. Pustakawan ini memahami kekuatan Web 2.0 kesempatan, dan menyelidiki dan akhirnya mengadopsi alat-alat mereka. Mereka menggunakan katalog yang non-tradisional dan klasifikasi dan mengakui gagasan tentang ‘ekor panjang’ Pustakawan 2,0 menghubungkan pengguna ke ahli ‘diskusi dan latihan kepada masyarakat; mereka mengembangkan jaringan sosial dan mendorong pengguna untuk mengembangkan konten dan metadata. Pustakawan 2,0 memahami ‘kebijaksanaan orang banyak’ dan peran baru dan wikisphere blogosphere. Maness menambahkan bahwa Pustakawan 2,0 bertindak sebagai fasilitator.

Conclusion (kesimpulan)
Jadi, Web 2.0 sangat penting dan menjadi topik sentral di dunia informasi sekarang ini, dan semakin banyak perpustakaan di seluruh indonesia menggunakan aplikasi ini akan mempermudahkan dalam intergrasi informasi antar perpustakaan. Menggunakan blog yang berfungsi sebagai sumber informasi yang sangat karena sebagai sebuah tempat di mana pustakawan dapat mengekspresikan pendapat mereka tentang masalah yang dihadapi. Selain itu, perpustakaan ‘blog dapat memasarkan perpustakaan untuk berbagai pengguna potensial. Selain itu, pustakawan dapat menggunakan wiki atau YouTube untuk tujuan instruksi perpustakaan. pustakawan juga dapat menggunakan wiki sebagai platform untuk rekomendasi buku, katalog dan penandaan, semua diciptakan oleh pengguna perpustakaan.

Sumber:
Maness, JM (2006), 2,0 Perpustakaan Teori: Web 2.0 dan Implikasi untuk Perpustakaan
http://www.webology.ir/2006/v3n2/a25.html
Abram, S. (2006), “Web 2.0, dan pustakawan 2.0: Menyiapkan 2.0.”, Dunia SirsiDynix OneSource, Vol. 2 No. 1 2 No 1 http://www.imakenews.com/sirsi/e_article000505688.cfm (accessed 12 July 2007).

%d bloggers like this: