Teruntuk ukhti yang masih istiqomah dijalan yang indah


Bismillah….

Teruntuk ukhti yang masih istiqomah dijalan yang IndahUKhti…Ana tahu kalian susah untuk menjaga keistoqomahan dijalan yang indah ini. Ana juga tahu kalian terkadang berperang dengan perasaan sendiri antara istiqomah dan berhenti. Ana juga paham sering pula lingkungan sekitar belum bisa menerima kalian terutama dengan dandanan dipakain setiap hari diidentika tidak modern dan seksi.  Ana juga merasakan ada pihak lain melabelkan kalian nyeleh gara-gara kalian tidak mau bersalam dengan lawan jenis, kemana-mana menggunakan kaos kaki, manset tangan, pakaian ukuran dauble, kerudung harus menutup dada bahkan menutupi seluruh badan. Tapi jangan bersedih ukhti sesungguh kalian kelihat anggun dan wanita sesungguhnya yang menjaga Ijah dan martabat.

Teruntuk ukhti yang masih istiqomah dijalna yang indah. Ana tahu sangat berat bagi ukhti menjalankan syariat tersebut, tapi tetaplah dijalan yang indah ini walaupun begitu banyak godaan yang menerpa kalian. Ingat ukhti dijalan yang indah ini, insyallah akan memperoleh wanita sholeha dan ganjaran bidadari surge, Allahuma amin jika dibanding bumi dan seisinya itu semua tak berarti.

Ukhti, jangan pernah puas dengan hadiah tersebut hendaknya kita selalu mengupgrade kedekatan hati kita padaNya agar kita termasuk hambaNya meraih cinta, keberkahaan dan mahfirohNya.

Ukhti, jika istiqomah dijalan yang indah karena ikhlas dan niat toyyib bukan factor lain, Insyallah Allah akan memperindah akhlak kita dengan cahayaNya, membuat kita anggun dengan kesempurnaanNya.

Ukhti yang masih istiqomah dijalan yang indah hingga batas waktu. Ana ucapkan selamat-selamat-selamat atas kebetahan ini dan harus ana katakana kalian adalah orang-orang terpilih menurut Allah dan seleksi Alam. Terbukti kalian masih istiqomah dimana sebagian wanita lain bergitu gemar mengeskplotasi aurat mereka dengan berbagai bentuk penyimpangan.

Mari ukhti yang masih istiqomah dijalan indah dan rindu cinta Allah, kita doa saudara kita (Muslimah) belum terbuka hati untuk menggunakan pakaian taqwa seperti penjelasa Al-quran. Sehingga mereka tertarik dan ikhlas menggunakan karena Allah bukan atas desakan orang lain atau ikut trend.

Terimakasih Allah, Engkau kuatkan hati, kuat niat, kuat perjuangan kami dijalan indah ini. Tanpa cinta dan keberkahaan tentu belum bisa bertahan dijalan yang indah ini. Kami tetap akan bersyukur dan mensyukuri atas hidayah Engkau mempertemukan kami dengan orang-orang sholeha yang selalu mengingati kami untuk terus bertahan dan memperharui keimanan kami.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Percayalah ukhti sholeha Allah mencintai mu


By: Sholiat alhanin

Bismillah…

Percayalah ukhti sholeha Allah mencintai muUkhti, terbangun ditengah malam dan terdengar pula suara ayam tetangga berkokok begitu kencang itu pertanda bahwa Allah telah turun kebumi dan saatnya mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat malam “qiyamulai” untuk bercerita denganNya tentang kehidupan.

melalui bercakapan indah diatas sajadah dan ditemani zikir-zikir membuat ukhti mampu tegar, ikhlas menerima kehedak Mu dan itu pula pondasi ukhti sanggup sabar menjalani scenario Engkau. Andai bukan keimanan ana miliki mungkin akan melakukan hal yang tidak Engkau sukai. “Tampilkanlah dengan sesungguhnya sifat-sifat kekuranganmu, niscaya Allah menolongmu dengan sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaan-Nya. Bersungguh-sungguhlah dalam ketidakberdayaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan daya dan kekuatan-Nya.” (Ibnu Athailah)

Saat berdoa padaNya bertubi-tubi bertanya pada Allah kenapa harus ia merasakan perih yang luar biasa, kenapa ia tak henti-hentinya dihina, dicaci, difitnah bahkan dizholimi, kenapa ia harus mengalah dengan kondisi tak menentu, kenapa ia harus terdampar dari tanah kelahirannya, kenapa meraka begitu tega menyakitkan hati ini, kenapa selalu diuji diatas kemampuan, kenapa ia harus mengalami sakit luar biasa, kenapa ia kembali merasa cobaan terberat yaitu masalah perasaan.

Kenapa tidak meraka yang jauh dari Engkau diuji cobaan seperti ku alami tapi kenapa Engkau berikan meraka kehidupan penuh kenikmatan bahkan tanpa ujian, cobaan dan kesedihan seperti ukhti rasakan. Kenapa Allah, kenapa harus ana yang merasakannya, kenapa harus ana mengalaminya, kenapa harus ana diperlakukan seperti ini….!!!!

Ya Allah semoga Engkau tidak marah pada ana atas pernyataan tidak elok ana dikeheningan malam ini, ana tahu bahwa cobaan Engkau berikan pada ana adalah bentuk kecintaan Mu pada ana, bentuk Engkau mengangkat derajat ana, cara Engkau memuliakan ana, cara Engkau membentuk karakter ana dan cara Enkgau melihat tingkat keimanan serta kesyukuran ana pada Mu…!!!

Seperti kau jelaskan dalam firman Mu “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah ?’. Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (al-Baqarah: 214).

Tapi Allah hamba ini hanya manusia mu sangat lemah, sangat sensitive, sangat tak sanggup mengembani, memikul cobaan ini walaupun dari luar begitu rileks menghadapi cobaan tapi dalam jiwa ku sangat rabuh bahkan lebih dari itu.

Terkadang cobaan Engkau layangkan teruntuk ku begitu cantik menjadi hamba Mu cepat bersedih, menangis dan cengeng dihadapan Mu. satu hal ana yakini bahwa cobaan itu pasti ada batasnya dan berharap pertolongan mu sepanjang hayat dibumi Mu.

Percayalah ukhti sholeha Allah mencintai mu

Ketika ana diperlakukan seperti ini satu hal harus lakukan jangan sampai ana menyakiti perasaan dan hati makhluk Mu di dunia karena ukhti tahu betapa sakit, perih dan dukanya. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl: 90).

syukron Allah lewat cobaan diatas kemampuan ana, insyallah menjadi hamba yang takut melukai perasaan siapapun, menjadi lebih dekat lagi dengan Mu terutama dikeheningan malam, semakin mudah berempati dengan masalah orang lain, semakin gampang menyembunyi perasaan, dan semakin ingin bercerita dengan Mu.

Andailah ana tak diberi cobaan seperti ini mungkin ukhti tak tahu bagaimana mengelola perasaan, mengelola amarah, dan meningkat kesabaran bahkan keimanan ukhti pada Mu.

Teruntuk ukhti sholeha yang selalu diberi cobaan mari kita tetap tersenyum, ikuti kehendak Allah walaupun bersebarangan dengan keinginan kita karena yakinlah Allah selalu menetapkan sesuatu dengan keseimbangan, keindahan, dan kesantunan. Yuk ukhti sholeha selalu dihujani cobaan kita renung dan musahabah mutiara hikmah ini agar kita tetap tegar hadapi dunia dan isinya. Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu rasa sakit dengan duri atau apa saja, kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.”(HR Bukhari).

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ikhwah fillah kita adalah orang terpilih


Bismillah

Ikhwah fillah apakah kita tak pernah tergiur dengan janji Allah atau kita lebih tergiur dengan godaan syetan mengajak dalam kesesatan padahal setan dan sekutu sudah berjanji akan menyesatkan kita dari berbagai penjuru hingga hilang dari dakwah dan jalan shirotul mustaqin.

Padahal janji Allah sungguh indah teruntuk ikhwah Fillah yang hidupnya penuh dengan dakwah seperti dijelaskan dalam surah Muhammad: 7 “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”

Pada kenyataannya banyak hamba Allah tidak mampu memasuki dan bertahan di area tersebut, banyak ikhwah bergugur ditengah jalan gara-gara hal sepele, gara-gara kecewa, gara-gara virus merah jambu bahkan tidak mampu bertahan dengan arus dakwah, adapula hilang dari arus dakwah yang telah mengarum nama ikhwah fillah.

Sekiranya mereka tahu dan mau mengambil hikmah bagaimana kesudahan orang-orang yang menjauh dari jalan Allah dan seperti penjelasan Allah dalam Al-quran Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu

Maka berbanggalah dan bahagialah kalian ikhwah fillah masih istiqomah sesungguhnya kalian adalah orang terpilih maka tetaplah berada dijalan Allah ridhoi, jalan Allah sukai, Allah cintai, Allah berkahai dengan selalu meningkatkan kecintaan kalian melalui dakwah, akhlaktukarimah, salimun aqidah dan selalu menabur ma’firah untuk segala umat.

semoga kebaikan yang ikhwah fillah tabur dengan ikhlas dan atas nama Allah meneguh kedudukan kita hingga yaumil Akhir dan memperoleh pertolong dari berbagai penjuru. sungguh rahmat Allah begitu luas bagi ikhwah fillah yang masih setia berada dijalan yang lurus.

Mari kita Tanya kembali dengan diri kita sendiri apakah kita tidak mau dengan imbalan Allah atau kita lebih terpesona manusia atau penguasa dunia yang hanya memberi kenikmatan sesaat.

Dan perlu kita ingat ikhwah fillah sesungguhnya kebaikan yang kita taburkan hanya untuk kita bukan untuk orang lain dan begitu pula jika kelalaian atau kejahatan yang kita urai juga teruntuk kita seperti dijelaskan dalam surah Fuhsillat: 46 “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya”

Maha suci Allah sesungguh ikhwah fillah kalian adalah orang istimewa dan diteguhkan kedudukan oleh pemilik isi bumi. so tetap berada dalam arus dakwah walaupun kerikil dan ombak menerjang kalian. anggap aja itu hanya sebatas bumbu untuk ikhwa fillah untuk terus menujuk puncak dakwah yang akan diangkat derajat oleh Nya.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Mencari sepatu ibarat mencari belahan jiwa


Bismillah…

Teriknya matahari, kabut, macet dan lelah tidak menghentikan langkah ukhti menuju sebuah mall terkenal dikota ini dengan tujuan mencari sepatu ngajar serta perjalan harus ditempuh lebih kurang setengah jam dari perumahan ukhti.

ketika hendak berangkat tak lupa ukhti membaca doa keluar rumah “Bismilllahitawakaltu Laa Haawalla kuwata Lilla Hil’azin” semoga lafazh keindahan tersebut membawa kaki ukhti pada tempat-tempat yang diridhoi Allah dan pastinya dapat lindungan dari sang pengerak jiwa.

Laju kendaraan pun dimulai dengan kecepatan 40/jam, selama perjalan banyak hal bisa diamati apalagi waktu weekend dipastikan jalan-jalan dipenuhi para anak muda, para remaja, atau keluarga menghabis waktu liburnya diperjalan atau tempat wisata ukhti lalui.

Satu hal yang membuat ukhti miris saat menuju Mall, rata-rata anak muda dandan tidak pantas, perilaku tidak mengambar seorang islam dan membingungkan tidak ada lagi perbedaan antara pacaran atau sudah menikah…”geleng-geleng.com” bahkan rata-rata para kaula mudah terbawa arus hedonism bahkan tidak mengherankan lagi jika anak muda sekarang sudah terbawa derasnya arus hedonism, pergaulan bebas dan kesantuan yang terkikis.

Tak terasa sampai juga dimall dan selama perjalanan disuguhi pesona alam nan indah spektakuler melalui keindahan awan-awan membentuk abstrak kehidupan, terlihat pula baliho-baliho dengan berbagai ukuran, tujuan dan subjek. walaupun diselangi pandangan tak elok “tumpukan sampah masih bertumpuk dijalan raya”.

ukhti langsung menuju tingkat ketiga tepatnya salah satu supermarket menjual sepatu, terdengar pula suara para petugas mall menawarkan diskon gila-gilaan. ya biasalah kalau weekend dipastikan setiap mall melalukan strategi penjual dengan diskon untuk memikat konsumen bahkan para ibu-ibu sudah mengurumi. tapi entah kenapa ukhti tak tertarik untuk bergabung melihat sepatu diskon.

ukhti terus melaju dari rak sepatu kerak sepatu lain, dari model highell hingga flat, dari berwarna hingga polos, dari merek terbranding samapi biasa-biasa saja. tetap belum juga menemukan sepatu yang dicari walaupun belum ketemu ukhti tak mau berhenti berusaha mencari, mana tahu sepatu dicari tersembunyi dibalik sepatu terdisplay dan entah berapa kali ukhti keliling disekitar rak sepatu tetap belum bertemu.

Padahal disana banyak banget sepatu berkatagori bagus, unik, mahal, dan model lucu tapi hati tak sereet bahkan tidak tertarik untuk mencoba dan berjuangan belum jua berakhir. Ohmy good ternyata mencari sepatu ibarat mencari pasangan hidup apalagi ukhti cari adalah kesederhaan dan kenyamanan karena simpelnya sepatu belum tentu harga sederhana pula. rata-rata sepatu ditemui  ebih kurang satu jam pencarian tidak memenuhi katagori sederhana.

Selama mengeliling rak sepatu, ukhti berbicara dengan diri sendiri “intrapersonal communication” ternyata mencari sepatu ibarat mencari belahan hati. Bagaimana tidak karena kita butuh dari sepatu adalah kenyamanan ketika memakainya bukan dari model, harga, merek atau trendnya.

Mungkin seperti itu juga jika ingin mencari pasangan hidup yang utama harus dipikirkan adalah kenyamanan ketika berkomunikasi, kenyamanan ketika bertemu, kenyamanan ketika memakainya jika kenyamanan sudah tumbuh diyakini rasa cinta akan tumbuh, akan merawat, dan selalu ingin memakainya. salah satu factor mendukung kenyamanan terlihat dari akhlak atau agama dari pasangan bukan terlihat dari kecantikan, keterunan dan kekayaan.

Perjuangan mencari sepatu memberi hikmah luar biasa buat ukhti terutama tentang pasangan hidup seperti ilustrasi sepatu diatas. ternyata kecakapan atau kecantikan, kekayaan, keterunan belum tentu memberi kenyamanan bagi kita dalam menjalani kehidupan.

Satu hal harus kita ingat dalam mencari pasangan hidup yaitu akhlak “agama” dan kesederhanaannya. Insyallah ketika dua hal tersebut sudah ada dari seseorang akan menumbuh kenyamanan bagi kita dalam membangun cinta berpelanggi dan menjadi belahan hidup kita dunia&akhirat.

Yuk pengunjung blog simfoni kehidupan kita selalu berdoa dan memohon pada Allah agar dipertemukan hingga dijodokan dengan pasangan hidup kita.  Memiliki akhlak dicintai Allah dan penuh kesederhanaan dalam bersikap tapi bukan sederhana dalam berilmu, bersedekah, beramal, menyanyangi dan bersilaturahmi.  terakhir hendaknya kita berdoa seperti nabi ibrahim memohon pada Allah yang tak pernah lelah berdoa, berhenti berharap walaupun usianya sudah renta tapi doa itu Allah ijabah jua akhirnya.

 BestRegard Inspirasi BeraniSukses

Bismillah…

Teriknya matahari, kabut, macet dan lelah tidak menghentikan langkah ukhti menuju sebuah mall terkenal dikota ini dengan tujuan mencari sepatu ngajar serta perjalan harus ditempuh lebih kurang setengah jam dari perumahan ukhti.

ketika hendak berangkat tak lupa ukhti membaca doa keluar rumah “Bismilllahitawakaltu Laa Haawalla kuwata Lilla Hil’azin” semoga lafazh keindahan tersebut membawa kaki ukhti pada tempat-tempat yang diridhoi Allah dan pastinya dapat lindungan dari sang pengerak jiwa.

Laju kendaraan pun dimulai dengan kecepatan 40/jam, selama perjalan banyak hal bisa diamati apalagi waktu weekend dipastikan jalan-jalan dipenuhi para anak muda, para remaja, atau keluarga menghabis waktu liburnya diperjalan atau tempat wisata ukhti lalui.

Satu hal yang membuat ukhti miris saat menuju Mall, rata-rata anak muda dandan tidak pantas, perilaku tidak mengambar seorang islam dan membingungkan tidak ada lagi perbedaan antara pacaran atau sudah menikah…”geleng-geleng.com” bahkan rata-rata para kaula mudah terbawa arus hedonism bahkan tidak mengherankan lagi jika anak muda sekarang sudah terbawa derasnya arus hedonism, pergaulan bebas dan kesantuan yang terkikis.

Tak terasa sampai juga dimall dan selama perjalanan disuguhi pesona alam nan indah spektakuler melalui keindahan awan-awan membentuk abstrak kehidupan, terlihat pula baliho-baliho dengan berbagai ukuran, tujuan dan subjek. walaupun diselangi pandangan tak elok “tumpukan sampah masih bertumpuk dijalan raya”.

ukhti langsung menuju tingkat ketiga tepatnya salah satu supermarket menjual sepatu, terdengar pula suara para petugas mall menawarkan diskon gila-gilaan. ya biasalah kalau weekend dipastikan setiap mall melalukan strategi penjual dengan diskon untuk memikat konsumen bahkan para ibu-ibu sudah mengurumi. tapi entah kenapa ukhti tak tertarik untuk bergabung melihat sepatu diskon.

ukhti terus melaju dari rak sepatu kerak sepatu lain, dari model highell hingga flat, dari berwarna hingga polos, dari merek terbranding samapi biasa-biasa saja. tetap belum juga menemukan sepatu yang dicari walaupun belum ketemu ukhti tak mau berhenti berusaha mencari, mana tahu sepatu dicari tersembunyi dibalik sepatu terdisplay dan entah berapa kali ukhti keliling disekitar rak sepatu tetap belum bertemu.

Padahal disana banyak banget sepatu berkatagori bagus, unik, mahal, dan model lucu tapi hati tak sereet bahkan tidak tertarik untuk mencoba dan berjuangan belum jua berakhir. Ohmy good ternyata mencari sepatu ibarat mencari pasangan hidup apalagi ukhti cari adalah kesederhaan dan kenyamanan karena simpelnya sepatu belum tentu harga sederhana pula. rata-rata sepatu ditemui  ebih kurang satu jam pencarian tidak memenuhi katagori sederhana.

Selama mengeliling rak sepatu, ukhti berbicara dengan diri sendiri “intrapersonal communication” ternyata mencari sepatu ibarat mencari belahan hati. Bagaimana tidak karena kita butuh dari sepatu adalah kenyamanan ketika memakainya bukan dari model, harga, merek atau trendnya.

Mungkin seperti itu juga jika ingin mencari pasangan hidup yang utama harus dipikirkan adalah kenyamanan ketika berkomunikasi, kenyamanan ketika bertemu, kenyamanan ketika memakainya jika kenyamanan sudah tumbuh diyakini rasa cinta akan tumbuh, akan merawat, dan selalu ingin memakainya. salah satu factor mendukung kenyamanan terlihat dari akhlak atau agama dari pasangan bukan terlihat dari kecantikan, keterunan dan kekayaan.

Perjuangan mencari sepatu memberi hikmah luar biasa buat ukhti terutama tentang pasangan hidup seperti ilustrasi sepatu diatas. ternyata kecakapan atau kecantikan, kekayaan, keterunan belum tentu memberi kenyamanan bagi kita dalam menjalani kehidupan.

Satu hal harus kita ingat dalam mencari pasangan hidup yaitu akhlak “agama” dan kesederhanaannya. Insyallah ketika dua hal tersebut sudah ada dari seseorang akan menumbuh kenyamanan bagi kita dalam membangun cinta berpelanggi dan menjadi belahan hidup kita dunia&akhirat.

Yuk pengunjung blog simfoni kehidupan kita selalu berdoa dan memohon pada Allah agar dipertemukan hingga dijodokan dengan pasangan hidup kita  Memiliki akhlak dicintai Allah dan penuh kesederhanaan dalam bersikap tapi bukan sederhana dalam berilmu, bersedekah, beramal, menyanyangi dan bersilaturahmi. hendaknya berdoa kita seperti nabi ibrahim memohon pada Allah.

 BestRegard Inspirasi BeraniSukses

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

harus ukhti bilang Woowww gitu ketika dicium tangan


Bismillah…

Terasa aneh saja bagi ukhti jika ketemu mahasiswa dijalan, dipasar, dikampus, atau ditempat keramaian lainnya karena ketika bertemu meraka mencium tangan ukhti. Bagi ukhti hal seperti itu sangat berlebihan secara dari penampilan ukhti dengan mahasiswa tidak jauh berbeda hanya berbeda beberapa tahun kemudian jika diukur dari tingkatan generation ukhti dan peserta didik masih dalam lingkup generation 2.0 apalagi cara ukhti presentasi diruangan perkuliahan masih lebay banget alias ikut keinginan mereka. jadi sangat wajar banget ukhti merasa aneh, kikuk, dan tidak selayak mereka seperti itu pada ukhti.

teringat untuk pertama kali ukhti dicium tangan oleh mahasiswa ketika menghadiri acara sebagai narasumber disalah satu kampus, langsung salah tingkah dan merasa sudah tua saja. padahal selama ini yang mencium tangan ukhti hanya pona’an selebihnya malah ukhti yang mencium tangan orangtua.

ukhti merasa aneh bukan karena tak mau mereka bersikap seperti itu tapi ukhti aja belum terbiasa, insyallah the next time, the next years and the next day akan menjadi biasa juga. suatu hal buat ukhti risih jika disalami mahasiswa berkelamin laki-laki karena susah memposisikan diri sehingga dengan terpaksa ukhti salam seperti orang sunda hanya menyentuh ujung jari wae berharap kedepan bagi mahasiswa laki-laki tidak menyalami lagi cukup senyum saja …”asyik, I’am need your smile to me”. kalau mahasiswi sich sangat oke  bahkan tidak apa-apa.

Bahkan berkali-kali salam dari mahasiswa laki-laki dengan terpaksa ukhti tolak karena dalam islam yang bukan mahrom tidak dibenarkan untuk bersentuhan, so harus mengaplikasi ketetapan yang telah ditetapkan para pemilik bumi. teruntuk mahasiswa ku bergender male jangan beranggapan negative ya jikalau ukhti tidak respon salam tangan kalian.

tapi ukhti bangga dengan kalian karena you all begitu santun, hormat dan menghargai your teacher…^__^ sehingga ukhti semakin meresapi, asyik, dan enjoy menjadi seorang pendidik melihat kesantunan kalian serta respon kalian.

Heemmmm jadi pendidik memiliki pesona berbeda, memiliki sense yang unik, memiliki keakraban luar biasa dan menumbuh canda begitu hangat. I love u full myprofesi. moga profesi sebagai pendidik mampu menginspirasi peserta didik, memotivasi mereka tetap semangat menuntutu ilmu dan mampu menjadi tauladan bagi mereka juga. Amin

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Ibadah dan mimpi


Bismillah…

seharian ukhti berbincang dengan seorang akhwat begitu excited terhadap dunia social dan perbincangan ditemani rintik-rintik hujan membasuhi bumi Allah serta dibumbui nasyid malakonlis semakin membuat nuansa perbincangan terasa berwarna. apalagi pembahasan yang dikupas atau diulas tentang Mimpi “Dream”.

hohooo….suasana dingin membahas mimpi jadi ingat mimpi ketika tidur, Subhanallah kedua akhwat begitu semangatnya untuk mewujudkan mimpi dan terjadi pertukaran mimpi besar menuju perubahan dalam segala sisi…”perubahan terjadi dari pemikiran dan action anak muda”

Sebelum mensebuti mimpi kita secara satu persatu, ukhti alhanin memberi sebuah pengantar tentang video yang memotivasi alhanin mencatat seratus mimpi harus diwujudkan. Ternyata si akhwat tersebut belum pernah menonton video tersebut maka Alhanin sarankan untuk menonton agar lebih gesit dan dinamis lagi mencapai mimpi itu.

setelah mencerita bagaimana indah bermimpi apalagi bermimpi hal-hal tidak mungkin menurut orang, tidak masuk diakal tapi mungkin menurut kita dan Allah itu sangat mungkin jika action serta meyakini, (Insyallah akan tercapai semua&Right). Tapi jangan lupa agar mimpi itu terealisasi harus selalu mendekati jiwa dan kolbu pada your Allah&MyAllah. lihat saja rata-rata orang sukses adalah orang yang dekat dengan Allah dan mengaplikasi aturan-aturan telah ditetapkanNya (ibadah).

Pada esensinya kedua akhwat tangguh begitu yakin mimpi besar akan tercapai walaupun harus dihembas gelombang bahkan dengan gelombang itu pula membawa para pemimpi selalu mentauti hati pada pemilik yang mewujudkan mimpi.

bagi siapapun yang memiliki mimpi besar yakin, berdoa dan action bahwa sebentarlagi kesuksesaan akan tercapai walaupun harus dibumbui nuansa tidak sedap menuju terminal kesuksesaan.

 Jadi ada korelasi antara mimpi dan ibadah, agar mimpi kita terwujud maka tingkat terus ibadah kita pada Allah karena itu merupakan bentuk kita meminta restu, kemudahan, keberkahan dari Allah agar mimpi tersebut dapat digapai walaupun harus menunggu lama.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Ukhti ketemu pejabat


Bismillah…

Begini toh rasanya menemui pejabat harus buat janji dulu, harus tungguin berjam-jam, siap-siap dipandang sebelah mata, dan siap-siap dicuekin bahkan ada beberapa tamu yang lain juga akan bertemu dengan si pejabat namun ruang tunggu kita beda. mungkin kenapa dibedain tempat menunggu yaitu sesuai dengan kelas tamu, sesuai dengan tujuan tamu atau sesuai dengan kedekatan tamu dengan pejabat…”bisa jadi kali yaaaaa”

 semari menunggu pejabat keluar dari kamar, Ukhti terkaget-kaget lihat rumah pejabat luar biasa bak miniatur istana dan baru kali ini loh ukhti memasuki rumah sebesar itu. ukhti hanya bisa geleng-geleng semari melafazakan subhanallah betapa nikmatnya penghuni rumah, betapa luar biasa rezki Allah limpahkan pada pemilik rumah dan semoga rumah sebesar itu membuat penghuni rumah selalu mendekati hati pada Allah. Berharap rezki ukhti juga seperti itu dan berharap rumah yang sebesar itu dimanfaatkan sebagai tempat dakwah. Allahuma amin.

Bahkan ukhti kerasa orang kampungan banget, kerasa orang gak memiliki ilmu, dan skill, sehingga komunikasi ukhti terkesan kaku ketika berhadapan dengan pejabat. Sesuai dengan teori komunikasi factor mempengaruhi komunikasi yaitu strata “social, jenis kelamin, bahasa, dll” mungkin salah satu factor menghambat komunikasi dengan pejabat ditemui dilatarbelakangi strata “jabatan, kekayaan sedangkan pendidikan ukhti dengan pejabat tersebut setara”. Ketika terjadinya hambatan dalam berkomunkasi maka berdampak dalam style komunikasi.

Mau tahu gak bagaimana komunikasi terbangun ketika ukhti ketemu pejabat! bukan seperti ketemu mahasiswa maupun ketemu teman…”ya iyalah masak ya donk”. Intinya ukhti lebih banyak jadi pendengar yang setia padahal hakikatnya ketika ukhti ketemu orang baru dipastikan akan berkomunikasi seefekti mungkin.

yang gilanya lagi sudah hampir satu jam menunggu hanya dapat bertemu dan ngombrol yaitu seperempat jam mungkin gak sampai, bahkan saat mau salampun sepertinya si pejabat tidak sudi tapi ukhti berpositif thiking aja pada pejabat tersebut mungkin masih dalam kondisi berwudhu karena sebelumnya kata asisten beliau bahwa si “bapak” sedang sholat dhuha.

satu hal yang ukhti amati dari bincangan dan pertemuan singkat dengan pejabat yaitu tidak ramah mungkin yang berhadapan dengan sipejabatnya hanya anak muda belum punya posisi strategi, anak muda yang masih applay kesana-kesini. insyallah pertemuan pertama ketemu pejabat merupa langkah awal menuju orang sukses, orang penting, dan orang menginspirasi bagi siapapun.

ya Allah andaikan Engkau ridho, berkahi, dan mudahkan menjadi orang sukses, penting dan menginspirasi siapapun tidak akan bersikap seperti pejabat ukhti temui hari ini. akan menjadi pejabat ramah, santun, selalu tersenyum dan menghormati siapapun yang menemui ukhti. sehingga terkesan bukan orang penting, dihargai dan membuat guide.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

%d bloggers like this: