Mengantar Mahasiswa Bimbingan Ujian: Kombinasi Bahagia dan Sedih


20160519_131001Hampir empat tahun menjadi pemimbing skirpsi mahasiswa. Awal mulanya Cuma diberi bimbingan dua orang, bergulir waktu semakin bertambah mahasiswa bimbingan. Secara tidak langsung ter-mapping dan terpola mahasiswa bimbingan yang diberikan pada Anim. Umumnya berkaitan dengan literasi, perilaku pencari informasi, teknologi informasi dan ada juga berhubungan dengan layanan, Manajemen, serta ketesedian koleksi.

Bahkan bukan saja mahasiswa bimbingan saja meminta diarahkan tentang arah penelitian mereka. Ada juga mahasiswa terasa dekat dengan Anim tak sukan-sukan minta diberi arahan. Apalagi ada mahasiswa dengan berani dan terus terang meminta judul skripsi. InsyaAllah selalu memberi saran dan solusi judul skripsi untuk meraka seperti yang baru lulus, Anim berikan judul skripsi bertemakan “Literasi informasi organisasi bagi mahasiswa”, Ketertarikan Alumni ilmu perpustakaan bekerja dibidang perpustakaan dan kesenjangan digital. Sayangnya kesenjangan digital tidak pernah di acc oleh pihak jurusan HOhohoho….”padahal itu tema trends sangat”. Namun apa boleh buat, selalu dapat penolakan!!!

Membimbing mahasiswa melatih diri semakin memahami makna penelitian dan metode penelitian. Memimbing juga semakin mengkaya diri memahami teori atau konsep ilmu perpustakaan. Pada intinya dengan memberi bimbingan tersadari bahwasanya penelitian itu gampang dan mengasyikkan. Gampang asal menemukan teori yang pas. Mengasyikkan bila mendapat data detail dan kompleksitas, sehingga mempermudahkan melakukan analisa. Sementara metodologi tinggalkan disesuaikan saja.

Ada hal menarik berkaitan dengan bimbingan dikampus tempat Anim mengabdi saat ini. Misalnya pemimbing pertama cukup meng-Acc saja, asal sudah dibaca secara teliti oleh pemimbing ke-2, bahkan ada juga pemimbing pertama mengatakan begini “cukup bimbingan saja dengan pembimbing kedua saja, kemudian ada pula pemimbing tak mau hadir ujian proposal ataupun ujian skripsi. Herannya….!!! Fee bimbingan tak pernah ditolak dan selalu mengambilnya. Padahal bila mau jujur dan bertanya dengan diri paling kecil. Sudahkan memimbing secara baik dan benar??? Namun bagi Anim cukup tahu dan sikap seperti itu tidak terbawa pada Anim. Apakah masalah begini juga terjadi pada kampus-kampus lain di Indonesia??? Ya sudahlah itu pilihan apakah ingin membimbing dengan baik dan benar atau cukup sebatas ambil fee sementara memimbing kasih pemimbing kedua!!! Toooh…segala akan dipertanggung jawabkan diyaumil akhir….”Ngerilah kalau bicara akhirat hihihihii”

Namun ketelitian dan kebenaran dalam memimbing akan diuji saat mahasiswa ujian skripsi. Setiap mahasiswa ujian selalu menyembatkan hadir karena secara tidak langsung kehadiran pemimbing akan memberi support dan kekuataan bagi mahasiswa akan ujian. Diruang sidang beragam tingkah ditunjukkan mahasiswa sedang ujian. Ada menjawab asal padahal semakin menjawab mengada-ada semakin banyak pertanyaan dilontar oleh penguji, ada mahasiswa tergiring dengan pertanyaan penguji sehingga hilang dari fokus dari penelitian, ada mahasiswa begitu percaya diri mempertahankan pendapatnya kendatipun tidak didiskripsikan dalam lembaran-lembaran skripsi, ada mahasiswa terdiam tanpa bahasa karena tidak mampu menjawab pertanyaan penguji dan lebih seru lagi anak bimbingan setiap menjawab pertanyaan pengujia selalu melirik pemimbingnya hohohoho….”itu mungkin menandakan meminta bantuan tolong saya ibu/pak”

Bahagia jadi pemimbing, tatkala mahasiswa akhirnya bisa menyelesaikan penelitian, yang dibuktikan dengan ujian skripsi. Lalu mampu mempertahankan hasil penelitian dihadapan penguji. Apalagi mendapat hasil yang memuaskan. Rasanya terbayar sudah coleteh-coleteh berbentuk saran yang diutarakan selama bimbingan. Akan tetapi mengecewakan apabila mahasiswa bimbingan mendapat nilai sangat rendah. Padahal bila dilihat dari isi, metodologi, mempertahankan pendapat dan pembahasannya sesuai dengan teori. Namun karena salah beberapa kata, langsung dapat nilai rendah. Kenapa nilai rendah? Karena memang tidak ada standar nilai yang layak dapat A, B, C dan seterusnya. Jadi sesuai dengan selera penguji. Kalau penguji lagi mood diberikan nilai memuaskan. Seandainya penguji lagi bahagia bisa jadi istimewa. Situasi begini? Membuat hati sedih sebagai pemimbing karena nilai diberikan sesuai keinginan penguji bahkan menjadi bingung sendiri. Kenapa penguji tega memberi nilai C sementara teori, latar belakang, isi dan pembahasan sangatlah baik. Lagi-lagi karena tidak ada standar peniliai!!! Selama tidak ada standar penilaian ujian skripsi, selama itu pula anak bimbingan mendapat nilai berdasarkan kehendak hati penguji.

Namun pada akhirnya, senang dan bahagia bisa memimbing mahasiswa dengan total serta berkesempatan mengarahkan mereka supaya paham bagaimana melakukan penelitian. Terlebih lagi saat memimbing mahasiswa, jiwa ini selalu teringat masa-masa kuliah bagaimana duka mengejar dosen pemimbing hingga ketiduran demi konsultasi skripsi. Bela-bela berjam-jam duduk diruang perpustakaan dan terkadang tidak memuaskan hasil seperti tidak menemukan teori yang mendukung penelitian. Itu lah bagian-bagian perjuangan sebagai mahasiswa demi meraih gelar dan menambah ilmu pengetahuan.

Jadi bagi mahasiswa sedang penelitian, seseringlah melakukan bimbingan dan jangan takut menemui dosen pemimbing. Jika dosen pemimbing galak….”banyak baca ayat-ayat kursi atau yasin” agar tidak kena shock terapi ketika bimbingan hohoho. Tapi percayalah dan bersyukur dapat pemimbing killer, suka coret-coret skripsi karena sangat membantu membentang hasil penelitian dihadapan penguji serta insyaAllah sedikit revisi. Dibandingkan tidak pernah dicoret dan langsung di Acc bertanda akan banyak kesalahan dan melakukan revisi cukup banyak

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang

Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kebinggungan memberi nilai


Bismillah…

Kebinggungan memberi nilai

Kebinggungan memberi nilai

Setelah melihat hasil koreksi ujian mahasiswa baik ujian tengah semester maupun ujian akhir jadi geleng-geleng ternyata hasilnya jauh dari harapan yang diinginkan. Apakah tidak berhasil dalam mendidik, tidak berhasil dalam mempaparkan, tidak berhasil membuat mereka tertarik dengan materi disajikan, tidak berhasil mempengaruhi meraka semua sehingga hasil seperti ini atau ada factor lain…”itu semua bisa menjadi salah satu factor”

Kebijaksanaan, kedewasaan dan pertaruhan antara idealism maupun kacian sedang mempengaruhi jiwa seorang pendidik. Padahal termasuk dosen rajin masuk, rajin memberi tugas, rajin menjelaskan satu persatu, mempapar secara sistimatis, padahal selalu menggunakan media audio dan video agar mereka paham serta bisa memahami apa tujuan dari mata kuliah yang diamanahkan serta termasuk dosen yang banyak dipensasi….”Puji diri sendiri hoooooo”

Jika diberi nilai rendah maka akan banyak yang kecewa, jika diberi nilai bagus tentu tak memenuhi syarat untuk meraih excellent value, atau harus memberi nilai tengah-tengah saja agar lebih adil.

Seandainya salah memberi nilai tentu di Yaumil Akhir nanti akan diminta pertanggung jawab tersebut, tapi memberi nilai jelek tentu jurusan mempertanyakan kenapa bisa nilai jauh dari rata-rata…”oh mygod” benar binggung membuat keputusan memberi nilai mahasiswa ku.

Bila diberi nilai bagus tentu meraka akan beranggapan remeh dengan kualitas penilai saya, tentu beranggapan bahwa saya termasuk orang tak tegaan, tentu akan bercerita pada teman mereka yang akan kuliah di semester berikut bahwa saya tak begitu pelit memberi nilai.

Ibarat kata seperti itu maka mereka tidak akan bersungguh untuk belajar, tidak bersungguh untuk membuat tugas, tidak bersungguh mempresentasikan tugas mereka, dan tidak bersungguh untuk menjawab pertanyaan baik di UTS maupun UAS. Terlihat rata-rata mereka menjawab pertanyaan saat UTS maupun UAS asal sudah, asal cepat keluar, asal terisi. Apalagi dengan tugas harian semua dipastikan dikutip dari internetan tanpa dianalisis atau dibaca dulu apakah references tersebut sesuai dengan tugas atau tidak! Tak pernah mengamati seperti itu sehingga wajar tugas dikumpul juga membuat ketawa sendiri.

Dari tugas, presentasi, diskusi dan ujian terlihat bahwa rata-rata kualitas mahasiswa dikampus mengabdikan diri jauh dibawah rata-rata. Tentu ada factor penyebab terjadi kualitas seperti missal dari factor internal, kesungguhan mahasiswa untuk kuliah belum memahami sebenar tujuan dari perkuliahan tersebut sedangkan factor eksternal mungkin bisa dipengaruhi fasilitas, SDM (dosen) dan lingkungan.

Pesan moral bagi kalian sebagai mahasiswa….”Heemmm” ketika ujian dan perkuliahan maka pergunakan untuk belajar dengan sungguh jangan sampai belajar sambil bermain, kalian menyesal sendiri nantinya. Apalagi ketika telah selesai kuliah kalian hanya membawa lembaran nilai tapi tanpa membawa keahlian atau ilmu diperoleh, apa arti sebuah nilai jika tak memahami teorinya.

Sungguh sangat memperhatinkan, coba lihatin bagaimana dosen dengan penuh semangat untuk berbagi ilmu, membuat kalian menjadi cerdas, dan terkadang dibumbui motivasi bahkan taujih dengan tujuan kalian menjadi agent of change dimasa mendatang. Namun kalian tak pernah berpikir hingga kesana yang ada dalam pikiran kalian adalah sebatas mendapat nilai bagus dan title.

Terakhir pergunakan waktu bertanya karena saat itulah kalian bisa mencuri ilmu mereka sebanyak mungkin terkadang tidak semua ilmu mereka peroleh melalui pendidikan maupun pengalaman dituangkan dalam handout pembalajaran. Lewat diskusi salah satu strategi mendapat ilmu spektaktuler, terdahsyat dan mengagumkan. Kalau tidak percaya coba dari sekarang pergunakan semaksimal mungkin waktu diskusi atau bertanya ketika ada dosen mempersilahkan kalian untuk bertanya.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Pengalaman pertama: sebagai penguji sidang skripsi


Bismillah…

Pengalaman pertama: sebagai penguji sidang skripsi

Pengalaman pertama: sebagai penguji sidang skripsi

Setelah empat bulan menyimbuk diri mengajar akhirnya selesai juga perkuliahan  dan pada akhirnya memimiliki waktu panjang (longtime)  untuk bercerita, meluap rasa dan berbagi inspirasi bagi pembaca semua. Ingin berbagi tentang pengalaman pertama, setelah diklasifikasi ternyata banyak pengalaman pertama yang membuat ketawa sendiri jika dikenang, banyak pengalaman pertama yang error, banyak pengalaman pertama menjadi jumping stone (batu lombatan) untuk menjalani aktivitas tersebut, banyak pengalaman pertama membuat jiwa ini nerveous (gugup), dan banyak pengalaman pertama memberi informasi bermakna.

Pengalaman pertama akan diceritakan dalam essay ini berkaitan pengalaman pertama menjadi penguji ujian skripsi mahasiswa disalah satu Universitas Islam Negeri. Sesungguhnya informasi atau pemberitahuan sangat mendadak karena tiba-tiba dapat telphon dari pihak akedemik bahwa diamanah untuk menguji. Tentunya kaget, tak percaya dan seakan-akan sebagai penguji dipaksa atau mengganti penguji yang lain…”apapun alasannya I’m enjoying and happy fun”

Kebetulan saat mendapat informasi akan berangkat kekampus, bayangkan jika saat mendapat informasi tidak berada dikampus tentu berburu dengan waktu, tentu tidak sempat untuk membaca skripsi tersebut, tentunya tidak bisa mengkoreksi secara totalitas content dari penelitian mahasiswa. Merasa aneh saja sebab mahasiswa sidang selasa dan baru diinformasikan sebagai penguji senin. Anggap saja itu merupakan kesalahan dalam berkomunikasi.

Setelah semalaman membaca dengan teliti dari kata ke kata, dari kalimat ke kalimat, dari paragraph ke paragraph hingga kesimpulan. Sesudah membaca kebinggungan sendiri dengan hasil penelitian mahasiswa karena masih banyak dalam paragraph terdapat berbagai tema dibahas, masih terdapat pragraf tidak menyambung dan terlihat dalam latar belakang masalah belum menggena atau alasan kuat kenapa judul skripsi seharusnya diteliti.  Ini terbukti pada draf skripsi banyak coret mencoret, banyak libatan halaman, banyak tanda Tanya dan itu bertanda bahwa terdapat kesalahan skrispi mulai penggunaan bahasa, cara penulisan dan cara menyimpulkan dari hasil penelitian.

Kemudian ketika memasuki ruangan sidang seakan-akan jiwa dan pikiran dibawa beberapa tahun yang lalu yaitu saat ujian Laporan akhir, ujian skripsi dan ujian thesis. Merasakan bagaimana gugup, takut, dan menenang hati agar bisa menpapar atau menjelaskan hasil penelitian. Terlihat pula peserta sidang tegang, memotivasi diri melalui anatomi tubuh, gesture dan cara berbicara seperti saya ketika masih dibangku perkuliahan.

Banyak cacatan, koreksi dan saran untuk peserta ujian skripsi. Sayangnya waktu dikasih untuk menguji Cuma 10 menit karena waktu banyak dipergunakan penguji pertama padahal banyak hal ingin dikritik, ditanya dan diskusikan. Dengan terpaksa pertanyaan dilontarkan yang urgent saja, terpaksa diskusi sesingkat mungkin dan terpaksa tak bisa memberi saran secara full melalui face to face.

Heeemmmm… pengalaman pertama menguji memberi sensasi, spektakuler, dahsyat bagi jiwa ini. Ternyata penguji itu tak seseram kita bayangkan selama ini, ternyata penguji lebih banyak memberi saran membangun, ternyata penguji hanya akan lebih focus pertanyaan sekitar latarbelakang dan kesimpulan.

Jadi bagi kalian akan ujian skripsi, thesis maupun disertasi anggap saja ujian adalah FGD (focus group discussion) jangan anggap ujian sebagai penentu kalian untuk meraih gelar.  Jika kalian sudah serius bimbingan, sudah sungguh-sungguh menjalani proses akademik (skripsi) insyallah akan gampang menjawab pertanyaan dari penguji, sudah mengikuti saran pemimbing maka akan dapat pembelaan dari pemimbing, dan jika sudah berkali-kali revisi atau edit hasil penelitian maka akan memetik hasil (nilai) excellent.

Namun sayang banyak mahasiswa tak menyadari betapa penting kehati-hatian atau tidak tergesak-gesak menyelesaikan skripsi bahkan rata-rata mahasiswa memaksa pada pemimbing untuk segara ujian. Padahal jika dilihat dari content, teori yang mendukung, penggunaan kata dan penulisan belum layak diuji. Untuk itu bagi kalian lagi menggarap skripsi jangan memaksa pada pemimbing karena pemimbing tahu apakah sudah siap disidangkan atau tidak.

Pastinya pengalaman pertama menjadi penguji ujian skripsi memberi kesan tersendiri, memberi pengalaman tersendiri, mendapat pengetahuan yang selama belum pernah didapatkan dari bangku perkuliahan maupun dari bacaan, dan dengan menguji akhirnya jadi tahu bahwa penguji itu tidak sesaram kalian bayangkan dalam your mind. Berharap masih ada kesempatan berikutnya untuk menguji atau menjadi pemimbing agar bisa diskusi dengan mahasiswa.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

ujian perasaan menuju motivator


Bismillah…

Sejak dilanda cobaan khusus cobaa perasaan sejak itu ukhti jadi tak ingin menulis essay tentang cinta, tentang rasa dua anak manusia, membaca bernuansa cinta, tentang jiwa sebab selama ini ukhti begitu gemar, excited dan selalu ada inspirasi menulis berkaitan love. Kejadian itu sangat berdampak dalam mylife.

Selama ini Cinta yang ukhti tulis dalam blog simfoni kehidupan tidak seperti realita kehidupan sesungguhnya, novel cinta ukhti baca dan pahami sangat ironi dengan kehidupan ukhti ternyata cinta begitu sadis apalagi cinta telah dirusaki benalu semakin membuat cinta tanpa makna.

Walaupun ukhti tak begitu semangat lagi menulis tentang cinta ada hal yang harus disyukuri yaitu beralih karakteristik penulisan dari cinta menjadi motivasi. Berharap kedepannya ukhti istiqomah menulis artikel atau essay tentang kalimat mampu membakar, memberi dan mendistribusi energy positif.

Mungkin hikmah dibalik kejadian itu dan ukhti meyakini masih banyak hikmah tersembunyi masih disimpan oleh Allah serta berjalannya waktu hikmah yang tersembunyi adalah cara Allah mentraining ukhti menjadi hambaNya sabar memahami setiap episode kehidupan.

Apalagi sejak dilanda ujian perasaan ukhti semakin mampu menjaga hati, menjaga pikiran, semakin siap menerima cobaan apapun akan terjadi kedepannya. Rabbi hamba yakin ujian perasaan adalah bentuk Engkau mendewasakan ukhti menjadi salimun insani diatas bumi Engkau.

Dari ujian perasaan pula ukhti bisa menjadi ruang atau tempat curhat bagi akhwat-akhwat yang sedang dilanda galau, gelisah dan ujian perasaan. Yakinlah ujian perasaan melebihi ujian lain karena ujian tersebut tanpa terlihat tapi berdampak luar biasa dalam bergerakan kehidupan manusia.

Untuk itu bagi ikhwah pernah, sedang dan akan dilanda ujian perasaan ambillah wudhu kemudian berbagi dengan Allah dengan tenang, khusyuk dan penuh harapan agar Allah mampu mengarah kita menjadi tegar dengan kondisi apapun. Dan Insyallah ujian perasaan tersebut akan melahirkan kita menjadi motivator teruntuk diri kita sendiri maupun bermanfaat untuk orang lain.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Terimakasih teruntuk Saudara Laki-laki “Abang” ukhti…


Bismillah…

Pagi nan mendung semendung hati sedang diliputi kesedihan tiada tara, tiada dua, tiada tanding. Alhamdullah kemendungan hati tercerahkan oleh motivasi dari mybrother “MM” walaupun semalam setelah sholat malam agak tenang namun pagi ini semakin adem. Sangat bersyukur disaat duku, lara, dan sedih disunguhi sebuah pengantar dan penutup penuh estetika yang menjunjung tinggi keindahan Allah. Air mata pun mengalir sangat deras!!!

Kalimat bijak terlontar dari mulut saudara laki-laki “oldbrother” benar-benar menyentuh qolbu, menetes air mata, dan tercerahkan. Tak sia-sia punya abang-abang paham agama dan berpendidikan mampu menengahkan segala kondisi mampu menguatkan hati untuk “keep hamasah”.

Semua kalimat terlontar selama 2jam diskusi hati menjadi tenang. Sesungguhnya Allah sedang menguji diri mu “adik”, Allah sedang melihat sejauhmana kemampuan mu untuk bertawakal padaNya, sejauh mana yakin dengan janji Allah, sejauh mana ikhlas menerima ketetapanNya, sejauh mana mampu bertahan dengan riak, sejauhmana berpositif thiking dengan hambaNya karena selama ini hanya paham dengan teori tawakal, kesabaran, keikhlasan. Maka sekarang realitas sesungguh aplikasi dari teori tersebut apalagi selama ini dirimu dik dianggap paham agama untuk itu Allah centilkan dirimu.

Ternyata MM tidak pernah berubah dengan diriku masih seperti dulu selalu menabur kalimat cinta, menyemai ungkapan subhanallah, dan selalu mensupport adiknya masih ingusan dalam menata kehidupan

Kalimat ini pula buat kembali menetes air mata…”berhati-hati adikku banyak orang tidak menyukai keadaan kita namun ketidaksukaan tersebut membuat kita kecut, gagal, pemimis. Sangat wajar niat baik akan selalu Allah uji dengan ujian tak pernah tersadari. Jadi harus focus dengan tujuan akhir kalian untuk memfokus dibutuh keimanan nan tinggi, dibutuh kesabaran luar biasa.

Kedepannya hendaknya berhati menela’ah setiap perkataan orang tanpa referensi terpecaya, berhati-hati menganalisa kondisi jika tidak paham dengan latar belakang dari permasalahan tersebut.

Syukron jiddan teruntuk “abang” ukhti…telah mendengar resah ini, memberi pengarahan sehingga jiwa terkontrol dan tercerahkan. “Indah persaudaraan diatas cinta pada Allah”.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Goresan Qolbu dan Logika


 

Padahal baru seminggu sampe di yogya tapi entah kenapa rasa rindu pada rumah sangat luar biasa terutama rindu pada ibu. Hadirnya rindu  ketika melelapkan jiwa dan bangun dari tidur di pagi  hari dan rindu itu sangat memuncak. Di kosan semua dengan sendiri seperti mulai dari makan sendiri, ketawa sendiri, nangis sendiri, belajar sendiri. hal ini di lakoni selama 7 tahun diperantauan. kalau dirumah ada bu, ponaan, bapak dan abang-abang temanin ketawa dan bercanda. Sungguh rindu dengan keluarga begitu dahsyat walaupun semalam bulan ramadhan (1bulan) sudah ketemu mereka semua. tapi itu tak cukup bagi saya untuk melepaskan rasa rindu. ingin selalu berada disamping mereka dan “sungguh luar biasa perjuangan jadi mahasiswa” belum lagi masalah dikampus birokrasi tak jelas sehingga harus bolak-balik dari ruang satu keruangan yang lain.

Apalagi saat ini di uji dengan cobaan tak pernah terpikirkan, hanya bisa menangis dengan kesendirian sambil mengeluh kepada Allah.

“Ya allah kenapa tak pernah henti-hentinya cobaan hadir, kenapa selama ini memohon pada Engkau jauhkan hamba dari segala cobaan, permudahkan segala urusan saya”. tapi apa!!!

Meyakini ini semua adalah atas kehendak Engkau,

saya tahu kalimat ini sangat tidak pantas saya ucapkan dihadapan Allah. namun itu bentuk saya menghilang rasa resah dalam jiwa. Bukan pula maksud saya tak percaya dengan pertolongan Allah dan bukan pula tak mensyukuri nikmat Engkau Allah. Tapi entah kenapa cobaan ini memang membuat saya tak bisa berpikir dan selera makanpun entah dimana. hanya bisa menangis, berdoa dan berusaha semoga setelah cobaan ada nuansa indah dan cinta menghampiri jiwa. sehingga pikiran ingin mudik, berada disisi bu, dan bercanda dengan pona’an.

walaupun begitu paham dengan konsep bahwa untuk menjadi orang sukses harus diuji dengan berbagai coban. namun terkadang konsep tersebut melebur entah kemana dari logika. Serta sangat membutuhkan seorang teman yang setia mendengarkan keluh kesah saya. namun kesah itu hanya mampu dilepaskan dengan helaian nafas nan panjang itu adalah bentuk tak keperdayaan dalam menghadapi masalah ini.

Ya Allah… kini mengerti dan sadar betah kuatnya kekuataan doa, zikir dan perhatian keluarga dalam perjalanan hidup. begitu pentingnya keluarga dalam kehidupan, karena dengan adanya keluarga dan orang kita cinta ada tempat kita untuk mengungkap permasalahan. ingin rasanya untuk melepaskan rasa bergejolak dihati pada siapa ingin mendengar. tapi itu tak mungkin!

Ya Allah…

Tolong Engkau lihat hamba dan dengar hamba ketika memohon pada Engkau, biar cobaan bisa saya hilangkan satu persatu. karena Engkaulah mencipta dan memusnahkan segala yang terjadi di bumi.

Ya Allah…

Dekaplah selalu

jaga selalu

tegurlah selalu hamba ini, Allah.

semoga bisa menerima dengan ikhlas

mampu menjalankannya dengan sabar

masukkanlah hamba dalam golong yang Engkau Berkahi

jadikan rindu ini sebagai kontemplasi bagi jiwa ini

%d bloggers like this: