untold story with HMP UGM


Tak terasa satu setengah tahun pengurusan Himpunan mahasiswa pascasarjana UGM berakhir sudah pada tanggal 4 Desember 2011. terasa kelegaan yang luar biasa karena telah menyelesaikan amanah atau program kerja yang disepakti di awal oktober. walaupun masih ada program kerja setiap departemen tidak terlaksanakan atau bahkan tidak sesuai dengan list yang ditetapkan. tapi itu semua tidak menjadi permasalahan karena laporan kerja ketika dibahas Musyarah besar telah diterima oleh peserta. Alhamdullilah ^__^ walaupun dengan bersyarakat.

Heeemmm tapi ada rasa sedih juga untuk meninggal teman-teman kepengurusan HMP 2010/2011. sedih disini lebih dikarenakan rasa persaudaraan diantara kepengurusan sepertinya udh klick terutama buat mba-mbanya hiiiiikkkzzzz.  Apalagi teringat dengan semboyan HMP yaitu Karena kita adalah keluarga. semoga lewat persaudaraan terjalin di HMP persaudaraan tetap tersulam  walaupun nanti akan mengabdi kedaerah masing-masing dan memiliki amanah masing-masing pula sesuai dengan profesi kepengurusan.

Masih teringat awal kepengurusan pada acara refreshment bertempat di Gua Cermei dan pantai depok “Yogyakarta” pada saat itu antara kepengurusan rata-rata belum kenal satu sama lain terkecuali mengenal  teman satu department. Jadi ketika ada games untuk mengingat satu persatu nama teman kebanyakkan bengong sendiri  karena belum mengenal. ya sangat wajar nama juga baru kenal. tapi berjalan waktu dan bunga ditaman pun berbunga dengan indah dengan disinari cahaya mentari dengan berbagai bentuk sinar mulai sinar lelucon, tawa, canda, dan tegangan hingga akhirnya sinar itu memberi perkenal bahkan menjadi saudara dipengurusan HMP penuh makna serta kesan.

Thkas My Allah….Engkau mempertemukan ia dengan teman-teman dengan penuh semangat siap menjadi orang sukses, orang-orang benar amanah dengan amanah yang diberikan, orang-orang selalu ceria menghadapi ujian yang hadir dan orang-orang yang selalu berusaha mendekat diri pada pemilik pertemuan. lewat kehadiran mereka semua begitu terkesan dihati karena bisa belajar dari tingkah, sikap dan pola pikir mereka. setiap kepengurusan memiliki character masing-masing mulai dari pendiam, eksis, norak, lebay, cool, calm dan sebagainya. Berbagai variasi tersebut pula benar-benar mengambarkan bahwa “Kita adalah Keluarga”.

semoga suatu nanti Allah mempertemukan kita lagi pada nuansa dan permasalahan yang berbeda. Heemmm semoga kelak dipertemukan pasti sudah banyak berubah serta pasti telah memiliki position nilai tawar baik birokrasi atau nonbirokrasi. amin. seperti kata-kata terungkap pada the last meeting with HMP at rumah pohon semoga kita menjadi orang-orang memberi perubahan dalam dunia pendidikan. Insyallah we are must change of giving to Indonesia education  )*__*(

ini adalah salah satu scenario Allah ungkap tentang kehidupan anak rantau diperantau, melalui kegiatan seperti ini banyak hal telah terlukis dalam sanubari. terutama terlukis tentang persaudaraan dan pertemanan. bahkan berpisahan yang terjadi bukan pula maksud bercerai. tapi berpisahan yang terjadi adalah agar kita semakin memaknai arti sebuah persaudaraan, semakin memahami hakikat pertemanan, serta semakin merasakan betapa indah ketika bersatu disatu dengan slogan karena kita adalah keluarga.

From graduate students UGM to Indonesia


Dari Mahasiswa Pascasarjana UGM Untuk Indonesia

by sholiatalhanin


Pada kajian ketiga di bulan oktober tepatnya tanggal 20 Oktober 2011 bertempat di mesjid Apung UGM membahas tema tentang kontrubusi mahasiswa pascasarjana UGM untuk Indonesia. Tujuan diangkatnya tema tersebut adalah bagaimana mahasiswa pascasrajan “pemuda” membawa agent of change dalam segala aspek sebab tidak bisa dipungkiri bahwa UGM adalah gerbangan serta lahirnya para pakar dalam segala keilmuan.

Nara sumber kajian tersebut “KAMSO=Kajian kamis sore” adalah UST DR. Rahman Dosen Teknik Kimia UGM dan sesuai dengan CV yang di baca oleh moderator merupakan alumni UGM dan pernah menempuh pendidikan di benua Eropa “swedia” muali S2-S3 yakni antara tahun 2000-2008. Sangat Prade And Amazing paparan materi, terlihat rata-rata ikhwatifillah pada terhanjut dan begitu focus. Kemudian materi yang dibahas mix (campuran) antara agama islam, bagaimana pendidikan di Eropa, dan perbandingan perkembangan teknologi serta discovery dunia. Tujuan ustad mempaparkan kesemua itu adalah agar mahasiswa pascasarjana UGM mengetahui bagaimana kehidupan beragama dan pendidikan di Eropa serta perbandingan kehidupan di negara maju. Dari cerita ustad kelihatan beliau adalah orang sangat mencintai ilmu, gembar membaca dan jenius. Tapi ada satu kalimat yang mengkritik hati saya, kalimat seperti berikut ini adalah “Saya bukanlah orang yang cerdas dibanding dengan teman-teman saya, tapi Allah selalu memberi pertolongan dan kemudahan saya dalam mencapai harapan dan cita saya hingga bisa merasa pendidikan hingga Negara Eropa, itu karena saya selalu mencoba mendekat diri pada Allah”.

Berikut ini adalah point-point yang dibahas oleh ustad pada kajian KAMSO:

Tugas Seorang Muslim?

Pertanyaan yang dilontarkan ustad pada ikhwatifillah yaitu apa tujuan hidup seorang muslim dan  bagaimana tugas seorang muslim?. Kemudian ustad menjelaskan bahwa tujuan muslim di muka bumi ini adalah menyebar rahmatan Lil Alamin pada semua ciptaanNya, dimanapun muslim berada hendaklah mengarahkan mukanya pada Allah, dan menyerah diri pada Allah “tawakal” dengan aturan yang ditentukan Allah. kesemua itu akan Allah minta pertanggung jawaban di yamul Akhir.

kemudian kewajiban muslim dimanapun dan apapun profesi muslim tugasnya adalah mencegah nahi munkar di bumi Allah hal itu harus selalu melekat pada muslim.

seorang muslim jika dianalogikan seperti bangunan mesjid yaitu (1) pondasinya adalah rukun iman dan islam, (2) tiangnya adalah muamalah, mencegah nahi munkan dan (3) atapnya adalah dakwah dan jihad fisabilillah.

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dan perbuatan yang munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan” (Al Hajj: 41)

Kesejahteraan

Negara atau dunia akan makmur ( sejahtera) yaitu ketika dipimpinn oleh peradaban atau generasi islam. seperti kita tahu dan sejarah telah membuktikan bahwa peradaban yang bertahan di bumi ini adalah peradaban islam.  seperti dijelaskan oleh  Dr. Yusuf Qardhawi dalam Malaamihu Mujtama’ Muslim Alladzi Nansuduh ini merupakan karya kontemporer dengan mengungkapkan fakta-fakta dan analisa sistematis, yang pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa alternatif peradaban manusia di masa kini dan masa yang akan datang hanyalah Islam, sebagaimana terlihat dalam lintasan sejarah serta firman Allah dalam Al Qur’an.

Demikianlah, Kami jadikan kalian sebagai ummat yang adil untuk menyadi saksi bagiseluruh manusia, dan Dia jadikan seorang Rasul sebagai saksi atas kalian.” (Al Baqarah 143)

Dr. Yusuf Qardhawi d memaparkan gambaran utuh masyarakat yang tegak di atas pijakan yang kokoh serta dibangun di atasnya sistem kehidupan yang sempurna sebagaimana janji Allah bahwa ummat Islam adalah khairu ummah yang pantas memimpin peradaban

 Bahkan Discovery banyak dilahirkan oleh pemuda-pemuda islam seperti Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan di Cordoba pada era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah ilmuwan dan ulama termasyhur. Cordoba merupakan pusat intelektual di Eropa dengan perguruan-perguruan yang amat terkenal dalam bidang kedokteran, matematika, filsafat, kesusateraan bahkan musik. Kontribusi para intelektual dan ulama yang lahir dari Cordoba sangat diakui dan memberi pengaruh bagi peradaban manusia. Di antara para ilmuwan yang muncul pada masa keemasan Islam antara lain Abul al Walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusydi, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ibnu Rusydi atau Averrous. Ibnu Rusydi merupakan seorang ilmuwan muslim yang sangat berpengaruh pada abad ke- 12 dan beberapa abad berikutnya. Ia adalah seorang filosof yang telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani. Itulah masa  kejayaannya peradaban islam banyak menginspirasi penulis barat yang banyak digambarkan oleh para ahli sejarah maupun politik sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi Barat di masa sekarang.

Allah menjanjikan akan selalu mengirim wali-walinya di bumi untuk menyampai pesan (wahyu-wahyu) Allah pada manusia seluruh dunia. Seperti ungkapan bahwa untuk mengesuai discovery haruslah menguasi language Arabic. Ini bertanda bahwa ilmu science banyak dijelaskan dalam Al-quran, dan Al-quran telah menceritakan semua apa yang terjadi masa lampau, sekarang dan besok. Sesungguhnya apa yang terjadi atau kejadian pada zaman-zaman nabi akan selalu terulang pada masa sekarang hingga akhir zaman.  lewat Al-quran pula banyak pembuktian-pembuktian kebenaran terungkap yang tidak dapat dijelaskan oleh teori lain.  Untuk itu hendaklah kita belajar dari umat terdahulu, sedang media mempelajari umat terdahulu yaitu banyak diceritkan dalam Al-quran. Mari kita renungkan kembali bahwa islam adalah peradaban yang abadi tak akan pernah terganti dan step by step kembali menata perubahan dengan meningkat keilmuan dari sejarah peradaban islam dengan landasan Al-quran dan Sunnah.

Pemuda muslim harus memiliki people building atau karateristik (skill) tentunya identitas yang islami.

Terpenting sekarang ini adalah pemuda muslim wajib memiliki kelempok kajian atau kelompok belajar yang membahas segala aspek mulai aspek agama, social, politik, dan energy sumber daya manusia.  Salah satu sarana yang mudah yaitu hadirilah majelis ilmu karena merupakan salah bentuk pengembangan diri dalam berpikir kreatif, dan kritis. serta tempat tumbuhnya motivasi dalam membiasakan diri untuk kontribusi dakwah, menulis dan baca. sesuai dengan wahyu pertama yang diturunkan pada Nabi Muhammad Saw adalah Iqro “baca-bacalah”.

Bumi dan seisinya harus kita baca dan pahami. seperti penemu-penemu dunia yang mereka lakukan adalah baca, renungkan dan lakukan “jangan takut gagal”. Agar mampu seperti para ilmuan islam mulai dari sekarang untuk membaca ciptaan Ilah, karena Allah menciptakan makhluk hidup maupun mati semua ada manfaatnya.   Sehingga bermula dari iqro insyallah kita akan menjadi ilmuan dan peneliti, ini adalah salah satu identitas atau karakterk pemuda muslim harus ditumbuhkan.

Bagaimana Pendidikan Eropa Dan Indonesia

Tidak pantas sebagai perbandingan sunguh jauh ketinggalan dalam berbagai sisi baik dari teknologi, kesadaran untuk belajar, attitude, dan SDM. Namun perbandingan disini lebih memotivasi mahasiswa pascsarjana agar mampu meniru dan mengadopsi bagaiman keseriusan dan kesungguhan mahasiswa di Eropa untuk belajar.  Pendidikan di Eropa kegembaran belajar memang ditumbuhkan dari Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa, hal  ini juga didukung oleh sarana yang sangat memadai seperti perpustakaan yang menyediakan koleksi best seller, Internet dengan kecepatan tinggi, dan subsidi pendidikan (anggaran) lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia dan biaya pendidikan yang murah.

Namun memperhatinkan adalah gaya kehidupan Masyarakat Eropa pada umumnya atheis, akhir pekan antrian di bar sangat luar biasa bisa bisa dikatakan mengadopsi kehidupan Hedonisme.   apa yang membuat mereka seperti itu? Hal ini terjadi karena peradaban yang dibangun oleh Barat –sebagaimana kita saksikan kerapuhannya pada saat ini — menafikan aspek-aspek fundamental yang seharusnya ada dan mengesampingkan nilai-nilai moralitas yang melingkupinya. Bahkan secara tragis menghancurkan nilai fitrah kemanusiaan manusia. Mereka tidak meyakani adanya Tuhan hanya mengikuti aturan-aturan yang buat sendiri tanpa ada kosenkuensi.

Fenomena lain kita saksikan lahirnya ‘tuhan-tuhan’ baru berupa sepakbola, televisi dan berbagai sarana pemuas nafsu syahwat. Juga kita saksikan mereka melontarkan gagasan untuk”Back to Nature” meski dalam prakteknya justru semakin parah, yaitu lahirnya kaum nudis.

Peradaban barat benar-benar telah mencapai puncak ‘kemajuannya’ sekaligus sedang menggapai kehancurannya. Karena sesungguhnya sistem nilai yang ditegakkannya berada di luar fitrah kemanusiaan, sebagaimana dipaparkan oleh Abul Hasan Ali An-Nadwi dalam Madza Khasiral ‘Aalam Binhithathil Muslimin bahwa, “Sesungguhnya agama yang dipeluk bangsa Barat dewasa ini adalah materialisme.”

Kembali pembahasan pendidikan bahwa pendidikan Indonesia seperti apa dan bagaimana?  Sangat menyedihkan mulai dari  kesadaran belajar yang sangat rendah, minat baca jauh dibawa rata-rata, biaya pendidikan mahal, perpustakaan yang jauh nuansa nyaman, dsb. Namun itu semua bukanlah kendala bagi pemuda muslim untuk pesimis belajar dan perubahan. Yang terpenting dari sekarang bagaimana mahasiswa pascasarjana UGM bertekad menuju perubahan Indonesia.  Mahasiswa pascasarjana UGM harus mampu menyentuh masyarakat dari segala lini, aspek, dan pendidikan dengan landasan keimanan karena bangsa Indonesia hanya membutuh orang berilmu dan baik (Muslim Sejati).   kita tahu bahwa di Indonesia banyak orang pintar tapi apa yang terjadi kepintarannya dijadikan sebagai alat untuk merampas kekayaan masyarakat, menindas rakyat miskin, dan menjabat semena-mena seperti terjadi korupsi, mafia, dan sebagainya itu semua dilakukan oleh orang-orang pintar di Republik Indoenesi.

Jadi, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah orang pintar tapi baik “sholeh dan sholeha”. Ketika semua aspek kehidupan publik mulai dari pemerintah hingga swasta telah diduduki pemuda muslim yang pintar dan sholeh/sholeha insyallah peruban untuk Indonesia akan cepat terwujud. kenapa perlunya pemuda muslim sholeh/sholeha karena mereka tahu mana yang haq dan bathil, mana tidak boleh dan boleh prinsip tersebut selalu menjadi landasan utama dalam mengambil keputusan, kebijakan atau aturan demi fitrah kemanusian. sungguh indah bukan menjadi orang pintar tapi sholeh/sholeha. Dan berbahagia dan beruntunglah kita dilahirkan dalam keyakinan Rahman Lil Alamin, Dimana aturan ditetapkan dengan keseimbangan, tiap pilihan yang ditetapkan oleh Allah ada konsekuensi dan ganjaran. “sungguh indah bukan^_^”

“ Ingat Keberadaan  mahasiswa pascasarjana UGM  dalam masyarakat bagaikan batu bata dalam sebuah bangunan, dan sebuah bangunan tidak akan baik apabila batu batanya rapuh”.

Dan tidaklah hijrah Nabi SAW ke Madinah kecuali dalam kerangka usaha untuk membangun masyarakat yang mandiri yang terpancang di dalamnya aqidah Islam, nilai-nilai, syi’ar-syi’ar dan aturan-aturannya.

mengukir kemesraan


Himpunan Mahasiswa PascaSarjana UGMKemesraan janganlah cepat berlalu, itu adalah lagu yang dinyanyikan pada penutup expo seni dan budaya Himpunan mahasiswa pascasarjana Universitas gadjah mada. Sungguh begitu indah dan banyak cerita dengan lagu tersebut. Seluruh panitia menyanyikan lagu tersebut dan memaknai dengan multi tafsir. Bagaimana tidak bermakna karena lewat acara tersebut banyak kemesraan terurai yakni kemesraan menjadi tahu tradisi khususnya tari-tari setiap daerah maupun Negara. Kemesraan perjuangan para panitia dengan semangat menyelenggarakan kegiataan tersebut serta dengan modal nekad, karena untuk menyelenggarakan kegitaan tersebut butuh anggaran dana yang luar biasa. Sebab pada pengurusan HMP 2010-2011 hanya mendapat anggaran dari Rektorat yang sedikit sangat banding terbalik pada pengurusan sebelumnya. Hal ini karenakan memang sengaja dipotong oleh para rektorat untuk digunakan penanggulangan merapai. Kemudian setiap kegiataan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana selalu dengan dana minim. Tapi dengan keminim tersebut tidak mengurangi sedikitpun semangat teman di Himpunan Mahasiswa pascasarjana untuk melaksana kegiataan seperti Seminar Nasional, Expo, training kewirausahaan dan Refreshment dsb.

Kemesraan jangan lah cepat berlalu, Yakni bagaimana kemesraan panitian yang begitu kompak saling bahu membahu sehingga acara yang diselenggarakan lebih kurang 9jam tersebut sangat sukses dan dihadari lebih kurang 200 pengunjung dari berbagai fakultas maupun Universitas. Apalagi kemesraan ketika salah satu panitia membaca puisi karang WS.Rendra yang sangat mengilitik para intelektual muda (Mahasiswa), lewat puisi tersebut memesrakan pikiran untuk bertindak dan mewujudkan Indonesia jauh dari pengganguran.

Wahai kemesraan masih adakah suasana seperti ini akan terwujud lagi??? karena begitu indahnya kemesraan ini. Baru disadari bahwa kekompakkan silaturahmi yang terjalin selama di Himpunan Mahasiswa Pascasarjana memang telah memberi kemesraan tersendiri dalam qolbu dan sanubari. Jika suatu saat nanti telah tak terhimpun lagi dihimpunan masih adakah lagi silaturahmi itu, semoga ada. Tak ingin kemesraan hanya menjadi kenangan dan sejarah tak bermakna.

Kemesraan menjadi tali pengikat silaturahmi dan kedekataan dengan teman dari berbagai daerah di Indonesia. Tuhan begitu makna dan indah kemesraan yang tercipta pada hari itu. Andaikan masih ada hari-hari lain ciptakan lebih mesra pada acara expo tersebut. Entah kenapa lagu tersebut menghanyutkan koe pada sebuah moment pada forum yang memperkenal dan mendekat pada cahaya Mu Tuhan. Kemesraan telah mengukir arti sebuah kebersamaan, mengukir sebuah keikhlasan, kemesraan telah menyatukan jauh menjadi dekat, kemersaraan telah mengukir arti sebuah kenangan. kemesraan telah mengungkap yang indah.

Himpunan menyatukan kami


Setiap Himpunan pasti memiliki cerita, moment, criteria dan identitas yang berbeda pula seperti itulah himpunan kami “Himpunan Mahasiswa Pascasarjana” Universitas Gadjah Mada. Lewat himpunan banyak bisa dipelajari dan renungan terutama masalah bagaimana behavioral dan toleransi antara keinginan dan tuntutan. Melalui Himpunan pula kita diberikan suatu kebebesan bagaimana memberi solusi terhadap permasalahan social baik dari kalangan internal maupun dari eksternal himpunan. Semua anggota himpunan berbaur dan berpadu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut walaupun dalam keterbatasan. Seperti bagaimana begitu kompak Himpunan (HMP) jadi relawan walaupun disatu sisi orang tua menuntut agar mudik saja atas kerisauan erupsi merapi, tapi tak dihiraukan oleh teman Himpunan karena mereka sudah menjiwai bahwa ketika sudah komitmen untuk memberi perubahan dan menolong insyallah teman-teman himpunan akan melaksanankannya karena sangat menyadari bahwa Manusia diciptkan dimuka Bumi Allah adalah untuk saling menolong dan mengasihi serta menabur kasih sayang. Kemudian bentuk kegiataan lain yakni lewat Recovery merapi bagaimana antusiasnya teman untuk meluahkan semua pikiran dan fisik demi kebaikan sesuai dengan latar pendidikan. Teman himpunan tak menghirau panas yang membakar pori-pori kulit dan tak menghirau dingin rintihan hujan menacap diseluruh jiwa. Semoga apa yang kita lakukan dicatat Malaikat sebagai Amalan kita dan Allah curah dan sematkan rasa kasih dan sayang dalam jiwa kita untuk selalu meningkat rasa kepedulian dengan masyarakat terutama masyarakat yang terbelakang dan terkena musibah, karena itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai orang intelektual.

Himpunan menyatukan kami semua tak ada lagi atas nama suku, warna, harapan, pikiran dan kepintar. Bahkan Tidak ada perbedaan antara tinggi dan rendah, tak ada perbedaan barat atau timur, tak ada perbedaan antara anak muda dan orangtua, tak ada perbedaan antara cerdas maupun kritis, tak ada perbedaan berdasarkan backround pendidikan. Kesemua itu menyatu lewat komitmen dengan visi yakni Terwujudnya masyarakat akademis yang intelek, beradab, berwawasan kebangsaan, dan bereputasi internasional sedangkan Misi (1) Membudayakan pemikiran dan sikap ilmiah, kritis, inovatif, dan solusi konstruktif, (2) Memperjuangkan aspirasi dan kepentingan mahasiswa, (3) Menumbuhkembangkan kepemimpinan dan kewirausahaan, (4) Mengembangkan jaringan internal dan eksternal dan (5) Meningkatkan kepedulian pada masyarakat. Begitu agung dan indah sekali misi dan visi tersebut, bisa teraplikasi jika rasa dan harapan telah menyatu. Serta visi dan misi tersebut hanya bisa terlaksana jika teman-teman dihimpunan mampu bersatu dan tidak merasa terbeban untuk melaksanakan amanah tersebut melalui program kerja.

Himpunann (HMP) memberi sense of belonging yang berbeda pula tiap anggota, ini terlihat dari sikap dan wajah anggota himpunan. Tapi itulah himpunan indah sekali telah menyatukan kami. Menyatukan dari perbedaan menjadi warna-warni HHeeemmm…!!! Menyatukan kami untuk selalu menjadi garis terdepan demi terwujud masyarakat penuh inovasi, entrepreneur yang berfondasikan pada agama. Bahkan himpunan telah menyatukan jauh menjadi dekat, tak ada menjadi ada, tak mengerti semakin peka, menumbuhkan kasih antara sesama, menumbuhkan silaturahmi, menumbuh harapan menjadi kenyataan, dan insyallah menambahkan berkah karena berkumpul dengan orang-orang yang sholeh yang menjunjungi tinggi asas kebersamaan. Sungguh himpunan begitu luar biasa memberi manfaat. Sehingga ada rasa kerinduan antara teman-teman himpunan ketika tak bertemu untuk menyelesaikan resolusi yang tertera dalam program kerja. tapi terkadang himpunan menimbulkan riak-riak seperti gelombang ombak  disamudra nan luas yang perlu strategi dalam menaklukkan ombak tersebut. Tapi riak tersebut tak begitu berarti dan memisahkan ikatan yang telah menyatu. Lewat riak menjadi history agar anggota himpunan ambil saripati ilmu yang sebenarnya karena lewat riak itulah memadukan antara teori dan kenyataan dilapangan maka itulah skill and knowledge yang berasas kasih sayang.

Sedangkan identitas himpunan yang telah menyatukan kami begitu banyak seperti tiap gathering selalu ada makanan plus guyonan ini mencirikan bahwa hidup harus selalu diselangi dengan tawa dan canda agar otak bisa mencernakan kata-kata dan kejadian. Serta adanya pembahasan begitu menarik tiap bidang dan departemen sesuai dengan informasi terupdate dalam menambahkan keilmuan baik pembahasan skala nasional maupun global, walaupun tak ditunjang oleh dana nan membadai. Sehingga melalui kegiatan seperti itu insyallah bisa ikut serta dalam pengembangan literasi seperti dicanangkan oleh pemerintah yaitu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Maka apapun akan disampai dengan ketulusan akan terjangkau dengan indah. Seindah bunga ditaman yang memberi keharuman dan kesejukkan tersendiri bagi siapa yang memandang.  Kemudian momentum yang tak bisa terlupakan yakni ketika himpunan menyatukan kami, mula-mula merasa orang terasing hingga menjadi keakraban. Hal terihat saat anggota himpunan saling kenal mengenal satu sama lain dengan cara perkenal yang berbeda misalnya kenal gaya goyunan bahkan kenal dengan diam-dima hohohohooooo….!!! Misalnya ada yang sudah kenal dan sering menyapa tapi lupa dengan nama, bahkan ada tahu nama tapi tidak tahu orangnya.  Tapi setelah perkenalan tempatnya dibulan Oktober berlalu semakin akrab apalagi ketika ada acara Refreshment mencairkan kebekuan diantara anggota himpunan, gimana tidak mencairkan sebab setiap ketemu disekreteriat Himpunan yang dibahas yakni tentang kegiataan baik itu bentuk seminar, workshop, focus group diskusi (FGD) dsbnya.

Akhirnya himpunan memang telah menyatukan kami dimana telah bisa saling curhat tentang pontesi daerah masing maupun potensi diri masing-masing hhheeemmm lagii “hihihi”. Ini tak akan terlupakan dalam hidup kami, ini merupakan puzzle perjuangan kami dalam menuntut ilmu dan tanggung jawab sebagai orang intelektual.  Semoga lewat penyatuan ini yang Mahakasih limpahkan kekuataan pada kita untuk selalu berkelanjutan untuk menjadi garis terlini perubahan. walaupun suatu saat nanti kita kembali kedaerah masing-masing untuk pengamdian pada ibu pertiwi.

TOEFEL


Toefel merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa untuk mendapat beasiswa apalagi beasiswa keluar harus mencantum nilai TOEFEl tersebut.  Saat ini juga ada beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta mencantumkan syarat TOEFEL sebagai persyaratan masuk maupun kelulusan. Seperti perguruan tinggi yang telah melakukan hal tersebut adalah Universitas Gajdah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan masih ada beberapan perguruan tinggi di Indonesia mewajibkan Toefel. Namun setiap perguruan tinggi memiliki score berbeda. Seperti tempat saya menimpah ilmu saat  ini yakni Universitas Gajdah Mada memberi kebijakan score untuk S1 400, S2 450 dan S2 500.  Ujian TOEFEL hanya diakui keahsannya ketika mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengikut ujian di Pusat Pelatihan Bahasa. Seandainya ikut ujian diluar (selian PPB) kemungkinan besar dan pasti tidak diakui walaupun dari luar negeri. Seperti salah satu teman Himpunan Mahasiswa Pascasarjana dimana beliau menceritakan tentang kronologis nilai Toefel tidak diakui dari pihak PPB UGM sedangkan tempat ujian di Amerika Lhooo…”aneh juga ya”. Tapi biarlah keanehan itu menjadi tanda Tanya bagi mahasiswa pascasarjana UGM.

Ketika ikut ujian Toefel di Pusat Pelatihan Bahasa Universita Gajdah Mada banyak hal yang diamiti mulai dari masalah lucu dan menengangkan…”cileee dramatis banget, biasa aja kaliiii”. Suweeeerr kalau gak percaya monggo merasakan hal yang lucu dan menengang disana…”hohoho”. Adapun hal yang menegangkan yakni waktu pendapatan pertama kaget lihatin antrian kayak antrian pembagian sembako atau Raskin hihihii… sebenar sudah pernah mendengar dari kakak tingkatan tentang cerita bagaimana antrian pendaftaran toefel. Karena waktu belum pernah mengalami hal seperti itu Cuma gak terlalu menangkapi serius pembicaraan alias Cuma sebagai pendengar yang baik aja…akhir juga merasakan cerita menenggang yakni ketika pendaftaran pertama dimana dikagetin  dengan desakan-desakan ya presis antiran minyak tanah gitu! Truz datang harus pagi dari kosan atau rumah, kalau sudah siang aja berangkat kagak bakalan dapat formulirnya. Hanya bisa geleng-geleng kepala waktu itu kok sembarung banget ya padahal ini universitas ternama (world class university) di Indonesia bahkan universitas yang masuk 100 besar di dunia.  Tapi alhamdullah minggu kedua sudah tidak seperti itu sudah keren dikitlah pake kartu antrian… “hari gini masih aje pake sistim manual hhmm”

Hal membuat saya bertanya lagi yakni masalah pembayaran pendaftaran dikenakan 30 ribu untuk bangku ekonomi, 75 ribu untuk bangku bisnis dan 125 untuk bangku eksekutif . Bagi mahasiswa yang belum bekerja sangat berat sekali untuk membayar segitu kalau dialokasi buat makan bisa buat berapa hari tuuhhh….”aduuuhhh perhitungan dimulai hohohoo”. Apakah tidak bisa dikurangi sekitar 10 atau 15 ribu aja!!! Okelah kalau dihitungankan dana dihabiskan oleh Pusat Pelatihan Bahasa untuk ujian hanya kertas lembaran jawaban, soal, truz pemutaran kaset dan honor pengawas. Soalnya juga itu saya hanya kenapa bisa mengatakan itu saja karena ada beberapa teman sudah 2 kali mendapat buku tes tersebut. Kalau dikakulasi semua kayak tidak habis 30 ribu rupiah. Tapi kenapa pendaftaran mahal ya???? Atau memang sudah ada kebijakan harus seperti itu atau ada alasan lain…!!!

Kemudian uang pendaftaran toefel sebanyak itu dikemanakan ya. Padahal setiap minggu ada 2 sekmentasi yang ikut ujian yakni hari kamis dan jumat sore. Tiap minggu peserta yang ikut sekitar 400 orang kemudian dikali 30 ribu. Jadi Pusat pelatihan Bahasa memperoleh uang tiap minggu sekitar 1.000.000 sekian belum termasuk yang ikut ujian VIP jika kakulasi secara kesulurahan dalam bulanan maka Pusat pelatihan bahasa memperoleh sekitar 4 juta lebih. Hal menjadi pertanyaan kita semua adalah kemana kah uang sebanyak itu!!! Mungkin buat perbaiki fasilitas Pusat Pelatihan Bahasa, mungkin sebagai uang kas, mungkin buat gaji lembur….”kebanyakkan mungkinnya nich capek mikir kemana mengalir uang tersebut…” seharusnya mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada mempertanyakan dan kritis. Jangan tiap minggu kita hanya ikut Toefel dan pikiran lulus saja tapi tidak tahu kemana uang itu pergi…!!! Disatu sisi sangat kelihatan sekali seperti komersial, bagaimana tidak ujian toefel hanya diakui bilamana ujian di PPB. Kemudian hanya ingin mengetahui kemampuan mahasiswa dalam bahasa inggris kenapa harus bayar segitunya paling tidak digratiskan atau kompensasi pendaftaran. Seperti ini birokrasi di Indonesia selalu ingin dibayar selalu ada honornya.

Truzzz…ada cerita teman satu kelas sudah ikut ujian toefel yang keberapa gitu, tapi bisa-bisanya nilainya kosong menolompong. Padahal sudah ikut ujian. Setelah dikonfirmasi pada pihak pengelolah PPB memberi alasan yang tidak masuk akal. Tapi karena teman tidak mau berdebat begitu panjang, menirimo saja keputusan tersebut. Seandainya terjadi hal tersebut untuk kedua kali atau ketiga dan seterusnya pada yang lain apakah keputusan sama dan alasa sepriti itu juga akan diuraikan…!!!

Waktu duduk santai di pusat pelatihan bahasa membahas hal tersebut banyak kritikan tajam sambil cengkar-cengir. Wahh ini gak adil nich…waahhh kok bisa seperti itu….waahhh seharusnya ada aturan tertulis jangan sebutin aja peraturan ada tapi tidak secara tertulis…waahh menghambat kegiataan saja. Pokok seru juga pembahasan tentang toefel saat penuh tegangan…

Yang lucunya sempat terlintas dalam benak “mindset”  yakni ketika melihat wajah para pencari  nilai 450. Dengan berbagai macam ekspresi ketika lihatin nilai antara lain kesenangan, biasa-biasa saja, dan sedih.  Kemudia ada sudah 10, 8  kali ikut belum lulus bahkan ada yang 14 kali tetap belum lulus…”hohoho” semangat demi 450. Jangan-jangam ada juga yang cinlok (cinta lokasi) bagaimana tidak setiap minggu ketemu di PPB “hhmmm”, yang pasti nya dapat teman baru dari berbagai program studi dengan kelulucaan mereka menceritakan tentang suka dan duka ketika ikut ujian Toefel. Memang setiap sesuatu pasti ada hikmah dan sejarah tersendiri seperti hari ini dapat cerita baru dan pengalaman baru dari teman pascasarjana dari berbagai daerah dan profesi. Thaks a lot my friends tentang cerita penuh jenaka serta ilmiah. Mari terus berjuang sampai mendapat setempel lulus dari DAA. Biarlah 30ribu menjadi kenangan penuh hempitan, biarlah reading, structure, and spoken English menjadi penghias hari untuk semangat belajar bahasa Negara asing penuh kapitalis dan hedonis.

 

 

 

Budaya Mahasiswa MIP 2009 UGM



Sangat bersyukur dan berterimakasih sekali pada Tuhan yang telah mempertemukan dengan teman-teman yang penuh semangat, pintar, cerdas, penuh tawa dan canda apalagi cantik sikapnya, cantik imannya dan cantik pula parasnya. Kesemua itu adalah yang memikat dan pasti merindukan suasana perkuliahan. Jika suatu saat nanti telah menyelesaikan ini semua. Apakah mungkin 2 tahun setelah itu reuni itukan tereliasasi??? Harus bisa dan tereliasasi karena ini adalah mimpi MIP 2009 UGM…”one pleace”

together with MIP “capcus” Memory

Mahasiswa MIP memiliki budaya nan unik tentu penuh etika dan santun, keunikan tersebut dibingkai atas felling of love “hhmmmmmm”. MIP UGM 2009 terdiri dari berbagai budaya, usia, dan berbeda latar belakang pendidikan. Dengan variasi seperti inilah semakin membungai dan mewarnai hari-hari perkuliahan. Walaupun terkadang ada masa tegangnya dalam menggerjakan tugas. Tapi hadapi itu semua dengan santai dan tetap semangat. Seperti dikatakan salah satu dosen bahwa Tuhan selalu bersama kita. So, kenapa harus sedih dan merasa berat menjalani kehidupan. Kemudian teringat lagi dengan sosok seorang dosen, bisa dikatakan dosen yang paling semangat dalam memberi materi perkuliahan, cara penjelesan nan lugas dan menggena. Sehingga hampir semua mahasiswa MIP UGM 2009 merasakan sense of belonging dengan ilmu yang dituturkan. Beliau selalu menggatakan hidup ini adalah proses, dalam satu ruangan perkuliahan ini kita adalah saudara dan pasti suatu saat nanti kalian akan menjadi orang hebat. Amin!

Menurut Pat K. Chew, The Pervasiveness of Culture in Conflict menyatakan bahwa Culture” merupakan sistem umum dari pengetahuan dan pengalaman yang menghasilkan serangkaian standar atau aturan; aturan dan standar ini menghasilkan perilaku dan kepercayaan yang dapat diterima.” Jadi budaya  merupakan sistem  terintegrasi dari pola-pola perilaku yang diajarkan yang merupakan karakteristik anggota suatu masyarakat. Selanjutnya element dari budaya itu sendiri terdiri dari beberapa point yakni (1) language (verbal and non verbal), (2) Religion, (3) value and attitudes, (4) manner and customer, (5) material element, (6) aesthetics, (7) education, dan (8) social institutions.

Dari keseluruh unsur-unsur budaya tersebut hampir terdapat diruangan perkuliahan MIP misalnya bahasa sebab mahasiswa MIP tidak berasal dari satu daerah otomatis akan menambah kosonan kata dan makna simbolik dari tiap daerah misalnya   bahasa makasar dengan logat khas orang timur, Sumatra dengan gerak-gerik yang berbeda itulah MIP…”HHmmm”. Tapi tak kalah serunya lagi nilai-nilai unik dari personal dan sikap yang berbeda pastinya.

Nilai unik yang terkandung dalam ruh perkuliahan MIP yakni makan-makan sambil kuliah dengan stock persedian bekal yang tak pernah habis seperti togo, energen, dsb. kecuali akhir bulan. Dosen yang mengajar pun sangat mengerti bahkan mengajur kita-kita untuk buat minuman. Mana ada perkuliahan seperti ini di tempat lain yang ada hanya di MIP UGM 2009. Ini merupakan sebuah nilai yang sangat memiliki filosofi yang luar biasa. Yakni terkandung kekompakan, persaudaraan, antara generasi y and z manyatukan sehingga tidak ada jurang yang akan mempisahkan. Ibarat kata keluarga baru yang difondasikan dengan tawa, canda beretika dan kebersamaan yang tak pernah terkekang oleh apapun.

Sehingga dalam perkuliahan tidak kenal istilah ngatuk walaupun pada kenyataannya ada beberapa teman-teman ngatuk. Sampai-sampai ada ultimatum jika ada yang tidur diruangan perkuliah saat jam kuliah maka difoto terus akan diupload di Facebook “FB” biar dunia  tahu siapa yang ketiduran. Ini memang terjadi…”iiihhhh lucu” maaf teman jika terasa terkorbankan. Tapi hal ini tidak berlaku disemester berikutnya karena setting meja dan posisi telah dirombak demi kenyaman dan keindahan menatap kedepan. Tapi lucunya malah kayak anak SD gitu ya”….tempat duduk disana terus hanya beberapa teman yang tukar-tukar tempat duduk.

Namun hal teresebut belum unik yang luar biasa, dimana ada keunikkan yang tak bisa digantikan oleh apapun…”jadi malu” untuk menyembutkannya. Mungkin bisa dikatagorikan nice “any where and anytime”. Antara lain (1)  Mahasiswa MIP 2009 UGM pake leptop semua dari model A-z sungguh gaya bener “terlalu…maklum mengadopsi gaya si paijo”.  Apakah ini sebuah kewajaran yang tak bisa terlepeskan karena hidup di era teknologi dan informasi. Hal seperti ini pun di puji dosen “cieeeeeeeeee….pratikiuuuu” jika dibanding dengan mahasiswa tempat beliau mengajar tidak seperti mahasisw MIP…”hikkksss secara gitu lho” mudah-mudahan kita tidak sombong ya teman dan semoga kita rajin menabung, taat beribadah dan baik hati pastinya….”hahaha kepedean memuji diri sendiri”. (2) eksistensi di dunia networking terutama wajahbuku (facebook) ini terlihat seringnya update status dengan kalimat sangat menyetuh mulai dari edition cinta, bahagia, kecewa, lelucon, agama dan sebagainya. Kemudian comment tidak kalah heboh dari status yang tertulis dilembaran Facebook dengan canda yang sangat khas….”becanda adalah konsumsi harian MIP UGM 2009 agar awet muda  dibandingkan konsumsi vitamin C…lebay dot com.”. Ya,  paling tidak bisa buat ketewa sendiri saat tugas lagi tumpang tindih. (3) ini dia nich aktualisasi diri “Narsis” dimanapun dan kapanpun harus ada kenangan bahkan bisa dikatakan tiada hari tanpa momentum fhoto dengan gaya khasnya masing-masing “tergantung amal dan perbuatan”. (4) waaahhhh cukup itu aja dulu…kebanyakkan budaya MIP jadi tak sanggup untuk merangkai ongkahan kenangan yang begitu banyak dan bermakna seperti memadang indahnya fajar matahari di ufuk timur. Memberi kehangantan, kecahayaan dalam melangkah menuju tempat terindah. Umpanya MIP itu adalah sebuah teori warna dimana memiliki kekontrasan dan keharmonisan, siapapun yang menatap dan melirik terpukai dengan karakter lembut dan padat informasi “masak sichhhh kurang percaya kalau yang ini hohohohohhoo…”  kemudian MIP didesain dengan prinsip user friendly semakin membuat orang merasa nyaman.

Dari relung qolbu penuh cinta Cuma bisa mengatakan thaks a lot my friends. Pertualang kita belum berakhir walaupun masa perkuliahan ini berakhir. Tapi ada tugas mulia didepan mata menunggu kehadiran kita demi sebuah perubahan dalam dunia perpustakaan dan pendidikan khususnya.  Jadi teringat status teman difacebook. Kita ibarat manusia terasing antara pelarian dan kenyataan. Dalam mengumbul mozak between knowledge and love…..demi masa depan yang berbekal ilmu dan cinta. ”Wauuuuuuu…..”

Specially to myfriends thks a lot….”MIP 2009 UGM”

Full nice day…

HARI PERTAMA PERKULIAHAN Di PASCA SARJANA


Jam telah menujuk 10.00 wib masih di lantai1 perpustakaan sambil tak tik tuk di laptop yang setia menemani perjalanan perkuliah andaikan leptop bisa becira pasti akan mengatakan jangan gendong diru koe lagi kemana-mana sebab merasa peristiharat. Sebab baik siang muapun malam letptop selalu dalam keadaan ON.

Walaupun waktu telah menujuk perkuliah namun masih asing dengan otak atik blogger, facebook dan mendownload beberapa materi perkuliahan. Akhirnya jam10.00 lewat meng OFF tombol salah satu tombol dileptop. Setelah betul –betul OFF memasuki leptop ketas rancel yang bermerek exsport sambil berjalan menaikiti satu persatu anak tangga menuju ruangan perkuliahaan pasca sarjana Manajemen informasi perpustakaan bersebelahan dengan ruangan seminar. Perasaan mulai merasa lain sebab berpikir ini ruangan perkuliahaan Pasca Sarjana dimana diotak membayangkan bahwa yang berada diruangan tersebut adalah orang-orang hebat, perbaham dengan study yang diambil, orang-orang yang berduit dan pasti telah lebih tua dari keo. Beberapa kali mondar-mondir dimana antara keraguan masuk atau tunggu diluar aja kalau dosen telah masuk baru hadir diruangan perkuliahaan tersebut.

Tidak langsung masuk diruangan tersebut melainkan berdiri diruagan TU PascaSarjana sambil menunggu melihat teman-teman dari luar, setelah bebarapa menit berdiri disana memutuskan untuk langsung memasukin ruangan perkuliahan pascasarjan Manajemen informasi Perpustakaan. Sesampai didalam melembarkan senyum untuk teman baru koe. Kemudian research of posisition (mencari posisi) pas alias PW (posisi wah enak). Dari deretan tersebut ada satu kursi kosong langsung duduk disana dan diam beberapa menit kemudian mengenalkan diri disamping kanan tempat duduk ternyata teman baru ini orang Sumatra dan satu kampong lagi hehehe…..tidak terasa obrolan semakin asyik mungkin karena kita satu daerah jadi lebih cepat koneksi dibandingkan dengan daerah lain seperti jawa, Sulawesi maupun dari daerah lain.
Hampir setengah jam diruangan pascasarjana teman-teman telah hadir semua, tetapi dari sekian teman yang hadir ada seorang laki-laki langsung Tanya, mbak ee dari mana, namanya siapa kok kemaren 2 (dua) pertemuan tidak masuk. Namun menjawab sesingkat mungkin (simple) biasalah orang pertama kenal jadi harus cool…and cool hehee…
Sempat bingung juga saat teman-teman kelas menjalas materi perkuliahan karena terasa tidak koneksi sekali dengan pembicaraan mereka tersebut, namun tetap diam dan mendengar penjelasan mereka satu-satu. Setelah pembicaraan tersebut usai maka menanyakan pada teman sebelah kanan tadi (orang jambi) , kemudian menjawab serta menjelaskan secara satu persatu tentang perkuliahan dan tugas tersebut.
Selanjutnya masuk petugas Tata Usaha Pascasarjana keruangan perkuliahan dimana member informasi bahwa hari ini perkuliahan tidak ada dosen karena dosen yang bersangkutan ada rapat. Sempat berpikir dari hati yaaahhh…..yaaaahhhhhhh hari pertama kuliah langsung tidak ada dosen masuk tapi tidak apa-apa juga dimana lagi mau refresing of brain for growh survive the yogya hehee…dengan tidak lagi perkuliah jam bertama perut juga telah berbunyi untuk diisikan dengan sesuap nasi putih dan kebetulan teman baru disebah kanan juga lagi rapat. Jadi, memutuskan untuk kekantin disebarang perpustakaan Pascasarjana UGM. Sesampainya dikantin memesankan soto ayam kampong sambil menikmati begitu guri dan lezat kuah soto tersebut, secara pelan-pelan menikmati lahapan hidangan tersebut selesai juga makan siang saat itu.
Saat makan soto ayam kita juga sambil bertanya satu sama lain dan juga masalah perkuliahaan, ternyata hari pertama tersebut ada tambahan kuliah. Setelah makan tidak langsung keruangan perkuliahan melainkan di arear WIFI perpustakaan UGM dimana perpustakaan UGM berdekatan dengan ruangan perkuliahan. Sesampai area WIFI langsung membuka leptop dan koneksi dengan jejaringan dengan salah satu situ yakni facebook dan blog koe. Tidak beberapa meng update status facebook koneksi wifi limited koneksi kacian banget dechhh hahaa….
Jam telah menunjukki 12.30 wib azan zuhur telah berlalu berkumandang, namun masih bercekram dengan tamu baru. Setelah asyik ngombrol kita tersadar bahwa shalat fardhu zuhur telah ada waktunya. Kemudian berjalan menuju ruangan perpustakaan lantai 2 untuk mengambil wudhu langsung sholat diruangan paling depan lantai 2 perpustakaan. Mengeluarkan mukenah dari tas rasel serta melekat atau menggunakan mukena Pink tersebut dengan Basmallah dilanjutin dengan niat sholat zuhur serta dilanjutin dengan langkah-langkah sholat. Setelah sholat selesai langsung kembali keruang tempat wudhu untuk memperbaiki kerudung abu-abu yang dipakai saat hari pertama kuliah. Sudah selesai semua lanjutin memasuki ruangan kuliah dimana diruanga tersebut ada beberapa teman yang masih tetap diruangan tersebut sebab mereka tidak beragama sama yang koe anut dan ada lagi tidak sholat (haids).
Setelah beberapa menit diruangan akhir dosen perkuliahan masuk keruangan dimana mata perkuliahan yaitu Filsafat yakni cabang ilmu yang mencari suatu kebenaran, kenyataan pada subjek dan objek. Dosen tersebut menjelaskan kembali materi tersebut dimana pertemuan sebelumnya hanya hadir beberapa orang dan kebetulan banyak teman-teman masuk kuliah untuk pertama kali diruangan PascaSarjana salah satu dari mereka adalah diri koe. Hampir satu jam lebih dosen tersebut menerangkan materi perkuliahaan waktupun telah usai.
Jadi perkuliahan pertama di Pascasarjan UGM pada tanggal 30 september 2009, ya bisa biasa-biasa saja tidak ada yang berkesan dan bermakna serta klik dihati. Tapi tak apa-apa pertemuan pertama tidak mengpengaruhi pertamuan selanjutnya. Yakin bahwa pertemua berikutnya akan lebih bermakna, kekeluargaan dan kebersamaan seperti awal pertama kuliah stratra satu di Universitas Padjadjaran namun beberapa bulan kedepan telah memiliki teman akrab dan berbagi cerita serta history. Mudah-mudah dengan mengikuti perkuliahan di Pascasarjana UGM member dampak terhadap evoluasi serta discory dalam berpikir untuk meraih cita-cita yang telah diinginkan, amin.

%d bloggers like this: