Jika Aturan Tuhan Tak Di Hati


Bismillah…

“Yang menyebabkan agama cacat ialah hawa nafsu. (HR.Asysyihaab)”

Jika Aturan Tak Di Hati

Jika Aturan Tak Di Hati

Seminggu ini dihebohkan dengan spanduk yang sangat mengelikan bahkan menjadi kontrvesial ditengah masyarakat terutama insan yang mempercayai keberadaan Tuhan dan kebesaran Tuhan. Dengan spanduk tersebut mendorong siapapun untuk berbicara dari perspektif mereka. Tentu ada sebagian masyarakat yang bertanya-tanya kenapa sampai kaum intelektual di kampus islam bernaratif “Tuhan Membusuk”. Apakah ini bertanda mereka sudah tidak menginginkan adanya Tuhan dalam kehidupan mereka? Apakah ini mengindikasikan bahwa otak atau hati mereka sudah begitu sekuler maksimal? Apakah itu cara mereka mencari hakikat Tuhan? Apapun alasannya tentu miris membaca spanduk tersebut.

Atas spanduk itu pula, ingin membahas kalimat kontrovesial pada kuliah perdana setelah liburan panjang. Ketika menulis kalimat tersebut on whiteboard mahasiswa kebingungan!!! Apa maksud kalimat itu karena tidak ada hubungan dengan mata kuliah yang akan dibahas. Dengan sengaja ingin menjelaskan, agar mahasiswa terbuka mata hati dan pikiran sebab mereka adalah penerus untuk menyampaikan ayat-ayat Tuhan. Saat bertanya pada mereka secara satu persatu, ternyata tidak ada satupun yang sudah membaca, padahal menjadi tranding topic dissocial media. Ketika bercerita selama 1Jam, mahasiswa terdiam, menyimak dengan serius, sekali-kali mereka menyagah steatment terlontar dan ada diantara mereka ingin berdiskusi lebih intensif tentang aturan Tuhan.

Diruang perkuliahan coba menangkapi secara berbeda dengan analisa yang bertaburan dissocial media. Melainkan melihat dari sisi positif. Mungkin ada benarnya juga bahwa aturan Tuhan dalam kehidupan sudah membusuk karena ingin hidup sebebas-bebasnya. Mungkin dengan ada aturan Tuhan menghambat manusia untuk bereksplorasi atau berimajiner tanpa aturan.

Jika aturan Tuhan tidak melekat dihati manusia tentu akan berbahaya bagi otak, hati dan sikap. Maka sekulerisme, hedonisme dan libarlisme ujung dari pengingkaran dari aturan Tuhan. Tidak hanya itu, bahkan akan berdampak pada hubungan  manusia, lingkungan dan makhluk lainnya. Andailah aturan Tuhan diabaikan dalam hidup, apapun aturan manusia diciptakan, disahkan tidak akan dijalani malah dilanggarkan. Begitu banyak Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Undang-Undang, mengeluarkan peraturan pemerintah, dan hukum adat lainnya dilanggarkan meskipun ada sanksinya bagi yang melanggarkan. Nyatanya punshiment tidak membuat manusia kapok, jera, jero dan setiap tahun pelanggaran Undang-Undang mengalami peningkatan.

Tentu bertanya kenapa banyaknya yang melanggar aturan yang telah ditetapkan? Menurut asumsi penulis, sebanyak apapun aturan diterbitkan, sebanyak apapun aturan dikeluarkan, sebanyak apapun aturan disahkan dan sebesar apapun punishment ditetapkan, kemungkinan terjadi pelanggaran. Jika aturan Tuhan belum melekat dihati, jika belum mengenal aturan Tuhan, aturan Tuhan tidak diaplikasikan maka jangan harap apapun aturan disahkan manusia kemungkinan tidak akan dijalankan, dipatuhi dan diaplikasi dengan baik. Ini sangat bahaya, ini menjadi hal serius harus diperhatikan manusia. Kenapa!!! Aturan Tuhan saja berani dikesampingkan apalagi aturan dibuat manusia. Padahal aturan dibuat Tuhan berdampak sistimik dalam siklus kehidupan agar manusia hidup dalam keharmonisan penuh keberkahaan. Nyatanya mereka yang mensisikan aturan Tuhan pada akhirnya berdampak pada diri sendiri. “Apa yang aku larang jauhilah dan apa yang aku perintahkan kerjakanlah sampai batas kemampuanmu. Sesungguhnya Allah telah membinasakan orang-orang sebelum kamu disebabkan terlalu banyak menuntut dan menentang nabi-nabinya. (HR.Bukhari).

Akan berbeda jika aturan Tuhan sudah dijalankan secara sungguh-sungguh, sudah dipahami dan mencintai aturan Tuhan. Mungkin tidak perlu adanya aturan yang dibuat manusia. Aturan yang dibuat manusia hanya sebagai pelengkapan saja.

Jangan-jangan kenapa terjadi korupsi, terjadinya bencana, terjadinya kemiskinan, terjadinya ketidakadilan, terjadi pemerkosaan, terjadi perkawinan lawan jenis, terjadinya pembunuhan, terjadinya pelecehan, terjadinya kekurangan pangan, terjadinya kerakusan, terjadinya fitnah memfitnah dan meledaknya riba dalam hidup. Disebabkan manusia belum mematuhi aturan Tuhan yang tertulis dalam al-quran dan hadist serta memandang aturan hal sepele “Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai. (HR. Aththusi).

Mungkin ada yang salah dengan kita kenapa tidak mau menjalankan atau mengkaji aturan Tuhan, tertera dalam al-quran dan Hadist. Padahal sudah terbukit bahwa sejak zaman Nabi adam hingga kapanpun bahwa aturan Tuhan pondasi kehidupan selamat dunia maupun akhirat. Renungi hadist berikut ini “Semua umatku masuk surge kecuali orang yang menolaknya. Mendengar sabda tersebut para sahabat bertanya, “siapa orang yang menolak itu, ya Rasulullah?” Rasulullah Saw menjawab, “Orang yang menentang dan larangan)Ku adalah orang yang menolak masuk surge.” (HR.Bukhari).

Sekali lagi sama-sama untuk merenungi, Apakah benar aturan Tuhan sudah membusuk dihati kita!!! Jawablah dengan jujur, jawablah dengan kebathinan dan akan menemui jawab itu dalam naluri kecil kita. “Allah Azza Wajalla berfirman (Hadist Qudsi): “Hai anak Adam, Aku menyuruhmu tetapi kamu berpaling, dan Aku melarangmu tetapi kamu tidak mengindahkan, dan Aku menutupi-nutupi (kesalahan-kesalahan)mu tetapi kamu tambah berani, dan Aku membiarkanmu dan kamu tidak mempedulikan Aku. Wahai orang yang esok hari bila diseur oleh manusia akan menyambutnya, dan bila diseur oleh Yang Maha Besar (Allah) dia berpaling dan Mengesampingkan, ketahuilah, apabila kamu minta Aku memberimu, jika kamu berdoa kepada-Ku Aku kabulkan, dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan, dan jika kamu berserah diri Aku memberimu rezki, dan jika kamu mendatangiKu Aku menerimamu, dan bila kamu bertaubat Aku ampun (dosa-dosa)mu, dan Aku maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih.” (HR.Tirmidzi dan Al-Hakim)

 

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Benarkah Pejabat Lebih Takut Media Dari Pada Tuhan


“Kami tidak mengangkat orang yang berambisi berkedudukan” (HR.Muslim)

Benarkah Pejabat Lebih Takut Media Dari Pada Tuhan

Benarkah Pejabat Lebih Takut Media Dari Pada Tuhan

Menjadi seseorang dihargai, disengani, jaminan hidup yang layak, mendapat fasilitas secara gratis dan relasi dimana-mana adalah impian setiap orang. Manusia berlomba-lomba meraih posisi tersebut dengan berbagai cara. Mulai dengan cara berkompetitif secara ideal, dengan cara jilat atau sikat sana-sini, dengan cara menipu berbagai pencitraan, memanfaatkan relasi dan terkadang jalan harampun ditempuhkan. Betapa posisi pejabat itu begitu wooww dihati manusia. Padahal menjadi pejabat dibutuhkan kesabaran yang tinggi karena setiap kebijakan atau kegiatan dilakukan terkadang direspon negative dan lebih mengeri lagi akan memperoleh cemoohan oleh pihak tertentu. 

Realitasnya untuk menjadi pejabat tidak begitu mudah, harus menempuh jalan yang terjal, harus menempuh panas dingin, harus menjalani jalan yang berliku-liku, harus menikmati ujian-ujian dengan berbagai level, harus ikhlas mengalami hinaan ataupun fitnah, harus memiliki kesabaran tiada batas, harus rela bergadang dan ternyata untuk menjadi pejabat yang proposional harus diawali dengan niat serta didukungan dengan skill, relasi ataupun dana yang memupuni. Sayangnya ketika menjadi pejabat membuat manusia lupa diri bagaimana sulit meraih posisi tersebut, sibuk pencitraan dan aturan Tuhan pun terkadang disingkirkan.

Namun menjadi pejabat dengan cara tidak benar, tidak jujur, dan tidak halal tentu lambat cepat akan terlihat, akan terbongkar dan tidak bertahan begitu lama.  Tetapi kini semakin hari masyarakat dihebohkan dengan permasalahan pejabat yang bermasalah, yang sering ditontoni melalui tayang elektoronik maupun non elektronik. Akhirnya posisi yang baru diduduki mengantar pada hal tidak ingin (Red: penjara). Begitulah jika cara ditempuh tidak benar lambat laun akan terlihat mana yang potensial, mana yang abal-abal dan  mana imitasi. Dapat dikonslusikan bahwa menjadi pejabat mampu menumpukan dosa-dosa maupun pahala. Bahayanya jika menjadi pejabat lebih banyak menumpukan dosa dibanding kebaikan akan menjebakan pejabat pada kehancuran. “Jabatan (kedudukan) pada permulaannya penyeselan, pada pertengahan kesengsaraan (kekesalan hati) dan pada akhirnya azab pada hari kiamat” (HR.Ath-Thabrani).

Permasalah yang disandung berbagai probelamatikan misalnya permasalahan korupsi yang sudah menjadi langganan bagi pejabat dan persilingkuhan yang silih berganti. Ketika terjadi probelematika, tiba-tiba pejabat pura-pura lupa, pura tidak tahu maupun kenal, terjadi pribadi pendiam dan hilang tenggelam bumi entah kemana. Ketika terjadi permasalahan yang ditakuti adalah media massa. Jika kejelekaan sudah diketehui media, kerasa hidup sudah berakhir dan berbagai cara ditempuh agar permasalahan tersebut tidak dipublish atau diangkat sebagai headline news di media stream, media cetak maupun web berita. Akhirnya pejabat mulai menyodorkan amplop pada media-media demi akuntabilitas dan pencitraan. Maklum era demokrasi liberal lebih mementingkan pencitraan dihadapan manusia dibanding didepan Tuhan.

Tidak heran, antara pejabat dan media saling membutuhkan. Media membutuhkan berita sedangkan pejabat membutuhkan media untuk mempublishkan kegiataan yang dijalankan. Bahkan saat ini media juga sudah dikuasi oleh pejabat tertentu. Tidak bisa disalahkan juga media dikuasi oleh pejabat tertentu, terpenting media tersebut bisa memberi informasi yang seimbang, berfungsi mengawasi roda pemerintahan dan independent. Seakan-akan media saat ini jauh dari fungsi sesungguhnya. Ibaratnya sebagai humas partai, humas kelompok, humas bagi personalitas dan humas bagi pejabat tertentu.

Perlu kita pertanyakan, apakah benar pejabat lebih takut dengan media dibandingkan takut dengan Tuhan? Jikalah benar pejabat lebih takut media dari pada Tuhan, tentu sangat ironi. Padahal takut dengan Allah akan mengantarkan manusia sebagai pribadi yang takut mengambil hak orang lain, mengantarkan manusia pribadi tanggung jawab, menjadi pribadi yang jujur, menjadi pribadi pribadi shalih. Atau bisa jadi kenapa pejabat lebih takut media dari Tuhan karena beranggapan Tuhan tidak melihat apa yang dilakukan atau bisa jadi terkikisnya iman dalam hati. Apakah perilaku seperti itu karena hidup dizaman liberalisme, apakah tersebut dianggap lumrah maupun pembenaran karena semakin banyak pejabat melakukan hal yang sama.

Tentu tidak semua pejabat perilaku seperti itu masih ada sebagian juga pejabat yang berhati baik, masih ada sebagian pejabat yang jujur, masih ada sebagian  pejabat yang benar-benar mikir perubahan bagi masyarakat, masih ada pejabat yang memperoleh posisi prestisus atas keahlian dan masih ada pejabat takut dengan Tuhan.

Bagi bercita-cita menjadi pejabat public, sedangkan berprofesi sebagai pejabat, ada baiknya tanamkan rasa takut pada Tuhan. Senada dengan HR.Ath-Thobari bahwa “Iman paling afdol ialah apabila kamu mengetahui bahwa Allah selalu menyertaimu dimanapun kamu berada”. Jika sudah menanamkan rasa takut pada Tuhan, ada alaram ketika akan melakukan kesalahan dan berpikir beribu kali untuk mencurangi. Bahayanya ketika iman tidak ada dalam hati, apalagi ketika menjadi penjabat tapi low iman, maka akan mempermudah mengambil hak orang lain atau merugi orang lain. Sedangkan tiada lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya sehingga lurus lidahnya. (HR. Ahmad).

 Menabur Cinta Dengan Kata: “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat Dengan Aturan Tuhan


 

Bismillah…

Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat Dengan Aturan Tuhan

Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat Dengan Aturan Tuhan

Manusia hidup dengan serba kemudahan, serba teknologi dan segala diukur dengan uang. Atas uang manusia rela mengabaikan aturan Tuhan. Demi uang manusia rela membabi buta dan menghilangkan rasa kasih. Dengan uang merasa bumi dan seisinya bisa kita belikan dengan uang. Bahkan dengan uang manusia begitu sombong berlagak legok. Kemudian dengan uang manusia gadaikan ketuhanan pada makhluk Allah.

Mari melihat lingkungan disekitar kita, mari melihat keluarga kita, dan mari melihat kolega kita mempercayai adanya Tuhan. Namun sayang rata-rata meraka mengakui adanya Tuhan tapi tidak mau terikat dengna aturan yang telah Allah tetapkan pada hambaNya. Seakan-akan keberadaan Tuhan hanya berlaku pada momentum tertentu misalnya ketika beribadah, ketika ada keinginan dan ketika tertimbah musibah. Setelah lenyapnya cobaan Tuhan kita singkirkan dalam hidup.

Seakan-akan manusia memisah agama dalam kehidupan mereka. Lebih parahnya lagi ada manusia tidak meyakani adanya Tuhan, tidak meyakini keagungan Tuhan dan tidak menyakini bahwa Allah yang menciptakan bumi dan seisinya serta tidak membutuhkan keberadaan Allah. Nauzubillah Minzaliq.

Baru segelintir Allah sisipkan kehebatan pada kita kita sudah sombongnya minta ampun, baru setetes Allah berikan rezki kita sibuknya sudah minta ampun bahkan melupakan kewajiban kita padaNya. Dan baru sebentar Allah memuliakan kita dengan jabatan maupun ilmu sudah berani melupakan Tuhan serta menzholimi dengan sesama.

Ketika manusia mempercayai adanya Allah tapi tidak mau terikat dengan aturan Allah akan melahirkan pribadi-pribadi kehausan dengan dunia tanpa batas, menjauhi manusia jauh dari ketenangan, menjadi manusia rakus, menjadi manusia tak pernah bersyukur. Begini dampak manusia tidak mau terikat dengan aturan dengan janji Tuhan. Belum lagi akan menimbulkan penyakit-penyakit mematikan misalnya penyakit HIV/AIDS sebab meraka tidak mau mengaplikasikan aturan Tuhan seperti Allah jelaskan jangan pernah kalian mendekati zina apalagi melakukannya maka akan timbullah penyakit batiniah dan penyakit social lainnya. Sehinga barang haram dilaprak, dikomsumsi dan dikoleksi. Padahal barang haram itu sangat tidak disukai oleh Tuhan.

Akan indah jika setiap hidup, setiap tindakan, setiap keputusan, setiap permasalahan selalu ditauti dengan Aturan cinta Allah. Insyallah akan membawa keberkahaan terutama ketenangan jiwa, kecemerlangan pikiran, wajah penuh cahaya Ilahi dan surge pasti sudah menanti.

Naaahhhh!!! Masihkah kita mengakui adanya Tuhan tapi tidak mau terikat dengan aturanNya. Jika mengakui ada Tuhan maka apapun aturan ditetapkan harus diikuti walaupun begitu berat bagi kita. Pada hakikinya kebaikan dan pahala itu sungguh berat untuk dijalankan. Karena surga hanya bisa dimasukin oleh manusia-manusia yang sudah berat menjalankan aturanNya bukan mereka yang melanggarkan aturaNya.

 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Allah selalu kita nomor duakan


Bismillah…

Allah selalu kita nomor duakan

Allah selalu kita nomor duakan

Beberapa bulan terasa banget kedekatan padaNya semakin jauh, terasa banget waktu diluangkan hanya beberapa menit saja padahal Dia adalah tempat segala mengadu, Dialah telah melimpahkan rahmat, cinta dan jiwa yang cantik padanya. Terasa banget kenomor duakan hanya sebatas hal-hal sepele, gara-gara memfokus hidup dunia yang memang menglenakan manusia jika tidak segara istiqfar.

Sangat sadar Allah telah memberi banyak nikmat tetapi terkadang keseriusan mendekati padaNya hanya momentum tertentu saja, hanya ketika mendapat cobaan saja sedangkan kita mendapat nikmat semakin tak menyadari bahwa Allah itu ada, ketika merasa kesepian, dan ketika yang lain tak bersahabat lagi pada kita. Baru dengan sungguh-sungguh menjadi Allah nomor satu dalam kehidupan kita.

Sadar atau tidak pada hakikinya kita selalu menduakan Tuhan dalam segala hal dan ia akui terlalu sering menduakan CintaNya. Banyak hal membuat kita menduakan cinta Rabbi, berulang kali kita menduakan Allah tapi Rabbi selalu mencurahkan cinta, selalu setia memberi kenikmatan pada kita, selalu mendengar keluhkesah kita, selalu memberi keindahan terindah pada manusia, dan selalu memberi makna hidup kita penuh dengan cinta.

Bahkan semakin sibuk dengan dunia, semakin mengejar dunia, semakin terlena dengan dunia dan teramat sering kita menduakan Allah dengan berbagai alasan.

Mungkin ini alasan kenapa harus mencari teman yang bisa mengajak kebaikan, teman yang menyadari arti keberadaan Allah dalam hidup, teman yang selalu mengingati agar selalu cinta dalam jalan penuh pahala, teman yang tak pernah ragu untuk menegur ketika semakin lalai dan menduakan Tuhan, dan selalu mendengar taujih agar tak terlena dengan penampilan dunia.

Allah maafkan dan sadarkan kami

Allah lembutkan hati kami untuk selalu rindu dekat dengan Mu

teramat sering kami mengecewakan Mu

taramat sering kami melalaikan kewajiban itu

teramat sering kami mencintai dunia dari pada Engkau

Allah bukankan hati ini agar kami memahami hakikat kehidupan sesungguhnya

padahal sangat paham keistimewaan orang-orang mencintai Mu

Entah keistimewaan itu seakan-akan kami tak membutuhkannya

Allah terimalah pintu maaf dan taubat kami

agar bisa menjadi hamba Mu rindu berada dalam barisan pertama dan utama

dekat dengan Mu…

pertemukan kami dengan orang-orang sholeh

mengajak kami mencintai Mu bukan orang-orang membuat kami tergila-gila dunia

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Doa sama Allah nuntut dikabulkan | kewajiban ke Allah belum ditunaikan


Bismillah…

Doa sama Allah nuntut dikabulkan | kewajiban ke Allah belum ditunaikan

Doa sama Allah nuntut dikabulkan | kewajiban ke Allah belum ditunaikan

Kita semua pernah berdoa karena dalam agama islam berdoa adalah intinya ibadah, Allah pun juga menyukai hambaNya selalu mengadahkan tangan padaNya, Allah bahkan menunggu kehadarian hambaNya untuk berkeluh kesah melalui doa, Allah sangat tak menyukai hambaNya enggan berdoa padaNya jika manusia malas berdoa maka termasuk manusia yang sombong, melalui doa kita merasa ada kekuatan tak bisa dijelaskan pada siapapun, dengan doa kita menjadi memiliki harapan dan jangan pernah kita bosan berdoa… “everytime use prayer to Allah”

Hendaklah kita berdoa seperti doa Nabi Ibrahim tak pernah merasa lelah walaupun sudah berpuluh tahun berdoa pada Allah, tetap istiqomah dan survival agar hajat atau keingina terwujud oleh Rabbi…”Allahuma Amin”

Pada kenyataan doa yang dipanjatkan tidak begitu saja Allah Kabul, terkadang ada disegerakan dan ada ditunda karena Ilah punya maksud serta tujuan tersendiri. Begitu juga dengan kita jangan pernah lelah, bosan, enggan, dan binggung untuk berdoa pada Allah karena doa adalah kekuataan terbesar di bumi. Andailah kita sudah berdoa bertahun-tahun padaNya, namun belum juga diwujudkan tetap kita harus istiqomah sebab Allah maha tahu kapan waktu tepat doa kita diperkenankan olehNya.

Ketika kita berdoa tentunya berharap dengan kesungguhan agar dikabulkan segera mungkin!!! Tapi pernah kita berpikir dan bertanya dengan diri kita sendiri! apakah tidak malu pada Allah jika menginginkan diijabah segera! Apakah sudah kita penuhi kewajiban kita pada Allah! Ini yang harus kita renungi…”YUUUKKKK renungi”

Jika kewajiban padaNya masih kita tinggalkan, jika kewajiban padaNya masih kita lalaikan, jika kewajiban padaNya hanya kita lakukan seadanya, jika kewajiban padaNya dari tahun ke tahun jalan ditempat (stagnan), jika kewajiban padaNya semakin jauh dari Alquran dan Sunnah maka sangat wajar doa kita belum Allah perkenaankan.

Mengapa kita masih membiarkan waktu berlalu tanpa berdoa, mengapa kita tak mau menunaikan kewajiban padaNya demi terwujud harapan, mengapa kita tak bergegas memanfaat waktu untuk melepaskan berat beban dipundak kita pada Ia dan mengapa kita tahu mau perbaiki kewajiban kita padaNy. Padahal semakin sempurna kita menunaikan kewajiban maka kita semakin memiliki nilai.

Dan jangan pula kita memohon padaNya hanya ketika ada kemauan saja, jangan pula kita memohon pada momentum tertentu, dan jangan pula kita memohon pada saat terkena musibah.

Bermohonlah padaNya setiap waktu, setiap kondisi, dan setiap ada kesempatan. Tersedia kemudahan bagi hambaNya selalu berdoa, tersedia harapan begitu tinggi bagi hambaNya tetap berdoa, tersedia ketenangan begitu nyata bagi hambaNya masih berdoa padaNya dan tersedia keindahan tak bisa diungkapkan ketika bisa mengadakan tangan padaNya.

Ingaaattttttttttttttttt…..Sebelum kita menuntut banyak pada Ilah mari kita perbaiki, evaluasi dan jalanin penuh keserius untuk menjalani  serta menunaikan kewajiban tersebut. Insyallah jika kewajiban kita  telah menuju excellent (istimewa) pada akhirnya Allah berkenaan kemauan kita begitu banyak.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Aku bukan ingin mengeluh tuhan


by:Sholiat alhanin

Bismillah…

Terasa makhluk Mu menyalahkan diri ku

Betapa jiwa dan raga tergoncang bahkan hampa

Dengan ketidakadilan ku terima

Engkau tahu Tuhan

Betapa ku menjaga salimun aqidah diatas jalan Engkau

Tapi dengan cobaan Engkau berikan pada ku

Salimun Aqidah ku runtuh sekejap atas cacian tak mendasar

Terasa pula merasa bersalah walaupun tidak tahu salah

Tuhan aku bukan ingin mengeluh

Apalagi marah pada Mu

Aku hanya ingin bercerita indah dengan Mu

Tuhan dengar rintihan yang sangat perih

Hanya ku ungkap teruntuk Mu Tuhan

Ku tak ingin makhluk Mu tahu tentang perih ku rasakan

Cukup ku berbagi dengan Mu

Ketika bercerita dengan Mu

merasa tenang menghadapi gelombang kehidupan

walaupun rasa perih masih membekas

Tapi ku menyukai cara Mu mendewasakan diri ku

Akan ku nikmati scenario kehidupan Mu Tuhan

Meskipun perih harus ku rasakan

Dan ku juga takut Tuhan mengeluh pada Makhluk Mu

Maka biarlah ku mengeluh pada Mu

Jangan bosan Tuhan mendengar keluhan ku ini

Tuhan doa teuntai pada Mu

Ada bentuk pengharapan nan tinggi

Agar Engkau curahkan segala rahmat dan kebaikan

Untuk itu, Tuhan ku

Dengarlah curahan hati ini

Ku selalu menunggu jawaban indah

Atas keluhan ku pada Mu

Hingga menuju terminal kehidupan nan abadi

Dan selalu yakin dengan ketatapan Mu

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ilmu Dan Cinta



Andaikan manusia yang memiliki pikiran dan perasaan

Ia akan menyapa bumi  dan seisinya metode ilmu dan cinta

Dengan sapaan ilmu dan cinta

Tidak akan pernah ada bencana dan benci

Semua akan indah, manewan, asri dan cantik

Semua manusia  akan saling bergandeng tangan, mengingati, berbagi

Sehingga tidak ada tumbahan darah, tangisan atas peperangan

Dibumi manapun dari ujung barat dan ujung timur

Tapi ciptaan Tuhan yang memiliki pikiran dan perasaan

Tidak menyapa bumi dan seisinya dengan ilmu dan cinta seutuhnya

Mereka begitu angkuh, sombong dan tak mampu bertafakur atas Rahmat Tuhan

Apa yang terjadi hampir tiap hari dan waktu

Alam meluapkan kemarahannya melalui bencana yang luar biasa

Banjir, longsor, tumpukan sampah, Tsunami, kebakaran dan angin menyerpu bumi tak terhingga

Ini semua karena manusia tak mengamalkan ilmu itu dengan cinta Ilahi.

Unsur   cinta adalah kelembutan, kesabaran, mengerti dan memahami  serta perjuangan

Dengan cinta menumbuh keikhlasan, melalui ikhlasan akan menabur pendekatan diri pada Tuhan

Tuhan adalah gudang ilmu dan cinta

Bayangkan jika alam dan isinya, tuhan ciptakan tanpa ilmu

Alam tak akan berputar dan metaferfosa seimbang

Bayangkan andaikan Tuhan tak menanamkan cinta pada manusia

Tak aka hadir rasa keindahan dan kerinduan antara umatNya.

Mari kita menyapa dan menata bumi dan seisinya dengan cinta dan ilmu

Agar rahmat dan barakah selalu ditiupkan untuk kita

Agar bisa merasa nikmat keindahan alam yang dciptakan untuk kita

Agar bisa berlapas lega dengan dengan nafas kedamaian

Tidak ada lagi benci yang ada adalah cinta.

%d bloggers like this: