Kado ke-26 “Jazakallah ukhti”


Bismillah

Alhamdulillah setiap bertambah usia dan berkurangnya kesempatan hidup dunia selalu Allah memberi sesuatu terindah dan terkesan. Ingat ketika di hari Ultah ke-26 tak terduga sahabat ku memberi hadiah tak pernah terkira padahal waktu itu kita bareng ke toko buku dalam rangka hunting bacaan bahkan ku pula memberi masukan agar dia membeli buku “berpikir positif&7 keajaiban rezki” tersebut. Ternyata buku yang dibeli bukan teruntuk dia melain untuk diri ku..”Heeemmmm”

Dan malam-malam dirimu rela datang kekosan hanya untuk memberi bingkasan cantik itu tak kira pula diriku kaget dengan suprvie banget….”betapa indah ukhuwah ukhti”

Kado tersebut sangat bermanfaat, sangat mencerahkan, sangat memotivasi dan sangat terdorong untuk menjadi salimun insan. Terimakasih sahabat ku “mba hera sisca” sehingga kado dari mu menjadi salah satu buku favorite ku dan ingin selalu membaca kembali buku tersebut karena benar-benar memberi perubahan dalam menata hati, menata impian,dan menata pikiran.

Bagaimana sahabat ku apakah bigdream tertulis sudah sebagian besar atau beberapa terwujudkan, Insyallah. Jadi kangen diskusi dengan diri mu, jadi teringat bagaimana kita interaksi menelusuri jalan-jalan sekitar kampus Universitas Gadjah Mada, jadi ingin janjian dengan mu menuju tempat-tempat yang didoain malaikat “mesjid mardiyah dan mesjid apung pascasarjana”. “itu hanya hayalan saja karena kita telah dipisah oleh jarak, waktu, pulau dan profesi”

Terimakasih Allah atas rezki nan luar biasa ini insyallah akan dirawat, dijaga, dipelihara dan disiram dengan cinta diatas cinta pada Engkau.

Rezki yang Engkau berikan hendak membuat diriku semakin dekat dan selalu mengkoneksi jiwa terhadap Engkau Rabbi bukan membuat ia lengah dan terlena dengan rizki tersebut.

Syukron myAllah and mybestfreinds

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Advertisements

Teruntuk teman hidup ku


Teman…

Jika suatu saat nanti kita dipertemukan

Ajari  aku sebagai sahabat yang baik

Sahabat selalu mendukung dan mendengar keluh kesah

Seorang pejuang

Teman…

Jika suatu saat nanti kita disatukan

Dalam suatu ikatan yang diberkahi

Ajari ku sebagai seorang istri dan ibu

Mendidik  anak-anak  yang tangguh dengan segala kondisi

Dirumah kita nanti

Teman…

Jika sautu saat nanti aku salah

Maka ajarilah aku untuk memperbaiki kesalahan itu

Dengan cara-cara penuh kasih dan cinta

Bukan dengan caci maki atau mendiamkannya

Teman…

Jika suatu saat nanti aku tak bisa seperti engkau ingin

Maka terimalah ia apa adanya

Jangan engkau berpaling dari ia

Karena ia sadar jauh dari sempurna

Dan tak cantik

Teman…

Jika suatu saat nanti ia tak bisa mengerti dan paham

Dengan penjelasan dan keinginan engkau semua

Mohon jangan cepat engkau mengatakan

Ia manusia tak berguna

Karena ia perlu proses untuk memahami dan mengerti

Tentang sikap dan rasa engkau

Karena engkau adalah orang baru dalam hidupnya

Selama ini ia hanya paham

Tentang tanggung jawab sebagai anak dan adik

Belum mengerti apa sesungguh peran seorang istri

Ia hanya baru meraba-raba

Melalui  perabaan itu

Ia coba untuk memberi terbaik

Untuk teman hidupnya

Teman

ku berharap pada mu…

Ajari aku untuk mencintai Ilah

Ajari aku tentang rindu

Ajari aku tentang perjuangan

Ajari aku tentang ketulusan

Ajari aku tentang kesabaran

Jangan pernah engkau bosan untuk mengajari ia

Karena ia perlu bimbingan….

Melalui bimbingan mu

 Ia merasa mulia dan bahagia

Hingga apa kita lalui bersama

Berbuah ketulusan cinta dan mencintai

noted: teruntuk teman hidup ku hingga yaumil akhir

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Doa kasih sayang untuk mu teman


Bismillah

Teman ku..

Walaupun kita tak bersama lagi, walapun tidak bertemu lagi, walupun jarak memisah kita, walaupun kita tidak dalam satu barisan yang kita namai lingkaran cinta, walaupun kita tak saling bergandeng tangan, walaupun kita tak bisa berbagi cerita/kisah/mimpi/impian, walaupun kita tak bisa menikmat indah dunia gemerlang mesjid, walaupun kita tak bisa berangkat kajian barengan, walaupun kita tak bisa menikmati makanan kesukaan kita diwarung ceria, walaupun kita bisa tak bisa menikmati indah lamunan angin sepoi dibawah pohon itu lagi dan walaupun kita tak bisa hunting buku the best seller serentak.

Tapi itu bukan kita hilang dari rasa ukhuwah, putus tali silaturahmi, jauh komunikasi dan jauh rasa kasih mengasihi. Ingat satu hal yang membuat jauh menjadi dekat dan ukhuwah selalu abadi.

Masih ingat kau teman ku!!!

Apa yang membuat kita terasa dekat, ukhuwah terasa hangat, komunikasi terasa manis, dan berjuangan semakin membara.

Kepada saudara-saudara ku semoga tidak ada ikatan ukhwah, silaturahmi yang terputus walaupun jarak telah memisah dan komuniasi tidak begitu lancar karena ana  yakin teman ku, rabithah “doa kasih sayang”

 Ya Alloh, sesungguhnya ini adalah malam-Mu yang telah menjelang dan siang-Mu yang telah berlalu, serta suara-suara dari para penyeru-Mu, maka ampunilah aku.

Ya Alloh, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu

Bertemu untuk taat kepada-Mu

Bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu

dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu

Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya

Ya Alloh, abadikanlah kasih sayang-nya

Tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup

Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu

Hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu

dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu

Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong

Amiin…

Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW. kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

terlafazkan dari bibir bentuk kecintaan kita pada Allah yang kita kumandangkan pagi dan petang membuat kita selalu bersaudara, dahsyatnya ukhuwah dan betapa manisnya lingkaran cinta “halaqoh”.

Semoga doa kasih sayang selalu kita untaikan memberi energy positif, pikiran positif dan perasaan positif dalam membina ukhuwah yang terpisahkan.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

the power of konco


Mengenang awal pertemuan kita

Saat itu Kita…

Saling tersenyum

Saling menjabat tangan  dan diringin salam

untuk nengenal lebih dalam antara koe dan kamu

 

Berjalan waktu dan metamerfosa kehidupan

Kita Sering beriringan dan berjalan bersama

Menelusuri  jalan-jalan kota pendidikan

Menghadiri masjelis ilmu

Makan dan tertawa di warung B…

Bentuk kita melepaskan lelahnya otak sebagai musafir

Bahkan terkadang bercerita tentang masa depan

Sebagai  ibu, pendidik dan…^_^Heeemmmm

Sungguh indahnya persaudaraan dan silaturahmi terbingkai

 

Teman…

Semoga pertemanan kita bingkai atas asas saling melengkapi

Dalam meningkat keilmuan, menyempurnakaan keibadahan pada Ilah

Insyallah telah memberi aura yang positif dalam menata harapan kedepan

Pertemanan ini  telah mewarnai  hari-hari anak rantau ditanah perantauan

Namun pertemanan kita akan dipisah oleh ruang…

Walaupun ruang akan memisahkan kita

Insyallah silaturahmi tetap terjalin seperti sebelumnya

SUSI ANASTYA


Susi Anastya sungguh nama sangat cantik pasti memiliki arti yang begitu mendalam, tapi nama tersebut tidak mencerminkan nama orang jawa hehehe…biasakan nama orang jawa berkisar suharti dan sebagainya tapi nama itu meginggatkan pada sebuah film telenovela.

Beliau salah orang dituakan dikelas MIP (Manajemen Informasi Perpustakaan) sehingga beliau dipredikat atau dipenghargaan sebagai ketua kelas. Setiap apa yang dikerjkan atau kegiaatan selalu beliau menggandel atau koordinir. Melalui koordinir beliaulah kekompakkan dikelas MIP semakin hari semakin mengasyik dan serta penuh taburan tawa serta keseriusan.

Hal yang membuat saya terkesan dengan beliau yakni beberapa hari perkuliahan dipascasarjana beliau begitu ikhlas dan bertanggung jawab banget pada saya. Dimana waktu itu menemani beli sepeda kalau tidak salah daerahnya di Ringroad Utara sebalah selatan kampus UPN. Beliau membonceng saya dengan motornya melusuri jalan-jalan yang belum saya tahu menuju toko sepeda. Mungkin wajarlah ya awal pertama orang tidak banyak canda dan tawa hanya ngombrol biasa saja tidak ada yang terkesan seperti itulah awal dan pandangan dengan beliau. Namun semakin kesini (hari) ternyata beliau begitu humoris walaupun sudah jadi ibu-ibu tapi jiwa muda selalu melekat diraga beliau ayooooo buk ketua semangatt dengan jiwa muda hehehehee…..

Dandanan pun sangat khas dengan potong rambut yang seperti bob, kacamata yang bertengeng dan body yang sangat ideal untuk ukuran ibu yang sudah melahirkan beberapa kali itu size of body perfect HHmmmmm. Saya senang melihat beliau saat memakai baju berbunga-bunga dduuuuhhhh makin tambah cantik dan tambah muda lagi, jadi anak muda aja kalah banget dengan dandanannya hehehe….

Banyak hal saya ingin belajari dari beliau terutama masalah “bagaimana mendidik anak dan menata keluarga yang bahagai”. Apalagi saat beliau kuliah dipascasarjana pasti banyak pengorbanan dan pintar membagi waktu antara suami, anak dan kuliah. Saluuutttttt sama beliau walaupun umur bisa dikategorikan sudah memasuki tua begitu tapi semangat untuk belajar masih kokok sekokoh tembok di Kantor Pusat UGM walaupun diguncang gempa tetap tak retak seperti itulah saya melihat prinsip hidup beliau.

Tapi yang saya tidak senangin dari beliau yakni saat ngombrol dikelas sering banget pake bahasa jawa jadi kita terutama saya otomatis gak mudeng “alias gak koneksi”. Tetapi akhir-akhir ini sudah sering banget menggunakan bahasa nasional “bahasa Indonesia”. Cuma itu hal yang tak sukai dari beliau selebihnya senang dan mantap buk susi hehehe….kalau saya punya jempol 10 mungkin kesepuluh tak kasih sama ibu tapi kecian buk jempol Cuma ada 4 untuk memberi penghargaan untuk buk ketua xixiixixix…..

Oya, terimakasih buk saat itu telah sudi menamani saya kesana untuk membelikan sesuatu dan juga sudah mentraktir anak-anak MIP saat ultah beliau ke-berapa ya lupa euyyyy….!!!semoga beliau selalu diangurah pelanggi kehidupan yang penuh bermakna serta dibanjiri rezki. Buk kalau mau dapat rezki dan penghargaan seperti Pak Sarwono sering-seringlah traktirin kita terutama saya hehehehe….

Buk sering-seringlah menceritakan sesuatu untuk kita terutama masalah kehidupan, pelajaran dan cinta. Biar kita anak-anak buk yang lagi meniti perjuangan ini semakin mantap dan yakin dengan jalan-jalan yang penuh lika-liku ini. Kita tunggu cerita lucu dikelas MIP agar rasa kedekatan dan keakraban selalu ada diantara kita apalagi setelah menyelesaikan perkuliahan nanti ada banyak memeroy yang harus dikenang.

PURWOKO



Kebudayaan Indonesia begitu berculture dengan berbagai etnik dan khas sehingga beraplikasi juga pada sebuah nama misalnya Acep Rosada, Nuning, Neneng ini adalah identitas nama orang Sunda. Kemudian nama seperti Situros, Nasution, Sirait pasti itu nama orang batak sedangkan untuk Jawa nama biasanya kebanyakan huruf O seperti nama Purwoko dan Purwani.

“Mas Purwoko” ini adalah salah satu teman di kelas Manajemen Informasi Perpustakaan angakatan 2009 yang membuat bertanya-tanya tentang sebuah nama ini dari sekian banyak teman-teman saya penasaran. Bukan penasarannya tentang kepribadiannya tetapi lebih ingin tahu cara belajarnya dan bagaimana cara berpikir sesuatu berawal dari mana.

“Mas Purwoko” yang pertama kali menyapa saya saat memasuki ruang perkuliahan di MIP masih ingat hal pertama di Tanya pada saya yakni namanya siapa “Mbak”. Karena perkuliahan tiga pertemuan sebelumnya tidak masuk kuliah (izin). Sehingga “Mas Purwoko” bertanya pada saya sebab orang baru nonggol diruang kuliah tersebut jadi wajar untuk saling mengetahui. Kemudian hari ke-2 perkuliahaan bertanya pada “Mas Purwoko” tentang Tarbiyah. Karena dari cara pakaian dan raut wajahnya telah tahu bahwa orang ini pasti pernah mengikuti tarbiyah serta aktif organisasi.

Berjalan dengan waktu dan keakraban di ruangan perkuliahan semakin banyak mengetahui (bukan sok tahu hehhe…) karakter teman-teman terutama “Mas Purwoko”.  Sungguh begitu Smart ini bisa terlihat dari jidatnya yang kayak kepala professor!!!! walaupun pakaiannya sederhana banget tapi pemikiran tidak sesederhana dandannya. Subhanallah setiap “Mas Purwoko” melontarkan atau bertanya baik itu pada tenaga pengajar (Dosen) maupun teman-teman yang presentasi diruang perkuliahan selalu beranjak dari sebuah teori, sebab-akibat, dan analisis yang tanjam. Sehingga siapapun di tanya “Mas Purwoko” saat presentasi pasti akan sulit dan bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut seperti ketika saya presentasi salah satu mata kuliah dimana pertanyaan tentang yang sangat krusial dari topic saya bahas waktu itu. Subhanallah bertanyaan buat bingung menjawab dimana hal yang harus saya jawab pasti bersangkutan dengan Undang-Undang dan peran Pemerintah dari tema saya presentasikan.

Kemudian saat “Mas Purwoko” presentasi semakin terkagum-kagum karena cara penyampaiannya, penjelesan yang secara detail dan ala seperti dosen atau Trainner sehingga teman-teman pada terhipnotis dengan gaya penyanyiannya biasanya teman-teman presentasi tidak seperti itu. Ini merupakan awal baik untuk teman-teman untuk presentasi seperti “Mas Purwoko”. Selanjutnya presentasi tentang Front Office berbasis teknologi sebab materinya sangat-sangat lengkap. Jadi teman-teman belum presentasi harus mempersiapkan bahan presentasi lebih lengkap dari “Mas Purwoko”.

“Mas Purwoko” hanya seorang pustakawan biasa di salah satu Perguruan Tinggi walaupun pustakawan biasa subhanallah memiliki Multi of Skill seperti memecahkan rumus-rumus berbasis teknologi berkaitan dengan HTML dan senyawa  jenis-jenis itu. Selain itu masih banyak skill yang dimiliki “Mas Purwoko” yakni organisasi (leardearship) dan keahlian menulis atau merangkai kata ini tercermin dari blog “Mas Purwoko” dimana setiap pahatan tulisan yang tertuangk diblog itu memberi manfaat yang luar biasa pada pembacanya seperti posting blog terbaru “Mas Purwoko” yang menginspriasi saya untuk mengambil tema tugas kuliah yakni “Transisi Gotong Royong Pada Masyarakat Teknologi Di Indonesia”. Tapi sayang banget tema yang saya konfirmasi pada “mas purwoko” belum dapat restu heheeehehee…..

Cirri khas dari Title (judul) blog “Mas Purwoko” sangat mulia sekali dimana tertampang dipojok kiri atas blog tersebut yakni berbunyi seperti berikut ini seorang pustakawan yang lagi perjuangan untuk mencari kearifan. semoga “Mas Purwoko” menemukan kearifan dimana saja akan tetapi untuk bersua dengan kearifan itu sebaik “Mas Purwoko” terlebih dulu menerapkan kearifan tersebut pada siapapun, sehingga kearifan tersebut kembali padanya lebih cepat dan indah.

Ini merupakan transisi keahlian atau profesionalisme pustakawan masa sekarang dibanding dengan pustakawan kelahiran 70an sebelumnya semoga masih banyak lagi pustakawan seperti “Mas Purwoko” agar image orang-orang pekerja sebagai pustakawan terangkat dimana selama ini pustakawan dianggap adalah orang buangan “tidak memiliki posisi”. Namun pustakawan masa sekarang adalah kunci peradaban informasi sebab pustakawan sebagai mediatof, fasilator, dan.

Tetapi keunikan dari “Mas Purwoko” yakni sekali-kali ketawa sentrik hehhee….truzzzz pas saat kuliah cari makan melulu waaahhhhh jadi curiga juga nich jangan…jangan…jangan Hmmmm pizzz “Mas Purwoko”. Kemudian “Mas purwoko” calon seorang bapak yang menunggu rezki yang mahapemberi. Semoga saja kita-kita (teman MIP) cepat dapat keponanakan lucu hehehe….

Sehingga ada beberapa teman termasuk saya memberi kehormatan pada “Mas Purwoko” yakni bapak filosof di MIP. Saat saya konfirmasi hal ini melalui Yahoo messenger tentang gelar baru di beri teman-teman MIP “Mas Purwoko” kaget lhoooooo….kooookkkkkk…… tapi sayang banget kalau bisa “Mas Purwoko” selesai studi Pascasarjana tidak seorang pustakawan rangkap menjadi dosen (Double Job). Jangan mau dan puas jadi seoranga pustakawan saja. Semoga bisa menerbitkan buku dari konsultasi orang-orang melalui blog “Mas Purwoko” seperti Romy Sastrio Wahono. Sebab bapak Romy bisa menerbitkan buku salah satu indikatornya adalah hasil dari konsultasi orang lewat comment diblog. Kalau sudah tercapai semuanya “Mas Purwoko” jangan lupa teman-teman MIP ditraktir hehehhee…..

BIDADARI KECIL KOE


FRAM205Saat pertama bidadari kecil koe terlahir di bumi Rabbi saat koe masih Uniform (seragam) abu-abu tepatnya kelas 3 sekolah menengah kejujuran. Ada keanehan dari kehadiran bidadari kecil koe pada diri koe dimana tak bisa menerima kehadirannya entah apa yang membuat belum bisa menerima kehadiran bidadari lucu itu.

Ada banyak alasan kenapa belum bisa menatap wajah lucu penuh harapan cinta yakni sejak kceil hingga sekolah menengah kejuruan tidak ada namanya anak kecil dirumah kemudian juga anak cewek sendiri dirumah selain abang-abang. Secara psikis perasaan mengatakan bahwa curahan perhatian mereka pasti terfokus (focusing) bidadari lucu itu ternyata perasaan yang diduga-duga menjadi kenyataan. Dari orang tua ibu lebih-lebih perhatiannya pada bidadari kecil (keponakan koe) kemana-mana pasti selalu diingat adalah keponakan koe, kemudian abang-abang koe selalu beli sesuatu untuk bidadari koe buat untuk koe duuuhhhhh sedihhh hehheehee^_^. Sungguh pikiran dan perasaan sedih banget sehingga butuh beberapa waktu untuk menerima bidadari koe yang lincah. Berjalan dengan waktu dan koe lanjutin kuliah jauh dari kampung maka semakin membuat tak merasa dekat dengan bidadari koe.

Bahkan pernah menanggis gara-gara orang tua koe membeli sesuatu untuk bidadari koe sedangkan koe tak dibelikan, kalau sekarang ingat-ingatin permasalahan tersebut membuat ketawa sendiri, sungguh terlalu bodoh koe kok gara-gara tidak dibeli sesuatu langsung nangis dan saingan dengan anak kecil hehehe…^_^ tapi itu dulu kalau sekarang berbalik 180 derajat bahkan lebih dari derajat tersebut xiixixixi…^_^.

Bidadari kecil jadi teman berantam dirumah kalau pulang kampung, teman ketawa-tawa sampai dirikoe nangis gara-gara bidadari kecil koe, teman rebutan makanan, teman berdendang (nyanyi), teman tidur, dan teman belajar mengaji dan sekolah. Walaupun umurnya sekarang masih 6 tahun tapi senang banget jadi ada teman cewek dirumah biasakan dirumah berteman bodigaur-bodiguar (abang-abang) yang suka maksain kerja, maksain minta tolong sesuatu walaupun mereka cowok-cowok  I’am fun karena perhatian mereka sekali-kali dahsyat banget heheehe^_^…tapi jangan sekali-kali membantah dan melawan bisa langsung kena bantingan mereka karena tidak bisa minta ampun dan tawar menawar langsung disergap maka sampai sekarang buat koe penurut banget sama keluarga takut kena jurus mereka-meraka hehehe…tapi asyik juga enjoy everyday of in myhouse Hehhee…

Biasanya kalau ada liburan kuliah pulang kampung setahun sekali atau 6bulan sekali yang selalu  ingat untuk dibawa pulang adalah oleh-oleh buat ibu koe baru yang lain-lain “(abang atau bapak hehehe…berat sebelah atuh neng)” biasanya membeli baju gamis atau jilbab!!!

Tetapi sejak merasa dekat dengan bidarai kecil koe yang harus di ingat terutama keponakan sebab suka banget dandan misalnya kalau lagi berhias keponakan selalu ikut-ikutan mau seperti koe heehehhee…. Sekarang dan seterusnya kemana-mana koe dan abang berpergian selalu dan harus ada dibawa untuk keponakan koe. Biasanya koe dan abang membeli baju muslimah biar terbiasa dan membiasakan keponakan koe memakai pakaian muslimah jika sudah terbiasa pasti keponakan tidak mau pakaian yang ketat atau levis karena untuk membentuk kebiasaan dan pikiran anak kecil harus dari kecil. Walaupun sampai sekarang masih belum terbiasa namun kita tetap membeli pakaian muslimah.

Bidadari kecil sangat lincah, sangat terbalik dengan tingkah laku yang pemalu heehehe “pemalu masak sichhhhh seriuss nichhh pemalu atau malu-maluin^_^!!!  Keponakan koe orang pemberani, tidak bisa diam ada saja yang dikerjakannya, tidak malu dan pingin tahu semua. Sangat bersyukur bidari kecil koe diberikan keberanian yang luar biasa sebab banyak manfaatnya dari negatifnya. Makanya dari sekarang sudah melihat hoby dan minat apa saja agar bisa membentuk karetristik bidadari kecil kejalur yang mana. Tapi yang paling tidak sukai di bidadari kecil koe keras kepala ini pun sangat terbalik dari sifat koe yang mudah diatur, pengikut dan sabar hhhmmmm muji diri sendiri hahaha….kapan lagi dot com kaliiiiiiiiiiiiii!!!!!

Cerita ini koe tulis saat koe lagi sendirian dikamar kosan yang merindu suasana rumah dengan bidaradi kecil koe mungkin lewat kalimat ini bisa mencerita serta membuat koe menipis rindu koe pada bidadari koe yang jauh dipulau sana. Koe rindu dengan tawanya, koe rindu keras kepalanya, koe rindu celotehannya.

Ya Rabbi semoga keponakan menjadi anak yang sholeha dan selalu memberi senyuman buat orang tuanya. Serta memiliki semangat hidup yang penuh girooh untuk membahagia orang tuanya dunia akhirat, Amiin Ya RabbAlamin.

%d bloggers like this: