Perempuan


Perempuan adalah penabur cinta

Perempuan adalah sarat dengan kelembutan

Perempuan adalah daya psikohistoris bagi pejuang

Perempuan adalah inspirasi dalam menata kehidupan

Perempuan adalah sumber energy perjuangan

Namun terkadang perumpan adalah malapetaka dan musibah

Perempuan…

Sosok seorang ibu

Sosok seorang kekasih

Sosok seorang teman

Dalam mendamping keluarga

Tanpa mengenal pamrih

Perempuan adalah tongkat

Yang menyangga jiwa-jiwa para lelaki dan keluarga

Itulah kekuataan dari seorang perempuan

Yang sangat luar biasa dan sabar dalam fighting….

Senyum Itu Menyadarkan Diri Ini


Dengan senyum itu

Menyadarkan diri ini

betapa menggugah hidup ini

tak terasa perjalan begitu jauh

Dengan  senyum itu

Menyadarkan diri ini

Tak pernah sangka begitu sabar

Dalam menghadapi dia…

Dengan senyum itu

Menyadarkan diri ini

Karena mengarahi penuh makna

Sehingga tak mampu dia berkata…

Dengan senyum itu

Menyadarkan diri ini

Kepekaan dengan cinta

Selama ini dipudarkan kini kembali hadir

Dengan senyum itu

Menyadarkan diri ini

Begitu indah moment-moment

Saat pertama  tersenyum pada dia…

Mari kita tersenyum

Di setiap nafas…

Di setiap gelanggang cinta

Di setiap cahaya dan kegelapan

Karena kita tahu kekuataan senyum

Telah menggubah dan manyatu

Dua anak manusia…

Kesempurnaan Cinta


Cinta tidak pernah kenal musim

Cinta tidak pernah kenal logika

Cinta adalah permainan perasaan

antara dua anak manusia

cinta adalah anugrah harus di apresiasi…

Terkadang cinta mengalami kepunturan

Namun kesempurnaan cinta

Jika cinta bisa menerima cinta

Kekurangaan,,,

Mempercayai,,,

Kejujuran…

Dan komitmen

itu adalah symbol dari kesempurnaan cinta

Cinta jangan pernah dihirau dengan kumbang dan bunga

Yang berterbanggan  itu adalah bayang-bayangan yang mengecewakan

Tetap dengan cinta yang telah ada depan kelopak mata cinta

Karena itu cinta harus dipoleskan dan dipertahankan

Agar kesempurnaan cinta itu berbuah ketenangan…

Perjuangan Ukhti…



Ribuan Langkah telah dilewati

Tapi berjuta langkah akan dijajaki

Untuk mencari kebenaran, kebaikan dan kedamaian

Semua Ukhti sandarkan pikiran dan harapan pada Ilahi

Moga perjalan akhir itu  akan disemai sebuah cinta hakiki…

Tak pernah akan mundur dengan perjuangan ini

Karena yakin mentari, awan, air, dan bumi serta Ilahi

Selalu menemani fatamorgana perjalan hingga pelosok kehidupan

Maka langkah ini Ukhti tegapkan dengan Basmallah

Lelah, keringat, tawa dan canda

Adalah bumbu yang menyemai dalam kesejukkan Ukhti

Walaupun terkandang silau memandang Alam ini

Namun karena hidup adalah pilihan dan tanggung jawab

Selalu mensyukuri Takdir dan Ketentuan…

Deru itu, semua tidak akan pernah menyurut Azam Ukhti…

Menuju cahaya Ilahi…

Lukisan Cinta



Melukis senyumnya…

Melukis wajahnya…

Melukis jiwanya…

Bentuk cinta, sayang dan rindu padanya

Yang tak bisa terungkap hanya bisa tergambar

Ini adalah cara untuk mencintai “dia”

Walaupu “dia” tak tahu bahwa

Wanita itu menunggu “dia” di tempat keindahan itu

Kini Cuma bisa mengenang perhatiannya

Kini Cuma bisa merasakan butir kata yang masih teringat

Kini Cuma bisa mengikhlaskan semua telah terjadi

Kini Cuma berdoa agar keindahan rasa dan cinta

Selalu ada dalam jiwa penuh kesabaran

Karena “dia” tak ingin terperangkap

Karena “dia” tak ingin terlena dengan suasana semu

Kejadian telah terjadi…

Biar alam yang akan membawa “dia”

Pada suatu tempat terindah

Pada jiwa yang membutuhkan cinta

Karena sesuatu akan tergapai pada keindahan

Pada waktu telah ditetapkan…

Rindu di Atas Rindu


Tak mampu ku mendung
Rasa rindu dengan sosok wanita itu
Tak mampu ku hilangkan
Rasa yang bertaburan di ulu jiwa ini
Tak mampu ku ungkapkan
Rasa ingin membelai dan menggem tanggannya

Hanya mampu bersuara melalui sinyal-sinyal
Hanya bisa mendengar kata-kata cinta
Hanya mampu mengingat kembali nasehat mu
Hanya mampu meminta padanya
Untuk mendoakan ku semoga tetap semangat
Semegah puncak gunung yang begitu tegak
Untuk menunjukkan keistimewaan

Ibu,,,
Ibu…
sungguh rindu anak mu
Begitu rindu diatas rindu
Begitu cinta diatas cinta
Begitu sedih diatas sedih
Begitu sayang diatas sayang

Ibu..
Cukuplah genang air mata
Yang akan menjadi saksi cinta ku pada mu ibu

cinta tunggu “Dia”dengan cinta


Coba memenjamkan mata

Untuk mencari makna rasa yang hampir bluur

Oleh kikisan pertikaian itu…

Membuat jarak antara kita begitu jauh

Antara hembusan angin dan sinar mentari

Begitu krasak krusuk dalam perasaan

Angan-angan begitu tinggi

Angan-angn begitu bergelombang

Angan-angan begitu indah mengalir

Angan-angan begitu bertabur penuh kilau

Hilang secepat terjangan tsunami.

Kini membangkit kembali puing-puing

Rasa yang telah hancur dengan niat cinta

Bahwa hari esok pasti indah

Bahwa hari esok begitu melodi

Bahwa hari esok lebih bermakna dari hari ini

Cinta tunggu “Dia”dengan cinta…

%d bloggers like this: