Ketika tulang rusuk menjadi tulang punggung


Bismillah…

Ketika tulang rusuk menjadi tulang punggung

Ketika tulang rusuk menjadi tulang punggung

Setiap pagi membuang sampah ditempat pembuangan disediakan pemerintah selalu membuat bersyukur, selalu hati ini merasa kecian melihat, selalu merasa manusia sangat beruntung, selalu merasa betapa hidup jangan selalu melihat keatas, sekali-kali lihatlah lingkungan di sekitar kehidupan masih membutuhkan uluran tangan, masih membutuh pencerahan jiwa, masih butuh motivasi dan selalu bertemu dengan ibu yang pekerja sebagai pemulung.

Yakin Allah punya rencana indah kenapa setiap pagi hampir selalu ketemu tersebut, bayangkan ibu tersebut tak pernah merasa terganggu, tak pernah merasa gengsi, tak pernah pernah merasa lelah, tak pernah memilih pekerjaan, tak pernah kenal istirahat dan selalu ada ditengah sampah tersebut untuk mencari barang-barang bekas yang tercampuri berbagai aroma tak sedap, dan tercampuri kuman sangat berbahaya bagi kesahatan.

Harus ditiru bagaimana keistiqomaha, bagaimana selalu semangat, bagaimana begitu tekun atau rajin memilah sampah, dan bagaimana ketetapan waktu digunakan. Apa yang dilakukan ibu tersebut pasti demi sesuap nasi, demi anak, demi keluarga dan demi keberlangsungan hidup ditengah kota berasas kompetitif.

Mungkin itu saja yang bisa dikerjaian ibu tersebut, mungkin ingin melamar pekerjaan tak memiliki keahlian, mungkin keikhlasan menjalan tersebut karena sebagai single fighter, mungkin demi membantu suami mencari nafkah, dan mungkin tidak ada skill yang dimiliki. Maka penting bagi kita sebagai tulang rusuk memiliki ilmu apapun, memiliki skill apapun dan terus upgrade keilmuan. Jika suatu saat terpaksa jadi tulang punggung tentu tulang punggung bergengsi dan memiliki nilai tawar atau bargaining posisition.

Padahal tulang rusuk bukan sebagai penompang utama untuk mencari rezki, karena tulang rusuk tugas utama adalah sebagai ibu rumah tangga mempersiapkan segala hal berurusan dengan kerumahan bukan diluar berhadapan dengan panas dan debu. Dimana hati nurani seorang suami ketika melihat tulang rusuk sebagai sebagai tulang punggung!!!

Apakah para suami tak pernah kesian melihat istri banting tulang sendiri bahkan berhadapan dengan hal yang membahayakan keselamatan dan kesehatan. Entahlah apa terpikir para suami melihat istri seperti itu!!!

Alhamdulillah masih bisa pekerja menggunakan pakaian indah, masih menggunakan high heel, masih bisa menggunakan parfum saat bekerja, masih bisa merasakan sejuk AC, masih bisa duduk dengan indah, masih bisa pekerja dengan santai dengan hasil memuaskan dan masih sebagai tulang rusuk bukan sebagai tulang punggung.

Terkadang masih juga tidak mensyukuri, masih juga mengeluh, masih juga mengatakan Allah tidak adil,  masih juga melalaikan Allah, dan masih tidak mau menyisihkan sedikit rezki untuk orang membutuhkan. Bukankah itu semua atas izin Allah, bukan itu semua kehendak Allah, bukan itu semua kekuasaan, bukan itu semua keridhaan Allah. Jika bukan atas kasih sayang dan belai kasih Allah mungkin akan mengalami hal seperti itu sering ditemui saat buat sampah.

Sejuta hikmah bisa diaplikasi dan menjadi renungan tak didapat lokasi lain. Sering bertemu manusia dengan hidup kekurangan tapi tidak terlihat meraka kesulitan, sering pula bertemu dengan manusia kebutuhan khusus selalu optimis dengan menjalani hidup, sering pula bertemu manusia lanjut usia begitu rajin menuntut ilmu sehingga menggalah anak muda yang menyiakan waktu tak bermanfaat.

Wajarlah Allah menganjurkan kita untuk bertebaran, berjalan dan bermusafir di bumiNya. Agar bisa terlihat kebesaran Allah dengan berbagai objek, berbagai masalah, berbagai fakta dan berbagai keadaan demi kebijaksanaan.

 

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

engkau tanggung jawab dan amanahku serta masa depanku


Bismillah…

engkau bukan hanya istri yang melahirkan anak-anakku | engkau tanggung jawab dan amanahku serta masa depanku

engkau bukan hanya istri yang melahirkan anak-anakku | engkau tanggung jawab dan amanahku serta masa depanku

selalu tertarik untuk bercerita melalui kata bersulamkan kalimat tentang cinta, harapan dan amanah. Berharap dengan tulisan ringkasan, memiliki sejuta makna, memiliki dampak tak bisa di hilang oleh suasana apapun…”asyikkkkkkkkk dangdut pak ojek”.

Rangkain kata ini disuguhi teruntuk para ikhwan sudah memiliki bidadari hati, sudah menemui peneduh hati, sudah menemui pengingat masa, sudah menemui penyemangat hidup, sudah menemui teman melusuri jalan berkelok-kelok, sudah menemui pelepas rindu, sudah menemui sahabat setia dalam meraungi samudra amanah Allah titipkan pada antuna semua, sudah menemui ibu bagi anak-anak kalian, sudah menemui makmu nan taat dengan aturan antuna….”dalam bangetkan kalimat sedalam parit hooooo”.

Jagalah hati mereka jangan kalian goresin dengan kalimat tak memiliki unsure estetika, jaga pandangan mereka dengan selalu kalian bisik kata mutiara agar mereka bisa menjada bidadari penyejuk hati ketika memandangnya, jaga pikiran meraka dengan selalu mengajak ia berkomunikasi agar terjadi kesalahan pahaman antara dua manusia sedang berlayar menuju SAMARA.

Istri kalian tidak hanya sebatas ibu bagi anak-anak antuna, istri kalian bukan sebatas yang merapi pakaian, memasak kesukaan antuna, istri kalian tak sebatas teman yang mengisi kesunyian kalian, istri kalian bukan sebatas menambah tanggung jawab, dan istri kalian adalah masa depan yang harus dibumbui dengan cinta, kasih, komunikasi, dan saling memahami sehingga yang  dirajut benar-benar memiliki harapan begitu spekatuller dipenduduk bumi maupun bagi penduduk langit….”Subhanallah jlep-jlep-jlep”.

Sayang masih banyak para ikhwan tidak tersadari bagaimana penting istri meraka bagi ketenangan jiwa, sehingga begitu mudah mereka menyilip kata tak bermakna pada bidadari, membiarkan menanggis tanpa menanya apa dan mengapa, biarkan istri kebinggung tanpa memberi kabar (breaking news hoooo), membiarkan tulang rusuk menjadi tulang punggung….”Toeeengg-toeenggg-toeeenggg”

Mumpung masih ada kesempatan dalam kebersamaan, mumpung masih ada kesempatan dalan kesenyuman, mumpung masih ada kesempatan dalam duka, mumpung masih ada kesempatan dalam kesunyian, mumpung masih ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, dan mumpung masih ada waktu untuk mengukir harapan masa depan pergunakan itu semua sebagai amanah, pergunakan sebagai lahan ibadah, pergunakan sebagai motivasi meraih mimpi agar cinta diikat diatas ikatan yang suci kekal hingga dimensi berbda serta yaumil akhir…”Allahuma amin”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Teruntuk teman hidup ku


Teman…

Jika suatu saat nanti kita dipertemukan

Ajari  aku sebagai sahabat yang baik

Sahabat selalu mendukung dan mendengar keluh kesah

Seorang pejuang

Teman…

Jika suatu saat nanti kita disatukan

Dalam suatu ikatan yang diberkahi

Ajari ku sebagai seorang istri dan ibu

Mendidik  anak-anak  yang tangguh dengan segala kondisi

Dirumah kita nanti

Teman…

Jika sautu saat nanti aku salah

Maka ajarilah aku untuk memperbaiki kesalahan itu

Dengan cara-cara penuh kasih dan cinta

Bukan dengan caci maki atau mendiamkannya

Teman…

Jika suatu saat nanti aku tak bisa seperti engkau ingin

Maka terimalah ia apa adanya

Jangan engkau berpaling dari ia

Karena ia sadar jauh dari sempurna

Dan tak cantik

Teman…

Jika suatu saat nanti ia tak bisa mengerti dan paham

Dengan penjelasan dan keinginan engkau semua

Mohon jangan cepat engkau mengatakan

Ia manusia tak berguna

Karena ia perlu proses untuk memahami dan mengerti

Tentang sikap dan rasa engkau

Karena engkau adalah orang baru dalam hidupnya

Selama ini ia hanya paham

Tentang tanggung jawab sebagai anak dan adik

Belum mengerti apa sesungguh peran seorang istri

Ia hanya baru meraba-raba

Melalui  perabaan itu

Ia coba untuk memberi terbaik

Untuk teman hidupnya

Teman

ku berharap pada mu…

Ajari aku untuk mencintai Ilah

Ajari aku tentang rindu

Ajari aku tentang perjuangan

Ajari aku tentang ketulusan

Ajari aku tentang kesabaran

Jangan pernah engkau bosan untuk mengajari ia

Karena ia perlu bimbingan….

Melalui bimbingan mu

 Ia merasa mulia dan bahagia

Hingga apa kita lalui bersama

Berbuah ketulusan cinta dan mencintai

noted: teruntuk teman hidup ku hingga yaumil akhir

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: