Sungguh Rugi jika apa kita lakukan hanya sebatas rutinitas tak memiliki pengaruh pada Lisan, pikiran dan sikap kita


Bismillah…

Sungguh Rugi jika apa kita lakukan hanya sebatas rutinitas tak memiliki pengaruh pada Lisan, pikiran dan sikap kita

Sungguh Rugi jika apa kita lakukan hanya sebatas rutinitas tak memiliki pengaruh pada Lisan, pikiran dan sikap kitasik

Pada suatu waktu mengisi kajian ibu-ibu, tiba-tiba salah satu ibu bertanya tentang tetangganya yang rajin kemesjid, rajin ikut taklim, dan berpendidikan, tapi masih suka menghibah dan suka memfitnah. Kebingungan juga untuk menjawab pertanyaan tersebut. pada akhirnya coba memjawab dengan analogi seperti ini…

“coba ibu tanya pada anak-anak sekolah yang tiap hari berangkat kesekolah apa mereka semua paham apa dijelaskan, apakah mereka mengaplikasi ilmu tersebut, dan apakah merubah sikap mereka!!! jawabnya ada yang paham ada yang tidak, ada yang mengaplikasi ada yang tidak, ada sikapnya berubah malah ada semakin tidak jelas.Ini menjelaskan bahwa tidak semua yang datang sekolah paham dengan apa dipelajari dan ada yang datang sebatas dating…”Pahamkan Maksud ana

begitu juga sebaliknya jika melihat disekitar kita yang rajin ikut taklim, rajin kemesjid dan berpendidikan tapi sikap dan perilaku jauh dari apa dipelajari itu bertanda belum memahami hakikat yang dilakukan selama ini dan belum sepenuhnya mengaplikasi dalam kehidupan sehari-hari…”sungguh rugi bukan!!!”

Jangan sampai gara-gara kezholiman dan fitnah kita lakukan jauh dari hidayah seperti difirmankan dalam

surah al-Kahf (18) ayat ke 17, berfirman, “Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.”

Sedangkan surah al-A’raf (7) ayat ke 286, berfirman, “Barang siapa yang Allah sesatkan, maka ia tidak memiliki orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kezaliman mereka.

Demikian juga pada surah al-Zumar (35) ayat ke 36-37, Tuhan berfirman, “Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang menjadi pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?

 Mudah-mudahan kita tidak termasuk dengan golongan manusia ketika menjalankan amanah, menuntut ilmu sebatas hadir, sebatas melepas kewajiban dan tidak merenungi apa dibelajari serta diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Sebab banyak diantara kita seperti itu…”Nauzubillah Minzaliq”. Seharusnya kegiatan kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari semakin membuat hati yang sarat cinta dan keimanan karena pada saat yang tidak mungkin manusia selalu dengan Allah yang berhati gersang, kasar, serta menyimpan rasa dengki dan kebencian kepada pihak lain.

Note: Yuukkk kita renungi pertanyaan diatas…^__^,

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Mau tahu Apa yang harus disederhanakan


Bismillah…

Selama bulan ramadhan kita disuguhi tayangan-tayangan sangat berkualitas terutama di dua staisiun terpopuler “TV one & Metro Tv” berharap tayangan berkualitas tersebut tidak hanya diramaikan dibulan ramadhan. Tapi pada kenyataannya hanya disorak gembira pada bulan keberkahaan namun tetap bersyukur karena masih ada pihak stasiun memperhatikan “religious”.

Jika kita membawa remote control pada dua stasiun televise maka kita akan tahu tayangan apa saja berkualitas mulai dari leader with character, Enskilopedia islam, damai Indonesia ku, dll.

Ada satu ungkapkan yang sangat santun dan membumi disampaikan motivator muda Indonesia “ippoh santosa” dan saat itu disandingkan dengan ustad Abu Sangkan menjelaskan apa yang harus disederhanakan dalam kehidupan ini!

Dijelaskan bahwa bukan ilmu yang harus disederhanakan, bukan harta yang harus disederhanakan, bukan silaturahmi atau jaringan yang harus disederhanakan, bukan sedekah yang harus disederhanakan, tapi yang harus disedernanakan adalah sikap yang sederhana.

Maksud kalimat tersebut bahwa semakin kaya, semakin berilmu, semakin banyak jaringan dan semakin darmawan bukan membuat kita besar kepala atau sombong, tapi semakin membuat sikap kita sederhana menjalani kehidupan persis seperti ilmu padi.

Jadi kesimpulannya kita dituntut memiliki ilmu sebanyak-banyak “upgrade terus ilmu kita” hingga ajal menjemput, seharusya umat islam kaya agar banyak membagi rezki kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan kita, tingkatkan terus silaturahmi agar menambah jaringan kita. Jika tidak sudah memperoleh itu semua ingat hal harus kita sederhanakan adalah sikap sederhana.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

CARA MUDAH MENGETAHUI SIKAP ORANG


Mata kuliah public relation dan promosi perpustakaan telah membuka pikiran koe tentang bagaimana cara mudah untuk menilai orang tersebut dan mengetahui stylnya yang disukai. Tidak perlu susah untuk menanyakan pada orang-orang terdekat secara kasat mata telah bisa mengetahui sikap, apa yang disukai dan pola pikiranya.

Ternyata setalah berpikir-pikir iya juga ya!berikut ini acara koe untuk mengetahui dan memahami sikap orang tersebut yang penting sering-seringlah mengamati orang mulai dari hal terbesar hingga hal yang kecil yakni benda yang ada disekitar nya dan yang digunakan yaitu Media

  1. Yang termasuk media disini adalah alat yang sering digunakan, dibaca, dan ditontonkan. Misalnya jika orang suka nonto Metro TV dan TV One disana bisa mengambil kesimpulan orang tersebut senang dengan berita, kritis dan senang dengan perdebatan untuk mencari kebenaran. Kemudian orang suka menonton dengan Indosiar, Anteve, SCTV dan RCTI ini identik dengan orang yang suka sinetron yang tidak karuan.

Maka dengan media kita telah mengatahui cara pikir dan pendidikan orang tersebut. Kenapa umumnya orang menonton Metro TV dan TV One adalah orang berpendidikan, orang haus dengan informasi uptodate.

  1. Cara berpakaian

Orang berpakaian rapi, wangi, bersih dan stylis kita pun bisa berkesimpulan orang tersebut senang dengan kebersihan, tidak akan semarang menggunakan pakaian setiap apa yang dipakai biasa selalu serasi dan senada. Ini menandakan bahwa orang tersebut senang dengan keindahan. Dibandingkan dengan orang yanga acakkan biasalah mereka tidak mengutama keindahan orang melihat mereka yang terpenting baginya adalah kenyamanan orang ingin berkomentar terserah tidak dipikirkan ini bisanya termasuk orang cuek.

  1. Bacaannya

Bermacam dan beraneka ragam buku bacaan yang hadir di dunia informasi mulai fiksi, nonfiksi, dari eletronik maupun cetak. Dari sudut pandang ini juga bisa mengetahui orang tersebut condong atau hoby bacaan apa. Walaupun orang tersebut kuliah kedokteran tak semesti buka yang dibaca semua adalah kedokteran pasti ada buku yang disenanginya. Misalnya psikologi, teknologi atau novel. Maka bisa mengetahui orang tersebut senang dengan puitis dan sebagainya.

  1. Teman

Ternyata dari teman seseorang juga dapat menilai orang dan mengetahui pola pikirnya. Karena hampir kehidupan orang akan banyak dipengaruhi dengan sahabat atau teman bermainnya dalam kehidupan sehari-harinya. Misalnya jika berkumpul dengan komunitas pencinta alam maka tanpa ditanya maka bisa conclusion (berkesimpulan) bahwa orang tersebut suka petualang dan alam.

Masih banyak lagi cara kita untuk mengetahui sikap orang tapi secara sederhana mungkin bisa menggunakan empat cara diatas. Sehingga dengan mengetahui orang-orang terdekat kita bisa memberi hal terbaik dalam hidupnya. Serta tidak akan pernah mengecewakan dan selalu membuat mereka tersenyum.

%d bloggers like this: