Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha


BIsmillah…

Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha

Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha

Tertunduk membisu, malu seperti inikah amalan muslimah yang mengakui mencintai Allah, Rasul dan NabiNya. Katanya ingin menjadi wanita sholeha, katanya ingin masuk barisan yang diselamatkan oleh Rasullah, katanya umatNya yang selalu bertasbih padaNya tetapi kenapa amalan tersebut tidak mencerminkan seorang wanita sholeha. Wanita sholeha bukan saja terlihat dari kerudung yang panjang, selalu memakai kaus kaki, selalu memakai gamis, selalu menduduk pandang, selalu menjag hati dan selalu memperbahui intelektualitas. Melainkan wanita sholeha juga harus dikokoh dengan pondasi agama yang spektakuler yaitu dengan memperbanyak amalan yaumiah baik bersifat wajib maupun sunnah. Bukan ia saja terdiam seribu bahasa ketika murabbi melihat amalan kami yang tercatat dalam buku harian amalan yaumiah dan biasa setiap minggu selalu muttabaah segala hal baik dari sisi pendidikan, dakwah, amalam maupun amanah bersifat umum oleh murabbi. Entah kenapa kami begitu kompak mengisi catat yaumiah kosong terutama qiyamulai, shaum sunnah, mengaji dan sholat dhuha.

Baru kali ini, murabbi memberi taujih yang menyentil padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu mungkin melihat sikap kami semakin menurun seharusnya semakin semangat, semakin mantap, semakin bergairah untuk berdakwah dan sejak mendengar tausiah murabbi di masjid kampus terasa tertampar begitu dahsyat sehingga membekas dihati maupun dilogika.  Selama dalam perjalan menuju rumah teringat-ingat kata murabbi, bagaimana kalian ingin menjadi bagian dari dakwah, bagaimana kalian bisa mengajak orang dalam kebaikan, bagaimana bisa menginspirasi orang lain dan bagaimana kalian bisa bertahan menghadapi cobaan saat berdakwah sedangkan amalan yaumiah saja sangat menyedihkan bahkan memalukan. Bukankah untuk menuju kejayaan islam itu diawali dari diri sendiri (individu), keluarga, masyarakat dan Negara. Ku dan teman tertunduk sangat bersalah, amalan yaumiah tidak seharusnya diingati lagi karena kami sudah bertahun-tahun dalam lingkaran ukhuwah tapi reatilasnya kami masih seperti orang baru bergabung dalam lingkaran ukhuwah yang harus didorong dan dimotivasi untuk menjalankan tuntunanNya. Bertahun-tahun dalam lingkaran ukhuwah tidak lagi berkutat dengan amalan yaumiah karena sudah menjadi habbit melainkan harus ekspansi keluar agar semakin banyak orang menyadari bahwa islam itu rahmatan lilalamin. Jangan-jangan hidup kami lebih didominasi tujuan dunia dari pada akhirat, jangan-jangan hati kami penuh dengan binti-binti hitam sehingga begitu berat untuk menjalankan amalan yaumiah dan jangan-jangan waktu ke waktu dihabiskan dengan kegalauan yang tidak jelas. Astafirullah.

Padahal kami tahu bahwa untuk mendapat kunci surge tidak begitu mudah, padahal kami paham bahwa surge itu penuh kenikmatan tidak sebanding dengan nikmat dunia saat ini, padahal kami paham bahwa siapa yang dekat denganNya maka Allah akan mengambulkan segala keinginan, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya (QS. Al Baqarah: 25)

Padahal kami paham bahwa sholat dhuha itu cara Allah membuka pintu rezki, padahal kami paham setiap ayat dibaca memiliki pahala yang luar biasa seperti Sabda Nabi : “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, oromanya harum dan rasanya nikmat….., Sabda Nabi : “Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. HR. At Tirmidziy dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said.

Padahal kami paham bahwa siapa melaksanakan sholat tahajud maka Allah mengangkat derajat orang tersebut, padahal kami paham siapa sholat tepat waktu adalah orang yang menang melawan nafsu “shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan sholat pada akhir waktu adalah pengampunan Allah (HR. Tirmidzi). Padahal kami paham bahwa melaksan shaum sunnah akan Allah jauhkan dari api neraka. Dari Abu Said Al Khudri -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR. Al-Bukhari no. 2628 dan Muslim no. 1153)

Tetapi kepahaman hanya sebatas tahu tetapi enggan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Sejak mendapat teguran tersebut, mulai lagi memperbaiki amalan yang sempat anjlok, sempat terjun payung, sempat error dan sempat tidak layak bagi wanita yang bercita-cita menjadi wanita sholeha.

Murabbi terimakasih atas evaluasi amalam kami, sungguh kata-katamu sangat menghentak jiwa seakan-akan urat nadi terputus dari leher dan ada sesak didada menahan malu atas teguran mu. Ya Allah, tumbuhkan kenikmatan dalam jiwa kami untuk selalu mencintaiMu. Ia sadar beberapa minggu membuat jarak denganMu. Tak ingin jauh dariMu karena Engkau adalah tempat ia mengeluh segala hal terjadi, Engkau tempat ia menangis. Benar adanya hampir dua minggu air mata tidak pernah menangis dihadapanMu baik dikala sujud, baik dikala berdoa dan baik dikala mengaji. Jangan-jangan hati sudah mengeras, jangan-jangan hati ini penuh noda yang mengotori jiwa, dan jangan-jangan terlalu sibuk menikmati dunia fatamorgana sehingga amalan yaumiah tidak pantas bagi ia bercita-cita ingin menjadi bidadari. Berjanji untuk kesian kali padaMU untuk mengutamakan diriMu. Padahal apa dilakukan bukan buat orang lain melain untuk kebaikan ia agar menjadi pribadi sholeha, pribadi nan tenang, pribadi sabar dan pribadi selalu mengembali segala hal terjadi kepada Engkau.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima


 

Bismillah…

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima

Ketika membuka account blog keroyokan (kompasiana) yang sudah lama ditinggal penghuninya, tiba-tiba terbaca keromantisan pasang yang baru menyempurnakan dien. Tentu saat membaca artikel tersebut tertawa sendiri bagaimana ilustrasi Allah mempertemukan mereka yang tidak pernah terbayangkan, ternyata pasangan sedang berbahagia berproses menuju keluarga sakinah, mawadah, dan waramah sama-sama anggota kompasiana. Dari banyaknya bacaan yang terangkai, ada satu kata mengelitik jiwa terdalam dan penuh makna begitu dalam untuk direnungi.

Kalimat tersebut langsung dicatat ditablet untuk dirangkai ketika ada waktu luang akan menulis dalam bersepektif wanita, dibagi pada pembaca dan tentu kalimat itu juga akan direnungi penuh cinta maupun makna bagi ia sedang berproses terus menerus untuk menjadi wanita sholeha. Insyallah.

Akhwat yang menerima laki-laki yang diceritakan dikompasiana tersebut benar-benar wanita sholeha karena ia begitu ikhlas menerima laki-laki yang meminta pada orangtuanya. Mungkin ia bisa mendapat laki-laki yang cakep dari tampan, cakep dari finansial, dan cakep dari style. Padahal laki-laki yang datang memiliki kekurangan fisik sedang wanita tersebut dari sisi fisik cantik, anggun dan sholeha tapi begitu ikhlas mengatakan siap menerima sebagai teman hidup. Tanpa mempermasalahkan kondisi laki-laki tersebut. Bahkan laki-laki itu pun yakin bahwa wanita sholeha yang akan mau menerimanya dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna. Subhanallah, Allah sudah mempertemukan mereka dengan cinta, keberkahaan dan dilindungi dengan cintaNya. Allahu Akbar, Engkau begitu adil, penyayang, dan meletak sesuatu pada tempat yang indah. Semoga kalian berdua bahagia dunai dan akhirat serta sebagai tauladan bagi akhwat lainnya. Keshalihan mu benar teruji dan memberi keniscayaan bagi akhwat lain terutama yang membaca kisah kalian disiang-siang hari, langsung terhentak dan menanya pada jiwa. Mungkinkah ia bisa seperti wanita sholeha itu! Apakah ia sudah sholeha! Jangan-jangan sholeha hanya sebatas ucapan tapi miskin aplikasi!. Rabbi, tuntun hati, pikiran dan sikap ini untuk menjadi wanita shaliha.

Ya Allah ia cemburu dengan wanita sholeha tersebut begitu ikhlas menerima tanpa banyak mempertimbangkan, tanpa banyak syarat, tanpa banyak standar dan diperhatikan hanya keimanan. Sungguh ia cemburu dengan sikap, keikhlasan dan ketawadukan mu menerima laki-laki itu. Hanya wanita istimewa, wanita sholeha dan wanita anggun menerima laki-laki seperti itu. Allah sungguh indah scenario pertemuan Mu pada pasang itu yang membuat ia terharu dan berzikir padaMu. Kekalkan cinta mereka hingga maut memisah, tumbuhkan selalu rasa cinta, saling mengerti dan selalu merindui agar mereka mudah berlayar dibahtera rumah tangga yang Engkau ridhoi. Semoga terlahir anak sholeh/a yang meneruskan dakwah penuh tantangan ini dan menghiburkan hati mereka ketika ada gelombang menghampiri.

Bagi kita yang mengakui sebagai wanita sholeha! Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari keimanan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari akhlaktukhorima? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dengan sikap yang santun dan bijak? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari kesederhanaan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari amal sholehnya? Atau jangan-jangan kita menilai atau menerima laki-laki bukan dari factor tersebut melainkan dari sisi yang lain.

Jika kita mengakui wanita sholeha tapi menilai atau menerima laki-laki lebih menonjolkan sisi ketampanan, kemampanan dan keterunannya sesungguhnya kesholehan kita perlu dipertanyakan!!! Semoga yang sedang menanti ditemui dengan seseorang yang pantas menemani dunia akhirat, orang bisa menerima kekurangan untuk diperbaiki sama-sama, orang yang selalu mencintai dengan segala kondisi, dan terus mengajak jiwa mendekati padaNya.

Pada akhirnya, wanita sholeha maupun laki-laki sholeha akan bisa menerima kekurangan itu.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Gamis Pertama Ukhti


Bismillah… 🙂

Sekarang gamis sangat familier baik dikalangan anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua dengan berbagai bentuk model, kombinasi, bahan dan elegan coba lihat di facebook hampir setiap saat ditag gamis-gamis cantik dengan bervarian model.

Teringat dengan gamis pertama ana waktu lebaran tahun 2010 dengan corak batik berbunga-bunga, itu awal pertama menggunakan gamis cantik dan ketika mengenakan apa yang ana rasakan? Tahukah Anda? terasa akhwat sejati, teringat pesan seorang ukhti di kampus sering bahkan bisa dikatagorikan selalu menggunakan gamis ketika kampus maupun kajian menyatakan Kalau Pakai Gamis Kerasa Akhwat Sejati, Muslimah, Ukhti Sejati (benar banget steatment tersebut kalau gak percaya buruan ganti pakain lo yang ketat, yang gak cukup bahan dengan gamis-gamis cantik&modis) maka akan merasakan sensasi luar biasa J

Padahal dulu kala anti banget namanya gamis mungkin ketika di strata satu model gamis tidak seperti sekarang dengan berbagai model tapi tetap syar’i dan tidak bisa dipungkiri juga ada beberapa jenis gamis belum memenuhi standar syar’i.

Sejak menggunakan gamis untuk pertama kalinya effect positif ketagihan mememakai gamis, hunting gamis dan mengkoleksi gamis lihat aja lemari baju sudah terpajang beberapa potong gamis dengan berbagai model, bahan, corak dan insyallah syar’i.

Terasa pede luar biasa dan menemukan jati diri sesungguhnya ketika menggunakan gamis, terasa keibuan banget heemmm dan terasa menjadi wanita sholeha luar biasar Rasulullah Saw. bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim). Siapapun anda… wanita sholeha adalah perhiasan dunia yg tak ternilai harganya dan di jaman bergejolak yang seperti sekarang ini sangat sulit mencarinya

walaupun belum bisa dikatagori wanita sholeha karena masih banyak factor lain harus dipenuhi untuk menjadi wanita sholeha.

Terkadang dapat guyonan dari teman SD, dan SMP (cieeeee beda banget sekarang) tapi tetap pedeeeeeee luar biasa karena pakaian digunakan adalah pakaian memperlihatkan identitas islam sesungguhnya.

Jika diberikan rezki yang berlimpah ruah insyallah masih pengen hunting gamis karena sudah masuk salah satu target 100 impian harus diraih. Semoga suatu saat nanti dapat hadiah gamis cantik, lirik-kiri kanan sambil garuk-garuk kepala siapa juga mau kasih hadiah (gamisharapdotcom).

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Tak se-sholeha kalian kira



 

Keheningan malam tanpa deru angin, tanpa temarang rembulan di langit biru dan tanpa kemunculan bintang semakin memberi suasana hening bahkan waktu yang elok untuk kontaplasi. Di tengah keheningan malam, air mata menetes setelah menunaikan kewajiban “Isya” pada Ilah dan sengaja isya ditundakan hingga larut malam tujuan menunda agar merasa nikmatnya zikir dikala makhluk Allah telah terlelap semari merenung betapa berlimpah dosa melekat padanya.

Mungkin air mata pertanda betapa hampanya hati, betapa bergelimang dosa jiwa, begitu sering kebohongan dilakukan, berkali-kali kekhilaufan terulangkan, bahkan kemunafikkan mungkin sengaja diwujudkan dan mungkin pula hati tak perawan yang pernah mensisipkan sosok nama tidak pantas disisipkan hanya untuk mengejar cinta yang semu.

Padahal diluar sana sebagian orang beranggapan, mengagumi dan menyatakan kalau ia wanita berakhlak mulia, pandai menjaga hati&pandangan, mampu bersosialasi, ramah, pandai dan manut pada orang tua.

Wahai saudara ku…

Tidak sempurna, seistimewa, seelegan, seanggun, seramah, dan sepintar itu. Merasa betapa diri Tak sesholeha kalian kira, merasa betapa diri manusia paling bodoh, merasa betapa diri tak bisa menjaga keperawanan hati, merasa betapa sering melukai perasaan orang tua, merasa betapa sering menyakiti perasaan sesama muslim, dan betapa banyak ilmu belum digali atau dipejalari tapi dengan kekurangan dari segala aspek coba secara terus menerus membangun, melatih, mempraktek, berkomitmen, dan setia untuk menjadi wanita sholeha!!!

Walaupun sepahit, sesakit, sesusuh, serumit, gagal, dan sedahsyatnya godaan tetap mencoba untuk menjadi wanita pantas meraih gelar wanita sholeha seperti batu yang terus dicurahkan hujan akan hancur dan lunak jua akhirnya. Begitupun jiwa ini berusaha sekeras, sekuat, sekokoh, dan seteguh mungkin untuk mampu serta layak menjadi wanita sholeha dipilih dan berhak berada disurga….”Allahuma Amin”

Dan tak sering pula terjadi inkonsisten dan resisten baik dari internal maupun eksternal dalam rangka menjaga izzah. Ia tahu perjuangan menuju predikat wanita sholeha tak semudah, tak segampang, dan tak seenteng kita pikirkan. Bahkan begitu dahsyatnya cobaan datang berganti seperti bergantian musim dimana setiap musim rayuan dan godaan datang dengan cara berbeda.

Kemudian semakin jiwa mendekati diri pada Allah seperti buku Jalaluddin Rumi “yang mengenal dirinya yang tuhannya” semakin merasa kecil, kardil, bodoh, munafik dan tak bermakna.

Benarlah kata pepatah semakin manusia memiliki ilmu dan dekat dengan Allah ia merasa tak berdaya, marasa tak memiliki apa bahkan merasa tidak tahu segala hal. Tapi dengan mengenal Allah “Ma’rifatallah” lah mampu memberi sejuta pencerahan, energy positif, dan kestabilan jiwa dalam lingkaran hidayah.

Regard

Simfonis

WANITA SHOLEHA


Begitu mulia bila seorang wanita bisa menjadi wanita sholeha. Karena untuk mendapat predikat sholeha tidak segampang ucapan (membalik telapak tangan).  Banyak ranjau dan kerikil yang harus dilalui. Melalui proses waktu dan ruang menuju pintu akhir selalu bersyukur atas limpah rahmat dan kenikmatan yang dicurahkan kepada wanita sholeha. Akan tetapi menuju hal itu setan-setan selalu menutup mata dan membisikkan hal musyirik serta menjauhi wanita dari Allah dengan pesona dunia. Seperti setan membutakan wanita saat ini dengan dandan ala kebaratan dengan berlandasan Hak. Tetapi hak tersebut tidak ditinjau dari hukum islam bagaimana dandan yang seharus dan selayaknya. Hampir semua aurat wanita terbuka (openhouse), seakan-akan semua orang boleh memandang keindahan wanita tersebut. Entah hal itu disengajakan atau tidak. Tapi sangat ironis sekali bahwa wanita adalah madrasyah utama dalam keluarga. Andaikan wanita seperti itu bagaimana nanti bisa mendidik anak, keluarga dan masyarakat disekitarnya.

Setan selalu memperdayakan manusia terutama wanita. Karena wanita memiliki keistimewaan seperti dalam Al-quran dijelaskan tentang keutamaan wanita. Wanita ibarat pajar dishubuh hari penuh dengan kesejukkan untuk menyinari bumi.  Wanita memiliki sejuta pesona mulai dari tutur katanya, sikap, dan keimanannya. Namun, keistimewaan wanita itu tak disaradi oleh wanita itu sendiri. Ini terlihat dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak wanita memperjualkan kehormatan dan menukarkan auratnya demi dunia. Nauzubillah Minzalik “Ya Allah”.  Apakah hal yang terjadi pada wanita ini karena mengadopsi teori feminisme, atau atas nama demokrasi???

Tapi sangat bersyukur walaupun begitu banyak wanita-wanita terpedaya oleh nuasan kedunia yang penuh tipu daya dan aktualisasi diri dalam pencitraan. Masih ada sekolompok wanita yakni wanita sholeha komitmen dangan niat dan motivasi untuk penghambaan dirinya pada Allah. Hari-harinya selalu menyibukkan diri menghadiri Kajian (mengaji) mengali sedalam-dalamnya ilmu agama dan dunia, metadaburi al-quran (membaca) kemudian diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalankan hal seperti ini tidak mudah sebab begitu banyak godaan yang menghampiri terutama godaan kemalasan dan kelalaian.

Mereka (wanita sholeha) sadar untuk melalui perjalanan panjang menuju peristirahat terakhir harus dibangung fundamental ilmu dan niat. Seperti diungkapkan para ulama. Hidup didunia dengan ilmu dan menuju hari akhir dengan ilmu.  Tentu disini adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain dan dirinya sendiri sesuai dengan al-quran dan Hadist. Tujuan hidupnya sangat sederhan yakni mendapat keridhaan Allah dan keikhlasan dalam menjalankan apapun. Karena apapun yang dilakukan tanpa keridhaan dan keikhlasan. Tujuan dan harapan akhirnya akan sia-sia. Kemudian wanita sholeha begitu menjaga ketawadukkan mulai dari menjaga auratnya, menjaga lisannya jangan sampai menyakiti, menjaga pandangan mata dan pendengarnya jangan sampai melihat yang dapat mejerumuskan dari zina-zina kecil, menjaga keimanan jangan sampai mata hatinya tertutup oleh bintik-bintik hitam. Wanita sholeha menjunjungi tinggi kesederhaan menjauhi dari sifat materialistic, eksploitatif dan hedonistic barat yang akan mempengaruhi kultur kaum sholeha karena implikasi hal tersebut sangat luar biasa. Akan melunturkan keimanan pada Allah mari kita mengantisipakan hal seperti itu.

Mari wanita sholeha kita sama-sama berkomitmen, berniat dan memotivasi diri kita untuk selalu menjadi wanita sholeha pilihan dimata Allah serta setiap waktu memperbaiki diri dihadapan Allah dan sesama. Walaupun dimata manusia kita dikatakan wanita terbelakang, terkekang oleh aturan-aturan dan tidak mengikuti mode-mode barat. Namun, melalui aturan yang telah ditentukan oleh Allah akan mengangkat derajat dan menjelamatkan kita (wanita) dari dosa serta hal yang musyirik. Seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak wanita terkorbankan, disakiti, bahkan terlantarkan. Hal ini disebabkan wanita tidak mengitu aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Misalnya wanita sekarang banyak hamil luar nikah. Hal ini jelas-jelas diterangkan dalam Al-quran jangan dekati zina. Karena dampak dari zina itu sangat luar biasa terutama untuk wanita.

Biarlah orang menggatakan wanita sholeha penuh aturan serta terkekang dan sebagainya. Hal ini wajar mungkin karena mereka tidak tahu keistimewaan seroang wanita sholeha. Dibalik kesholeha itu tersimpang kesabaran yang luar biasa, tersimpan segudang keikhlasan dalam menjalankan kehidupan serta selalu memperbaiki dan intropeksi diri baik dunia maupun akhirat agar siapapun disampingnya terasa angin kesejukkan yakni melalui kedamaian dan kesenyuman, tersembunyi segunung kebaikkan. Wanita sholeha adalah mediator, fasilator dan inspirator untuk wanita-wanita lainnya. Karena tidak semua wanita bisa menjadi wanita sholeha. Berbahagialah wanita berharap menjadi wanita sholeha. Karena wanita sholeha engkau akan dicari-cari oleh para kaum Adam sebab engkau memiliki keistimewaan nan luar biasa.

Wahai wanita sholeha…

Jangan pernah terbedayakan oleh pencitraan diri

Karena lewat ini akan meruntuhkan keimanan

Kobarkan semangat kesederhaan dalam hidup ini

Hiduplah dengan penuh realitas bukan hidup dalam kekangan fasilitas

Jadilah madrasyah madani dalam keluarga

Demi terbangun anak-anak para syuhada

Yang menegakkan Kalimat Allah.

*******

Wahai wanita sholeha…

Suatu nanti engkau minta dipertanggung jawabkan

Oleh nikmat dan amanah yang Allah berikan pada kita

Pergunakan semuanya dengan landasan perjuangan untuk Allah

** ****

Dipagi mendung saat intropeksi diri belum bisa menjadi wanita yang diistemewakan. Ya Allah semoga harapan dan keinginan bisa diridhaikan oleh Engkau yang Maha Tahu.

%d bloggers like this: