Teruntuk teman hidup ku


Teman…

Jika suatu saat nanti kita dipertemukan

Ajari  aku sebagai sahabat yang baik

Sahabat selalu mendukung dan mendengar keluh kesah

Seorang pejuang

Teman…

Jika suatu saat nanti kita disatukan

Dalam suatu ikatan yang diberkahi

Ajari ku sebagai seorang istri dan ibu

Mendidik  anak-anak  yang tangguh dengan segala kondisi

Dirumah kita nanti

Teman…

Jika sautu saat nanti aku salah

Maka ajarilah aku untuk memperbaiki kesalahan itu

Dengan cara-cara penuh kasih dan cinta

Bukan dengan caci maki atau mendiamkannya

Teman…

Jika suatu saat nanti aku tak bisa seperti engkau ingin

Maka terimalah ia apa adanya

Jangan engkau berpaling dari ia

Karena ia sadar jauh dari sempurna

Dan tak cantik

Teman…

Jika suatu saat nanti ia tak bisa mengerti dan paham

Dengan penjelasan dan keinginan engkau semua

Mohon jangan cepat engkau mengatakan

Ia manusia tak berguna

Karena ia perlu proses untuk memahami dan mengerti

Tentang sikap dan rasa engkau

Karena engkau adalah orang baru dalam hidupnya

Selama ini ia hanya paham

Tentang tanggung jawab sebagai anak dan adik

Belum mengerti apa sesungguh peran seorang istri

Ia hanya baru meraba-raba

Melalui  perabaan itu

Ia coba untuk memberi terbaik

Untuk teman hidupnya

Teman

ku berharap pada mu…

Ajari aku untuk mencintai Ilah

Ajari aku tentang rindu

Ajari aku tentang perjuangan

Ajari aku tentang ketulusan

Ajari aku tentang kesabaran

Jangan pernah engkau bosan untuk mengajari ia

Karena ia perlu bimbingan….

Melalui bimbingan mu

 Ia merasa mulia dan bahagia

Hingga apa kita lalui bersama

Berbuah ketulusan cinta dan mencintai

noted: teruntuk teman hidup ku hingga yaumil akhir

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Di jalan Dakwah kita bersahabat



coba mengingat dan mengemas kembali bagaimana pertemuan kita dalam dakwah “Kajian” dalam sebuah tulisan. walaupun tak begitu ingat untuk mengilustrasikan serta menganologikan awal pertemuan tersebut.  Bahkan tema kajian pertama kita bertemu juga sudah lupa, coba membuka satu persatu catatan kajian di tempat tersebut tetap tak bisa mengirakan. Dahulu kajian merupakan hal asing dan baru dalam dalam jiwa hingga hari ini kajian bukan hal asing dalam hidup bahkan menjadi bagian hidup harus dijalani.

Dijalan Dakwah kita bersahabat

Jika dalam satu pekan atau lebih dari itu acara kajian ditinggalkan terasa ada nutrisi atau vitamin iman yang hilang rasanya karena Tak hanya tubuh yang butuh mengkonmsumi vitamin akan tetapi jiwa sangat perlu Vitamin mulai dari vitamin B, E, C dan sebagainya. Ketika jiwa selalu disirami unsur vitamin keimanan, makan hasilnya adalah terbentuknya manusia bijaksana (Wise), penyabar (Pattiented) dan tenang (calm).    Walaupun kajian bisa meng progress lewat media lain tapi pertemuan itulah yang selalu dirindukan. lewat kajian pula selalu dipompa semangat untuk terus berusaha menjadi manusia terbaik terutama didepan Allah. Terkadang kajian merupakan tempat priceless dalam kontaplasi jiwa karena bisa langsung merespon perkataan ustad atau ustazah dengan sikap dan perilaku selama ini.

Berjalannya rotasi waktu ternyata kajian merupakan hal sangat positif terutama menambah teman, silaturahmi dan persahabatan. lewat kajian maka terbingkai sebuah persahabatan. tidak hanya sebagai tempat menimbun ilmu tapi memiliki multifunction ^____^. Teringat dengan nasehat ustad “sungguh bahagia dan bergembiralah kalian setiap minggu selalu mengikuti kajian, sungguh beruntung kalian selalu hadir dalam kajian, sungguh begitu berharganya kalian tetap istiqomah mengikuti kajian, dan orang-orang terpilihlah dipanggil oleh Allah untuk menghadiri kajian”. betapa banyak muslim dan muslimah tapi hanya sebagian yang menyadari betapa penting untuk menghadiri majelis ilmu. seharusnya memanfaatin sarana kajian tersebut sebagai area untuk menambah ilmu, saudara, teman dan meningkat ukhuwah. berdoa kepada Allah agar kalian diberi kemudahan untuk melangkah kaki menuju majelis ilmu dan tetap istiqomah dalam dakwah.

kini beberapa teman yang pertama kali bertemu dikajian menjadi seorang sahabat dalam menjalani hari untuk mengikuti kajian. Jalan yang jauh telah ditempuhi, hujan yang membasuhi jiwa raga telah dirasakan, kepanasan dan keringatan itu dirasakan diiringi kesabaran dan keikhlasan “Insyallah” serta dibumbui canda, tawa dan senyum persaudaraan. Itu semua adalah feature “kharateristik” perjalanan kita dalam perjalanan.   walaupun timbul rasa lelah dan malas menghantui perjalanan menuju sebuah tempat yang diridhai Allah. Tetap tegap dan tersenyum mengikuti irama-irama yang menghantui.

Terkadang ada pula tears “Air mata” mengalir di wajah ketika dipisahkan oleh ruang dan waktu untuk sekian lama karena harus kembali ke Site “daerah” kita masing-masing. But You Must Believed Friends…!!! pertemanan yang terbingkai dalam kajian itu telah monoreh kata cinta dalam sukma. walaupun jarak begitu jauh tetap persahabatan dan persaudaraan tak akan pernah jeda. sejak pertama kita disatukan oleh iman sejak itupula selalu ada rasa rindu, Allah hanya ingin mengajari kita tentang sebuah rindu agar kecintaan dan persaudaraan semakin iklas.

Semoga persahabatan semakin kokoh dan semakin berkah. Semoga Allah mengekalkan persahabatan hingga batas tak tertentu dan sampai bersandar di singgasana keabadian di Jannah Nya kelak sambil bernostalgia akan masa masa yang indah yg pernah dilalui ketika mengikuti kajian…Heemmm*__* dan semoga kebersamaan kita jalani dalam kajian merupakan  saksi di  Ya Umul Akhir, semoga kelelehan dalam kajian menjadi penambah timbangan amal, AMin. Akhir dari kehidupan kita apapun yang melekat atau dimiliki akan diminta bertanggung jawab dihadapan Allah.

Dimanapun kita berada nantinya dan bagaimanapun kondisi nantinya jangan pernah terlupakan bahwa betapa pentingnya kita untuk selalu mengikuti kajian. Apalagi nantinya kita telah berubah peran dari seorang Ukhti menjadi seorang Ummi. sedangkan peran Ummi begitu luar biasa, maka lewat kajian tersebut semakin tahu apa dan bagaimana memposisikan diri dalam keluarga.

“I STILL LOVED U FRIENDS”

KENANGAN


Kenangan itu begitu indah
Sungguh begitu rumit untuk dilupakan
Akan tetapi kenangan itu selalu membekas dalam sukma
Bahkan dalam gerak dan lembaran nafas ku
Dan biarkanlah ku rindu selalu suasana kenangan itu

Bahkan terkadang berlahan-lahan merenung dan mengingat kembali
Kenangan-kenangan indah bersama mereka
Oh Tuhan…
Kenangan itu pula memberi sejuta Arif dalam kehidupan ini
Tuhan baru ku sadari…
Sungguh persahabatan, pertemanan, persaudaraan nan Indah
Dengan atas azas dan kehendak Engkau
Biarlah butir-butir kenangan ini sebagai motivasi
Untuk terus menjalin silaturahmi atas pondasi Iman

Namun, terkadang rasa dan logika ku berharap agar kenangan itu
Akan terulang lagi…!!!
Walaupun terkadang harapan ini terkadang Pudar
Tapi biarlah ku meyakini kenangan itu
Akan terulang ditempat dan waktu yang berbeda

cc: Indahnya kenangan atas kehendak Allah dengan kebersamaan dengan teman ketika masa kuliah dan pengajian ^^__^^

BUAT SAHABAT KOE



Berawal dari mana koe kenal dengan dia sungguh tak ingat bahkan mengetahui, sehingga koe bisa dekat dengan orang tersebut. Berjalan dengan detik, menit, jam, hari dan bulan kita semakin dekat atau bisa ada merasakan kecocokkan satu sama lain walaupun kita berkomunikasi hanya dengan menggunakan media yang sudah booming dinegara kita yaitu internetan dan HP (hati perasaan kalau mengartikan hehehee….). berbulan kita tetap berhubungan sebagai teman yang saling berbagi dan memotivasi satu sama lain.

Ternyata dengan berlalunya hari dan bulan telah menoreh cerita dia antara kita, walaupun cerita tidak seromantis sinetron dan ekstrem film tapi cerita itu lah mampu mengikat dan menyatukan dengan jarak yang berjauhan.  Itulah persahabatan tak mengenal gerak dan ruangan serta getakulasi, sungguh persahabatan yang kita jalin membuat kita semangat meraih dan mengapai hari esok yang gemilang didepan bola mata.  Persahabatan ini pula membawa koe kejalan kebenaran yang selama ini koe tinggalkan, membawa koe semakin ingin lebih menggali dan mengapalikasi ajaran tauhid ini hingga Rabbi mencabut izin koe berjalan dan tinggal di ar’sy ini. serta dengan perkenalan itupul ingin survive dan istiqomah dalam genggaman sangmaha mengetahui dan sangmaha setia. Sungguh persahabatan itu telah membawa keberkahan dan kesadaran pada koe mengevaluasi dan mengceklist serta memriview ketahuid-tahuidan yang sempat dikesampingan serta dikesampingkan.

Sehingga suatu ketika Rabbi yang maha menyatukan mempertemukan kita disuatu tempat yang sebelumnya tak pernah terpikir bahkan membayangkan dimana bisa tersenyum bareng, jalan bareng, dan makan bareng. Saat itu pula persahabatan kita bina dengan fondasi keikhlasan itu semakin erat dan menyatukan ibarat menyatukan lidi-lidi untuk membersihkan debu dan sampah yang berserakan dalam jiwa dan raga agar mendapat keniscayaah  dalam setiap sentuhan dan helaian napas yang kita keluar dan berdengus.

Walaupun pertemuan tidak lama tak itu sangat berarti dan terkenang hingga tak tahu sampai kapan koe kenangan manis dan haru itu. Dimana begitu banyak hikmah yang terpetik dan terkutip dari pertemuan yang sesingkat mungkin, itulah Rabbi maha mempertemukan hamba-hamba walaupun dengan waktu yang tidak tertentu, menjalin silaturhami, dan persaudaraan (ukhuwah). Saat dan detik perpisahan itu pula ada rasa yang hilang dalam dengusan napas, dentak jantung, dan kaki begitu susah untuk dilangkah serta tak mampu untuk diungkapkan dengan sejuta kalimat dan seebrek pragraf karena semua telah terwakili dari tetesan air mata walaupun genangan air kesucian itu tak sempat menetes. Tapi semua telah mengambarkan bahwa rasa yang tertanam dalam benak dan qolbu telah percampuran antara bahagia dan sedih. Tapi tak mampu untuk menghalang kepergian sahabat, andaikan mulut sanggup melontar sepatah kata mungkin akan menghalang langkah itu pergi dari wajah dan tubuh ini. namun pertemuan itu membuat semakin merasa sungguh dunia berwarna seperti sinaran  pelanggi mungkin melebih dari terang pelanggi dilangit.

Saat perpisahan itu berpikir mungkinkah kita dipertemukan ditempat itu atau dengan scenario yang lain, sungguh tak mampu memicahkan segala perasaan itu yang telah bertumpuk di otak, perpisahan itu terjadi juga hanya di lepas dengan lambaian tangan dan tatapan mata yang menahan genangan tetesan air mata.  Perpisahan yang tak diinginkan, tapi apalah daya setiap pertemuan pasti ada akhirnya karena dimuka bumi tidak ada yang abadi bahkan kekal. Walaupun secara raga terpisahan tapi jauh dalam lubuk hati paling dasar kita belum terpisah karena begitu kuatnya rasa persahabatan yang terbangun dan tak pernah memutuskan komunikasi walaupun hanya sesaat tapi hakikat komunikasi itu sangat terasa.

Koe berharap persahabatan ini selamanya tapi harapan dan impian yang koe anggan-anggan tidak seperti terpikirkan, dimana tak ada tanda sesuatu hal yang aneh dan ganjalan diantara persahabatan kita. Malah dia memberi sederat kata yang membuat koe kaget dan langsung menetes air mata karena semakin tak tertahan lagi. Dunia seakaan tak berarti, hancur, yang diinjak hanyalah lumpur dan bara telah membakar sekujur tubuh, pikiran tak menentu, tanggisan dan isak semakin beritme. Bahkan mata tak mampu dipejam dengan cara apapun semakin begitu terpikir dengan sahabat koe. Disini membuat koe tak mampu berpikir secara rasional dimana telah terpengaruhi dengan perasaan sedih dan bergebu-gebu.

selama ini Sahabat koe sebagai alramt untuk terus istiqomah dijalan kebenaran yang penuh dengan onak, lembah dan jalan berliku-liku,  hilang begitu cepat ibarat petir menyambar batang pohon lagi bertunas. Sungguh dengan perpisahan terpukul dan terhembas tak sanggup melupakan itu semua, namun coba menyerahkan pada Rabbi tetap hasil belum maksimal menenangkan jiwa yang terselumuti sedih.

Sejak perpisahan itu koe coba menutup rapat  helai dami helai kenangan dan menguburkan dalam semua rasa, kenangan, kata yang pernah terukir di galaksi cinta agar tak kembali diperbaduan koe. Sahabat koe hanya bisa mengatakan terimakasih engkau telah mewarnai hari-hari koe walaupun ending kau meninggal koe secapat itu, sahabat terimakasih kau goresan luka nan begitu perih dan galau telah tertancap diulu hati koe paling suci, sahabat maaf  koe andaikan selama ini setiap kata dan kalimat terungkap berlebihan dan membuat kesal dihati mu, sahabat hanya bisa mengucapakan selamat atas perjuangan mu dalam mencari teman sejati semoga kepersamaan engkau dan dia sampai akhir ayat. Amin.

Terakhir biarlah sekujur tubuh ini koe bawa entah kemana dan mengikutu gelombang ombak yang begitu kejam dan kini biarkanlah koe mengemis pada orang-orang yang ingin mengluarkan koin kasihan pada koe untuk menghilang dan mekikis seonggok kesedihan yang telah berakar dan Koe akui kalah dengan pertarungan ini.

for u MIH

..:: Antara sahabat dan Kekasih ::.



sahabat dan kekasih

Yang mana yang harus ku pilih

Karena sahabat dan kekasih memiliki

arti dan makna tersendiri bagi ku

sahabat adalah tempat ku curhat

berbagi, becanda dan tangisan

sahabat mengetahui ku

baik dibelakang maupun didepan

ku tidak akan  pernah sukam-sukam untuk

minta tolong, bantuan hingga hal yang terkecil

sungguh sahabat adalah orang bisa memberi ku

arti dalam kehidupan

serta di depan sahabat ku menunjukkan

siapa jati diri ku, tak pernah menggunakan

topeng ku semua natural bahkan untuk basa basi

tetapi kekasih juga memiliki makna yang mendalam

kekasih tempat ku menaruh harapan dan kebahagian

kekasih selalu mengingat ku ketika ku tak bersemangat

kekasih  terkadang membuat ku menangis, bahagaia bahkan dikecewakan

tetapi itu adalah racikan bumbu dalam ukhuwah agar terasa indah

sungguh ku binggung mana yang harus ku utamakan

antara sahabat dan kekasih…

antara sahabat dan kekasih keduanya ku tidak bisa dikesampingkan

sahabat mengulurkan bantuan dengan ikhlas

kekasih mengulukan sokongan dengan cinta

antara sahabat dan kekasih keduanya ku harapakan

sahabat sekuntum senyum dan canda

kekasih sepenuh perhatian dan perasaan

antara sahabat dan kekasih kapan kah aku ku temui

sahabat sejujur kata dan aksara

kekasih setulus dan sehangatnya sinar pelanggi

andai sahabati itu adalah kekasih ku

andai kekasih itu sahabat ku

akan kuungkapkan dan utarakan  rasa

dan diringin lirik yang begitu syahdu

pada mu sahabat dan kekasih ku menghadiah…

sedinginnya salju dikutub

sepanasnya trik matahari membakar tubuh ku disiang hari

seperti itulah perasaan ku jika ”Dia”  adalah sahabat dan kekasih ku

Oleh: testiani_makmur@yahoo.co.id

%d bloggers like this: