Pudarnya Rasa cita Islam


“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan (Al A’raaf: 181)

Pudarnya rasa cita IslamSudah lama rasanya untuk menulis tema ini tetapi selalu tidak terealisasi, kebetulan tema ini juga marak dirasakan ditengah atau disekitar kita dan bahkan ustad kondang (YM) serta account Jonru juga meluapkan keluh kesahnya terhadap orang-orang islam yang begitu anti dengan aturan yang ditetapkan. Entah apa alasan seakan-akan simbolis agama Rabbi tersebut menjadi anti, padahal ketika pemilihan legistlatif dan pemilihan presiden berlomba-lomba elit politik, kaum intelektual mengambil hati rakyat dengan simbolis agama mayoritas di tanah pusaka.

Tetapi kini simbolis itu seakan-akan tidak akan berguna lagi, seolah-olah simbolis hanya berlaku, diminati dan dielus-elus lima tahun sekali bahkan sekarang simbolis agama tiba-tiba dilarang oleh sang penguasa. Kini ramai-ramai orang mengakui beragama anti dengan aturanNya dengan alasan simbolis tersebut merupakan pemaksaan agama, melanggar HAM atau jangan-jangan tujuan mereka sudah tercapai sehingga begitu berani anti ajaran ilahiah. Coba renungi ayat ini dan seakan-akan menyindiri mereka-mereka yang menentang aturanNya “Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (Al Hajj: 8)

Lihat saja segala simbolis agama dilarang mulai ingin penghapusan terhadap kolom agama hingga terjadi perdepatan yang begitu elegan antara yang pro dan antri. Entah apa salah kolom agama tercantum KTP, toh selama ini juga tidak ada permasalahan hanya saja media yang begitu kencang mengepus isu-isu tersebut. Padahal begitu banyak permasalah besar yang belum dituntaskan demi kesejahteraan rakyat, tetapi kenapa lebih focus hal tersebut. Pelaranggan kurban disekolah-sekolah dengan alasan yang sangat konyol sebab dengan kurban disekolah akan menggangu psikis atau mengandung unsur kekerasan. Pengontrol khutbah jumat seakan-akan kembali pada orde lama padahal sudah dititik demokrasi, jangan-jangan demokrasi berlaku dalam kemaksiatan sedangkan sisi kebaikan tidak berlaku makna demokrasi. Coba kita bertanya apakah selama diskotik-diskotik atau tempat-tempat dugem sudah dikontrol oleh pihak berwewenang!!! Dan terbaru disekolah-sekolah tidak ada lagi doa berdasarkan agama islam. Terjadi kontradiktif dengan tujuan pendidikan yang ditanamkan selama ini yaitu menumbuhkan jiwa berakhlak mulia. Sudah jelas jam belajar agama sedikit dan sekarang malah berdoa disekolah malah diatur atau dilarang pula. Kemudia ada suatu provinsi yang merencanakan penglegalan pemakaian miras atau penjulan miras, padahal sudah melihat bagaimana dampak perderan miras ditengah masyarakat, bayangkan jika generasi bangsa sudah menikmati itu semua! akan kemana dibawa generasi bangsa kedepan, bukan perabadan bangsa kedepan sangat dipengaruhi oleh generasi muda. Bilama generasi muda disibukan hal-hal seperti itu sungguh tak bisa membayangkan bagaimana nanti Indonesia. Jangan biarkan Indonesia hanya dengan pada sisi negative dan jangan biarkan Indonesia hanya tinggal nama belaka.

Lebih anehnya lagi yang beragama malah mendukung juga rencana-rencana tersebut. Ibarat kata orang menggunakan simbolis agama adalah mereka yang tidak toleran dan mereka yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Ironisnya demi mencari pembenaran akhirnya lahir gerakan-gerakan yang memproteskan kebenaran Tuhan sehingga kebenaran menjadi relative dan kebenaran menjadi standar manusia bukan standar aturan Tuhan. Apakah ini bernama negeri bertuhan, padahal jelas-jelas dalam falsafah dan landasaran negera menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara yang menganut Ke-Tuhanan Yang maha Esa!!! Kita tunggu saja maneuver apa lagi yang akan dilarang berkaitan agama?

#Huuffff….Hufffff…Hufffff…Huffff…Huffff…Hufffff… diperbarah lagi  peran media  streaming begitu kencang membuat opini negative terhadap mereka yang taat beragama sehingga negeri ini menjadi anti agama, mendorong orang islam anti islam dan ramai-ramai beranggapan lebih baik pemimpin kafir tetapi amanah dari pada pemimpin islam tetapi tidak amanah…#sepertinya media dan mereka yang anti islam mulai berhasil menyebar opini atau desas desus tersebut ditengah masyarakat.

Atau kami yang salah memilih pemimpin negeri ini, atau kami terlena dengan gombalan mereka yang mengatakan akan membawa perubahan ternyata perubahan yang dibawa adalah perubahan anti agama, perubahan pencitraan, perubahan pemobodohan, perubahan kezaliman, perubahan haus kekuasaan, perubahan memberi maksiat bertaburan dimana-mana dan perubahan tipu sana-sini. Jangan-jangan kami tidak mengenal calon pemimpin dulu karena mereka banyak menggunakan topeng simbolis agama demi kekuasaan dan kini merasa dampaknya.  Bahkan demi kekuasaan begitu elegan elit negeri mempertontonkan pada seluruh rakyat dengan melakukan gerakan tandingan-tandingan. Ingin rasa cepat pemilihan kembali agar kaum mayoritas tidak minoritaskan.

Andailah boleh mengatakan ini bukan urusan kami rasanya tidak enak, rasa tidak tega, rasa membiarkan pembodohan menyalar kemana-mana, dan tidak ingin negeri ini mengadopsi pemikiran barat karena sudah jelas bagaimana muaranya dan berakhir dengan kesadisan. Entah kenapa dinegeri begitu antusias dan euporia menyabut pemikiran barat dalam kehidupan mereka sehingga mengantar pada anti islam, sebab tidak semua pemikiran barat membawa keniscayaan andailah pemikiran barat itu brilian tentu akan abadi, nyata apa!!! Pemikiran barat kandas satu persatu dan berganti-ganti.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Ali ‘Imran: 8)

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan


 

Bismillah…

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Sangat jarang berada diluar rumah (teras rumah) terutama disenja hari, jika senja sudah menghampiri bumi sibuk mempersiapkan sholat magrib, mandi dan menonton berita terupdate. Terkadang diwaktu senja merebah seluruh badan diruangan televise sembari menunggu azan magrib secara dari pagi hingga sore berada diluar rumah dan sangat lumrah badan diistirahatkan.

Tapi senja ini, tertarik untuk berada diluar rumah melihat keindahan langit yang sangat indah ditinjau dari segi apapun. Apakah ingin melihat langit disenja dengan warna, dari kedahsyatan, dari ketenangan, dari abstraksi awan-awan, dari kegelapan atau dari benda-benda maupun makhluk yang keluar disenja hari. Coba memenjam mata semari menatap kelangit dengan rasa penuh kedamaian untuk menghilang rasa letih dan galau. Mungkin senja disore hari bisa menjadi alternative untuk menenang jiwa. Walaupun islam tidak pernah menganjurkan menghilang ketenangan seperti itu. Tapi apasalahnya mencoba, toh ketika melihat langit yang spektakuler membuat menyakini ada yang mengatur bumi, ada yang mengurusi bumi dan ada yang menata bumi dengan penuh keterkejutan..”itulah Dia Tuhan”.

Takjum dan kagum tidak berhenti-henti memuji pada Allah yang menyuguhi keindahan senja dengan berwarna-warna. Senja terlalu indah dilewati dengan hal sia-sia. Disana terlihat warna awan membentuk gambar burung elang yang akan kembali kesarangnya, terlihat pula sinar cahaya semakin menghilang, perumahan semakin sunyi yang tadinya begitu ramai anak perumahan bermain kekejaran. Dan kulit mulai diingapi nyamuk-nyamuk kecil, ini bertanda magrib sebentar lagi. Bahkan suara mengaji begitu merdu dari mesjid semakin terdengar jelas, melalui tartil tersebut ada rasa memasuki naluri jiwa sedang menanti.

Subhanallah baru setengah jam menikmati senja, bulan sudah mulai menampakan separuh badan kebumi. Mungkin bulan masih malu untuk menampakan cahaya dan badannya secara seutuh karena azan margib belum selesai berkumandang karena selama ini mengamati bulan menampak cahaya ketika azan telah selasai dikumandang dimesjid-mesjid. Sebelum memasuki rumah masih ingin menatap langit yang indah selalu mengelitik rasa dan harapan untuk diuntaikan pada seseorang yang belum tahu siapa orang itu…”mungkin orang itu sedang mempersiapkan diri untuk bertemu orang yang sedang menatap rembulan”.

Beberapa langkah menuju ruang utama, bulan menampakkan cahaya begitu dahsyat sedahyat gelombang ombak menghampiri kaki dipantai utara. Saat cahaya bulan semakin terang berburu mengambil EOS camera untuk didokumentasi. Cahaya rembulan begitu terang semakin cantik mata untuk memandang. Seakan-akan minus mata hilang begitu saja!!!

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Selesai sholat magrib kembali menatap cahaya rembulan malam, yang malam itu melihat dibalik daun pohon pinang depan rumah. Sepertinya tetangga juga ikut menikmati cahaya rembulan. Meskipun tetangga melihat cahaya rembulan tapi ia tidak melihat makna dibalik cahaya itu karena tetangga hanya sebatas duduk santai diteras rumah .

Sedang ia melihat rembulan malam karena sudah lama melihat cahaya rembulan, secara ditengah kota seperti ini susah untuk bisa bertemu lagi, berbeda lagi menikmat rembulan didesa ada rasa kesunyian meskipun berada ditengah keramaian. Sunyinya hati karena hati masih belum ada penghuninya hohoo…mungkin jika sudah ada yang memiliki hati tidak merasa kesepian melihat rembulan. Semoga sebentar lagi ada yang menemani disamping untuk melihat keindahan senja, keindahan rembulan malam semari bercerita tentang mimpi besar dua anak manusia dilahirkan di bumi Allah.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Begitulah makna tak selalu tersimpan dalam rangkaian kata, seringkali ia hanya bisa dinikmati oleh untaian rasa


Bismillah…

Begitulah makna tak selalu tersimpan dalam rangkaian kata, seringkali ia hanya bisa dinikmati oleh untaian rasa

Begitulah makna tak selalu tersimpan dalam rangkaian kata, seringkali ia hanya bisa dinikmati oleh untaian rasa

Panas, keringat bercucuran, perut kecoronjongan sebab wafa lupa serapan pagi demi mendengar kajian untuk mengcharge hati karena beberapa bulan ini hati mulai terasa gersang atas pekerjaan dan ambisi dunia.

Dan suara adzan zuhur berkumadang begitu indah, ini juga bertanda kajian akan berakhir. Wafa bergegas mengambil wudhu karena apa ia lakukan adalah bentuk menjalan prinsip untuk selalu menjadi hamba yang menang, bukankah azan adalah panggilan kemenangan!!!.

Air wudhu telah membasahi muka, kepala, telingga, tangan dan kaki. Tiba-tiba teringat dengan sosok ditemui ketika kajian tadi. Sosok yang menawan hati dan mempesonakan jiwa, apalagi materi yang dibawanya begitu menyentuh dan  materi dibahas senada dengan hati ia sedang bergelombang seperti gelombang laut terkadang gelombang itu begitu deras, terkadang gelombang menenangkan, dan terkadang gelombang itu mengantamkan.

Duuuhhhh lupa dulu sang pengisi acara, wafa!!!. Walaupun terpesona Heemm. Ingat tujuan ikut kajian hari ini ingin mengisi jiwa mulai gersang dari ketauhidan. Kok tujuan awal berupa menjadi aneh…!!! Ayooo,,, wafa istiqfar sebelum terpesona tersebut menjadi hantu bagi hati mu

Wafa Segera memperbaiki kerudung, kaos kaki, ambil mukena, memasuki area masjid begitu indah mulai dari arsitektur yang dominan kearaban bahkan ornament begitu mengkilau karena rata-rata warna organmen digunakan berwarna gold. Sungguh masjid tempat wafa sholat menerapkan teori warna karena disetiap tembok masjid, ornament dan lantainya terlihat serasi antara warna kontras.

Sesaat menikmati keindahan masjid wafa langsung berhadapan kekiblat agar hati ini bisa tenang seperti materi ia pelajari tadi bahwa menata hati dengan cinta.

Dengan bismillah diiringi kekhusyukan wafa serahkan seluruh raga pada pemilik hati dan pemilik cinta. Sholat zuhurpun selesai ditunaikan walaupun ketika sujud sempat menetes air mata karena masih teringat tentang hati ia masih menyelip kebencian, masih menyimpan dendam, masih menangis masalah rasa, dan masih terlena dengan pesona. Ini bertanda bahwa wafa belum bisa menata hati dengan cinta.

Rabbi melalui doa diteriknya matahari dan rasa kelaparan, wafa lafazkan kepada Engkau jadikan ia wanita sholeha, istri sholeha, umi penuh kehangatan dan jadi ia wanita mutmainah. Hanya itu yang diinginkan !!!

Doa yang singkat dilafazkan merupakan impian wafa diusia sudah matang, mungkin semakin matang usia wanita doa yang dilafazkan semakin sederhana terutama keinginan pengabdian keluarga lebih diutamakan dibandingkan doa dalam berkarir.

Ternyata jam sudah menunjuk  13.00 Wib, mendakan bahwa wafa harus segera makan siang dengan porsi yang lumayan banyak. Kebetulan sebelum sholat zuhur sudah memesan makan favorit yaitu nasi goreng plus telor mata sapi dikantin langgan ia.

Ketika menuju kantin, tanpa disangka-sangka bertemu lagi dengan pengisi acara kajian tadi (Red:Ustad). Sepertinya laki-laki itu melebarkan senyum pada wafa, senyum pun berbalas senyum. Berharap senyum itu diterima hati heeemmm…

Langkahpun tak menentu dan timur tengah semakin menguncang seperti guncangan di bumi mesir sekarang. Beruntunglah ketika sesampai dikanti menu dipesan sudah terhidang. Semoga menu disantap mampu menghilang pesona tak menentu.

Saat menikmati makanan ternyata ada teman wafa sedangkan makan juga dikursi sebelah selatan. Wafa langsung tersenyum, langsung menyampaikan salam, diikuti genggam salam ukhuwah begitu bermakna secara lebaran tak sempat bersilaturahmi kerumah fitri dan berharap pertemuan dikantin itu mampu menjadi pengganti silaturahmi lebaran kemaren.

Kedua akhwat wanita itupun asyik ngombrol, ternyata teman wafa juga ikut kajian dimesjid kampus tersebut. Entah kenapa kedua akhwat itu langsung berbicara tentang tema kajian begitu menyentuh dan tentunya lebih menyentuh lagi melihat ketenangan wajah ustad tersebut…”eaahhhhhh”

Ya beginilah kalau akhwat sudah berkumpul, ketemu ustad yang keren langsung dah gossip-gosip yang makin lama makin sip hooo…(wat-wat-wat-wat). Mungkin itu hanya sebatas ekspresi sesaat bukan hasrat sesungguhnya.

Kedua akhwat tersebut langsung membahas keterpesonaan dari pandangan mereka masing. Jika wafa terpesona pertama karena materi begitu “Woowww”, seterusnya ketenangan wajah ustad itu looohhh buat hati ini tenang walaupun ketika kajian tadi tak melirik ustadnya tapi melalui nada bicara sudah bisa melihat ketenangannya…”cieeeeeeeee”.

 Disisi lain ustadnya sudah meraih gelar magister dan alumni universitas ternama di Indonesia. Sepertinya teman wafa punya alasan tersendiri atas keterpesonaan pada laki-laki itu walaupun dari sekian alasan ia tarakan tetap masih ada kesamaan alasan. Semakin buat pesona, tapi apakah ustad tersebut masih sendirian atau….!!!

Asyiknya ngombrol, handphone berbunyi sehingga ngombrol disiang hari terhenti. Ternyata yang menghubungi adalah husna, teman berada di pulau sana yang meminta saran tentang masalah kehidupan sehingga butuh tempat untuk curhat.

Wafa langsung bilang bagaimana nanti saja telphon lagi, kebetulan lagi luar ditempat keramaian karena takut saja tidak focus mendengar curahan hati teman. Alhamdullillah husna pun menyetejui alasan wafa dan langsung mohon pamit dengan fitri untuk back to home.

Hampir saja wafa lupa bayar dikasir, gara-gara keburu, dan lupa mengucapkan terima kasih kepada si mbak,  sudah masakin menu sangat enak tenaann. Si mbak juga tersenyum semari mengatakan kok keburu banget wafa!!! Ya mba lagi ditunggui sesorang dibalik handphone hooo…

Beberapa langkah dari kanti ternyata wafa ketemu lagi laki-laki tersebut diparkiran. Ya Allah apa ini bertanda sesuatu, apakah ini sebatas kebetulan saja atau ada makna dibalik pertemuan ini!!!

Ternyata laki-laki itu juga mau pulang, tapi tak sempat menanyakan hanya sebatas senyum terlempar. Selama diatas motor tetap terpikir siapa sich sebenarnya laki-laki itu? Kok ketemu ia selalu tersenyum terus, sebab baru kali ini ketemu ikhwan setiap ketemu akhwat tersenyum. Biasanya kalau ikhwan dan akhwat ketemu seperti tidak kenal saja walaupun sangat kenal. Namun lelaki ini berbeda banget padahal baru tahu ia ketika mengisi kajian tadi tapi ramahnya minta ampun… “Waduh wafaaa, ikhwan ramah marah, ikhwan serius dibilang aneh…”plizzz dech ukhti”.

Anggap saja bahwa ikhwan tersebut memang seperti itu karakternya bukan menebar pesona apalagi agar akhwat terpesona.

Ya sudahlah, harus focus mengadari motor hingga kerumah, sebentar lagi bakal dihubungi husna. Tetap hati berkata lain bahwa wafa terpesona dengan sikap laki-laki tersebut… Padahal selalu merenungi kalimat ini akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya. (Oh Tuhan salahkah ia terpesona atau ini bertanda belum bisa menjaga hati dengan cinta Mu).

Siapaun dia, bagaimanapun laki-laki itu bahwa ia terpesona dengan ketenangan yang ditunjukkan ketika mengisi kajian tahdi…”Heeemmm sepertinya materi kajian menata hati dengan cinta adalah bangkal keterpesonaan itu”. Begitulah makna tak selalu tersimpan dalam rangkaian kata, seringkali ia hanya bisa dinikmati oleh untaian rasa.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Tak Pernah ada akhir sebuah Rasa…!!!


Tak pernah ada akhir sebuah rasa

Rasa akan datang selih berganti

Beriring dengan perubahan dalam kehidupan

Mungkin ketika berhadapan dengan kebahagian

Timbulnya rasa keberhargaan

Ketika rasa berhadapan dengan cobaan

Merasakan tak berdaya dan orang tak beruntung

Ketika rasa mencintai pada sebuah objek atau subjek

Merasa ingin memimiliki

Walaupun mustahil untuk dimiliki

Terkadang rasa itu pula membuat manusia mampu bertahan

Menghadapi warna-warni rasa

Itulah rasa tak pernah berhenti dalam hidup

Rasa selalu mengeliling manusia

Apapun level atau khualitas seorang manusia

Rasa datang tanpa batas waktu

Rasa tak pernah mengenal sebuah penjelasan makna

Rasa tak akan pernah mengenal warna

Rasa tak pernah tahu bagaimana kondisi

Dan rasa akan datang secara tiba-tiba

Maka rasa akan tetap bersemayam dihati

Ketika jantung masih berdetak

Akan lebih elok rasa itu diolah menjadi rasa yang cantik

Yaitu rasa benar-benar dikembalikan pada Allah

Bukan rasa yang terasa  diceritakan pada wujud lain selain Allah

Karena rasa diciptakan oleh pemilik rasa

supaya kita mengerti dan bertindak dengan bijak pada rasa

Maka ketika rasa telah mampu dikembali pada pemilik rasa

Maka hasil dari sebuah rasa yaitu kemesteriusan

Yang tak pernah bisa tertebak dan dianalogikan

Dan biarlah awal dan akhir sebuah rasa menjadi tabir sang waktu

I Believe …Do U Believe…


Bertahan dengan sebuah keyakinan

Bertahan dengan sebuah harapan

Bertahan dengan sebuah perasaan

Dan bertahan demi sebuah prinsipel

Terkadang keyakinan terbentur dengan harapan

Terkadang perasaan terkontaminasi oleh perasaan

Akan ku ikuti  irama-irama tersebut

Walaupun secara logika tak mungkin dapat di genggam

Namun tetap yakin dengan keyakaninan yang tertulis dalam prinsip

Suatu saat ku tunjukkan bahwa bisa mendapat kesemua itu

Ini bukanlah sebuah pernyataan

Tapi ini adalah sebuah konsekuensi

Dari banyak pilihan kehidupan

Percayalah teman…

Kita masih punya Tuhan

Tempat kita bermunajat

Tempat kita menyatakan rasa

Semua akan  tergenggam dalam genggam tangan kebersamaan

Walaupun kirikil selau datang membunuh pilihan kita

Namun dengan kepasrahan diri kita pada Tuhan

Membuat kita semakin percaya

Bahwa Tuhan bekerja dengan kemisteriusanNya

 

Makna Rasa


Perjalan ruang dan waktu

Cinta itu akan hadir

maka sambutlah cinta dengan persiapan cinta

jangan sampai kita balas cinta dengan sikap penolakan

sehingga suatu nanti tak membuat kita sesali dengan kehadiran cinta

karena cinta itu akan menjelma dan mengartikan sebuah proses kehidupan

perjalanan ruang dan waktu

sedihpun akan hadir menghiasi langkah

jika sedih itu hadir jangan kita bersedih

tapi rangkailah sedih itu menjadi sebuah memomentum kenangan

Dan semangat perjuangan untuk lebih pesona pada diri kita

Perjalanan ruang dan waktu

pahit dan manis pun akan membumbui

proses kehidupan kita

telanin manis dan pahit itu

karena hidupa tak seindah dan seharum bunga

akhirnya kita paham dan menghargai proses kehidupan

Tuhan setiap rasa Engkau hadirkan pada diri kami

Engkau maha tahu tujuan dari rasa itu

Tuhan begitu sempurna rasa yang Engkau turun dan titipkan di hati manusia

Lewat rasa itu semua

Lambut-laun membuat Kami mengerti tentang cinta, tentang kenangan, tentang proses

(Yogyakarta, saat  sunyipun mengundang, tangispun tak terbendung sungguh apa yang terjadi waktu ini semuanya sudah Allah scenario dengan indah dalam cacatanNya. Namun lewat rasa sunyi ini lah menguatkan jiwa untuk tetap tersenyum)

Bertanya Tentang Cinta



Wahai Ilah Pemilik Cinta

Seperti malam sebelumnya, dia selalu bertanya dan berdoa Pada diriMu

Tentang makna cinta yang hadir dalam jiwa manusia

Sudah berapa banyak buku terbaca tentang perjalan cinta anak manusia

Entah berapa banyak pula orang bercerita padanya tentang cinta

Tapi tetap saja…!!!

Ketika cinta hadir padanya membuat bingung untuk menyikapi makna cinta

Bahkan terkadang menangis dihadapan Engkau Pemilik cinta

Adalah Cara dia meresapi cinta yang hadir

Karena Tak ingin ada satupun hamba Engkau yang tahu perasaan dia sesungguhnya

Dan dia takut cinta yang hadir ini adalah tipuan atau hayalan yang salah

Akan tetapi semakin dibiarin malah rasa semakin mengusik Qolbu

Apakah ini benar ini dinamakan cinta?

Atau  ini hanya bertanda sebuah pertemuan tak bermakna?

 

Wahai Ilah penyatu hati Manusia

Bolehkah malam ini saja

Bertanya Tentang sebuah pertemuan?

Andaikan boleh jelaskan semua tentang rasa yang hadir dalam qolbu ini

Tunjukkan sebuah isyarat bahwa rasa ini benar atau salah!!!

Agar tak terbawa dengan hal tak terarah

Karena dia tak mau tersakiti oleh rasanya sendiri

Dia tahu cinta adalah fitrah

Tapi salahkah cinta yang fitrah berharap lebih?

 

Wahai Ilahi maha mendengar

Bismillah,,,
ikatlah hati ini tetap pada jalanMU yang lurus Karena Cinta-MU

Jalan yang Engkau temukan dan tetapkan pada perasaan yang sama

Dengan Ridho Engkau yang penuh berkah dan Khidmat

%d bloggers like this: