Dihari yang fitrah Sudah fitrahkah hati kita


Bismillah…

Fenomena lebaran sering ditemui yaitu mulai cat rumah baru, pagar baru, baju baru, sepatu baru, mobil baru, pokoknya serba baru. Yang perlu kita pertanyakan apakah ketika lebaran datang hati kita sudah baru (Red: Bersih) dengan amalan dilakukan selama Ramadhan jangan-jangan semakin kelam atau semakin banyaknya noda-noda hitam di Qolbu. Padahal tujuan utama lebaran adalah memfitrahkan hati kita bukan yang lain….!!!

Dihari yang fitrah Sudah fitrahkah hati kita

Dihari yang fitrah Sudah fitrahkah hati kita

Hai ikhwafillah semuanya, semoga akhir-akhir dibulan Ramadhan 1434 H semakin hati kita penuh cinta karena hampir tiga puluh hari menjalankan perintah begitu agung, kebiasaan sangat mulia, seperti dilakukan para sahabat dan Rasullah dahulu kala, euporia ramadhan tidak hanya sebatas rutinitas dan kebiasaan saja tapi mampu menghasilkan kesucian penuh kemilau cahaya Ilahi…”Allahuma Amin” sehingga hati berkilau begitu indah lebih indah bintang dimalam hari, lebih indah dari bulan purnama dihari kemanangan, dan lebih indah pelanggi ketika dipandang.

Ini juga menandakan bahwa ramadhan sudah di garis finish terlihat distatiun atau terminal telah dipenuhi para pemudik yang ingin meraih kesucian hati dengan bertemu keluarga terutama orang tua…”Ternyata mudik itu Indah”

Fenomena mudik juga mengugah hati, menginspirasi dan memberi hikmah bahwa seperti itu jua nanti kita pulang ketempat asal kita yaitu dipenuh desak, sibuk dengan tujuan masing, sibuk mencari transportasi yang bisa membawa ketempat tujuan dan ada pula yang mudik dengan penuh fasilitas…”Pahamkan hoooo”

Dan tak kalah hebohnya lagi detik-detik menyambut hari kemenangan atau hari kita kembali suci, disibukkan dengan fenomena setiap tahun ditemui baik diperkotaan maupun diperdesaan, baik skala kecil maupun luar biasa dan Kalau suka mengamati lingkungan saat lebaran tentu sudah paham fenomena tersebut.

Mari kita bahas fenomena apa saja ketika lebaran tiba!!! Yang pastinya kunci adalah baru, misalnya cat rumah baru, pagar baru, baju baru, mobil baru, sepatu baru,  gorden baru, mukena baru, dan tak skalah seru uang pun ikut baru…”eaaahh, benarkan semua serba baru” segala cara digunakan agar bisa merasakan baru ketika dihari yang suci nanti. Nan jadi pertanyaan bagi kita apakah hati kita sudah baru (suci)?

Bayangkan saja cat rumah saja sudah kusam segara diperbaharui agar terlihat cemerlang, ditambah pula pagar rumah hampir setiap tahun jua diupgrade warnanya agar tidak karat. Terus hati  sudahkah kita diperbaharui, sudah kita upgrade, sudah kita hilangi noda-noda hitam yang bersemayam dihati, sudah kita suci hati kita dengan memperbanyak zikirullah selama bulan ramadhan!!!

Jangan-jangan hati kita masih seperti hati dulu jua. Andailah selama ramadhan dan ketika fitri hati kita masih kusam sungguh terlalu karena ramadhan salah satu cara efektif memperharui hati. Terus kapan lagi kita bisa membersihkan hati kalau tidak dibulan Ramadhan. Sebab dibulan-bulan selanjutnya kita disibukkan dengan dunia demi uang.

Kita semua sudah tahu tujuan utama lebaran bukan seperti kita sibuk selama ini, melain esensi dari lebaran adalah kembalinya kefitrahaan hati (Kesucian hati). Namun kebanyakkan diantara kita belum tersadarai (awareness) kesucian hati lebih mementingkan kesucian benda yang tertampak oleh mata. Persis seperti dikata teman di account Facebook seakan-akan lebaran dimeriahkan nuasan kapitalis, Hedonisme, dan Neolib. Jika dipikirkan ia juga!

Note: selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga, selamat menjalankan hari kemenangan dengan penuh keberkahaan dan mohon maaf lahir batin njeh…^__^

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

sudahkah ayat yang kita baca | selaras dengan jumlah tweet atau status kita?


Bismillah…

sudahkah ayat yang kita baca | selaras dengan jumlah tweet atau status kita?

sudahkah ayat yang kita baca | selaras dengan jumlah tweet atau status kita?

Umumnya bulan Ramadhan, bulan cinta, bulan kemulian banyak hamba Allah menghabiskan waktu untuk membaca Al-quran dan biasa kita punya target yang harus diwujudkan misalnya khatam Al-quran sebanyak mungkin atau minimal 2kali khatam, sholat tepat waktu, sholat berjamaah dimesjid, dan membanyak sholat sunnah…”Indahnya dampak ramadhan terhadap keimanan kita yang selama ini banyak teracuni dunia”

Atau sebaliknya bulan cinta ini malah dijadikan ajang bermalas-malas, atau lebih banyak nongkrong di depan TV atau nongkrong membaca status bahkan tweet teman!!! Semoga saja tidak ya, kalaupun membaca status atau tweet hanya sepintas saja bukan berjam-jam. Namun kalaulah iya itu dilakukan dibulan Ramadhan maka sangat merugi bagi kita sendiri. Silahkan kita mau memilih yang mana karena hidup kita selalu dikeliling dengan pilihan positif maupun negative.

Padahal kita tahu bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keindahan, bulan penuh nuasa kebaikan, bulan penuh cahaya cinta dari langit Allah menyinari bumi dengan sinar bintang, cahaya apalagi dibumbui suara-suara lantunan al-quran dari rumah maupun dari masjid…”Dahsyat mungkin”.

Bayangkan kita membaca Al-quran dibulan cinta semakin membuat jiwa merasa kedamaian, ditambah pula membaca al-quran ketika waktu berbuka terasa banget bagaimana nikmatnya. Kalau belum mencoba segara mencoba mumpung bulan Ramadhan masih panjang, dari pada disore hari jalan-jalan tak bermanfaat mendidingan interakasi dengan al-quran manfaat yang diperoleh multifungsi…”gue udh cobain terasa sensasinya luar biasa hoooo”.  Insyallah dengan semakin banyak kita interakasi dengan Al-quran akan menjadi penolong bagi kita yaumil Akhir seperti hadist berikut ini “bacalah Al Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafa’at bagi yang membacanya” (HR Muslim)

Mari kita renungi kembali ungkap ustad Romantis dan motivator terdahsyat (red: Felix Siaw) dibawah ini: sudahkah ayat yang kita baca | selaras dengan jumlah tweet atau status kita? kita makan dua kali sehari | masak baca Al-Qur’an juga dua kali sehari? | lebih banyakan makan dong? baca tweet, buku, koran nilainya cuma di dunia | baca Al-Qur’an nilainya dunia akhirat | apalagi di bulan Ramadhan

Terakhir pesan sangat romantic buat pembaca blog setia Http://www.simfonikehidupan.wordpress.com bahwa satu-satunya penghubung kita dengan Allah ialah Al-Qur’an | dia adalah panduan dia adalah petunjuk kehidupan

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Detik-detik kemenangan


Bismillah…

Tak terasa satu bulan penuh kita berpuasa tinggal menghitung jam ramadhan akan meninggalkan kita semua akan disambut kemenangan nan agung. Semoga ramadhan ditahun ini menjadi ramadhan paling baik dari ramadhan sebelumnya, semoga ramadhan tahun ini kita meraih mendali kesucian hati, semoga ramadhan tahun ini kita menjadi pribadi penuh taqwa, Allahuma amin. Banyak suka dan duka terlukis dibulan ramadhan, Ya Allah moga kami dipertemukan diramadhan berikutnya.

Sepertinya ramadhan ditahun ini banyak target-target tak tercapai walaupun tidak semua ana wujudkan insyallah masih ada beberapa target terealisasikan. Berharap kedepan target lebih keren, lebih dahsyat, lebih pesona, lebih anggun, lebih berwarna, lebih mewanggi di hadapan Engkau Ilah.

Bagi ana ramadhan ditahun 2012 adalah ramadhan sangat penuh kenangan tak terduga ketika menyambut kedatangan bulan suci ana diberi hadiah terindah dari Engkau Rabbi dan ketika detik-detik datang kemenangan ana diberi berita duka tak terkira dan terkaget-kaget.

Sungguh luar biasa Rabbi Engkau beri hamba dua hal sangat berbeda, dua hal sangat kontras, dua hal tidak bisa dipadupadankan, dua hal memiliki defenisi berbeda, dua hal menyelimpang, dua hal bertolakbalik…”Sungguh Engkau Maha Kaya Rabbi”

Kedua hal yang berbeda Engkau berikan pada ana kesiapan dan ketegaran menghadapinya walaupun sempat mengujat Engkau dengan kata bahwa Engkau tidak adil dengan ana serta sedih luar biasa. Ana yakin keputusan Engkau adalah terbaik, terelok, terbijaksana, teradil, dan teristimewa di tahun ini.

Kedua hal yang berbeda pula semakin memahami, mengerti, mengetahui, mempelajari hakikat kehidupan sesungguhnya. Biarlah kedua hal yang berbeda menjadi kenangan indah dalam hidup ana, menjadi pegangan bagi ana untuk menjadi hamba selalu mensyukuri setiap legenda kehidupan nan singkat yang terajut dalam simfoni kehidupan. Hamba yakin hanya orang-orang teristimewa dihadapan Engkau diberikan dua yang berbeda seperti ini.

Let’s myfriends always loving Allah dan buat-buat pembaca setia blog “simfonikehidupan” mohon lahir batin ya moga kita kembali suci, kembali menjadi insan penuh cinta, menjadi hamba memiliki hati, pikiran, fisik semakin anggun dan elegan dihadapan pemilik bumi dan seisinya.

“Eid Mubarak”

semoga doa-doa indah kita lantunan dibulan penuh berkah, bula penuh kemulian, bulan penuh pahala telah dan segara Allah ijabah, Allahuma amin.

Regard “sholiatalhanin”

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Memburu juz di bulan ramadhan


Bismillah…

Subhanallah and amazing kajian “liqo” di kehingan pagi, awan teras masih pekat dinginnya, jalur lalu lintas masih sepi sehingga terasa nikmatnya mengadari motor sembari melafazkan zikir menuju tempat liqo selama setengah jam jadi teringat liqo dibandung yang harus menempuh jarak tempuh sekitar 1jam (jatinangor-mesjid salman alfarizi”ITB) itupun jika tidak kena mancet secara kota bandung termasuk salah satu kota termancet di indonesia dan diseduhi padangan alam begitu dahsyat dari Allah…”maka nikmat Allah manakah engkau dustai”

Akhirnya sampai jua tempat liqo dan ternyata ia orang pertama datang emang sengaja dari rumah ingin datang terlebih dahulu hal ini salah satu target harus dicapaikan dibulan ramadhan yaitu harus datang kajian untuk pertama agar terbiasa untuk setelah ramadhan karena calon orang sukses dan pejabat harus tepat waktu “cieeeee pagi-pagi udah ngigau guwe huaskkss”. Allahuma amin

Satu persatu ukhtifillah datang disambuti senyum persaudaraan dan holding (genggaman tangan) kedahsyatan. Acara liqo pun dimulai dengan membaca basmallah hingga sampai acara curhat person to group. Subhanallah dikira ia yang juara meraih juz tertinggi ternyata salah besar sebab ukhti fillah sudah ada yang khatam “geleng-geleng kepala” padahal ia baru jus 10 beda jauh kualitas kedekatan diri pada Allah dan malu sendiri, ada ukhti fillah jus 20 woowwww amazing banget, dan target khatam mereka 4 kali.

Ya Allah jadi malu dan terasa kurang gargetan memburu jus dan pahala dibulan ramadhan. Apalagi ketika sore harinya buka facebook mahasiswa saya sudah sampai juz 20 di puasa ke-10 terus kenapa mereka bisa dan ia masih  juz 10!!!

Pernah tidak kita kebayangkan bagaimana para nabi memanfaat waktu ramadhan berdua dengan Allah dan hampir setiap hari khatam coba cek ramadhan kita lebih banyak mana! dan Saya yakin tidak ada manusia seperti para nabi yang mampu seperti itu kalau ada mungkin hanya satu atau dua.

Setelah kajian dan membaca status fecebook mahasiswa langsung tanjap rem dan pasang gigi empat kalau bisa jangan pake rem biar bisa segera khatam secepat mungkin. Kalau dipikir-pikir sangat bisa seperti meraka sedangkan waktu diberikan sama mungkin beberapa hari ramadhan kebanyakkan tidur, kebanyakkan menonton, kebanyakkan menyibuk diri tidak bermanfaat, kebanyakkan mengombrol tidak bermanfaat. Nauzubillah minzalik “maafkan hamba ya Allah”

Hikmah dari silaturahmi melalui kajian hari ini terpejut dan tersadari ternyata ia masih biasa-biasa saja meraih jus dan pahala di bulan ramadhan. Ternyata ketika merasa hebat ternyata ada hamba Allah lebih hebat dari ia. Jadi jangan pernah merasa diri kita orang lebih dari orang lain karena diatas langit masih ada langit.

Bergegaslah meraih pahala, syafaat, rezki dan kemulian penuh keberkahaan jangan hiraukan angin lalu mengoda kekhusyukkan kita.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Tunjuki ibadah teristimewa kita di bulan penuh keberkahaan


Bismillah…

Teruntuk ikhwa fillah mari tunjukkan ibadah istimewa kita pada ilah di bulan kemulian, bulan penuh keberahaan, bulan penuh pahala dan bulan pembentukan krakter pribadi kita.

Jangan sampai bulan ramadhan kita berlalu begitu saja tanpa keistimewaan dalam beribadah dan jangan sampai bulan amalan kita seperti bulan-bulan sebelumnya. Jika amalan kita sama seperti bulan sebelumnya atau lebih parah maka kita termasuk hambanya yang rugi.

Apa lagi yang buat kita enggan, malas, dan susah menunjukkan ibadah istimewa kita pada ilah??? padahal nikmat Allah begitu berlimpah ruah andaikan lautan sebagai pena untuk menulis kenikmatan Allah maka tak akan habis-habis nikmat Allah kita tuliskan. Dan Jangan sampai candaan, guyonan, hobbi kita melemahkan amalan kita hadapan ilah.

Mumpung masih dalam bulan ramadhan mari kita genjet ibadah meraih ibadah teristimewa dihadapan ilah. hingga akhir dari bulan ramadhan terbentuk pribadi berkrakter, berpahala dan berbudi.

Bahkan malaikat pun tersenyum-senyum dan kagum-kagum melihat semangat kita dalam rangka mempertunjukkan ibada istimewa kita. Dan mabrurnya ibadah istimewa yaitu terbentuknya Salimul Aqidah (Akidah yang semakin baik), Salimul Ibadah (Ibadah yang semakin baik), Salimul Akhlak (Akhlak yang semakin baik), Salimul Fiqr (Pemikiran yang semakin baik),  dan Salimun Nafs (Jiwa yang semakin baik)

 

 Selamat berjuang teruntuk ukhti fillah sedang berproses mempertunjuki ibadah istimewa dihadapan Ilah…^__^

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

EURO-MADHON “Euporia Romadhon”


Bismillah…

Tanpa terasa, menghitung hari dan beberapa minggu euporia akbar tahunan umat Islam akan semakin dekat. Apakah kita sudah siap menyambut akbar tahun ini dengan mempersiapkan fisik, doa, kekhusyukkan, kebersihan hati, shodakoh istimewa, dan mempergunakan detik, menit, jam, hari, serta minggu hanya untuk Allah.

Euporia tahunan merupakan euporia istimewa Allah hadiahkan untuk hambaNya. Dengan euporia akbar tersebut segala perbuatan kita lakukan adalah ibadah, doa-doa diijabah, pahala-pahala bak hujan lebat menyiram bumi kegersangan, para-para penggoda (jin) diikat agar manusia melaksanakan ibadah dengan nikmat dan khusyuk,  penuh ampunan, dan Allah sedia malam Lailatul Qadar (malam mulia) merupakan hari terbaik dari seribu bulan. Sungguh betapa istimewa, betapa berharga dan betapa penting Ramdhon kita sambut dengan keimanan nan tinggi.

Cantum target-target terdahsyat dan booming harus kita capai mulai hal terkcil hingga luar bisa di akbar tahun ini. Jangan sia-siakan dan biarkan romadhon berlalu begitu saja seperti ramadhon kita masa kecil, dan tahun-tahun sebelumnya.

Seharus dan sebaiknya euporia romadhon seperti menyambut euporia sepak bola dunia kalau bisa lebih dari itu. Mampu dan bisakah kita mengisi ramadhan dengan euporia seperti menonton bola hingga larut malam, berteriak, antusias membahas, dan tidak pernah ketinggalan. Jika euporia bola kita mati-matian, rela cocor-cocoran bergadang hanya ingin melihat cetakan gol terindah.

Sepantas dan seharusnya pula euporia ramadhan lebih semeriah dan sehangat itu. hiasi hari dan malam-malam kita dengan berbanyak zikir, berdoa, mengaji, selalu bersenandu shalawat dan sholat sunnah dengan teriakkan nan kencang bahkan sampai bergadangpun tak menjadi masalah demi meraih Lailatul Qadar, memanfaatkan kesempatan dengan baik dan bentuk cinta kita pada Allah.

Mari kita ukir dan menulis jejak di ramdhon tahun ini semakin bermakna, memukai, dan menjadi sang juara. Jangan sampai ramdhon kita berlalu saja tanpa makna, kesan, dan pesona di hadapan Allah Azza Waja’la. Belum tentu ramodhon the next time and years kita masih diberi kesempatan menikmati indahnya romadhon.

Pastikan kita mendapat turnamen khatama al-quran paling banyak, turnamen pengampunan dosa, turnamen manusia yang di angkat kedudukan maupun deratjat, turnamen malam lailatul Qadar, turnamen tidak pernah meninggal shalat terawih dimesjid dan turnamen shadakoh terbaik dari Allah Azza Wajal’a bahkan  malaikat merasa senang, tersenyum dan geleng-geleng kepala saat mencatat kebaikan kita.

Regard

SimfonisTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kreasi Ramadhan


Butir-butiran kesyahduan bulan penuh berkah telah mendekati hari-hari kita, mari kita persiapkan dan sambut bulan penuh berkah ini dengan penuh keikhlasan dan berjanji untuk menyempurnakan keimanan. Dimana dibulan ramadhan semua hal yang diinginkan oleh hamba Allah, Insyallah akan Allah penuhi. Maka dari itu jangan pernah menyianyiakan waktu bulan Ramadhan dengan melakukan perbutaan maksiat dan hal-hal tak bermanfaat sehingga merugikan diri kita sendiri.

Ayooooo….siap bekal secara lahiraih dan rohaniah, karena dengan jasmani yang sehat dan tegap kita dapat menjalan bulan penuh pahala ini dengan maksimal dan banyak-banyaklah melakukan amalan yang disunnah oleh Rasullah Saw.

Hanya orang-orang  terpilih dan terbaiklah semangat menanti kehadiran bulan penuh lantunan ayat suci Al-quran. Jauhi segala resah yang bertahta dihati dengan zikir dibulan penuh kedamaian. sehingga di hari kemanangan nanti kita mendapat predikat orang memiliki pahala yang terbanyak, memiliki cinta dan lembara kehidupan yang penuh semangat.  untuk itu selamat menunaikan ibadah puasa. semoga kita semua dipertemukan dengan lailatu kadar Amin.

%d bloggers like this: