Benarkah Jokowi Haus Kekuasaan Dan Secara Resmi Mengkhianati Warga Jakarta


 

Bismillah…

sumber: islampos

sumber: islampos

Dimedia dan hasil survey sudah ramai membahas Jokowi merupakan presiden yang layak, pantas bahkan banyak diinginkan untuk memimpin Indonesia Lima Tahun kedepan. Padahal untuk memimpin Indonesia yang begitu luas dibutuhkan seorang pemimpin memiliki ide dan ketegasan sebab Indonesia sudah ditumpuki berbagai permasalahan mulai dari sector pemerintah hingga swasta, dari sector pertanian hingga sector perdagangan, dari sector pengganguran hingga sector pendidikan dan lebih bahaya lagi susahnya memutuskan matarantai korupsi diberbagai level kehidupan. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dibutuhkan pribadi yang melekat kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan  (capability) dengan kata lain Capres Indonesia di Era gelombang ketiga harus memiliki Pengetahuan, kemampuan dan pengalaman harus menjadi pertimbangan utama jika ingin memimpin indonesia bukan pemimpin yang hanya menyusung gaya kepemimpinan bulusukan dan populeritas semata.

Coba simak bagaimana ungkapan Bapak Reformasi (Amien Rais), yang begitu kritis dan pesimis dengan kepemimpinan Jokowi yang mempaparkan bahwa Jokowi menjadi besar dan hebat karena jokowi tidak ada prestasi intelektual dan karyanya yang monumental untuk bangsa ini.

Tetapi keinginan rakyat sepertinya sudah dijawab Jokowi dalam acara Reality Show (14 Maret 2014, Jam 23.00 Wib) di Indonesiar yang mengangkat tema Menuju RI 1. Dengan tegas Jokowi mengatakan bahwa saat ini, belum kepikiran untuk menjadi RI 1 karena saat ini memfokus pada kemancetan, banjir, Rumah susun, masalah Impor mobil Trans Jakarta yang merugikan Negara, monorer dan hal lain yang berkaitan dengan Jakarta. Kemudian Jokowi juga mengatakan bahwa masalah pencalon sebagai presiden cukup Jokowi dan Megawati yang mengetahui dan terakhir mengatakan untuk menuju RI 1 butuh proses yang panjang.

Berharap apa yang dilontarkan Jokowi diacara live tersebut tidak berubah, tetap pada komitmen awal ingin membenahi Jakarta l, dan benar-benar mengurus rakyat Jakarta yang hampir tiap hari disibukkan dengan kemacetan. Kemudian setiap tahunan mendapat musibah banjir. Jika menghitung masa kerja Jokowi untuk Jakarta sekitar 2 Tahun, tentu rakyat Jakarta tidak rela ditinggal begitu saja oleh Jokowi karena mereka mencoblos Jokowi karena janji-janji yang ditawarkan sedangkan janji politik tersebut baru beberapa persen diaplikasikan. Jangan tinggalkan Jakarta dengan permasalahan yang belum diselesaikan, jika suatu saat Jokowi maju menjadi Capres RI tentu dapat dimaknai HAUS DENGAN KEKUASAAN DAN SECARA RESMI JOKOWI MENGKHIANATI WARGA JAKARTA. Meskipun kontitusi memperbolehkan siapapun untuk maju menjadi Capres tetapi sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab moral karena sudah tanda tangani di depan wakil rakyat akan membenah Jakarta hingga tuntas dan seharusnya menyelesaikan permasalahan Jakarta dulu baru maju dengan jabatan yang lain. Seperti janji jokowi pada masyarakat Jakarta

Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)”.

Apakah benar Jokowi haus kekuasaan? Atau benar-benar ingin memajukan Indonesia dalam segala lini!!! Di sisi lain juga harus bijak melihat dengan majunya Jokowi nanti sebagai capres, mungkin ada  desakan dari rekan-rekannya yang haus dengan kekuasaan maupun kebebasan karena ketika Jokowi sudah menjadi presiden tentu relasi akan kebagian kue-kue politik mulai mendapat proyek, mudah mendapat izin mengeksplotasi perut bumi Indonesia hingga mendapat kursi menteri. Seperti data yang dikeluarkan oleh triomacan2000 bahwa dibelakang Jokowi ada banyak pengusaha-pengusaha yang bermasalah, rata-rata dibelakang Jokowi adalah etnis Tionghoa, dan  didukung oleh sebagian elit non muslim.

Lihat pula bagaimana analisa ustad Nandang Burhanudin melalui facebook yang sangat tajam (1) dibalik Jokowi adalah orang Freemason, Lions Club, Rotary, cukong Judi, mafia dan koruptur yang telah menggerus harta kekayaan negeri ini, dan (2) Jokowi bukan siapa-siapa, Kompas TV malah menyeroti kinerja Jokowi hampir tanpa kritik.

Bagi rakyat Indonesia diseluruh dunia, pilihlah presiden atas pengetahuan, kemampuan dan pengalaman tidak sebatas populeritas dibesarkan oleh media, hasil survey dan mengusung gaya kepemimpinan bulusukan. Kecerdasan memilih harus ditumbuhkan pada masyarakat menengah kebawah. Masih banyak anak bangsa Indonesia yang cerdas dari 230 Juta penduduk mampu membawa Indonesia menuju berubahan dengan strategi cerdas serta sangat penting menentukan kriteria siapa yg memimpin bangsa ini.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai ter-korupsi


Bismillah…

Teramat sering kita mendengar masyarakat yang mengatakan benci dan tidak suka dengan korupsi tapi perkataan mereka tidak sesuai dengan tindakan karena dalam kehidupan sehari-hari meraka tetap atau masih membela mati-matian bahkan hari-hari mereka sibuk membela partai yang ter-korupsi dengan berbagai cara, meraka begitu percaya diri menggunakan kostum partai terkorupsi diranah publik, lebih gergetan lagi meraka dengan lantang mengatakan partai diusung adalah paling bersih padahal menurut KPK Watch_RI yang mempaparkan data bahwa partai paling terkorup dari 2002-2014 seperti grafik dibawah, tapi sayang masyarakat belum mengetahui data valid tersebut.

 Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai korupsi

Bagi kita yang sudah mengetahui data tersebut, ada baik menyebar data keberbagai kalangan masyarakat agar pemilih tidak salah coblos atau salah mengusung caleg yang akan membawa Indonesia lebih maju, benar-benar mewakili apsirasi masyarakat, dan lucunya partai yang paling minim melakukan korupsi digemar-gembor habis oleh media serta masyarakat. Sedangkan partai terkorupsi tidak pernah dibedah oleh media, walaupun ada ditayangkan itu pun yang bagus-bagusnya aja. Dapat disimpulkan bahwa media tidak netral, secara media juga dikuasi oleh partai terkorupsi juga. Padahal media memiliki fungsi sangat mulia dan agung untuk mengawasi government.

Beberapa minggu lagi kita akan merayakan pesta demokrasi, maka dari itu coba simak data yang dikeluargkan oleh KPK Watch RI sebagai patokan maupun panduan bagi kita untuk memilih partai paling minim korupsi dan bisa mengajak kita pada kebaikan dunia maupun akhirat.

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami” (QS. As Sajdah:24).

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah” (QS. Al Anbiyaa’:73)

Jangan sampai kita memilih gara-gara mendapat amplop, wejengan dan serangan pajar belaka. Padahal ketika memilih orang yang bertipikal seperti itu ada ciri-ciri pemimpin hanya bisa memberi uang tapi minim ide. Bukankah pemimpin dizaman era teknologi dan era gelombang ketiga dibutuhkan pemimpin (caleg) kaya ide dan action nyata ditengah masyarakat.

Sedangkan action juga tidak hanya terlihat pada momentum tertentu tapi pilih partai atau caleg yang benar melayani. Lebih penting lagi adalah lihat trackrecord dari pemimpin tersebut apakah mereka pantas menjadi pemimpin, apakah mereka dekat dengan Tuhan mereka seperti dijelaskan dalam (QS. Al Maa’idah:51) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

 

 Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai korupsi

Jika tanggal 9 April 2014 anda masih memilih partai yang terkorupsi, itu bertanda anda tidak membenci korupsi melainkan mendukung korupsi. Jika kita masih mendukung partai tersebut itu bertanda kita tidak konsisten terhadap prinsip hidup. Bukankah dengan mengajak masyarakat dan tidak memilih partai terkorup adalah salah satu cara kita meminilisir kemungkaran di bumi Nusantara, senada dengan penjelasan (HR. Muslim) “Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tanggannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah.

Selamat memilih.    5 Menit memilih menentukan pelayanan 5 Tahun kedepan.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Mereka Selalu Kecewa dengan PKS


Bismillah…

meraka selalu kecewa dengan PKS

meraka selalu kecewa dengan PKS


Jika membaca opini di media cetak maupun elektronik hingga warung kopi, selalu tertampak rasa kekecewaan berlebihan, terkadang selalu ada kritik pedas terlontarkan bahkan lebih pedas dari cabe rawit, selalu ada sisi jelek menjadi materi untuk menjatuh partai berlandaskan dakwah. Atau mungkin karena tahun ini adalah tahun politik, jadi ditimbulkan rasa kecewaan agar citra suatu partai jatuh bak terjun payung…”begitu labelisasi terjadi pada partai-partai islam”.

Sebaik apapun kegiatan dilakukan, sehebat apapun peran para kader partai islam berkontribusi bagi masyarakat, secantik apapun akhlak yang ditunjukkan akan selalu hater melihat dengan kacamata negative, bahkan tercetus pula bahwa apapun diprogramkan hanya sebatas pencitraan dan tak bermanfaat…”Beginilah rival hatinya dipenuh agenda-agenda dunia belaka”.

Bagi kader dakwah, cacian dilontarkan dan ditusukkan tak akan pernah mengendor niat baik mereka, untuk berkontribusi ditengah masyarakat. Walaupun kontribusi belum besar dan tak terlihat hasilnya. Bahkan meraka tak butuh penilian kalian, hanya ingin dipuji oleh Allah dengan ditumbuhnya rasa cinta untuk mendekat padaNya serta selalu cinta berkontribusi nyata bukan berkontribusi sebatas retorika…”Betapa Banyak Meraka Berkontribusi Secara Retorika Belaka

Sejarah telah mengajari mereka, bahwa niat baik yang terdapat unsur agama pasti akan ditentang. Baik pihak mengakui beragama maupun tidak. Melalu sejarah pula menyakini mereka bahwa orang-orang berkontribusi ikhlas dengan tengah masyarakat atas pondasi dakwah akan meraih kemenangan penuh kebahagian.

Meskipun kalian kecewa dan beranggapan kegiatan dilakukan selama ini hanya kesia-siaan belaka. Itu semua adalah cambuk bagi mereka untuk selalu berkontribusi dengan cerdas keinovatifsan.

Herannya… !!! kebencian dan kecewaan cenderung berlaku pada partai berlambang islam saja. Sedangkan dengan partai-partai lain sangat jarang ada kata kekecewaan walaupun partai merah, kuning, biru, maupun putih memiliki kebobokbrokan nyata ditengah masyarakat. Atau kekecewaan ditunjukkin merupakan rasa cinta yang berlebih tak pernah berani diungkapkan??? Karena terlanjur beranggapan jelek sebelum mengenal lebih dalam…!!! Sebaik kenali dahulu baru memberi kritik…”bukan itu lebih bijak dan adil”.

Perlu pula ia Tanya pada kalian yang kecewa!!! Sesungguhnya kalian menginginkan parta dakwah ini seperti apa? Apakah  kalian menginginkan kami duduk manis tak perlu ikut serta dengan siyashi (Politik, apakah kalin menginginkan kami berpanggu tangan sajan pernah berkontribusi ditengah masyarakat? Atau kalian berkeinginan kami cukup memperhatikan agama saja?

Jika itu kalian ingin, maaf mereka tak bisa!!! Karena menyakini setiap manusia dilahirkan ke bumi memiliki peran sama segala sisi. Bahkan Negara kita mengatur dan memberi hak yang sama pada rakyatnya untuk berkontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat itu jelas tertera dalam Undang-Undang dan pancasila.

Bagi kalian masih ada kekecewaan, perlu Tanya pada kalian? Apakah kontribusi nyata kalian berikan untuk Negara dan umat. Jangan-jangan kontribusi kalian hanya sebatas kritik dan kekecewaan tiada akhir. Jangan-jangan hanya bisa menebar fitnah dan hanya bisa tertawa-tawa padahal kita diberi amanah yang sama oleh Allah maupun Negara…”sebelum kekecewaan dan mengkritik mari mempertanyakan peran kita apa telah dilakukan ditengah masyarakat”.

Maaf kami tetap setia dengan partai berlandaskan dakwah, walaupun gelombang kritik, cemooh dan kekecewaan semakin berfluktuatif. Biarlah kami memaknai kekecewaan tersebut sebagai hal wajar dalam era berdemokrasi…”kekecewaan menginspirasi  bukan kecemasan”. Moga kritik dan kekecewaan menumbuh bunga-bunga kedamaian dalam hati kami.

Pesan cinta bagi siapapun yang membaca tulisan cinta ini!!! Kualitas orang bisa dilihat dari cara bersikap, berpikir dan mengambil kesimpulan…”Sedap”.

Ah sudahlah, faktanya :
Kader mereka cerdas-cerdas, wawasannya luas, gak katrok apalagi ndeso, keluarganya juga SAMARA (insya allah), memikirkan pentingnya ekonmi, ramah minta ampun, hiperaktif di kegiatan sosial.

“dikutip dari AMD” DENGAN SEGALA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN PKS bahwa

saya tetap merekomendasikan bagi mahasiswa yang igin banyak belajar u/ gabug aja. Tapi, kalau anda menemukan yg lebih OK, gak papa, itu hak anda. PKS gak bakalan menghalangi kok.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Tanya Kenapa: Rata-rata Celeg Pensiunan PNS!!!


Bismillah…

Tanya Kenapa: Rata-rata Celeg Pensiunan PNS!!!

Tanya Kenapa: Rata-rata Celeg Pensiunan PNS!!!

Sebentar lagi Republik Indonesia akan menyelenggarakan pentas Demokrasi yang ke tiga setelah tumpangkan rezim Orde Baru. Tentunya pentas demokrasi akan dimeriahkan calon anggota dewan dengan berbagai factor pendidikan, berbagai profesi, dan berbagai tujuan.

Partai yang lolos verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum pusat hanya 10 Partai Politik dari sekian banyaknya partai politik di Indonesia. Bahkan pentas demokrasi tidak hanya dibanjari caleg, namun juga dibanjir baliho dengan ukuran luar biasa dengan tujuan untuk mengenal caleg pada masyarakat. Sedangkan disisi lain tujuan para caleg tersebut merusak keindahan public karena penempatan baliho tidak beraturan sehingga public dirugikan.

Tiba-tiba saat duduk membaca buku tentang dasar politik teringat dengan salah satu baliho tertampang dijalan raya begitu woowww dan rata-rata gambar baliho tersebut pensiunan PNS sangat jarang menemui baliho politisi Muda.

Tentunya bertanya dengan sendiri kenapa rata-rata baliho ditemui dijalan dan caleg ditanah kelahiran pensiunan Pegawai Negeri Sipil? apakah dikota lain juga seperti itu? Jangan-jangan diseluruh Tanah Air Indonesia Rata-rata celeg pensiunan?

Kemudian yang menjadi pertanyaan kita semua, apakah mereka benar-benar ingin menyuarakan suara rakyat atau tak tahu mau mengerja apalagi setelah pensiuanan atau merupakan lahan empuk untuk mengais rezki, atau tak ada lagi generasi muda yang tertarik dengan politik karena lebih tertarik menjadi Enterpreneur maupun Pegawai Negeri Sipil, atau partai tertentu mengingikan caleg pensiunan Pegawai Negeri Sipil, atau partai politik kekurangan kader sehingga mengambil jalan pintas, atau para pensiunan punya modal besar untuk berpesta demokrasi dibanding anak muda,  atau anak muda belum dipercayai untuk maju,!!

padahal kerja wakil rakyat lebih banyak rapat, kunjungan daerah baik siang maupun malam. padahal kita tahu usia pensiunan di atas lima puluh lebih. jika melihat usia mereka apakah bisa mereka bekerja produktif dan storange??? Dan takutnya ketika mereka terpelih susah menyesuaikan diri untuk berkerja lebih gesit sebab selama ini kita tahu bagaimana cara kerja pegawai Negeri sipil…”Senyum-senyum penuh tandatanya”.

Emang undang-undang pemilu memberi kesempatan pada Rakyat untuk mengikuti pentas demokrasi, akan lebih elok para caleg berusia lanjut berada dimesjid waeee, bukannya meragu kredilitas maupun kapitas dari caleg Pensiunan tapi masih meragukan tujuan mereka terjun kedunia politik hanya sebatas sensasi doank^__^ dan sebaik para caleg tua-tua memberi jalan maupun doa bagi anak muda untuk maju agar mereka menujukkan identitas pada publik….

Ya, kita kembalikan kesemua pada public mereka ingin memilih siapa? Pilihan yang mereka pilih tentunya akan memberi pengaruh signifikan terhadap Indonesia maupun daerah mereka masing-masing.

Note: “Ini hanya sebatas pendapat, basic analysis dan semoga bermanfaat bagi pembaca yang sedang merenung nanti sebaiknya memilih siapa….^__^

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Banyak pemimpin besar yang lahir atau tampil menjelang kampanye


Bismillah….

Banyak pemimpin besar yang lahir atau tampil menjelang kampanye

Banyak pemimpin besar yang lahir atau tampil menjelang kampanye

Ketika menelusuri jalan protocol baik ditanah kelahiran maupun diperantuan banyak menemui baliho atau spanduk para caleg dengan slogan yang sangat cantik dan rata-rata slogan selalu pro rakyat serta menuju perubahan…”Ya semoga kepilih nanti benar-benar pro rakyat dan memberi resolusi perubahan bagi masyarakat, jangan hanya sebatas janji semata dan rata-rata sudah di kursi kekuasaan semua janji dilupakan”. Bukannya pesimis ataupun meragukan janji tersebut pada kenyataan banyak mereka yang lupa diri saat berada dalam kekuasaan.

Apalagi tahu ini atau sebentar lagi tahun politik (red:2014) maka tak heran kita akan menemui para pemimpin dadakan istilah kerennya pemimpin lahir saat kampanye. Jika dilihat dari track record (profil) seperti belum memiliki gaung ditengah masyarakt.

Bagi saya sebagai akademis trackrecord caleg sangat penting karena disana melihat bagaimana jalan kehidupan caleg tersebut. Apa yang pernah dilakukan selama ini bagi masyarakat, kemudian karya apa saja pernah diukir bagi diri sendiri maupun lingkungan.

Biarlah mereka sibuk menjadi caleg dan biarlah jiwa ini sibuk sebagai akademis (shoclar) semoga kesibukan mendedikasi sebagai ilmuan maupun pengamat memberi keberkahaan serta suatu saat berharap bisa dijadikan staf ahli….”Allahuma amin, hooooooo”. (Mimpi lagiiiiiiiiiiiiiiiiii)

Dikampung saya sendiri mendengar ada beberapa yang mencalonkan diri baik angkatan muda maupun tua. Sayang kesemua caleg tersebut tak mendengar gaung dalam organisasi apapun, tak pernah melihat mereka memberi kontribusi nyata kecuali pintar berbicara saja, rata-rata caleg dikampung adalah pensiunan PNS dan kader loncatan. Mereka tidak didik menjadi kader dari Nol melainkan lahir sebagai kader saat panggung politik sedang euporia.

Coba membayangkan jika nanti mereka terpilih, apa mungkin meraka bisa menjalurkan aspirasi rakyat, apakah mungkin meraka mempunyai jiwa leadership, apa mungkin bisa mengambil atau membuat keputusan (decision making) yang pro rakyat.

Takut saya para pemimpin yang lahir secara instantan tak memiliki integritas, takut saya para pemimpin yang lahir dadakan akan memihak atau mengkaya diri sendiri. Dimana kita tahu untuk menjadi caleg harus memiliki modal luar biasa.

Bagi kita sebagai pemilih, Yuukkk memilih mereka yang benar-benar memiliki jiwa integritas, jiwa leadership, jiwa akademiki, jiwa social dan terpenting jiwa agamais jangan dilupakan jua.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ngeri sedap-ngeri sedap kalimat politisi


 

Ternyata tidak hanya selebritis dan masyakarat umum saja yang memiliki kalimat unik yang sering dilontarkan. Dimana sekarang ada beberapa politisi memiliki ungkap unik sehingga kalimat tersebut sering digunakan pula oleh masyarakat kalangan bawa. Maka benarlah kata pepatah hendaklah untuk menyampai kalimat indah dan santun. Nah berikut ini ada beberapa politis memiliki ungkap unik hooo….^__^ ini mungkin bisa dipakai entitas atau brand tersendiri

 

Versi Politisi

Ngeri-ngeri sedap itu barang….”__*

Yang mulia saya tidak pernah bertemu

Tidak tahu yang mulia

Saya lupa yang mulia

Saya tidak di beri tahu

Ketua besar

Bos besar

Apel washiton

Apel malang

Pembina kami yang sangat santun

Banggalah pada beliau

Cicak dan buaya

Main itu barang

Versi artis

No coment

Asyik-asyik-asyik

Ada dech

Sesuatu banget

 

Mungkin masih ada lagi jargon unik para artis atau politis namun yang masih on/update dikalangan masyarakat di tahun 2011 dan 2012 seperti kata-kata diatas. Menurut penilaian penulis kalimat sangat unik yaitu “ngeri-ngeri sedap itu barang”. Setuju atau setuju para pembaca dengan perspektif penulis…”semoga setuju” wkwkwkwkwk ngeri-ngeri sedap itu barang hohohohoooooooooooo ^__^

Tetapi ada beberapa tangkapan rakyat Indonesia sangat ngeri-ngeri sedap pula. Berikut tanggapan sedap masyarakat…

–          Kalau pejabat banyak lupa kenapa masih jadi pejabat, takutnya semua pekerjaan yang akan dilakukan sudah lupa….ckkkkk ngeri-ngeri sedap itu barang hooooo

–          Jika tidak tahu apa yang diketahui  jangan-jangan hanya mengetahui kekuasaan sedangkan  kejujuran gak kenal tuuuuhhhhhhhh wkwkkkk

–          Yang mulia benar saya tidak benar ketemu rakyat tapi ketemu penguasa-penguasa sering yang mulia…….ciaaaaaaaaahhhhhh makin ngaco dech

–          Yang mulia saya tidak pernah dikasih tahu tentang kasus tersebut tapi benar yang mulia saya dikasih tahu untuk berbohong….”main itu barang hiiiiiiiii”

–          Asyik-asyik-asyik sekarang dagangan gw laris oleh pejabat terutama apel washiton dan apel malang….”jadi perlu buka lapak baru lagi nich buat jual buah yang lain” hhheeemmmm

Wah cukup aja dach komentar ajaib masyarakat indonesia takutnya makin ngeri-ngeri sedap Negara ini gara-gara banyak yang tidak tahu dan tidak diberi tahu….

Dunia tertawa dan indonesia menangis


Hari ini dunia tertawa

Melihat para politikus Indonesia

Teriak-teriak, menggeluarkan kata yang tak perestetika

Apakah ini dinamakan politik demokrasi?

Wakil rakyat boleh mengangkat kaki diatas meja seperti binatang

Apakah ini rakyat Indonesia kagumi dengan politik demokrasi?

Wakil rakyat berlari-lari kepodium dan dorongan persis antrian BLT

Instruksi-instruksi seperti  Taman kanak-kanak

Menghuyat semua Gue tanpa tata karma

Hari ini Indonesia menanggis, sedih dan kecewa

Menonton dan melihat  wakil rakyat yang percayai selama ini

Yang menjunjungi tinggi kepentingan rakyat dan Negara

Sebagai wakil rakyat yang kritis

Sebagai penggayumi anak-anak Indonesia

gerbang perabadan  madani

tapi apa, tapi apa, hari ini…

sifat binatang politikus Indonesia keluar meraung sekuat-kuat mungkin

seakan-akan di terminal

seakan-akan ruang tahanan

seakan-akan Rimba

kepercayaan rakyat indoseia

pudar,,,

luluh,,,

bahkan musnah

karena politikus tak mampu mengendalikan emosi dengan cinta dan kedamaian

Dimana mereka letakkan iman mereka?

Dimana mereka letakkan kesabaran mereka?

Dimana mereka letakkan kebersamaan mereka untuk Indonesia?

Hanya beda warna dan pendapat

Iman, kesabaran dan kebersamaan ?

Hilang begitu saja….

%d bloggers like this: