Yang Datang Kader PDIP bukan kader PKS


yang datang kader PDIP bukan kader PKSPerjalanan yang harus ditempuh untuk bersilaturahmi dengan teman lama sekitar setengah jam  dan  laju kecepatan motor dibawa 40/jam. Ini termasuk kecapatan rata-rata bagi wanita dan rendah bagi para laki-laki. Mumpung masih dikampung sebelum balik kekota yang penuh dengan individualisme, untuk itu menyempatkan diri untuk berkunjung. Cuaca pun mendukung perjalanan ini, yang biasanya jam segini (10.00 wib) masih kerasa dingin dan kabut pun tak begitu tampak tebal di bukit-bukit barisan yang mengelilingi kota sakti. Begini lah tinggal daerah pergunungan tertinggi di sumatra teramat sering merasakan cuaca dingin dibanding cuaca panas.

Tidak heran orang-orang tinggal daerah pergunungan kebanyakan berkulit bersih dan keseringan menggunakan baju tebal.  Dalam perjalanan ditemani pemandang indah, tidak ditemui ditengah perkotaan. Ini lah karakter desa selalu menyuguhi keindahn penuh ketakjuban, terkadang pesona alam mengerak hati untuk berzikir. Betapa dunia ini penuh dengan keindahan dan perlu disyukuri dengan menjaga kelestarian alam. Sayangnya, masih ada manusia yang tidak mau merawat jagat raya dengan estetika humanis. Padahal bila alam sudah rusak yang dirugikan tetap manusia karena manusia membutuhkan alam. Tanpa alam, manusia mungkin sudah kelaparan, susah untuk bertahan hidup dan harus membeli oksigen. Pada akhirnya manusia menjadi tidak seimbang dalam kehidupan karena hampir seluruh kebutuhan manusia berasal dari alam.

Tak terasa keterpesonaan pada alam kerasa menyingkatkan waktu dilalui. Meskipun di jalanan sempat kena macet sebentar, dikarenakan adanya pasar tumbah (pasar kaget). Bicara pasar kaget! Teringat dengan pasar kaget di sekitar Universitas Padjajaran (PAUN= pasar unpad), Universitas Gadjah Mada (Sunmor= Sunday Morning), sekitar gedung sate Bandung (Gasibu) dan area pekantoran gubenuran kota Jambi (Titik Nol kota Jambi). Biasanya sebagai anak kuliah dan kosan sangat menunggu momentum pasar kaget, saatnya hunting kuliner yang maknyoosss. Apalagi lagi ketika masih di jawa sangat menunggu pasar kaget dan sampai nanyain satu-satu persatu teman kosan yang mau kepasar kaget. Bilamana kepasar kaget secara rama-rame ada nuansa berbeda dibanding berjalan sendirian.

Silaturahmi adalah ajang mengingat kembali kisah klasik masa lalu, apalagi yang dikunjungi adalah teman lama sudah jarang bertatap muka. Meskipun dalam conection (sosial media, bbm, wa) selalu berkomunikasi. Seolah-olah berkomunikasi melalui jaringan tidak seindah, seheboh, seromatis dan segila saat bertatap muka. Seperti dirasakan saat silaturahmi dengan teman-teman lama dalam lingkaran ukhuwah. Berbagai cerita diutas, dari basa-basi hingga garing.  Terkadang tawa pun lepas tanpa ada sungkam, seolah-olah kedengar tawa orang rame padahal hanya beberapa biji akhwat. Mumpung masih zona akhwat jadi tidak perlu menahan ketawa apalagi sampe malu-maluin. waktu pun tidak terasa sehingga suara azan zuhur berkumandang dari mesjid, makanan maupun minuman pun lahap tanpa terasa hingga tetes terakhir dan terkadang diselingi suasana sunyi untuk melanjut tema pembicaraan.

Kenapa silaturahmi ini begitu garing? Dimana teman yang dikunjungi adalah teman yang sudah mengenap setengah dien setahun yang lalu, semoga selalu dibumbui nuansa cinta, rindu, sayang dan dicurahkan rahmaat bagi mereka dari pemilik kehidupan. Kebetulan jodoh nya orang yang dikenal. Ingin mendengar secara langsung bagaimana pertemuan laki-laki tersebut yang telah menjadi teman yang halal dalam suka maupun duka. Insya Allah jika dipercayai oleh Allah, dipermudahkan akan menjadi ibu muda dan siap melahirkan maupun mendidik generasi penerus dakwah dengan cinta serta dilengkapi tuntunan islam. Aamiin.

Uniknya dalam ngombrol tanpa kesudahan itu, akhirnya terlontar jua pertanyaan yang lumrah ditanya siapapun. Emang kenal dimana, si abangnya? Padahal dulu pernah berkeinginan mendapat pasangan hidup dari kader PKS? Kok sekarang berbeda!!! Secara diplomatis, calon ibu muda menjawab bahwasanya semua sudah Allah yang mengaturkan dan akhirnya bertemu dengan abang ini. Jawaban diplomatis tersebut pada dasarnya sangat benar, tidak bisa di elak, jika sudah jodoh datang maka semua kriteri-kriteria yang diinginkan akan hilang begitu saja.

Tanpa sadar akhwat yang menemani bersilaturahmi menyaut, “Lah kalau kader PKS tidak berani dan tidak pernah muncul” untuk mengajak serius sedangkan secara gentelment ada kader PDIP datang mengutarakan niat baik, mau tidak mau harus di terima. Apalagi sudah sering ditanya lingkungan, orang tua dan usia sudah matang maka seharusnya melangkah kesana. Sebenarnya pernyataan tersebut itu benar adanya.

Selama ini banyak akhwat ingin menikah dengan kader PKS, tapi kebanyakan kader PKS nyalinya masih ciut, tidak tahu entah dimana keberadaannya, mungkin sedang mempersiapkan bekal untuk kesana dan tidak tahu kalau akhwat PKS sudah dinikahi oleh kader lain. Seperti kisah dari calon ibu muda ini, sudah mengutarakan pada mama nya ingin mendapat pasangan dari kader PKS, orangtuanya menantang untuk membawa kader PKS kerumah untuk dikenalkan pada keluarga, ada yang datang tapi ketika bertamu kerumah akhwat diam seribu bahasa, akhirnya orangtuanya jadi negative thinking.

Suatu saat datanglah laki-laki bukan kader PKS dengan ramah, secara terus menerus ngombrol (ambil hati orang tua tersebut), sehingga meluluhkan hati bunda akhwat dan orangtua akhwat secara langsung meminta pada kader partai lain untuk menikahi anaknya. Calon ibu muda tersebut masih sempat protes, menolak keinginan orangtua dan masih tetap ingin kader PKS.

Apa yang membuat diri mu menolak lamaran laki-laki ini. Padahal selama ini engkau mencari yang paham agama, pendidikan dan ini sudah ada didepan mata dari pada menunggu yang tidak jelas. Atau gara-gara dia bukan kader PKS!!!. Bahkan  selama ini sudah memberi waktu, sudah mengatakan pada murabbi mu untuk membawa ikhwah PKS kerumah dan para ustazah-ustazah hanya menanya kapan sedangkan tidak pernah memberi solusi. Itu pernyataan tegas orangtua akhwat tersebut!!! Mendengar penjelasan ibu muda yang sedang hamil 4bulan tersebut, termenung semari tersenyum-senyum. Bahwasanya penjelasan dari mama sangat benar dan sudah memberi waktu tapi tak kunjung datang.

Bila meninjau perspektif islam bahwa orang-orang yang dilarang dinikahi sebenarnya tidak ada point bahwasanya dilarang menikah beda partai yang terpenting satu akidah, tidak satu persusuan, dan tidak mushoharoh.  Mari kita melihat  laki-laki yang dilarang dinikahi antara lain

  1. Laki-laki yang haram dinikahi karena nasab (keluarga)

Laki-laki yang haram dinikahi dari nasab adalah yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat An-Nur 31:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka,…”.

Ayah (Bapak-Bapak),  Anak Laki-Laki, ). Saudara Laki-Laki, Baik Sekandung, Sebapak Atau Seibu Saja, Anak Laki-Laki Saudara (Keponakan) dan Paman, Baik dari bapa atau pun dari ibu.

  1. Laki-laki yang haram dinikahi karena persusuan. … Juga ibu-ibumu yang menyusui kamu serta saudara perempuan sepersusuan …” (QS. An-Nisa’ : 23). Bapak persusuan (Suami ibu susu), Anak laki-laki dari ibu susu, Saudara laki-laki sepersusuan, baik kandung maupun sebapak, atau seibu dulu. Keponakan sepersusuan (anak saudara persusuan), bail persusuan laki-laki atau perempuan, juga keturuanan mereka. Paman persusuan (Saudara laki-laki bapak atau ibu susu)
  2. Laki-laki yang haram dinikahi karena mushoharoh. Siapakah laki-laki yang haram dinikahi wanita dari sebab mushoharoh yaitu Suami, Anak Tiri (Anak Suami Dari Istri Lain), Ayah Mertua (Ayah Suami), Ayah Tiri (Suami Ibu Tapi Bukan Bapak Kandungnya), Menantu Laki-Laki (Suami putri kandung)
  3. Sebab diharamkan sementara diantaranya: (1) Laki-laki yang sedang ihrom. tidak boleh bagi laki-laki yang sedang ihrom untuk melakukan akad nikah dengan seorang wanita sedangkan dia masih berihrom, (2) Laki-Laki kafir. Tidak halal laki-laki kafir menikahi wanita muslimah, dan (3) Haram bagi budak laki-laki untuk mengawini tuan perempuannya

Selama ini kenapa banyak akhwat PKS ingin dinikahi dari kader yang sama. Kemungkinan karena sama-sama dibina  dalam lingkaran ukhuwah dalam rangka memahami pemahaman agama, merasa nyaman berinteraksi, pola pemikiran sudah hampir serupa, tujuan hidup ada kesamaan, banyak beranggapan kader PKS rata-rata humble, berpendidikan, sabar, tidak merokok, ingin mengikuti jejak teman-teman yang lain dan ingin memiliki imam yang paham dengan agama sehingga bisa menjadi panutan. Bukan berarti kader partai lain tidak seperti itu. Atau bisa jadi selama ini otak sudah ter-setting bahwa harus menikah satu pergerakan, bisa jadi bukan!!!

Bila memandang dari sisi positif, ada point hikmah ketika kader PKS menikahi kader lain. Bisa  dijadikan lahan dakwah, mengajak untuk mengenal pergerakan PKS, dan manambah anggota baru PKS. Namun nyatanya ketika kader PKS menikah dengan pergerakan lainnya malah terwarnai bukan mewarnai. Misalnya jarang berkumpul lagi dilingkaran ukhuwah dengan alasan sibuk atau alasan lainnya, mulai cobot kaos kaki dan lama-lama kerudung yang panjang tinggal seperempat. Bisa jadi itu alasan utama karena takut terwarnai. Padahal proses menjadi wanita berkerudung panjang tidaklah gampang perlu pertimbangan disana-sini, apalagi sempat dapat tantangan dari orangtua maupun lingkungan dan untuk mendapat hidayah itu tidak semudah dikatakan.

Pada akhirnya, silaturahmi dengan calon ibu muda tersebut mengantarkan penulis untuk menulis artikel ini. Tentunya bagi pembaca paham makna dari tulisan ini, bukan maksud menyentil tetapi memberi kesadaran atau open your mind bagi ikhwah. Berani bersilaturahmi dengan orang tua akhwat. Ketika sudah silaturahmi ambil hati dan luluh kan hati ibu nya. Jangan ketika silaturahmi malah diam seribu bahasa. Insya allah itu mempermudah langkah untuk mengambil hati si putri nya seperti kisah diatas. Apalagi rata-rata akhwat sangat tidak tega untuk membantah dan mau mengikuti keinginan orangtuanya terutama ibu.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

PKS itu Licik


Bismillah…

AlhaninPhotografer

AlhaninPhotografer

Pernah terjebak ke dalam kebaikan? Yah, saya adalah  bukti yang masih hidup. Masa itu saya alami ketika saya masih menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri di Solo yang kala itu saya mengikuti Liqa Tarbiyah. Ya, dahulu saya adalah seorang wanita tomboy dan  membenci yang namanya rok. Walaupun sudah berjilbab sejak SMA. Ya, saya mengikuti pembinaan itu.

Pembinaan yang dilakukan itu bukan meraup massa sebanyak mungkin.. Target utama ‘Para Kanda Sejati’ adalah bagaimana orang-orang yang tak kenal agama menjadi kenal agama. Yang sekedar tahu menjadi paham. Sekali lagi, bukan pengumpulan massa, apalagi pengumpulan massa partai.

Ketika sudah bergabung di dalamnya, ada suatu kajian yang dibahas baik kelompok kecil maupun kelompok besar. Ada yang memutuskan untuk bergabung dengan partai, dan ada yang tidak mau bergabung, alias hanya simpatisan. Yang terpenting dari semua itu.. satu tujuan tercapai. Menjadikan yang tidak kenal agama menjadi kenal agama. Salah satu yang diajarkan adalah Bagaimana cara berinteraksi dengan lawan jenis, beribadah kepada Allah SWT dengan baik, berbakti kepada orang tua, dan masih banyak lagi..

Jika ada yang bertanya, kenapa mau-maunya anak-anak muda ini terjun ke partai politik yang konon kata banyak orang politik itu kotor. Dan mau-maunya terjun di dunia seperti itu tanpa embel-embel rupiah. Jawaban dari pribadi saya sendiri “Itulah kerja dari usul konkret kita, seorang tenang yang menentang kemenangan oleh pedang”.

Menentang kebijakan-kebijakan negara yang menghancurkan secara perlahan Syariat Islam. Fashion, fun, food yang telah menjalar di negeri yang kebanyakan muslim ini. Menjadikan perang pemikiran di otak-otak manusianya. Yang buruk menjadi baik, yang baik menjadi buruk. Ya, pemahaman kebaikan dan keburukan menjadi salah kaprah. Mengaku Islam tetapi tidak mengetahui sebenarnya apa itu Islam. Mengaku Islam, tetapi akhlaknya masih belum mencerminkan seorang muslim

Teringat seseorang wanita santun nan tegar yang berpesan kepada kita-kita yang masih culun-culun saat itu, bahwasanya “Ketika kita memfigurkan seseorang dalam jamaah ini, maka tunggulah kehancuran jamaah ini”.

Tujuan dari pembinaan ini bukanlah PARTAI, jadi ketika partai dakwah ini hancur, maka PEMBINAAN masih akan tetap berlangsung…

Jadi, kenapa saya masih setia dengan PKS? Karena saya tahu Partai ini adalah partai perjuangan yang dihusung kader-kader yang tidak bermodal rupiah dan tidak bermata rupiah. Semboyan kami sesuai dengan Al Quran ““Dan berjihadlah kamu dengan harta dan jiwamu di jalan Allah” (At Taubah:41)”.  Orang-orang yang berada di dalamnya pun tidak semuanya baik dan tidak semuanya seperti yang engkau sangkakan baik. Namun, kita masih akan terus belajar bagaimana mengemban amanah-amanah yang membuat beban ini semakin berat. Ya, kami tak berdoa untuk mengecilkan beban yang ditangguhkan kepada kami, tapi kami senantiasa berdoa agar Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa mengokohkan punggung ini untuk memikul beban amanah dakwah ini.

Perintah berjihad dengan harta selalu bergandengan dengan perintah berjihad dengan jiwa, bahkan perintah berjihad dengan harta selalu didahulukan kecuali pada satu tempat. Ini menunjukkan bahwasanya jihad dengan harta lebih ditekankan dari jihad dengan jiwa. Dan tidak diragukan lagi bahwa jihad dengan harta adalah salah satu jihad sebagaimana sabda Rasulullah shalallhu alaihi wasallam: “Barang siapa yang membantu persiapan orang yang akan berjihad maka ia berjihad”. Maka wajib berjihad dengan harta atas orang yang tidak mampu berangkat perang sebagaimana juga wajib atas yang berangkat jihad (bila mampu). Karena tidak sempurna jihad dengan badan kecuali dengan mengorbankan harta. Tidak akan ada pertolongan dari Allah kecuali dengan adanya jumlah orang yang cukup dan perbekalan yang cukup. Apabila seseorang tidak mampu memperbanyak jumlah orang maka ia wajib memperbanyak harta dan perbekalan mujahidin. Apabila wajib haji dengan harta atas orang yang tidak mampu melakukannya dengan badan maka berjihad dengan harta atas orang yang tidak mampu dengan badan lebih wajib lagi” (Zaadul Ma’ad:3/475-476)

Ya, saya orang PKS. Kalau dulu saya malu-malu menampakkan diri bahwa saya seorang PKS. Malu kepada adik-adik kelas karena masih ingin beridealisme sebagai mahasiswa yang culun akan partai. Tapi sekarang saya mengakui bahwa saya adalah seorang kader PKS. Semoga Allah memberikan punggung yang kuat untuk kader-kader yang mengemban amanah. Doakan teman.

Sumber: dakwatuna.com (Hana Hasanah)

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai ter-korupsi


Bismillah…

Teramat sering kita mendengar masyarakat yang mengatakan benci dan tidak suka dengan korupsi tapi perkataan mereka tidak sesuai dengan tindakan karena dalam kehidupan sehari-hari meraka tetap atau masih membela mati-matian bahkan hari-hari mereka sibuk membela partai yang ter-korupsi dengan berbagai cara, meraka begitu percaya diri menggunakan kostum partai terkorupsi diranah publik, lebih gergetan lagi meraka dengan lantang mengatakan partai diusung adalah paling bersih padahal menurut KPK Watch_RI yang mempaparkan data bahwa partai paling terkorup dari 2002-2014 seperti grafik dibawah, tapi sayang masyarakat belum mengetahui data valid tersebut.

 Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai korupsi

Bagi kita yang sudah mengetahui data tersebut, ada baik menyebar data keberbagai kalangan masyarakat agar pemilih tidak salah coblos atau salah mengusung caleg yang akan membawa Indonesia lebih maju, benar-benar mewakili apsirasi masyarakat, dan lucunya partai yang paling minim melakukan korupsi digemar-gembor habis oleh media serta masyarakat. Sedangkan partai terkorupsi tidak pernah dibedah oleh media, walaupun ada ditayangkan itu pun yang bagus-bagusnya aja. Dapat disimpulkan bahwa media tidak netral, secara media juga dikuasi oleh partai terkorupsi juga. Padahal media memiliki fungsi sangat mulia dan agung untuk mengawasi government.

Beberapa minggu lagi kita akan merayakan pesta demokrasi, maka dari itu coba simak data yang dikeluargkan oleh KPK Watch RI sebagai patokan maupun panduan bagi kita untuk memilih partai paling minim korupsi dan bisa mengajak kita pada kebaikan dunia maupun akhirat.

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami” (QS. As Sajdah:24).

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah” (QS. Al Anbiyaa’:73)

Jangan sampai kita memilih gara-gara mendapat amplop, wejengan dan serangan pajar belaka. Padahal ketika memilih orang yang bertipikal seperti itu ada ciri-ciri pemimpin hanya bisa memberi uang tapi minim ide. Bukankah pemimpin dizaman era teknologi dan era gelombang ketiga dibutuhkan pemimpin (caleg) kaya ide dan action nyata ditengah masyarakat.

Sedangkan action juga tidak hanya terlihat pada momentum tertentu tapi pilih partai atau caleg yang benar melayani. Lebih penting lagi adalah lihat trackrecord dari pemimpin tersebut apakah mereka pantas menjadi pemimpin, apakah mereka dekat dengan Tuhan mereka seperti dijelaskan dalam (QS. Al Maa’idah:51) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

 

 Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai korupsi

Jika tanggal 9 April 2014 anda masih memilih partai yang terkorupsi, itu bertanda anda tidak membenci korupsi melainkan mendukung korupsi. Jika kita masih mendukung partai tersebut itu bertanda kita tidak konsisten terhadap prinsip hidup. Bukankah dengan mengajak masyarakat dan tidak memilih partai terkorup adalah salah satu cara kita meminilisir kemungkaran di bumi Nusantara, senada dengan penjelasan (HR. Muslim) “Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tanggannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah.

Selamat memilih.    5 Menit memilih menentukan pelayanan 5 Tahun kedepan.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

PKS melayani seakan-akan ancaman bagi yang lain


Bismillah…

Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan (QS. Al A’raaf: 181)

PKS melayani seakan-akan ancaman bagi yang lain

PKS melayani seakan-akan ancaman bagi yang lain

Sejak dahulu hingga sekarang (PK menuju PKS) partai berlandaskan dakwah tetap istiqomah untuk melayani, melayani tidak hanya terjadi bencana bahkan melayani segala sisi, realitas dan fakta mengatakan seperti itu bahkan masyarakat menikmati dengan keanggunan pelayani yang disodorkan. Melayani tidak hanya pada meraka beraga,a islam bahkan yang non islam juga ditolong, melayani tidak hanya untuk golongan tertentu tetapi seluruh masyarakat menyambut dengan senyuman. Saat PKS tetap setia melayani ada saja-saja pihak tidak menyukai bahkan sampai-sampai tuduhan bahwa PKS melayani hanya sebatas pencitraan atau riya.

Ketika PKS melayani yang aneh para hater berkoar-koar dengan kritikan, berkoar-koar ditwitter, dan menebar cacian dengan bervarian. Padahal ada beberapa LSM atau organisasi juga menggunakan identitas ketika melayani tetapi kenapa yang diserang hanya PKS aja!!! Ketika orang merasa terancam dengan kehadiran PKS itu bertanda bahwa PKS adalah partai memiliki banyak kelebihan dalam kebaikan atau ada keistimewaan yang tidak dimiliki oleh partai lain, Udah Ngaku waeeeeee^__^. Walalupun kalian mencaci PKS tetap melayani, kritikan kalian tidak akan mengurangi niat untuk melayani apalagi untuk mundur melayani…#sudahterbiasamelayani

Ada pula yang meng-bully partai tersebut dengan sentiment yang sangat tidak masuk akal dengan mengatakan kalau menolong kok pakai identitas partai (baju partai, bendera partai, dsb) itu bertanda tidak ikhlas.  Seperti dikatakan Malak-malak Mall diaccount twitter kalau ada seseorang menolong tapi tidak membawa identitas itu perlu dipertanyakan!!! Setuju banget dengan pendapat MalakmalakMall, coba kita bayangkan ketika mendapat makanan tanpa mengetahui siapa memberi tentu bertanya-tanya keseterialan atau tujuannya meraka memberi dan ketika ada masalah tentu tidak tahu mau mengadu kemana??? Jika ada yang mencantumkan identitas ketika menolong tentu ketika ada permasalahan atau problem jadi jelas mau mengadu pada siapa.

Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). (QS. Al A’raaf: 202)

Jika melihat kritikan, atau bullying atau steatment yang bersebaran didunia maya dapat ditarik kesimpulan bahwa konsep dasar PKS melayani seakan-akan ancaman bagi kebanyakan orang karena partai mereka selama ini jarang melayani atau melayani hanya moment tertentu saja. Atau bisa jadi kader atau simpatisan partai tersebut tidak terbiasa melayani karena mau melayani harus ada uang disodorkan pada simpatisan atau kader mereka.

Berbeda dengan PKS mereka melayani bukan atas dorongan uang melainkan memahami bahwa berbagi adalah tujuan hidup mereka. Ada mereka melayani dengan ilmu pengetahuan, ada meraka melayani atas financial, ada meraka melayani atas skill dan ada melayani mencegah kemungkaran. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An Nahl: 90). Para kader PKS paham benar bahwa melayani adalah salah satu cara menyebar kebaikan, menebar kasih dan saling merasakan suka maupun duka. Lebih indahnya lagi, meskipun dicaci tetap tidak membalas kritikan tersebut yang ada semakin mantap melayani dengan ikhlas. Sedangkan hater tetap menghina belum juga tampak terjun kelapangan untuk melayani. 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Sebenci apapun Anda pada PKS: Apapun yang terjadi mereka tetap melayani


Bismillah…

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)

Sebenci apapun Anda pada PKS: Apapun yang terjadi mereka tetap melayani

Sebenci apapun Anda pada PKS: Apapun yang terjadi mereka tetap melayani

Jika boleh jujur mereka telah menarik hati ku untuk taat pada Allah, meskipun diberbagai tempat, acara dan mulut, orang-orang pada membenci PKS dengan berbagai cara, berbagai strategi, berbagai teori dan survey mengatakan partai berlandasan dakwah akan ditinggalkan oleh kadernya, tapi pada kenyataan partai tersebut tidak terpengaruh dengan opini maupun steatment bersebaran.

Meskipun ada beberapa kader yang kecewa, lari dari lingkaran ukhuwah dan ikut mencela itu hanya bumbu ukhuwah yang belum mereka pahami secara detail mungkin mereka belum tabayun atau bisa jadi terpengaruhi dengan opsi dari pengamat politik dan media. Atau bisa jadi mereka adalah kader yang bertipikal dedaunan yang hanya menghiasi perjalanan dakwah jika musim berganti maka akan berjatuhan, atau mereka hanya recehan yang kencang bunyi tapi kecil nilainya. Sangat merugi meraka lari dari lingkaran ukhuwah, belum tentu dengan kesendirian mereka akan mampu memotivasi untuk menjadi manusia yang istiqomah dengan keimanan, padahal dengan berukhuwah selalu mendapat suntikan untuk terus menjadi khilafah.

Salut untuk PKS, mereka tidak hanya menarik hati umat islam untuk taat pada Allah tetapi juga mengajar manusia untuk memahami arti kehidupan, membantu sesama baik dalam duku atau suka,  dan PKS sangat mempengaruhi ia memahami arti kehidupan walaupun hanya sebagai simpatisan, sebelumnya mengenal sering bolong-bolong sholat, jarang membaca ayat al-quran, orientasi hidup hanya sebatas duniawi, dan masih sering melalaikan waktu dalam hal kesia-siaan. Sejak mengenal partai kita semua (PKS), semua berubah.

Mungkin kenapa meraka benci tidak henti-hentinya, benci hingga keakar-akarnya, benci tingkat dewa atau peri hanya sebatas mengikuti trend media, mungkin mereka membenci belum mengenal secara detail siapa PKS, mungkin mereka membenci karena beranggapan bahwa PKS tidak jauh berbeda dengan partai lain.

Walaupun dibenci, difitnah, disentil, diguyoni, dimaki, bumi hangus oleh media maupun parody, dikatakan pencitraan dan tidak tahu diri “mereka tetap melayani, mereka tetap melingkar, meraka tetap mengajar, meraka tetap memuliakan sesama, mereka tetap menebar manfaat, mereka tetap mengasih, mereka tetap membantu, mereka tetap partai aktif dalam kegiatan social. Sangat berbeda dengan partai lain yang hanya aktif pada momentum tertentu. “Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan”(QS. Al Mu’minuun:29). “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”(QS. An Nahl:125)

Terimakasih pada ikhwah PKS semua sudah mengajak ia menjadi manusia memahami hakikat kehidupan, dan menjadi pribadi muslim ideal walaupun masih dalam proses. Walaupun tidak pernah ikut serta dalam dakwah kalian, merasakan panas yang terik tapi hati ini tetap mendoakan semoga PKS tetap melayani, mengaji dan menebar manfaat pada siapapun.

 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Mereka Selalu Kecewa dengan PKS


Bismillah…

meraka selalu kecewa dengan PKS

meraka selalu kecewa dengan PKS


Jika membaca opini di media cetak maupun elektronik hingga warung kopi, selalu tertampak rasa kekecewaan berlebihan, terkadang selalu ada kritik pedas terlontarkan bahkan lebih pedas dari cabe rawit, selalu ada sisi jelek menjadi materi untuk menjatuh partai berlandaskan dakwah. Atau mungkin karena tahun ini adalah tahun politik, jadi ditimbulkan rasa kecewaan agar citra suatu partai jatuh bak terjun payung…”begitu labelisasi terjadi pada partai-partai islam”.

Sebaik apapun kegiatan dilakukan, sehebat apapun peran para kader partai islam berkontribusi bagi masyarakat, secantik apapun akhlak yang ditunjukkan akan selalu hater melihat dengan kacamata negative, bahkan tercetus pula bahwa apapun diprogramkan hanya sebatas pencitraan dan tak bermanfaat…”Beginilah rival hatinya dipenuh agenda-agenda dunia belaka”.

Bagi kader dakwah, cacian dilontarkan dan ditusukkan tak akan pernah mengendor niat baik mereka, untuk berkontribusi ditengah masyarakat. Walaupun kontribusi belum besar dan tak terlihat hasilnya. Bahkan meraka tak butuh penilian kalian, hanya ingin dipuji oleh Allah dengan ditumbuhnya rasa cinta untuk mendekat padaNya serta selalu cinta berkontribusi nyata bukan berkontribusi sebatas retorika…”Betapa Banyak Meraka Berkontribusi Secara Retorika Belaka

Sejarah telah mengajari mereka, bahwa niat baik yang terdapat unsur agama pasti akan ditentang. Baik pihak mengakui beragama maupun tidak. Melalu sejarah pula menyakini mereka bahwa orang-orang berkontribusi ikhlas dengan tengah masyarakat atas pondasi dakwah akan meraih kemenangan penuh kebahagian.

Meskipun kalian kecewa dan beranggapan kegiatan dilakukan selama ini hanya kesia-siaan belaka. Itu semua adalah cambuk bagi mereka untuk selalu berkontribusi dengan cerdas keinovatifsan.

Herannya… !!! kebencian dan kecewaan cenderung berlaku pada partai berlambang islam saja. Sedangkan dengan partai-partai lain sangat jarang ada kata kekecewaan walaupun partai merah, kuning, biru, maupun putih memiliki kebobokbrokan nyata ditengah masyarakat. Atau kekecewaan ditunjukkin merupakan rasa cinta yang berlebih tak pernah berani diungkapkan??? Karena terlanjur beranggapan jelek sebelum mengenal lebih dalam…!!! Sebaik kenali dahulu baru memberi kritik…”bukan itu lebih bijak dan adil”.

Perlu pula ia Tanya pada kalian yang kecewa!!! Sesungguhnya kalian menginginkan parta dakwah ini seperti apa? Apakah  kalian menginginkan kami duduk manis tak perlu ikut serta dengan siyashi (Politik, apakah kalin menginginkan kami berpanggu tangan sajan pernah berkontribusi ditengah masyarakat? Atau kalian berkeinginan kami cukup memperhatikan agama saja?

Jika itu kalian ingin, maaf mereka tak bisa!!! Karena menyakini setiap manusia dilahirkan ke bumi memiliki peran sama segala sisi. Bahkan Negara kita mengatur dan memberi hak yang sama pada rakyatnya untuk berkontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat itu jelas tertera dalam Undang-Undang dan pancasila.

Bagi kalian masih ada kekecewaan, perlu Tanya pada kalian? Apakah kontribusi nyata kalian berikan untuk Negara dan umat. Jangan-jangan kontribusi kalian hanya sebatas kritik dan kekecewaan tiada akhir. Jangan-jangan hanya bisa menebar fitnah dan hanya bisa tertawa-tawa padahal kita diberi amanah yang sama oleh Allah maupun Negara…”sebelum kekecewaan dan mengkritik mari mempertanyakan peran kita apa telah dilakukan ditengah masyarakat”.

Maaf kami tetap setia dengan partai berlandaskan dakwah, walaupun gelombang kritik, cemooh dan kekecewaan semakin berfluktuatif. Biarlah kami memaknai kekecewaan tersebut sebagai hal wajar dalam era berdemokrasi…”kekecewaan menginspirasi  bukan kecemasan”. Moga kritik dan kekecewaan menumbuh bunga-bunga kedamaian dalam hati kami.

Pesan cinta bagi siapapun yang membaca tulisan cinta ini!!! Kualitas orang bisa dilihat dari cara bersikap, berpikir dan mengambil kesimpulan…”Sedap”.

Ah sudahlah, faktanya :
Kader mereka cerdas-cerdas, wawasannya luas, gak katrok apalagi ndeso, keluarganya juga SAMARA (insya allah), memikirkan pentingnya ekonmi, ramah minta ampun, hiperaktif di kegiatan sosial.

“dikutip dari AMD” DENGAN SEGALA KEKURANGAN DAN KELEBIHAN PKS bahwa

saya tetap merekomendasikan bagi mahasiswa yang igin banyak belajar u/ gabug aja. Tapi, kalau anda menemukan yg lebih OK, gak papa, itu hak anda. PKS gak bakalan menghalangi kok.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: