waktu bisa merubah segalanya


waktu bisa merubah segalanya

waktu bisa merubah segalanya

Ijinkan aku sedikit bercerita padamu, sahabat. Dulu aku mengenalnya sebagai wanita shalehah, jilbabnya yang anggun tak sedikitpun menampakkan lekukan tubuhnya, kerudungnya yang lebar membuatnya tampak begitu cantilk. Kalau ditanya kosmetik apa yang diapakai, dia hanya akan menjawab cukup wudhu saja.

Aku sebagai seorang wanita pun terpesona padanya, pada ketulusannya juga pada keistiqomahannya, pada apa yang dia yakini. Hal itu juga yang menginpirasiku untuk turut mengikuti jejaknya berkerudung meskipun masih belum berani berjilbab sempurna sepertinya. Shalatku yang bolong-bolong, atas bimbingannya secara perlahan menjadi sempurna, bahkan selalu mengikutinya untuk shalat tepat waktu.

Waktu, yaa waktu ternyata bisa merubah segalanya. Seiring aku semakin menyempurnakan penutup auratku, dia justru sedikit demi sedikit semakin membuka auratnya. Kecewa, sedih, apalagi setelah tahu bahwa karena seorang laki-laki dia bisa melakukan itu. Entah, laki-laki seperti apa yang tega menjauhkan dia dari agamanya.

Beberapa  hari yang lalu aku kembali bertemu dengannya, walaupun sekedar di Facebook. Aku begitu senang, meskipun dia tidak berubah sedikitpun, masih tanpa jilbab bahkan makin berani menampakkan auratnya dengan pakaian ‘kekurangan bahan’ yang dia perlihatkan di foto profile Facebooknya.

Beberapa tahun tidak bertemu mengantarkannya pada kisah romantis tapi berakhir tragis, dia menikah dengan laki-laki yang dikenalkannya padaku dulu. Tanpa perlu aku tanya, dia bercerita tentang perubahannya. Semua petaka ini berawal ketika dia bertemu dengan laki-laki itu yang sekarang menjadi suaminya, rayuannya membuat dia mempreteli satu per satu pakaian takwanya menjadi pakaian serba minim. Laki-laki ini rupanya sangat menyukai wanita yang menampakkan auratnya, makanya dia rela mencampakkan kewajiban dari agamanya demi mendapatkan cinta sang pujaan hati.

Benar saja, setelah pakaian takwanya terlepas, sang lelaki akhirnya ‘mau’ dengan dirinya. Namun sayang, kemauan sang lelaki ada maksud yang tersembunyi. Dia hamil di luar nikah dan harus berjuang meminta lelaki itu agar mau menikah dengannya, meski sang pujaan hati sering kali menolak dan tidak mau bertanggung jawab. Kini dia dikaruniai seorang putri yang cantik, secantik ibunya.

Aku kira kini dia bahagia bersama keluarganya, ternyata perkiraanku salah. Dia sekarang suka melanglang buana di dunia maya untuk mencari ‘pacar’. Aku menangis tersedu ketika mengetahuinya, apalagi ketika dia berkata “Suamiku aja cari pacar lagi, kenapa aku nggak boleh?”. Jadi itu tujuannya menampakkan aurat di foto profilenya.

Entah apalagi yang harus aku lakukan selain sedikit memberikan ‘nasehat’ padanya dan doa yang tak kunjung putus agar dia kembali seperti dulu. Dia yang dulu telah menginspirasiku memakai jilbab, kini justru semakin menjauh dari agamanya.  Aku rindu pada dia yang dulu.

***

Tak ada yang menyangka, waktu bisa merubah segalanya. Waktu pulalah yang menjadi saksi akan keistiqomahan kita pada agama yang Haq ini. Syetan bisa merayu kita dalam bentuk apapun, termasuk cinta.

Cerita di atas  bisa menjadi  contoh agar kita pandai memilih teman ataupun seseorang yang akan menjadi pasangan kita kelak, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi  5 menit mendatang. Begitu pula ketika kita memilih pertemanan di dunia maya apalagi pertemanan dengan lawan jenis.  Sulit menghindar dari pesona cinta di dunia maya yang ditebarkan para penghuninya, hati-hatilah. Tutuplah auratmu begitupun di dunia maya, bukan berarti karena maya lantas kamu bebas berekspresi senarsis mungkin lewat foto, lalu kemanakan Izzahmu?

Ingatlah, tak ada cinta dalam kemaksiatan. Bila dia mengatasnakaman cinta lalu mengajak pada kemaksiatan,  itu bukan cinta. Dia hanya nafsu yang begitu manis dan indah dipandang saja.

Cinta seharusnya hadir karena kecintaannya pada Allah Ta’ala, bukan sebaliknya. Jadi mana mungkin seseorang yang cinta pada Robbnya akan mengajakmu bermaksiat meninggalkan keimananmu. Yakinkanlah hatimu.

-Bahasa tanpa awal dan akhir, bagai lingkaran cahaya. Karenanya ia ada untuk kehangatan, ketentraman, kenyamanan dan kebenaran. Bahasa itu bernama cinta.-

Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Sumber: http://www.bukanmuslimahbiasa.com

Best Regard Inspirasi BeraniSuksesTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

kekuatan Perubahan dan inovasi


Bismillah…

beberapa kota ukhti kunjungi mulai dari pelosok kota hingga kota metropolitan selalu melihat atau terdapat jejeran baliho calon pemimpin bangsa dimulai dari generasi tua, setengah tua dan anak muda dengan slogan yang selalu menawarkan perubahan dan inovasi dengan berbagai pose photo yang ditempel ditambah lagi embel-embel gelar begitu panjang…”weleeeehhh”

pejabat public bukan dilihat betapa banyak gelar mereka tapi dilihat berapa banyak mereka memberi contoh keteladan, mampu mewujudkan janji-janji kampanye mereka dan prestasi apa telah mereka raih selama memimpin masyarakat atau kelompok tertentu. apalagi dimasa sekarang Indonesia miskin keteledan baik dari kalangan pejabat, orang tua maupun anak muda dipengaruhi oleh aliran hedonism, asimilasi dan jauh dari ajaran tuhan.

Mungkin dampak dari era pencitraan sehingga berlomba-lomba calon pejabat Negara untuk exis dan narsis dengan menempel spanduk dimana tanpa mengindahkan keindahan kota.

disisi lain baliho/spanduk yang berjejaran di pohon, tembok, plang resmi penempelan iklan maupun di halte-halte sebenarnya merusak pesona kota. coba saja amati jarak antara spanduk satu dengan spanduk yang lain hanya beberapa meter bahkan tidak ada jarak. sebaiknya ada aturan tegas tentang penempalan spanduk, poster, leaflet maupun bentuk lain agar penataan kota jadi asri dan mempesona.

Ketika menjamurnya fenomena penempelan baliho oleh calon pejabat rata-rata slogan yang mereka usung selalu ada kata atau kalimat perubahan maupun inovasi. sepertinya kata inovasi dan perubahan menjadi trend maupun kata menjit bagi calon pemimpin negeri ini bahkan masyarakat juga menyukai kata perubahan.

Kemudian kalimat perubahan dan inovasi pula mengantar atau membawa mereka menuju posisi satu misalnya keberhasilan pilkada Jakarta yang menyusung slogan Jakarta baru dan masih banyak lagi contoh konkrit dilapangan.

Jadi bagi calon pejabat hendaknnya meramu atau membuat slogan selalu mencantum kata perubahan atau inovasi, Insyallah kata tersebut mampu menghipnotis para kader, simpatisan, dan pemilih menuju kursi satu, Allahu wa’alam.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

dia telah berubah


Bismillah…

Tanpa disangka, tanpa perencanaan ingin ketemu dan mungkin sudah scenario Allah untuk bertemu dia. Kaget, tak percaya dan ragu pula melihat apakah dia benar teman 5 tahun yang lalu yang terpisah jarak serta sibuk dengan impian masing-masing ditambah lagi lost content selama dipisahkan. Bahkan selama ini coba mencari melalui social media tapi tak pernah berhasil ketemu identitas dia dan mungkin identitas memakai anonym sehinga tidak pernah berhasil.

Tak henti-henti ia menatap wajah, pakaian, sikap dan tutur kata dia. Bertanya-tanya dalam hati apa yang terjadi pada dia kok telah berubah begitu luar biasa. Apa yang membuat dia bisa seperti sekarang ini?. Dimana pakaian yang pernah dia kenakan bertahun-tahun? mengapa dia lupa dengan komitmen awal saat berada dalam lingkaran tarbiyah maupun dakwah?.

Menarik tangan dia ketempat nyaman untuk ngombrol lama dan berduduk bersila sambil berbicara serius di tempat rindang disana terdapat pohon-pohon mendinginkan suasana hati yang terpecaya, terlihat pula bunga-bunga bermekar indah dipingir jalan tapi bunga bermekar tak seindah bercakapan hari itu.

Secara berlahan, berhati dan was-was bertanya pada dia agar tidak tersingung mau berbagi cerita apalagi setelah sekian lama tak bersua dan komunikasi pasti banyak cerita akan dibagi.

Tidak semudah itu untuk mengoreksi dan mendapat informasi tentang dia, berlahan tapi pasti coba meyakinkan dia kenapa seperti ini, apakah yang membuat seperti ini? Dengan expresi penuh harapan dan antusias

Akhirnya dia mau berbagi walaupun terkadang gesture dan expression tidak nyama untuk berbagi kisah. Ayooolah ukhti apa yang membuat seperti ini? Entah berapa kali pertanyaan ini dilontarkan kepada dia agar mau berbagi kisah.

Tidak mengherankan betapa banyak ukhi wa ikhwa fillah berubah mulai skala kecil, menengah hingga luar biasa yang tak pernah terduga. Dulu selalu bergebu-gebu, semangat, berkoar dan optimis bahwa mencinta Allah adalah tujuan akhir dari kehidupan…”Allahu Akbar”

Tapi pada kenyataannya alam mengugur dan menseleksi keistiqomahan kesungguhan ikhwan wa ukhti fillah. Apalagi ketika back to village tidak berada dalam lingkungan menyuarakan dakwah semakin mudah dan gampang pula untuk future (berubah), labil serta dipengaruhi environmental yang tak sehat (pacaran).

Seperti itu lah berubahan yang terjadi pada teman ia!!!  Ternyata dia berubah karena tidak ada lagi teman yang saling mengingat agar selalu memperbahurui kebaikan, salah memilih teman karena rata-rata teman ditempat kerja atau sekitar rumah menganut aliran pacaran, risih terhadap gunjingan tertangga yang menyatakan pakaian seperti mak-mak “dipengaruhi fashion biar modis” hingga akhirnya pakaian taqwa tinggal lah kenangan. “huffff miris bangettt”

Saya rasa kisah seperti ini selalu berulang hanya berbeda waktu, tempat dan orangnya.

Sungguh tak mudah menjaga keistiqomahan apalagi berada dalam lingkungan tidak mendukung dalam segala hal. Dibutuhkan komitmen yang luar biasa dan mari ikhwa fillah moga kita selalu dalam naungan cinta Ilah.

Percayalah hanya orang terpilihlah yang mampu bertahan dan alam pun menyeleksi orang-orang mampu bertahan dari sindirian, godaan, rayuan dan bujukan nafsu maupu syetan.

Saudara ku…

Mari kita saling mengingat dalam kebaikan, jika ada teman atau saudara terlihat futur yuukkk kita dekati mereka dengan cinta dan dengar lah keluh kesa mereka.

Jangan sampai kita acuh tak acuh, cuek, dan tidak mau tahu keberubahan mereka. Bukan dalam islam dituntut saling mengingati, saling bergandeng tangan dan saling menasehati.

Bisa jadi perubahan teman, saudara, kolega, atau adik kita gara-gara kita terlalu sibuk dengan impian kita dan tidak pernah menanya kabar mereka. Seperti ini saya rasa dengan dia mungkin gara-gara selama tidak mau tahu bahkan tidak berkomunikasi bagaimana progress tarbiyah maupun dakwah nya sehinga dia telah berubah bukan seperti dulu saya kenal.

Regard

SimfoniKehidupan Continue reading

From graduate students UGM to Indonesia


Dari Mahasiswa Pascasarjana UGM Untuk Indonesia

by sholiatalhanin


Pada kajian ketiga di bulan oktober tepatnya tanggal 20 Oktober 2011 bertempat di mesjid Apung UGM membahas tema tentang kontrubusi mahasiswa pascasarjana UGM untuk Indonesia. Tujuan diangkatnya tema tersebut adalah bagaimana mahasiswa pascasrajan “pemuda” membawa agent of change dalam segala aspek sebab tidak bisa dipungkiri bahwa UGM adalah gerbangan serta lahirnya para pakar dalam segala keilmuan.

Nara sumber kajian tersebut “KAMSO=Kajian kamis sore” adalah UST DR. Rahman Dosen Teknik Kimia UGM dan sesuai dengan CV yang di baca oleh moderator merupakan alumni UGM dan pernah menempuh pendidikan di benua Eropa “swedia” muali S2-S3 yakni antara tahun 2000-2008. Sangat Prade And Amazing paparan materi, terlihat rata-rata ikhwatifillah pada terhanjut dan begitu focus. Kemudian materi yang dibahas mix (campuran) antara agama islam, bagaimana pendidikan di Eropa, dan perbandingan perkembangan teknologi serta discovery dunia. Tujuan ustad mempaparkan kesemua itu adalah agar mahasiswa pascasarjana UGM mengetahui bagaimana kehidupan beragama dan pendidikan di Eropa serta perbandingan kehidupan di negara maju. Dari cerita ustad kelihatan beliau adalah orang sangat mencintai ilmu, gembar membaca dan jenius. Tapi ada satu kalimat yang mengkritik hati saya, kalimat seperti berikut ini adalah “Saya bukanlah orang yang cerdas dibanding dengan teman-teman saya, tapi Allah selalu memberi pertolongan dan kemudahan saya dalam mencapai harapan dan cita saya hingga bisa merasa pendidikan hingga Negara Eropa, itu karena saya selalu mencoba mendekat diri pada Allah”.

Berikut ini adalah point-point yang dibahas oleh ustad pada kajian KAMSO:

Tugas Seorang Muslim?

Pertanyaan yang dilontarkan ustad pada ikhwatifillah yaitu apa tujuan hidup seorang muslim dan  bagaimana tugas seorang muslim?. Kemudian ustad menjelaskan bahwa tujuan muslim di muka bumi ini adalah menyebar rahmatan Lil Alamin pada semua ciptaanNya, dimanapun muslim berada hendaklah mengarahkan mukanya pada Allah, dan menyerah diri pada Allah “tawakal” dengan aturan yang ditentukan Allah. kesemua itu akan Allah minta pertanggung jawaban di yamul Akhir.

kemudian kewajiban muslim dimanapun dan apapun profesi muslim tugasnya adalah mencegah nahi munkar di bumi Allah hal itu harus selalu melekat pada muslim.

seorang muslim jika dianalogikan seperti bangunan mesjid yaitu (1) pondasinya adalah rukun iman dan islam, (2) tiangnya adalah muamalah, mencegah nahi munkan dan (3) atapnya adalah dakwah dan jihad fisabilillah.

“(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dan perbuatan yang munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan” (Al Hajj: 41)

Kesejahteraan

Negara atau dunia akan makmur ( sejahtera) yaitu ketika dipimpinn oleh peradaban atau generasi islam. seperti kita tahu dan sejarah telah membuktikan bahwa peradaban yang bertahan di bumi ini adalah peradaban islam.  seperti dijelaskan oleh  Dr. Yusuf Qardhawi dalam Malaamihu Mujtama’ Muslim Alladzi Nansuduh ini merupakan karya kontemporer dengan mengungkapkan fakta-fakta dan analisa sistematis, yang pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa alternatif peradaban manusia di masa kini dan masa yang akan datang hanyalah Islam, sebagaimana terlihat dalam lintasan sejarah serta firman Allah dalam Al Qur’an.

Demikianlah, Kami jadikan kalian sebagai ummat yang adil untuk menyadi saksi bagiseluruh manusia, dan Dia jadikan seorang Rasul sebagai saksi atas kalian.” (Al Baqarah 143)

Dr. Yusuf Qardhawi d memaparkan gambaran utuh masyarakat yang tegak di atas pijakan yang kokoh serta dibangun di atasnya sistem kehidupan yang sempurna sebagaimana janji Allah bahwa ummat Islam adalah khairu ummah yang pantas memimpin peradaban

 Bahkan Discovery banyak dilahirkan oleh pemuda-pemuda islam seperti Berkembang pesatnya ilmu pengetahuan di Cordoba pada era kejayaan Islam telah melahirkan sejumlah ilmuwan dan ulama termasyhur. Cordoba merupakan pusat intelektual di Eropa dengan perguruan-perguruan yang amat terkenal dalam bidang kedokteran, matematika, filsafat, kesusateraan bahkan musik. Kontribusi para intelektual dan ulama yang lahir dari Cordoba sangat diakui dan memberi pengaruh bagi peradaban manusia. Di antara para ilmuwan yang muncul pada masa keemasan Islam antara lain Abul al Walid Muhammad Ibnu Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Rusydi, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ibnu Rusydi atau Averrous. Ibnu Rusydi merupakan seorang ilmuwan muslim yang sangat berpengaruh pada abad ke- 12 dan beberapa abad berikutnya. Ia adalah seorang filosof yang telah berjasa mengintegrasikan Islam dengan tradisi pemikiran Yunani. Itulah masa  kejayaannya peradaban islam banyak menginspirasi penulis barat yang banyak digambarkan oleh para ahli sejarah maupun politik sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi Barat di masa sekarang.

Allah menjanjikan akan selalu mengirim wali-walinya di bumi untuk menyampai pesan (wahyu-wahyu) Allah pada manusia seluruh dunia. Seperti ungkapan bahwa untuk mengesuai discovery haruslah menguasi language Arabic. Ini bertanda bahwa ilmu science banyak dijelaskan dalam Al-quran, dan Al-quran telah menceritakan semua apa yang terjadi masa lampau, sekarang dan besok. Sesungguhnya apa yang terjadi atau kejadian pada zaman-zaman nabi akan selalu terulang pada masa sekarang hingga akhir zaman.  lewat Al-quran pula banyak pembuktian-pembuktian kebenaran terungkap yang tidak dapat dijelaskan oleh teori lain.  Untuk itu hendaklah kita belajar dari umat terdahulu, sedang media mempelajari umat terdahulu yaitu banyak diceritkan dalam Al-quran. Mari kita renungkan kembali bahwa islam adalah peradaban yang abadi tak akan pernah terganti dan step by step kembali menata perubahan dengan meningkat keilmuan dari sejarah peradaban islam dengan landasan Al-quran dan Sunnah.

Pemuda muslim harus memiliki people building atau karateristik (skill) tentunya identitas yang islami.

Terpenting sekarang ini adalah pemuda muslim wajib memiliki kelempok kajian atau kelompok belajar yang membahas segala aspek mulai aspek agama, social, politik, dan energy sumber daya manusia.  Salah satu sarana yang mudah yaitu hadirilah majelis ilmu karena merupakan salah bentuk pengembangan diri dalam berpikir kreatif, dan kritis. serta tempat tumbuhnya motivasi dalam membiasakan diri untuk kontribusi dakwah, menulis dan baca. sesuai dengan wahyu pertama yang diturunkan pada Nabi Muhammad Saw adalah Iqro “baca-bacalah”.

Bumi dan seisinya harus kita baca dan pahami. seperti penemu-penemu dunia yang mereka lakukan adalah baca, renungkan dan lakukan “jangan takut gagal”. Agar mampu seperti para ilmuan islam mulai dari sekarang untuk membaca ciptaan Ilah, karena Allah menciptakan makhluk hidup maupun mati semua ada manfaatnya.   Sehingga bermula dari iqro insyallah kita akan menjadi ilmuan dan peneliti, ini adalah salah satu identitas atau karakterk pemuda muslim harus ditumbuhkan.

Bagaimana Pendidikan Eropa Dan Indonesia

Tidak pantas sebagai perbandingan sunguh jauh ketinggalan dalam berbagai sisi baik dari teknologi, kesadaran untuk belajar, attitude, dan SDM. Namun perbandingan disini lebih memotivasi mahasiswa pascsarjana agar mampu meniru dan mengadopsi bagaiman keseriusan dan kesungguhan mahasiswa di Eropa untuk belajar.  Pendidikan di Eropa kegembaran belajar memang ditumbuhkan dari Taman Kanak-kanak hingga mahasiswa, hal  ini juga didukung oleh sarana yang sangat memadai seperti perpustakaan yang menyediakan koleksi best seller, Internet dengan kecepatan tinggi, dan subsidi pendidikan (anggaran) lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia dan biaya pendidikan yang murah.

Namun memperhatinkan adalah gaya kehidupan Masyarakat Eropa pada umumnya atheis, akhir pekan antrian di bar sangat luar biasa bisa bisa dikatakan mengadopsi kehidupan Hedonisme.   apa yang membuat mereka seperti itu? Hal ini terjadi karena peradaban yang dibangun oleh Barat –sebagaimana kita saksikan kerapuhannya pada saat ini — menafikan aspek-aspek fundamental yang seharusnya ada dan mengesampingkan nilai-nilai moralitas yang melingkupinya. Bahkan secara tragis menghancurkan nilai fitrah kemanusiaan manusia. Mereka tidak meyakani adanya Tuhan hanya mengikuti aturan-aturan yang buat sendiri tanpa ada kosenkuensi.

Fenomena lain kita saksikan lahirnya ‘tuhan-tuhan’ baru berupa sepakbola, televisi dan berbagai sarana pemuas nafsu syahwat. Juga kita saksikan mereka melontarkan gagasan untuk”Back to Nature” meski dalam prakteknya justru semakin parah, yaitu lahirnya kaum nudis.

Peradaban barat benar-benar telah mencapai puncak ‘kemajuannya’ sekaligus sedang menggapai kehancurannya. Karena sesungguhnya sistem nilai yang ditegakkannya berada di luar fitrah kemanusiaan, sebagaimana dipaparkan oleh Abul Hasan Ali An-Nadwi dalam Madza Khasiral ‘Aalam Binhithathil Muslimin bahwa, “Sesungguhnya agama yang dipeluk bangsa Barat dewasa ini adalah materialisme.”

Kembali pembahasan pendidikan bahwa pendidikan Indonesia seperti apa dan bagaimana?  Sangat menyedihkan mulai dari  kesadaran belajar yang sangat rendah, minat baca jauh dibawa rata-rata, biaya pendidikan mahal, perpustakaan yang jauh nuansa nyaman, dsb. Namun itu semua bukanlah kendala bagi pemuda muslim untuk pesimis belajar dan perubahan. Yang terpenting dari sekarang bagaimana mahasiswa pascasarjana UGM bertekad menuju perubahan Indonesia.  Mahasiswa pascasarjana UGM harus mampu menyentuh masyarakat dari segala lini, aspek, dan pendidikan dengan landasan keimanan karena bangsa Indonesia hanya membutuh orang berilmu dan baik (Muslim Sejati).   kita tahu bahwa di Indonesia banyak orang pintar tapi apa yang terjadi kepintarannya dijadikan sebagai alat untuk merampas kekayaan masyarakat, menindas rakyat miskin, dan menjabat semena-mena seperti terjadi korupsi, mafia, dan sebagainya itu semua dilakukan oleh orang-orang pintar di Republik Indoenesi.

Jadi, yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah orang pintar tapi baik “sholeh dan sholeha”. Ketika semua aspek kehidupan publik mulai dari pemerintah hingga swasta telah diduduki pemuda muslim yang pintar dan sholeh/sholeha insyallah peruban untuk Indonesia akan cepat terwujud. kenapa perlunya pemuda muslim sholeh/sholeha karena mereka tahu mana yang haq dan bathil, mana tidak boleh dan boleh prinsip tersebut selalu menjadi landasan utama dalam mengambil keputusan, kebijakan atau aturan demi fitrah kemanusian. sungguh indah bukan menjadi orang pintar tapi sholeh/sholeha. Dan berbahagia dan beruntunglah kita dilahirkan dalam keyakinan Rahman Lil Alamin, Dimana aturan ditetapkan dengan keseimbangan, tiap pilihan yang ditetapkan oleh Allah ada konsekuensi dan ganjaran. “sungguh indah bukan^_^”

“ Ingat Keberadaan  mahasiswa pascasarjana UGM  dalam masyarakat bagaikan batu bata dalam sebuah bangunan, dan sebuah bangunan tidak akan baik apabila batu batanya rapuh”.

Dan tidaklah hijrah Nabi SAW ke Madinah kecuali dalam kerangka usaha untuk membangun masyarakat yang mandiri yang terpancang di dalamnya aqidah Islam, nilai-nilai, syi’ar-syi’ar dan aturan-aturannya.

Perubahan Paradigma Dalam Masyarakat


Baru & Evolving Ideas

Menempatkan Aset Pembangunan Berbasis Masyarakat dalam Konteks Pembangunan Internasional

Megan Foster
Fellow, Coady International Institute, St Francis Xavier University

Dr Alison Mathie


Staf program, Coady International Institute, St Francis Xavier University

Menurut Robinson (1995), menulis dari perspektif Kanada, dua tren utama yang memunculkan paradigma baru pengembangan masyarakat. Yang pertama adalah melemahnya kontrak sosial yang memberi tanggung jawab pemerintah untuk program yang menyediakan solusi masalah masyarakat. Yang kedua adalah munculnya aspirasi terhadap tatanan sosial baru dalam masyarakat yang didasarkan pada “face-to-face asosiasi dalam merawat lingkungan yang mempertahankan kebebasan individu untuk bertindak, membuka akses untuk pengetahuan, dan interkoneksi global” (hal. 22) bahwa khusus mendukung usaha kecil.

Jika tren ini menandakan sebuah perubahan paradigma dalam cara pengembangan masyarakat dibayangkan, ada kebutuhan untuk transformasi yang sesuai dalam praktek pembangunan masyarakat sehingga masyarakat dapat membangun kapasitas untuk bertahan hidup dan berkembang dalam tatanan sosial yang baru ini. Dalam makalah ini, kita akan mengeksplorasi Asset-Based Community Development sebagai suatu pendekatan yang konsisten dengan pergeseran paradigma ini. Kami memeriksa bagaimana membangun aset masyarakat dan kekuatan, terutama kekuatan hubungan dalam asosiasi formal dan informal. Kami memeriksanya juga dalam terang dengan inisiatif lain yang tumpang tindih-bahwa dari Appreciative Inquiry dan identifikasi dan mobilisasi modal sosial bagi pembangunan masyarakat. Tujuan dari makalah adalah untuk menempatkan Asset-Based Community Development (ABCD) dan meningkatkan pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut mengenai peran potensial dalam pengembangan masyarakat, khususnya dalam konteks pembangunan internasional.

Seperti di Kanada, pengembangan masyarakat di Selatan telah lama fokus pada layanan pemerintah, menggunakan berdasarkan kebutuhan atau pendekatan pemecahan masalah. Sementara ada logika dalam ini, mengingat kondisi kemiskinan absolut dan relatif dan merugikan di Selatan, fokus pada kebutuhan dan kekurangan bisa membuat orang kehilangan pandangan dari apa yang telah mereka capai dan apa yang mereka memiliki kemampuan untuk melakukannya. Salah satu fitur menarik ABCD adalah bahwa tantangan yang melemahkan “pola pikir defisit.”

Dengan demikian, sangat cocok untuk saat ini penekanan pada pembangunan kapasitas lokal untuk pemberdayaan. Seperti ditangkap ringkas oleh Booy dan Sena (Nov. 2000), pendekatan pemberdayaan dalam pekerjaan pembangunan internasional menandakan perubahan nyata dari pendekatan sebelumnya:

1950-60 Apakah pembangunan kepada masyarakat
1960-70 Apakah pembangunan untuk rakyat
1970-8 Apakah pembangunan melalui orang-orang
1980-9 Melakukan pembangunan dengan orang-orang
1990-2000 Memberdayakan masyarakat untuk pembangunan-kini fokus pada pengembangan kapasitas lokal untuk pengembangan diri. Untuk pertama kalinya, orang-orang yang dipandang sebagai fokus utama dan pemilik dari proses pembangunan.

 

Continue reading

Sepuluh Trend Utama Di Perpustakaan



Perkembangan perpustakaan dari generation baby boomer hingga ke generation Millenial begitu banyak perubahan.  Pada generation baby boomer perpustakaan lebih pada fisik seperti buku sangat beda saat ini, dimana perpustakaan harus memenuhi kebutuhan pengunjung. Jadi sekarang bagaimana perpustakaan memahami  dan memenuhi kebutuhan pengunjung bukan sebaliknya pengunjung menyesuaikan dengan keadaan perpustakaan.  Bila masih ada perpustakaan seperti ini yakinlah perpustakaan akan salah saing dengan perpustakaan profit yang memberi pelayan dan jasa yang sangat memuaskan pengunjung.

Selain itu perpustakaan dan pihak pustakawan juga harus tahu tentang perubahan-perubahan apa saja yang terjadi di perpustakaan. Berikut ini ada bebarapa perubahan yang terjadi diperpustakaan antara lain sebagai berikut:

1. Budaya dalam komunitas

Perubahan yang terjadi pada budaya komunitas seperti Perubahan populasi dan budaya, Perumahan, pendidikan, pelatihan Bahasa, budaya, agama, Hambatan memanfaatkan perpustakaan dan Perubahan budaya karena pengaruh teknologi.

Maka perpustakaan dan pustakawan harus meresponden atau menafsirkan untuk mempertimbangkan layanan tambahan yakni Layanan koleksi bahasa asing, Menyediakan area belajar bahasa, Menyajikan program dan layanan yg sesuai dengan masyarakat setempat  dan Mengembangkan partnership dan kegiatan dengan kelompok komunitas

2. Kontra-bacaan

Disini bagaimana pustakawan melihat sikap dan tingkah pengunjung terhadap Trends terkait dengan membaca maka disini perpustakaan meningkatnya media rekreasional, meningkatkan sirkulasi bahan perpustakaan cetak yang dipinjam, meningkatkan sirkulasi audio, video dan digital yang lain. Kalau bisa perpustakaan juga harus menyediakan depot video dari berbagai dari Indonesia tentang komunitas atau organisasi yang mengembangkan kreatifitas karena hal sangat bagus dalam pelayanan selain itu minat baca  sangat bervariasi dan kontroversial

Agar hal ini bisa diaplikasikan diperpustakaan membangun jaringan seperti  Membangun partnership dengan sekolah, Kerjasama dengan organisasi literasi  dan mengkampanyekan family-oriented reading promotions. Dengan hal seperti ini akan mampu membangun orientasi membaca (literasi) dilingkungan masyarakat. Selain itu perpustakaan juga melaksanakan suatu event agar minat baca mampu tumbuh secara perlahan hingga membentuk habbit yakni Pemasaran dan promosi minat baca  dan Merchandising materials (Displays, Book clubs, Discussion groups, Kompetisi baca  dan Reading award)

3. Literasi informasi

Dengan adanya literasi informasi memberi tantangan yang sangat luar biasa bagi perpustakaan dimana diharapkan perpustakaan mampu menyajikan informasi akurat (tepat waktu) bagi pengunjung. Selain itu informasi begitu berserakkan dimana-dimana jika melihat dilingkungan masyarakat informasi begitu meluap dari hal terkecil dan luar biasa. Information overload perpustakaan merupakan penyaring yang dalam memberi informasi yang bermanfaat bagi pengunung. Kemudian semakin kompleksnya World wide web merupakan oksigen bagi masyarkat luas, rata-rata masyarakat selalu mengakses dengan dunia cyber tersebut.  Akan tetapi masyarakat luas belum mengatehui cara penelusuran masih informasi dan ketidakmampuan mengevaluasi serta memanfaatkan informasi. Sehingga terjadinya overload penyimpanan informasi pada personal information management.

Jadi solusi dalam merespon hal ini diharapkan perpustakaan sebagai “Internet Research Assistants”, Penyediaan referensi online, Penyelenggaraan public instruction classes (pendidikan pemakai) dan Pemberitahuan masyarakat bahwa perpustakaan meningkatkan Internet.

4. Literasi pembelajaran dini

Adalah bagaimana perpustakaan melaksanakan Pembelajaran pra-sekolah/literasi sangat penting terutama pada perpustakaan umum atau perpustakaan kota, Perpustakaan berperan penting dalam early childhood education dan Di-underestimated oleh pendidik, pemerintah dan masyarakat.

Continue reading

%d bloggers like this: