Gedung perpustakaan: Tak seindah koleksinya


Bismillah…

Gedung perpustakaan: Tak seindah koleksinya

Gedung perpustakaan: Tak seindah koleksinya

Beberapa hari yang lalu dihubungi teman (Red: direktur YPPI) bahwa ia sedang berada dikota Jambi untuk melaksanakan tugas literasi Indonesia, tapi sayang seribu tiga hooo..tak bisa bertemu dengan beliau padahal sudah lama tak bersua sejak selesai kuliah di Universitas Gadjah Mada. Mungkin Allah belum menginginkan untuk ketemu dan berharap bisa kembali bertemu lagi dalam kegiatan lainnya.

Ketika online, berselancar dunia penuh kenarsisan dan kepalsuan (Red:Fecebook) ternyata direktur YPPI mengupload photo berobjekkan gedung perpustakaan yang sangat waah atau spektakuler jika dilihat dari luar. Apakah gedung perpustakaan tersebut serasi dengan koleksi yang ada di perpustakaan tersebut? Seperti kita bisa menjawab bahwa rata-rata perpustakaan diseluruh Indonesia hanya indah pada arsitek (Gedung) tapi menyedihkan pada koleksi.

Menjadi pertanyaan kita semua, apakah pemerintah hanya sanggup mendidirikan gedung mewah saja dan tak sanggup mengisi gedung perpustakaan dengan koleksi terupdate? Jika perpustakaan gedung sangat indah dan dibarengi isi koleksi juga sangat memukai hanya ada beberapa perpustakaan ssaja!!! “masih asumsi belaka tapi bisa jadi kenyataan”

Atau pemerintah lebih suka gedung perpustakaan yang bagus dari pada koleksi yang terupdate yang ikut cabinet sekarang lebih suka pencitraan “hooooo sok tahu”, atau pemerintah hanya punya anggaran untuk mendirikan gedung perpustakaan waah tapi tak sanggup mengalokasi dana untuk update koleksi perpustakaan, atau bisa jadi pemerintah sudah menganggarkan dana untuk koleksi dan gedung perpustakaan tapi oknum tertentu menyalahkan anggaran tersebut!!!

Bahkan  lebih kritis lagi pernah menemui gedung perpustakaan sudah tak layak disebut perpustakaan, ditambah koleksi sudah usang-usang dan tak ada pula petugas perpustakaan yang berlatarbelakang ilmu perpustakaan. Jiki ini terjadi bagaimana bisa menyuarakan literasi Informasi pada public sedang jantungnya literasi tak pernah diperhatikan. …”Miris banget”.

Berbeda dengan perpustakaan di luar Negeri misalnya  perpustakaan kota Hongkong yang masih dalam lingkup Asia, akan terkaget-kaget, tak percaya jika gedung tersebut adalah perpustakaan. Kesan pertama ketika memasuki area perpustakaan kota Hongkong sungguh menawankan hati bagaimana tidak menawan karena antara gedung dan koleksi sangat selaras. Setip tingkatan gedung memiliki area khusus baik dari katagori koleksi, katagori usia, katagori profesi dan katagori manfaat.  

Tak heran kalau masyarakat diluar negeri ketika week and atau holiday menghabiskan waktu di perpustakaan karena diperpustakaan sudah disediakan semua bahkan melebihi fasilitas dirumah sendiri. Jadi iri untuk bisa kembali merasakan nikmatnya kehidupan diperpustakaan luar negeri…^__^

Bagaimana kita melihat masyarakat Indoensia betah atau tidak berada diperpustakaan??? Kita sudah bisa menjawab sendiiri  dan pantas pula masyarakat lebih betah searching atau membaca buku lewat Google.

Mungkinkah perpustakaan Indonesia akan menyerupai perpustakaan di luar Negeri? Ini lah menjadi PR bagi pemerintah dan pengiat literasi informasi untuk selalu memperhatikan jantung informasi, jantung pendidikan, dan jantung litarasi.

 

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Keajaiban perpustakaan


Bismillah…

Tanpa dijelaskan secara detail sudah mengetahui bahwa perpustakaan adalah jantungnya pendidikan bayangkan andaikan jantung pendidikan tidak berfungsi dan dimanfaatkan semaksimal mungkin, apakah masih bisakah pendidikan bernafas, meningkat kreativitas bagi pembelajar?

Seharusnya pendidikan tidak bisa bernafas lagi ibarat tubuh manusia kalau jantung sudah tak berfungsi dipastikan tidak bisa lagi menghirup udara tapi analogi tersebut tidak berlaku dengan jantung pendidikan.

Lihat saja rata-rata jantung pendidikan di sekolah, perguruan tinggi, sekolah tinggi, institute dan universitas masih belum semakismal mungkin memfungsi jantung pendidikan tersebut sebagai sarana central kegiataan pembelajaran.

Bahkan perpustakaan seakan-akan kehilang pesona bagi pembelajaran padahal fungsi perpustakaan tidak hanya sebatas gudang-gudang buku melain perpustakaan sekarang telah memiliki esensial lebih yaitu perpustakaan merupakan tempat sangat ajaib. Kenapa ajaib?

Sebelum kita mengulas keajaiban perpustakaan sebaiknya mengetahui dulu kenapa perpustakaan kehilangan pesona dari setiap genarasi!!! Penyebab hilangnya pesona perpustakaan pertama pustakawan kurang santun dan ramah melayani pengunjung “pustakawan yutek” bahkan hingga sekarang masih diketemukan model pustakawan seperti itu disetiap perpustakaan sedangkan image perpustakaan bisa tercitra dengan baik didukung dengan budaya kerja pustakawan.

Walaupun canggihnya sarana perpustakaan jika pengelola perpustakaan tidak mampu mengaplikasi excellent service dipastikan tidak akan memberi kesan indah bagi pengunjung seperti kita lihat perusahaan bertaraf internasional pelayanan merupakan factor utama harus diperhatikan. Hendaknya perpustakaan juga menerapkan pelayanan excellent bagi pengunjung perpustakaan.

Kedua knowledge pustakawan harus diupgrade sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan namun pada kenyataan masih banyak pustakawan terutama disekolah maupun diperguruan tinggi menduduki profesi pustakawan bukan berlatar pendidikan Ilmu perpustakaan. Hendaknya Profesi pustakawan yang memiliki kompetensi, skill dan knowledge. Jika memungkinkan profesi pustakawan berpendidikan minimal S1 atau S2, bisa dibayangkan jika pustakawan rata-rata tamatan Strata dipastikan dinamisan perpustakaan cemerlang, dan gesit seperti perpustakaan pusat universitas Gadjah rata-rata pustakawan sudah tamatan strata dua.

Ketiga koleksi perpustakaan dari masa transisi hingga postmodern tidak berkembang sedangkan koleksi merupakan salah satu bagian menarik pengunjung untuk hadir dan memanfaat perpustakaan. Jangan sampai koleksi perpustakaan mengalah perpustakaan commercial, dan jangan pula koleksi diperpustakaan tidak memenuhi kebutuhan pengunjung. Kalau bisa koleksi perpustakaan lebih bisa mem-balanced koleksi ilmiah dan nonilmiah.

Terakhir teknologi perpustakaan harus sesuai dengan perkembang teknologi apalagi saat ini banyak open sources software untuk perpustakaan dan kenyataannya  perpustakaan sekolah maupun perguruan tinggi masih memanfaat catalog manual. Hal dipengaruhi dengan pustakawan tidak memiliki kompetensi teknologi dan tidak adanya akomodasi khusus untuk mengembang fasilitas perpustakaan khusus teknologi… Bersambung

BestRegard “Inspirasi BeraniSukses”

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Journey At Hongkong


Journey at Hongkong

sampai dihongkong sekitar jam 12 malam waktu hongkong kalau di Indonesia sekitar jam 11 Cuma berbeda satu jam seperti berbedaan Indonesia barat dan timur. via kita lalui menuju hongkong yaitu dari Macau terus naik Very dan jembutin mobil pariwisata. Perjalanan dari Macau menuju Hongkong lebih kurang satu jam perjalanan. Ini untuk pertama kali naik Very mungkin daerah kepulauan seperti batam very merupakan transportasi utama masyarakat batam. Hal dirasakan ketika naik very adalah seperti naik guayan dan pusing sepertinya mabuk laut heeeee….^__^ akhirnya sampai juga di pelabuhan Hongkong subhanallah sesampai disana lihatin pemandangan laut luar biasa tapi sayang tak sempat mengabadikan pemandangannya yang dihiasi Lighting “penerangan” lampu-lampu berkilau dengan berbagai warna pantas si Gayus mau banget liburan ke Macau hooooo kok sampe ke gayus pula…. The Next History  Bayangkan pelabuhan saja sudah seperti apalagi bandara dan kota Hongkong ya???.

lebih kurang setengah jam berjalan menuju kota hongkong dan sempat diceritakan guidenya bahwa kita akan melewati bawah laut, dan melihatin pelabuhan antara dua kota hongkong. walaupun berjalan dibawah laut sepert jalan ditol biasa aja. tetap pemandangan jalan dibawah laut tak bisa diabadkan semakin capeknya^____^ akhirnya sampai juga di hotel. semakin tertakjub sesampainya di hongkong rata-rata gedung disana seperti pencakar langit. ketika dihotel dapat kamar paling atas semakin bebas  atau lepad (freelance) mata memandang gedung bertingkat disekitar Hotel. bahkan bisa dikatakan rata-rata gedung disana tinggi semua dan sangat jarang rumah penduduk seperti Indonesia.

Fhoto di Hongkong

pagi pun datang dan mengawal pagi dengan prepare  serta Basmallah menuju lokasi workshop and tour. Tapi sebelumnya berangkat harus serapan dulu. Hoooooo….ketika sarapan banyak keanehan (1) ruangan makan Hotel sangat minim mungkin lebih minim rok Mini sehingga harus antri kayak antri daging kurban, kemudian disana makan yang laris oleh kita adalah Telur bulat, Roti bakar, dan Teh Hangat sedangkan makan bahan dasar daging pada takut semua menyentuhnya “takut daging babi” gak papalah wanti-wanti dari pada kemakanan makanan haram, padahal pertama makan ambil sosis tapi gara-gara dibilangin teman hati2 jangan daging babi terpaksa dech sosis disingkirkan, Parno bangetkan ckkkkkk….. (2) Ternyata makanan hongkong kebanyakkan bersaus alias tak berbau Pedas seperti orang Sumatra. (3) orang Hongkong Menyeduh Teh tidak menggunakan Gula alias Teh Hijau Karena orang hongkong takut kegemukkan “obesitas”  pokoknya makan dihongkong menghilangkan selera yang ingat Cuma Makanan Indonesia “ I love food Indonesia especially padang foods”.

workshop pertama di Universitas Hongkong, selama dalam perjalanan menuju Universitas Hongkong yang berada di atas Bukit. lagi-lagi takjub melihat Indah kota hongkong yang dihiasi oleh gedung-gedung pencakar Langit matapun tak mau berkedip sedikit pun untuk melihat keindahan Hongkong. lebih kurang 1 jam perjalanan dan Alhamdullah gak kena mancet “Mangnya Jakarta pake macet-macet segala hiiiiii” sampai di Universitas Hongkong ini adalah Mapping Universitas Hongkong

ketika memasuki area universitas Hongkong bertambah takjub ternyata sangat beda universitas yang ada di Indoesia. kesan pertama terlukis dalam benak yaitu gedung-gedung sangat Indah, kokoh, taman-taman kampus begitu asri serta nan Hijau, tertata dengan rapi tanpa ada sampah satupun. setelah berkeliling di area universitas hongkong langsung menuju Perpustakaan ini tujuan kita. sesampai disana langsung disambutin oleh librarians the university of Hongkong sambil mengenalkan “Introduction” tentang history and deveploment of library. Akhirnya dibagi two group “dua cluster” yaitu cluster Technology and Collection or circulation library.  lagi-lagi takjub ternyata jauh berbeda perpustakaan Indonesia dengan Hongkong disana rata-rata sudah berbasis Techonology kemudian tata pelayanan serta display collection juga berbeda. akan tetapi perpustakaan Universitas Hongkong sebelum seberapa jika dibandingkan dengan Perpustakaan Provinsi/kota “Hongkong of central library” seperti Mall banget. Semoga suatu saat perpustakaan Seluruh Indonesia bisa seperti perpustakaan diluar negeri. Amin “tapi Kapan ya hiiiiii”

Dilanjutkan kegiataan berikut adalah mengunjung perpustakaan Hongkong University science and technology dimana universitas tersebut juga berada puncak bukit. luar biasa sesampai disana semakin takjub lagi dengan pemandangan melihat kota Hongkong dari universitas science and technology. jadi kepengen kuliah diluar negeri pula rasanya heeeee….”semoga Allah mempermudahkan langkah walaupun logika bilang mana mungkin tapi ketika Allah berkehendak pasti bisa, I’am believed it”. pastinya hal tidak boleh dilupakan adalah foto-foto. langsung menuju perpustakaan yang berada dilantai the first floor. sebelum mengeliling lokasi perpustakaan tersebut kita memasuki area workshop tujuan adalah untuk mengenal terlebih dahulu lika-liku perpustakaan dan berakhir juga pengantar tentang perpustakaan. Kemudian dilanjuti pada pengenalan satu persatu ruangan dan koleksi perpustakaan tersebut. semakin berjalan dari satu keruangan lain, dari satu tingkatan gedung ketingkat lebih tinggi lagi-lagi mengeleng kepala “luar biasa” perpustakaan diluar Negeri. perpustakaan didesain senyaman mungkin, difasilitasi selengkap mungkin, dan ditambah lagi pemandangan nan indah.  Bagaimana tidak mahasiswa betah dan menjadi perpustakaan menjadi rumah kedua bagi mahasiswa. ada beberapa hal yang bisa disimpulkan dari mengunjungi perpustakaan Hongkong Science And Technology yaitu  Hendaknya perpustakaan diciptakan senyaman mungkin dengan dekorasi funny, fasilitas serba techonology, dan disuguhi pemandangan. Tapi mungkinkah Indonesia bisa meniru perpustakaan hongkong science and technology????. Insyallah bisa tapi perlu waktu begitu lama dan panjang. Hongkong Science And Technology memang menerapkan filosofi perpustakaan adalah jantung pendidikan. kalau Indonesia benarkah perpustakaan jantung Pendidikan!!!! I don’t knew…

The Next Activity yaitu menuju Hongkong of central library (Mungkin perlu pembahasan secara khusus tentang Hongkong Of Central Library), jadi ditinggalin dulu tentang Hongkong Of central library dimana perpustakaan tersebut berada dipusat kota hongkong dan bersebelah Taman Victoria salah satu tempat berkumpulnya TKI Indonesia dan berdekat Indonesia of Embbassy. Walaupun sepintas melihat Taman Victoria tapi sudah mengambarkan suasana seperti apa!!!!. Taman tersebut umumnya dimanfaat untuk bersantai ria, bermacam olahraga, dan diskusi. Taman Victoria memang bagus tempat menghilangkan lelah tapi lebih nyaman lagi di Hongkong of central library seperti Mall…”amazed” bahkan di hongkong taman kota begitu banyak dan jarak satu taman dengan lain juga tak begitu jauh. Kenapa hongkong menerapkan banyak taman karena rata-rata masyarakat hongkong tinggal apartemen (rumah susun) jadi jarang heran pagi-pagi taman di hongkong dipenuhi masyarakat hongkong.

Pokok seharian penuh tepatnya tanggal 4 Juni 2011 Full of activity,  walaupun padatnya kunjungan tapi tetap happy funny as long as day not annoyed or joy.   ini dia nich yang ditunggu teman semua yaitu shopping time. Namun sebelum kita shopping night day kita mengujungi tempat wisata  Madame Tussaud’s Hong Kong yaitu tempat  patung-patung orang tekenal di dunia seperti Sharul Khan, Eistein, Raja dan ratu Inggris, Jek lie, dan lain-lainnya. Hhoooo….hampir semua patung orang ternama diphotokan ya kapan lagi, karena di Asia Madam Tussaud’s Cuma ada dihongkong,  ticket masuk yaitu 100 dolar Hongkong yaitu sekitar 120 Indonesia. di Gedung Madame Tussaud’s tersebut bisa melihat kota Hongkong dari ketinggian tapi sayang kita kesana siang-siang katanya kota hongkong lebih indah dilihatin Malam hari.

Fhoto bareng di Universitas Science and Technology Hongkong

The Next Journey Is Shopping Time!!! kita tahu bahwa hongkong adalah pusat belanja termurah di asia. Sebenarnya dielnya dari Indoneisa bakal shoping di Ladies Market tapi ada suatu problem yaitu guide curang kita dibawah tempat yang mahal dan menyatakan bahwa ladies market bukan tempat belanja murah dengan terpaksa belanja disekitar  Stanley Market merupakan pasar yang sedikit lebih ‘bergengsi’ dibandingkan dengan pasar-pasar lainnya di Hongkong.

lewat shoping tersebut terbukti bahwa orang Indonesia adalah Konsumtif “geleng-geleng kepala lihatin teman belanja”.  Hampir semua barang ditawar pada lahap alias diborong, lucunya saat shoping yaitu terhambat dengan bahasa terpaksa menggunakan bahasa isyarat^___^. Masih ingat waktu teman nawarin pake bahasa Indonesia dan ketawa ngakak-ngakak hooooooooooo emang disini bringHarjo pho*__*…. waktu yang dihabiskan untuk shopng sekitar 4jam padahal waktu diberikan untuk shoping yaitu 2jam. HHeemmm mana cukup 2jam buat shoping dengan terpaksa pulang ke Hotel naik taksi. Belanja di Hongkong tak ada puas-puas karena perbedaan shoping hongkong dan Indonesia beda tipis. Pantasan kalau jalan-jalan kehongkong rugi kalau gak shoping. selain murah dan kualitas juga lebih bagus dibanding Indonesia bukan berarti barang Indonesia dibawah standar.

The Last Journey not yet last at Hongkong berakhir di Stanley Market and prepare penerbangan selanjutnya yaitu Singapura perjalanan penuh kenangan dan ilmu. I hope someday Godbless to journey another abroad, Amin.

 

the important of librarians autonomy to job


Pentingya autonomi  pustakawan dalam bekerja

Otonomi individu adalah kebebasan untuk melakukan tangensial aktivitas perkerjaan di organisasi sesuai dengan kebijaksanaan pihak pengelola organisasi. Pekerjaan yang berhubungan dengan otonomi  indivudu adalah kebebasan untuk mempraktekkan profesinya sesuai keahlian. Otonomi individu merupakan suatu tingkat dalam pekerjaan yang memberikan pekerja kebebasan, kemandirian dan kebijaksanaan, penjadwalan pekerjaan, dan menentukan pekerjaan yang harus dilakukan. Dengan otonomi berarti seorang pegawai memperoleh kebebasan atau wewenang mengatur jadwal kerja, menetapkan prosedur penyelesaian pekerjaan dan arena keterlibatan kerja yang tinggi. Maka tumbuhlah rasa tanggung jawab terhadap hasil kerjanya (Hackman & Oldham, 1975).

Ketika sebuah kelompok diberikan otonomi seperti itu, umumnya disebut sebagai kelompok kerja otonom atau  mengelola tim kerja (Campion et al, 1993; Goodman et al, 1988). Kemudian Otonom individu didefinisikan sebagai kontrol eksternal kebebasan individu, berkaitan dengan kegiatan pekerja dalam organisasi tidak sepenuhnya dikendalikan oleh organisasi. Dalam pengembangan organisasi berbagai macam pola otonomi individu yang digunakan dengan tujuan mengurangi kebosanan para pekerja, membantu karyawan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya serta sebuah alternatif bagi organisasi untuk meningkat inovatif dan produktivas karyawan.

Pekerjaan otonomi individu sering dikaitkan dengan motivasi yang pada gilirannya menumbuhkan produktivitas lebih tinggi atau efektivitas. Umumnya berpendapat bahwa dengan otonomi individu hal ini memungkinkan partisipasi dalam pengelolaan diri, adanya rasa tanggung jawab anggota terhadap peningkatan kerja, sehingga meningkatkan kualitas keputusan mereka dengan meningkatkan jumlah akses informasi relevan (Barker, 1993; Campion et al, 1993; Langfred, 2000; Pearce & Ravlin, 1987).

Idealnya konseptualisasi otonomi individu dapat dilihat pada dua tingkatan berhubungan yang terpisah: (1) berhubungan dengan profesional individu; dan (2) berhubungan dengan pekerjaan kelompok atau profesi.  Individual autonomy has often been linked with motivation, which in turn leads to higher productivity or effectiveness (Barker, 1993; Campion et al., 1993; Langfred, 2000; Pearce & Ravlin, 1987). It is gen-erally argued that, by allowing participation in self-management, members’ sense of responsibility to, and ownership of, the work increases, thus enhancing the quality of their decisions by increasing the amount of relevant information to which they have access and by locating decisions as near as possible to the point of operational problems and uncertainties.

Otonomi individu tampaknya penting dalam organisasi karena memberikan kebebasan, kemandirian dalam melakukan pekerjaan hal ini memungkinkan berhubungan dengan motivasi individu meningkatkan tanggung jawab terhadap organisasi, meningkat produktivitas serta efektifitas dan berhubungan kecepataan serta akurasi akses informasi dalam melayani klien.

Maka autonomy individu pustakawan dapat diartikan sebagai hak, wewenang dan kewajiban pustakawan dalam mengatur dan mengurus pekerjaannya sendiri sesuai dengan peraturan atau norma yang berlaku dalam organisasi. Sedangkan hakikat individual autonomy di perpustakaan adalah mengembangkan pustakawan yang otonomi, pimpinan memberi keluasan bagi pustakawan untuk melihat potensi-potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal. Karena invidu-individu otonomi menjadi modal dasar bagi berwujudan budaya kerja. Sehingga dengan adanya individual autonomy pada pustakawan terlihat segenap potensi yang dimiliki pustakawan. Selain itu individual autonomy merupakan salah satu strategi memperoleh peluang bagi individu untuk bersaing.

The Importance of Image Formation Slogan For Libraries


Pentingnya Slogan Bagi Pembentukan Citra Perpustakaan

Melihat perkembangan perpustakaan saat sangat luar biasa mulai dari teknologi yang digunakan yaitu hadirnya web 2.0 dan terjadi competency antara perpustakaan komersial dan non komersial.  Hal teresebut akan mempengaruhi pula pada system management dan kinerja yang terbentuk pada perpustakaan untuk always create of creative. Hal ini dilakukan agar perpustakaan mampu survive not die dalam persaingan yang begitu great.  kemudian dengan perkembangan yang luar biasa tersebut sebaiknya perpustakaan memperhatikan SLOGAN perpustakaan yang edutainment.  Slogan pada dasarnya adalah frase pendek yang memberikan deskripsi atau informasi dari suatu merek. Slogan dapat memberikan gambaran kepada konsumen intisari dan keunikan produk  perpustakaan secara singkat, padat, dan jelas.

Rata-rata perpustakaan di Indonesia belum memiliki slogan perpustakaan. Kenapa perlunya perpustakaan memiliki slogan karena merupakan salah satu upaya mempromosi atau memperkenal perpustakaan untuk mudah dikenal bahkan diingatkan pada gilirannya identitas tersebut mampu membentuk impresi/citra tertentu atas suatu produk perpustakaan di mata pengujung (user) sehingga timbul intersting “ketertarikan” pada perpustakaan. Bahkan company “perusahaan” terkenal level internasional dan nasional  mempunya slogan misalnya apapun makannnya, minumnya Teh Botol Sosro’, ingat beras, ingat Cosmos’, ’Orang Bijak Taat Pajak, Masih banyak lagi instansi maupun company menggunakan slogan dalam mempromosikan produk atau memperkenalakan lembaga tersebut pada public.

 ini menunjukkan bahwa slogan mampu memberi citra positif atau memiliki Ruh bagi perpustakaan untuk survive dalam melayani masyarakat literasi (literacy society). Slogan perpustakaan merupakan suaut system of shared meaning yang dipegang oleh anggota perpustakaan yang membedakan perpustakaan tersebut dengan perpustakaan lainnya. Itu sebabnya, sebagian besar merek-merek yang beredar di pasaran menggunakan berbagai slogan untuk menancapkan merek di benak konsumen. Daya ingat konsumen terhadap slogan pun relatif cukup lama, meskipun masih tergantung kepada bagaimana pemilik merek mampu dan jeli mengkomunikasikannya.

Hendaknya slogan yang tercipta sesuai dengan visi dan misi tiap perpustakaan (goal), siapa pengguna (targeting) dari perpsutakaan tersebut dan ada baik pula slogan yang dibuat oleh perpustakaan memiliki makna atau kalimat non ilmiah “bahasa anak Muda not alay” seperti contoh slogan diatas. Pada umumnya slogan dipakai menggunakan bahasa yang singkat, bahasa entertainment, dan mudah diingatkan. ini hal yang harus diperhatikan oleh perpustakaan ketika menciptakan slogan.

Jadi, sangat perlu perpustakaan seluruh Indonesia menciptakan slogan agar perpustakaan mampu survive dan berbeda dengan perpustakaan lain. sehingga perpustakaan memiliki tempat especially (terutama) di hati pengunjung serta sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk mengunjung perpustakaan. Maka hasil akhirnya adalah banyaknya pengunjung perpustakaan memanfaat pelayanan yang disediakan oleh perpustakaan dan terbentuknya literacy society di berbagai lapisan masyarakat akedemis maupun non akademis. .

%d bloggers like this: