Ikhlas


Koe mengikhlas kau dicintai orang lain

Bukan koe tak sayang

Koe mengikhlas kau pergi jauh

Bukan koe tak mencintai lagi

Koe mengikhlas kau dimiliki orang lain

Bukan koe tak berhenti merindu sosok itu

Koe mengikhlas kau berdampingan orang lain

Bukan koe tak mau disisi mu

Tapi koe mengikhlas ini semua

Karena kita tak mungkin dapat disatukan

Karena kita tak mungkin mengkecewakan orang terdekat

Karena kita memang memahami formulasi cinta sebanarnya

Karena ini adalah magnet kita mensucikan jiwa

Karena seperti ini telah memberi penyegar, dan menyirami hari-hari dengan zikir

laksana embun pagi Memberi kesejukan dan pencerahan dihati kita

Maka jalan terbaik setelah ini adalah mengekalkan diri kepada ’Sang Pemilik Cinta’

walaupun kita tak bisa disambulkan dalam bundel sebenarnya

kita tetap menjaga silaturahmi, ukhuwah dan mentausijahi

kerana kita hamba-hamba peraih nobel dalam masalah cinta

karena kita telah mempu menjalin dan mengikhlas cinta

karena kita tahu cinta adalah anugrah sang maha zat dan mahaenegri

hanya dititipkan untuk sementara bukan selama-lamanya

maka sekarang, lusa dan hari-hari seterusnya mari kita merenungkan ayat-ayat suci rabbi yang sesungguhnya begitu banyak hikma dan petunjuk buat kita sehingga tak ada yang tersakiti, dikecewakan dan dibohongin. Mudah-mudahan ayat ini telah mampu memberi pencerahan jiwa dan bangkit untuk menggapai cinta setiap langkah Edensor kita.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum : 21).

Subhanallah begitu indah makna kalimat ini, sehingga telah  mampu inspirasi kita untuk meraih cinta penuh dengan kebajikan, meraih cinta angin syurga yang abadi, serta menyihir kesadaran koe membayangkan dan merasakan indahnya sinar pelangi jika memaknai cinta dengan syar’I dan koridor Rabbi. sungguh cinta yang didasari keikhlasan adalah  perkasa, Ia akan menjadi benteng yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa serta menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda.

BUAT SAHABAT KOE



Berawal dari mana koe kenal dengan dia sungguh tak ingat bahkan mengetahui, sehingga koe bisa dekat dengan orang tersebut. Berjalan dengan detik, menit, jam, hari dan bulan kita semakin dekat atau bisa ada merasakan kecocokkan satu sama lain walaupun kita berkomunikasi hanya dengan menggunakan media yang sudah booming dinegara kita yaitu internetan dan HP (hati perasaan kalau mengartikan hehehee….). berbulan kita tetap berhubungan sebagai teman yang saling berbagi dan memotivasi satu sama lain.

Ternyata dengan berlalunya hari dan bulan telah menoreh cerita dia antara kita, walaupun cerita tidak seromantis sinetron dan ekstrem film tapi cerita itu lah mampu mengikat dan menyatukan dengan jarak yang berjauhan.  Itulah persahabatan tak mengenal gerak dan ruangan serta getakulasi, sungguh persahabatan yang kita jalin membuat kita semangat meraih dan mengapai hari esok yang gemilang didepan bola mata.  Persahabatan ini pula membawa koe kejalan kebenaran yang selama ini koe tinggalkan, membawa koe semakin ingin lebih menggali dan mengapalikasi ajaran tauhid ini hingga Rabbi mencabut izin koe berjalan dan tinggal di ar’sy ini. serta dengan perkenalan itupul ingin survive dan istiqomah dalam genggaman sangmaha mengetahui dan sangmaha setia. Sungguh persahabatan itu telah membawa keberkahan dan kesadaran pada koe mengevaluasi dan mengceklist serta memriview ketahuid-tahuidan yang sempat dikesampingan serta dikesampingkan.

Sehingga suatu ketika Rabbi yang maha menyatukan mempertemukan kita disuatu tempat yang sebelumnya tak pernah terpikir bahkan membayangkan dimana bisa tersenyum bareng, jalan bareng, dan makan bareng. Saat itu pula persahabatan kita bina dengan fondasi keikhlasan itu semakin erat dan menyatukan ibarat menyatukan lidi-lidi untuk membersihkan debu dan sampah yang berserakan dalam jiwa dan raga agar mendapat keniscayaah  dalam setiap sentuhan dan helaian napas yang kita keluar dan berdengus.

Walaupun pertemuan tidak lama tak itu sangat berarti dan terkenang hingga tak tahu sampai kapan koe kenangan manis dan haru itu. Dimana begitu banyak hikmah yang terpetik dan terkutip dari pertemuan yang sesingkat mungkin, itulah Rabbi maha mempertemukan hamba-hamba walaupun dengan waktu yang tidak tertentu, menjalin silaturhami, dan persaudaraan (ukhuwah). Saat dan detik perpisahan itu pula ada rasa yang hilang dalam dengusan napas, dentak jantung, dan kaki begitu susah untuk dilangkah serta tak mampu untuk diungkapkan dengan sejuta kalimat dan seebrek pragraf karena semua telah terwakili dari tetesan air mata walaupun genangan air kesucian itu tak sempat menetes. Tapi semua telah mengambarkan bahwa rasa yang tertanam dalam benak dan qolbu telah percampuran antara bahagia dan sedih. Tapi tak mampu untuk menghalang kepergian sahabat, andaikan mulut sanggup melontar sepatah kata mungkin akan menghalang langkah itu pergi dari wajah dan tubuh ini. namun pertemuan itu membuat semakin merasa sungguh dunia berwarna seperti sinaran  pelanggi mungkin melebih dari terang pelanggi dilangit.

Saat perpisahan itu berpikir mungkinkah kita dipertemukan ditempat itu atau dengan scenario yang lain, sungguh tak mampu memicahkan segala perasaan itu yang telah bertumpuk di otak, perpisahan itu terjadi juga hanya di lepas dengan lambaian tangan dan tatapan mata yang menahan genangan tetesan air mata.  Perpisahan yang tak diinginkan, tapi apalah daya setiap pertemuan pasti ada akhirnya karena dimuka bumi tidak ada yang abadi bahkan kekal. Walaupun secara raga terpisahan tapi jauh dalam lubuk hati paling dasar kita belum terpisah karena begitu kuatnya rasa persahabatan yang terbangun dan tak pernah memutuskan komunikasi walaupun hanya sesaat tapi hakikat komunikasi itu sangat terasa.

Koe berharap persahabatan ini selamanya tapi harapan dan impian yang koe anggan-anggan tidak seperti terpikirkan, dimana tak ada tanda sesuatu hal yang aneh dan ganjalan diantara persahabatan kita. Malah dia memberi sederat kata yang membuat koe kaget dan langsung menetes air mata karena semakin tak tertahan lagi. Dunia seakaan tak berarti, hancur, yang diinjak hanyalah lumpur dan bara telah membakar sekujur tubuh, pikiran tak menentu, tanggisan dan isak semakin beritme. Bahkan mata tak mampu dipejam dengan cara apapun semakin begitu terpikir dengan sahabat koe. Disini membuat koe tak mampu berpikir secara rasional dimana telah terpengaruhi dengan perasaan sedih dan bergebu-gebu.

selama ini Sahabat koe sebagai alramt untuk terus istiqomah dijalan kebenaran yang penuh dengan onak, lembah dan jalan berliku-liku,  hilang begitu cepat ibarat petir menyambar batang pohon lagi bertunas. Sungguh dengan perpisahan terpukul dan terhembas tak sanggup melupakan itu semua, namun coba menyerahkan pada Rabbi tetap hasil belum maksimal menenangkan jiwa yang terselumuti sedih.

Sejak perpisahan itu koe coba menutup rapat  helai dami helai kenangan dan menguburkan dalam semua rasa, kenangan, kata yang pernah terukir di galaksi cinta agar tak kembali diperbaduan koe. Sahabat koe hanya bisa mengatakan terimakasih engkau telah mewarnai hari-hari koe walaupun ending kau meninggal koe secapat itu, sahabat terimakasih kau goresan luka nan begitu perih dan galau telah tertancap diulu hati koe paling suci, sahabat maaf  koe andaikan selama ini setiap kata dan kalimat terungkap berlebihan dan membuat kesal dihati mu, sahabat hanya bisa mengucapakan selamat atas perjuangan mu dalam mencari teman sejati semoga kepersamaan engkau dan dia sampai akhir ayat. Amin.

Terakhir biarlah sekujur tubuh ini koe bawa entah kemana dan mengikutu gelombang ombak yang begitu kejam dan kini biarkanlah koe mengemis pada orang-orang yang ingin mengluarkan koin kasihan pada koe untuk menghilang dan mekikis seonggok kesedihan yang telah berakar dan Koe akui kalah dengan pertarungan ini.

for u MIH

%d bloggers like this: