Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha


BIsmillah…

Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha

Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha

Tertunduk membisu, malu seperti inikah amalan muslimah yang mengakui mencintai Allah, Rasul dan NabiNya. Katanya ingin menjadi wanita sholeha, katanya ingin masuk barisan yang diselamatkan oleh Rasullah, katanya umatNya yang selalu bertasbih padaNya tetapi kenapa amalan tersebut tidak mencerminkan seorang wanita sholeha. Wanita sholeha bukan saja terlihat dari kerudung yang panjang, selalu memakai kaus kaki, selalu memakai gamis, selalu menduduk pandang, selalu menjag hati dan selalu memperbahui intelektualitas. Melainkan wanita sholeha juga harus dikokoh dengan pondasi agama yang spektakuler yaitu dengan memperbanyak amalan yaumiah baik bersifat wajib maupun sunnah. Bukan ia saja terdiam seribu bahasa ketika murabbi melihat amalan kami yang tercatat dalam buku harian amalan yaumiah dan biasa setiap minggu selalu muttabaah segala hal baik dari sisi pendidikan, dakwah, amalam maupun amanah bersifat umum oleh murabbi. Entah kenapa kami begitu kompak mengisi catat yaumiah kosong terutama qiyamulai, shaum sunnah, mengaji dan sholat dhuha.

Baru kali ini, murabbi memberi taujih yang menyentil padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu mungkin melihat sikap kami semakin menurun seharusnya semakin semangat, semakin mantap, semakin bergairah untuk berdakwah dan sejak mendengar tausiah murabbi di masjid kampus terasa tertampar begitu dahsyat sehingga membekas dihati maupun dilogika.  Selama dalam perjalan menuju rumah teringat-ingat kata murabbi, bagaimana kalian ingin menjadi bagian dari dakwah, bagaimana kalian bisa mengajak orang dalam kebaikan, bagaimana bisa menginspirasi orang lain dan bagaimana kalian bisa bertahan menghadapi cobaan saat berdakwah sedangkan amalan yaumiah saja sangat menyedihkan bahkan memalukan. Bukankah untuk menuju kejayaan islam itu diawali dari diri sendiri (individu), keluarga, masyarakat dan Negara. Ku dan teman tertunduk sangat bersalah, amalan yaumiah tidak seharusnya diingati lagi karena kami sudah bertahun-tahun dalam lingkaran ukhuwah tapi reatilasnya kami masih seperti orang baru bergabung dalam lingkaran ukhuwah yang harus didorong dan dimotivasi untuk menjalankan tuntunanNya. Bertahun-tahun dalam lingkaran ukhuwah tidak lagi berkutat dengan amalan yaumiah karena sudah menjadi habbit melainkan harus ekspansi keluar agar semakin banyak orang menyadari bahwa islam itu rahmatan lilalamin. Jangan-jangan hidup kami lebih didominasi tujuan dunia dari pada akhirat, jangan-jangan hati kami penuh dengan binti-binti hitam sehingga begitu berat untuk menjalankan amalan yaumiah dan jangan-jangan waktu ke waktu dihabiskan dengan kegalauan yang tidak jelas. Astafirullah.

Padahal kami tahu bahwa untuk mendapat kunci surge tidak begitu mudah, padahal kami paham bahwa surge itu penuh kenikmatan tidak sebanding dengan nikmat dunia saat ini, padahal kami paham bahwa siapa yang dekat denganNya maka Allah akan mengambulkan segala keinginan, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya (QS. Al Baqarah: 25)

Padahal kami paham bahwa sholat dhuha itu cara Allah membuka pintu rezki, padahal kami paham setiap ayat dibaca memiliki pahala yang luar biasa seperti Sabda Nabi : “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, oromanya harum dan rasanya nikmat….., Sabda Nabi : “Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. HR. At Tirmidziy dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said.

Padahal kami paham bahwa siapa melaksanakan sholat tahajud maka Allah mengangkat derajat orang tersebut, padahal kami paham siapa sholat tepat waktu adalah orang yang menang melawan nafsu “shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan sholat pada akhir waktu adalah pengampunan Allah (HR. Tirmidzi). Padahal kami paham bahwa melaksan shaum sunnah akan Allah jauhkan dari api neraka. Dari Abu Said Al Khudri -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR. Al-Bukhari no. 2628 dan Muslim no. 1153)

Tetapi kepahaman hanya sebatas tahu tetapi enggan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Sejak mendapat teguran tersebut, mulai lagi memperbaiki amalan yang sempat anjlok, sempat terjun payung, sempat error dan sempat tidak layak bagi wanita yang bercita-cita menjadi wanita sholeha.

Murabbi terimakasih atas evaluasi amalam kami, sungguh kata-katamu sangat menghentak jiwa seakan-akan urat nadi terputus dari leher dan ada sesak didada menahan malu atas teguran mu. Ya Allah, tumbuhkan kenikmatan dalam jiwa kami untuk selalu mencintaiMu. Ia sadar beberapa minggu membuat jarak denganMu. Tak ingin jauh dariMu karena Engkau adalah tempat ia mengeluh segala hal terjadi, Engkau tempat ia menangis. Benar adanya hampir dua minggu air mata tidak pernah menangis dihadapanMu baik dikala sujud, baik dikala berdoa dan baik dikala mengaji. Jangan-jangan hati sudah mengeras, jangan-jangan hati ini penuh noda yang mengotori jiwa, dan jangan-jangan terlalu sibuk menikmati dunia fatamorgana sehingga amalan yaumiah tidak pantas bagi ia bercita-cita ingin menjadi bidadari. Berjanji untuk kesian kali padaMU untuk mengutamakan diriMu. Padahal apa dilakukan bukan buat orang lain melain untuk kebaikan ia agar menjadi pribadi sholeha, pribadi nan tenang, pribadi sabar dan pribadi selalu mengembali segala hal terjadi kepada Engkau.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

waktu bisa merubah segalanya


waktu bisa merubah segalanya

waktu bisa merubah segalanya

Ijinkan aku sedikit bercerita padamu, sahabat. Dulu aku mengenalnya sebagai wanita shalehah, jilbabnya yang anggun tak sedikitpun menampakkan lekukan tubuhnya, kerudungnya yang lebar membuatnya tampak begitu cantilk. Kalau ditanya kosmetik apa yang diapakai, dia hanya akan menjawab cukup wudhu saja.

Aku sebagai seorang wanita pun terpesona padanya, pada ketulusannya juga pada keistiqomahannya, pada apa yang dia yakini. Hal itu juga yang menginpirasiku untuk turut mengikuti jejaknya berkerudung meskipun masih belum berani berjilbab sempurna sepertinya. Shalatku yang bolong-bolong, atas bimbingannya secara perlahan menjadi sempurna, bahkan selalu mengikutinya untuk shalat tepat waktu.

Waktu, yaa waktu ternyata bisa merubah segalanya. Seiring aku semakin menyempurnakan penutup auratku, dia justru sedikit demi sedikit semakin membuka auratnya. Kecewa, sedih, apalagi setelah tahu bahwa karena seorang laki-laki dia bisa melakukan itu. Entah, laki-laki seperti apa yang tega menjauhkan dia dari agamanya.

Beberapa  hari yang lalu aku kembali bertemu dengannya, walaupun sekedar di Facebook. Aku begitu senang, meskipun dia tidak berubah sedikitpun, masih tanpa jilbab bahkan makin berani menampakkan auratnya dengan pakaian ‘kekurangan bahan’ yang dia perlihatkan di foto profile Facebooknya.

Beberapa tahun tidak bertemu mengantarkannya pada kisah romantis tapi berakhir tragis, dia menikah dengan laki-laki yang dikenalkannya padaku dulu. Tanpa perlu aku tanya, dia bercerita tentang perubahannya. Semua petaka ini berawal ketika dia bertemu dengan laki-laki itu yang sekarang menjadi suaminya, rayuannya membuat dia mempreteli satu per satu pakaian takwanya menjadi pakaian serba minim. Laki-laki ini rupanya sangat menyukai wanita yang menampakkan auratnya, makanya dia rela mencampakkan kewajiban dari agamanya demi mendapatkan cinta sang pujaan hati.

Benar saja, setelah pakaian takwanya terlepas, sang lelaki akhirnya ‘mau’ dengan dirinya. Namun sayang, kemauan sang lelaki ada maksud yang tersembunyi. Dia hamil di luar nikah dan harus berjuang meminta lelaki itu agar mau menikah dengannya, meski sang pujaan hati sering kali menolak dan tidak mau bertanggung jawab. Kini dia dikaruniai seorang putri yang cantik, secantik ibunya.

Aku kira kini dia bahagia bersama keluarganya, ternyata perkiraanku salah. Dia sekarang suka melanglang buana di dunia maya untuk mencari ‘pacar’. Aku menangis tersedu ketika mengetahuinya, apalagi ketika dia berkata “Suamiku aja cari pacar lagi, kenapa aku nggak boleh?”. Jadi itu tujuannya menampakkan aurat di foto profilenya.

Entah apalagi yang harus aku lakukan selain sedikit memberikan ‘nasehat’ padanya dan doa yang tak kunjung putus agar dia kembali seperti dulu. Dia yang dulu telah menginspirasiku memakai jilbab, kini justru semakin menjauh dari agamanya.  Aku rindu pada dia yang dulu.

***

Tak ada yang menyangka, waktu bisa merubah segalanya. Waktu pulalah yang menjadi saksi akan keistiqomahan kita pada agama yang Haq ini. Syetan bisa merayu kita dalam bentuk apapun, termasuk cinta.

Cerita di atas  bisa menjadi  contoh agar kita pandai memilih teman ataupun seseorang yang akan menjadi pasangan kita kelak, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi  5 menit mendatang. Begitu pula ketika kita memilih pertemanan di dunia maya apalagi pertemanan dengan lawan jenis.  Sulit menghindar dari pesona cinta di dunia maya yang ditebarkan para penghuninya, hati-hatilah. Tutuplah auratmu begitupun di dunia maya, bukan berarti karena maya lantas kamu bebas berekspresi senarsis mungkin lewat foto, lalu kemanakan Izzahmu?

Ingatlah, tak ada cinta dalam kemaksiatan. Bila dia mengatasnakaman cinta lalu mengajak pada kemaksiatan,  itu bukan cinta. Dia hanya nafsu yang begitu manis dan indah dipandang saja.

Cinta seharusnya hadir karena kecintaannya pada Allah Ta’ala, bukan sebaliknya. Jadi mana mungkin seseorang yang cinta pada Robbnya akan mengajakmu bermaksiat meninggalkan keimananmu. Yakinkanlah hatimu.

-Bahasa tanpa awal dan akhir, bagai lingkaran cahaya. Karenanya ia ada untuk kehangatan, ketentraman, kenyamanan dan kebenaran. Bahasa itu bernama cinta.-

Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Sumber: http://www.bukanmuslimahbiasa.com

Best Regard Inspirasi BeraniSuksesTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Gamis Pertama Ukhti


Bismillah… 🙂

Sekarang gamis sangat familier baik dikalangan anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua dengan berbagai bentuk model, kombinasi, bahan dan elegan coba lihat di facebook hampir setiap saat ditag gamis-gamis cantik dengan bervarian model.

Teringat dengan gamis pertama ana waktu lebaran tahun 2010 dengan corak batik berbunga-bunga, itu awal pertama menggunakan gamis cantik dan ketika mengenakan apa yang ana rasakan? Tahukah Anda? terasa akhwat sejati, teringat pesan seorang ukhti di kampus sering bahkan bisa dikatagorikan selalu menggunakan gamis ketika kampus maupun kajian menyatakan Kalau Pakai Gamis Kerasa Akhwat Sejati, Muslimah, Ukhti Sejati (benar banget steatment tersebut kalau gak percaya buruan ganti pakain lo yang ketat, yang gak cukup bahan dengan gamis-gamis cantik&modis) maka akan merasakan sensasi luar biasa J

Padahal dulu kala anti banget namanya gamis mungkin ketika di strata satu model gamis tidak seperti sekarang dengan berbagai model tapi tetap syar’i dan tidak bisa dipungkiri juga ada beberapa jenis gamis belum memenuhi standar syar’i.

Sejak menggunakan gamis untuk pertama kalinya effect positif ketagihan mememakai gamis, hunting gamis dan mengkoleksi gamis lihat aja lemari baju sudah terpajang beberapa potong gamis dengan berbagai model, bahan, corak dan insyallah syar’i.

Terasa pede luar biasa dan menemukan jati diri sesungguhnya ketika menggunakan gamis, terasa keibuan banget heemmm dan terasa menjadi wanita sholeha luar biasar Rasulullah Saw. bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim). Siapapun anda… wanita sholeha adalah perhiasan dunia yg tak ternilai harganya dan di jaman bergejolak yang seperti sekarang ini sangat sulit mencarinya

walaupun belum bisa dikatagori wanita sholeha karena masih banyak factor lain harus dipenuhi untuk menjadi wanita sholeha.

Terkadang dapat guyonan dari teman SD, dan SMP (cieeeee beda banget sekarang) tapi tetap pedeeeeeee luar biasa karena pakaian digunakan adalah pakaian memperlihatkan identitas islam sesungguhnya.

Jika diberikan rezki yang berlimpah ruah insyallah masih pengen hunting gamis karena sudah masuk salah satu target 100 impian harus diraih. Semoga suatu saat nanti dapat hadiah gamis cantik, lirik-kiri kanan sambil garuk-garuk kepala siapa juga mau kasih hadiah (gamisharapdotcom).

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Hijab hati atau hijab aurat


Bismillah…

wanita dihiasi keimanan dan ketaqwaan,berseri-serilah wajah mereka,mesti ramai lelaki mahu milikinya. Ubah lah diri menjadi wanita yang soleha.

Ketika kita mengajak seorang muslimah untuk menggunakan jilbab sesuai dengan syarait islam betapa banyak alasan diutarakan dan berbagai alasan cerdas, kreatif dan inovatif dilontarkan dalam rangka membenarkan diri. Bahkan atas nama Ham, kebebasan, kesataraan Gender dan wanita modern mereka lontarkan sebagai dalih.

Entah apa membuat mereka tak mau bahkan menolak secara tegas tak ingin berdandan anggun dengan kerudung keimanan dan ketaqwaan, Insyallah. Bukan pakian takwa ini kita begitu mudah dikenal, terjaga dari keusilan, meraih predikat wanita sholeha. Malah tertarik, interesting, suka, dan deman menggunakan dandan impor (barat).

Bahkan sampai melontarkan steatment Lebih baik menghijabkan hati dari pada menghijabkan aurat! Toh betapa banyak yang menghijabkan aurat perilaku dan sikap lebih parah dari tidak menggunakan hijab aurat. Nau’zubillah.

Apa membuat meraka berpikir seperti itu bahkan sampaikan-sampai mengambil analogi yang tidak cerdas. Tidak kah mereka melihat betapa berjuta wanita muslimah yang mengenakan hijab aurat memiliki akhlak lebih terpandang, lebih disegani, menjadi inspirasi wanita-wanita lain, dan menjadi idola hingga akhir hayat.

Seperti istri para Nabi, istri Presiden mesir terpilih saat ini, Yuyo Yusroh, Nini Muthainah jika di list satu persatu betapa banyak wanita menghijab aurat menjadi panutan, motivasi dan idola. Jangan sampai kita mengambilkan contoh dan analogi yang salah Cuma untuk membenarkan diri untuk menolak menggunakan hijab.

Bukan menghijabkan aurat merangkap menghijab hati? Akan berbeda makna atau stimulus ketika menghijab hati belum tentukan menghijabkan aurat. Ayo apalagi buat kita tidak mau? Dan kapan lagi waktu kita untuk menghijab aurat kita? Karena tidak ada waktu lain lebih elok selain waktu saat ini juga!

Jangan sampai pula kita kalah sama kuntilak, biarpun sama-sama perempuan tapi pakaian kuntilanak lebih sopan dari pada pakaian wanita sekarang…(shadis banget analoginya)

Seperti ilustarasi salah satu gambar marak dishare di social media jangan sampai kita menggunakan hijab pertama dan terakhir ketika dikapani. Gambar tersebut benar-benar sangat indah sebagai renungan untuk kita semua (muslimah). Berharap setelah melihat picture tersebut kita meraih hidayah, tersadari, dan bergegas minta ampunan pada Allah, meminta agar segera menaburkan kita hidayah dan kita pun istiqomah dalam naungan hidayah. Allahuma Amin

Jangan pula ketika kita menutup aurat mengikuti gaya kaum kristiani, kaum hindu, kaum sabian, kaum ortodok jew dan hendak menutup aurat seperti tuntunan islam seperti dijelaskan dalam Al-quran.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS An Nuur 24: 30-31]

Dan jangan sampai meniru style of fashion menutup aurat para kaum diatas sebab pada kenyataannya betapa banyak muslimah menutup aurat mengikuti kaum tersebut seperti contoh gambar disamping.

Banggalah dengan identitas muslimah mu, meski ada yang tak menyukai, mesti banyak yang mengolok-olokkan mu, meski banyak mengatakan mu sok alim,  terkadang mereka membenci karena mereka tak mampu menjadi seperti dirimu (muslimah sejati).

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Muslimah Harus Beda


Seorang muslimah sejati harus beda dengan wanita-wanita lainnya, walaupun kita sesama umat Islam tapi tidak semua umat islam  bisa menjadi muslimah sejati. Apalagi muslimah telah mengalami metamerfosa kehidupan khususnya meterfosis pendidikan hingga pascasarjana. maka dari itu muslimah intelektual harus beda dari berbagai aspek. baik itu dari tata cara bertutur kata, berdandan, berpikir, dan cara sosialisasi pada masyarakat luas.

Jika muslimah pascasarjana pakaiannya masih membuka aurat, memakai pakaian serba minim dan berdandan ala yahudi, apa gunanya intelektual yang dianggap cemerlang masyarakat luas? ternyata dandan masih seperti masyarakat Jahiliah. Jika muslimah pacsarjana tutur katanya masih selalu menyakiti perasaan orang lain, apa guna kita belajar norma-norma timur dibangku perkuliahan? jika muslimah pascasarjana cara pikirnya masih seperti kaum terbelakang apa guna analisis yang dipelajari di area universitas?. Sedangkan muslimah pascasarjana dianggap sebagai masyarakat expert (ahli) dalam bidang keilmuan.

untuk itu, jangan pernah mau menjadi predikat sama dengan masyarakat umum….(bukan maksud sombong) karena memang seharusnya muslimah sejati mempunyai add value(nilai tambah) tergantung dengan keilmuan muslimah masing-masing. Hal ini senada dengan pembahasan kegiatan only muslimah tepatnya dimesjid kampus (MASKAM) Universitas Gajdah Mada diberi taujih yang luar bisa yaitu bagaimana menjadi muslimah memberi magnet bagi orang-orang disekitarnya dan dimanapun berada.  Tujuannya agar dimanapun posisi muslimah harus mampu memberi manfaat dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat untuk menebar rahmah dan rahim.

Muslimah tidak hanya harus berbeda akan tetapi muslimah sejati juga harus mampu menjadi tauladan dan panutuan bagi masyarakat luas. ketika muslimah telah mampu menjadi tauladan dan menebar manfaat, maka apapun kegiatan masyarakat pasti diminta pendapat pada muslimah. selanjutnya lewat kesholeahan muslimah pula masyarakat luas menjadi percaya dan mau bersahabat.

Sebaiknya muslimah sejati memiliki program mingguan, bulan, triwulan, semester dan tahun. program tersebut harus ada progress serta evaluasi baik perencanaan berhubungan dengan masyarakat, diri sendiri maupun pada Allah. ketiga hal tersebut harus terintegras dan balanced dengan baik . Karena untuk menjadi seorang muslimah sejati harus banyak latihan dan terus menerus meningkat ilmu baik dari sisi agama maupun pengetahuan umum. seperti kata pepatah untuk meraih dunia dengan ilmu, untuk mendapat akhirat juga dengan ilmu. Muslimah sejati tidak hanya beda dalam dandanannya tapi harus mempunyai expert (keahlian) hal itu merupakan pokok utama perbedaan muslimah sejati dengan wanita-wanita luar sana.

Muslimah sejati bukan hidup dalam ala hedoniesme (berfoya-foya) akan tetapi muslimah sejati prinsip penuh dengan kesederhanaan dari mengkonsumsi apapun. walaupun dandanannya sederhana dan tutur cara tegas, bukan berarti cara pikir dan sosialisasinya sederhana pula. bahkan sebaliknya cara pikir muslimah sejati selalu rycle (lingkaran) dalam melihat segala sesuatu (positif-negatif). Kemudian cara sosialisasi muslimah sejati selalu menjunjung kebersamaan dan kepentingan bersama. sungguh ideal muslimah sejati…..!!!!

sungguh indah dan  begitu indah dan mari seorang muslimah selalu bersyukurlah supaya mampu menjadi muslimah tuntunan bagi siapapun….”muslimah lebih indah dari seisi Dunia”

Muslimah Dan Jilbab


“Cantik, subhanallah..,” desis Aisyah sambil membolak-balikkan majalah wanita bernuansa Islam yang harganya cukup mahal. Dikarenakan edisi lux sehingga menampilkan tampilan-tampilan gambar yang sudah indah menjadi begitu indah. Hampir sepertiga isi majalah menggambarkan wanita cantik berkulit putih atau kuning atau sawo langsat yang semuanya berjilbab, dengan aksen jilbab yang menarik, diuntai kebelakang, ditarik ujungnya ke samping, lalu dipuntir ke atas membentuk sebuah bunga. Dan dengan polesan make up yang memang tidak begitu menor, menambah kecantikan sosok muslimah berjilbab.

Tinggi semampai, memakai gaun yang panjang dan jilbab yang menutupi seluruh rambut dan leher, dan dimasukkan ke dalam baju, atau bila tidak ujungnya diputar ke belakang sehingga bagian dada tetap telihat membusung.

Aisyah bingung melihat gambar sosok muslimah berjilbab dengan kain yang manis warna warni namun menurutnya kenapa tidak syar’ie.. hmmmm..

Aisyah semakin bingung ketika melihat film sinetron televisi di bulan ramdahan ini. Menurutnya banyak sekali wanita berjilbab yang memenuhi tayangan sinetron, beriklan ataupun sekedar bernyanyi di layar televisi dengan menggunakan jilbab yang jelas cantik dan dengan memakai kerudung yang berwarna manis, seringkali membuat sang artis dan foto model di media menjadi bertambah anggun dan cantik serta manis, selain lebih kelihatan Islami.

Memang sudah jelas, apapun yang dipakai oleh sang model maupun artis, bila sudah terlihat manis dan menawan membuat banyak sekali wanita muslimah yang mengikutinya. Hal inilah yang membuat hati Aisyah merasa miris. Mengapa banyak sekali muslimah memakai jilbab yang tidak sesuai dengan ketentuan Al Quran. Bukankah Al Quran sudah menunjukkan ketentuan memakai jilbab, yaitu panjang dan tutupi dadamu, jangan diatas dada.

Namun mengapa ketika muslimah sekarang memakai jilbab, cenderung di atas dada. Apakah hali ini didasari dengan alasan berproses..? atau khawatir terlihat kurang modis, kurang cantik? sehingga dengan mode yang ada sekarang, muslimah berjilbab cenderung menggunakan jilbab pendek. Selain itu saat ini jarang sekali ada ceramah dari para ustadz/ ustadzah yang mengungkapkan batasan-batasan penggunaan jilbab.

Aisyah hanya berpikir singkat; “dalam malaksanakan syari’e sebuah syariat, sebetulnya tidak mengenal proses.” Lihat saja seperti sholat, untuk sholat dzuhur sudah ditentukan harus 4 rakaat, lalu tidak bisa dengan alasan berproses maka sholat dzuhur dilakukan hanya 2,5 rakaat dulu, bila imannya bertambah, maka sholat dzuhur jadi 3 rakaat dan 2 tahun kemudian baru genap 4 rakat. Islam tidak pernah mengajarkan hal seperti itu, begitu pula dengan hukum memakai jilbab, bila Allah sudah menetapkan harus panjang melampaui dada, maka lakukanlah!!

Jangan berpikir proses, karena khawatir jilbab yang sudah kita pakai terkadang masih membuat kita menjadi kepanasan dan keringatan. Jangan sampai hanya karena kita tidak melaksanakan sesuai dengam syari’e-nya, maka akan membuat ibadah kita dalam memakai jilbab tidak diterima oleh Allah. Maka bila masih memakai jilbab diatas dada, segera panjangkanlah jilbabnya sampai di bawah dada. Tanggungkan, ulurkanlah sedikit lagi maka muslimah akan nampak tetap manis dan syari’e sesuai dengan ketentuan Al Quran dalam surat Al Ahzab,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [*] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS Al-Ahzab : 59]

[*] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Note:

Terinspirasi ketika melihat banyak sekali remaja putri yang memakai jilbab namun pendek diatas dada sehingga hmmm… tetap membentuk tubuh terutama bagian-bagian yang harus ditutupi. Apalagi terkadang mereka sholat tidak menggunakan mukena, langsung sholat dengan jilbab pendeknya dan alhasil rambutnya keluar-keluar ketika ruku.

Melihat trend mode jilbab sekarang yang jelas tidak syar’ie, apapun alasannya, karena Al-Quran menyuruh untuk : ”ulurkanlah sampai bawah dadamu, titik, tidak pakai koma, tidak pakai proses dan tidak pakai protes…!!! maka pakailah jilbab sampai ke bawah dadamu. “Allah yang suruh lho, saya hanya mengingatkan saja, so jangan marah pada saya ya.”

Sumber:kafe-muslimah

Layakkah memilih…. Ketika ragu kelayakan diri untuk dipilih…


Tertipu dengan judul  diskusi corner muslimah yang di selenggarakan oleh himpunan mahasiswa pascasarjan (HIMPAS UGM). Rina mengikut acara talkshow tersebut bukan hanya karena judul tapi memang tekat Rina pernah ditulis dan di utara dalam sukmanya bahwa  ingin selalu ikut andil dalam acara apapun. Jika tidak terkendala dengan acara Rina kuliah dan kegiatan lainnya.

Sebelum acara talkshow layakkah memilih,,,,ketika ragu kelayakan diri untuk dipilih mendapat SMS dan brosur dari teman tentang acara tersebut. Mungkin sudah 3 orang yang mengkonfirmasikan pada Rina tentang acara tersebut, selalu  Rina mengiyakan dengan pernyataan Insyallah akan datang….!!!

Akhirnya jumat memilih itu datang juga, Rina begitu aksestis untuk mendapat ilmu yang diperoleh dari nasasumber yang pasti orang kompenten bidangnya.  Jam dikosan Rina telah menunjukkan 7.00Pm, langsung bergegas mempersiapkan diri (preparing) untuk menuju lokasi talkshow tersebut yang terletak komplek Universitas Gadjah Mada spelisitnya Fakultas Hukum UGM Ruang 311.

Preparing Rina akhirnya selesai juga dengan tetek begeknya biasalah nama juga Akhwat banyak persiapan mulai dari penggunaan Kerudung, pin Kerudung, kaos dan aksesoris lainnya. Rina bukan sosok akhwat yang begitu lama dalam dandan yang penting kerudungnya sudah bagus posisinya. Setelah selesai semua Rina membuka pintu kosan dengan basmallah, karena sesuai dengan hadist setiap melakukan pekerjaan biasakan diri mengatakan bismillah. Jika tidak memulai sesuatu dengan basmallah maka berkaah dari Allah Swt terputus. ‘

Menuju bagasi untuk mengeluarkan pahlawan (kaki) perjuangan selama Rina diyogya. Lebih kurang 10menit dan sepanjang perjalanan Rina membiasakan diatas kendaraan untuk banyak-banyak membaca ayat kursi agar terjauh dari hal-hal tak diinginkan serta doa keluar rumah pastinya.

7.40 Pm Rina telah diacara talkshow, tapi hanya ada beberapa orang yang datang dan sekelompok panita yang masih sibuk menata ruangan agar terlihat cantik dan indah, karena yang hadir adalah muslimah. Maka keindahan harus ditonjolkan sebab itu adalah identitas akhwat yang selalu memuja keindahan.  Rina menuju front office untuk absensi hadir, pembayaran dan snack.

Hampir satu jam lebih menunggu diruangan begitu sejuk dan nyaman, bagaimana tidak sejuk dan nyaman karena kursi yang diduduki begitu empuk lebih empuk batang kapuk hohoho,,,dan nyaman ya iyalah secara gituloohhhh dikipasi AC yang penuh dan total.

Akhirnya penantian hadir juga setelah lebih kurang 1 jam, dengan penuh semangat dan basmallah MC juga telah berkowar2 dengan list kegiataan talkshow setengah hari itu.

Share yang dinanti itu datang didepan muka dan penuh kenikmatan serta kekhusuyukkan yang luar biasa. Satu persatu slide dilaptop diterangkan dengan jelas dan akurat pastinya. Tatapan peserta yang penuh binar-binar keingintahuan tentang kelayakan akhwat dalam memilih….

Setelah paparan dijelas ternyata apa yang dipikirkan oleh RIna tentang tema talkshow tersebut jauh dari penafsiran. Ini adalah pelajaran yang luar biasa untuk Rina dimana jangan cepat menyimpulkan sesuatu dari cashingnya atau judulnya. Bisa jadi tema yang dibahas tidak sesuai dengan nafsiran. Semua penafsiran semua salah semua ini terlihat dari statement peserta dalam pertanyaan dilontarkan.

Walaupun tidak sesuai harapan dan pikiran terpikir, kelihatan peserta tidak merasa kecewa karena terhipnotis dengan nara sumber yang luar biasa terutama sosok ibu Muda begitu banyak memberi pencerahan. Banyak menceritakan tentang kehidupan waktu gadis, awal pernikahan, awal bekerja dan saat mendidik anak. Penafsiran Rina terobati dengan cerita yang penuh imajinasi dan narasumber tidak pernah menyimpulkan cerita tersebut, malah memberi peserta menyimpulkan dan mengambil hikmah dari utaran cerita itu.

Begitu banyak hikma dari talkshow tersebut dimana seorang wanita tidak hanya layak dipilih akan tetapi wanita layak untuk memilih. Karena wanita (akhwat) adalah mandrasyah utama dalam keluarga. Dalam perkeluarga wanita adalah salah kunci untuk membuka surga.  Akan tetapi wanita seperti apa dulu tidak semua wanita boleh memasuki pintu surge dari pintu manapun akan tetapi memenuhi syarat, salah satunya seorang wanita harus taat pada Imam dan menjaga hati saat seorang Imam tak disampinginya.

Melalui talkshow jadi banyak tahu bagaimana persiapan seorang wanita dalam lingkungan masyarakat dan terutama pada keluarga. Maka untuk wanita harus memiliki konsep Religius yang begitu konsisten dan istiqomah. Dengan adanya Religius pada wanita akan membuahkan Smart (cerdas) baik cerdas institusi dan cerdas IQ. Melalui kecerdasan tersebut maka wanita akan gampang untuk berkompetensi. Apalagi saat ini kompetensi ada hal yang harus dijalani wanita untuk mendapat pekerjaan yang professional baik itu sebagai Akademisi, Dokter, Bidan dan sebagainya semuanya melalui kompetensi yang sehat.

subhanallah banget Rina jadi tahu seorang wanita harus seperti apa, bertindak bagaimana dan bersikap  untuk apa. Sehingga menjadi wanita mampu melahir dan mendidikkan peradaban yang penuh Iilah Hitalla….Amin. Yang pasti saat wanita untuk memilih hal yang harus diutamakan adalaha Agamanya, untuk mengetahui agama orang tersebut baik tidak begitu gampang. Seperti dikatakan narasumber apakah melihat seorang pria itu baik agama dari jenggot, celana, jidat, khatam Al-quran, sudah Haji, khatam al-quran, dan sebagainya. Bukan dari itu semua mengukur varibel kesholeh seorang pria. Akan tetapi melalui akhlaknya. Jika akhlak insyallah agama telah baik…

Allamdullah jumat itu telah mendapat gambar dan bisa mengarah pikiran bagaimana seorang wanita dalam kelayakan dan memilih…

%d bloggers like this: