Budaya Mahasiswa MIP 2009 UGM



Sangat bersyukur dan berterimakasih sekali pada Tuhan yang telah mempertemukan dengan teman-teman yang penuh semangat, pintar, cerdas, penuh tawa dan canda apalagi cantik sikapnya, cantik imannya dan cantik pula parasnya. Kesemua itu adalah yang memikat dan pasti merindukan suasana perkuliahan. Jika suatu saat nanti telah menyelesaikan ini semua. Apakah mungkin 2 tahun setelah itu reuni itukan tereliasasi??? Harus bisa dan tereliasasi karena ini adalah mimpi MIP 2009 UGM…”one pleace”

together with MIP “capcus” Memory

Mahasiswa MIP memiliki budaya nan unik tentu penuh etika dan santun, keunikan tersebut dibingkai atas felling of love “hhmmmmmm”. MIP UGM 2009 terdiri dari berbagai budaya, usia, dan berbeda latar belakang pendidikan. Dengan variasi seperti inilah semakin membungai dan mewarnai hari-hari perkuliahan. Walaupun terkadang ada masa tegangnya dalam menggerjakan tugas. Tapi hadapi itu semua dengan santai dan tetap semangat. Seperti dikatakan salah satu dosen bahwa Tuhan selalu bersama kita. So, kenapa harus sedih dan merasa berat menjalani kehidupan. Kemudian teringat lagi dengan sosok seorang dosen, bisa dikatakan dosen yang paling semangat dalam memberi materi perkuliahan, cara penjelesan nan lugas dan menggena. Sehingga hampir semua mahasiswa MIP UGM 2009 merasakan sense of belonging dengan ilmu yang dituturkan. Beliau selalu menggatakan hidup ini adalah proses, dalam satu ruangan perkuliahan ini kita adalah saudara dan pasti suatu saat nanti kalian akan menjadi orang hebat. Amin!

Menurut Pat K. Chew, The Pervasiveness of Culture in Conflict menyatakan bahwa Culture” merupakan sistem umum dari pengetahuan dan pengalaman yang menghasilkan serangkaian standar atau aturan; aturan dan standar ini menghasilkan perilaku dan kepercayaan yang dapat diterima.” Jadi budaya  merupakan sistem  terintegrasi dari pola-pola perilaku yang diajarkan yang merupakan karakteristik anggota suatu masyarakat. Selanjutnya element dari budaya itu sendiri terdiri dari beberapa point yakni (1) language (verbal and non verbal), (2) Religion, (3) value and attitudes, (4) manner and customer, (5) material element, (6) aesthetics, (7) education, dan (8) social institutions.

Dari keseluruh unsur-unsur budaya tersebut hampir terdapat diruangan perkuliahan MIP misalnya bahasa sebab mahasiswa MIP tidak berasal dari satu daerah otomatis akan menambah kosonan kata dan makna simbolik dari tiap daerah misalnya   bahasa makasar dengan logat khas orang timur, Sumatra dengan gerak-gerik yang berbeda itulah MIP…”HHmmm”. Tapi tak kalah serunya lagi nilai-nilai unik dari personal dan sikap yang berbeda pastinya.

Nilai unik yang terkandung dalam ruh perkuliahan MIP yakni makan-makan sambil kuliah dengan stock persedian bekal yang tak pernah habis seperti togo, energen, dsb. kecuali akhir bulan. Dosen yang mengajar pun sangat mengerti bahkan mengajur kita-kita untuk buat minuman. Mana ada perkuliahan seperti ini di tempat lain yang ada hanya di MIP UGM 2009. Ini merupakan sebuah nilai yang sangat memiliki filosofi yang luar biasa. Yakni terkandung kekompakan, persaudaraan, antara generasi y and z manyatukan sehingga tidak ada jurang yang akan mempisahkan. Ibarat kata keluarga baru yang difondasikan dengan tawa, canda beretika dan kebersamaan yang tak pernah terkekang oleh apapun.

Sehingga dalam perkuliahan tidak kenal istilah ngatuk walaupun pada kenyataannya ada beberapa teman-teman ngatuk. Sampai-sampai ada ultimatum jika ada yang tidur diruangan perkuliah saat jam kuliah maka difoto terus akan diupload di Facebook “FB” biar dunia  tahu siapa yang ketiduran. Ini memang terjadi…”iiihhhh lucu” maaf teman jika terasa terkorbankan. Tapi hal ini tidak berlaku disemester berikutnya karena setting meja dan posisi telah dirombak demi kenyaman dan keindahan menatap kedepan. Tapi lucunya malah kayak anak SD gitu ya”….tempat duduk disana terus hanya beberapa teman yang tukar-tukar tempat duduk.

Namun hal teresebut belum unik yang luar biasa, dimana ada keunikkan yang tak bisa digantikan oleh apapun…”jadi malu” untuk menyembutkannya. Mungkin bisa dikatagorikan nice “any where and anytime”. Antara lain (1)  Mahasiswa MIP 2009 UGM pake leptop semua dari model A-z sungguh gaya bener “terlalu…maklum mengadopsi gaya si paijo”.  Apakah ini sebuah kewajaran yang tak bisa terlepeskan karena hidup di era teknologi dan informasi. Hal seperti ini pun di puji dosen “cieeeeeeeeee….pratikiuuuu” jika dibanding dengan mahasiswa tempat beliau mengajar tidak seperti mahasisw MIP…”hikkksss secara gitu lho” mudah-mudahan kita tidak sombong ya teman dan semoga kita rajin menabung, taat beribadah dan baik hati pastinya….”hahaha kepedean memuji diri sendiri”. (2) eksistensi di dunia networking terutama wajahbuku (facebook) ini terlihat seringnya update status dengan kalimat sangat menyetuh mulai dari edition cinta, bahagia, kecewa, lelucon, agama dan sebagainya. Kemudian comment tidak kalah heboh dari status yang tertulis dilembaran Facebook dengan canda yang sangat khas….”becanda adalah konsumsi harian MIP UGM 2009 agar awet muda  dibandingkan konsumsi vitamin C…lebay dot com.”. Ya,  paling tidak bisa buat ketewa sendiri saat tugas lagi tumpang tindih. (3) ini dia nich aktualisasi diri “Narsis” dimanapun dan kapanpun harus ada kenangan bahkan bisa dikatakan tiada hari tanpa momentum fhoto dengan gaya khasnya masing-masing “tergantung amal dan perbuatan”. (4) waaahhhh cukup itu aja dulu…kebanyakkan budaya MIP jadi tak sanggup untuk merangkai ongkahan kenangan yang begitu banyak dan bermakna seperti memadang indahnya fajar matahari di ufuk timur. Memberi kehangantan, kecahayaan dalam melangkah menuju tempat terindah. Umpanya MIP itu adalah sebuah teori warna dimana memiliki kekontrasan dan keharmonisan, siapapun yang menatap dan melirik terpukai dengan karakter lembut dan padat informasi “masak sichhhh kurang percaya kalau yang ini hohohohohhoo…”  kemudian MIP didesain dengan prinsip user friendly semakin membuat orang merasa nyaman.

Dari relung qolbu penuh cinta Cuma bisa mengatakan thaks a lot my friends. Pertualang kita belum berakhir walaupun masa perkuliahan ini berakhir. Tapi ada tugas mulia didepan mata menunggu kehadiran kita demi sebuah perubahan dalam dunia perpustakaan dan pendidikan khususnya.  Jadi teringat status teman difacebook. Kita ibarat manusia terasing antara pelarian dan kenyataan. Dalam mengumbul mozak between knowledge and love…..demi masa depan yang berbekal ilmu dan cinta. ”Wauuuuuuu…..”

Specially to myfriends thks a lot….”MIP 2009 UGM”

Full nice day…

SUSI ANASTYA


Susi Anastya sungguh nama sangat cantik pasti memiliki arti yang begitu mendalam, tapi nama tersebut tidak mencerminkan nama orang jawa hehehe…biasakan nama orang jawa berkisar suharti dan sebagainya tapi nama itu meginggatkan pada sebuah film telenovela.

Beliau salah orang dituakan dikelas MIP (Manajemen Informasi Perpustakaan) sehingga beliau dipredikat atau dipenghargaan sebagai ketua kelas. Setiap apa yang dikerjkan atau kegiaatan selalu beliau menggandel atau koordinir. Melalui koordinir beliaulah kekompakkan dikelas MIP semakin hari semakin mengasyik dan serta penuh taburan tawa serta keseriusan.

Hal yang membuat saya terkesan dengan beliau yakni beberapa hari perkuliahan dipascasarjana beliau begitu ikhlas dan bertanggung jawab banget pada saya. Dimana waktu itu menemani beli sepeda kalau tidak salah daerahnya di Ringroad Utara sebalah selatan kampus UPN. Beliau membonceng saya dengan motornya melusuri jalan-jalan yang belum saya tahu menuju toko sepeda. Mungkin wajarlah ya awal pertama orang tidak banyak canda dan tawa hanya ngombrol biasa saja tidak ada yang terkesan seperti itulah awal dan pandangan dengan beliau. Namun semakin kesini (hari) ternyata beliau begitu humoris walaupun sudah jadi ibu-ibu tapi jiwa muda selalu melekat diraga beliau ayooooo buk ketua semangatt dengan jiwa muda hehehehee…..

Dandanan pun sangat khas dengan potong rambut yang seperti bob, kacamata yang bertengeng dan body yang sangat ideal untuk ukuran ibu yang sudah melahirkan beberapa kali itu size of body perfect HHmmmmm. Saya senang melihat beliau saat memakai baju berbunga-bunga dduuuuhhhh makin tambah cantik dan tambah muda lagi, jadi anak muda aja kalah banget dengan dandanannya hehehe….

Banyak hal saya ingin belajari dari beliau terutama masalah “bagaimana mendidik anak dan menata keluarga yang bahagai”. Apalagi saat beliau kuliah dipascasarjana pasti banyak pengorbanan dan pintar membagi waktu antara suami, anak dan kuliah. Saluuutttttt sama beliau walaupun umur bisa dikategorikan sudah memasuki tua begitu tapi semangat untuk belajar masih kokok sekokoh tembok di Kantor Pusat UGM walaupun diguncang gempa tetap tak retak seperti itulah saya melihat prinsip hidup beliau.

Tapi yang saya tidak senangin dari beliau yakni saat ngombrol dikelas sering banget pake bahasa jawa jadi kita terutama saya otomatis gak mudeng “alias gak koneksi”. Tetapi akhir-akhir ini sudah sering banget menggunakan bahasa nasional “bahasa Indonesia”. Cuma itu hal yang tak sukai dari beliau selebihnya senang dan mantap buk susi hehehe….kalau saya punya jempol 10 mungkin kesepuluh tak kasih sama ibu tapi kecian buk jempol Cuma ada 4 untuk memberi penghargaan untuk buk ketua xixiixixix…..

Oya, terimakasih buk saat itu telah sudi menamani saya kesana untuk membelikan sesuatu dan juga sudah mentraktir anak-anak MIP saat ultah beliau ke-berapa ya lupa euyyyy….!!!semoga beliau selalu diangurah pelanggi kehidupan yang penuh bermakna serta dibanjiri rezki. Buk kalau mau dapat rezki dan penghargaan seperti Pak Sarwono sering-seringlah traktirin kita terutama saya hehehehe….

Buk sering-seringlah menceritakan sesuatu untuk kita terutama masalah kehidupan, pelajaran dan cinta. Biar kita anak-anak buk yang lagi meniti perjuangan ini semakin mantap dan yakin dengan jalan-jalan yang penuh lika-liku ini. Kita tunggu cerita lucu dikelas MIP agar rasa kedekatan dan keakraban selalu ada diantara kita apalagi setelah menyelesaikan perkuliahan nanti ada banyak memeroy yang harus dikenang.

PURWOKO



Kebudayaan Indonesia begitu berculture dengan berbagai etnik dan khas sehingga beraplikasi juga pada sebuah nama misalnya Acep Rosada, Nuning, Neneng ini adalah identitas nama orang Sunda. Kemudian nama seperti Situros, Nasution, Sirait pasti itu nama orang batak sedangkan untuk Jawa nama biasanya kebanyakan huruf O seperti nama Purwoko dan Purwani.

“Mas Purwoko” ini adalah salah satu teman di kelas Manajemen Informasi Perpustakaan angakatan 2009 yang membuat bertanya-tanya tentang sebuah nama ini dari sekian banyak teman-teman saya penasaran. Bukan penasarannya tentang kepribadiannya tetapi lebih ingin tahu cara belajarnya dan bagaimana cara berpikir sesuatu berawal dari mana.

“Mas Purwoko” yang pertama kali menyapa saya saat memasuki ruang perkuliahan di MIP masih ingat hal pertama di Tanya pada saya yakni namanya siapa “Mbak”. Karena perkuliahan tiga pertemuan sebelumnya tidak masuk kuliah (izin). Sehingga “Mas Purwoko” bertanya pada saya sebab orang baru nonggol diruang kuliah tersebut jadi wajar untuk saling mengetahui. Kemudian hari ke-2 perkuliahaan bertanya pada “Mas Purwoko” tentang Tarbiyah. Karena dari cara pakaian dan raut wajahnya telah tahu bahwa orang ini pasti pernah mengikuti tarbiyah serta aktif organisasi.

Berjalan dengan waktu dan keakraban di ruangan perkuliahan semakin banyak mengetahui (bukan sok tahu hehhe…) karakter teman-teman terutama “Mas Purwoko”.  Sungguh begitu Smart ini bisa terlihat dari jidatnya yang kayak kepala professor!!!! walaupun pakaiannya sederhana banget tapi pemikiran tidak sesederhana dandannya. Subhanallah setiap “Mas Purwoko” melontarkan atau bertanya baik itu pada tenaga pengajar (Dosen) maupun teman-teman yang presentasi diruang perkuliahan selalu beranjak dari sebuah teori, sebab-akibat, dan analisis yang tanjam. Sehingga siapapun di tanya “Mas Purwoko” saat presentasi pasti akan sulit dan bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut seperti ketika saya presentasi salah satu mata kuliah dimana pertanyaan tentang yang sangat krusial dari topic saya bahas waktu itu. Subhanallah bertanyaan buat bingung menjawab dimana hal yang harus saya jawab pasti bersangkutan dengan Undang-Undang dan peran Pemerintah dari tema saya presentasikan.

Kemudian saat “Mas Purwoko” presentasi semakin terkagum-kagum karena cara penyampaiannya, penjelesan yang secara detail dan ala seperti dosen atau Trainner sehingga teman-teman pada terhipnotis dengan gaya penyanyiannya biasanya teman-teman presentasi tidak seperti itu. Ini merupakan awal baik untuk teman-teman untuk presentasi seperti “Mas Purwoko”. Selanjutnya presentasi tentang Front Office berbasis teknologi sebab materinya sangat-sangat lengkap. Jadi teman-teman belum presentasi harus mempersiapkan bahan presentasi lebih lengkap dari “Mas Purwoko”.

“Mas Purwoko” hanya seorang pustakawan biasa di salah satu Perguruan Tinggi walaupun pustakawan biasa subhanallah memiliki Multi of Skill seperti memecahkan rumus-rumus berbasis teknologi berkaitan dengan HTML dan senyawa  jenis-jenis itu. Selain itu masih banyak skill yang dimiliki “Mas Purwoko” yakni organisasi (leardearship) dan keahlian menulis atau merangkai kata ini tercermin dari blog “Mas Purwoko” dimana setiap pahatan tulisan yang tertuangk diblog itu memberi manfaat yang luar biasa pada pembacanya seperti posting blog terbaru “Mas Purwoko” yang menginspriasi saya untuk mengambil tema tugas kuliah yakni “Transisi Gotong Royong Pada Masyarakat Teknologi Di Indonesia”. Tapi sayang banget tema yang saya konfirmasi pada “mas purwoko” belum dapat restu heheeehehee…..

Cirri khas dari Title (judul) blog “Mas Purwoko” sangat mulia sekali dimana tertampang dipojok kiri atas blog tersebut yakni berbunyi seperti berikut ini seorang pustakawan yang lagi perjuangan untuk mencari kearifan. semoga “Mas Purwoko” menemukan kearifan dimana saja akan tetapi untuk bersua dengan kearifan itu sebaik “Mas Purwoko” terlebih dulu menerapkan kearifan tersebut pada siapapun, sehingga kearifan tersebut kembali padanya lebih cepat dan indah.

Ini merupakan transisi keahlian atau profesionalisme pustakawan masa sekarang dibanding dengan pustakawan kelahiran 70an sebelumnya semoga masih banyak lagi pustakawan seperti “Mas Purwoko” agar image orang-orang pekerja sebagai pustakawan terangkat dimana selama ini pustakawan dianggap adalah orang buangan “tidak memiliki posisi”. Namun pustakawan masa sekarang adalah kunci peradaban informasi sebab pustakawan sebagai mediatof, fasilator, dan.

Tetapi keunikan dari “Mas Purwoko” yakni sekali-kali ketawa sentrik hehhee….truzzzz pas saat kuliah cari makan melulu waaahhhhh jadi curiga juga nich jangan…jangan…jangan Hmmmm pizzz “Mas Purwoko”. Kemudian “Mas purwoko” calon seorang bapak yang menunggu rezki yang mahapemberi. Semoga saja kita-kita (teman MIP) cepat dapat keponanakan lucu hehehe….

Sehingga ada beberapa teman termasuk saya memberi kehormatan pada “Mas Purwoko” yakni bapak filosof di MIP. Saat saya konfirmasi hal ini melalui Yahoo messenger tentang gelar baru di beri teman-teman MIP “Mas Purwoko” kaget lhoooooo….kooookkkkkk…… tapi sayang banget kalau bisa “Mas Purwoko” selesai studi Pascasarjana tidak seorang pustakawan rangkap menjadi dosen (Double Job). Jangan mau dan puas jadi seoranga pustakawan saja. Semoga bisa menerbitkan buku dari konsultasi orang-orang melalui blog “Mas Purwoko” seperti Romy Sastrio Wahono. Sebab bapak Romy bisa menerbitkan buku salah satu indikatornya adalah hasil dari konsultasi orang lewat comment diblog. Kalau sudah tercapai semuanya “Mas Purwoko” jangan lupa teman-teman MIP ditraktir hehehhee…..

%d bloggers like this: