Rumus Menulis Cuma satu “asal mau”


Rumus Menulis Cuma satu “asal mau”Setelah menerbit beberapa buku ada beberapa orang secara langsung maupun sindiran minta diajari menulis dan di bimbing bagaimana merangkai kata. Selalu menjawab bahwa ia baru sebagai penulis pemula yang perlu belajar menulis secara terus menerus dan rasanya tidak bijak saja jika saya dijadikan sebagai tutor karena merasa jauh dari apa yang dibayangi oleh mereka. Pada dasarnya menulis tidak ada teori, tidak rumusnya dan tidak ada strateginya. Cukup dengan kamauan yang kuat, ditambahin dengan kebiasaan secara terus menerus dan pede dengan hasil tulisan. Sebenarnya itu lah rumus dan strategi menulis sesungguhnya. Yang berbeda terletak pada kriteri menulis ilmiah, opini ilmiah, essay, novel dan puisi. Sedangkan merangkai menulis terserah mau dimulai dari yang umum maupun yang khusus tergantung pribadi penulis.

Jujur awal mula juga tidak pernah tahu memiliki bakat menulis karena ketika sekolah dulu setiap pelajaran bahasa Indonesia khususnya mengarang tidak tahu bagaimana merangkai kata menjadi kalimat inspirasi, menyatukan kata menjadi kalimat mengugah rasa dan selalu tidak tahu dari mengawalii serta mengakhir. “parahkan dan kini mau dikasih nulis berapa lembar dan berjam-jam sangat siap”.

Jadi apa yang membuat saya bisa menulis sehingga bisa menghasilkan beberapa buku dan mengupdate blog secara terus menerus? Bilamana melihat sejarah perjalanan menulis bermuala hidup di kota bandung. Saat itu mengikuti pelatihan entrepreneur di ITB yang bekerjasama dengan provider terbesar di Indonesia. Biasa kalau motivator sudah berdiri di depan audiensi bermacam-macam yang ditanya mulai dari guyonan hingga seriusan. Begitulah strategi yang digunakan motivator untuk mencairkan suasana dan menggenal karakteristik audiensi. Pas di tengah acara berlangsung dengan kenikmat penuh alunan motivasi, tiba-tiba motivator bertanya! Dari sekian banyak audien hadir siapa sudah memiliki perangkat teknologi, terbiasa search engine dan memiliki blog. Betapa malunya, dari sekian banyak peserta yang hadir Cuma diri ku tidak memiliki blog. Setelah mengikuti pelatihan tersebut kembali kekosan (Jatinangor) bertekad untuk memiliki blog.

Alhahamdulilah nya kosan dilengkapi WIFI jadi bisa langsung action demi menerapi keinginan yang didorang oleh motivator di kampus ITB. Bermalam-malam hingga bergadang coba buat blog mulai dari wordpress hingga blog keroyokan. Padahal belum tahu bagaimana cara create account on wordpress dan sebagainya. Namun strategi out of box keluar dengan belajar otadidak bisa membuat blog. Setiap hari nulis asal-asal, awal mula tulisan dipublish seputar puisi cinta hohohoho….”maklum anak kuliah pikiran hanya seputar itu aja dan belum terpikir untuk menganalisa buku maupun fenomena sosial” sangat berbeda saat ini yang mana aroma cinta dalam kepenulisan mulai menipis dan lebih focus pada dunia science ataupun knowledge. Apakah pengaruh dari usia dan pekerjaan!!! Maybe no or mybe yes hohoho….

Ternyata ketika melanjuti kuliah strata dua dituntut untuk memiliki blog oleh dosen. Semakin hari semakin gila menulis. Walaupun tulisan yang dituliskan belum memiliki nilai kebermanfaatan luar biasa bagi pembaca tetapi tetap menulis meskipun tulisan akan dikritik dengan nada jelek atau tidak di baca oleh pengunjung akan terus update blog. Sehingga waktu itu punya tagline one day one publish. Cara mendorong diri agar terus menulis meskipun dalam suatu waktu kemalasan melanda untuk menulis. Berjalannya waktu tidak terasa tulisan diblog terus bertambah kunjungan juga semakin meningkat, yang comment juga sudah dari berbagai Negara dan varian tulisan juga sudah semakin berkembang.

Sejak melihat perkembangan menulis sudah mencukupi. Memberanikan diri untuk menulis essay dikrim majalah online, berita online dan karena ingin bergabung dengan komunitas opini di jambi memaksa diri untuk menulis opini. Dengan bismillah coba krim opini pada Koran ternama dijambi. Subhanallah akhir diterbit, sungguh bahagia luar biasa dan hampir setiap tulisan dikrim dimuat meskipun ada juga yang ditolak. Tapi itu adalah hal biasa terkadang diterima dan ditolak. Semakin sering opini ditolak akhirnya berpindahan haluan untuk membuat buku. Kumpulan essay yang pernah dipublish dikumpul kembali untuk disatukan menjadi sebuah buku namun ikhtiar sia-sia. Tak patah semangat terus berpikir apa yang bisa dibukukan. Mungkin sudah jalan dari Allah mempertemukan seseorang di komunitas Pelanta. Sejak bertemu semangat mulai membara. Alhamdulillah buku pertama diterima penerbit Graha Ilmu. Tidak berhenti disana terus menulis akhirnya bisa menulis 3 buku “Budaya Kerja Pustakawan Era Digital dari perspektif organisasi, relasi & individu, Perpustakaan Era keterbukaan informasi public” dan Mengenal Sumber Kebijakan Perpustakaan” diterima oleh graha ilmu. Kemudian Revolusi sumber informasi digital diterbitkan secara indie. Setelah menulis empat buku masih menantang diri untuk bisa menulis novel yang bernuansa dakwah, sejarah dan cinta dalam satu novel. Rata-rata novel yang diamati atau dibaca dari penulis ternama mereka mempadupadankan kompisi tersebut sehingga menghasilkan novel yang melekat dihati. Sebenarnya judul novel sudah ada tinggal melihat atau meninjau beberapa referensi dari penulis ternama tentang bagaimana alur penulisan novel oleh mereka. Semoga setelah lebaran memulai menulis novel dan berharap diterima penerbit.

Itu sekelumit history awal mulai mencintai dunia penulisan. Terkadang dalam satu minggu atau bulan tidak pernah sama sekali menulis karena terbawa mood dan kesibukan lainnya. Sedangkan untuk mendapat inspirasi betapa banyak media digunakan untuk memperoleh ide.  Makanya ditablet semua aplikasi yang didownload lebih cenderung pada aplikasi yang bisa menemukan ide. Apalagi bumi dan isi pada dasarnya adalah  media untuk menemui yang diberikan atau disungguhi Cuma-Cuma untuk, tinggal bagaimana jeli menangkap ide tersebut. Tapi sayang belum semua orang beranggapan dan menyadari bumi serta isi adalah media untuk memperoleh idea. Biasa paling gampang dapat ide adalah ketika membaca buku, travelling, lagu melo dan saat mendengar perdebatan. Setiap orang akan memiliki cara sendiri memperoleh ide. Apa salahnya coba meniru cara penulis lain ketika mendapat ide-ide.

Jadi kesimpulannya bahwasanya tidak ada rumus khusus untuk menulis karena menulis bukan matematika yang memerlukan formula. Asal ada kamauan dan terus memumpuk habbit writing maka akan mahir maupun professional sendiri. Jangan takut menulis, jangan takut salah teori, jangan takut dikomentar dan jangan takut tulisan dibaca. Ketika kebiasaan sudah tumbuh akan tahu sendiri teori menulis itu seperti apa dan bagaimana cara merangkai tulisan enak dibaca oleh siapapun. Agar tulisan semakin renyah maka banyak membaca dan melihat gaya penulisan oleh orang lain. Seperti kata mutiara good writing is good reading.

Menulis merupakan cara mengasah pemikiran, membentuk pribadi kritis dan bagaimana memberi solusi atau tanggapan. Yang pasti keyword menulis hanya 5W plus 1H. jika sudah  terbiasa menulis akan mengatakan bahwa nulis itu mudah, nulis nyenangi, nulis buat happi dan nulis bisa menghasilkan uang hohohoho….rasanya rumus asal mau tidak hanya berlaku dalam dunia kepenulisan melain dari segala bidang juga berlaku formula itu.

Selamat Menulis dan mencoba terus menerus.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Otak Berkeringat


Bismillah…

Sepertinya tidak pernah mendengar otak berkeringat, yang biasa keringat itu badan. Ketika badan berkeringat saat cuaca panas, saat beraktivitas, saat makan pedas atau minum air hangat. Walaupun berada di udara yang sangat segar dibawah AC, tanpa aktivitas hanya sebatas mendengar orasi pemakalah, dan sediakan minum sangat menyejuk pikiran untuk menyimak materi.

Saat berada diruang berAC otak berkeringat karena dipaksa oleh narasumber untuk menulis apa yang terlihat dari paparan slide, kemudian waktu diberikan hanya lima menit untuk melihat apakah peserta Gerakan Indonesia Menulis sudah punya kemampuan untuk merangkai tulisan dengan waktu sangat singkat. Setelah tugas pertama dilanjut dengan tugas selanjutnya dengan waktu sangat singkat yaitu 2menit, unsur tulisan harus ada story dan terakhir tugas diberikan oleh instruktur yaitu dengan melihat picture kita harus bisa membuat qouitable (kata mutiara). Subhanallah rata-rata peserta sukses hanya butuh latihan secara terus menerus, jika ingin menjadi penulis professional seperti video yang diputar selama pelatihan gerakan Indonesia menulis bahwa pada akhirnya akan sampai tentu harus meningkatkan latihan. Anywhere and anytime must learning to writing.

Ada tips yang diberikan oleh Miss Ollie (Instruktur) bahwa saat menulis harus melihat indra agar terjadi keharmonisan yang ketika orang membaca tulisan kita menyatu dalam jiwa manusia. Sesungguh tips tersebut sudah pernah diterapkan, hasilnya sangat memuaskan ketika menulis mengikutsertakan indra yang kita miliki.

Sejak ikut pelatihan tersebut, berazam untuk terus menulis segala hal terlihat, teramati, dan terekam walaupun otak berkeringat, meskipun kehilangan kata-kata untuk melanjutkan tulisan, walaupun tidak banyak respon positif dengan tulisan yang dirangkai. Alhamdulillah setelah mengikuti pelatihan Gerakan Indonesia Menulis semakin ketagihan, semakin akut, semakin terus berkencang dan telah menghasilkan karya yang bisa dibaca secara serentak oleh masyarakat luas disuatu provinsi. Saat opini dipublish ada suatu kepuasaan, ada dorongan untuk memotivasi untuk terus menulis seperti kata teman yang sudah raja opini bahwa sesungguhnya menulis dikoran bisa membuat ketagihan. Apakah ketagihan famous, ketagihan honor atau ketagihan untuk menjalurkan hobi.

Otak berkeringat menghasilkan sesuatu yang sangat spektakuler karena setiap hari bisa menghasilkan 1 hingga 3 artikel. Mulai berkaitan dunia politik, tips dan romansa kehidupan. Akhir-akhir ini otak bekeringat lebih tertarik untuk menulis opini sebab tulisan dipublish dikoran harian, honor sangat lumayan Cuma menambah teori sedikit saja tulisan sudah top markotop. Biasanya otak berkeringat lebih didominan menulis tentang rasa.

Mari kita membuat otak berkeringat untuk menghasilkan karya, sebab hidup di era generasi Millenials, abad kompetitif, dan bekerja multi job dibutuhkan manusia yang semangat melakukan pekerjaan dengan skill. Tidak hanya didunia penulisan otak bekeringat, bahkan disetiap profesi maupun hobi juga membuat otak berkeringat untuk mencari ide yang bisa menyentil, bisa membuat orang terkagum dan ingin tahu lebih apa yang kita buat. Bayangkan kerja dengan skill saja otak berkeringat luar biasa apalagi bekerja dengan fisik mungkin lebih parah level keringatnya.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kampanye Indonesia Menulis


Bismillah

Kampanye Indonesia Menulis

Kampanye Indonesia Menulis

Desember penuh kebahagian, desember dagdegan, desember penuh semangat, desember banjir motivasi dan desember penentu langkah setahun kedepan. Mari bercerita tentang desember yang diawali dengan mengikuti acara seminar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dibeberapa kota di Indonesia seperti Yogyakarta, Malang, Makasar dan Jambi. Setiap acara diselenggarakan Kemenpar Alhamdulillah dapat informasi. Pertama kali mengikuti kegiatan Kemenpar ditahun 2012 satu itu masih FGD (focus Group Discussion) kebetulan saat yang menjadi pembicara dosen alhanin di Universitas Gadjah Mada dan saat itu dosen “N” sebagai penanggung jawab jurusan jadi sering ketemu dengan dosen “N”.

Ketika acara pertama hanya sebatas diskusi suka-duka dunia penulisan di Indonesia. Hampir seluruh Provinsi di Indonesia mengalami permasalahan yang sama yaitu susahnya untuk membangkit semangat rakyat Indonesia untuk menulis, belum diapresiasinya penulis dengan wow, dan banyak penulis awal bingung untuk menerbit tulisannya kemana.

Dipertemuan kedua dengan program Kemenpar pada tanggal 6 Desember 2013 bertempat di hotel Grand yang dihadiri oleh penulis-penulis spektakuler yang telah menghasilkan berbagai karya terutama karya fiksi. Jika melihat orangnya biasa-biasa saja malah penampilan abal-abal. Sangat identik dengan sastra, walaupun dandanan biasa saja tapi jangan salah otak mereka membahana, nentrik, memukai dan memotivasi untuk menghasilkan karya.

Kampanye Indonesia Menulis bareng para calon penulis terkenal

Kampanye Indonesia Menulis bareng para calon penulis terkenal

Presentasi pertama dipaparkan mba Aulia Halimatussadiah Yang dikenal dengan nama pena Olliesudah menghasilkan karya dan menginspirasi banyak orang terutama kaum perempuan. Seperti dikatakan mba Ollie cita rasa menulis bermuara dari blog, semoga alhanin juga bisa ikut terkenal dan banyak menghasilkan karya fenomal seperti mba ollien, Allahuma Amin. Menurut pengamat sesaat bahwa alhnin memiliki kesamaan yang sama (1) pencinta teknologi, penikmat gadget, dan hidup dengan teknologi, (2) suka show up, (3) menyukai menulis walaupun belum menghasilkan sesuatu hooo melainkan berkarya diblog pribadi, (4) jika orang suka show otamatis suka lifestyle hohooo dan (5) menyukai travelling kalau mba ollien adventure dibayarin pihak kedua sedangkan alhanin masih saku sendiri. Insyallah akan seperti mba Ollien…Allahu Akbar.

Dari sekian banyak slide disampaikan diruang kampanye selalu diisikan photo-photo narsis yang memotivasi, menggunakan bahasa orang bule dan dikombinasi dengan queto terdahsyat. Nah baru cocok slidenya dibandingkan dengan slide Kasi kemenpar terlalu banyak tulisan dan cara menjelaskan juga biasa-biasa saja sehinga audensi tidak begitu menyimak. “cara presentasi yang salah”.

Kampanye Indonesia Menulis diskusi bareng

Kampanye Indonesia Menulis diskusi bareng

Sangat ramah, bersahabat dan terbuka untuk berbagi ilmunya pada calon-calon penulis hebat, Insyallah. Dan teman-teman belum puas dengan paparan mba Ollie dan melanjutkan diskusi setelah acara karena waktu demo mba Ollie sangat singkat, padat dan terganggu waktu jumatan.

 Sebelum melaksanakan sholat Zuhur, minta photo bareng mba Ollie semoga kepercik kehebatan mba Ollie dalam meracik tulisan cantik dan menggugah rasa setiap pembaca. “Ya Allah semoga Alhanin bisa menghasilkan banyak karya agar bisa mengajak insane beriman menjadi orang berkualitas”, Allahuma Amin.

Kampanye Indonesia Menulis. Alhanin&mba Ollie

Kampanye Indonesia Menulis. Alhanin&mba Ollie

 Sebelum melanjut session two dan memasuki sholat bergegas mengambil wudhu untuk bersujud pada Allah agar hati termotivasi untuk mendengar ilmu orang-orang hebat dan memohon pada Allah agar bisa seperti pembicara hebat itu. Sholat zuhur ditunaikan dengan penuh kekhusyukkan dan dilanjuti sholat sunnah rawatib. Sebelum memasuki ruangan kampanye penulisan makanan dulu, biar bagian tengah tidak menggangu kosentrasi saat mendengar wejangan penulis terkenal. Selama makan melirik kiri kanan dengan suasana nyatai, ada pula peserta makan semari berbincang, ada peserta makanan dengan kelompok mereka, ada peserta semari tertawa terbahak dan begini atraksi ketika makan siang dihotel tidak jauh berbeda dengan makan diwarung-warung kaki lima.

Sekitar jam 13.30 wib acara dilanjutin session kedua yang dipresentasi mas Hamka yang dikenal dengan penulis Jakarta Undercover. Jika sebelumnya mba Ollie banyak mempaparkan dengan slide, berbeda dengan mas hamka hanya bercerita indah “oral” dengan diracik canda-canda nyeleh tapi membuat audien ketawa terbahak-bahak. Content presentasi hampir sama dengan paparan mba Ollie tentang kisah awal menulis, suka duka menulis dan trik-trik mengirim tulisan pada penerbit. Ya insyallah bakal alhanin bagikan ditulisan berikutnya…”tetap datang lagi blog alhanin yeeeee”.

Semua peserta auntisias meskipun paparan slide sangat singkat, mungkin narasumber menginginkan banyak diskusi dan Tanya jawab agar bisa tereksplorasi penulisan dari berbagai cara. Diskusi hangat mengelora jiwa untuk segera menghasilkan karya dan terasa diskusi santai menyentuh berakhir jua jarum jam 15.00 wib. Tetap sebelum acara ditutup oleh panitia Kemenpar, photo-photo dulu sebagai dokumentasi panitia untuk dilaporkan kepada Negara, bagi peserta menambah koleksi narsis bareng orang terkenal, dan bisa dipublish di social media hikksssss.

Kampanye Indonesia Menulis

Kampanye Indonesia Menulis

Satu lagi yang unik mengikuti program kementerian, yaitu dapat transportasi. Padahal mengikuti kegiatannya gratis, makanan maknyus, dan suguhi ilmu spektakuler yang tiada taranya. Atau bisa jadi kenapa ada uang transportasi salah satu cara menghabiskan anggaran Negara secara sudah akhir tahun atau bisa jadi salah satu cara memikat rakyat untuk selalu antusias mengikuti kegiatan kementerian apapun. Apapun alasan yang penting enjoy and funny following “Kampanye Indonesia Menulis”.

#Desember penuh cinta dan menggugah jiwa untuk bersegara menghasilkan karya.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Yuk dengan bismillah: Menjadi pribadi wooww dan ahaiii


Bismillah…

Yuk dengan bismillah: Menjadi pribadi wooww dan ahaiii

Yuk dengan bismillah: Menjadi pribadi wooww dan ahaiii

Jika boleh jujur pada dunia dan diri sendiri hampir dua tahun tak menghadiri majelis taklim, tempat kumpulan manusia haus ilmu, haus kebaikan, haus silaturahmi dan haus menjadi pribadi woow serta ahaaiii dihadapan Allah. Walaupun hampir dua tahun tapi Alhamdulillah masih istiqomah dalam lingkaran tarbiyah dilaksanakan sepakan sekali.

Andai boleh melihat kebelakang dan mengenang masa-masa kuliah diyogya serta bandung hampir setiap hari dibanjiri kajian-kajian sangat dahsyat bak jual kacang goreng. Terkadang kita bingung sendiri untuk mengikuti kajian dimana, semakin banyak kajian dilaksanakan oleh komunitas maupun organisasi tertentu. Tentu kajian tersebut mengajak manusia dalam kebaikan dan menjadi hamba Allah sangat dicintai manusia maupun Rabbi.

Akhirnya ikut kembali majelis ilmu, padahal tujuan kembali ketanah jawa (red: Semarang) bukan untuk mengikuti majelis ilmu melainkan menjalankan amanah pribadi yaitu meraih mimpi besar dan jika Allah mengizinkan serta meridhoi insyallah bakal calon dosen Undip, Allahuma AMin^__^

Setalah ujian selesai dikampus sedang berproses menuju world class university (Undip), diajak adik-adik wisma kesebuah tempat didaerah busukan dalam rangka lauching wisma undip, dihadari oleh adik-adik yang tinggal diwisma baik ikhwah maupun akhwat, terlihat pula jajaran kreasi adik-adik wisma dengan berbagai inspirasi mulai dari madding, rumah, pudding, dan album photo.

Saat berada sekerumpulan akhwat “Mahasiswa” kerasa masih jadi mahasiswa, teringat pertama kali ikut kajian, kerasa menjadi mahasiswa baru, dan melirik kiri kanan terlihat wajah-wajah imut baru memasuki kampus, wajah imut baru memasuki area wisma, wajah imut baru terbiasa pakai rok dan kerudung panjang.

Lebih serunya lagi tema yang dibahas oleh narasumber, saat itu diisi oleh pihak akademis diwakili oleh prof Heru yang sangat inspiratif bagi alhanin. Walaupun sebagian adik-adik lebih sibuk ngombrol, sungguh rugi ketika mengikuti majelis ilmu sibuk ngombrol padahal sangat jarang bisa mendengar langsung pengalaman hidup orang sukses dengan gratis.

Ketika prof Heru menjelaskan, alhanin simak dengan focus tertinggi. Sedangkan point yang dibahaskan, bagaimana menjadi pribadi wooww dan ahaii di era competitor. Pertama harus diperhatikan adalah MEMBACA. Sejak dari zaman Rasullah Saw hingga abad millennium wacana membaca selalu disosialisasikan. Kenapa dalam Al-quran dijelaskan Iqro karena dengan membaca memberi pengaruh pada manusia.

Sayang seribu sayang kebiasaan membaca semakin hari semakin hilang dalam kehidupan manusia. Baik dikalangan akademis, kalangan terdidik, kalangan politik, kalangan terpelajar dan kalangan hartawan.

Selanjutnya point harus dibiasakan untuk pribadi wooww dan ahai yaitu menyukai menulis. Tak bisa kita berbohong bahwa dalam hidup jarang menulis. Kita menulis ketika mendapat tugas, kita menulis ketika ingin menyelesaikan perkuliahan, kita menulis saat ingin update status sedangkan menulis dalam bentuk essay, opini, artikel, puisi dan makalah tak pernah kita termotivasi untuk berkarya melalui tulisan. Indonesia tertinggal jauh dari Negara tetangga dan sepertinya masyarakat Indonesia hanya terbiasa kopipaste, terbiasa mengupdate status dan terbiasa twit.

Point ketiga juga banyak dijelaskan dalam al-quran, kata-kata motivasi yang dilontar oleh motivator maupun dalam buku. Naahh ini dia urutan ketiga harus ditumbuhkan dalam kehidupan kita untuk menjadi pribadi wooww dan ahai yakni menghargai serta mengelola waktu. Heeemmm ternyata hidup kita banyak dipergunakan hal-hal mubasir misalnya lebih banyak menonton, lebih banyak bertelphonan, lebih banyak smsan, lebih banyak mengosip, lebih banyak handout tanpa tujuan yang jelas. Padahal jelas bahwa waktu tidak akan kembali. Harus kita ingat bahwa bagi muslim “WAKTU ADALAH IBADAH, dan waktu bukan digunakan untuk sia-sia”.

Heemmm urutan kelima yang dijelaskan Prof merupakan target ingin dicapaikan. Maklum terkadang sering lupa bahkan kesulitan sendiri. Seperti bukan alhanin saja yang sulit mengaplikasi urutan kelima ini, hampir semua manusia merasa rumitnya. Terkadang MENEPATI JANJI ATAU UCAPAN DENGAN TINDAKAN adalah usaha terus dioptimalisasikan untuk membangun kebiasan ini. Point kelima ini sering kita temui ketika pejabat atau caleg sedang berorasi untuk meraih karir lebih tinggi, dimana antara ucapan dan tindakan sangat kontras bahkan lupa janji.

Kemudian terakhir harus yang dimiliki atau harus dibangun dalam perjalan hidup penuh supprisse ini yaitu opportunity “tantangan”. Heemmm untuk jadi pribadi wooww dan Ahaai harus cinta opportunity, dan harus terbiasa dengan opportunity. Berbicara oppotrtunity teringat dengan Pak Mario Teguh, jika kita mengakui sebagai anak muda maka harus cinta, terbiasa dan selalu menyukai opportunity bukan sebaliknya lebih menyukai security “kenyamanan”. Jika anak muda menyukai opportunity insyallah menjadi pribadi yang kuat, optimis dan menginspirasi banyak orang. Akan berbeda jika anak muda lebih cinta dengan security menjadi pribadi galau, pribadi biasa-biasanya, dan pribadi tak mandiri. Security lebih identik dengan orang tua!!!.

Insyallah kelima point tersebut sudah diaplikasi dalam kehidupan kita, Naungan cinta, naungan indah, naungan keberuntungan akan menghampiri kita menjadi pribadi sukses, pribadi bahagia, pribadi bermanfaat dan pribadi menginspirasi.

Akan lebih indah lagi kelima point tersebut didukung dengan sikap religious dalam segala hal. Maka pribadi kita akan semakin wow dan ahaiii….”dahsyat, bukan”!!! mari dengan bismillah dan bertekad untuk terus mengasah kelima point tersebut disetiap detak jantung kita.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Orang-orang udah nulis kemana-mana, lha aku


Bismillah…

Iri….iri…iri…iri…iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iri iri iriiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Iri melihat meraka yang berkarya

Iri melihat mereka yang berkarir

Iri melihat mereka yang menginspirasikan

Iri melihat mereka yang dekat dengan Ilah

Iri melihat mereka yang selalu bersikap sederhana

Iri melihat mereka yang bisa mendidik sibuah hati menjadi pemimpin

Orang-orang udah nulis kemana-mana, lha aku

Orang-orang udah nulis kemana-mana, lha aku

itu kata-kata yang memenuhi kepala dan setiap langkah kaki menuju entah kemana. Walaupun terkadang kata tersebut sempat terganti dengan kalimat lain namun tetap ketika menatap leptop perjuangan kata iri masih mengisak pikiran dan hati. Padahal leptop yag selau setia menemani ketika iri sudah selayaknya dipensiunkan karena sangat memperhatinkan mulai dari segi fisik internal maupun eksternal.

Jika lirik dari sisi sejarah, kenangan dan kontribusi buat alhanin rasanya tak tega untuk mempesiunkan leptop tersebut. Bila ditinjau dari sisi lain rasanya sudah tak layak lagi, jauh di hati pengen ini menganti tapi danda belum mencukupi, karena ada hal yang penting harus didahulukan, dan semoga brother(red:abang) memenuhi janjinya untuk membeli notebook buat alhanin agar ketagihan menulis semakin menjadi, agar terwujud mimpi besar tersebut, dan supaya bisa menginspirasi orang-orang diluar yang membutuh motivasi…”penantian janji”

Apalagi ketika mengunjungi toko buku, melihat teman sudah menulis dikoran-koran, melihat saudara sudah menulis antologi dan sedangkan alhanin baru menulis diblog pribadi serta sekali-kali menulis dimedia islam. Sepertinya belum puas, sepertinya masih minder, sepertinya tetap iri dan sepertinya rasa manusia tak memiliki manfaat buat lingkungan.

Entah kenapa fluktuatif masih semayam indah dalam aluran kehidupan, terkadang semangat menulisnya gila banget seperti semerbaknya sambal jengkol “huhuuuu”, terkadang tenggelam ibarat kapal penuh muatan. Padahal begitu floong waktu untuk menulis karena belum ada yang menggangu, belum ada amanah yang begitu mengikat, belum ada yang harus dipikirkan secara serius atau bisa jadi uninteresting menulis menunjukkan kalau alhanin belum bisa mengekplotasi menulis, atau bisa jadi kosakata masih menim gara-gara belum mencintai membaca dengan hati.

Apapun pengaruhnya, apapun penghambatnya, suatu saat harus meneribtkan sebuah karya apakah itu bentuk antalogi atau bentuk yang lain…”kini harapan itu dalam upaya semari berdoa agar dipantaskan untuk mewujudkan”.

Ayoooooo, semangat untuk mewujudkan jangan takut dengan deras hujan, jangan takut petir yang begitu seram, jangan takut dengan angin yang siap menghantam dan itu adalah motivasi dari alam untuk mendukung dirimu mewujudkan. Anggap saja itu adalah aroma kehidupan yang harus dilalui dan anggap saja itu sebagai bukti Alam mencintai mimpi besar mu…

Atau mungkin setahun kemudian akan terwujud

Atau mungkin lima tahun kemudian sudah teraplikasi

Atau mungkin tergantung semangat dan kegigihan

#harapan, #sholiatalhanin

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Sarapan wajib ukhti menjadi add value


Bismillah…

Jika kita sebagai makhluk social dan hidup pasti membutuhkan kebutuhan keberlangsungan yaitu makan dan afiliasi. Kedua hal merupakan hal sangat penting dalam menjadi manusia keep growth “tumbuh”. Lihat saja orang sukses selalu mengafiliasi diri mereka dengan metode berbeda berdasarkan karakteristik dan latar pendidikan meraka melalui afiliasi meraka membutuh makan agar bisa melangkah lebih maju.

Sesuai dengan prolog diatas maka ukhti bakal cerita sedikit aja bentuk dari afiliasi ukhti dan seakan-akan sudah menjadi sarapan wajib. Tentu kita tahu donk kalau hukum dari wajib itu dosa tapi hukum wajib pagi ukhti sebagai pendorong untuk terus berafiliasi melalui “Membaca dan menulis” apalagi cita-cita tertinggi ukhti menjadi penulis terkenal, motivator, dan penyiar.

Jika menyukai biografi orang sukses baik sukses sebagai pendidik, motivator, penyiar, entrepreneur, ekonom, pejabat eksekutif dan profesi lainnya mereka menghabis waktu serta mewajibkan hidup mereka untuk membaca dan menulis. Maka berdasarkan biografi telah ukhti baca maka ukhti harus tiru mengafiliasi semakin bagus yaitu mewajibkan untuk membaca dan menulis setiap hari “one daya one post and one reading artikel/book”.

Dahulu kala seorang ukhti dikatagori tidak mencintai membaca maupun menulis yang disukai hanya membolang “main-main” ditengah teriknya matahari, berlumpuran, sepedaan, just it.

Tapi hal itu berubah melebihi 200 derjat “hohoooo” ketika lagi pusing-pusingnya skripsi ditambah lagi saat melanjut kuliah pascasarjana kegilaan membaca dan menulis semakin gila tahuuuuuuu  atau bisa difaktori keterpaksaan harus membaca bahkan dunia ngebolang hilang, lenyap dan musnah.

Dari ilustrasi singkat diatas bisa kita simpulkan bahwa hobi dan bakat sebenarnya bukan ditumbuh sejak kecil tetapi hobi atau bakat bisa mukul kapan saja, waktu kapan saja dan dimana saja yang terpenting adalah ketika hobi itu tumbuh maka asah terus, jangan pernah berhenti melatih, larutlah dengan hobi tersebut, insyallah sudah merasa nikmat dan tanpa beban mejalani hobi tersebut maka dipastikan itu hobi dan yourtalented.

Kalau tidak percaya segara coba dan tumbuh kebiasaan kreatif/positif selama 21 hari insyallah sebentar bakal tahu hobi kita apa.  Selamat menemukan yourhoby jangan sampai tidak tahu hobi kita apa dan jangan sampai pula tidak mempunyai hobi positif karena sangat rugi dimana dengan hobi yang kita miliki menambah add value bagi kehidupan kita.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Ahaaa….”inspiration”


Bismillah…

siapa sich gak bisa menulis? Nulis angka satu, nulis Alphabet, nulis huruf hijaiyah dan nulis lainnya. Nah itu kan sudah bisa nulis. Tadi ngakunya gak bisa nulis hoooo….

Ya bisa Cuma sebatas itu tapi tidak lebih dari itu gak seperti orang-orang terbiasa atau hobi menulis, Hello myfreinds. Jangan pura-pura gak bisa nulis ntar benar gak bisa nulis…”huuffff kapokkan” dan membanding-bandingkan diri kita dengan yang lain. Yakin lah frend fillah kalian itu bisa menulis, Cuma setiap penulis punya identitas tersendiri dalam merangkai kata, pergunakan kehebatan kalian dan dorong sekuat-kuatnya frend fillah untuk menulis apapun.

Ide dan inspirasi untuk menulis begitu banyak banget disekitar kita, tinggal kita mau atau tidak untuk menulis! Misalnya kisah masa lalu, momentum paling bahagia, sejarah tidak menyenangkan,hal tidak bisa dilupakan, hal yang dicarikan selama hidup, teman baru, kosan baru, baju baru, leptop baru, hoby, cinta dan sebagainya.

Apa kata gue begitu banyak dan sejuta inspirasi Allah sedia bahan atau materi menulis. Kalau gak percaya coba dari sekarang coret-coretan di leptop, gadget, buku diary, hp, note atau bentuk lainnya.

Nah guwe certain buat frend fillah semua, dulu kala ada seorang akhwat mengakui tidak pernah bisa menulis bahkan ketika masa-masa sekolah dikasih buat essay atau artikel bebas selalu buntu, gak ada inspirasi, kalau menulis selalu gak tahu mau dari mana dan berakhir kemana.

Pokoknya gak ada talenta sedikit pun untuk menulis paling nulis tugas, nyalin catatan atau coret-coret tidak jelas. Lamban laun dan entah dari mana interesting terhadap dunia merangkai kata semakin menjadi.

Setahu guwe alasan suka menulis dilatarbelakangi ketertutupan guwe (tidakbisacurhat) pada siapapun kecuali pada MyAllah (heemmm, benar lo). Berawal dari sana kegembaran menulis muncul “tanpa tersadari”, namun kala itu tidak publish atau post hanya sebagai konsumsi pribadi dan setelah dibaca ternyata tulisan guwe keren juga “hoooo muji diri sendiri”. Emang benar kok kalau menulis dengan cinta maka rangkain kalimat juga terangkai berbentuk simfoni cinta.

Biasanya guwe dapat inspirasi ditempat yang aneh hooooo, perlu gak sich guwe certain habis aneh banget huwiieeeehhhh^__^ dan guwe juga malu jelasin dimana tempat inspirasi muncul. “kasih tahu gak ya, garut-garut kepala”

Oke terpaksa juga guwe kasih tahu dan kita pasti punya tempat favorit agar inspirasi mengalir. Coba frend fillah tebak dimana? Tara-tara-taraaaaaaa….

Ini loh tempat guwe bisa dapat ilham, inspirasi, dan ide menulis “Kamar mandi” gubarakkkkkkk, anehkan!!! Guwe juga gak tahu kok ide datang pas guwe lagi mandi, kedua ide itu hadir ketika guwe menyabu rumah, baca novel dan terakhir ketika baca comment-comment di blog.

Dan ketika sudah dapat ide langsung ketik judulnya aja dulu dan tengah malam (sekitar jam 10 malam) baru dech guwe nulis redaksinya apalagi ditemani senandung nasyid dan lagu kesukaan guwe semakin mengalir, melaju, lancar jaya daahhh menulisnya.

Buat frend fillah belum suka menulis mari kita biasakan hari-hari kita menulis. Insyallah apapun kita tulis yang dipublish di social media (blog, twitter, FB) akan dibaca orang dan jadikan tulisan kita sebagai lahan ibada serta berdakwa.

Hendaknya cari tempat-tempat, lagu favorit, dan suasana mampu mendukung frend fillah untuk menulis. Semakin suasana asyik ditemani senandung music maka akan semakin indah uraian kalimat tertulis.

Ingat-ingat “jangan takut disalahkan, jangan takut dibilang tulisan kita jelek, jangan takut salah EYD, jangan pikirkan SPOKnya dulu terpenting nulis aja dulu dan gak perlu beli dan baca buku bagaimana menulis hebat atau tips-tips menulis pokoknye action-action aje!!! Berjalannya waktu, kebiasan pasti tahu sendiri kesalahan kita dan mahir sendiri membuat strategi penulisan. “percayalah dengan omongan guwe”.

Selamat merangkai dan menjulam kata ya frend fillah…

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: