Aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku


Bismillah…

Aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku

Aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku

Rasa sakit ditenggorakan masih terasa sehingga beberapa hari harus berpuasa makan tapi minum tetap jalan, meskipun masih terasa sakit tetap menikmati rasa ngilu dan menikmati dengan doa, mungkin Allah memberi waktu untuk diet beberapa hari huakssss #ketawa culun. Bersyukurlah saat mengalami sakit bagian mulut bertetapan dengan jadwal mengajar kosong melompong. Biasanya ketika jadwal ngajar kosong, tidak ada kegiatan diluar rumah selalu menghabiskan waktu menulis atau membaca apapun ditablet dan tablet pemberian orangtua sangat berarti dalam mendukung literasi informasi bagi ia.

****

Menikmati segelas jus dipagi hari memberi sensasi berbeda, cuaca diluar jendala masih tertampak mendung karena semalam diguyur hujan, dirumah tinggal ia sendiri yang lain pada sibuk dengan pekerjaan dan sebelum melaksankan sholat dhuha coba membuka web yang selalu menginspirasi ia untuk menulis. Langsung klik artikel bertema jodoh, membaca dengan penuh rasa, alur cerita yang dibagikan juga penuh sensasional, apakah kisah cinta seperti itu adanya atau hanya sebatas imajiner penulis yang begitu liar.

****

Sempat menetes air mata ketika membaca cerpen tersebut, betapa mulia seorang wanita tersebut menerima laki-laki yang pernah dicintai tapi meninggal ia begitu saja demi menikahi wanita lain. Saat ia sudah bisa melupakan rasa sedih, rasa benci, rasa kecewa yang pernah tertanam dalam hatinya dan saat ia sedang berproses dengan orang lain. Tiba-tiba laki-laki dulu pernah ia kenal kembali ingin meminang dengan status berbeda (red-duda) karena istrinya meninggal beberapa bulan yang lalu. Meskipun sudah bertahun-tahun tidak bersua ternyata masih ada serpihan cinta masih tertinggal dalam jiwa. Wanita tersebut benar-benar galau, bingung, tentu tidak mudah mengambil keputusan  dan tidak tahu untuk memilih yang mana pada akhirnya harus berdoa pada sang Khalik agar tidak salah langkah, agar tidak ada yang dikecwakan, agar bisa tenang dalam menjalankan keluarga sakinah mawadah waramah.

****

Ketika ingin kembali kepada wanita akan dinikahi tapi gagal karena ada faktor lain sehingga beralih arah pada wanita lain.  Laki-laki tersebut mengutaikan lafaz sangat indah pada wanita tersebut bahwa aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku. Subhanallah, sungguh menggunakan kalimat sangat elegan, penuh estetika dan penuh filosofi.  wanita manapun akan tersentuh, menetes air mata dan tak sanggup berkata. Saat mendengar!!! Jika boleh bermain dengan ego, tentu wanita tersebut tidak mau menerima laki-laki yang sudah mencabik-cabik hati, mengiris perasaan dan putus asa. Tetapi saat sholat istikarah ternyata  Allah memberi jawaban yang cantik melalui hati yang sangat condong untuk menerima laki-laki yang pernah menyakitinya. Pernikahan dirajuk hanya beberapa bulan karena lelaki yang sudah menjadi suaminya kembali pada sang pembeli hati (Allah) dalam kecelakaan menuju tempat kerja. Jadi kalimat terlontar diawal meminang itu bertanda bahwa laki-laki tersebut akan kembali pada sang Ilahi. Allahu Akbar begitulah cinta, jodoh dan maut tidak bisa ditebak dimana titik akhir itu semua.

****

Atau inikah nama cinta sejatinya? Walaupun sudah menikahi orang lain tapi hatinya selalu dipenuhi wajah wanita lain bukan wajah istrinya. Cinta memang tidak bisa dipaksa, cinta tumbuh secara alami dan jika cinta itu dipaksa tumbuh mungkin tidak akan mampu bertahan lama, maka menikahilah orang dicintai yang bisa menamani sisa hidup dibumiNya, bukan menikahi orang dipaksa oleh seseorang seperti kisah yang ia baca diweb islam. Apakah fiksi tersebut nyata atau ilusi, tetapi ada ibroh luar biasa dipetik bahwa jodoh tidak akan pernah tertukar meskipun orang ditakdir berjodoh dengan kita ternyata menikah dengan orang lain maka Allah punya cara lain untuk mengembali pada jodoh sesungguhnya. Jadi teringat dengan seseorang akhwat pernah bertanya pada ia, saat mengisi kajian muslimah disuatu kampus yang membuat ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

****

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan


Bismillah…

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan

Menarik melihat fenomena anak muda diera keterbukaan informasi public terutama masalah relationship (berhubungan) baik sebatas pertemanan, TTM (teman tapi mesra) dan berpacaran karena sudah melewat batas. Baru-baru ini, terjadi pembunahan pada pelajar yang dilakukan pacaranya sendiri. Latar belakang lelaki membunuh pacarannya dengan sadis karena kecemburuan dan tidak mau diajak bersatu kembali. Bukan kali ini kisah memilu tersebut terjadi pada anak muda, dan sudah teramat sering masyarakat dipertontonkan perilaku kaula muda yang jauh dari ajaran Ilahi.

Lihat pula bagaimana anak muda begitu berani meminta izin sama orangtua pacarnya untuk diajak jalan-jalan mengililing kota, menulusri jalan, duduk dikafe kemaksiatan, menemani kesuatu tempat dan mengajak bertamu kerumah. Terkadang sikap mereka tunjuki pada masyarakat luas seperti pasangan sudah menikah, semua boleh disentuh, dan melakukan hal-hal tidak beretika ditempat keramaian. Mengherannya lagi, sebagian orangtua juga mendukung dan mengizinkan anak meraka dibawa oleh lelaki yang belum pasti berjodoh. Jika boleh jujur yang dirugikan adalah tetap pihak perempuan, seperti dikatakan oleh motivator islam “Perempuan Dilihat Pada Masa Lalunya Sedangkan Laki-laki Dilihat Masadepannya”.

Terkadang bingung untuk menginpresentasikan perilaku seperti itu. Tentu kita heran dengan fenomena tersebut, apa sesungguhnya membuat kaula muda begitu fulgar, apakah kekeringan iman atau budaya barat sudah diadopsi dalam kehidupan anak muda dan mungkin pemuda beranggapan bahwa pemikiran barat adalah suatu keniscayaan harus disambut serta diaplikasi tanpa pemikiran atau kajian dari sudut agama maupun budaya.

“enak aja nikah, kalo belum mapan? makan cinta?” | udah tau belum mapan, ngapain pacaran? emang pacaran lalu mapan? =_=;

kalo nikahnya karena Allah, berbekal iman dan ilmu, pasti Allah mapankan | pacaran, udah maksiat nggak mapan | pilih mana? 

nikah karena Allah, itu lelaki yang tanggung jawab cari duit pake tangan sendiri | udah pacaran pake duit bapaknya pulak? haduh!

cinta nggak akan telat datang pada yang sudah pantaskan diri | tapi belum memantaskan diri lalu bilang cinta itu cemen

pernikahan bukan kayak bisnis yang TRIAL & ERROR | lha kamunya mau dipacarin trial error 

lelaki mana yang nggak pengen wanita yang nggak pernah di-trial-error? | semua lelaki seneng sama wanita yang KHUSUS bagi dia 

pantaskan diri lalu engkau lisankan cinta | bila belum lebih baik dalam diam berdoa (Ust. Felix Siauw, 22 Maret 2014)

Padahal apa yang dilakukan adalah suatu yang sangat dilarang oleh agama. Sayangnya meskipun banyak ayat menjelaskan bahwa perilakuk tersebut dilarang tidak merubahan alunan kaula muda untuk menikmati kenikmatan sesaat. Jika boleh menyarankan segara menikah pacaran kalian untuk mengurangi kemaksiatan dilakukan setiap hari. Sebaiknya minta dengan baik-baik pada orangtuanya dengan menikahinya setelah baru membawa pasanganmu jalan-jalan kemanapun kalian inginkan. Karena mengajak pasang hidup setelah menikah bisa jadi bagian dari ibadah berbeda jika mengajak pasang belum diikat dengan ikatan suci yang diperoleh adalah dosa.

Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri].

Jadi nikahi dulu baru diajak jalan bukan sebalik jalan-jalan dulu baru diajak menikah. Kenapa diajak menikah setelah jalan-jalan karena keterpaksaan dan sudah terjadi aksiden.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Menikah gadis dan bujang kerinci; Antara tantangan dah hambatan


Bismillah…

Ketika Penulis dilanda kemalasan dan kegalauan

Ketika Penulis dilanda kemalasan dan kegalauan

Bismillah…

Dipagi yang mendung semakin betah dibalik selimut bahkan mengubah posisi tidur pun terasa berat apalagi membuka pola mata yang cemerlang, hujan begitu deras membasuhi bumi sehinga matahari sembunyi dibalik awan-awan tebal mendukung bermalas-malasan, tendengar pula bunyi gemuruh diatas genteng seakan-akan dilembar batu kerikil karena bulan januari sudah memasuki musim hujan dan tiba-tiba dapat pernyataan yang sangat menyentuh di inbox facebook. Jujur pertanyaan tersebut buat bingung sendiri, terasa kerasukan, otak beku, dan ia pun bertanya-tanya dengan pertanyaan tersebut. Apakah pertanyaan itu benar adanya atau pertanyaan itu hanya sebatas rumor yang tidak ada dasarnya maupun realitas yang terjadi.

Mengirakan pertanyaan tersebut hanya dikonsumsi oleh meraka yang berada di pulau Sumatra ternyata teman dijawa juga mengetahui gossip tersebut sehinga harus mengkonfirmasi pada alhanin tentang kebenaran apa yang didengarkan dari teman-temannya…#kaget hooohoooo

Sebagai perempuan yang terlahir di bumi kerinci tentu tidak bisa begitu saja menerima pernyataan atau rumor tersebut karena selama ini dipahami kenapa anak gadis dan bujang kerinci tidak dizinkan menikah dengan suku, daerah atau pulau lain bukan atas factor materialistic malainkan ada factor yang turun menurun diyakini maupun dipercayai hingga anak cucu. Takut anak gadis maupun anak bujang tidak kembali lagi kekampung halaman seperti contoh-contoh yang terjadi dengan meraka yang menikah dengan wilayah lain sangat jarang back to village, orang tua memikir jika usia senja meraka tidak ada yang mengurusi dan pulang kampung bisa barengan. Seakan-akan Kebiasaan menikah suka lain itu dilarang, padahal islam melarang atau diharam yang dinikahi antara lain “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An Nisaa’: 23).

Bayangkan saja menikah beda desa saja begitu susah apalagi menikah dengan suku atau daerah lain, ini sudah terjadi bertahun-tahun hingga saat ini…#jadi jelas bukan kenapa orang tua sangat sulit memberi izin anak meraka menikah dengan orang lain karena masih menginginkan anak menikah dengan keluarga dekat (red: Anak sanak) maka wajarlah kalau ketemu orang kerinci face hampir mirip-mirip karena ditelusuri hinggal keakar-akarnya ternyata ada hubungan kekerabatan.

Namun tidak semua orang tua menganut paham tersebut karena pada kenyataannya dikeluarga alhanin ada bebarapa menikah dengan orang jawa maupun dengan suku lain di Indonesia. Yakin ini tidak hanya terjadi dikeluarga alhanin tentu masih banyak lagi keluarga lain dikerinci yang mengizinkan anak mereka menikah dengan wilayah atau suku lain seperti dianjurkan oleh Rasullah hendaklah menikah orang jauh yang tidak memiliki kerabat dekat atau hubungan darah…

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Al Hujuraat: 13)

Padahal dengan menikah orang jauh bisa menambah keluarga, memperbaiki keterunan, menjauhi dari penyakit keterunan (genetic atau DNA) seperti alhanin temui meraka-meraka yang menikah dengan kerabat dekat yaitu terjadi penyakit genetic, ini harus diperhatikan secara serius bukan masalah sepele, dan setiap langkah kaki yang dilangkahkan untuk silaturahmi dengan keluarga atau mertua sudah dianggapkan sebagai pahala.

Pada kenyataannya untuk menikah gadis atau bujangan kerinci menghadapi tantang maupun hambatan!!! harus mampu meyakini calon mertua, meyakini keluarga besar, harus bertanggungjawab, berpendidikan dan beragama. Disini dibutuhkan laki-laki memiliki nyali gede bukan cemen, tidak hanya sebatas macho tetapi berani bertanggungjawab dan menyakini orangtua. EEppp tidak hanya itu agar mudah mendapat restu mertua tentu harus memiliki pondasi pendidikan dan agama karena kerinci tidak hanya dikenal sebagai wilayah memegang tradisi juga menjunjungi tinggi pendidikan maupun agama.  Jika sudah mampu meyakini calon mertua insyallah restu begitu gampang diperoleh. Sedangkan hambat yaitu harus berani mendombrak dogma atau kebiasan yang dianut oleh masyarakat kerinci yang selama ini sudah tertanam begitu kokoh dan kuat, jika menikah anak mereka maka pertimbangan utama apakah ada kaitan kerabat atau keluarga bila ada maka diutama keluarga setelah itu baru orang lain.

Jika boleh jujur sebagai anak mudah hidup dizaman perkembangan teknologi, hidup dengan native demokrasi (gelombang ketiga) dan menempuh pendidikan tertinggi tentu berharap mendapat restu agar bisa menikah dengan suku  lain tapi melihat kebiasaan selama ini seperti harus berjuang keras untuk meyakini orang tua, berani menghadapi tantang dan hambatan. Namun jika restu itu belum juga diperoleh maka harus menahan pandangan dan menyibukkan diri dalam kebaikan “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur: 30)

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Agar surga berada ditelapak kaki mu akhwat maka menikahlah


Bismillah…

Agar surga berada ditelapak kaki mu akhwat maka menikahlah...

Agar surga berada ditelapak kaki mu akhwat maka menikahlah…

Dua jam sudah berada di toko buku ternama di indonesia, mondar-mandir melihat buku-buku yang terjejer tetap tak satupun buku tertarik untuk dibeli karena niat awal menuju toko ingin mencari buku referensi untuk mengajar. Secara setahun belum sempat mengupgrade references karena seorang pendidik yang profesional dan kredibilitas harus selalu upgrade keilmuan baik melalui referensi tercetak maupun elektronik.

Entah kenapa bebarapa bulan ini tertarik untuk membaca novel bernafas islam sebab dengan membaca bisa merangsang otak untuk mengeluarkan ide-ide cemerlang khusus ide untuk menulis. Bagi ia membaca novel adalah faktor utama membangkit daya imajinasi menulis, bahkan dengan membaca novel tersadari bahwa benda-benda disekitar kita bisa menjadi referensi untuk menulis, hanya tinggal bagaimana kita berusaha keras untuk terus menulis.

Satu persatu telah dilihat maupun dipegang, tapi tetap belum ada tersentuh untuk membeli sekian banyak buku bestseller dipajang. Daripada ketoko buku tak menghasilkan apa-apa mendingan membaca buku yang telah dibuka sampul. Jiwa dan pikiran pun terbawa untuk melangkah kerak nomor tiga didepan kasir, tepat disana dijejerkan novel ternama yang ditulis anak bangsa misalnya hasil karya Asma Nadia dengan berbagai macam judul, ada karya kang abik dan lainnya.

Sangat pas banget disana ada karya kang apik yang merupakan favorit ia, bahkan setiap karya dikeluarkan kang apik harus dimiliki,  tanpa basa basi dan malu-malu langsung menyentuh novel tersebut dengan judul cinta zahrani. Sebenarnya sudah pernah dengar cerita teman tentang kisah hidup dan cinta zahrani namun tetap tertarik untuk membaca. Ia tahu bahwa ada magnetik sendiri ketika membaca hasil karya kang abik.

Heeemmm langsung cari posisi enak untuk dibaca mumpung sore tersebut tidak ada jadwal apapun jadi bisa bebas untuk menikmati suasa luar. Kebetulan juga ada kursi kosong dekat komputer pencarian informasi buku.

Lembar berlembar sudah lahap dibaca ibarat menikmati makan lezat di restoran termahal menikmati huruf yang terjejer dalam novel tersebut. Subhanallah ternyata novel tersebut sangat menyentil hati seorang akhwat yang selama ini lebih fokus dengan pendidikan dan karier sangat jarang banget membahas tentang sebuah pernikahan. Walaupun membahas pernikahan itu hanya pada momentum ketika teman seperjuangan atau teman tarbiyah menikah setelah itu sangat jarang membahas. Hari-hari lebih banyak membahas tentang bigdream dan membahas tentang materi kuliah.

 Bahkan dalam keluarga pun ia tak mengatakan bahwa ia siap untuk menikah walaupun dalam hati terdalam sudah siap menikah heeemmm…”curhatandlebay”. jangan-jangan diam tersebut masih ada mimpi lain ingin diwujudkan sehingga kewajiban sesungguh terlupakan….”Ya Allah semoga hati tidak keras dan semoga tidak mencuekin perasaan”. “cieeeee cerita mulai tingkat dewa sedang bergalau sambil teriak diatas gunung hooooo”

Setiap lembaran, setiap bab hingga kesimpulan ada satu makna tertanggap yaitu bagaimana mendapat surga dikaki bu. Syarat utama untuk mendapat predikat atau kandidat surga ditelapak kaki ibu maka wanita atau akhwat harus menikah dulu. Jadi bagaimanapun sholeh seorang wanita, bagaimanpun cerdasnya seorang wanita, bagaimanapun hormatnya pada orang tua tetap tak pernah bisa mendapat gelar begitu mulia tersebut.

Wanita mana sich tak rindu dengan gelar tersebut, wanita mana sich tak ingin mendapat gelar tersebut, wanita mana sich tak iri melihat wanita lain mendapat gelar tersebut. Tentu untuk mendapat tersebut sangat mudah yaitu dengan menikah. Walaupun syarat sangat gampang tapi tidak semua wanita siap memenuhi syarat tersebut karena begitu banyak pertimbangan dan permasalahan harus dihadapi.

Apakah dengan menikah kita sudah mendapat gelar tersebut tentu jawaban belum karena harus memenuhi dan menjalankan syarat tersebut dengan amanah, cinta dan sesuai dengan aturan Allah.

Rabbi, Hamba ingin memperoleh predikat tersebut tapi terkadang keinginan tersebut terbentur dengan keinginan yang lain yang begitu embisus. Ia tahu bahwa hakikat kehadiran wanita di bumi yaitu diwujudkan menjadi ibu sholeha yang dibawah telapak kakinya terdapat surga. Walaupun ia tahu bahkan sering mendengar kajian ditambah lagi dengan sentilan novel yang dibaca dibuku tersebut semakin merasa iri sangat egois dan beranggapan hal itu remeh.

Tujuan menikah tidak hanya meraih predikat mulia tapi ada hal lain yang tak mungkin dirasakan oleh mereka-mereka yang masih lajang.”Ayo segara menikah ukhti…” heeemm.

Coba bayangkan ketika pulang kerumah saat bekerja disambut dengan senyum anak-anak yang sholeh maupun sholeha, coba bayangkan ketika direbutkan dengan kesibukan mempersiapkan pakaian maupun makanan mereka ketika berangkat kesekolah, coba bayangkan bagaimana indahnya ketika mereka bisa berbicara dengan memanggil dengan sebutan bunda, coba bayangkan betapa harmoninya dunia ketika melepaskan anak untuk melanjutkan kuliah keperantauan, coba bayangkan betapa bersyukurnya ada yang mendoakan ketika tak ada nanti, coba bayangkan betapa sedapnya bisa menggengam tangan anak semari bercerita dengan bundanya dan coba bayangkan betapa besarnya pahala yang diperoleh bunda saat memiliki anak.

Jadi sudah dibayangkan betapa nikmatnya menjadi ibu kemudian meraih gelar sangat mulia yaitu sangat pantas surga berada ditelapak kaki ibu. Ayooooo segera sempurnakan dien terkhusus bagi penulis sendiri hooooooo….”smile and happy”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kenapa belum menikah


Keluarga SAMARA (Sakinah Mawadah Waramah dan Dakwah)

Kajian kamis sore yang diselenggarakan oleh organisasi islam di salah universitas ternama di kota yogya mengangkat tema pada kajian itu yakni keluarga SAMARA. Pertama Yuli juga bingung dengan makna keluarga SAMARA. Namun kebinggungan itu juga tak ditanyakan pada temannya, berpikir-pikir akhirnya makna keluarga tersebut  terjawab sudah.

HHHmmmm…begitu cantik singkatan  konsep keluarga sakinah. Akan lebih cantik SAMARA itu memang diaplikasi dalam Rumah Tangga, kalau yang belum menikah ya tidak mungkin bisa menjalankan SAMARA tersebut.

Yuli sampai di Mesjid kajian tersebut, sesampai sana kok tidak ada akhwat dan ikhwan Cuma ada orang-orang sholat. Jangan-jangan acara tidak jadi, jangan-jangan acara sudah selesai, jangan-jangan acara dipindah di tempat lain. Tetap Yuli duduk depan pintu mesjid sambil menatap lingkungan sekitar karena begitu rindangnya Mesjid ditumbuhi dan cerahi bunga-bunga indah.

Salah satu anggota ikut kajian memanggil Yuli….”mbak-Mbak” kalau akhwat di lantai II mesjid.

“ooo-oooo”, pantas dari tadi tidak akhwat satupun dan pantas juga ya ikhwan-ikhwan pada milirik pada Yuli. Tapi disana tidak tertempel “Area IKhwan”. Okelah Yuukkk kita keatas.

Satu persatu anak tangga di naiki dan sambil menghitungakan jumlah anak tangganya sekitar 13. Di lantai II juga belum ada akhwat dan panitia peyelenggara. Biasa kalau akhwat “jilbaber” ketemu teman cipika-cipiki dan salaman yang begitu khas, ini sudah tradisi. Bukan akhwat saja seperti itu kalau ketemu sekubu, ikhwan juga persis sama tak serupa HOHohoho…

Setelah selesai semua menyalam para yang hadir di acara kajian, Yuli cari posisi weeeehhh Enak (PW), Yuli duduk ditengah antara Bara dan Timur. Tak lama kemudian makin banyak yang hadir di acara kajian dan acara pun dimulai.

Saat mukadimah, ada intrsuksi dari panitia bahwa ustad yang mengisi acara tidak bisa hadir, YAaaahhhhhhh. Padahal ustad yang memberi taujih tentang konsep SAMARA adalah penulis ternama di Indonesia dan setiap buku yang ditulis selalu penuh kalimat Romantis dan MOtivasi yang luar biasa. Dan panitia mengatakan akan diganti oleh ustad yang lain.

Yaaa, apa boleh buat…Padahal ingit banget mendapat siraman rohani dari ustad tersebut dan ingin lihat secara langsung wajah ustad seperti apa sich???selama ini Cuma baca bukunya saja dan baca bibliografi di halaman akhir buku ustad. Salah satu buku yang beliau tulis yakni di Jalan Dakwah ku Menikah.

Yuli, mengeluar wet-wer (pulpen dan kertas) untuk menulis intisari yang disampaikan ustad, karena kalau di save di Memory (otak) cepat lupa. Kalau ditulis secara tidak langsung telah merekam secara digital.

Sebelum ustad memulai kajian. Ustad Tanya pada ikhwan –akhwat semua sudah menikah atau belum? Semua yang hadir hanya ketawa dan ustad pun ikut ketawa. Bagaimana mau menjelas tentang konsep SAMARA semuanya belum menikah.

“Ustad” Melanjutkan bagaimana untuk meraih dan menggapai keluarga SAMARA. Bagi Yuli konsep sangat Simple tapi tidak sesederhana dalam pelaksanaan.

Yuli, secara detail menulis apa yang diterangkan dan ceritakan ustad. Tak terduga hampir satu lembar kertas sudah penuh. Tapi hal yang disenangi kata dari ustad yakni tahu tidak kalian Canda yang berpahala yakni “bercanda dengan istri atau suami” HHHmmmm. Yuli berpikir ternyata menikah itu banyak kebaikkan seperti bercanda saja sudah berpahala, tetes keringat wanita yang bekerja di Rumah saja ibarat setetes darah para syudah. Subhanallah begitu tinggi kedudukan wanita dalam keluarga. Apalagi dalam menjalan Keluarga SAMARA semuanya adalah berkah.

Kemudian ustad bertanya kembali pada ikhwan-akhwat, menurut Yuli begitu sensitive jawabannya. Pertanyaan ustad “Kenapa belum juga menikah”. Ikhwa-akhwat semua tertawa hahahha….”ada-ada saja pertanyaa ustad”.

Yuli langsung Tanya disampingnya….

Mbak kenapa kok belum juga menikah? Mbak menjawab belum ada ikhwan yang mampu menaklukan hati saya HHHmmmmm, yakin gitu mbak iya dong. Dan Yuli Tanya mbak disamping kirinya, Mbak kenapa kok belum minakah di jawab pertanyaan Ustad? Mbak itu Cuma senyum kecil-kecil. Kalau mbak Yuli sendiri kenapa belum Menikah…? Yuli melontarkan mau jawab jujur atau jawaban diplomatis. Mbak disebalah kiri Yuli ketawa lagi, maunya di jawab keduanya jujur maupun diplomatis. Oke kalau mau seperti itu, jawaban banyak tapi ini saja dechhhhh….(1) Menikah ada rahasia Allah, (2) lagi mempersiapkan Bekal agar mampu mengaplikasi keluarga SAMARA, (3) ikhwan sekarang banyak tidak berani sdan udah takut dulu belum ta’ruf saja sudah mundur, dan (4) kalau keempat Tanya yang lain ya Mbak…hohohohohoho

Alhamdullah, banyak hikmah dan ilmu diperoleh. Semoga ilmu yang didapatkan semoga menjadi amal ibadah selalu memberi pencerahan dalam jiwa dalam menuju keluarga SAMARA. Yang terpenting untuk menyempurnakan Iman adalah Yakin dan berusaha orang yang telah dijanjikan untuk berdamping dengan kita susah ditetapkan tinggal proses saja. Tapi jangan terlena dengan doa saja kalau tidak pernah berusaha untuk berta’ruf. Kemudian dalam Rumah tangga yang terpenting adalah komitmen dan jangan pernah mencari yang suami ideal atau istri ideal. Tapi carilah orang memang diridhoi Allah dan terbaik dunia dan akhirat. Jika telah diridhoi Allah semua akan dipermudahkan baik rezki, nikmat dan kebahagian. Allahu Akbar….

Siapapun yang membaca yang belum menikah tolong dijawab pertanyaan ustad ya cukup dijawab dalam hati qolbu saja…”Kenapa belum juga menikah”….hhhhmmmm

Alasan spiritual kenapa harus menikah


Kaitan zikir dengan pernikahan sangat memberikan Nampak yang begitu sinergi dalam tatanan berkeluarga baik efek atau dampak dunia maupun akhirat. Tahu bahwa tujuan pernikahan adalah meraih sakinah wamadah waramah dari sangmaha menyatu dua hati yang berbeda dalam membentuk keluarga penuh nuansa islamiah. Maka diperlukan banyak berzikir sehingga tujuan pernikahan dapat meraih keberkahaan. Serta menifestasi dari zikir memiliki banyak mengandung manfaat dan kepentingan dan kebutuhan manusia. Berikut ada beberap alasan spiritual antara lain:

  1. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena ia taat kepada Allah swt. Rasa cintanya seorang mukmun kepada Allah itu dibuktikan dengan taatnya kepada-Nya, di antaranya dengan menikah. Dengan demikian kalau tidak taat, tidak mungkin ia mau memilih untuk menikah. Cirri khas seorang mukmin itu adalah cinta, kemudian taat. Taat itulah pintu kemulian. Seorang mukmin itu menikah bukan asal menikah, tetapi didasarkan kepada cintanya kepada Allah swt. Kemudian dibuktikan dengan memilih wanita atau pria yang juga mencintai Allah. Cintanya kepada pasangannya itu nomor, dua, karena yang pertama ia terlebih dulu cinta kepada Allah baru yang kedua ia memilih saling mencintai.

Latar belakang cinta dari cinta adalah ia taat kepada Allah. Jelaslah bahwa menikah bukanlah semata-mata kerena status social, naluri dasar (basic instinct) atau agar biar dianggap manusia yang normal.  Jika seorang mukmin ditanya kenapa menikah? Maka ia dengan tegas menjawab “karena aku cinta kepada Allah dan karena aku taat kepada-Nya”.

  1. Latar belakang mengapa seorang mukmin menikah adalah; karena menikah adalah pintu kesucian. Orang mukmin itu harus senang yang suci, karena Allah Maha suci.

Demikian hal dengan menikah. Nikah adalah pintu kesucian untuk mendekatkan diri kepada yang maha suci. Mengapa menikah?  Karena nikah itu suci, itulah sebabnya mengapa kita memilih menikah. Ketika kita menikah, maka harus didasarkan kepada niat yang suci, kerana tujuannya untuk kesucian diri. Hal itu kita lakukan maka Allah akan mensucikan dosa-dosanya. Alangkah beruntungnya bagi mereka yang menikah. Dengan begitu berarti mereka sudah meraih ampunan dosa dan akan mendapat ganjaran yang tidak terhingga.

  1. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah : karena menikah merupakan pintu kesucian horizontal. Suci untuk melakukan hubungannya (hubungan intim dengan sesame pasangan), bahkan mensucikan perbedaan-bedaan sifat dan sikap. Akhirnya muncul kesama demi kesaman dan suci dari sifat “tercela”. Oleh karena itu dengan menikah akan menjadi kita terpuji dan mulia. Dalam Al-quran  disebutkan bahwa Allah swt, memuji-muji orang yang menikah dan orang yang menjaga kemaluan dirinya. Bahkan Allah menjanjikan surge firdaus bagi mereka.
  2. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena menikah membuat suci mata dan suci kemaluan. Karena suci, mata menjadi indah memandang, kemaluan akan terjaga dan akhirnya akan meraih kehormatan.
  3. Latar belakang mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena menikah itu halal. Cirri khas orang-orang yang beriman adalah sangat menyenangi yang halal. Bahakna mengistimewakan hal-hal yang halal. Menikah adalah halal. Sedangkan halal adalah pintu keridahaan Allahm Mengapa menikah? Jawabannya ya, karena halal. Dengan melakukan hal-hal yang dihalalkan, maka Allah akan Ridha.
  4. Latar belakang utama mengapa seorang mukmin menikah adalah: karena menikah itu halal, dan halal adalah pintu nikmat. Cirri khas orang beriman adalah senang yang halal. Ternyata sesuatu yang adalah nikmat. Bahagia sekali, sesuatu yang nikmat itu tidak diharamkan, tetapi malah dianjurkan untuk meraihnya. Dan itulah yang disebutkan menikah. Ia adalah nikmat yang halal,nikaat yang nyama untuk dinikmati. Tetapi juga ia adalah halal yang nikmat, halal yang mudah dan nyaman untuk dinikmati.

Dari uraian yang telah dibahas diatas dapat disimpulkan bahwa. Pertama, menikah adalah perintah Allah. Oleh Karena itu, jika kita menikah maka akan meraih kemuliaan. Dalam sebuah riwayat disebutkan: ‘sesungguhnya kalian telah meraih separuh dari nilai agama. Maka tugasmu setelah menikah adalah jagalah separuhnya lagi’. Beruntung sekali bagi mereka yang menikah. Kerena mereka berarti telah meraih kemuliaan seperuh dari agama. Dengan demikian, tentunya kita harus banyak bersyukur kepada Allah swt. Kedua, annikaahu baabus shafwah (menikah adalah pintu kesucian). Allah akan mensucikan orang-orang yang menikah hanya karena-Nya. Kemudian setelah itu, meraka diampuni dosa-dosa yang telah lampau, lalu mendapat ganjarannya tidak terhingga sebagaimana telah disebutkan dalam Al-Quran : laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampuanan dan pahala yang besar. (QS.Al-Ahzab (33):35).

Menikah adalah salah satu jalan menuju kesucian, yakni terjaganya kehormatan dan kemulian kita. Dengan menikah maka kita akan menjadi suci mata, kemaluan, social dan suci dari berbagai macam penyakit yang mengerikan. Ketiga, menikah adalah pintu halal dengan demikian Allah akan menghalalkan , kerena kalimat-kalimat Allah diucapkan ketika ijab qabul atau saat menikah. Oleh karena itu, Allah akan ridha kepada orang yang melakukan hal-hal yang halal. Dan para mukmin tentun hanya mencari yang halal, kerana ia tahu bahwa halal itu adalah pintu keridahaan Allah swt.

Kemudian sulit rasanya untuk mencapai ketenangan dan kedamaian hidup, kecuali dengna menikah. Ada sesuatu yang kurang kalau belum menikah. Sekinah tidak bisa kita raih, kecuali harus melalui menikah. Jika menikah sudah kita lakukan, baru kita dapat meraih sakinah itu. Ada empat kunci penting dari sakinah itu. (1) cinta kepada Allah swt, (2) saling mencintai (yaitu saling mencintai di antara pasangan suami isteri dan juga di antara anggota keluarga lainnya), (3) mawaddah yaitu saling memuaskan dalam hubungan biologis, dan (4) saling kasih sayang.

Selanjutnya dalam surah Yasin ayat 56 disebutkan bahwa “mereka dan pasangannya akan Allah masukkan ke dalam surge di atas dipan-dipan yang indah” jadi nikah adalah salah syarat untuk masuk surga. 

%d bloggers like this: