Balut diri ku dengan doa mu “Mak dan Pak”


doa ibu

#TestianiPedia

Terbangun dipertigaan malam, ini adalah waktu sebagian manusia sedang lelap dan menikmati  mimpi-mimpi indah. Tapi ku berbeda dengan sebagain yang lain, dipertigaan malam keseringan terbangun seakan-akan ada  saja yang membangun. Ketika terbangun, tatapan kosong hanya bisa memandang tumpukan buku, lemari, loteng, bantal guling, selimut, alat-alat kosmetik  dan sesekali mengusap wajah. Langsung terhubung dengan raut wajah sudah tidak muda lagi. Rindu dengan suara ngaji pak dikala magrib dan subuh. Suaranya bagaimana nada-nada yang tak bisa teruntaikan, hanya bisa dirasakan semari meminjamkan mata. Lantunan ayat al-quran yang keluar dari suaranya bagaikan angin menyentuh  sukma. Terkadang kangen mereka membuat tersiksa sendiri dan tak jarang pula rasa itu membuat khusyuk berdoa padaNya untuk mereka. Bukan untuk kali saja terbangun teringat mereka dikehening malam, sudah teramat sering. Ini adalah bentuk kedekatan dan kedalaman emosional begitu kokoh antara ku dan mereka.

Jujur, tersiksa bila tak bisa menatap wajah tembem sudah berganti kerutan dan tubuh kekar sudah mulai kerobos termakan usia. Wajah tak pernah takut disengati matahari dan tangan tak berhenti mengenggam tanah demi menggais rezki untuk dia supaya bisa meraih mimpi menjadi orang terbaik dihadapan Allah. Sehingga wajah nan teduh itu diinggap oleh bintik hitam tersenggat oleh sinar violet. Wajah yang selalu melemparkan senyum terbaiknya, baik ketika dia bahagia maupun mendapat ujian. Bahkan telah memberikan segala hal padanya. Pemberian engkau begitu tulus tak pernah meminta balasan. Kendati sudah bisa mencari rezki secara kecil-kecilan, tak pernah putus memberi uang jajan untuk diri ini. Engkau begitu paham dan mengerti apa saja kebutuhannya. Ketika mengatakan ingin melanjutkan pendidikan engkau murung, paham kenapa engkau terdiam karena tak mau jauh darinya. Secara hampir sepuluh tahun kita berpisah bersua hanya moment tertentu.

Meskipun wajahnya dipenuhi kerutan tetap rindu tidur diatas pangkuannya semari mendengar coletahnya dan ingin menatap lama, terutama menetap mereka ketika terlelap tidur. Menatap wajah telah lelah membesari ku dari tak bisa apa-apa hingga bisa mengores tinta inspirasi, mengajari ku tentang arti kerasanya kehidupan. Mungkin begitu jua mereka menatap diri ku tatkala bayi. Mereka begitu senang menikmati proses perkembangan ku. Kini anak kecil yang terus engkau timang-timang, engkau elus-elus dengan doa, engkau genggam erat-erat tangannya kemana-mana telah beranjak dewasa. Walaupun sudah dewasa, tapi ku dihadapan kalian tetap dianggap anak kecil yang terus diarah, dituntut dan dingatkan. Bahkan jika Allah Kabul doa dengan rahmanNya dan biarkan waktu membuktikan bahwa dia juga ingin menjadi seorang ibu seperti engkau. Ibu tak pernah putus henti berdoa, ibu selalu tiap pagi menyisir rambut putrinya sebelum berangkat sekola lalu diikat dengan warna_warni pita. Sehingga begitu bertumpukkan bando dan bermacam ragam warna pita dimiliki.

Mengarahi ku pada jalan yang dicintai Allah dan setia menunggu dari perantauan. Teringat, pernah pada suatu ketika balik dari perantauan tanpa membawa apapun, terutama tidak membawa jinjingan yang berisi oleh-oleh seperti biasa dibawa ketika mudik. Ku akui salah, entah kenapa bisa tak membawa jinjingan. Sesampainya dirumah betapa hati sedih dan tersentil begitu dalam, terkhusus saat ponaan-ponaan imut menanya mana jajanan yang sering dibawa saat mudik. Padahal waktu itu ponaan-ponaan kritis, berlari-lari, memanggil dan memberi salim pada dia, tapi tak satupun mereka dapat kecuali pelukan hangat. Allahu Akbar… seketika itu jua, bola mata langsung dipenuhi genangan air mata bergelombang. Entah air mata apa namanya, mungkin ini nama air mata penyeselan dan air mata menyalahkan diri. Sejak peristiwa itu, berazam ketika mudik kekampung harus membawa jinjingan terutama membeli jajanan kesukaan  mereka dan Plus yang lain.

Tatkala usia semakin bertambah, semakin jauh kaki mengelilingi bumi Allah, bertambah kepahaman terhadap agama dan dunia. Semakin ku sadar dan paham bahwa sesungguhnya dibutuhkan adalah ridho dan doa engkau. Tanpa ridho dan doa engkau betapa susahnya ku menakluknya dunia. Tanpa ridho dan doa engkau sungguh rumit tak mendapat berkah ilmu dipelajari. Tanpa ridho dan doa engkau mana mungkin ku meraih surgaNya nanti. Tanpa ridho dan doa engkau tak mungkin sanggup bersemangat meraih mimpi yang terucap dalam doa ku. Tanpa ridho dan doa engkau tak mungkin tegar menghadapi warna-warni ujian yang membuat air mata deras menetes. Sepanjang waktu tetap butuh ridho dan doa mu karena masih banyak hal ingin dicapainya.

Oleh karena itu mak dan pak balut diri ku dengan doa mu disetiap waktu. Dengan itu semua akan mempermudahkan ku dalam menjalani kehidupan dalam rangka mengumpul pundi-pundi kebaikan dan pahala sebelum berjumpa dengan sang Rabbi yang maha cinta serta menghitungkan segala ucapan bahkan tindakan diperbuat. Allah terimakasih engkau masih panjang umur mereka sehingga ku masih mendapat balutan doa-doa mustajab mereka disetiap waktu. Kalian adalah harta begitu berharga bagi ia. Hingga kapanpun nama, senyum, nasehat, dan lemah lembut menambah energi tersendiri bagi ku untuk terus melangkah serta berangkat mengampai belum tercapai.

Semoga berjalan waktu, pergantian gelap menuju terang  penuh kilauan bisa terus memberi terbaik buat mereka dan tak berhenti mengabdi. Terutama doa terbaik buat mereka dikala dpertigaan malam. InsyaAllalh tiap doa, tilawah dan zikirnya selalu terselip nama  maka dan pak. Sebagaimana kata ustad berikan hal terbaik untuk orang tua. Berharap doa dilantunkan menambah point pahala bagi mak dan pak sebagai syarat menuju surgaNya karena memasuki surgaNya memerlukan banyak point-point kebaikan.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan


 

Bismillah…

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Sangat jarang berada diluar rumah (teras rumah) terutama disenja hari, jika senja sudah menghampiri bumi sibuk mempersiapkan sholat magrib, mandi dan menonton berita terupdate. Terkadang diwaktu senja merebah seluruh badan diruangan televise sembari menunggu azan magrib secara dari pagi hingga sore berada diluar rumah dan sangat lumrah badan diistirahatkan.

Tapi senja ini, tertarik untuk berada diluar rumah melihat keindahan langit yang sangat indah ditinjau dari segi apapun. Apakah ingin melihat langit disenja dengan warna, dari kedahsyatan, dari ketenangan, dari abstraksi awan-awan, dari kegelapan atau dari benda-benda maupun makhluk yang keluar disenja hari. Coba memenjam mata semari menatap kelangit dengan rasa penuh kedamaian untuk menghilang rasa letih dan galau. Mungkin senja disore hari bisa menjadi alternative untuk menenang jiwa. Walaupun islam tidak pernah menganjurkan menghilang ketenangan seperti itu. Tapi apasalahnya mencoba, toh ketika melihat langit yang spektakuler membuat menyakini ada yang mengatur bumi, ada yang mengurusi bumi dan ada yang menata bumi dengan penuh keterkejutan..”itulah Dia Tuhan”.

Takjum dan kagum tidak berhenti-henti memuji pada Allah yang menyuguhi keindahan senja dengan berwarna-warna. Senja terlalu indah dilewati dengan hal sia-sia. Disana terlihat warna awan membentuk gambar burung elang yang akan kembali kesarangnya, terlihat pula sinar cahaya semakin menghilang, perumahan semakin sunyi yang tadinya begitu ramai anak perumahan bermain kekejaran. Dan kulit mulai diingapi nyamuk-nyamuk kecil, ini bertanda magrib sebentar lagi. Bahkan suara mengaji begitu merdu dari mesjid semakin terdengar jelas, melalui tartil tersebut ada rasa memasuki naluri jiwa sedang menanti.

Subhanallah baru setengah jam menikmati senja, bulan sudah mulai menampakan separuh badan kebumi. Mungkin bulan masih malu untuk menampakan cahaya dan badannya secara seutuh karena azan margib belum selesai berkumandang karena selama ini mengamati bulan menampak cahaya ketika azan telah selasai dikumandang dimesjid-mesjid. Sebelum memasuki rumah masih ingin menatap langit yang indah selalu mengelitik rasa dan harapan untuk diuntaikan pada seseorang yang belum tahu siapa orang itu…”mungkin orang itu sedang mempersiapkan diri untuk bertemu orang yang sedang menatap rembulan”.

Beberapa langkah menuju ruang utama, bulan menampakkan cahaya begitu dahsyat sedahyat gelombang ombak menghampiri kaki dipantai utara. Saat cahaya bulan semakin terang berburu mengambil EOS camera untuk didokumentasi. Cahaya rembulan begitu terang semakin cantik mata untuk memandang. Seakan-akan minus mata hilang begitu saja!!!

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Selesai sholat magrib kembali menatap cahaya rembulan malam, yang malam itu melihat dibalik daun pohon pinang depan rumah. Sepertinya tetangga juga ikut menikmati cahaya rembulan. Meskipun tetangga melihat cahaya rembulan tapi ia tidak melihat makna dibalik cahaya itu karena tetangga hanya sebatas duduk santai diteras rumah .

Sedang ia melihat rembulan malam karena sudah lama melihat cahaya rembulan, secara ditengah kota seperti ini susah untuk bisa bertemu lagi, berbeda lagi menikmat rembulan didesa ada rasa kesunyian meskipun berada ditengah keramaian. Sunyinya hati karena hati masih belum ada penghuninya hohoo…mungkin jika sudah ada yang memiliki hati tidak merasa kesepian melihat rembulan. Semoga sebentar lagi ada yang menemani disamping untuk melihat keindahan senja, keindahan rembulan malam semari bercerita tentang mimpi besar dua anak manusia dilahirkan di bumi Allah.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

MALAM MINGGU


Malam minggu yang penuh kesunyian, biasanya malam minggu di identifikasi malam anak muda-muda, apalagi yang memiliki yang special dihati (pacar or sahabat) maka malam minggu akan bermakna dan indah seterang rembulan yang menerangi malam minggu.
Mungkin jika ditanya pada diri ini pernah merasakan malam minggu dan makna malam minggu itu apa sungguh tak akan bisa menjawab, ya karena selama hidup ini tak pernah memposisikan malam minggu adalah malam special. Banyak orang menyambut malam minggu dengan acara-acara fun or funky hehee…. Jangan pernah menikmati malam minggu yang tidak bermanfaat, hanya akan membawa kemalaratan. Andaikan ditawarkan jangan sampe mau,,,,,ooooooo tiddddaaaaaakkkkkkkkkkkk!!!!!!!
Terkadang berpikir kenapa orang-orang yang menikmati indah malam minggu Cuma hanya keliling kota dengan tujuan tidak jelas, nongkrong disuatu tempat yang hanya Cuma untuk ketawa dan menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat bahkan melakukan malam minggu yang tidak wajar sungguh memperhatikan mau dikemanakah masa depan mu anak mudah….!!! Biarlah mereka yang merasa malam minggu dengan ala dan style mereka masing-masing.
Cukuplah malam minggu dihabiskan menatap leptop kesayangan sambil taktik leptop dari alphabet hingga numberic atau symbol agar teraksara sebuah cerita indah yang bisa diposting diblogkoe. Serta diiring radio kesayangan yang tak pernah menukar channel karena memberi banyak informasi dan music. Jika hari-hari dan malam minggu tak di on radio tersebut maka begitu terasa kesunyian. Sungguh radio ini ada teman dalam kesepian dikamar kosan. Lewat sinyal radio ini pula mengetahui perkembang news (berita) terbaru, karena koe termasuk orang yang paling hoby dengan berita dibanding dengan muzikkk hehehe…..
Saat lagi asyik tekan tombol-tombol yang dikeyboar leptop terdengar suatu music yang begitu mengena dihati koe, langsung menetes air mata karena lirik dan dendangan lagu tersebut pernah koe alami. Sungguh lirik ini telah lama koe kagumi dan setiap mendengar lagu tersebut selalu memposisikan diri dengan penuh konsentrasi serta menghayati.
Sehingga malam minggu ini semakin terasa sunyi dan ada yang hilang didalam perasaan ini. Tapi mungkin lagu ini merupakan kisah nyata dari sang pencipta lirik tersebut. Andaikan kisah nyata koe bisa memahami keadaan orang tersebut saat mengalami situasi itu.
Duuuhh…..!!!! kapan bisa merasa indah fijar malam minggu dengan teman-teman seperjuangan dimana bisa tertawa, berbagi cerita (curhat) yang ditemanin segelas capucino dan cemilan. Mungkin mimpi kali yaaaaa….^_^ walaupun tak bisa menyatu dengan malam minggu namun tetap tersenyum dan semangat dimalam minggu hehehe…..

%d bloggers like this: