Ada Masanya Kita Benar-Benar Rindu DenganNya


Bismillah…

Sekuat-kuatnya kita, sesombong-sesombongnya kita, setinggi-tinggi jabatan kita, sebesar-besarnya pengaruh, seterkena-kenalnya dan sekaya-kayanya kita. Ada masa dan kondisi membuat kita rindu dengan Allah dan rindu mengarahkan wajah padaNya. Rindu berlamaan denganNya melalui zikir dan doa. Tatkala rindu itu lah tanda sangat membutuhkan Allah dan ingin meluapkan apa yang dirasakan. Bahkan sedangkan membutuhkan solusi atau membutuhkan jawaban atas segala persoalan sedang dihadapi.

Rindu padaNya juga menandakan kita makhluk yang lemah, makhluk rendah, makhluk tak berdaya, makhluk membutuh petunjuk dan makhluk yang diatur oleh Allah. Rindu jua mempertegaskan dan wujud pengakuan kebesaranNya karena segala terjadi dibumi ini , semua atas pengaturanNya yang begitu rapi dan penuh takjub.

Betapa bahagianya orang-orang dipilih Allah selalu rindu denganNya. Karena kerinduan itu menandakan teringat dan terpikir. Pada dasarnya Rindu padaNya juga menegaskan bahwa kita masih punya iman, masih mengakui kebesaran Allah dan masih membutuhkanNya.  Namun ada pertanyaan besar? Terutama mereka yang tidak mengakui adanya Tuhan |Atheis|. Seperti salah satu penanya di ceramah DR.Zakir Naik yang akhirnya berujung pada atheis. Setelah memperdalami berbagai agama. Tatkala mereka mendapat musibah, ujian, dan dilanda sunyi? Kemana kah mereka lari dan mengadu? Bersyukurlah kita masih punya Allah karena setiap apa dialami, ada tempat mangadu dan mencurahkan permasalahan hidup karena itu jalan yang tepat bahkan benar yang dipilih. Sungguh itu menandakan kita sedang berada dijalan yang lurus.

Mari kita Tanya dengan diri sendiri, kapan dan apa yang membuat rindu denganNya??? Apakah setiap jam kita rindu padaNya? Atau kita rindu padaNya saat mengalami kesulitan belaka? Sungguh ku cemburu pada mereka yang setiap waktu rindu pada Allah. karena tidak selamanya orang rindu pada Allah mengadukan segala permasalahan, namun banyak juga mereka rindu Allah karena wujud syukur secara utuh serta kokoh. Akan tetapi, kerinduan kita padaNya umumnya tatkala kita diberi ujian, mengalami kesulitan, kesusahan dan saat dilanda sunyi. Jika memang ujian, kesulitan, kesusahan dan sunyi membuat kita selalu rindu padaNya. Bersyukurlah karena masih ada sebagian orang tatkala mengalami ujian, kesulitan, sunyi dan duka. Bukannya berlari-lari mendatangkan Allah. Tetapi sebaliknya malah lari pada hal yang salah. Semoga kerinduan kita padaNya menjadi pintu hidayah dan momentum manis untuk terus dekat padaNya.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Advertisements

Betapa Baik Allah Pada Kita


dakwah38

Selesai melaksanakan sholat zuhur suka membawa pikiran melayang menembus batas, terkadang sempat ide aneh-aneh muncul dan menggerak mulut tersenyum sendiri.  Tak jarang pula kelamunan pikiran menyadari betapa Allah begitu baik dengan manusia.  Kendatipun manusia suka menjauhi atau melabrak aturanNya. Jika boleh jujur sesungguhnya Allah tak membutuhkan manusia taat atau tunduk padaNya karena tanpa manusia tunduk padaNya Allah sudah mulia bahkan Agung serta tak bisa ditandingi oleh siapapun. Melainkan Allah memberi manusia tunduk padaNya agar manusia selamat di dunia dan akhirat. Selaras dengan ungkapan indah syekh Muhammad al-Ghazali dimana perjalanan hidup manusia menunjukkan bahwa Allah menciptakannya untuk memuliakannya, bukan untuk merendahkannya, untuk menuntutnya di dunia bukan untuk menghinakannya.

Bahkan bertanya dengan hati sendiri kenapa pikiran terbawa pada renungan ini. Apakah mungkin ia termasuk manusia yang tidak mensyukuri nikmat dari Allah selama ini. Atau sengaja Allah sisipkan dalam pikiran agar menulis tentang kebaikan Allah dari perspektif  ia. Coba meyakini bahwa kehadiran pikiran ini dalam benak adalah atas izin Allah agar terus merenungi kebaikan Allah tiada batas dan luas. Meskipun dibalik kebaikan Allah sisipkan jua ujian-ujian. Sadar dibalik ujian Allah sedang meng-traning ia dan melihat sejauh mana mampu bertahan hidup yang bersandar padaNya.

Jika boleh jujur apabila manusia jauh dengan Allah akan melahirkan manusia yang tamak, manusia yang rakus, manusia suka menyebarkan fitnah, manusia suka menghalalkan segala cara, manusia yang suka menghambil hak orang lain, manusia yang kurang bersyukur dan menjadi manusia tak sabar. Itu sebagian alasan kenapa manusia membutuh Allah setiap detik kehidupan. Supaya terjauhi dari sifat-sifat tercela dan hadirnya hati yang bersyukur serta diperolehnya ketenangan.

Sayangnya masih ada sebagian manusia tak menyadari bahwa mereka membutuhkan Allah dan begitu berani menentang keESAannya dengan kehebatan yang baru memiliki setetes ilmu pengatahuan saja. Bahkan manusia lebih sadar yang mereka butuh adalah jabatan, harta, penghormatan dan kebahagian. Sementara Allah dibutuhkan ketika ada ujian dan ketika ingin mewujudkan keinginan. Setelah ujian itu tak ada lagi dan keinginan telah terwujud maka mulai secara pelan-pelan menjauhi Allah. Jangan-jangan manusia memiliki sifat rakus, tamak, suka menyebar fitnah, menghalalkan segala cara, suka mengambil hak orang lain, tak bersyukur dan tak sabar. Mungkin mereka-mereka adalah orang yang jauh dari Tuhan atau tak paham dengan aturanNya? Entahlah tak berani mengambilkan kesimpulan.  Padahal bila merujuk dari buku Al-Hikam yang ditulis oleh Ibnu Atha’illah Al-Iskandari bahwa jabatan, harta, penghormatan hanya bisa memenuhi kebutuhan lahiriah akan tetapi kebutuhan batin tak bisa terpenuhi. Apa yang bisa membuat batiniah tenang yaitu dengan cara selalu dekat dengan Tuhan melalui amalan-amalan harian.

Kendati pun manusia suka menjauhi Allah, melabrak aturanNya dan meragukan kebesaranNya.  Tapi Allah tak pernah henti-henti mencurahkan nikmat kepada manusia. Dari nikmat terkecil hingga nikmat tak terhitungkan dan dari nikmat terlihat hingga tak tertampak. Bahkan nikmat diminta maupun tak diminta. Semua Allah penuhi agar manusia hidup tenang penuh kedamaian. Mulai dari nikmat kesehatan, nikmat jabatan yang pretesius, nikmat keluarga yang bahagia, nikmat penghormatan dari masyarakat umum, nikmat kelancaran rezki, nikmat ditutup aib, nikmat memiliki anak yang sholeh/shaliha, nikmat mempunyai orang tua yang penyayang, nikmat bisa menghirup udara segar, nikmat bisa tidur, nikmat bisa berjalan dan nikmat ketenangan jiwa. Jika dilistkan betapa banyak Allah mencurahkan nikmat pada manusia. Karena Dia lah yang maha kuasa. Ini terlampir jelas dalam Al-quran. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui (QS. Al-An’am: 18). Tapi ironisnya itu sangat jarang dikatagori sebagai nikmat. Dianggap kenikmatan bila mempunyai harta mengunung, istri yang cantik, jabatan bergengsi dan mobil yang mewah-mewah. Jangan sampai hal-hal duniawi membuat kita memalingkan hati dan penglihatan buta pada Allah sehingga dengan bergelimang harta, tahta serta penghormatan menjadi hamba yang tersesat.

Kemudian coba bandingkan dengan perlakuan manusia ketika disakiti sedikit saja manusia sudah marah dan tidak mau menyapa lagi bahkan dendam hingga maut memisah. Tapi Allah tak melakukan hal seperti itu pada manusia, walaupun dijauhi hambaNya. Allah tetap menjaminkan rezki hambaNya dan menabur keberkahaan pada penduduk bumi. Ini perbedaan Allah dengan manusia walaupun ayatNya dilecehkan dan diaragukan kebesaranNya oleh manusia. Allah tak pernah marah dan tetap memberi keberkahaan pada manusia dengan mementangkan berbagai kebutuhakan manusia dengan memberi izin matahari untuk bersinar dengan terang, memberi izin pada langit agar bumi dicurahkan hujan sehingga tanaman, binatang dan manusia bisa hidup dengan tenang maupun dengan kenyamanan. Allah tumbuhkan berbagai pohon dan tanaman agar manusia bisa memenuhi kebutuhan hidup serta bisa menghirupkan oksigen. Allah gerakan awan agar bisa memberi kesejukan pada ciptaannya. Itu semua diberikan pada manusia agar bisa bersujud dengan tenang dan penuh kedamaian.

Sebagaiman dijelaskan secara terang dan nyata dalam surah Al-Araf (10-11) “Dan sungguh, kami telah menempatkan di bumi dan disana Kami sediakan sumber penghidupan untukmu. Tapi, sedikit sekali kamu yang bersyukur…”. Tapi kenyataannya semakin banyak Allah memberikan atau mencukupi keinginan manusia bukan semakin mendekati diri padaNya, bukan semakin mensyukuri, bukan semakin suka berbagi malah semakin berani menjauhi Allah dengan melakukan  zina tak terhitung, syirik yang tak henti hingga melakukan berbagai dosa yang mungkin masih melumuri diri serta tergoda dengan rayuan-rayuan setan. Mungkin mereka yang tak mau menjalankan perintah Allah karena tak mendengar ayat-ayatNya atau sudah mendengar perintah tapi pura-pura tidak memahami peringatanNya. Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNyalah mereka dikembalikan.

Bahkan dengan teterangan tak mau membagi rezki diperoleh dengan menimbun harta. Hingga dengan berani meninggalkan shalat wajib. Apakah tidak malu? tak mau dekat dengan Allah padahal dengan segala kebutuhan dan kenikmatan telah dipenuhi. Lalu Allah kembali tegaskan bagaimana manusia yang berpaling dariNya “Dan, (begitu pula) kami memalingkan dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah berimana kepadanya (Al-Quran pada permulaannya, dan kami biar mereka bergelimang dalam kesesatan yang sangat sesat” (QS.Al-An’am: 110). Hampir setiap doa dilafazkan dikehadiraNya diwujudkan dan segala hal dipermudahkan. Perlu diingatkan manusia ketika Allah menabur kebaikan dan harta pada hambaNya jangan menjauhiNya apalagi terlena dengan dunia. Bisa jadi keberlimpahan nikmat dan rezki tak henti-hentinya adalah awal dari bencana. Hal ini sangat jelas Allah peringati manusia di QS Al An’aam: 44 “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”

Ini pula membuat pikiran suka geleng-geleng dengan sikap manusia tak pernah mau mensyukuri dan tidak pernah merasa cukup dengan segala kenikmatan yang diperoleh. Apaka begini sifat manusia sesungguhnya? Apakah manusia sudah terbawa nafsu jelek atau terikuti dengan godaan syetan? Hal ini dijelaskan dalam QS.Al Faathir: 6 “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagi mu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni nereka yang nyala-nyala”. Apakah manusia lupa bahwa kenikmatan atau harta dimiliki akan diminta pertanggungjawabannya diyaumil akhir? Betapa banyak orang-orang sebelum kita mendustai ayatNya yang berakhir pada kehancuran.  Lagi pula hal seperti itu telah  diterangkan dalam Al-Quran agar manusia memperhatikan bagaimana kehidupan orang-orang yang jauh dari Allah, orang-orang mendustai ayatNya dan orang-orang tidak mendengar firmanNya. Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNyalah mereka dikembalikan.

Mari instropeksi diri agar kebaikan Allah berikan dengan penuh keberkahaan membuat kita segara mendatangi Allah dengan sayap-sayap cinta dan kerinduan. Lalu meluapkan rasa syukur padaNya karena Allah begitu baik hingga kita masih diberi kesempatan untuk menikmati segala hal didunia dengan sempurna.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

cinta itu Allah karuniakan kepada kita


Bismillah…

setiap manusia selalu Allah karunia cinta, karena cinta adalah unsur harus dimiliki manusia bahkan tanpa unsur cinta hidup belum sempurna dan kadar cinta dimiliki manusia tergantung dosis, kadar, komposisi cinta sebaik olah keindahan cinta diatas keindahan Allah insyallah cinta bertahan sepanjang kehidupan.

Cinta yang didirikan atau tumbuh atas kehendak Allah tidak akan kekang oleh waktu walaupun bagaimana cinta itu dikotori oleh benalu, ombak, dan fitnah tetap pesona bahkan menganggunkan isi bumi.

Betapa banyak pula cinta yang dikaruniakan kepada manusia membuat mereka hilang identitas kehidupan, terbawa arus cinta, putus ditengah jalan dan membangun cinta yang salah. Padahal kita tahu kekuataan cinta melebihi kekuataan dari keajaiban dunia.

Kita juga tahu bagaimana kisah cinta terdahsyat dimiliki para terdahulu umat islam seperti kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra yang menjaga essential cinta mereka hingga setan pun tak pernah tahu kalau memiliki perasaan yang sama hingga mereka disatukan dalam ikatan diridhoi Allah, Umar bin Abdul Aziz, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi tapi pada akhirnya istri membawa seorang gadis yang dicintainya namun umat tidak mau menikah gadis tersebut, yang sangat pantas dicontoh, aplikasi dan terapkan dalam hidup kita.

Karena Allah telah mengkaruniakan cinta pada kita, mari kita jaga seindah mungkin keindahan cinta jangan sampai benalu merusak keindahannya,  sambutlah kehadiran cinta dengan cinta, tatalah cinta diatas pondasi diridhoi Allah,

Ketika kita menata cinta diatas rambu atau aturan yang diridhoi, disukai, dan senada dengan kehendak Allah diyakini cinta itu tak pernah pupus bahkan akan menjadi samar.

Untuk membangun cinta diridhoi Allah tidak semudah dan segampang butuh kesabaran, butuh ketaqwakalan pada Allah begitu tinggi, butuh saling kepercayaan, butuh pupuk tak begitu murah dan butuh saling memahami agar cinta tumbuh tidak gampang oleng oleh terpaan badai.

Bagi ikhwah telah dikarunia cinta diatas ikatan suci tetap jagalah cinta itu hingga kesurga. Sehingga para malaikat menjambut kita dengan senyum bahkan ketika masa mizan malaikat menyatakan selamat wahai si fulan bahwa kalian termasuk hamba Allah mampu menata cinta diatas kehendak Allah.

BestRegard “Inspirasi BeraniSukses”

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Ketika akhwat antusias membahas Gulai cubadak


Bismillah… 🙂

Akhirnya guwe nulis juga tentang gulai cubadak untuk memenuhi janji sama teman guwe sedang menyelesai magister mereka di Sumatra utara “ukhti R” dan Yogyakarta “ukhti N” semoga segera wisuda, segera dapat gelar masternya, segera pula dapat misternya dan segera masak gula cubadak ya sis…”Maaf guwe duluan dapat gelar masternya tapi belum tentu duluan dapat mister huakksssss”

Antuna semua pasti tahukan dan familier banget dengan gulai cubadak apalagi orang Sumatra gak mungkin kagak kenal, kalau diyogya bisa disamakan dengan gudeg Cuma beda tast aja tapi bahan utama digunakan sama “nangka”.

Gulai cubadak identik dengan syukuran pernikahan hampir setiap pernikahan di sumbar, jambi dan gak tahu daerah lain di sumatra apakah gulai cubadak merupakan menu wajib.

Gara-gara gulai cubadak ini lah terjadi interaksi banyolan alias narsis habis dan Coba tebak apa banyolan aneh tersebut? Apa lagi kalau gak masalah pernikahan “mupengcom.”

Tak heran ketiga akhwat tangguh “cieeeeeee” online and chat di FB selalu ber-ending gulai cubadak padahal trending topic yang dibahas pada mulanya bukan masalah gulai! Coba simak tulisan dibawah ketika akhwat tangguh chat dan guyon “kulfec=kumpulan fecebook” sekitar gulai cubadak pesona simfonis

Bu  kalo lah kelar bikin Tulisan “Gulai Cubadak”, habis tu awak ber-3 masak gulai cubadak benaran ya hahaha….. Amin.^_~

eepppp kok ane kena colek nich mba Nini hohoooooo your comment lucu banget^__^ siplah kita patungan yo masak gulai cubadak. btw pengen gulai cubadak rasa orang jowo opo rasa urang padang ko (twieeeeee).

Tak mengape mau rasa jawa or minag do:) yg penting mkn gulai cubadak yo kan xixixixi.

wow… gulai cubadak?????^____^

:jgn donk ungkap gulai cubadak lai:( (ambo samo nini alah lwt tgl, kita tunggu bln dpn, apakah si des yg akan duluan:P

Itu hanya seberapa aja kulfecnya^__^

Yang pasti guyonon tentang gulai cubadak bikin hati ketawa guling-guling “masak ampe guling2 sich waatt” hooooooo, apalagi teman guwe sedang bertarung demi masa depan mereka dan gara-gara gulai cupadak dapat menyemangati atau mencair ketegangan untuk menyelesai tesis. Bahkan tak tahu barawal dari mana tercetus gulai cubadak sebagi trending topic setiap nonggol diberanda social Media.

Kita lihat saja siapa yang dulu masak gulai cubadak, ini merupakan salah satu bentuk kita memotivasi diri dan menyadari diri jangan terlena dan focus pada kuliah saja kalau bisa seperuh dien juga diperjuangankan…”Heeemmmm curcol”

Siapapun dulu memasak gulai cupadak dari ketiga akhwat tangguh!!! itu rahasia Allah dan siapa pertama adalah terbaik menurut Allah sudah pantas dapat gelar “s3” dan siapapun terakhir jangan sedih karena Allah masih memberi kesempatan untuk memperdalam ilmu dan semakin mendekat diri pada Allah pemilik bumi dan seisinya.

Mari buktikan sebentar lagi akan ada yang masak gulai cupadak…”tanda Tanya besarrrrrrrrrr” siapa ya…!!!

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

” MAMA KITA “


Sahabat,,,Mama KITA,,
Tidak ada rasa takut dan lelah sewaktu mengandung KITA,,
Melahirkan KITA dgn mempertaruhkan nyawa’ untuk KITA,,,,
Menggendong KITA,,
Menyusui KITA,,
Merawat KITA,,
Dan tak henti-hentinya mendo’kan KITA,,

Mama KITA,,
Selalu tetap mendo’akan KITA,,

Mama’ KU,,
KU ingin membasuh KAKI’Mu,,
KU tak BOSAN membasuh KAKI’mu..
KU Bersujud di KAKI’MU… Mama…

Ya ALLAH sayangilah,, sayangilah,,sayangilah,,SA

YANGILAH.. MAMA’ku seperti BELIAU menyayangiku… Amin…

Ada PERTANYAAN’Ku SAHABAT..
Pertama..SUDAHKAH kalian membasuh KAKI MAMA yang tercinta..????
Kedua..APAKAH YANG MEMBUAT KALIAN Merindu MAMA kalian..????

SAHABAT’Ku menangislah..menangislah..menangislah..menangislah.. untuk MAMA KITA..SEMOGA AIRMATA KITA Jadi PELANGI bagi MAMA KITA…

TITIP SALAM HORMAT dan SUJUD SAYA buat MAMA Kalian…Yang LUAR BIASA..Semoga TUHAN selalu BERSAMANYA.. Amin..

Dariku..

-m.sir-
( MOHAMAD BASIR

Hidup adalah Pilihan



Hidup adalah pilihan

Kita harus memilih…

Kita harus memutus…

Kita harus melangkah…

Kita harus bertanggung jawab…

Dengan segala langkah dan keputusan kita

Hidup adalah pilihan

Apakah memilih menjadi orang bahagia

Apakah memilih menjadi orang sukses

Apakah memilih menjadi orang terombang-ambing

Apakah meilih menjadi orang selalu menyesal dan mengeluh

Hidup adalah pilihan

Jalanin hidup dengan ikhtiar dan doa

Jalanin hidup dengan senyum dan ikhlas

Jalanin hidup dengan tanggung jawab dan sadakoh

Jalanin hidup dengan koridor Ilahi

Hidup adalah pilihan

Jangan pernah menyerah…

Dengan badai…

Dengan ombak…

Dengan rasa takut…

Karena Nur Illahi selalu ada di Hati kita

CARA MEMPERKUAT KEYAKINAN KITA



  1. Yakinkanlah kekuataan yang terpendam id dalam diri kita, jangan sekalipun meras minder, tidak percaya diri. Karena sikap seperti ini akan melahirkan rasa takut untuk bersaing dengan orang lain, takut mencoba dan takut untuk menghadapi tantangan. Buang jauh-jauh dari pikiran kita sikap hidup seperti ini. milikilah kebiasaan untuk selalu bersikap positif terhadap kehidupan kita. Jika kita gagal dan kalah, bukan berarti gagal selamnya dalam hidup. Kegagalan hanya merupakan jalan yang harus dilalui untuk  menemui pintu kesuksesan.
  2. Ingatlah baik-baik, bahwa di dunia ini tidak ada orang yang mendapat kesuksesan tanpa pernah menbayar harga yang setimpal. Jika kita ingin sukses besar dalam kehidupan kita, maka kita harus berani dan bersedia untuk membayar harga yang besar pula. Harga yang harus kita keluarkan untuk membayarnya bisa jadi berupa, kerja keras, waktu, kelelehan, ketakutan dan kengerian ketika pertama kali mencoba, cemoohan teman dan lingkungan kita yang negative dan lain sebaginya.
  3. Jauhkan kebiasaan negative dari kehidupan kita mulai hari ini. kurang menonton sinetron dan drama TV yang hanya mengumbur “mimpi-mimp di siang bolong”, sinetron yang hanya mengarahkan kita untuk kecanduan dengan gaya hidup barat yang tidak berkualitas dan juah dari realitas hidup. Kurangi dan juahkan kebiasaan melakukan aktivitas sia-sia yang terlalu menyita waktu seperti main games, ngobrol ngalor-ngalor tanpa maksud yang jelas dan permainan-permainan yang tidak bermanfaat lainnya.
  4. Perbanyak kebiasaan positif dalam hidup kita mulai hari ini. perbanyak membaca buku-buku yang menambah semangat kita, menambah wawasan kita, perbanyak mendengar kaser, CD atau menonton video yang membuat semangat kita meningkat, gairah hidup bertambah dan pengetahuan kita meluas.
  5. Bergaullah dengan orang-orang positif di sekitar kita. Bergaullah dengan sering-seringlah bertukar pikiran dengan orang-orang yang telah sukses yang kita kenal. Jadikan mereka sebagai sparing patner kita, dan berusahalah untuk melampaui kesuksesaan mereka.
  6. Jangan malas mencoba hal-hal baru yang merupakan tantangan bagi kita. Jangan takut untuk mencoba gunakan setiap kesempatan yang datang untuk menantang diri kita sendiri, dan basakanlah berkata “saya harus mencoba karena saya yakin bisa” Faidz “azamta fatawakkal alallah (apabila kamu sudah bertekad maka bertakwalkallah kepad allah).
  7. Jika kita merasa perlu, milikilah seorang coach (pelatih) yang akan mengarahkan kita untuk selalu barada pada jalur yang benar.
%d bloggers like this: