Penulis Muda Kerinci


kerinci1Ketika menyebut Kerinci maka yang langsung teringat gunung Kerinci, Danau Kerinci, Hamparan Teh Terluas di Indonesia, penduduk dengan ciri khas putih, pendek, bermata cipit dan pesek serta kabupaten terjauh dari Provinsi Jambi. Untuk bersua dengan tanah Kerinci perlu menempuh perjalan yang cukup lama dan melewati hutan yang masih terjaga. Untuk berjumpa dengan sesuatu yang indah-indah pada dasarnya memang harus melewati perjalanan jauh yang berbelok-belok.

Meskipun harus melewata perjalan jauh, penat dan menelusuri hutan ketika telah memasuki Kerinci semua capek terobat dengan sejuknya Kerinci serta indah alam yang tak bisa diwakili oleh kata apapun kecuali syukur. Air nan jernih membuat ikan hidup tenang disungai, hamparan padi menguning semakin Kerinci berwarna, pohon besar mencirikan Kerinci memiliki alam sehat bagi kehidupan, dan sayur mayur tumbuh dengar mekar mengisyarakat tanah Kerinci subur.

Ketika sudah berada di Kerinci diyakini tak berhenti-hentinya bertasbih, terkagum dengan sang pencipta karena begitu pandai Allah mengukir keindahan alam sangat menenangkan jiwa. Anim sendiri bersyukur dilahir dan dibesar di Alam Kerinci. Disana ukiran kehidupan telah dipahatkan dengan nada kenangan dan kebahagian. Kemana pun kaki melangkah maka tetap teringat dengan kota sakti penuh keajaiban dan energi.

Kerinci menjadi salah kabupaten di Indonesia direkomendasi untuk dikunjungi karena selama ini kota sakti tersebut dianggap sebagai negeri diatas awan. Dalam hati paling dalam berharap ada yang mencerita tentang Kerinci melalui novel atau film karena terlalu sedih bila keindahan penuh eksotik tak diulas oleh penulis muda Kerinci. Ini tugas utama penulis muda Kerinci.

Kerinci tidak hanya memiliki potensi alam yang bagus, kaya akan adat istiadat, kaya bahasa, kaya panaroma akan tetapi juga kaya dengan SDM misalnya dalam bidang penulisan. Bicara penulisan maka langsung terkoneksi dengan penulis. Untuk saat ini ada beberapa penulis muda dari Kerinci yang sudah memiliki karya berupaya buku. Diantara penulis muda Kerinci yang dikenal dan menghasil beberapa buku yaitu Mohm.Adrizal telah menghasil dua buku sekaligus sebagai ketua FLP wilayah Jambi, Wasril Tanjung (Mantan presma UNJA) juga tak kalah keren di usia muda di Tahun sama mampu menulis empat buku dengan judul yang sangat menarik bahkan karya sangat melekat dihati, Aan Sukuri (Mahasiswa Imam Bonjol Padang) mengajak pembaca menjadi pemuda berdasarkan islam juga telah berhasil menambah penulis muda Kerinci dan Testiani (Akademisi) lebih fokus pada genre ilmiah, terkadang juga bersentuh dengan artikel lepas maupun opini serta berbagai tulisan dikrim kedakwatuna banyak dikutip oleh blogger lain untuk dipublish blog mereka masing-masing.

Mereka adalah asset yang sangat berharga bagi Kerinci dan perlu perhatian dari pemerintah Kerinci untuk memberi semangat, memfasilitas dan mengapresiasi anak muda tersebut. Sebagaimana diketahui bersama kenapa Yogya menjadi unik karena dikota tersebut begitu banyak penulis produktif, kenapa wisata yogya terkenal hingga dibaca oleh orang luar itu juga peran penulis yogya yang tak henti-henti mengulas yogya dari berbagai perspektif. Sungguh berharap Penulis muda Kerinci seperti disebut diatas memberi kontribusi nyata bagi perkembangan Kerinci melalui tulisan. Andai keempat penulis muda Kerinci saling sharing ide dan terus berdiskusi meyakini Kerinci akan menjadi distinasi wajib dikunjungi oleh mereka yang menyukai adventure atau travelling.

Sayangnya penulis muda Kerinci belum memiliki forum khusus penulis Kerinci. Andaikan saja ada forum penulis Kerinci tentu sangat bermanfaat karena bisa mewadai penulis muda Kerinci yang berbincar-bincar diberbagai daerah bisa disatukan dalam sebuah komunitas mulia. Sehingga melalui tangan yang lincah, ide yang cemerlang dan kegesitan mereka bisa menyuarakan Kerinci pada dunia melalui tulisan. Tidak hanya menyuarakan Kerinci akan tetapi bisa menjadi wadah untuk menarik pemuda Kerinci lebih banyak tertarik untuk menekuni dunai menulis karena alam Kerinci adalah tempat sangat bagus dijadikan ruang untuk menulis. Menunggu muda Kerinci yang lainnya menampakkan taring ide dan keberanian untuk tampil diruang public. Alam Kerinci menghamparkan berbagai ide dijadikan pragaraf-pragaraf kalimat menggugah bagi pembaca. Atau memang selama ini belum ada yang menulis Kerinci dengan genre fiksi dari berbagai perspektif karena Allah menakdirkan keempat penulis muda Kerinci yang menulisnya dengan ramuan mansyur.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Menikah gadis dan bujang kerinci; Antara tantangan dah hambatan


Bismillah…

Ketika Penulis dilanda kemalasan dan kegalauan

Ketika Penulis dilanda kemalasan dan kegalauan

Bismillah…

Dipagi yang mendung semakin betah dibalik selimut bahkan mengubah posisi tidur pun terasa berat apalagi membuka pola mata yang cemerlang, hujan begitu deras membasuhi bumi sehinga matahari sembunyi dibalik awan-awan tebal mendukung bermalas-malasan, tendengar pula bunyi gemuruh diatas genteng seakan-akan dilembar batu kerikil karena bulan januari sudah memasuki musim hujan dan tiba-tiba dapat pernyataan yang sangat menyentuh di inbox facebook. Jujur pertanyaan tersebut buat bingung sendiri, terasa kerasukan, otak beku, dan ia pun bertanya-tanya dengan pertanyaan tersebut. Apakah pertanyaan itu benar adanya atau pertanyaan itu hanya sebatas rumor yang tidak ada dasarnya maupun realitas yang terjadi.

Mengirakan pertanyaan tersebut hanya dikonsumsi oleh meraka yang berada di pulau Sumatra ternyata teman dijawa juga mengetahui gossip tersebut sehinga harus mengkonfirmasi pada alhanin tentang kebenaran apa yang didengarkan dari teman-temannya…#kaget hooohoooo

Sebagai perempuan yang terlahir di bumi kerinci tentu tidak bisa begitu saja menerima pernyataan atau rumor tersebut karena selama ini dipahami kenapa anak gadis dan bujang kerinci tidak dizinkan menikah dengan suku, daerah atau pulau lain bukan atas factor materialistic malainkan ada factor yang turun menurun diyakini maupun dipercayai hingga anak cucu. Takut anak gadis maupun anak bujang tidak kembali lagi kekampung halaman seperti contoh-contoh yang terjadi dengan meraka yang menikah dengan wilayah lain sangat jarang back to village, orang tua memikir jika usia senja meraka tidak ada yang mengurusi dan pulang kampung bisa barengan. Seakan-akan Kebiasaan menikah suka lain itu dilarang, padahal islam melarang atau diharam yang dinikahi antara lain “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. An Nisaa’: 23).

Bayangkan saja menikah beda desa saja begitu susah apalagi menikah dengan suku atau daerah lain, ini sudah terjadi bertahun-tahun hingga saat ini…#jadi jelas bukan kenapa orang tua sangat sulit memberi izin anak meraka menikah dengan orang lain karena masih menginginkan anak menikah dengan keluarga dekat (red: Anak sanak) maka wajarlah kalau ketemu orang kerinci face hampir mirip-mirip karena ditelusuri hinggal keakar-akarnya ternyata ada hubungan kekerabatan.

Namun tidak semua orang tua menganut paham tersebut karena pada kenyataannya dikeluarga alhanin ada bebarapa menikah dengan orang jawa maupun dengan suku lain di Indonesia. Yakin ini tidak hanya terjadi dikeluarga alhanin tentu masih banyak lagi keluarga lain dikerinci yang mengizinkan anak mereka menikah dengan wilayah atau suku lain seperti dianjurkan oleh Rasullah hendaklah menikah orang jauh yang tidak memiliki kerabat dekat atau hubungan darah…

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Al Hujuraat: 13)

Padahal dengan menikah orang jauh bisa menambah keluarga, memperbaiki keterunan, menjauhi dari penyakit keterunan (genetic atau DNA) seperti alhanin temui meraka-meraka yang menikah dengan kerabat dekat yaitu terjadi penyakit genetic, ini harus diperhatikan secara serius bukan masalah sepele, dan setiap langkah kaki yang dilangkahkan untuk silaturahmi dengan keluarga atau mertua sudah dianggapkan sebagai pahala.

Pada kenyataannya untuk menikah gadis atau bujangan kerinci menghadapi tantang maupun hambatan!!! harus mampu meyakini calon mertua, meyakini keluarga besar, harus bertanggungjawab, berpendidikan dan beragama. Disini dibutuhkan laki-laki memiliki nyali gede bukan cemen, tidak hanya sebatas macho tetapi berani bertanggungjawab dan menyakini orangtua. EEppp tidak hanya itu agar mudah mendapat restu mertua tentu harus memiliki pondasi pendidikan dan agama karena kerinci tidak hanya dikenal sebagai wilayah memegang tradisi juga menjunjungi tinggi pendidikan maupun agama.  Jika sudah mampu meyakini calon mertua insyallah restu begitu gampang diperoleh. Sedangkan hambat yaitu harus berani mendombrak dogma atau kebiasan yang dianut oleh masyarakat kerinci yang selama ini sudah tertanam begitu kokoh dan kuat, jika menikah anak mereka maka pertimbangan utama apakah ada kaitan kerabat atau keluarga bila ada maka diutama keluarga setelah itu baru orang lain.

Jika boleh jujur sebagai anak mudah hidup dizaman perkembangan teknologi, hidup dengan native demokrasi (gelombang ketiga) dan menempuh pendidikan tertinggi tentu berharap mendapat restu agar bisa menikah dengan suku  lain tapi melihat kebiasaan selama ini seperti harus berjuang keras untuk meyakini orang tua, berani menghadapi tantang dan hambatan. Namun jika restu itu belum juga diperoleh maka harus menahan pandangan dan menyibukkan diri dalam kebaikan “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur: 30)

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Antara Sakit dan Neolib


Bismillah…

Antara Sakit dan Neolib

Antara Sakit dan Neolib

Akhir bisa kembali menekan satu persatu huruf ditombol keyworb leptop yang hampir dua minggu tak disentuhkan. Gara-gara kebagian  jatah tahunan apalagi kalau bukan dapat jatah sakit. Hampir setiap pulang kerumah (tanah kelahiran) selalu dapat sakit, baik skala kecil-kecilan maupun yang spektakuler hoooo….aya-aya wae atuh neng memang sakit seperti kebagian BLSM yang diributkan masyarakat tak mampu.

Jika boleh meminjam ungkap teman saya ketika menelphon beberapa hari yang lalu yang menanyakan apakah sudah kembali kekota atau masih di village!!! Sebelum menjawab pertanyaan tersebut teman saya sudah tahu jika yang bertelphon dengan ia sedang dilandasa sakit (entah benar-benar sakit atau sakit rindu hooooo) dan secara langsung mengatakan bahwa itu pertanda alam kerinci (red: tanah kelahiran) sudah tak cocok dengan saya lagi…”heeemmmm” atau emang seperti itu suasa kerinci sudah tak bersahabat lagi dengan ia sehingga setiap pulang kerumah selalu kebagian sakit.

Walaupun suasana kerinci tak bersahabat dengan ia, tetap akan merindu tanah kelahiran ini, walaupun tanah kerinci sudah memiliki teman seperjuangan lagi tetap akan dikenang kehidupan indah selama menjadi anak-anak hingga remaja, walaupun tanah kerinci sudah banyak mengadopsi paham kapatilis atau Neolib tetap masih terlihat bahwa masyarakat masih menjunjungi tingggi kegotongroyongan seperti tadi siang melihat para-para pengmangku adat berjalan kerumah-rumah untuk mengambil uang perbaiki Mesjid.

Dua minggu sudah dirumah dan dua minggu pula sakit, tapi tetap bersyukur dengan jatah ini semakin banyak membaca ebook yang mungkin selama ini agak susah untuk menyelesaikan bacaaan. Bayangkan sehari bisa memfinish bacaan setebal tigaratus halmaan lebih. Bahkan bacaan sangat berat bagi saya karena sebelumnya belum pernah menyelesaikan bacaan berat seperti ini dalam sehari-hari. Melalui bacaan tersebut membuka hati, pikiran dan bergeleng-geleng kepala. Sekali-sekali kita harus membaca buku berat, sesekali harus membaca buku bukan background pendidikan kita, sesekali harus membaca buku bukan hobby kita”

Mungkin biar tidak penasaran, sebenar buku apa sich dibaca sehingga selesai sehari!!! buku dibaca berkaitan dengan Indonesia for Sales: Mengpuas “Neolib” dengan sederhana. Entah sejak kapan tertarik membaca Neolib yang pasti sejak pemerintahan SBY tergila-gila searching artikel Neolib. Alhamdulillah lewat buku tersebut semakin menambah pemahaman tentang dunia konfirasi, politik, kuasaan, penindasan, kebijakan, dan ekonomi. Pendek kata semua sector di Indonesia sudah dikuasai Neolib (Pasar) dan lebih parahnya lagi pemerintah kita tertindas oleh kehendak asing serta kehidupan pejabat yang rata-rata berpihak pada asing.

Maka tak heran separoh rakyat Indonesia dibawah kemiskinan sedangkan BLSM (Balsem) diberikan pada masyarakat itu hanya sebatas pencintraan.  Kesemua itu berkaitan banget dengan Neolib, apalagi sejak SBY-Budiono memegang kekuasaan di Indonesia masyarakat semakin bersorak tentang Neolib.

Kita tinggal aja bagaimana bahayanya Neolib kembali tujuan awal pulang kerumah (village) harus menyelesai bacaan fiqih dakwah karena tugas dari Murabbi dan mengedit kembali hasil pikiran tertuangan dalam tulisan diperoleh sebanyak 250 Halaman tapi apa hendak dikata. tujuan utama seperti belum dijalankan sepenuh karena tergiur untuk membaca artikel lain.

Intinya selama dua minggu sakit selama dua minggu pula membaca artikel, tanpa sengaja buka Email ternyata dosen saya di Universitas Gadjah Mada yang sedangkan kuliah Doctoral di USA juga mengirim 10 Artikel Neolib….”Aaaahhh senangnya minta ampun, walaupun artikelnya language English tapi tak bermasalah biar ketagihan baca artikel berbahasa Inggris”. Mungkin pak dosen mengrim tulisan tersebut gara-gara pernah publish status di Facebook tentang Neolib hoooooo….

Terakhir pesan Anak muda pada pemuda produkti yang membaca Artikel singkat ini, Yuuukkk kita perbanyak membaca, yuukkk menjadi pembelajar sepanjang hidup. Sesungguh menjadi professional tidak harus bertitel panjang, untuk menjadi pengamat amatir atau profesioan tak perlu kuliah berapa SKS cukup baca buku teori secara terus menerus Insyallah sudah lebih ahli dari yang kuliah, seperti dikatakan TDW bahwa untuk menjadi Ahli belajar dari para Ahli apakah dari tulisan, dari bacaan maupun belajar langsung dari sang Ahli.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ayo visit Kerinci Sakti


Bismillah…

Lokasi kerinci terletak diwilayah sangat jauh dari ibu kota provinsi jambi maupun ibu kota provinsi Sumatra barat tapi jarak jauh dari kota tersebut memberi nuansa esotik sangat khas, unik, identik dengan pemadangan alam begitu memukau bahkan melegakan kepenatan siapapun yang datang ke kabupaten kerinci.

Jika tourisme menuju kerinci memasuki daerah provinsi Sumatra barat maka touris akan disuguhi pemandangan alam sangat takjub yang diciptakan Allah untuk masyarakat kerinci dan masih alami belum terkontaminasi dengan udara-udara pabrik, terlihat gempulan-gempulan awan nan indah menutupi puncak gunung kerinci tertinggi disumatra, udara dingin sangat menyengat jika mengena kulit ari-ari dan hamparan kebun teh hijau bak surga dunia. Daerah tersebut dikenal dengan sebutan daerah kayu aro.

Seandainya touris menuju kerinci melalui dari provinsi jambi akan disuguhi keindahan alam hutan lindung masih menyimpan satwa-satwa langkah, pauna langkah dan setelah menikmati keindahan hutan dilindungi akan kaget karena disambutin pesona daun kerinci begitu biru apalagi memandang danau kerinci ditengah terik maka semakin kesingkron alam luar biasa.

Kemudian jika tourisme via painan dan Bengkulu bakal terkaget-kaget betapa indahnya melihat kota kerinci dari ketinggian.

Heeemmm… dariman pun pintu masuk touris menuju kerinci dipastikan melihat keindahan alam tidak ada ditempat wisata lainnya. Maka sangatlah pantas penduduk kerinci diperantauan back to village sangat semangat serta antusias untuk cepat-cepat sampai kerinci alam sakti karena selalu disuguhi panaroma, pesona, keanggunan alam kerinci masih natural.

Ditambah kerinci merupakan wilayah yang memiliki kebudayaan berbeda setiap desa ini merupakan pondasi bagi kerinci untuk mengembangkan pariwisata “visit kerinci” tapi sayangnya birokrasi dikerinci belum memiliki visi visioner bagaimana meningkatkan touris menikmati keindahan alam kerinci sakti.

Menurut pengamatan awan penyebab kerinci belum mengalami peningkat pariwisata yaitu infrastruktur belum elok walaupun saat ini masih ada perbaikan tapi tetap belum memenuhi standar kenyaman pagi touris, objek wisata belum dimaintance dengan baik, dan harus ada inovasi pelayanan diberikan kepada touris seperti diterapkan Google memberi pelayan terbaik mereka bagi pelanggan sebaiknya birokrasi khususnya Depatremen pariwisata hendak selalu men-growth service, innovation and consistent.

Padahal objek wisata kerinci memiliki nilai sangat luar biasa jika dibanding daerah lain di provinsi jambi atau provinsi Sumatra barat. Dengan nilai nan lebih tersebut dimanfaatin untuk memancing touris kekerinci.

Semoga kedepan pihak terlibat “stakeholder” membangun wisata kerinci segara re-edit, revisi segala sector agar semakin meningkatnya touris datang ke kerinci sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, pemerintah dan termasuk katagori wisata wajib dikunjungi ketika liburan baik skala local, nasional maupun internasional.

Ada baiknya juga para stakeholder berkerja sama atau studi banding dengan pemerintah daerah yang berhasil mengembang pariwista misalnya kerja dengan pemerintah daerah gunung kidul karena objek wisata disana rata-rata dikelola masyarakat setempat tapi hasil maintance mereka luar biasa dan dipastikan objek wisata berfungsi semaksimal mungkin.

BestRegard “Inspirasi BeraniSukses”

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Akhirnya


Bismillah…

Fa-biayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban

(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Terkagum-kagum menikmati indahnya paranorama alam kerinci khusunya wilayah kayo memiliki keindahan tiada tara, dan tiada dua ketika berlansir atau journey kewilayah tersebut.

Alhamdulillah diajak para adik-adik/mahasiswa atau LDK STAIN kerinci untuk bergabung dengan mereka dalam rangka Rilah kepengurusan tanpa basa-basi atau sugem mengatakan mau banget. Secara sejak selai kuliah dari jawa pengen refreshment kesana tapi belum kesampai karena tidak jelas mau ajak siapa kesana…”dampak gak punya teman” akhirnya niat itu terwujud jua.

Berrangkat dari rumah (kota sungai penuh) sekitar jam 9.00 wib dan rombongan lain sudah berangkat dulu. Sehingga harus berangkat berdua dengan ukhti “mita” dengan mengadari motor masing-masing.

Benar-benar kerasa nikmat, adem, santai, takjub dan damai. Selama di atas motor tak hentinya melafazkan zikir secara first take the motor sendiri dengan jarak jauh lebih kurang 2 jam berjalan dari kota sungai penuh menuju kayo aro. Ditambah lagi kondisi jalan tidak mendukung, belokkan, dan tanjakan jadi harus super hati-hati.

Nuansa dingin mulai meraba kulit-kulit ari walaupun sudah menggunakan jaket, sarung tangan, helm dan perangkat lainnya tetap merasa dinginnya luar biasa karena daerah kerinci merupakan daerah atmosfir dingin terutama daerah kayu aro.

sekitar Jam 11.00 wib alhamdulillah sampai di pabrik teh kayu aro dan langsung menuju mesjid al-fajar disamping pabrik teh. Kelihatan rombongan sudah pada datang semua dan siap-siap untuk rihlah dengan kostum khas baik ikhwan maupun akhwatnya.

Semari menunggu persiapan langsung kompoy menuju taman bunga dan kebuh teh break serta berdoa semoga bisa menikmti dan mengambil ibroh dari alam.

Subhanallah itu kata-kata selalu terlafaz ketika melihat indah awan menutup gunung kerinci, melihat para petani mondar-mandir kekebun dengan mobil pick up dan motor, terlihat pula para pemetik teh sedang memetik the sehinga gembira, riang tak terkira dan tak kalah serunya berkodak ria (hooooooo) disetiap view nan pesona sebagai bukti ototentik….”alah bilang aja narsis”

Tapi mahasiswa dari kayo aro kok expression mereka biasa aja ya berbanding dengan saya. Ya iyalah hari-hari mereka disuguhi panaroma alam kayo jadi bukan hal luar biasa bagi mereka.

Dan tak serunya ketia sholat berjamaah dihamparan kebun teh, subhanallah betapa nikmat bisa menyatukan jiwa dengan alam saat menghadap Allah. Fabiayyi alaa’i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Terlihat pula awan hitam telah memenuhi langit kayo aro ini bertanda hujan bakal mengbasuhi hamparan teh, bunga-bunga, rumput, dan manusia karena melihat awan telah mendung maka diputuskan rihlah diselesai sekitar jam 15.00 takut back to sungai penuh kehujanan.

Sebelum menuju sungai penuh tak lupa salam-salaman dan ucap terimakasih kepada ikhwa wa ukhti fillah yang telah mau mengundang saya dalam rangka menggukuh dan menjalanin silaturahmi. Betapa indahnya ukhuwah berlandaskan cinta pada Ilah.

Tak disangka-sangka orang rumah (parent) sudah berapakali miscall mungkin mereka khawatir kali ya karena sudah magrib belum juga sampai dirumah dan Alhamdulillah sekitar jam 18.20 Wib sampai dirumah dengan kondisi sangat melelahkan.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

KERINCI DAN KAMPUNG KOE


Sudah beberapa bulan ku gak pulang kampong terasa rindu juga dengan tanah kelahiran ku yang jauh disana, dimana begitu banyak kenangan dan memory yang tak bisa dilupakan sungguh aku g bisa membayangkan dan untuk membayangkannya aja ku sudah merasa silau dan nyeri, seandainya suatu saat dapat seorang teman hidup orang jauh dan tidak bisa pulang kampung oooo……tidak…

PICT0460Wahai insan-insan Sumatra sana ku merindu kalian semua mulai dari kesejukannya alamanya seakan-akan seperti angin sepoi disore hari yang memberi kesejukan setiap orang merasakan baik yang sedang kerja maupun nyatai sambil menikmati kopi maniz dan gorengan, keindahan alamnya yang tak bisa terlukis dengan aksara dan ungkapan. Dimana terdapat kedahsyat dan keagung tuhan jika kita melirik kiri kanan subhanallah dikililing bukit-bukit barisan serta sebelah selatan dan tenggara terdapat seonggok gunung, kecantikan membuat pesona eksotis tersendiri bagi orang melihatnya. Sebelah selatan dinamakan oleh masyarakat kerinci yaitu GUNUNG RAYA menurut cerita para orang-orang terduhulu gunung tersebut tidak memiliki kaki karena dahulu gunung tersebut berantam dengan gunung yang disebelah tenggara yang dinamakan GUNUNG KERINCI sedangkan gunung ini saat berantam salah satu tubuhnya juga hilang yaitu tidak memiliki kepala entahlah apakah cerita itu benar apa gak??? Jika dipikir secara logika sangat mustahil…hehehee

Pada umunya masyarakat dipulau Sumatra sudah mengetahui dengan gunung tersebut karena merupakan gunung tertinggi disumatara, di gunung ini begitu banyak keindahan yang tak bisa dihitung satu persatu dimulai pemandangan kebun tehnya yang terhampar begitu hijau ibarat sajadah panjang tempat orang selalu bersujud, air terjun perasap yang mengluarkan embun-embun yang berarti jika kena kulit ari-ari waduuhh begitu melayang-layang, binatangnya yang banyak ditakuti dan seram yaitu harimau Sumatra. Menurut penduduk disekitar perkakian gunung sering melihat binatang tersebut berlalu lalang serta masyarakat yang kental dengan tradisi walaupun sudah berbaur dengan adat jawa karena pemetik teh kebanyakan orang jawa. Serta tanah yang subur apapun yang ditanam insyallah bakal menghasilkan dari tanaman kentang, kol, kacang goreng dan sebagainya.

Bahasanya yang unik seperti bahasa cina karena setiap desa memiliki bahasa yang berbeda sehingga kampung hingga saat ini tak memiliki bahasa nasional, jadi kita berkomunikasi dengan kampung yang satu dengan kampung yang lain menggunakan bahasa yang berbaur, tapi yang paling aneh adalah kerinci tidak termasuk wilayah geografis Sumatra barat tapi dipasarnya sehari-hari menggunakan bahasa padang seharusnya komunikasi atau berbicara menggunakan bahasa kerinci tapi biarlah mungkin disana terletak keunikan seperti dikatakan iklan yang belang itu memang enak hehehee…. Kemudian orang-orangnya juga bisa dikatakan antik menurut orang-orang yang pernah kenal dan ketemu dengan insan kerinci mengatakan kayak orang cina dimana matanya sipit, putih, temok dan bahasanya.

Hasil pertaniannya yang berlimpah ruah dimulai daratan masyarakat petani bisa memanen padi dimana kerinci terkenal dengan padi payo sekelas dan seleting beras solok jika dimakan tidak pakai sambal aja sudah nikmatnya luar biasa apalagi dibumbui dengan sambal semakin maknyuuuuummm…dan sejenis tanam palawija kemudian dari laut walaupun kerinci dikeliling bukit barisan tapi juga termasuk daerah penghasilan ikan seperti ikan sepak, mas apalagi ya masih banyak dechh……karena memang kampung (kerinci) terkenal dengan tanah subur dan dikaruniakan tuhan sebagai wilayah yang tenang, terimakasih rabbi engkau anugrahkan kampung ku yang penuh kenikmatan, keindahan, dan keagungan.

Kampong…
kini ku hanya bisa mengangan dan berlayang sambil mengenang lokasi-lokasi tempat dulu ku bermain-main sungguh begitu maniz dan mengasyikkan tempat pernah kulalui, ketika masih dikampung sering mengunjung objek wisata yang begitu arsitek dan estetika hanya pemerintah kerinci belum begitu optimal mempromosikan objek wisata yang ada di kampong ku bisa dikatakan tidak kalah dengan bandung atau provinsi lain di bumi nusantara ini. mungkin kampong wisatanya tidak begitu maju adalah daerahnya jauh dipendalam Sumatra sana, serta akses untuk menuju kampong yang jauh walaupun transportasi lancar tapi yang jadi masalah adalah jalan-jalan yang sangat buruk bahkan setiap kilometer terdapat lubang, mudah-mudahan dengan bupati baru jalan menuju kampong semakin dan lebih bagus dari sekarang.

Kampong…
Aku rindu dengan makanannya yang begitu khas mulai dari kentang dodol yang maniznya sedang, lembut jika dikunya waaaahhhhh terasa nyaaammmnyaaaammmm…..waduh jadi kepinggin pulang habis selama ini sudah terpengaruh dengan makanan sunda!!! Racikan kopi nur yang harum terkenal dikerinci jika sudah dilidah gak bisa nahan minta dituang lagi, mungkin kopi aceh aje lewat hihihihi..testnya seakan-akan membuat badan makin hangat dan hangat serta teh yang terkenal dengan namanya teh kerinci. Sungguh kampung ku memiliki banyak potensi jika semakin serius dan optimal digarap, SDMnya memadai merupakan tempat yang sangat bagus untuk investasi di masa depan.

Kampung…
Gimana keadaan mu sekarang sejak ditinggalkan masih seperti dulu kah atau sudah banyak perubahan, semoga tidak ada perubahan yang kenegatif seperti peralihan tradisi masyarakat yang santun, sopan dan beradab beralih pada masyarakat tidak menghormati tradisi dan jauh norma-norma seperti ku lihat diperkotaan sekarang sungguh sangat memperhatikan sehingga ku tak sanggup untuk melirik kiri kanan seperti kuda hanya bisa melotot kedepan saja karena disamping dia begitu banyak hal yang tidak harus untuk diperlihatkan dan pertontonkan. Wadduuuhhh….gimana dan bagaimana untuk mengatakan itu pada mereka bahwa apa yang mereka pakai dan kenakan tidak layak serta pantas dipergunakan tapi biarlah karena dosa dan amal ditanggung sendiri-sendiri. Mudah-mudah ku tidak terpengaruh aliran moderisasi yang menyesatkan serta tetap menjaga tradis dan agama yang ku anut.

Kampung…
Tunggu kehadiran ku, jika sudah menyelesaikan pendidikan dan sukses disini ku akan segera menghampiri dengan membawa berbagai harapan insan-insan kerinci untuk membangun dan dampak yang berguna baik orang tua, masyarakat dan pemerintahan kerinci. Kemudian aku ingin menelusuri lagi tempat-tempat ku pernah singahi dan bermain dengan teman baik SD,SMP dan SMK

Kerinci dan kampong ku…


Sudah beberapa bulan ku gak pulang kampong terasa rindu juga dengan tanah kelahiran ku yang jauh disana, dimana begitu banyak kenangan dan memory yang tak bisa dilupakan sungguh aku g bisa membayangkan dan untuk membayangkannya aja ku sudah merasa silau dan nyeri, seandainya suatu saat dapat seorang teman hidup orang jauh dan tidak bisa pulang kampung oooo……tidak…

Wahai insan-insan Sumatra sana ku merindu kalian semua mulai dari kesejukannya alamanya seakan-akan seperti angin sepoi disore hari yang memberi kesejukan setiap orang merasakan baik yang sedang kerja maupun nyatai sambil menikmati kopi maniz dan gorengan, keindahan alamnya yang tak bisa terlukis dengan aksara dan ungkapan. Dimana terdapat kedahsyat dan keagung tuhan jika kita melirik kiri kanan subhanallah dikililing bukit-bukit barisan serta sebelah selatan dan tenggara terdapat seonggok gunung, kecantikan membuat pesona eksotis tersendiri bagi orang melihatnya. Sebelah selatan dinamakan oleh masyarakat kerinci yaitu GUNUNG RAYA menurut cerita para orang-orang terduhulu gunung tersebut tidak memiliki kaki karena dahulu gunung tersebut berantam dengan gunung yang disebelah tenggara yang dinamakan GUNUNG KERINCI sedangkan gunung ini saat berantam salah satu tubuhnya juga hilang yaitu tidak memiliki kepala entahlah apakah cerita itu benar apa gak??? Jika dipikir secara logika sangat mustahil…hehehee

Pada umunya masyarakat dipulau Sumatra sudah mengetahui dengan gunung tersebut karena merupakan gunung tertinggi disumatara, di gunung ini begitu banyak keindahan yang tak bisa dihitung satu persatu dimulai pemandangan kebun tehnya yang terhampar begitu hijau ibarat sajadah panjang tempat orang selalu bersujud, air terjun perasap yang mengluarkan embun-embun yang berarti jika kena kulit ari-ari waduuhh begitu melayang-layang, binatangnya yang banyak ditakuti dan seram yaitu harimau Sumatra. Menurut penduduk disekitar perkakian gunung sering melihat binatang tersebut berlalu lalang serta masyarakat yang kental dengan tradisi walaupun sudah berbaur dengan adat jawa karena pemetik teh kebanyakan orang jawa. Serta tanah yang subur apapun yang ditanam insyallah bakal menghasilkan dari tanaman kentang, kol, kacang goreng dan sebagainya.

Bahasanya yang unik seperti bahasa cina karena setiap desa memiliki bahasa yang berbeda sehingga kampung hingga saat ini tak memiliki bahasa nasional, jadi kita berkomunikasi dengan kampung yang satu dengan kampung yang lain menggunakan bahasa yang berbaur, tapi yang paling aneh adalah kerinci tidak termasuk wilayah geografis Sumatra barat tapi dipasarnya sehari-hari menggunakan bahasa padang seharusnya komunikasi atau berbicara menggunakan bahasa kerinci tapi biarlah mungkin disana terletak keunikan seperti dikatakan iklan yang belang itu memang enak hehehee…. Kemudian orang-orangnya juga bisa dikatakan antik menurut orang-orang yang pernah kenal dan ketemu dengan insan kerinci mengatakan kayak orang cina dimana matanya sipit, putih, temok dan bahasanya.

Hasil pertaniannya yang berlimpah ruah dimulai daratan masyarakat petani bisa memanen padi dimana kerinci terkenal dengan padi payo sekelas dan seleting beras solok jika dimakan tidak pakai sambal aja sudah nikmatnya luar biasa apalagi dibumbui dengan sambal semakin maknyuuuuummm…dan sejenis tanam palawija kemudian dari laut walaupun kerinci dikeliling bukit barisan tapi juga termasuk daerah penghasilan ikan seperti ikan sepak, mas apalagi ya masih banyak dechh……karena memang kampung (kerinci) terkenal dengan tanah subur dan dikaruniakan tuhan sebagai wilayah yang tenang, terimakasih rabbi engkau anugrahkan kampung ku yang penuh kenikmatan, keindahan, dan keagungan.

Kampong…
kini ku hanya bisa mengangan dan berlayang sambil mengenang lokasi-lokasi tempat dulu ku bermain-main sungguh begitu maniz dan mengasyikkan tempat pernah kulalui, ketika masih dikampung sering mengunjung objek wisata yang begitu arsitek dan estetika hanya pemerintah kerinci belum begitu optimal mempromosikan objek wisata yang ada di kampong ku bisa dikatakan tidak kalah dengan bandung atau provinsi lain di bumi nusantara ini. mungkin kampong wisatanya tidak begitu maju adalah daerahnya jauh dipendalam Sumatra sana, serta akses untuk menuju kampong yang jauh walaupun transportasi lancar tapi yang jadi masalah adalah jalan-jalan yang sangat buruk bahkan setiap kilometer terdapat lubang, mudah-mudahan dengan bupati baru jalan menuju kampong semakin dan lebih bagus dari sekarang.

Kampong…
Aku rindu dengan makanannya yang begitu khas mulai dari kentang dodol yang maniznya sedang, lembut jika dikunya waaaahhhhh terasa nyaaammmnyaaaammmm…..waduh jadi kepinggin pulang habis selama ini sudah terpengaruh dengan makanan sunda!!! Racikan kopi nur yang harum terkenal dikerinci jika sudah dilidah gak bisa nahan minta dituang lagi, mungkin kopi aceh aje lewat hihihihi..testnya seakan-akan membuat badan makin hangat dan hangat serta teh yang terkenal dengan namanya teh kerinci. Sungguh kampung ku memiliki banyak potensi jika semakin serius dan optimal digarap, SDMnya memadai merupakan tempat yang sangat bagus untuk investasi di masa depan.

Kampung…
Gimana keadaan mu sekarang sejak ditinggalkan masih seperti dulu kah atau sudah banyak perubahan, semoga tidak ada perubahan yang kenegatif seperti peralihan tradisi masyarakat yang santun, sopan dan beradab beralih pada masyarakat tidak menghormati tradisi dan jauh norma-norma seperti ku lihat diperkotaan sekarang sungguh sangat memperhatikan sehingga ku tak sanggup untuk melirik kiri kanan seperti kuda hanya bisa melotot kedepan saja karena disamping dia begitu banyak hal yang tidak harus untuk diperlihatkan dan pertontonkan. Wadduuuhhh….gimana dan bagaimana untuk mengatakan itu pada mereka bahwa apa yang mereka pakai dan kenakan tidak layak serta pantas dipergunakan tapi biarlah karena dosa dan amal ditanggung sendiri-sendiri. Mudah-mudah ku tidak terpengaruh aliran moderisasi yang menyesatkan serta tetap menjaga tradis dan agama yang ku anut.

Kampung…
Tunggu kehadiran ku, jika sudah menyelesaikan pendidikan dan sukses disini ku akan segera menghampiri dengan membawa berbagai harapan insan-insan kerinci untuk membangun dan dampak yang berguna baik orang tua, masyarakat dan pemerintahan kerinci. Kemudian aku ingin menelusuri lagi tempat-tempat ku pernah singahi dan bermain dengan teman baik SD,SMP dan SMK.

%d bloggers like this: