wilayah-wilayah cinta


–          Mencintai Allah Swt

mencintai Allah bukan dengan kata-kata, melainkan tindakan nyata. bukan dengan perkataan melainkan perbuatan.  karena orang yang selalu terhubung dengan Allah tidak akan berduka dan bersedih hati. kendati secara lahiriah bertimpah bahaya, ia menggapnya kebaikan dari Allah swt.

–          Mencintai Makhluk

“kecintaan terhadap Allah akan menumbuhkan kecintaan terhadap makhlukNya, baik dari kalangan manusia maupun ciptaan yang lain”. anda akan merasa hidup bahagia. cinta memberi anda energy dan kekuatan luar biasa

–          Mencintai Diri Sendiri

kecintaan anda terhadap Allah akan melahirkan kecintaan terhadap diri sendiri. anda harus mencapai suatu tahapan dimana anda mencintai diri anda sendiri. sesungguhnya Allah swt telah menciptakan anda dalam bentuk dan rupa yang paling baik. Allah swt berfirman “sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. maka cintai dan hargai diri anda. katakana “aku cukup bijaksana” aku mencintai hadiah yang diberikan Allah kepadaku.

–          Mencintai Kedua Orang Tua

cintailah kedua orangtua anda, apapun yang mereka lakukan. kita harus belajar mencintai dan memeluk mereka dengan cara-cara yang benar. sebab, memeluk pun memiliki cara-cara tersendiri yang berhubungan dengan energy.

–          Mencintai Keluarga

kita harus mencapai suatu episode di mana kita tahu bagaimana mencintai, dan bagaimana mengutara cinta itu.

–          Mencintai Pekerjaan

belajarlah mengatasi masalah keadaan dan halangan yang merintangi anda. belajarlah juga beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang tidak bisa anda atasi dan cintai. jika kita anda tidak menyukai pekerjaan anda, kerakah seluruh tenaga untuk mencintainya sebab mungkin itu karena belum saat bagi anda. bahkan hindari meninggalkan suatu pekerjaan dengan dilandasi perasaan negative.

–          Mencintai Orang Lain

karakter seseorang menentukan hubungannya dengan orang lain.  karena kecintaan anda terhadap orang lain merupakan anugrah allah begitu pula kecintaan orang lain terhadap anda

Kenapa belum menikah


Keluarga SAMARA (Sakinah Mawadah Waramah dan Dakwah)

Kajian kamis sore yang diselenggarakan oleh organisasi islam di salah universitas ternama di kota yogya mengangkat tema pada kajian itu yakni keluarga SAMARA. Pertama Yuli juga bingung dengan makna keluarga SAMARA. Namun kebinggungan itu juga tak ditanyakan pada temannya, berpikir-pikir akhirnya makna keluarga tersebut  terjawab sudah.

HHHmmmm…begitu cantik singkatan  konsep keluarga sakinah. Akan lebih cantik SAMARA itu memang diaplikasi dalam Rumah Tangga, kalau yang belum menikah ya tidak mungkin bisa menjalankan SAMARA tersebut.

Yuli sampai di Mesjid kajian tersebut, sesampai sana kok tidak ada akhwat dan ikhwan Cuma ada orang-orang sholat. Jangan-jangan acara tidak jadi, jangan-jangan acara sudah selesai, jangan-jangan acara dipindah di tempat lain. Tetap Yuli duduk depan pintu mesjid sambil menatap lingkungan sekitar karena begitu rindangnya Mesjid ditumbuhi dan cerahi bunga-bunga indah.

Salah satu anggota ikut kajian memanggil Yuli….”mbak-Mbak” kalau akhwat di lantai II mesjid.

“ooo-oooo”, pantas dari tadi tidak akhwat satupun dan pantas juga ya ikhwan-ikhwan pada milirik pada Yuli. Tapi disana tidak tertempel “Area IKhwan”. Okelah Yuukkk kita keatas.

Satu persatu anak tangga di naiki dan sambil menghitungakan jumlah anak tangganya sekitar 13. Di lantai II juga belum ada akhwat dan panitia peyelenggara. Biasa kalau akhwat “jilbaber” ketemu teman cipika-cipiki dan salaman yang begitu khas, ini sudah tradisi. Bukan akhwat saja seperti itu kalau ketemu sekubu, ikhwan juga persis sama tak serupa HOHohoho…

Setelah selesai semua menyalam para yang hadir di acara kajian, Yuli cari posisi weeeehhh Enak (PW), Yuli duduk ditengah antara Bara dan Timur. Tak lama kemudian makin banyak yang hadir di acara kajian dan acara pun dimulai.

Saat mukadimah, ada intrsuksi dari panitia bahwa ustad yang mengisi acara tidak bisa hadir, YAaaahhhhhhh. Padahal ustad yang memberi taujih tentang konsep SAMARA adalah penulis ternama di Indonesia dan setiap buku yang ditulis selalu penuh kalimat Romantis dan MOtivasi yang luar biasa. Dan panitia mengatakan akan diganti oleh ustad yang lain.

Yaaa, apa boleh buat…Padahal ingit banget mendapat siraman rohani dari ustad tersebut dan ingin lihat secara langsung wajah ustad seperti apa sich???selama ini Cuma baca bukunya saja dan baca bibliografi di halaman akhir buku ustad. Salah satu buku yang beliau tulis yakni di Jalan Dakwah ku Menikah.

Yuli, mengeluar wet-wer (pulpen dan kertas) untuk menulis intisari yang disampaikan ustad, karena kalau di save di Memory (otak) cepat lupa. Kalau ditulis secara tidak langsung telah merekam secara digital.

Sebelum ustad memulai kajian. Ustad Tanya pada ikhwan –akhwat semua sudah menikah atau belum? Semua yang hadir hanya ketawa dan ustad pun ikut ketawa. Bagaimana mau menjelas tentang konsep SAMARA semuanya belum menikah.

“Ustad” Melanjutkan bagaimana untuk meraih dan menggapai keluarga SAMARA. Bagi Yuli konsep sangat Simple tapi tidak sesederhana dalam pelaksanaan.

Yuli, secara detail menulis apa yang diterangkan dan ceritakan ustad. Tak terduga hampir satu lembar kertas sudah penuh. Tapi hal yang disenangi kata dari ustad yakni tahu tidak kalian Canda yang berpahala yakni “bercanda dengan istri atau suami” HHHmmmm. Yuli berpikir ternyata menikah itu banyak kebaikkan seperti bercanda saja sudah berpahala, tetes keringat wanita yang bekerja di Rumah saja ibarat setetes darah para syudah. Subhanallah begitu tinggi kedudukan wanita dalam keluarga. Apalagi dalam menjalan Keluarga SAMARA semuanya adalah berkah.

Kemudian ustad bertanya kembali pada ikhwan-akhwat, menurut Yuli begitu sensitive jawabannya. Pertanyaan ustad “Kenapa belum juga menikah”. Ikhwa-akhwat semua tertawa hahahha….”ada-ada saja pertanyaa ustad”.

Yuli langsung Tanya disampingnya….

Mbak kenapa kok belum juga menikah? Mbak menjawab belum ada ikhwan yang mampu menaklukan hati saya HHHmmmmm, yakin gitu mbak iya dong. Dan Yuli Tanya mbak disamping kirinya, Mbak kenapa kok belum minakah di jawab pertanyaan Ustad? Mbak itu Cuma senyum kecil-kecil. Kalau mbak Yuli sendiri kenapa belum Menikah…? Yuli melontarkan mau jawab jujur atau jawaban diplomatis. Mbak disebalah kiri Yuli ketawa lagi, maunya di jawab keduanya jujur maupun diplomatis. Oke kalau mau seperti itu, jawaban banyak tapi ini saja dechhhhh….(1) Menikah ada rahasia Allah, (2) lagi mempersiapkan Bekal agar mampu mengaplikasi keluarga SAMARA, (3) ikhwan sekarang banyak tidak berani sdan udah takut dulu belum ta’ruf saja sudah mundur, dan (4) kalau keempat Tanya yang lain ya Mbak…hohohohohoho

Alhamdullah, banyak hikmah dan ilmu diperoleh. Semoga ilmu yang didapatkan semoga menjadi amal ibadah selalu memberi pencerahan dalam jiwa dalam menuju keluarga SAMARA. Yang terpenting untuk menyempurnakan Iman adalah Yakin dan berusaha orang yang telah dijanjikan untuk berdamping dengan kita susah ditetapkan tinggal proses saja. Tapi jangan terlena dengan doa saja kalau tidak pernah berusaha untuk berta’ruf. Kemudian dalam Rumah tangga yang terpenting adalah komitmen dan jangan pernah mencari yang suami ideal atau istri ideal. Tapi carilah orang memang diridhoi Allah dan terbaik dunia dan akhirat. Jika telah diridhoi Allah semua akan dipermudahkan baik rezki, nikmat dan kebahagian. Allahu Akbar….

Siapapun yang membaca yang belum menikah tolong dijawab pertanyaan ustad ya cukup dijawab dalam hati qolbu saja…”Kenapa belum juga menikah”….hhhhmmmm

14 Poin Yang Tak Boleh Dilupakan Orang Tua


  1. Jangan marah

Jangan marah secaa langsung dalam menghadapi perilaku anak. Tangani kesalahannya dengan tenang dan menyejukkan.

  1. Temanin anak

Menemani anak dan memberinya cinta adalah cara yang memudahkan untuk bergaul dengannya

  1. Jangan menyinggung

Jika kita mendengar sesuatu yang menjijikkan dari anak kita, jangalah lantas kita mengucapkan, “Na udzubillah” tetapi tanggapi ucapannya, meski hati kita tidak menyukai ucapannya

  1. Ajak anak berdialog

Jangan memutuskan dialog dengan anak. Tetapi lakukan secara terus-menerus bagaimanapun keadaannya.

  1. Bertanyalah pada anak

Ulang-ulanglah pertanyaan, agar anak sering mengulang jawaban.

  1. Dengarkan anak

Dengarkan anak dalam menyelesaikan perhatian dan pusatkan perhatian pada apa yang dikatakannya. Missal jangan mendengarkan ucapan anak sambil membaca Koran

  1. Ikut serta anak

Ikut serta anak dalam menyelesaikan suatu masalah atau memilih sendiri hukuman yang cocok untuknya. Karena jika anak ikut memilih ia akan mematuhi keputusan

  1. Beri anak kebebesan

Sebagai ganti menyuruh anak secara langsung, lebih baik jika kita memberinya pilihan untuk tidak jam 20.00 atau 21.00 agar bisa merasakan kebebesannya bagi dirinya.

  1. Pilih waktu yang tepat

Kapan kita memberi pengarahan pada anak dan mengajaknya bicara serius?langsung saat anak melakukan kesalahan? Untuk memilih waktu yang tepat tergantung pada kondisi dan penilaian kita pada keadaan emosinya. Pilihlah waktu dengan bijaksana.

  1. Jangan mengancam

Jangan mengancam anak bahwa kita akan mempermalukannya di hadapan teman-temannya di sekolah atas kesalahan yang dilakukannya. Jangan pula ibu mengancam putrinya bahwa ia akan melaporkan kesalahannya pada ayah. Tindakan ini akan membiasakan anak melakukannya hal yang sama terhadap orang lain.

  1. Jangan singgung jati dirinya

Jangan mengatakan pada anak, “kamu tidak berada” atau “tidak ada orang lain yang mengenakan pakaian seperti ini “karena kalimat itu menancapkan pemahaman negative pada dirinya. Tetapi ubah gaya bicara kita dengan “kamu tidak boleh melakukannya. Ayah tidak berharap kamu melakukannya”.

  1. Puaskan anak

Gunakan bahasa yang meyakinkan dan memuaskan anak, bukan bahasa yang memaksa. Misalnya jangan sampai ibu memaksakan pakaian, makanan, dan ucapan pada putrinya padahal usianya sudah mencapai 20 tahun

  1. Ketahuilah masalah anak

Terkadang kita mendapati masalah pada diri anak. Misalnya Ia meresahkan orang lain. Masalah yang sebenarnya tidak terletak pada tindakan anak yang meresahkan orang lain, tetapi ada factor-faktor lain yang mendorongnya melakukan hal itu. Ketahuilah factor-faktor itu dengan mengajak anak berbicara. Terkadang ia emosi dan mengatakan pada kita. “saya kesepian, tidak ada orang yang menyayangi saya. Jawaban ini adalah sebab di balik tindakannya yang meresahkan orang lain. Oleh karena itu, sebab tersebut harus ditangani dengan baik agar akibatnya juga baik.

  1. Jangan lupa mengusak anak dan mengucapkan kata-kata manis

Kata-kata manis mempunyai pengaruh kuat pada diri anak. Sebelum kata-kata ini diucapkan, didahului dengan mengusap anak dengan sayang. Usapan ini mempengaruhi anak bak sihir. Janganlah segan melakukan hal itu dan jangan menyangka anak sudah tidak membutuhkannya lagi, karena anak yang umumnya menginjak dewasa sangat membutuhkan perlakukan itu dari orang tuanya.

Suatu Persembahan Untuk Keluarga Koe



Mereka (abang,ibu dan bapak) membuat hidup yang berarti , bermakna, bersahaja, berjuang, mandiri, dan bersabar dalam meniti awan-awan perjuangan ini. Mereka memberi belaian pada koe dengan nasehat  dan mengingat saat jiwa ini tak mampu untuk melangkah bahkan mudur dari perjuangan ini. Mereka adalah akar dan cahaya koe dalam menembus alur-alur  recahan yang begitu beku  dalam kedinginan. Mereka begitu ikhlas memberi senyuman itu takala kisah perasaan tak menentu untuk diungkapkan pada siapa. Sungguh luar biasa peran mereka di front dan back kehidupan koe. Manakala tanpa sentuhan mereka hidup ini sungguh rapuh, tak bercahaya, tak berantai, dan tak bersuara.

Andaikan kalian tahu apa yang terpikir dalam benak dan logika yang penuh dengan impian ini mungkin mereka tidak akan percaya bawa jauh didasar cinta yang penuh nuansa bening keikhlasan ingin mempersembahkan suatu bingkasan berwarni-warni dimana dalam bingkasan itu begitu banyak benda-benda classic yang tak pernah terpikir oleh mereka.

Tapi hal yang harus kerjakan saat ini dan seterusnya adalah bagaimana membelas belaian, senyuman, doa, dan keringat mereka dengan sebuah bunga yang tak pernah layu walaupun keadaan alam berubah-rubah tetapi bunga itu tetap akan mengsinyal wangi-wangi kasturi memberi ketenang yang luar biasa. Kemudian koe harus memberi bolesan rasa cinta yang terlahir dari air mata air yang begitu hening mampu menembus kehausan liku-liku selama untuk meraih perjuangan ini.

%d bloggers like this: