Jangan Tertipu Kehidupan Dunia


Hari ini, Anim memutuskan makan di kafe banyak digemari generasi millineal. Teramat sering melihat photo kafe ini diruang social media.  Wajar generasi millineal tertarik dan betah berada dikafe ini, karena setiap sudut kafe terdesain dengan kekinian. Hal kekinian merupakan hal sangat disukai dan dipuja-puja oleh generasi millineal. Meskipun tidak sesuai dengan konsep kearifan lokal. Siapapun berada dikafe ini tentu akan akan terpesona dan terlena keindahan dari konsep yang diusung. Kedatangan Anim dikafe ini, bukan terprovokasi oleh photo-photo millineal di ruang sosial media yang bertaburan, melainkan sudah lama berniatkan kesini namun momentum belum tepat dan tidak alasan kenapa harus berada dikafe ini.

Sampai dikafe bernuansa westten klasik, sekitar jam tiga lewat 15 waktu Indonesia bagian barat. Selama perjalanan menuju kafe, pikiran Anim terbang entah kemana-mana. Sesekali terpikir dengan bundo kandung dikampung, kemudian muncul pula dengan cita-cita besar masih berusah untuk diwujudkan. Kendatipun pikiran jauh kemana, tapi masih fokus melihat jalan yang dipadati oleh kendaraan.  Kehadiran Anim dikafe ini tak lain tak bukan untuk memenuhi janji pada dirinya, telah menyelesaikan proposal penelitian dengan nilai sangat pretesius. Mengarap proposal penelitian ketika jiwa tergoncang begitu dahsyat oleh perasaan dan saat harus bertarung dengan rasa sendiri dalam mencari solusi demi ketenangan batin.

Setelah Anim menghabiskan menu dipesan dan Satu jam kemudian…

Tiba-tiba ada tamu Kafe berombongan dan membuat mata Anim tertuju pada mereka. Sejak turun dari mobil hingga duduk ditempat yang telah mereka pesan, tak berhenti mengalih pandangan.  Bagaimana tidak Anim menoleh pandangan pada mereka, karena kehadiran mereka sangat boombastis. Apalagi yang melekat atau dibawa mereka semua membuat mata perempuan lapar mata secara serba indah dan branding. Tas lagi trands, sepatu dengan highhell begitu tipis, warna baju nan cerah, dan dihiasi kacamata. Syukurnya tak pakai celena ketat tapi kompak pakai rok levis.  Wanita mana tak suka dengan bawaan ibu-ibu couple tersebut.

Sepertinya bukan Anim saja yang melirik mereka. Akan tetapi meja nomor enam dan meja nomor satu ikut melirik. Kedua meja tersebut berjarak tiga meja dari Anim duduk. Semari menyentuh tab Anim, diam-diam menyimak pembicaraan mereka yang serba duniawi, yang tak jauh dari dunia wanita dan terdengar juga sesekali mereka membicarakan anak-anak mereka sekolah favorit.  Pembicaraan hangat mereka ditemani dengan makanan bertumpukan dimeja. Sepertinya rombongan ibu copule itu sengaja pesan makanan dengan porsi banyak. Satu orang ibu memesan 1 hingga 3 jenis makanan. Namun tak bisa terlihat jelas menu apa yang dipesan oleh ibu-ibu couple. Saat menu telah terhidang ada beberapa ibu-ibu couple minta diphotokan dengan latar menu makanan yang telah dipesan. Bahkan sampe tiga kali ketawa mereka pecah dan membuat sebagian tamu yang lain melirik pada mereka. Ntah apa yang mereka ketawakan.

Tiba-tiba hati kecil mengeluarkan pertanyaan. Beginikah ibu-ibu masa kini!!! Dan ibu-ibu hidup diperkotaan. Jujur dan sungguh Anim belum bisa memahami apalagi mengerti tingkah para rombongan ibu-ibu berbaju couple tersebut. Entahlaahhhh….mungkin dunia Anim dan Ibu-ibu couple tersebut terlalu berbeda jauh ibarat kota dengan desa. Ibarat samudra dengan sungai. Ibarat pesawat dengan bejak. Sehingga membuat Anim geleng kepala berulang-ulang.

Seusai Anim memberi pertanyaan pada diri sendiri dan belum terjawab pertanyaan sendiri. Tercenggang dan menarif nafas “uuppssss” secara pelan-pelan.

Melihat ibu-ibu rombongan tersebut berphoto gruoppi  |photo bareng| tak kalah dengan anak-anak remaja atau para gadis kekinian. Suasana kafe semakin menjadi-jadi saling lirik-melirik. Walaupun rombonga ibu-ibu diamati oleh tamu yang lain. Mereka tak hirau dan malah cuek saja dengan terus tertawa dan seolah-olah kafe ini sudah dibooking mereka semua. Terkejut saja mengamati tingkah seorang ibu. Ibu yang menjadi madrash dan tauladan bagi generasi millineal.  Tapi diruang public mempertontonkan sikap seperti anak gadis dan generasi millienal. Tidak hanya itu, ada salah satu ibu dari rombongan ibu-ibu couple tersebut, cetus minta di”tag”kan. Berarti photo mereka sudah dipublish disosial media…. MasyaAllah…Anim mengerinyik dahi sesaat dan sambil meminjamkan mata. Tak tahu mau bilang apa lagi!!! Dunia emang telah berubah dan berbeda.

Betapa bersahabat dan update nya para ibu-ibu couple dengan jejaring. Sesunggunya perilaku begini jika ditinjau tingkat generasi dalam perspektif infomrasi adalah efek dari teknologi. Hampir semua para generasi silent sudah mengikuti perilaku generasi digital native, dimanapun berada dan apapun kegiataan sepertinya wajib dipublish kesosial media. Emang benar kata teman, sangat susah mencari orang tak mau mempulish kegiataan atau photo disosial media. Mereka-mereka masih mempertahankan prinsip untuk tidak mempublish photo atau memanjang photo diruang sosial media adalah orang istimewa.  Seketika itu juga, teringat dengan mahasiswa Anim, karena gaya photo dan tingkah para ibu-ibu couple tersebut tak jauh beda dengan mahasiswa…”lagi-lagi Anim geleng kepala pelan-pelan dan terus menunduk kepala”. Ya Allah, jauhkan kami dan siapapun ingin berbaiki diri dari bersikap seperti itu, bukan kah kami adalah sebagai calon ibu dan tauladan bagi generasi Millineal.

Sehingga Anim kembali bertanya dengan diri sendiri. Siapa mereka dan apa profesi meraka? Begitu pedenya dan tak menghirau dengan lirikan mata tamu kafe yang lain. Mungkin mereka ini adalah komunitas arisan, rombongan pengajian, istri para pejabat atau meraka adalah kaum sosialita KW….|Anim berspekulasi dengan diri Sendiri|

Sebetulnya bukan kali ini saja, Anim menyumpai para ibu-ibu modern bergelayat begitu dan ini untuk kesian kali berjumpa. Apalagi Anim sudah hidup didua kota besar. Hanya saja dengan orang yang berbeda-beda dan lokasi yang berlainan. Namun kesamaan tetap saja mengedepankan keindahan dunia. Selama satu jam kurang,  Anim menyuri pembicaraan mereka dan tak ada satupun keluar kalimat atau pembicaraan bernuansa keagamaan. Semua pembahasan seputar tas branding, pakaian serba lux, dan pembicaraan seputara harta maupun jabatan. Seketika mulut Anin langsung berujar apakah ini lah dunia…. Penuh dengan permainan dan senda gurau???

Oh Tuhan, kenapa hari ini Engkau bersuakan dengan ibu-ibu modern ini!!! Hikmah apa hendak Engkau berikan pada Anim. Atau ada maksud yang lain Rabbi. Sesungguhnya ini adalah fenomena sosial. Bila Anim melihat ini dari sudut teori sosial adalah hal lumrah. Jika Anim mengamati dari sudut agama, etika dan budaya. Ini sungguh tak biasa. Setidaknya pertemuan para-para ibu-ibu couple mengingat Anim tentang dunia penuh dengan sendau gurau dan membuat manusia terlena atas keindahan-keindahan yang semu sehingga lupa kehidupan sesungguhnya. Sebagai Engkau jelaskan dalam Surah Ankabut ayat 64 “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Sungguh benar Rabbi, apa yang Engkau jelaskan dalam Al-quran terjadi pada kehidupan manusia. Seperti Anim jumpai hari ini tentang dunia penuh permainan, sendau gurau dan penuh tipuan belaka. Hari ini, Anim paham bahwasanya tidak hanya ayat-ayat dalam Alquran saja harus ditaburi. Melainkan perjalanan kehidupan disekitar kita, begitu banyak mengandung pelajaran yang mengantar manusia menjadi bijak dan berpikir. Bahkan meyakini setiap perjumpaan dan pertemuan dengan siapapun selalu terkandung hikmah bagi mereka yang berpikir serta mau mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan


 

Bismillah…

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Sangat jarang berada diluar rumah (teras rumah) terutama disenja hari, jika senja sudah menghampiri bumi sibuk mempersiapkan sholat magrib, mandi dan menonton berita terupdate. Terkadang diwaktu senja merebah seluruh badan diruangan televise sembari menunggu azan magrib secara dari pagi hingga sore berada diluar rumah dan sangat lumrah badan diistirahatkan.

Tapi senja ini, tertarik untuk berada diluar rumah melihat keindahan langit yang sangat indah ditinjau dari segi apapun. Apakah ingin melihat langit disenja dengan warna, dari kedahsyatan, dari ketenangan, dari abstraksi awan-awan, dari kegelapan atau dari benda-benda maupun makhluk yang keluar disenja hari. Coba memenjam mata semari menatap kelangit dengan rasa penuh kedamaian untuk menghilang rasa letih dan galau. Mungkin senja disore hari bisa menjadi alternative untuk menenang jiwa. Walaupun islam tidak pernah menganjurkan menghilang ketenangan seperti itu. Tapi apasalahnya mencoba, toh ketika melihat langit yang spektakuler membuat menyakini ada yang mengatur bumi, ada yang mengurusi bumi dan ada yang menata bumi dengan penuh keterkejutan..”itulah Dia Tuhan”.

Takjum dan kagum tidak berhenti-henti memuji pada Allah yang menyuguhi keindahan senja dengan berwarna-warna. Senja terlalu indah dilewati dengan hal sia-sia. Disana terlihat warna awan membentuk gambar burung elang yang akan kembali kesarangnya, terlihat pula sinar cahaya semakin menghilang, perumahan semakin sunyi yang tadinya begitu ramai anak perumahan bermain kekejaran. Dan kulit mulai diingapi nyamuk-nyamuk kecil, ini bertanda magrib sebentar lagi. Bahkan suara mengaji begitu merdu dari mesjid semakin terdengar jelas, melalui tartil tersebut ada rasa memasuki naluri jiwa sedang menanti.

Subhanallah baru setengah jam menikmati senja, bulan sudah mulai menampakan separuh badan kebumi. Mungkin bulan masih malu untuk menampakan cahaya dan badannya secara seutuh karena azan margib belum selesai berkumandang karena selama ini mengamati bulan menampak cahaya ketika azan telah selasai dikumandang dimesjid-mesjid. Sebelum memasuki rumah masih ingin menatap langit yang indah selalu mengelitik rasa dan harapan untuk diuntaikan pada seseorang yang belum tahu siapa orang itu…”mungkin orang itu sedang mempersiapkan diri untuk bertemu orang yang sedang menatap rembulan”.

Beberapa langkah menuju ruang utama, bulan menampakkan cahaya begitu dahsyat sedahyat gelombang ombak menghampiri kaki dipantai utara. Saat cahaya bulan semakin terang berburu mengambil EOS camera untuk didokumentasi. Cahaya rembulan begitu terang semakin cantik mata untuk memandang. Seakan-akan minus mata hilang begitu saja!!!

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Selesai sholat magrib kembali menatap cahaya rembulan malam, yang malam itu melihat dibalik daun pohon pinang depan rumah. Sepertinya tetangga juga ikut menikmati cahaya rembulan. Meskipun tetangga melihat cahaya rembulan tapi ia tidak melihat makna dibalik cahaya itu karena tetangga hanya sebatas duduk santai diteras rumah .

Sedang ia melihat rembulan malam karena sudah lama melihat cahaya rembulan, secara ditengah kota seperti ini susah untuk bisa bertemu lagi, berbeda lagi menikmat rembulan didesa ada rasa kesunyian meskipun berada ditengah keramaian. Sunyinya hati karena hati masih belum ada penghuninya hohoo…mungkin jika sudah ada yang memiliki hati tidak merasa kesepian melihat rembulan. Semoga sebentar lagi ada yang menemani disamping untuk melihat keindahan senja, keindahan rembulan malam semari bercerita tentang mimpi besar dua anak manusia dilahirkan di bumi Allah.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Keindahan Mengenal Allah


محبة الله

Bismillah….

Siapapun yang tidak mengenalMu, akan sulit merangkai kebahagiaan yang sebenarnya. Siapapun yang tidak mengenalMu, akan sulit mendapat bimbingan bagi setiap permasalahan yang dihadapi. Dan siapapun yang tidak mengenalMu, kemungkinan besar akan berkehidupan kering nan hampa.

Ya Allah, kenalkan kami lagi pada diriMu, dan kenalkan kami pada diriMu, dan dekatkan kami kepadaMu, ya Allah tiada yang mengajarkan tentang Engkau, sebaik Engkau yang mengajarkan. Ya Allah tiada yang bisa memuji Engkau, sebaik Engkau memuji diriMu sendiri.

Ya Allah, dunia menyilaukan kami. Dunia sudah menjauhkan kami dari diriMu. Dunia juga telah melalaikan kami dari Mu. Tetapi kami memang hidup di dunia, dan masih berhajat pada dunia. Ya Allah bimbinglah kami untuk berlaku dan bersikap terbaik menurut Mu didalam hidup dan kehidupan yang kami jalani.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Melodi Desa


Biarlah desa tempat terindah tak bisa terganti

Walaupun kota begitu mempesona dengan kemegahannya

Namun tetap desa penuh etnik yang membumbui kehidupan

Berawal dari desa

Lahirlah para pengukir sejarah

Sungguh desa memberi kekuataan dan cahaya

Bagi pemuda dan pemudi meraih cita

Tegap dan yakin melangkah kaki

Dengan harapan meraup ilmu dan perubahan

untuk membangun desa nun jaya

Walaupun jauh dari desa…

Bahkan sepenggal

warna-warni, keindahan, keasrian dan kedamaian

Embun pagi, matahari pagi dan suasana petang hari

Di desa

Selalu hadir dalam sanubari anak desa

Yang tak dirasakan di tengah kota

Menjunjungi tinggi individualisme dan matrelisme

Sangat berbeda dengan nuansa desa

masih menjunjung

Gotong royong, kebersamaan, silaturahmi dan kebudayaan.

Kini ku benar-benar rindu dengan desa…

Rindu pada…

 Awan pagi yang menyelimputi puncak gunung dan perbukitan

Rindu pada…

Aktivitas yang terjadi pada masyarakat desa

Yang menyapa dan menolong dengan ketulusan dan cinta

Bahkan tak pernah jeda untuk jatuh cinta dengan desa…

biarlah rindu dan cinta pada desa

melebur menjadi sebuah kekuatan

Dalam bergantian masa

Kata Dalam Bingkai


kata mutiara dibingkai dalam bingkai begitu indah. semoga dibalik kata-kata dalam bingkai ini mampu memberi semangat dan kekuataan untuk melangkah menggapai mimpi dan sebagai media renungan untuk kita semua. karena kata-kata mampu menggubah kehidupan orang dalam satu detik, sejam, seminggu bahkan saat ini juga. Seperti kata pepatah kata mutiara lebih bermakna dan bermanfaat dibanding secara lisan.

KESABARAN ITU INDAH


Kesabaran itu indah

Seindahan mentari terbit diufuk timur

Memberi cahaya kepada seluruh isi bumi

Sehingga merasa kesejukkan pada makhluk memiliki cinta

Kesabaran itu indah

Seindah surah  Al-fatiha

saat dilafazkan ketika sholat oleh Imam

Sehingga merinding yang mendengar dan meneteskan air mata

Kesabaran itu indah

Seindah   perjalanan menuju objek wisata

Untuk menglihat keindahan fanaroma cipta ilahi

Sehingga merasa terkagum-kagum dan istiqfar

Kesabaran itu indah

Seindah lukisan awan  dikala sore hari

Seindah bunga dihutan tropis

Seindah air mengalir

Seindah hempusan angin

Seindah menutup aurat

Seindah irama music

Seindah senyum  anak kecil

Seindah  didikan orang tu

keindahan alam nan klasik dan etnik..hmmm


sunset,,,,,

istana merdeka

sunset,,,,,

sunset dibalik dedaunan

indah butiran cahaya kemilauan keemasa itu....

ternyata fatomorgana alam itu sangat suasana mlm di malioborokawah domas-bandung (tangkuban perahu)bagus dan cantik untuk di dokumentasi

pulau irian jaya diawan...

pulau irian jaya diawan...

sungguh membuat hati akan terpukau milhat keindahan ilahi tersebut. sehingga membuat koe hoby untuk menjepret romantika alam tersebut.

purna diatas kota kembang...bandung ilike city hmmm

purna diatas kota kembang...bandung ilike city hmmm

di selat sunda merak

di selat sunda merak

PICT0591

mentari pagi dicianjur

mentari pagi dicianjur

%d bloggers like this: