Jangan Tertipu Kehidupan Dunia


Hari ini, Anim memutuskan makan di kafe banyak digemari generasi millineal. Teramat sering melihat photo kafe ini diruang social media.  Wajar generasi millineal tertarik dan betah berada dikafe ini, karena setiap sudut kafe terdesain dengan kekinian. Hal kekinian merupakan hal sangat disukai dan dipuja-puja oleh generasi millineal. Meskipun tidak sesuai dengan konsep kearifan lokal. Siapapun berada dikafe ini tentu akan akan terpesona dan terlena keindahan dari konsep yang diusung. Kedatangan Anim dikafe ini, bukan terprovokasi oleh photo-photo millineal di ruang sosial media yang bertaburan, melainkan sudah lama berniatkan kesini namun momentum belum tepat dan tidak alasan kenapa harus berada dikafe ini.

Sampai dikafe bernuansa westten klasik, sekitar jam tiga lewat 15 waktu Indonesia bagian barat. Selama perjalanan menuju kafe, pikiran Anim terbang entah kemana-mana. Sesekali terpikir dengan bundo kandung dikampung, kemudian muncul pula dengan cita-cita besar masih berusah untuk diwujudkan. Kendatipun pikiran jauh kemana, tapi masih fokus melihat jalan yang dipadati oleh kendaraan.  Kehadiran Anim dikafe ini tak lain tak bukan untuk memenuhi janji pada dirinya, telah menyelesaikan proposal penelitian dengan nilai sangat pretesius. Mengarap proposal penelitian ketika jiwa tergoncang begitu dahsyat oleh perasaan dan saat harus bertarung dengan rasa sendiri dalam mencari solusi demi ketenangan batin.

Setelah Anim menghabiskan menu dipesan dan Satu jam kemudian…

Tiba-tiba ada tamu Kafe berombongan dan membuat mata Anim tertuju pada mereka. Sejak turun dari mobil hingga duduk ditempat yang telah mereka pesan, tak berhenti mengalih pandangan.  Bagaimana tidak Anim menoleh pandangan pada mereka, karena kehadiran mereka sangat boombastis. Apalagi yang melekat atau dibawa mereka semua membuat mata perempuan lapar mata secara serba indah dan branding. Tas lagi trands, sepatu dengan highhell begitu tipis, warna baju nan cerah, dan dihiasi kacamata. Syukurnya tak pakai celena ketat tapi kompak pakai rok levis.  Wanita mana tak suka dengan bawaan ibu-ibu couple tersebut.

Sepertinya bukan Anim saja yang melirik mereka. Akan tetapi meja nomor enam dan meja nomor satu ikut melirik. Kedua meja tersebut berjarak tiga meja dari Anim duduk. Semari menyentuh tab Anim, diam-diam menyimak pembicaraan mereka yang serba duniawi, yang tak jauh dari dunia wanita dan terdengar juga sesekali mereka membicarakan anak-anak mereka sekolah favorit.  Pembicaraan hangat mereka ditemani dengan makanan bertumpukan dimeja. Sepertinya rombongan ibu copule itu sengaja pesan makanan dengan porsi banyak. Satu orang ibu memesan 1 hingga 3 jenis makanan. Namun tak bisa terlihat jelas menu apa yang dipesan oleh ibu-ibu couple. Saat menu telah terhidang ada beberapa ibu-ibu couple minta diphotokan dengan latar menu makanan yang telah dipesan. Bahkan sampe tiga kali ketawa mereka pecah dan membuat sebagian tamu yang lain melirik pada mereka. Ntah apa yang mereka ketawakan.

Tiba-tiba hati kecil mengeluarkan pertanyaan. Beginikah ibu-ibu masa kini!!! Dan ibu-ibu hidup diperkotaan. Jujur dan sungguh Anim belum bisa memahami apalagi mengerti tingkah para rombongan ibu-ibu berbaju couple tersebut. Entahlaahhhh….mungkin dunia Anim dan Ibu-ibu couple tersebut terlalu berbeda jauh ibarat kota dengan desa. Ibarat samudra dengan sungai. Ibarat pesawat dengan bejak. Sehingga membuat Anim geleng kepala berulang-ulang.

Seusai Anim memberi pertanyaan pada diri sendiri dan belum terjawab pertanyaan sendiri. Tercenggang dan menarif nafas “uuppssss” secara pelan-pelan.

Melihat ibu-ibu rombongan tersebut berphoto gruoppi  |photo bareng| tak kalah dengan anak-anak remaja atau para gadis kekinian. Suasana kafe semakin menjadi-jadi saling lirik-melirik. Walaupun rombonga ibu-ibu diamati oleh tamu yang lain. Mereka tak hirau dan malah cuek saja dengan terus tertawa dan seolah-olah kafe ini sudah dibooking mereka semua. Terkejut saja mengamati tingkah seorang ibu. Ibu yang menjadi madrash dan tauladan bagi generasi millineal.  Tapi diruang public mempertontonkan sikap seperti anak gadis dan generasi millienal. Tidak hanya itu, ada salah satu ibu dari rombongan ibu-ibu couple tersebut, cetus minta di”tag”kan. Berarti photo mereka sudah dipublish disosial media…. MasyaAllah…Anim mengerinyik dahi sesaat dan sambil meminjamkan mata. Tak tahu mau bilang apa lagi!!! Dunia emang telah berubah dan berbeda.

Betapa bersahabat dan update nya para ibu-ibu couple dengan jejaring. Sesunggunya perilaku begini jika ditinjau tingkat generasi dalam perspektif infomrasi adalah efek dari teknologi. Hampir semua para generasi silent sudah mengikuti perilaku generasi digital native, dimanapun berada dan apapun kegiataan sepertinya wajib dipublish kesosial media. Emang benar kata teman, sangat susah mencari orang tak mau mempulish kegiataan atau photo disosial media. Mereka-mereka masih mempertahankan prinsip untuk tidak mempublish photo atau memanjang photo diruang sosial media adalah orang istimewa.  Seketika itu juga, teringat dengan mahasiswa Anim, karena gaya photo dan tingkah para ibu-ibu couple tersebut tak jauh beda dengan mahasiswa…”lagi-lagi Anim geleng kepala pelan-pelan dan terus menunduk kepala”. Ya Allah, jauhkan kami dan siapapun ingin berbaiki diri dari bersikap seperti itu, bukan kah kami adalah sebagai calon ibu dan tauladan bagi generasi Millineal.

Sehingga Anim kembali bertanya dengan diri sendiri. Siapa mereka dan apa profesi meraka? Begitu pedenya dan tak menghirau dengan lirikan mata tamu kafe yang lain. Mungkin mereka ini adalah komunitas arisan, rombongan pengajian, istri para pejabat atau meraka adalah kaum sosialita KW….|Anim berspekulasi dengan diri Sendiri|

Sebetulnya bukan kali ini saja, Anim menyumpai para ibu-ibu modern bergelayat begitu dan ini untuk kesian kali berjumpa. Apalagi Anim sudah hidup didua kota besar. Hanya saja dengan orang yang berbeda-beda dan lokasi yang berlainan. Namun kesamaan tetap saja mengedepankan keindahan dunia. Selama satu jam kurang,  Anim menyuri pembicaraan mereka dan tak ada satupun keluar kalimat atau pembicaraan bernuansa keagamaan. Semua pembahasan seputar tas branding, pakaian serba lux, dan pembicaraan seputara harta maupun jabatan. Seketika mulut Anin langsung berujar apakah ini lah dunia…. Penuh dengan permainan dan senda gurau???

Oh Tuhan, kenapa hari ini Engkau bersuakan dengan ibu-ibu modern ini!!! Hikmah apa hendak Engkau berikan pada Anim. Atau ada maksud yang lain Rabbi. Sesungguhnya ini adalah fenomena sosial. Bila Anim melihat ini dari sudut teori sosial adalah hal lumrah. Jika Anim mengamati dari sudut agama, etika dan budaya. Ini sungguh tak biasa. Setidaknya pertemuan para-para ibu-ibu couple mengingat Anim tentang dunia penuh dengan sendau gurau dan membuat manusia terlena atas keindahan-keindahan yang semu sehingga lupa kehidupan sesungguhnya. Sebagai Engkau jelaskan dalam Surah Ankabut ayat 64 “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Sungguh benar Rabbi, apa yang Engkau jelaskan dalam Al-quran terjadi pada kehidupan manusia. Seperti Anim jumpai hari ini tentang dunia penuh permainan, sendau gurau dan penuh tipuan belaka. Hari ini, Anim paham bahwasanya tidak hanya ayat-ayat dalam Alquran saja harus ditaburi. Melainkan perjalanan kehidupan disekitar kita, begitu banyak mengandung pelajaran yang mengantar manusia menjadi bijak dan berpikir. Bahkan meyakini setiap perjumpaan dan pertemuan dengan siapapun selalu terkandung hikmah bagi mereka yang berpikir serta mau mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Semua Sisa untukNya


 

Bismillah…

Tadi sore mendapat taujih dari group ODOJ (One Day One Juz), padahal dikirim setelah asar dan baru bisa kebaca setelah magrib sebab sesampainya dirumah tiba-tiba seluruh tubuh mengigil. Mungkin rendahnya suhu tubuh dipengaruhi seharian diruangan ber-AC, selama dalam ruangan sangat adem tanpa menggunakan jaket, dan biasanya berada disuhu dingin harus menggunakan baju tebal. Taujih terse

Semua sisa untukNya

but diperoleh dari ustad kondang dari tanah pasundan (KH.Abdullah Gymnastiar) yang menjelaskan mengapa manusia banyak memberi “SISA” pada pemilik jiwa manusia.

Sholat hanya sisa kesibukan, sedekah sisa belanja dan jajan, zikir sisa ngobrol, membaca Al-quran sisa SMS/BBMan, mencari ilmu sisa main dan jalan-jalan, pokoknya serba sisa-sisa-sisa…!!! Sungguh kita terlalu bersikap seperti itu.

Perlu kita bertanya dengan dirisendiri, perlu komunikasi dengan dirisendiri dan ada apa dengan kita sehingga teruntuk Allah selalu kebagian sisa. Sedangkan yang berkaitan dengan dunia selalu diutamakan, diprioritaskan dan selalu tepat waktu. Apakah benar jiwa kita sudah dipenuhi tujuan dunia, apakah benar uang adalah segalanya, apakah benar jabatan dan pekerjaan membuat kita lupa untuk memujiNya. Tanyalah dengan penuh kekhusyukkan, ketenangan dan rasa menyesal “Mengapa hanya memberi SISA teruntukNya”!!!

Padahal Allah mengaruniakan segala yang terbaik untuk kita siang dan malam. Padahal kebahagiaan, keselamatan, dan kemulian sepenuhnya ada dalam genggamanNya. Jika Allah sudah berkehendak begitu mudah mengatakan Kun Fayakun, bukankah bumi dan seisinya adalah tentara Allah. Padahal musibah dan kematian kian dekat. Padahal segalanya pasti diperhitungkan apa yang telah kita kerjakan dan pasti ada balasannya yang setimpal.

Apakah kita tidak rindu mendapat keberkahaan dariNya, apakah kita tidak ingin dimuliakan oleh Allah dunia dan akhirat, apakah kita tidak menginginkan surgaNya yang berlimpah kenikmatan tidak sebanding dengan kenikmatan dunia, apakah kita tidak  ingin ketenang jiwa dengan berbanyak mengingatNya, apakah kita tidak berharap menjadi golongan yang diselamatkan nanti di yaumil akhir dan apakah tidak rindu untuk bertemu dengan Rasullah SAW.

Mumpung masih ada waktu, mumpung masih ada kesempatan, dan mumpung badan masih sehat kita perbaiki itu semua. Utamakan waktu untuk beribadah padaNya, utamakan waktu untuk terus menambah ilmu pengetahuan, dan utamakan waktu untuk membantu sesama.

Ya Rabbi…Jangan jauh dari hamba yang sangat membutuhMu disetiap detak jantung, disetiap kaki melangkah, dan disetiap mata memandang.

Ya Rabbi…Maafkan ana begitu terlena dengan dunia, terlalu sibuk hal tidak berkepentingan, terlalu sibuk menghabis waktu yang membuat ana semakin jauh dariMu.

Ya Rabbi, jika ana terlalu jauh dari Mu berikan ujian padaNya agar bisa dekat dengan Mu, agar bisa khusyuk bersujud pada Engkau, Agar ketika berdoa padaMu mampu meneteskan air mata taubat. Agar mulut selalu melantunkan namaMu dan agar kaki ini melangkah pada tempat Engkau Ridahoi.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki  

Sengaja Allah persiapkan aktor-aktor antagonis dan protagonis di dalam kehidupan kita


Bismillah

Sengaja Allah persiapkan aktor-aktor antagonis dan protagonis di dalam kehidupan kita

Sengaja Allah persiapkan aktor-aktor antagonis dan protagonis di dalam kehidupan kita

Sesungguhnya Allah sudah mempersiapkan actor antagonis dan protagonis dalam perjalanan hidup manusia, terkadang kita menemui actor-aktor tersebut ditempat tak pernah terkira, ditempat tak pernah terpikirkan, terkadang actor tersebut orang terdekat maupun orang tak pernah dikenali. Terkadang pula actor tersebut membuat kita bahagia diluar nalar manusia, terkadang actor tersebut membuat kita dipuji maupun diangkat dejarat, terkadang actor tersebut membuat terasa terhina-hinanya dan terkadang pula actor tersebut membuat kita sedih begitu mendalam.

Untuk itu agar kita mampu menghadapi actor antagonis dan protagonis. Kita harus siap mental, siap ilmu, siap iman, siap kesabaran, siap keikhlasan dan pasti selalu memohon pada Allah. Agar siapapun yang kita temui dalam perjalanan dan medan kehidupan, mampu kita takluk dengan kesantunan berlandaskan iman dan ilmu.

jika dalam medan kehidupan ini, kita tak mempersiapkan bekal!!! Kita akan mengalami shocking, kita mengalami kesedihan berlarut, kita akan membenci kehidupan, kita akan menjadi orang-orang lemah, kita akan menjadi malas untuk berjuang, dan kita akan lupa kehidupan selanjutnya.

Orang yang menyakitmu adalah orang dipinjam untuk membentuk dewasamu.bila membencinya berarti menolak rencana pendewasaan yang telah dirancang Allah untuk mu. untuk menjadi dewasa tidak bisa hasil harapan, tetapi hasil dari proses bentukan. Bentukan dari rasa sakit.

Orang yang mencintaimua adalah orang dipinjam untuk membentuk jiwa kasih dan cinta. Bila mencintainya berarti menerima rencana harmoni yang telah dirancang Allah untuk mu. untuk menjadi jiwa penuh cinta tidak bisa hasil dari pribadi sendiri, tetapi hasil dari proses bentukan orang lain mencintai kita.

Pada dasarnya kita membutuhkan kedua peran tersebut dalam kehidupan, agar kita mengetahui sejauh mana kita menjadi pribadi yang kuat, mengetahui apa kita sudah mampu hidup dengan cobaan, apakah kita bisa menerima ketentuan begitu berat dan bisakah kita meniru cinta meraka semaikan untuk kita.

Ketika menemui kedua actor tersebut maka sambutlah dengan cinta dan ikhlas. Jangan pernah kita membenci kedua actor tersebut, sesungguhnya kedua actor adalah cara Allah mendewasakan jiwa, mendesawakan pikiran, mendewasakan sikap kita menjadi pribadi-pribadi dicintai, pribadi penuh semangat, pribadi pantang menyerah dan pribadi siap dihina maupun dipuji.

Tinggal cara bagai mana kita mensikapi kedu actor tersebut!!! Apakah kita mensikapi dengan hal tak wajar atau mensikapi dengan kebijaksanaan.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Menulis jejak


Bismillah…

Jika pembaca blog Inspirasi BeraniSukses pernah menonton video tentang mengukir jejak maka akan tahu arahan tulisan yang ukhti tuliskan. Tapi pembaca belum sempat menonton maka ukhti akan memberi gambaran secara singkat bahwa dalam video tersebut mengambar tentang impian besar mahasiswa kampong memasuki area kampus terkenal di Indonesia.

Pemuda beridentitas mahasiswa dengan yakinnya ingin mengukir jejak melalui 100 mimpi besar yang ditulis dalam buku diari kemudian digantung dikamar kosan. Secara kasat mata dan pandangan manusia mimpi tersebut tidak mungkin karena pemuda tersebut bukan katagori orang kaya, dan pintar hanya mahasiswa biasa memiliki tekad untuk mengukir jejak agar dapat menginspirasi siapapun nantinya.

Ingat pembaca nothing imposibble in the word, so your must bigdream because Allah always hearing, near with you.

Dengan bismillah pemuda tersebut mencatat dan visualiasi terus impian besar tersebut serta dibarengi dengan ACTION. Berjalan dengan putaran bumi, jam, pergantian siang menuju malam dan tahun ketahun mimpi besar tertulis tersebut semakin terwujud walaupun untuk mewujud tersebut dengan pengorbanan luar biasa.

Masih ingat pembaca bahwa orang sukses selalu dibareng kegagalan, pengorbanan dan tidak ada orang sukses dunia tidak mengalami gagal, cacian, dizholimi.

Singkat cerita mimpi besar tersebut sebagian telah terwujud diwaktu yang tepat dan pantas untuk diperoleh.

Setelah ukhti dan myfrends menonton video tersebut ukhti langsung bergegas, berkeinginan juga untuk mengukir jejak. Melalui bigdream tersebut pula ukhti termotivasi, terinspirasi, tergugah, terdorong, terpecut, terbakar semangat dan tertekun untuk mengukir jejak dengan ridho Allah.

Ukhti sangat meyakini jejak yang ukhti lukis, sulam, rajut, ukir adalah jejak dibawah pondasi Ilah, keberkahaan dan mampu menjadi inspirasi to the next generation. “Allahuma amin”

Bagi pembaca inspirasi BeraniSukses ayo segera ukir jejak kehidupan kita dan mau dibawah kemana hidup kita jangan sampai yourlife just fun and unmeaning. Ukhti saran searching diyoutube video tersebut insyallah setelah menonton diyakini anda akan berubah dan terlahir kembali “reborn”

BestRegard

Inspirasi BeraniSukses

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Wanita dan Hedonisme


Jika kita melirik media masa, siaran televisi dan majalah saat ini, luar biasa menyuguhkan acara-acara sangat tidak bermanfaat, konyol dan tidak mendidik terutama untuk kaum hawa “wanita”. Malah sebaliknya para wanita diberi ruang untuk mengubar aurat dengan penuh kepercayaan tingkat tinggi untuk memperoleh predikat tersebut. coba saja kita melirik sejenak acara apa saja yang membuat wanita jauh dari konsep islam mulai dari reality show hingga sinetron. Berikut ini adalah salah satu contoh acara “Miss Indonesia, Miss sinetron,  putri ponds, putri sampul, putri shampoo” itu hanya sebagian contoh dari sekian banyak acara realty show yang ditayangkan di televisi. Di acara tersebut kaum hawa diharapkan tampil seseksi mungkin, secantik mungkin dan  menggunakan pakaian yang sangat mini alias mengikuti kaum Yahudi….”Astafirullah”

wanita dan hedonis

Menurut masyarakat umum ajang tersebut sangat amazing dan bergensi bahkan hal tersebut juga di support oleh keluarga mereka. Ironisnya lagi ajang tersebut dari tahun ketahun selalu meningkat peminatnya dan mendapat tempat special di hati masyarakat.  Bagaimana tidak mendapat ruang special di masyarakat? karena acara tersebut dikemas dengan selegan mungkin, waah, dan dahsyat. Factor utama mendorong meningkatnya minat masyarakat adalah famous (ketenaran), dan financial (materi). Kemudian acara tersebut di iming-iming dengan hadiah yang sangat fantastis, misalnya mobil, uang tunai, tiket tour, rumah dan sebagainya.

Otomatis ajang tersebut mempengaruhi persepsi, perspektif dan pola pikir kaum hawa dalam menata kehidupan. Sehingga apa yang terjadi pada wanita sekarang yaitu rajin kesalon, perawatan, putik, happy fun, karoeke dan mall merupakan tempat harus dikunjungi tiap hari, minggu atau bulanan demi atas nama “Kecantikan dan kesenangan”. Hal ini pula merupakan muara terjadi masyarakat hedoniesme, materialisme dan jauh dari Tuhan. Menurut Collins Gem (1993) dinyatakan bahwa hedonisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting dalam hidup. Atau hedonisme adalah paham yang dianut oleh orang-orang yang mencari kesenangan hidup semata-mata (Echols,2003). Mayoritas wanita berlomba dan bermimpi untuk bisa hidup mewah. Berfoya-foya dan nongkrong di kafe, mall dan plaza. Ini merupakan bagian dari agenda hidup mereka. Barangkali inilah efek negatif dari menjamurnya realty show yang tidak mendidik yang lebih mementingkan famous dan financial.

Sedangkan gaya hidup hedonisme sama sekali tidak sesuai dengan tujuan pendidikan bangsa kita. Tujuan pendidikan kita adalah menciptakan kreatifan, inovasi, dan ketuhanan yang maha esa. Ajaibnya lagi, malah hedonisme sudah dianggap sebagai culture and habbit timur. Hedonisme, terus terang tidak akan pernah memberikan kepuasan dan kebahagiaan. Ibarat minum air garam, makin diminum makin haus. Lebih parahnya lagi banyak wanita tidak mensyukuri bentuk tubuh mereka dan rela mati-matian operasi plastic, menurut mereka cantik adalah putih, tangan yang lembut, wajah yang bening, baju yang bermerek. Ini dilakukan demi atas nama kecantikan, ketenaran dan kebahagian sesaat. Sedangkan cantik bukanlah dilihat atau dinilai dari fisik semata tetapi dilihat dari cantik hatinya. Hati yang cantik dibentuk oleh kedekatan hati dengan Ilah. Terkadang wanita tidak menyadari bahwa dia adalah mahluk paling terindah  Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita: Dia lupa betapa berharganya dia…

Bagi yang belum terlanjur menjadi pengidola realty show “hedonis” maka segeralah balik kiri, berubah seratus delapan puluh derajat. Bahwa menjadi wanita sholeh lebih elegan dan menawan baik dimata Manusia apalagi di mata Tuhan, saatnya bagi wanita kembali untuk menyuburkan akar-akar spiritual- kembali ke jalan Ilahi, hadirilah majelis zikir (ilmu), berbanyak membaca Al-quran dan pahami makna-makna dibalik ayat Al-quran, terus kembangkan skill “keahlian”, tumbuhkan jiwa kepekaan social buang jauh jauh karakter menjadi orang famous yang mengubar aurat. Bukan berarti tidak boleh dan dilarang wanita menjadi terkenal, boleh terkenal tapi melalui jalan Kecerdasan, dan professional keilmuan bukan dengan cara erotis tersebut.

Dan berbahagialah wanita setiap hari sibuk menata kecerdasan emosional dan intelektual, ikut kajian dimana-mana, aktif berorganisasi, aktif menulis, dan membaca. Karena pada zama pascamoderisasi dibutuhkan wanita memiliki kepribadian yang mampu menata emosional, tenang, sabar dan kreatif thinking. Jika wanita terkenal dengan keilmuannya akan dikenang oleh sejarah sedangkan wanita terkenal dengan kecantikan semata hanya dihargai sesaat.

Keteduhan jiwa menikmati proses hidup


Coba untuk menikmati proses kehidupan setiap episode dan rotasi bumi melalui ikhtiar semampu koe dalam menjalani kehidupan penuh misteri. Dengan kemestirian itulah koe mengantungkan semua harpan pada pemilik bumi cinta. Walaupun terkadang jiwa merasa kesunyian yang luar biasa, terkadang merindukan indahnya dekapan keluarga dalam menyambut serta menami sinar metari pagi hingga bergantian malam. Akan tetapi dekapan itu hanya angan belaka karena berada jarak jauh dengan keluarga tercinta. Namun dekapan hanya bisa dikenang setinggi embun melayang dihamparan bumi, seindah bunga yang dirangkai serta aweti di parkgarden, bahkan sesuci air mangalir di hutan nan rimbang.

Semakin Rindu, sepi, dan sunyi serta dipadati kegiataan perkuliahan semakin jiwa terguncang oleh segala rasa itu. Bahkan membuat arah buram, entah mau menuju kemana arahan blur itu. Melangkah kesana-kesini hanya untuk menghilangkan rindu “pelarian” agar tak teringat dengan keluarga. Senyum hanya sebatas gerakkan mulut bukan pure mengwakili perasaan gembiran “kamuflase rasa”. Walaupun semua dilakukan hanya kepura-purakan tetapi masih tetap semangat menikmati proses hidup ini. Karena lewat proses ini Allah dalam menguji koe sejauh mana bisa menikmati keadaan baik saat sedih, sunyi dan rindu. Serta  lewat proses ini Allah sedangkan mematau koe apakah bisa dan bagaimana menyikapa segala hal yang terjadi dengan bijaksana.   Sangat bersyukur karena lewat proses dengan berbagai terasa dalam hidup ini membuat semakin dekat atau mendekati diri dengan Allah. Sebab rasa rindu, sunyi dan sepi hanya mampu koe tuangkan pada Allah lewat Shalat dan tartil Al-quran.

Allah…

Disetiap hari koe menggadahkan tangan pada Engkau

Karena koe yakin Engkau tempat paling tepat untuk mencurahkan

Cukuplah Engkau yang tahu…

Cukuplah tetesan air mata yang jatuh

ketika hamba berdoa merupakan identitas rasa dan syukur koe pada Mu

Cukuplah ritual hari-hari koe sebagai upaya untuk melawan sunyi dan menikmati proses.

Walaupun terkadang terbisik juga untuk mengalah dengan proses ini

Tapi atas kekuataan dan ketenangan yang hadir semakin membuat koe semakin menikmati segala yang terjadi…

 

Proses ini akan mekar indah dan berakhir dimuara cinta penuh dermaga kesamaan rasa.  Proses ini banyak memberi pemahaman tentang artinya keberadaan Mu “ALLAH”. Walaupun telah semaksimal mungkin untuk menikmati indahnya, entah kenapa tetap saja titik resah hadir karena takut pengharapan tidak seindah proses dijalani.

 

Ya Allah…

Setiap pengharapan tenggadah pada Mu

Adalah bentuk ketergantungan diri ini dengan zat Engkau

Tetap mensyukuri dan menikmati irama proses yang ditetapkan

Teduhlah jiwa koe menjalani ini semua…”Allahuma Amin”

 

Proses kehidupan dikota pendidikan menuju darmaga cinta “yogya city”

Kehidupan Religi Dalam Budaya


 

Kilau fatamorgana menggoda para penempuh perjalanan

Sering manusia tergoda akan keindahan warna-warna dibalik fatamorgana

Seindahan apapun fatamorgana hanyalah ilusi optik bersifat fisiologis.

Fatamorgana merupakan daya tarik bagi para penempuh perjalanan kehidupan

Terkepung akan kebebesan, liberalisme dan emansipasi semakin mengagumkan

Karena semua itu dikemas serta dirangsang oleh nafsu dunia

*****

Jangan dihiraukan semua kilau memesona

Mampu menghacurkan serta meretakkan kehidupan sisi agama dan budaya

Menjauhkan  kita dari agama, norma-norma dan nilai-nilai tradisional

sehingga agama dan budaya dalam kehidupan semakin blur bahkan musnah

******

Wahai penempuh berjalan yang panjang…

Tetaplah teguh menggengam agama dan budaya…

Jika agama dan budaya telah bertahta dalam hati sanubari kehidupan

Sekuat apapun sentero kemaksiatan menghadang dengan bungkusan begitu elegan

Mampu memproteksi dan melindungi kepungan dari perjalan panjang ini

******

wahai penembuh perjalan…

Jangan takut terasa terbelenggu dengan aturan agama dan budaya

Sesungguhnya falsafah dan nilai terkandung begitu menawan

Membentuk  kita sebagai penempuh perjalan penuh etika dan estotika

Sehingga bumi dan seisinya merasakan kesejukkan dari perjalanan kita

*****

Agama dan budaya adalah sebuah keniscahayaan dalam perjalanan kehidupan

Dibalik keniscayaan ada batasan-batasan ruang dan waktu

Dalam menghindar ketertipuan oleh kilau fatamorgana

Kehidupan agama dan budaya…

Adalah faktor keseimbangan dan intergarasi dalam perjalanan kehidupan

kehidupan agama dan budaya …

membentuk kedamaian dan ketenangan batin

sehingga menjadi akar kebahagian dunia dan akhirat

*****

Memang tanpa agama dan budaya

perjalanan hidup manusia bisa kacau

terjebak dalam kesesatan yang menyengsarakan.

Tanpa agama dan budaya para penempuh perjalanan panjang

akan terkecoh oleh gemerlap fatamorgana yang menggoda

******

Mari para penempuh perjalan panjang

kita semai dan benihkan kehidupan kita dengan agama dan budaya

agar hidup ini membentuk pelanggi nan indah dan terang

Dengan pondasi agama dan budaya

Maka terbingkai satu ramuan cinta nan asli dari perjalan panjang

*****

 

by: Ukhtisholiat….

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

%d bloggers like this: