Muslimah Dan Jilbab


“Cantik, subhanallah..,” desis Aisyah sambil membolak-balikkan majalah wanita bernuansa Islam yang harganya cukup mahal. Dikarenakan edisi lux sehingga menampilkan tampilan-tampilan gambar yang sudah indah menjadi begitu indah. Hampir sepertiga isi majalah menggambarkan wanita cantik berkulit putih atau kuning atau sawo langsat yang semuanya berjilbab, dengan aksen jilbab yang menarik, diuntai kebelakang, ditarik ujungnya ke samping, lalu dipuntir ke atas membentuk sebuah bunga. Dan dengan polesan make up yang memang tidak begitu menor, menambah kecantikan sosok muslimah berjilbab.

Tinggi semampai, memakai gaun yang panjang dan jilbab yang menutupi seluruh rambut dan leher, dan dimasukkan ke dalam baju, atau bila tidak ujungnya diputar ke belakang sehingga bagian dada tetap telihat membusung.

Aisyah bingung melihat gambar sosok muslimah berjilbab dengan kain yang manis warna warni namun menurutnya kenapa tidak syar’ie.. hmmmm..

Aisyah semakin bingung ketika melihat film sinetron televisi di bulan ramdahan ini. Menurutnya banyak sekali wanita berjilbab yang memenuhi tayangan sinetron, beriklan ataupun sekedar bernyanyi di layar televisi dengan menggunakan jilbab yang jelas cantik dan dengan memakai kerudung yang berwarna manis, seringkali membuat sang artis dan foto model di media menjadi bertambah anggun dan cantik serta manis, selain lebih kelihatan Islami.

Memang sudah jelas, apapun yang dipakai oleh sang model maupun artis, bila sudah terlihat manis dan menawan membuat banyak sekali wanita muslimah yang mengikutinya. Hal inilah yang membuat hati Aisyah merasa miris. Mengapa banyak sekali muslimah memakai jilbab yang tidak sesuai dengan ketentuan Al Quran. Bukankah Al Quran sudah menunjukkan ketentuan memakai jilbab, yaitu panjang dan tutupi dadamu, jangan diatas dada.

Namun mengapa ketika muslimah sekarang memakai jilbab, cenderung di atas dada. Apakah hali ini didasari dengan alasan berproses..? atau khawatir terlihat kurang modis, kurang cantik? sehingga dengan mode yang ada sekarang, muslimah berjilbab cenderung menggunakan jilbab pendek. Selain itu saat ini jarang sekali ada ceramah dari para ustadz/ ustadzah yang mengungkapkan batasan-batasan penggunaan jilbab.

Aisyah hanya berpikir singkat; “dalam malaksanakan syari’e sebuah syariat, sebetulnya tidak mengenal proses.” Lihat saja seperti sholat, untuk sholat dzuhur sudah ditentukan harus 4 rakaat, lalu tidak bisa dengan alasan berproses maka sholat dzuhur dilakukan hanya 2,5 rakaat dulu, bila imannya bertambah, maka sholat dzuhur jadi 3 rakaat dan 2 tahun kemudian baru genap 4 rakat. Islam tidak pernah mengajarkan hal seperti itu, begitu pula dengan hukum memakai jilbab, bila Allah sudah menetapkan harus panjang melampaui dada, maka lakukanlah!!

Jangan berpikir proses, karena khawatir jilbab yang sudah kita pakai terkadang masih membuat kita menjadi kepanasan dan keringatan. Jangan sampai hanya karena kita tidak melaksanakan sesuai dengam syari’e-nya, maka akan membuat ibadah kita dalam memakai jilbab tidak diterima oleh Allah. Maka bila masih memakai jilbab diatas dada, segera panjangkanlah jilbabnya sampai di bawah dada. Tanggungkan, ulurkanlah sedikit lagi maka muslimah akan nampak tetap manis dan syari’e sesuai dengan ketentuan Al Quran dalam surat Al Ahzab,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [*] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS Al-Ahzab : 59]

[*] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Note:

Terinspirasi ketika melihat banyak sekali remaja putri yang memakai jilbab namun pendek diatas dada sehingga hmmm… tetap membentuk tubuh terutama bagian-bagian yang harus ditutupi. Apalagi terkadang mereka sholat tidak menggunakan mukena, langsung sholat dengan jilbab pendeknya dan alhasil rambutnya keluar-keluar ketika ruku.

Melihat trend mode jilbab sekarang yang jelas tidak syar’ie, apapun alasannya, karena Al-Quran menyuruh untuk : ”ulurkanlah sampai bawah dadamu, titik, tidak pakai koma, tidak pakai proses dan tidak pakai protes…!!! maka pakailah jilbab sampai ke bawah dadamu. “Allah yang suruh lho, saya hanya mengingatkan saja, so jangan marah pada saya ya.”

Sumber:kafe-muslimah

CATATAN SEORANG PRIA


Tahukah kamu, mengapa saya suka wanita yang berjilbab?jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan, bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini, mulai diari keluar pintu rumah hingga kembali masuk lagi dan kamu tahu? Di kampus tempat saya seharian disana. Kearah manapun saya memandang selalu membuat mata sya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, yaitu mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.

Melihat kedepan, ada perempuan berlenggok dengan seutas Tank Top. Menoleh ke kiri, pemandangan “pinggul terbuka” menghindar ke kanan, ada sajian “celana ketat plus you can see”. Balik ke belakang dihadang oleh “dada menantang”. Astafirullah, kemana lagi mata ini harus mamandang?

Kalau berbicara tentang “nafsu”, jelas saya suka. Hal ini seperti di atas, itu mah kurang merangsang. Tapi sayang, saya tidak ingin hidup ini dibalut oleh nafsu. Saja juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita, bukan sebagai objek pemuas mata, tapi sebagai sosok yang anggun mempesona, dan kalau dipandang, bikin sejuk dimata. Bukan paras yang membuat mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres”, dan hati pun menjadi keras.

Andai saja wanti mengerti apa yang dipikirkan seorang laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki dengan asset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasarkan kata dasarnya adalah penuh daya terik seks. Kalau ada wanita yang dikatakan seksi oleh para lelaki. Jangalah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah, dihormati dan dihargai, semestinya kita malu. Karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi kita, membayangkan kita sebagai objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap kita melalukan lebih seksi. Lebih dan lebih lagi. Dan kita tahu, kesimpulan apa yang ada dala benak sang lelaki? Kesimpulan yaitu kita bisa diajak untuk begini dan begitu, alias “gampangan”.

Mau tidak mau, sengaja atau tidak, kita sudah membuat diri kita tidak dihargai dan dihormati oleh penempilan kita sendiri, yang kita sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu buruk terjadi pada diri kita, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, plecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin kita menjawab lelaki, bukan? Betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simple saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi bang bagus itu gratis, pasti semua orang akan berebut menerima. Nah, apa bedanya dengan kita menawarkan penampilan seksi pada khalayak ramai? Saya yakin, siapa yang melihat pasti ingin mencicipnya.

Begitulah seharian tadi, saya harus menahan penyiksaan mata ini. bukan hanya hari insi saja, tapi seperti itulah rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mu protes kemana? Apakah saya harus menikmatinya? Tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang emberi mata ini. bagaimana nanti saya mempertanggung jawabkannya? Sungguh, suatu dilemma yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Ta’ala telah berfirman, “katakalan kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandannya dan mememlihara kemaluannya.” (QS.An-nu, 30-31)

Jadi tidak salah bukan, klau saya sering berdiam diri diruang kecil ini, duduk di depan computer, menyerasp sekian juga electron yang terpancar dari monitor? Saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tidak bisa mempertanggungjawabkan nantinya. Jadi, tak salah juga bukan, kalau saya paling malas di ajak ke mall, jjs, kafe dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian?

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilemma seperti saya ini. mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang menikmati, tetapi sebagaian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi kita para wanita, apakah akan selalu dan semakin menyiksa kami sampai tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk, kemudian terpaksa mengambil.

ENGKAU LEBIH CANTIK DENGAN JILBAB


Teman mari kita bersyukur dimana kita dikarunia dan dilahirkan dalam suasana islam (islamiah) yang penuh dengan perdamaian, cinta dan tatanan kehidupan mulai hal elemen terkecil hingga unsur yang luar biasa, sungguh begitu indah islam seperti begitu indah kerundung yang berwarni-warni berkibar saat disepoi angin yang melambai didaun niur.

Tidak semua orang teman merasa betap indah dan sejuk menggunakan jilbab, yang perlu kita ingat dan banggakan adalah hanya orang-orang terpilihlah merasakan cantiknya mengena jilbab sesuai dengan ajaran taudih ( menutup sendi-sendi yang telah ditentukan).

Teman jangan pernah kita untuk melepaskan mahkota islam kita dalam kabel-kabel pernapasan kita karena dengan jilbab kita akan mudah dikenal, cantik, anggun, dan penuh aura kecahayaan ilahi. Teman ku yakin niat untuk menggunakan jilbab ini adalah niat yang didasari oleh cinta pada illahi, kepasrahaan dan penghambaan jiwa untuk sangmaha agung dalam memperoleh keberkaan.

Teman kenapa ku mengatakan engkau lebih cantik dengan jilbab? Begitu banyak alasan antara lain:

(1) kita akan terjauhi dari sengatan ultraviolet yang siap membakar kulit-kulit putih yang selama ini telah direwatin tapi dengan jilbab bisa memback-sun tersebut

(2) kita akan dihormati sebagai seorang muslimah dimana jilbab yang kita kenakan akan menjaga dari perbuataan yang asusila karena tidak ada sedikitpun peluang orang untuk melalukan senonoh pada kita. Oleh karena itu gunakanlah jilbab secara sempurna yang tidak menampakkan leguk dan keluk tubuh kita,

(3) identitas muslimah semakin jelas dimana menggunakan jilbab identitas semakin mudah diketahui tanpa menunjukkan apapun pada orang lain secara otomatis akan memperlakukan kita sebagai seorang muslimah,

(4) lebih anggun dan lebih cantik manakalah telah menggunakan jilbab, kita akan merasakan tenang dan aman otomatis keanggunan serta cantik akan terpincar dari dalam (inner beauty),

(5) semakin termotivasi untuk baik dan shalihah dengan menggunakan jilbab kita akan selalu termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik serta ada gemurah di dalam hati akan senantiasa membisiki hati untuk mencari kebaiakan, menekuni kebaikan dimana dan kapanpun,

(6) kita susah untuk membuat dosa insyallah dengan menggunakan jilbab hati kita lebih mudah untuk ditata dan dikelola dan

(7) kita semakin terjaga dan selalu bisa istiqomah dengan memakai jilbab kita berharap bisa menjaga diri kita keputusaasaan semacam itu. Kita pun bisa senantiasa istiqomah di jalan Allah dan selalu dalam kondisi mukmin dan mukminah.

Teman mari kita mengajak teman-teman kita diluar sana yang masih senang mengobarkan auratnya, sungguh ini adalah tanggung jawab kita untuk membawa teman-teman agar mau dan merasa nyaman bahwa jilbab adalah aksesories wanita yang tak bisa ditinggalkan (kebutuhan). Indahnya mengenakan jilbab tentu ditentukan oleh sebarapa ikhlas kita mengenakan jilbab kita. Bila dalam hati kita dipenuhi perasaan berat, terkekang dan terpaksa maka tidak ada selintir pun rasa cantik dihati kita.

Teman kehidupan yang indah itu tidak akan ditentukan oleh keindahan fisik kita yang mempesona yang dapat memikat kupu-kupu yang berterbangan. Keindahan itu akan terbantul oleh hati kita. Selama hati kita rela dan ridho menjalanin kewajiban ini maka tak ada satupun kesedihan yang menyelimuti hati. jadi kita jalanin langkah dan jejak kehidupan kita dengan berjilbab secara kesuluruhaan yang dilandasi lapang dada, senang dan bahagia.

Teman selain itu dengan berjilbab keindahan dan kebahagiaan itu akan datang dari Allah SWT. Yakinlah bahwa Allah akan menganugrahkan kebahagiaann pada kita bila mana kita menjalankan perintah sesuai dengan al-quran dan hadist. Jangan khawatir dengan jilbab merasa kurang cantik, kepanasan, repot, terbeban dan terganggu serta terusik. Tapi cipta dan hipnotiskan pikiran kita bahwa hanya dengan jilbab membuat semakin cantik lahir batin tidak ada make-up paling cantik ampuh dan tertanding dengan jilbab cinta Ilahi.

%d bloggers like this: