Ketika Allah mewajibkan wanita menggunakan jilbab


Perempuan itu adalah aurat, maka apabila ia keluar dari rumahnya maka setanpun berdiri tegak (dirangsang olehnya) (HR. Tarmidzi)

Semoga ini Panggilan HidayahSeumur hidup dan ini untuk pertama kalinya mengujungi Lapas. Sebelum mengunjungi lapas sudah persepsi negative dengan tempat tersebut. Seakan-akan lapas adalah tempat yang seram, petugasnya yang tidak ramah dan penghuni yang sangat sadis. Jika boleh jujur tempat yang tidak disukai dan tidak ingin dikunjungi diantaranya lapas karena beranggapan orang-orang disana pasti tidak ramah setelah berkunjung dan berbagi taujih untuk ibu-ibu penghuni lapas. Persepsi itu runtuh seketika ternyata penghuni terlihat cantik, segar, tidak ada wajah surah bahkan petugas Lapas begitu akrab sehingga mampu membangun kedekatan yang begitu nyoossss. Kemudian terminal adalah tempat kedua yang tidak ingin dikunjungi sebab merasa orang-orang disekitar terminal adalah preman semua secara sudah rahasia umum bagaimana ganas preman secara pernah melihat secara langsung bagaimana gesekan antar preman terminal bahkan beranggapan orang duduk sekitar terminal adalah calo semua akan tetapi setelah menonton preman pensiunan persepsi tentang terminal mulai agak berbeda. Terakhir tempat tak ingin dikunjungi yaitu rumah sakit, padahal begitu banyak hikmah diperoleh dengan mengunjungi rumah sakit diantaranya mensyukuri betapa mahal sehat, dan disana tersadari untuk menjaga kesehatan. Entah kenapa ketiga tempat selalu diupayakan untuk dihindari.

Ternyata tempat yang dibenci, akhirnya berkunjungan kesana dalam rangka berbagi ilmu atau berbagi pengalaman sekitar jilbab untuk ibu-ibu penghuni lapas. Ini adalah scenario Allah yang sangat indah, pada akhirnya bisa bertemu ibu-ibu penghuni lapas dengan berbagai masalah Sedangkan faktor  utama membuat mereka hadir dilapas karena masalah narkoba. Nauzubillah minzaliq. Seperti data yang dipaparkan oleh pro Indonesia cabang Jambi bahwa hampir setiap hari sekitar 80 orang meninggal dunia gara-gara narkoba. Bahkan secara nasional dikatakan Narkoba adalah musuh nyata bagi masyarakat Indonesia. Selain masalah narkoba yang menjadi faktor ibu-ibu menjadi penghuni lapas masalah pembunuhan. Sungguh sadis bukan!!!

Kehadiran dilapas bukan membahas tentang narkoba melain berbagi pengalaman tentang hijab. Saat itu panitia mengangkat teman “cantik dengan jilbab”.  Dan pertama bertemu dengan ibu-ibu penghuni lapas sempat terkaget juga ternyata ada ibu-ibu sudah tua mendekam disana. Tidak hanya  itu membuat hati tersentak akan tetapi ibu penghuni lapas juga modis-modis dan cantik akan tetapi rata-rata mereka belum menggunakan hijab (kerudung, jilbab) dan masih kurang pemahaman agama.

Terlihat panitia dari Lapas mempersiapkan segala kebutuhan acara mulai mengemaskan kerudung dari donator untuk dibagikan kepada ibu-ibu penghuni, menyediakan snack, dan soundsytim lainnya. Acarapun dimulai sekitar 10.30 wib yang dimulai pembukaan dari mc, kata sambutan dari panitia pelaksana yaitu B+ be positif yang merupakan komunitas sosial yang bergerak mencari plus individu-individu terutama penghuni lapas, kemudian kata sambutan dari kepala Lapas yang sangat cool berawakan jawa dan tibalah waktu ia untuk berbagi cinta tentang jilbab.

Kehadiran ia dilapas bukan sebagai ustad, bukan sebagai guru dan sebagai anak muda yang ingin berbagi cinta melalui ilmu. Awal sempat pesimis mungkinkah ib-ibu akan menjimak apa akan disampaikan. Dengan bismillah dan meminta sama Allah semoga apa disampaikan menusuk hati ibu-ibu dan menggerakan meraka untuk segara menggunakan jilbab. Rata-rata ibu-ibu belum menggunakan jilbab, hanya sekitar 4 atau lima ibu-ibu yang sudah menggunakan jilbab selebih aduhai begitu santai menampakan aurat. Apakah mereka belum memakai jilbab dikarena tidak mengetahui hukumnya, apakah belum ada niat, apakah sudah tahu tapi tidak ingin mengaplikasikan atau ada faktor lain?

“Dari Khalid bin Duraik, dari Aisyah r.A. Asma binti Abu Bakar R.A pernah berkunjung kepada Rasullah S.A.W memakain pakaian tipis. Maka Rasullah S.A.W berpaling dari padanya seraya bersabda: Wahai Asma, sesungguhnya wanita apabila telah baligh, tidak benar terlihat dari padanya kecuali ini…dan ini… “Beliau memberi isyarat kepada wajah dan kedua tangannya.

Sekitar satu jam paparan tentang penting jilbab dalam islam, hukum berjilab, keuntungan yang diraih dengan jilbab dan pasti dengan berjilbab adalah bentuk cinta pada Allah, bentuk ketaatan pada Allah dan bentuk menjalan perintahNya. Saat mempapar ada yang menjimak dengan antutisias, ada asyik mengombrol dan mungkin ada wajah sinis karena yang memberi taujih kok usia sangat muda. Walaupun suasana begitu, ibu-ibu antusias bertanya mulai masalah bagaimana kerudung dalam islam, sejak kapan kerudung dipakai, sudah ada niat berkerudung tapi tunggu yang tepat, berkerudung hanya dipakai hari tertentu saja, berkerudung tapi jarang sholat dan kok yang berkerudung masih suka melakukan hal yang dilarang Allah. Ini adalah fenomena yang sering temui disekitar kita dan fenemona tersebut mungkin dialami kita juga. “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosam. Dan barangsiap mentaati dan Rasulnya, maka sungguh ia menang dengan kemenangan yang besar: (Al-Ahzaab: 70-71)

Semoga jawaban yang diberikan mampu menjadi panggilan hidayah bagi mereka, mau menggunakan jilbab dan istiqomah menggunakan jilbab. “Dan jangalah kamu lemah (minder, rendah diri, dll) dan jangalah bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kami beriman. (Ali-Imran: 139). Satu persatu pertanyaan dijawab dengan analogi, hadist dan ayat al-quran. Pada dasarnya pertanyaan dilontarkan sangat basic, dari sana bisa disimpulkan bahwa para ibu-ibu yang sudah memasuki usia 40 atau usia senja masih kurang pemahaman agamanya. Mungkin komunitas keagamaan (Salimah) perlu bekerjasama dengan pihak lapas untuk menjalan dakwah dilapas karena lahan dakwah dilapas harus disentuh. Meskipun pihak lapas mempunyai program kerohanian sepertinya tidak cukup hanya dilakukan sebulan sekali. Suasana semakin hangat didukungi aura sekitar lapas terlihat melo dimana sinar matahari belum menampakkan cahaya pada penduduk melayu mungkin kenapa sinar matahari belum menampakan karena sebentar lagi akan hujan lebat sebab dibulan pebruari tidak hanya identik bulan cinta malainkan bulan hujan seperti diamali masyarakat kota (Jakarta, red) kebanjiran.

Jika diamati dan realitas  masih banyak menemui yang berjilbab tapi tidak menunjuki sikap yang santun, baik yang muda maupun yang tua, jangan sampai beranggapan jilbabnya yang salah akan tetapi yang salah adalah orangnya. Mungkin kenapa bisa seperti itu dikarenakan kurang ilmu dimiliki, mungkin belum tahu dan mungkin sudah tahu tetapi tidak mau mengaplikasikannya. Masih ditemui yang memakai jilbab niat awalnya bukan atas dasar menjalan perintah Allah melainkan mengikuti trands apalagi saat trands jilbab dikalangan wanita lagi dahsyatnya meskipun awal mula menggunakan jilbab atas dasar itu dan insha allah berjalan waktu niat akan berubah ketaqwaan. Amiin. Lebih parah lagi juga menjumpai pakai jilbab tapi kewajiban melaksana sholat diabaikan. Ini adalah konsep yang salah seharusnya ketika sudah berjilbab maka sholat, tilawah, zikir dan akhlak semakin cantik dihadapan Allah jangan sampai cantik jilbab tapi tidak cantik amalannya.

Mumpung masih ada waktu atau kesempatan Allah berikan untuk memperbaiki diri terutama bagi wanita-wanita yang masih menampakkan aurat untuk segera menutup aurat dengan pakaian syari jangan terlena dengan rayuan fashion mengajak wanita untuk menampakan lekuk-lekuk tubuh atau mempertontonkan aurat. Ketika Allah mewajibkan wanita menggunakan jilbab pada dasarnya adalah demi kebaikan dan kemulian wanita. Andailah yang belum menutup aurat mengetahui bagaimana dahsyatnya pahala menutup aurat, betapa beruntung menutup aurat dan tentu akan bersegera. Jangan sampai kita termasuk manusia yang disentilkan Allah melalui ayat berikut ini

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman (Al Baqarah:6)

Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. (Yaasiin: 10)

Terakhir jilbab adalah identitas kemulian seorang wanita, jilbab adalah bentuk mencintai Allah, jilbab adalah satu cara bagaimana Allah mencintai kita dan bergegaslah untuk menutup aurat tersebut karena manfaat bukan buat siapa-siapa melainkan untuk kalian. Berharap pertemuan dengan ibu-ibu penghuni lapas adalah momentum menyembut hidayah. Semoga dengan jilbab mengantarkan kita bertemu Rasullah disurga firdaus.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Setelah Menang Cobot Jilbab


Bismillah…

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab: 59)

Setelah Menang Cobot Jilbab

Setelah Menang Cobot Jilbab

Sangat berbeda dengan tahun 80-an menggunakan kerudung masih dianggapkan aneh, untuk menemui muslimah menggunakan kerudung juga begitu susah karena waktu itu pemerintah melarang penggunaan simbolis agama, sekarang dimanapun, profesi apapun, usia apapun kerudung telah menjadi fashion bahkan Indonesia menjadi rule model berkembangan jilbab di dunia seperti pernah dirilis oleh media. Seakan-akan penggunaan kerudung mengikuti trend bukan atas pehamahan dari ayat Al-quran. Tidak heran lahirlah penggunaan kerudung melihat lekuk-lekuk tubuh dan menonjolkan hal harus disembunyikan. Kemudian lahir pula komunitas-komunitas berbasis kerudung seperti Komunitas Jilboobs dan seterusnya.

Pelarangan menggunakan kereudung masih ditemui di era demokrasi seperti baru-baru ini heboh pelarangan penggunan kerudung bagi anak sekolah di daerah Bali hal itu juga diikuti oleh supermarket melarang karyawan menggunakan kerudung. Meskipun ada yang menjelaskan bahwa pelaranggan tersebut  tidak sinkron dengan adat bali. Seharusnya yang dilarangkan adalah pemakaian bikini, namun hal tersebut seperti tidak menganggu adat orang sana.

Menariknya lagi penggunaan jilbab sekarang dipergunakan untuk mencari simpati, sebagai media pencitraan dan cara merauh kemenangan. Sudah menjadi rahasia umum, tiba-tiba segelintir atau sekelompok orang menggunakan jilbab padahal sebelumnya sangat anti islam, sebelumnya selalu memprovokasi bahwa penggunaan kerudung tidaklah wajib dan sebelumnya begitu santai membuka aurat dengan vulgar. Apalagi momentum pemilihan legislative dan pilpres begitu banjir mereka menggunakan simbolis agama.

Bukan negative thinking dengan mereka-mereka yang mendadak islami. Malah senang, bahagia dan berdoa semoga dengan kemendadakan islami tersebut benar-benar mangantarkan mereka untuk tetap menggunakan kerudung hingga akhir kehidupan. Namun sayang harapan diharapkan hanya dipergunakan momentum untuk meraih kemenangan saja. Setelah meraih kemenangan jilbab dicobot. Apakah ini bisa dikatagorikan sebagai permain terhadap aturanNya? Apakah ini bentuk penghinaan terhadap syariat? Apakah ini bisa dilabelkan sebagai islam sexual? Entahlah Tanya pada mereka? Apakah tidak takut dengan Allah ketika mempermainkan syariatNya. “Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikanya takut kepada segala sesuatu. (HR.Al-Baihaqi).

Jujur, wanita yang menggunakan kerudung terlihat lebih manis, terlihat lebih cantik, terlihat lebih rapi dan insha allah dengan kerudung pula yang menjadi pribadi shaliha, pribadi mencintai aturanNya serta pribadi rindu bersahaja…#Auralitas_Terlihat. Semoga pembaca dan penulis tidak termasuk menggunakan jilbab untuk meraih sesusatu. Malainkan memakai kerudung atas dasar cinta padaNya, atas dasar memahami konsep bukan atas dasar trend maupun fashionable. Seandainya kita pernah berbuat seperti itu, mari istiqfar dan segara bertaubat bahwa kerudung bukan hanya sebatas trendster maupun asal pakai melainkan ada makna begitu cantik dibalik penggunaan kerudung.

 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

 

Negeri ku sedang terkoyok


Negeri ku sedang terkoyok

Negeri ku sedang terkoyok

Bismillah…

Setiap menonton berita selalu ada pertanyaan, selalu ada hal aneh ditayangkan terutama berita tidak berkualitas selalu dibanjiri kabar tidak memiliki nilai history baik dikolom berita, kolom Koran maupun dikolom social media. Bahkan rame dan makin menghebohkan tentang kebijakan atau program para menteri yang mendukung jalannya pemerintah presiden. Ada yang mendukung program dan tidak sedikit pula menentang program tersebut tentu ada something wrong jika ditinjau dari ilmu maupun teori. Yang ada tidak memberi manfaat dan melahirkan kemaksiatan merajalela.

Mari kita tenggok program pemerintah yang sangat bertentangan agama dan budaya Indonesia. Pertama pelanggaran terhadap polwan untuk menggunakan jilbab padahal undang-undang mengamanahkan setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam beribadah seperti dijelaskan dalam UUD 1945 di pasal 31. Seayang kebebasan tersebut terbentuk dengan atauran kepolisian atau etika profesi. Walaupun ada angin segar memperoleh polwan menggunakan jilbab tapi aturan itu masih menunggu persetujuan oleh pihak terkait…”entah sampai kapan”

Sangat kontras dengan program pemerintah yang satu ini, begitu didukung dan mudah berbagi kondom secara gratis kepada pemuda Indonesia dengan biaya sangat prestesius yaitu sekitar 2,7 Milliar hanya untuk program sia-sia. Bayangkan untuk pembagian kondom dan hari kondom nasional menghabis anggaran Negara luar biasa. Padahal pembagian kondom tersebut secara implicit menganjur maupun memotivasi masyarakat Indonesia melakukan kemaksiatan asal menggunakan kondom. Jika dilihat ilmu kesehatan bahwa kondom tidak dapat mencegah HIV/AIDS. Padahal hubungan kondom dengan HIV tidak da korelasinya??? Sangat tidak wajar

Seakan-akan menteri kesehat tidak memliki program jelas atau nyata. Bagaimana cara mencegah HIV/AIDS di Indonesia sehinga Menkes mengikuti alur kerja swasta seperti dijelaskan melalui personal twitter bahwa program tersebut ada keinginan swasta. Menyakitnya lagi gerakan tersebut diawali didunia akademis “Universitas Gadjah Mada” sebagai Alumni sangat tersayat-sayat. Padahal kampus tersebut merupakan kampus “World class university”, kampus kerakyatan, dan kampus religious. Kok bisa langkah awal disana!!! Jangan-jangan petinggi kampus kongkolikong dengan menkes atau gara-gara wakil menkes dari UGM!!! Atau bisa jadi dikota pendidik salah kota terbanyak terjangkit penyakit HIV/AIDS…”bingung-bingung aaahhhh”.

Sedangkan diluar negeri langkah nyata dan solutif didijalankan pemerintah antara lain dengan memberi contoh pengobatan alternative dan mensarankan bagaimana cara menghindarkan virus tersebut bukan dengan pembagian kodom sepertinya hanya di Indonesia cara menggulangi HIV/AIDS dengan kondom.

Terlihat nyata bukan, bahwa pejabat tinggi Negara belum mempunyai program solutif. Ya beginilah kalau para pemimpin Negara pemikiran sudah dirasukin liberalisasi dan jauh dari aturan Tuhan pada akhirnya program diciptakan penuh kemudaratan. Mungkin menkes mengikuti program swasta atas deal-dela politik, atas kekuasaan dan atas uang apapun diajukan oleh swasta tinggal mengaminkan walaupun bertentangan….”bahaya-bahaya-bahaya”

Tidak hanya itu, beberapa bulan yang juga begitu lantang masyarakat Indonesia mencegah atau memprotes ajeng Miss Universe tapi apa tetap para kapitalis melanjutkan program pamer tersebut meskipun seluruh elemen masyarakat menolak. Walaupun kemesan acara didominan budaya Indonesia tetap ajang tersebut mengandung unsure pelanggaran agama.

Duuuuhhhh…..mengikuti berita, ditelevisi, Koran dan social media jadi capek sendiri melihat negeri ku. Perhatinnya lagi sistim sudah tidak jelas dan pemimpin negeri ku tercinta sudah dikuasai antek liberal maupun yahudi. Seakan-akan dunia tidak ada akhirnya sehinga mereka sedang berkuasa semena-mena menetap program penuh kemaksiatan.

Ya beginilah menjadi masyarakat biasa dan orang kelas teri hanya bisa protes melalui tulisan dan demontrasi menyuarakan kedhaliman di negeri ku. Dan akhirnya yang menang selalu pemilik modal dan pengusa yang sudah berkiblat westenisasi.

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi pejabat-pejabat kami untuk memperhatikan masyarakat bukan memperhatikan golongan tertentu. Untuk benar-benar memikir program kebaikan segala line bukan melahirkan kemaksiatan maupun mudharat social. Dan begitu saja tunduk dengan pihak tertentu.

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

JIlbab hitam berpena tajam


Bismillah…

Jilbab hita berpena tajam

Jilbab hita berpena tajam

Beberapa hari ini di social media dan Koran lagi heboh mempertanyakan identitas jilbab hitam berpena tajam. Sebelumnya dipanasi tentang bunda putri dan duaribu persen. Bahkan sampai saat ini masih mengempar si jilbab hitam dimana-mana!!! Para ahli diberbagai bidang atau profesi ikut berkicau dan membuka suara tentang pena tajam si jilbab hitam.

Pena yang digunakan sangat tajam lebih tajam dari silet lebih dahsyat dari goyangan Caesar, lebih heboh dari dandan JU*E, lebih keren dari isu politik lagi trend, dan mengalah isu yang ditangani para KPK sehingga orang pada ingin tahu dan mencari tahu keberadaan jilbab hitam…”Jilbab hitam begitu Ahaiiii”.

Bagi wanita yang memiliki account di social media, harus hati-hati nich pasangin photo. Jangan sampai menggunakan jilbab hitam takut menjadi pihak dicurigai kalau pasang photo sebaiknya kerudung merah seperti lagu wali “gadis berkudung merah” ..”just guyon”

Oke kita lanjut pembahasan si jilbab hitam!!! Sebenarnya jilbab hitam menulis apa aja sich sehingga beberapa kali petinggi kompas mengklarifikasi bahwa yang bernama jilbab hitam itu bukan eks karyawan tempo. Tulisan jilbab hitam sempat bersinggah dikompasiana tapi atas dasar apa admin langsung meng-delete tulisan tersebut.

Tentu kita bertanya??? Jika informasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap elit. Jika informasi tidak benar dan banyak bohongnya. Tentu tulisan tersebut tak akan dihapus dan jika informasi biasa saja dipastikan dibiarin saja tulisan tersebut bermalaman selamanya dikompasiana.

Bisa jadi informasi yang ditulisan oleh jilbab hitam benar adanya…!!! Atau bisa jadi ada motif lain tujuan penulisan tersebut!!! Setiap orang bertindak dan beraksi tentu punya tujuan dan maksud. Bahkan ada sebagian masyarakat mempercayai informasi yang ditulis dan tak sedikit pula yang bertanya tentang kebenaran informasi tersebut.

silahkan baca secara detail tulisan si jilbab hitam berpena tajam http://chirpstory.com/li/169400 dan menurut pangamat http://chirpstory.com/li/169199

Jika berpikir-pikir dan melihat tulisan yang ditulis oleh wartawan atau orang terbiasa menulis tentu sangat indah, menarik dan selalu mencerahkan seperti ditulis jilbab hitam karena informasi dipaparkan sangat detail, spesifik, dan mengelitik.

Diyakini tidak sembarang orang dibalik account jilbab hitam karena dari cara mengulas data sangat detail dan mencerahkan. Dan tidak sembarang orang yang bisa menganalisa, menjelaskan informasi detail dan informasi rahasia seperti itu… “Siapapun dia harus berterimakasih dan give u smile”.

Karena sebagai penikmat bacaan yang membuka cakrawala, mencerahkan jiwa, dan membuka mata masyarakat. Jadi bisa melihat atau menganalis setiap masalah besar terjadi dinegeri ini secara integritas dan dipastikan ada elit lain juga ikut dalam kasus tersebut. Berharap masih ada lagi jilbab-jilbab lainnya yang berani mengungkap kebenaran, berani menjelaskan masalah rumit dinegeri ini dan berani menyelamat asset Negara. Tebarkan selalu kebenaran, jangan takut pada sang penguasa tapi takut pada Allah, dan kita menunggu informasi menarik lainnya.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ukhti, Memburu kerudung Cantik


Bismillah…

Berbagai macam model dan jenis jilbab yang ada di pasaran saat ini sampai-sampai tak hapal secara satu persatu semakin banyaknya. Walaupun berbagai model dan jenis jilbab cantik dipromosikan tapi entah kenapa tak pernah tertarik untuk mengkoleksi jilbab tersebut bukan berarti ukhti tak memliki koleksi jilbab.

Namun tetap ada satu jilbab ingin dimiliki dan pertama melihat jilbab cantik tersebut saat melihat ukhti simfonis (nama samaran) memakai ketika acara kajian di kota padang. Hati tertarik, mata tak henti memandang dan berniat dalam hati harus memiliki jilbab tersebut. Awal-awal sangat malu untuk bertanya “dimana membelinya dan berapa harga jilbab tersebut”!

Bismillah, dengan niat keberanian akhirnya dapat juga informasi seputar jilbab cantik tersebut. Keesokkan hari langsung menuju toko muslimah terkenal di kota padang. Sampai sana begitu semangat  mencari di rak jilbab, mencoba satu persatu tetap belum ada warna dan ukuran cocok  otomatis tak jadi membeli jilbab. Bahkan  ikhtiar tidak hanya berhenti di satu toko secara kota padang ada beberapa outlet muslim terkenal tapi tetap belum membuahkan hasil walaupun sudah memasuki beberapa toko.

Coba bayangkan kalau sudah menyukai sesuatu dengan penuh harapan, obsesi, ikhtiar bergebu-gebu tetapi hasil tidak sesuai dengan harapan dan pastilah hati sedih tak terkirakan. Untung obsesi adalah obsesi yang sangat mulia karena dalam rangka menjaga hati dan menghijab aurat. Bagi saya berjilbab merasa lebih nyaman, lebih cantik, lebih merdeka untuk mengeksperiskan diri.

Meskipun  hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun dan tempat pun berganti masih belum menemukan jilbab cantik meskipun sudah berjuang semaksimal mungkin.

Setelah di kota padang tak menemukan jilbab cantik, tetap bertekad dan berjuang walaupun harus mencari di kota lain. Nah ketika kuliah di bandung (Jatinangor) niat untuk menemukan jilbab cantik masih membara sehinga mencari di berbagai toko muslim terkenal hingga kaki lima dan berbagai kesempatan tapi apa yang diperoleh? Masih seperti kisah di kota padang tidak membuahkan hasil.

Saya pun heran kenapa begitu menginginkan dan mendambakan jilbab cantik itu, padahal betapa banyak jilbab cantik dengan berbagai mode, bahan dan keunikan dipasaran. Seakan-akan mencari jilbab cantik impian ibarat mencari jarum ditengah jerami harus sabar, selektif dan pastinya memotivasi menginginkan jilbab berwarna pink pertama syar’I, sederhana (polos) dan anggun.

Subhanallah bertahun-tahun mencari jilbab cantik belum juga membuah hasil dan kuliah pun telah selesai di kota bandung sedangkan jilbab cantik itu belum jua ketemu. Atau perlukah menggunakan sayambara “Siapa Yang Menemukan Jilbab Cantik Tersebut Maka Saya Hadiah Sesuatu Terindah Untuk Mereka” seperti pernah dilakukan putri cindrela ketika sepatu kacanya hilang.

Tapi itu hanya sebatas niat karena tahu Allah maha tahun kapan waktu pantas memiliki jilbab cantik, walaupun bergebu-gebu untuk mendapat atau menginginkannya. Jika Allah belum menghendaki, meridhoi, merestui bagaimana pun usaha manusia pasti tak membuahkan hasil. Seperti ungkapan seorang ukhti sholeha “mungkin Allah belum ridho atau mengizinkan anti untuk memakai jilbab cantik itu”. apakah mungkin seperti itu?  atau belum pantas atau layak menggunakan jilbab cantik?

Satu hal harus dilakukan adalah pasrah dan ikhlas mungkin Allah punya rencana indah, mungkin Allah ingin mengantikan jilbab lebih cantik dari jilbab diimpikan. Domisili pun berpindah dari kota bandung menuju kota yogya tetap masih terpikir harus punya jilbab berwarna pink.

Selama kuliah di kota yogya (UGM) ikhtiar dilakukan tidak seheboh sebelumnya karena sudah membentuk persepsi sendiri (pesimis) pasti hasilnya juga nihil sedangkan dikota yogya sering keluar masuk toko muslimah tapi tak pernah terpikir untuk menanya dan mencari jilbab cantik  lagi.

Keasyikan dan kesibukkan sebagai mahasiswa di kota yogya semakin membuat terlupakan jilbab cantik. Entah dari mana datangnya angin segera yakni dikala sore pulang dari kampus berencana mengunjungi salah satu toko muslim disekitar kampus Universitas Gadjah Mada untuk mencari kaos kaki dan sembari mencuci mata mana tahu ada tertarik (biasalah akhwat-akhwat).

Subhanallah dan Alhamdulillah lain yang di cari lain didapatkan! Gembira tak terkira bukankah ini jilbab cantik di cari selama ini, mulai dari ukuran dan warna sesuai dengan keinginan tanpa menanyakan atau melihat harga langsung membeli jilbab cantik berwarna pink.

Sepanjang perjalan menuju kosan sangat riang, gembira, bahagia. Ya Allah sudah berapa tahun menginginkan jilbab tersebut dari tahun 2005 hingga 2010 baru sekarang Engkau berikan pada ku, yakin tidak ada kebetulan di dunia ini padahal tadi berniat ingin membeli kaos kaki tapi yang ukhti temukan adalah jilbab cantik impian berwarna pink dan mungkin saat ini waktu pantas memamakai jilbab cantik tersebut.

Sesampai dikosan langsung memakainya dan subhanallah terlihat keibuan dan wanita sholeha dengan jilbab cantik. Tidak ada anugerah dan pertolongan terhadap seorang perempuan yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab. Allah SWT berfirman: ”Janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya” (QS An-Nur: 31).

Untuk pertama kalinya mengenakan jilbab cantik berwarna pink ketika bersepeda ria sekitar komplek (pogung baru) dan terlihat indahnya lambaian jilbab ketika tersentuh angin.

Ibroh yang ukhti petik dari kisah mengejar kerudung impian yakni ketika kita sudah berniat, berazam, bertekad dan bermimpi menginginkan sesuatu lambat laun akan kita peroleh hanya Allah sedang menentukan impian tersebut pada waktu yang pantas kita peroleh bahkan jika sudah Allah tetapkan sebagai rezki kita bagaimanapun rintang atau hambatan pasti akan menjadi milik kita jua. So buat pembaca setia blog simfoni kehidupan tetap berniat dengan kokoh dan istiqomah dengan niat mulia kita.

Essay ini ditulis untuk perlombaan karena ada something wrong maka dengan terpaksa dipublish diblog sendiri…

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Muslimah Dan Jilbab


“Cantik, subhanallah..,” desis Aisyah sambil membolak-balikkan majalah wanita bernuansa Islam yang harganya cukup mahal. Dikarenakan edisi lux sehingga menampilkan tampilan-tampilan gambar yang sudah indah menjadi begitu indah. Hampir sepertiga isi majalah menggambarkan wanita cantik berkulit putih atau kuning atau sawo langsat yang semuanya berjilbab, dengan aksen jilbab yang menarik, diuntai kebelakang, ditarik ujungnya ke samping, lalu dipuntir ke atas membentuk sebuah bunga. Dan dengan polesan make up yang memang tidak begitu menor, menambah kecantikan sosok muslimah berjilbab.

Tinggi semampai, memakai gaun yang panjang dan jilbab yang menutupi seluruh rambut dan leher, dan dimasukkan ke dalam baju, atau bila tidak ujungnya diputar ke belakang sehingga bagian dada tetap telihat membusung.

Aisyah bingung melihat gambar sosok muslimah berjilbab dengan kain yang manis warna warni namun menurutnya kenapa tidak syar’ie.. hmmmm..

Aisyah semakin bingung ketika melihat film sinetron televisi di bulan ramdahan ini. Menurutnya banyak sekali wanita berjilbab yang memenuhi tayangan sinetron, beriklan ataupun sekedar bernyanyi di layar televisi dengan menggunakan jilbab yang jelas cantik dan dengan memakai kerudung yang berwarna manis, seringkali membuat sang artis dan foto model di media menjadi bertambah anggun dan cantik serta manis, selain lebih kelihatan Islami.

Memang sudah jelas, apapun yang dipakai oleh sang model maupun artis, bila sudah terlihat manis dan menawan membuat banyak sekali wanita muslimah yang mengikutinya. Hal inilah yang membuat hati Aisyah merasa miris. Mengapa banyak sekali muslimah memakai jilbab yang tidak sesuai dengan ketentuan Al Quran. Bukankah Al Quran sudah menunjukkan ketentuan memakai jilbab, yaitu panjang dan tutupi dadamu, jangan diatas dada.

Namun mengapa ketika muslimah sekarang memakai jilbab, cenderung di atas dada. Apakah hali ini didasari dengan alasan berproses..? atau khawatir terlihat kurang modis, kurang cantik? sehingga dengan mode yang ada sekarang, muslimah berjilbab cenderung menggunakan jilbab pendek. Selain itu saat ini jarang sekali ada ceramah dari para ustadz/ ustadzah yang mengungkapkan batasan-batasan penggunaan jilbab.

Aisyah hanya berpikir singkat; “dalam malaksanakan syari’e sebuah syariat, sebetulnya tidak mengenal proses.” Lihat saja seperti sholat, untuk sholat dzuhur sudah ditentukan harus 4 rakaat, lalu tidak bisa dengan alasan berproses maka sholat dzuhur dilakukan hanya 2,5 rakaat dulu, bila imannya bertambah, maka sholat dzuhur jadi 3 rakaat dan 2 tahun kemudian baru genap 4 rakat. Islam tidak pernah mengajarkan hal seperti itu, begitu pula dengan hukum memakai jilbab, bila Allah sudah menetapkan harus panjang melampaui dada, maka lakukanlah!!

Jangan berpikir proses, karena khawatir jilbab yang sudah kita pakai terkadang masih membuat kita menjadi kepanasan dan keringatan. Jangan sampai hanya karena kita tidak melaksanakan sesuai dengam syari’e-nya, maka akan membuat ibadah kita dalam memakai jilbab tidak diterima oleh Allah. Maka bila masih memakai jilbab diatas dada, segera panjangkanlah jilbabnya sampai di bawah dada. Tanggungkan, ulurkanlah sedikit lagi maka muslimah akan nampak tetap manis dan syari’e sesuai dengan ketentuan Al Quran dalam surat Al Ahzab,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya [*] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS Al-Ahzab : 59]

[*] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Note:

Terinspirasi ketika melihat banyak sekali remaja putri yang memakai jilbab namun pendek diatas dada sehingga hmmm… tetap membentuk tubuh terutama bagian-bagian yang harus ditutupi. Apalagi terkadang mereka sholat tidak menggunakan mukena, langsung sholat dengan jilbab pendeknya dan alhasil rambutnya keluar-keluar ketika ruku.

Melihat trend mode jilbab sekarang yang jelas tidak syar’ie, apapun alasannya, karena Al-Quran menyuruh untuk : ”ulurkanlah sampai bawah dadamu, titik, tidak pakai koma, tidak pakai proses dan tidak pakai protes…!!! maka pakailah jilbab sampai ke bawah dadamu. “Allah yang suruh lho, saya hanya mengingatkan saja, so jangan marah pada saya ya.”

Sumber:kafe-muslimah

CATATAN SEORANG PRIA


Tahukah kamu, mengapa saya suka wanita yang berjilbab?jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan, bagaimana saya harus mengontrol mata saya ini, mulai diari keluar pintu rumah hingga kembali masuk lagi dan kamu tahu? Di kampus tempat saya seharian disana. Kearah manapun saya memandang selalu membuat mata sya terbelalak. Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, yaitu mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.

Melihat kedepan, ada perempuan berlenggok dengan seutas Tank Top. Menoleh ke kiri, pemandangan “pinggul terbuka” menghindar ke kanan, ada sajian “celana ketat plus you can see”. Balik ke belakang dihadang oleh “dada menantang”. Astafirullah, kemana lagi mata ini harus mamandang?

Kalau berbicara tentang “nafsu”, jelas saya suka. Hal ini seperti di atas, itu mah kurang merangsang. Tapi sayang, saya tidak ingin hidup ini dibalut oleh nafsu. Saja juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wanita, bukan sebagai objek pemuas mata, tapi sebagai sosok yang anggun mempesona, dan kalau dipandang, bikin sejuk dimata. Bukan paras yang membuat mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres”, dan hati pun menjadi keras.

Andai saja wanti mengerti apa yang dipikirkan seorang laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik lelaki dengan asset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau boleh saya definisikan berdasarkan kata dasarnya adalah penuh daya terik seks. Kalau ada wanita yang dikatakan seksi oleh para lelaki. Jangalah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah, dihormati dan dihargai, semestinya kita malu. Karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi kita, membayangkan kita sebagai objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap kita melalukan lebih seksi. Lebih dan lebih lagi. Dan kita tahu, kesimpulan apa yang ada dala benak sang lelaki? Kesimpulan yaitu kita bisa diajak untuk begini dan begitu, alias “gampangan”.

Mau tidak mau, sengaja atau tidak, kita sudah membuat diri kita tidak dihargai dan dihormati oleh penempilan kita sendiri, yang kita sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu buruk terjadi pada diri kita, apa itu dengan kata-kata yang nyeleneh, plecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin kita menjawab lelaki, bukan? Betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki dijaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simple saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi bang bagus itu gratis, pasti semua orang akan berebut menerima. Nah, apa bedanya dengan kita menawarkan penampilan seksi pada khalayak ramai? Saya yakin, siapa yang melihat pasti ingin mencicipnya.

Begitulah seharian tadi, saya harus menahan penyiksaan mata ini. bukan hanya hari insi saja, tapi seperti itulah rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mu protes kemana? Apakah saya harus menikmatinya? Tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang emberi mata ini. bagaimana nanti saya mempertanggung jawabkannya? Sungguh, suatu dilemma yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Ta’ala telah berfirman, “katakalan kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandannya dan mememlihara kemaluannya.” (QS.An-nu, 30-31)

Jadi tidak salah bukan, klau saya sering berdiam diri diruang kecil ini, duduk di depan computer, menyerasp sekian juga electron yang terpancar dari monitor? Saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tidak bisa mempertanggungjawabkan nantinya. Jadi, tak salah juga bukan, kalau saya paling malas di ajak ke mall, jjs, kafe dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian?

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilemma seperti saya ini. mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang menikmati, tetapi sebagaian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi kita para wanita, apakah akan selalu dan semakin menyiksa kami sampai tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk, kemudian terpaksa mengambil.

%d bloggers like this: