Tanda Ikhlas


Posting kali ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya “Berusaha untuk Ikhlas“. Kami harapkan pembaca bisa membaca tulisan sebelumnya, agar mendapat pemahaman yang utuh. Semoga Allah senantiasa memberi kita taufik agar dapat beramal dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi-Nya.

Pertama: Menyembunyikan Amalan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.”[1] Mengasingkan diri berarti amalannya pun sering tidak ditampakkan pada orang lain.

Ibnul Mubarok mengatakan, “Jadilah orang yang suka mengasingkan diri (sehingga amalan mudah tersembunyi, pen), dan janganlah suka dengan popularitas.”

Az Zubair bin Al ‘Awwam mengatakan, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah.”

Ibrahim An Nakho’i mengatakan, “Kami tidak suka menampakkan amalan sholih yang seharusnya disembunyikan.”

Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa Abu Hazim berkata, “Sembunyikanlah amalan kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan amalan kejelekanmu.”

Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Sebaik-baik ilmu dan amal adalah sesuatu yang tidak ditampakkan di hadapan manusia.”

Basyr Al Hafiy mengatakan, “Tidak selayaknya orang-orang semisal kita menampakkan amalan sholih walaupun hanya sebesar dzarroh (semut kecil). Bagaimana lagi dengan amalan yang mudah terserang penyakit riya’?”

Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.”[2]

:: Contoh para salaf dalam menyembunyikan amalan mereka ::

Pertama: Menyembunyikan amalan shalat sunnah

Ar Robi bin Khutsaim –murid ‘Abdullah bin Mas’ud- tidak  pernah mengerjakan shalat sunnah di masjid kaumnya kecuali hanya sekali saja.[3]

Kedua: Menyembunyikan amalan shalat malam

Continue reading

menghadapi istri marah


Para psikolog menganjurkan langkah-langkah berikut ini sebagai tindakan wajib seorang suami ketika menghadapi istri marah antara lain sebagai berikut:

  1. Jika suami sudah merasakan atau minimal menyangka bahwa istri sedang marah, jangan pernah menunggu dia memulai pembicaraan. Ketika suami dengan penuh kepedulian dan perhatian memulai pembicaraan, tindakan ini  insyallah akan mengurangi tekanan emosinya dengan efektif. Bahkan kata John Gray, Ph.D bisa sampai 50 persen
  2. Ketika suami membiarkannya berbicara, mendengarkan perasaan-perasaannya, dan menikmati keluhan-keluhannya, ingatkanlah diri kita bahwa tidak ada gunanya untuk marah ketika istri sedang marah.

Rasullah Shalllaahu “Alaihi wa Sallam pernah bersabda “Laa taghdhab” jangan marah! Jangan marah! Jangan marah (HR. BUkhari)

  1. Apabila suami meraskan kepentingan yang sangan mendesak untuk menyela, membela diri atau meluruskan suatu fakta tahanlah hajat itu dan simpan dulu dalam-dalam

Rasullah Shallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda “aku menjaminkan sebuah rumah di surge untuk orang yang meninggalkan perdebatan meskipin benar (HR. Muslim)

  1. Ketika suami tidak tahu apa yang harus dikatakanm jangan mengatakan apapun juga. Di saat suami tak bisa mengatakan sesuatu positif atau berharga, maka alangkah lebh baik diam

Bersabda Rasullah Shallallaahu “Alaihi wa Sallam “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia mengatakan yang baik. atau diam (HR. Albukhari dan muslim)

  1. Jika istri tidak mau bicara, ajukanlah lebih banyak pertanyaan agar ia bersedia membuka diri. Jangan melawan diamnya dengan diam, ia akan merasa diabaikan.

“di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan ia tekun, bila berjumpa orang ia menyambut dengan wajah yang ceria dan berjanji ia menepati “HR. Ad Dailami”

  1. Meski yang kita lakukan adalah hal yang benar, jangan pernah menghakimi perasaan istri tentang perasaan-perasaannya terhadap kita
  2. Tetaplah tenang dan semakin rapatkan diri untuk menguci reaksi-reaksi. Gantilah reaksi dengan respon yang menunjukkan penerimaan, kepedulian, dan pemahaman. Sekali kita bereaksi dengan mengunjukkan perasaan kita, segala upaya positif yang terbangun dari awal akan sia-sia.

“di kutip dari buku Bahagianya Meraya cinta”

sosok wanita….


Dijadikan Indah pada pandangan manusia kecintaan apa-apa diinginkan, yaitu wanita-wanita itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik (surge)

Qs. Ali Imran (3:14)

Sosok wanita

Apa yang terbayangkan dalam benak ketika menyambut sosok wanita

Tanpa berpikir dengan analisa, akan terungkap begitu saja

Sosok wanita penuh kelembutan, perasa, mencintai keindahan

Cantik, pemalu, Aduhaiii mungkin masih banyak mukjizat pada sosok wanita

Terkadang sebagai sosok wanita

Miris untuk menorah waja pada sosok wanita

Seakan-akan wanita sendiri tak menghargai diri sendiri

Terlihat tempat hiburan malam, jalanan dan pusat maksiat lain

Bahkan sampai-sampai mertaruhkan aurat demi dunia

Terkadang bangga menjadi sosok wanita

Melalui wanita terlahir-lahir generasi tanggung dan beriman

Wanita begitu banyak anologikan dalam Al-quran

Menyatakan bahwa wanita dunia yang penuh kesabaran

Mendamping suami, keluarga dan anak-anaknya

Tak pernah menggeluh menguruskan itu semua

Karena wanita tahu bahwa itu kewajiban seorang wanita

Kepintaran wanita mengajari dan mengasih sang buah hati

Merupakan gerbang membangun tembok dan peradaban penuh kecerdesan

Sehingga kehadirannya dalam keluarga sangat dibutuhkan dan ditunggu kehadiranya

Andaikan wanita tahu

Bahwa kelahirannya ke dunia bukan sebagai barang pajangan

Bukan sebagai hamba disingkirkan dan diperlukan semena-mena oleh kaum Adam

Dan bukan pula sebagai pelengkap untuk menghiasi bumi

Tapi wanita di anugrahkan tuhan hadir di bumi

Untuk menebar dan menubur kasih sayang dengan etika perdamaian

Sehingga bumi merasakan kesejukkan dengan kehadiran sosok wanita

Wahai wanita

Mari kita sama menata dan mengapai janji Tuhan

Bahwa wanita adalah mulia dan teristimewa di muka bumi

Mari kita singkirkan semua kabut kesedihan dalam hidup ini

Tetap menatap hidup penuh dengan keyakinan bersandar pada Tuhan.

Shubuh nan indah


Alaram berbunyi dengan syahdu “si Alif kecil”

Tubuh mungguil terbangun dari lelap tidur

Disambutin…

Kicau burung  yang begitu akrab terdengar di pagi hari

Kesejukkan dan ketenangan shubuh bernuansa atmosfir gemuruh simfoni

Seakan-akan nada nasyid menyatu dan mengalir dalam jiwa melalui tubuh

Tapi pori-pori tubuh tak merasa dingin setetespun

Dengan embun yang mendekap….

Desau air dari kolom begitu mengalir searah dan jernih

Antara azan shubuh dan latunan ayat-ayat al-quran

Merasuki  pelan-pelan menuju paru-paru

Langit yang masih gelap dan  beberapa cahaya bintang menampakkan pada bumi

Hanya bisa membalas dengan senyum dan bahagia

shubuh ini begitu banyak ditemanin  ciptaan Tuhan

Rindu dengan keadaan seperti untuk hari esok dan seterusnya

Rumput lembab dan dedaunan kelihatan bergugur

Di antara berbatuan dan bunga-bunga anggrek dengan warna terang

shubuh ini membangkitkan jiwa

Shubuh telah menghadirkan warna-warna berbeda

Hidup penuh dengan kemurnian oksigen

Seakan-akan shubuh penuh fijar kemaknaan

Lembaran motivasi


Lembaran demi lembaran di buka dengan penuh kelembutan, setelah  tertinggap kertas begitu terkaget-kaget dengan lembaran-lembaran kertas bening. Karena begitu banyak kata-kata indah dan kata-kata mutiara yang menggunung. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa laki-laki itu akan menulis bait-bait yang memukau, sehingga menyinari bumi serta matahari di ufuk timur berjalan menuju barat pun tahu makna dan tujuan laki-laki melalui lembaran kertas.

Mungkinkah?

Apakah?

Atau jangan-jangan?,

itu terpikir  disarang otak kanan dan kiri dan diproses malalui visualisasi. Kalimat yang begitu singkat tapi ingin selalu untuk dibaca dikala bahagia dan sedih bahkan tak setitik timbul rasa bosan.  Kalimat penuh alur semangat, cerita motivasi.

Tak hanya membaca, namun kalimat ini membuat pertanya-tanya dan penasaran pada laki-laki itu. Dari penulisan dan tata kata tersusun kualifikasi serta penuh esotik. Ini seakan mengambarkan bahwa laki-laki itu mencintai Romanpicisan serta dihiasi pernak pernik kelucuan motivasi

Apakah? Mungkin akan bisa tahu dan kenal dengan laki-laki yang menulis syahdat istiqomah dan menggugah rasa untuk begitu cepat taubat. “Entahlah”. Jika boleh berharap pada yang maha tahu. Izinkanlah untuk mengenal laki-laki itu walaupun hanya sejenak secepat kilat menguncang bumi lewat suara gemuruhnya.

Merasa bersyukur bisa menemui laki-laki misterius!!!! Karena lewat tulisan yang heningnya kertas tergambar sebuah symbol yang begitu sulit untuk ditebak apakah symbol itu pertanda persaudaraan atau ada makna lain dibalik itu…..”entahlah” kembali tak mampu menjawab bahkan menyimbulkan semua kata-kata.

Begitu erat mendekap kerta itu dengan dekapan cinta persaudaraan agar, apa yang telah terbaca barusan bisa diaplikasikan dalam hidup dan berniat untuk selalu mengamal kalimat motivasi pada siapa pun membutuh cinta dan kasih.

Kertas penuh mutiara dengan energy semangat disimpan antara buku-buku best seller yang digembari seperti Happiness, Bumi cintq, LA TAHZAN Ukhti agar menatap buku pegangan hidup selain Al-Quran selalu ingat dengan kalimat.

Terima kasih sang misterius, kalimat yang tertulis telah membawa perubahan yang luar biasa. Mungkin lewat senandung kata mengapai hidayah dan mengapai cita dan cinta. Lewat ungkapan kata itu juga mampu memperdekat dan mengerti bahwa manusia adalah mahluk Tuhan adalah sama di depan Tuhan.

Membangkita dan menggerakkan aliran darah yang mengalir seluruh tubuh semakin mengalir begitu seimbang antara jantung, nadi dan pikiran.

Semoga menginspirasi melalui kalimat singkat, penuh makna selalu dilimpah rahmat, cinta dan berkah. Aminnn

…Tuhan beri Koe kesempatan…



Tuhan jika koe diberi kesempatan

Ingin membuat mereka tersenyum

Ingin membuat  mereka bahagai dunia dan akhirat

Ingin membuat mereka bangga dengan kehadiran koe

Sehingga mereka tidak merasa menyesal mendidik, mengajar dan melahirkan Koe

kemuka bumi Engkau ciptakan semua dengan keseimbangan, cinta dan keindahan

Tuhan jika koe diberi kesempatan

Ingin mempersembahkan

Kuning, biru, hijau, merah, pink, putih dan orange (pelanggi)

Pada mereka, bahwa kehidupan ini harus dicoba dan dirasakan

Terkadang hidup menjadi biru dan terkadang menjadi warna pink (cinta)

Melalui warna-warnai itu, membuat semakin memaknai filosofi kehidupan

Lewat filosofi koe coba memaknai perjuangan,

Ingin mempertaruhkan  hal terindah dalam hidup mereka

Yakni rasa terima kasih tak bisa terbalas dengan bumi dan seisinya

Hanya mampu koe ungkapkan melalui sujud, doa dan tilawah Koe pada Engkau,

semoga mereka selalu diberkahai dan mendapat surge firdaus

Dibawahnya mengalir kesucian air yang bening  dan keindahan alur kemercikan

Tuhan beri koe kesempatan

Untuk selalu mensyukuri nikmat Engkau anugrah pada koe

Anugrah mata, koe  bisa melihat hamparan  kebun teh, sawah, bunga-bunga

Anugrah tangan, koe bisa melukiskan rasa cinta, harapan dan komitmen

Anugrah mulut, koe bisa selalu berzikir disetiap keheningan maupun keramaian

Anugrah kaki, koe bisa melangkah dimana tempat orang mengkaji tentang keagungan Engkau.

Sungguh begitu luar biasa anugrah Engkau berikan pada koe

Sehingga tak dapat terhitung secara matematika dan logika

Karena koe sadar ilmu Engkau melebih dari seisi bumi, langit dan tak tertampak

Tuhan hal koe ingin, kesempatan Engkau berikan pada koe

Yakni kesempatan selalu ingat dengan keagungan, kasih sayang,  perlindungan,

Sungguh begitu banyak kemurahan Engkau Rabb pada koe

agenda islam III


  1. Capian intelektual

Sebuah program caturwulan

no Capaian Bulan1 Bulan2 Bulan3 Bulan4
1. Membaca buku/bab dalam buku tentang Thaharah (bersuci, wudhu, mandi, dll) lengkap atau mengikuti kajian
2. Membaca buku tentang Shifat Shalat Nabi (mis. Karya Al Albani) atau mengikuti kajiannya
3. Membaca buku fikih puasa (misalnya karya Al-Qaradhawi) atau mengikuti pengajian
4. Membaca buku tentang FIkih atau mengikuti pengajian
5. Membaca buku tentang shifat Haji Nabi atau mengikuti pengajian
6. Membaca kitab fiqh
7. Berdisku mengenai tema-tema fiqh dengan orang yang memiliki kompetensi
8. Memahami perbedaan-perbedaan pendapat (juga mahzhab) dalam masalah fiqh sebagai sesuatu yang wajar dan menyikapinya secara proposional
9. Komitmen dengan hadist shalih ketida mendapati perbedaan dalam tatacara ibadah
10. Menyusun program-program untuk moment khusus misalnya liburan, ramadhan dll
11. Menyusun misi, visi dan program hidup untuk jangka pendek, menengah dan panjang
12. Melakukan evaluasi berkala atas program kita
13. …………………………………………………………………….
  1. Capian fisik
no Capaian Bulan1 Bulan2 Bulan3 Bulan4
1. Tidak sungkam adzan
2. Shalat berjamaah 5 waktu di masjid

Berpuasa sunnah minimal 3 hari setiap bulan

3. Membayar zakat, bershadaqah kepada saa-il (peminta-minta) dan Mahnuum (perlu dibantui tapi tidak meminta
4. Niat haji dan membuka rekening tabungan haji
5. Khatam al-quran dalam setiap bulan
6. Meruntinkan dzikir pagi, dzikir petang, dan menjelang tidur
7. Memulaikan aktivitas dengan basmallah dan mengakhirnya dengan hamdallah dan istiqfar
8. Menyebarluaskan salam, juga senyum, sapa, sopan dan santun
9. Shalat malam, minimal sekali sepekan
10. Berdoa pada waktu-waktu yang utama
11. Senantiasa menjaga wudhunya jika mungik dan tidur kecuaili dalam kondisi suci
12. Ber’itikaf dimesjid khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan
13. Berkurban sesuai tuntuan Rasullah pada hari raya idul adha…
14 ………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………….

  1. Capaian spiritual
no Capaian Bulan1 Bulan2 Bulan3 Bulan4
1. Rindu dan menunggu-nunggu panggilan adzan untuk shalat berjama’ah ke mesjid
2. Merasakan khusyu’ dalam shalat
3. Bersemangat untuk dzikurllah
4. Menahan anggota tubuh dari segala yang haram
5. Ihsan (merasa melihat atau dilihat Allah) dalam ibadah
6. Meneguhkan niat yang ikhlas dalam setiap ibadah
7. Khusyu dalam membaca Al-quran dengan maknanya
8. Bersemangat dalam ibadah ibadah nafilah (sunnah)
9. Bersemangat mengikut kajian-kajian fikih ibadah
10. Memaknai segala aktivitas sebagai ibadah dan istiqamah dengan kebaikan sekecil apapun
13. …………………………………………………………………….
  1. Capian fisik
no Capaian Bulan1 Bulan2 Bulan3 Bulan4
1. Tidak sungkam adzan
2. Shalat berjamaah 5 waktu di masjid

Berpuasa sunnah minimal 3 hari setiap bulan

3. Membayar zakat, bershadaqah kepada saa-il (peminta-minta) dan Mahnuum (perlu dibantui tapi tidak meminta
4. Niat haji dan membuka rekening tabungan haji
5. Khatam al-quran dalam setiap bulan
6. Meruntinkan dzikir pagi, dzikir petang, dan menjelang tidur
7. Memulaikan aktivitas dengan basmallah dan mengakhirnya dengan hamdallah dan istiqfar
8. Menyebarluaskan salam, juga senyum, sapa, sopan dan santun
9. Shalat malam, minimal sekali sepekan
10. Berdoa pada waktu-waktu yang utama
11. Senantiasa menjaga wudhunya jika mungik dan tidur kecuaili dalam kondisi suci
12. Ber’itikaf dimesjid khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan
13. Berkurban sesuai tuntuan Rasullah pada hari raya idul adha…
14 ………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………….

  1. Capaian spiritual
no Capaian Bulan1 Bulan2 Bulan3 Bulan4
1. Rindu dan menunggu-nunggu panggilan adzan untuk shalat berjama’ah ke mesjid
2. Merasakan khusyu’ dalam shalat
3. Bersemangat untuk dzikurllah
4. Menahan anggota tubuh dari segala yang haram
5. Ihsan (merasa melihat atau dilihat Allah) dalam ibadah
6. Meneguhkan niat yang ikhlas dalam setiap ibadah
7. Khusyu dalam membaca Al-quran dengan maknanya
8. Bersemangat dalam ibadah ibadah nafilah (sunnah)
9. Bersemangat mengikut kajian-kajian fikih ibadah
10. Memaknai segala aktivitas sebagai ibadah dan istiqamah dengan kebaikan sekecil apapun
13. …………………………………………………………………….
%d bloggers like this: