Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima


 

Bismillah…

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima

Ketika membuka account blog keroyokan (kompasiana) yang sudah lama ditinggal penghuninya, tiba-tiba terbaca keromantisan pasang yang baru menyempurnakan dien. Tentu saat membaca artikel tersebut tertawa sendiri bagaimana ilustrasi Allah mempertemukan mereka yang tidak pernah terbayangkan, ternyata pasangan sedang berbahagia berproses menuju keluarga sakinah, mawadah, dan waramah sama-sama anggota kompasiana. Dari banyaknya bacaan yang terangkai, ada satu kata mengelitik jiwa terdalam dan penuh makna begitu dalam untuk direnungi.

Kalimat tersebut langsung dicatat ditablet untuk dirangkai ketika ada waktu luang akan menulis dalam bersepektif wanita, dibagi pada pembaca dan tentu kalimat itu juga akan direnungi penuh cinta maupun makna bagi ia sedang berproses terus menerus untuk menjadi wanita sholeha. Insyallah.

Akhwat yang menerima laki-laki yang diceritakan dikompasiana tersebut benar-benar wanita sholeha karena ia begitu ikhlas menerima laki-laki yang meminta pada orangtuanya. Mungkin ia bisa mendapat laki-laki yang cakep dari tampan, cakep dari finansial, dan cakep dari style. Padahal laki-laki yang datang memiliki kekurangan fisik sedang wanita tersebut dari sisi fisik cantik, anggun dan sholeha tapi begitu ikhlas mengatakan siap menerima sebagai teman hidup. Tanpa mempermasalahkan kondisi laki-laki tersebut. Bahkan laki-laki itu pun yakin bahwa wanita sholeha yang akan mau menerimanya dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna. Subhanallah, Allah sudah mempertemukan mereka dengan cinta, keberkahaan dan dilindungi dengan cintaNya. Allahu Akbar, Engkau begitu adil, penyayang, dan meletak sesuatu pada tempat yang indah. Semoga kalian berdua bahagia dunai dan akhirat serta sebagai tauladan bagi akhwat lainnya. Keshalihan mu benar teruji dan memberi keniscayaan bagi akhwat lain terutama yang membaca kisah kalian disiang-siang hari, langsung terhentak dan menanya pada jiwa. Mungkinkah ia bisa seperti wanita sholeha itu! Apakah ia sudah sholeha! Jangan-jangan sholeha hanya sebatas ucapan tapi miskin aplikasi!. Rabbi, tuntun hati, pikiran dan sikap ini untuk menjadi wanita shaliha.

Ya Allah ia cemburu dengan wanita sholeha tersebut begitu ikhlas menerima tanpa banyak mempertimbangkan, tanpa banyak syarat, tanpa banyak standar dan diperhatikan hanya keimanan. Sungguh ia cemburu dengan sikap, keikhlasan dan ketawadukan mu menerima laki-laki itu. Hanya wanita istimewa, wanita sholeha dan wanita anggun menerima laki-laki seperti itu. Allah sungguh indah scenario pertemuan Mu pada pasang itu yang membuat ia terharu dan berzikir padaMu. Kekalkan cinta mereka hingga maut memisah, tumbuhkan selalu rasa cinta, saling mengerti dan selalu merindui agar mereka mudah berlayar dibahtera rumah tangga yang Engkau ridhoi. Semoga terlahir anak sholeh/a yang meneruskan dakwah penuh tantangan ini dan menghiburkan hati mereka ketika ada gelombang menghampiri.

Bagi kita yang mengakui sebagai wanita sholeha! Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari keimanan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari akhlaktukhorima? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dengan sikap yang santun dan bijak? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari kesederhanaan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari amal sholehnya? Atau jangan-jangan kita menilai atau menerima laki-laki bukan dari factor tersebut melainkan dari sisi yang lain.

Jika kita mengakui wanita sholeha tapi menilai atau menerima laki-laki lebih menonjolkan sisi ketampanan, kemampanan dan keterunannya sesungguhnya kesholehan kita perlu dipertanyakan!!! Semoga yang sedang menanti ditemui dengan seseorang yang pantas menemani dunia akhirat, orang bisa menerima kekurangan untuk diperbaiki sama-sama, orang yang selalu mencintai dengan segala kondisi, dan terus mengajak jiwa mendekati padaNya.

Pada akhirnya, wanita sholeha maupun laki-laki sholeha akan bisa menerima kekurangan itu.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Hari kedua ana jatuh cinta


Bismillah…

Pertama bertemu hati langsung berdesir (“sriiiiiiitttt) dan harus ana bilang wooowwww gitu gara-gara melihat si ikhwan gagah,,,”LOL”. Heemmm semalam mimpi apa gitu kok bisa ketemu si gagah apalagi dipertemukan ditempat tak pernah disangka-sangka atau ini dinamakan rezki tak terduga.

Inikan ikhwan sesuai banget dengan kriteri ana, oh myAllah ana harus bagaimana memposisikan perasaan ini haruskan katakana cinta seperti reality show sembari menyodorkan sekeranjang coklat, kata puitis, gaya lebay gitu atau harus ana pedam rasa ini seperti kisah Fatimah azzahara…”ascikkkk.lebay mode on”

Ragapun tak henti melirik dan curi pandang gara-gara pesona ikhwan gagah bak pelanggi menyinari kebun bunga sedang mekar…”ciaaahhhhhh” dan bunga semakin menampak kecantikan dengan mekar yang indah.

hari berikutnya dipertemukan lagi ditempat keramaian dan ana pun jatuh cinta padanya “berharap bertemuan kedua bukan bertemuan terakhir dan tersipu malu seperti anak SD dipuji-puji”…”preeeeettttt”

Cinta betul-betul meluluhkan sebagaimana cahaya yang memancar dalam seluruh raga. hari-hari ana habiskan untuk memikirnya, bagaimana cara bisa ketemu dia, bagaimana cara bisa berkomunikasi dengannya dan bagaimana cara berkenal dengannya.

ana mencari tahu siapa temannya, siapa keluarganya, dimana rumahnya, apakah hobinya, dan bagaimana tingkahnya. Itu kulakukan demi dia, tetapi usaha begitu strong tak memuahkan hasil. Betapa pahit dan galaunya ketika pesona itu hanya sebelah tangan dan ibarat burung terbang hanya mengunakan satu sayap. Coba mengalihkan pikiran dan perasaan pada sebuah benda agar mampu mendelete atau memblurkan segala asa.

setelah sepekan berupaya untuk menghapus, memblur atau menghilangkan jejak kilauan pesona dalam jiwa tetap kekuataan pesona begitu menari-nari dalam raga malah sinar pesona semakin fantastis…”eaaahhh”

setelah terindikasi pesonanya ana sering melamun, tersenyum, dan berbicara sendiri…”Huuuuuuu kecian dech kakak” tapi satu hal yang membuat ana penasaran apakah ikhwan itu makhluk Allah kirim teruntuk ana, atau hanya bumbu perjalanan dalam mimpi kehidupan, itu adalah analisis awal ana.

Takkala merasakan sudah dirasuki pesona ternyata itu bukan dialami dalam dunia nyata hanya sebatas bunga tidur Allah berikan pada ana….”gubrakkkk”. Dan tak sadar sudah tidur berapa lama seakan-akan tidur sejenak padahal hampir berjam-jam bahkan mimpi indah membuat terdiam sejenak dan berpikir berlahan-lahan ternyata itu hanya mimpi di siang blog “wuakkssss”.

Kok bisa gitu ya bermimpi disiang dengan ilustrasi begitu apik. Jangan-jangan dipengaruhi iringi nasyid menemani lelap tidur ku, atau hadiah terindah Allah berikan pada ku sebab selama ini tak mau tidur siang, atau jangan-jangan mimpi merupakan gambaran awal jika suatu saat nanti akan pertemu orang tersebut dalam dunia sesungguhnya…”Heeemmmmm”.

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Mau tahu kenapa banyak Ikhwah melankolis


Bismillah…

Ukhti bakal cerita bagi pengunjung blog “simfonikehidupan” kenapa semakin banyak ikhwah berkarakter melankolis lihat saja distatus Facebook, twiit, maupun blog mereka selalu nuansa melo “cinta”.

Tidak dipungkiri nuasa cinta dalam kehidupan ikhwah tidak akan habis jika dibahas dalam berbagai sisi. Sungguh cinta dalam kehidupan para ikhwah sangat misterius, uniq, dan elegan…”setujukan dengan pendapat ukhti”

Apakah ikhwa bermelo disebabkan falling in love, bahagia, menyemangati diri sendiri, sedang galau tingkat tinggi atau hanya sebatas status palsu, “silahkan dipilih aja ya mana cocok bagi ikhwah hohohoooo”.

Sedangkan islam menuntut hambanNya berkepribadian militan seperti dijelaskan seorang ustad dalam acara training ADK bahwa Allah mencintai hambaNya yang kuat seperti kehidupan Rasullah selalu mengasah kemilitan beliau melalui Olah raga Memanah, berkuda, dan berenang bukan arti Rasullah dalam kehidupan beliau tidak romantic bahkan romatisnya Rasullah tidak bisa ditandingi siapapun seperti pernah dikupas dalam buku Muhammad Saw the inspiring romance. Jadi sangat diharuskan para ikhwah untuk memiliki jiwa militan dan romance. “asyiikkkk”

Baiklah ukhti kasih tahu buat antuna semua ternyata penyebab dan korelasi meningkatnya ikhwan melo. Pertama dipengaruhi bacaan, lihat aja ikhwah lebih banyak membaca novel berbau cinta “mulai ayat-ayat cinta, ketika cinta bertasbih, bumi cinta, dll. Dibandingkan membaca siroh Nabawiyah dan coba Tanya sama teman kita sudah khatam siroh atau sudah berkali-kali baca novel, dipastikan jawabannya belum khatam siroh termasuk ukhti huakkkssss…”moga kedepan ukhti lebih banyak siroh dari Novel”

Kedua dipengaruhi tontonan apalagi saat boomingnya film ayat-ayat cinta sejak itu dibanjiri film cinta bernuansa islam. Sebaik dan seharusnya ikhwah hendak lebih selektif menonton jangan sampai terlena dengan konsep islamnya tapi tidak memberi pengaruh pada pemahaman kita. Yukk ikhwah keren kita berbanyak menonton yang dapat meningkatkan knowledge, skill, emosional and attitude. Bukan berarti kita tidak boleh nonton seperti itu, sangat diperboleh namun ada baiknya coba mengimbangi tontonan kita agar tidak terlalu melo bangetlah!!!

Ketiga dipengaruh music “Nasyid”, rata-rata nasyid diciptakan para ikhwah lebih dominan berkarakter cinta bahkan jarang nasyid perjuangan dijalan Allah. Walaupun nasyid berkarakter perjuangan masih sedikit tapi tetap kehadiran para nasyider Shotul Haraqah, Izzis mampu membakar gairah para pejuang…”Allahu Akbar”

Jadi itu loohhh factor mendorong ikhwah melo apalagi dengarin Nasyid Maidany “jangan jatuh cinta”, Edcoustic “nantikan ku dibatas waktu”, Sigma “istikarah cinta”, Tasiru “maaf untuk berpisah”, Seismic “ketika dua hati menyatu” terus menerus yakinlah ikhwah makin melo “LOL” plus galau. Mulai dari sekarang imbangin “balanced” segala kehidupan baik dari bacaan, music, tontonan kita antara militan dan melankolis biar tidak kelihatan ikhwah cemeeen!!!

Setujukan sama ukhti…

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Mau tahu Apa yang diperlakukan laki-laki cukup usia tapi belum menikah!!!


Bismillah…

Tulisan ini terinspirasi dari silaturahmi akbar Aktifis Dakwah Kampus (ADK) se-Kabupaten Kerinci&Sungai Penuh yang diselengarakan pada tanggal 25 Agustus 2012 bertempat di Gor PKS di sungai Penuh yang dihadari oleh ADK dan Alumni ADK dari berbagai kampus seluruh Indonesia namun lebih dominan ADK STAIN kerinci sedangkan dari kampus lain sepertinya masih belum berani menunjukkan identitas meraka. “wahai ADK tunjukkan diri LO”

Materi disampaikan ustad Dede Fafaqih sangat luar biasa menghentakan jiwa dan sukma terlihat ketika acara berlangsung betapa banyak ADK meneteskan air mata ketika pertanyaan sangat mulia dilontar. Termasuk ukhti juga ikut menangis, yang jadi pertanyaan apakah ukhti benar-benar menangis atau ikut menangis hohoooo….”just Allah to know”. Ketika menangis berazam dan berjanji akan menjadi JunduAllah dimana dan kapanpun!!!. Subhanallah bangetkan dan tolong didoain juga ya…^__^

Ternyata ustad pintar banget membaca kondisi mungkin yang hadir adalah wajah-wajah sudah siap menikah atau ustad benar-benar ingin memotivasi para ADK untuk segera menyempurnakan dien agar bisa terwujud khilafah. Sehingga silaturahmi seakan-akan beralih menjadi seminar pranikah. Terlihat para ADK sumringah dan ketawa tersipu-sipu ketika materi disampaikan tentang pernikahan. “geleng-geleng kepala sepertinya ustad bagus juga untuk mengisi acara pranikah”.

Dari beberapa slide dipresantasikan ada satu kalimat yang nyetrik dan menguncang hati para ikhwan. Semoga para ikhwan yang hadir disegerakan dan merenungkan kalimat terdahsyat dari ustad.

Ini loh pertanyaan ustad pada ikhwan! Mau tahu apa yang dilakukan seorang ikhwan sudah cukup umur tapi belum menikah. Pertama yang dilakukan ikhwan maksiat dan kedua kurang jantan…”hanya bisa ketawa” Astafiruallah begitu sadis dan ganas  kalimat tersebut, tapi dipikirkan ia juga kata ustad. Apalagi saat ini fasilitas untuk melakukan dosa-dosa kecil semakin canggih.

Silahkan para ikhwan menangkal dan berdalih jika perkataan ustad tersebut salah atau emang benar. Selamat merenungkan kata pedas dari ustad tersebut ya ikhwan…

Semoga ikhwan belum menyempurnakan dien tidak termasuk dengan golongan yang dijelaskan diatas. Jikalah ia maka bergegas dan segera memohon agar para ikhwan dipermudahkan untuk menyembut rezki.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Pujian mereka salah besar, Ukhti


Bismillah…

Hati-hati teruntuk ukhti fillah yang cintai dan dibanggai Allah betapa banyak kasus terjadi disekitar kita terutama dalam dunia maya “FB, Twit, YM, Blog” terlena dengan pujian dari lawan jenis.

Seharusnya pujian tersebut membuat kita malu bukan sebaliknya bangga dan merasa melayang sampai langit ketujuh “untung saja gak sempe terbang, ya gak mungkinlah bisa sampe terbang apalagi sampe langit ketujuh kalau aja iya dipastikan masuk MURI ckckckckkc”.

Jangan sampai pujian dari lawan jenis membuat Allah cemburu dan sedih apalagi sampai menyalahkan atau mengabaikan aturan Allah. Anggap saja pujian tersebut angin lalu. Jika bisa benteng sekuat mungkin atau sekeras mungkin pujian tersebut dengan hati dan pikiran yang cuek.

Apalagi akhwat begitu cepat ke-geer-an!!! Kalau gak bercaya coba sesekali ikhwan bilang aje mereka cantik, sholeha, statusnya bagus dan always like status mereka dipastika mereka ke-geer-an ditambah lagi dengan ungkapkan ukhti cantik, ukhti cerdas, ukhti sholeha banget dan blaaaaaaaaaa makin buat berdesir dech hati.

Tapi tidak bisa universelkan kasus tersebut dan rata-rata seperti itu terutama akhwat belum menyempurnakan diennya. “bukan maksud memojok akhwat tapi itu lah realitanya”

Padahal para ikhwa fillah belum tahu aib kita, kejelekakan kita, kebodohan kita mereka hanya tahu kita front stage ya pantas mereka memuji. Andai mereka tahu bagaimana kelakuan kita di backstage tidak akan mau memuji seperti itu lagi dan mereka salah besar

Saya yakin pula ketika ikhwan berani menguyon akhwat melalui comment status atau message personal tidak hanya berlaku pada seorang akhwat pasti di beberapa akhwat juga diperlakukan dengan hal yang sama. Jadi kita jangan terlalu cepat kegeeraaaaaaaaaaaaaaaaaaaan

Jangan sampai akhwat kita tergoda, terayu, terbujuk, terbawa perasaan dan kegeeran, berdesir, degdegan dengan hal seperti itu.  Ingat Allah maha melihat, maha mengetahui, maha teliti, maha mendengar baik terbesit maupun terungkap.

Jika kita pernah bahkan sering mari akhwat dan ikhwan kita sama-sama perbaiki diri. Yakin tak ada asap tanpa api, tak ada hujan tanpa air, tak ada panas tanpa mentari, tak pedas tanpa cabe, tak ada manis tanpa gula.

Andai sudah terlanjur anggap saja itu kekhilafan dan bergegas memperbaiki diri. Allah rindu air mata kekhilafan tersebut dan Allah sayang dengan kita maka kita diberi cobaan berupa pujian lawan jenis, agar kita tahu sejauh mana level kita menjaga hati nan bersih itu.

Ingat….cukup keluarga, anak dan suami kita memuji seperti itu karena mereka tahu lebih bagaimana pola kehidupan kita di backstage.

Renungan ini ana didikasi untuk diri sendiri agar hati-hati menjaga hati^__^

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: