Harapan Di Balik “Like this”


Bismilllah…

harapan dibalik like this

harapan dibalik like this

Saat mengikuti Gerakan Indonesia Menulis pada session kedua, penuh nuansa canda jiwa tertawa terbahak-bahak rasanya sudah lama tidak tertawa seperti itu, biasanya tertawa dengan gaya anak jalan, ketika berkumpul dengan abang-abang karena sudah berkumpul dengan mereka selalu ada cerita menguncang perut sehingga beban dikepala punah begitu saja.

Bukan ia saja yang tertawa terbahak-bahak, hampir seluruh peserta Gerakan Indonesia Menulis juga ikut tertawa terlihat dari gigi yang tertampak jelas tanpa beban. Dari sekian banyak alasan kenapa ia tertawa ada satu kata yang sangat menyentil yaitu perilaku facebooker yang suka meng”Like” status seseorang. Bagi kita penikmat social media sering melihat teman, relasi atau kita sendiri menglike this status seseorang. Padahal status biasa saja tetap diberikan symbol jempol, tentu bertanya dengan fenomena Like this yang diberikan, apakah benar-benar statusnya penuh motivasi, menginspirasi, membuat pembaca tertawa, atau menimbulkan jiwa sedih!!!

Jujur ia sendiri termasuk orang yang pelit memberi nilai pada status siapapun kecuali status itu benar-benar menggetar jiwa dan menumbuh inspirasi untuk menulis. Mari kita mengamati apa sebenarnya harapan seseorang memberi Like this tersebut? apakah memberi nilai hanya sebatas iseng, malas memberi comment atau balas budi terhadap like this yang pernah diberikan orang lain pada ia dan jangan-jangan ada dorongan lain kenapa selalu memberi symbol jempol tersebut.

Biasanya setiap orang memberi tentu ada tujuan atau harapan yang diharapkan. Semoga apa yang kita berikan tidak ada unsur ingin mendapat sesuatu melainkan sebagai reward atau penilaian yang murni. Coba simak status facebook kita, siapa yang banyak meng-Like-nya!!! Jangan-jangan dia yang menglike ada modus tersembunyi yang tidak pernah terlontar pada kita.  Mungkin ada harapan ingin berkenalan, ada harapan sebagai teman, atau ada harapan lebih dari itu (Heeemmmm-heeemmm).

Bukan berpikir negative terhadap meraka yang sering memberi Like this tetapi hanya analisis pada kita untuk hati-hati dengan meraka yang sering memberi Like takutnya dari biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang bermakna “sweet-sweett-sweeeett”. Atau kita juga senang atau menanti ketika ada seseorang yang meng-like status kita!!! Yang pasti ketika orang tersebut terus menerus dan selalu memberi like pasti ada harapan lebih dibalik itu. Pekalah dengan meraka yang like status kita dan bertanya dengan hati kita dengan Why and what?

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan


 

Bismillah…

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Sangat jarang berada diluar rumah (teras rumah) terutama disenja hari, jika senja sudah menghampiri bumi sibuk mempersiapkan sholat magrib, mandi dan menonton berita terupdate. Terkadang diwaktu senja merebah seluruh badan diruangan televise sembari menunggu azan magrib secara dari pagi hingga sore berada diluar rumah dan sangat lumrah badan diistirahatkan.

Tapi senja ini, tertarik untuk berada diluar rumah melihat keindahan langit yang sangat indah ditinjau dari segi apapun. Apakah ingin melihat langit disenja dengan warna, dari kedahsyatan, dari ketenangan, dari abstraksi awan-awan, dari kegelapan atau dari benda-benda maupun makhluk yang keluar disenja hari. Coba memenjam mata semari menatap kelangit dengan rasa penuh kedamaian untuk menghilang rasa letih dan galau. Mungkin senja disore hari bisa menjadi alternative untuk menenang jiwa. Walaupun islam tidak pernah menganjurkan menghilang ketenangan seperti itu. Tapi apasalahnya mencoba, toh ketika melihat langit yang spektakuler membuat menyakini ada yang mengatur bumi, ada yang mengurusi bumi dan ada yang menata bumi dengan penuh keterkejutan..”itulah Dia Tuhan”.

Takjum dan kagum tidak berhenti-henti memuji pada Allah yang menyuguhi keindahan senja dengan berwarna-warna. Senja terlalu indah dilewati dengan hal sia-sia. Disana terlihat warna awan membentuk gambar burung elang yang akan kembali kesarangnya, terlihat pula sinar cahaya semakin menghilang, perumahan semakin sunyi yang tadinya begitu ramai anak perumahan bermain kekejaran. Dan kulit mulai diingapi nyamuk-nyamuk kecil, ini bertanda magrib sebentar lagi. Bahkan suara mengaji begitu merdu dari mesjid semakin terdengar jelas, melalui tartil tersebut ada rasa memasuki naluri jiwa sedang menanti.

Subhanallah baru setengah jam menikmati senja, bulan sudah mulai menampakan separuh badan kebumi. Mungkin bulan masih malu untuk menampakan cahaya dan badannya secara seutuh karena azan margib belum selesai berkumandang karena selama ini mengamati bulan menampak cahaya ketika azan telah selasai dikumandang dimesjid-mesjid. Sebelum memasuki rumah masih ingin menatap langit yang indah selalu mengelitik rasa dan harapan untuk diuntaikan pada seseorang yang belum tahu siapa orang itu…”mungkin orang itu sedang mempersiapkan diri untuk bertemu orang yang sedang menatap rembulan”.

Beberapa langkah menuju ruang utama, bulan menampakkan cahaya begitu dahsyat sedahyat gelombang ombak menghampiri kaki dipantai utara. Saat cahaya bulan semakin terang berburu mengambil EOS camera untuk didokumentasi. Cahaya rembulan begitu terang semakin cantik mata untuk memandang. Seakan-akan minus mata hilang begitu saja!!!

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Selesai sholat magrib kembali menatap cahaya rembulan malam, yang malam itu melihat dibalik daun pohon pinang depan rumah. Sepertinya tetangga juga ikut menikmati cahaya rembulan. Meskipun tetangga melihat cahaya rembulan tapi ia tidak melihat makna dibalik cahaya itu karena tetangga hanya sebatas duduk santai diteras rumah .

Sedang ia melihat rembulan malam karena sudah lama melihat cahaya rembulan, secara ditengah kota seperti ini susah untuk bisa bertemu lagi, berbeda lagi menikmat rembulan didesa ada rasa kesunyian meskipun berada ditengah keramaian. Sunyinya hati karena hati masih belum ada penghuninya hohoo…mungkin jika sudah ada yang memiliki hati tidak merasa kesepian melihat rembulan. Semoga sebentar lagi ada yang menemani disamping untuk melihat keindahan senja, keindahan rembulan malam semari bercerita tentang mimpi besar dua anak manusia dilahirkan di bumi Allah.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Cinta di Empat Musim


Bismillah…

Cinta di Empat Musim

Cinta di Empat Musim

Beberapa hari ini lebih banyak menghabiskan waktu didepan leptop, sesekali-kali mengistirahat mata dan tangan untuk mengisi teka-teka silang (TTS) serta ditemani cemilan yang dibeli supermarket dekat perumahan. Maklum kebiasaan nongkron dengan kotak hitam selalu ada cemilan. Sebenarnya kebiasaan seperti itu sangat tak elok bagi kesehatan dan beruntung timbangan tak pernah beranjak kekanan.

Tersedianya cemilan juga menggangu kosentrasi maupun kefokusan membaca, menulis dan berselancar di dunia cyber. Tapi tanpa ada cemilan rasa tak lengkap dan tak seru nongkrong dengan si kotak hitam…”Serbasalah”.

Tak terasa hampir empat jam berduan dengan kotak hitam, jika empat jam dipergunakan untuk berjalan mungkin sudah menempuh perjalan empat ratus kilo. Ini adalah waktu terlama berduan karena biasanya dua jam maksimal berhadapan leptop. Menurut penelitian sebaiknya berhadapan leptop tak lebih dari dua jam per hari.  Selama itu pula banyak materi terbaca dan menghasilkan dua opini yang siap dikirim pada majalah online….”Sesuatu bangeetttt”.

Tetap opini yang terangkai masih seputar rasa dan cinta. Entah kenapa begitu mudah untuk mengeluarkan ide bernuansa cinta dibandingkan menulis nuansa politik, kesehatan dan motivasi…Dasar-dasarrrrr!!! Bilang saja emang doyan dengan tema itu…”Just Smile”.

Rintihan hujan dimalam jum’at teringat dengan harapan makhluk yang memiliki pikiran dan rasa yang berkeinginan membingkai cinta di empat musim. Bagi perempuan itu membangun cinta di empat musim selain didukung settingan penuh keanggunan dan disana juga ada harapan lain ini diwujudkan…!!!

Mungkinkah cinta di empat musim itu terwujud? Dan kata-kata itu telah memenuhi halaman diari yang setiap hari membaca dan berharap. Atau cinta di empat musim hanya sebatas etopia dan euporia sesaat. Sangat sadar untuk menuju benua memiliki empat musim tak segampang lidah berkata, tak segampang menulis harapan dikertas kosong, tak segampang mengajari anak-anak mengeja dan tak segampang melihat keindahan langit.

Ia tahu bahwa sulit untuk kesana, ia tahu banyak persiapan yang harus dipersiapkan mulai bersifat financial dan unfinancial. Apalagi melihat teman-teman dihimpunan sudah berhasil membingkai cinta dan mewujud harapan di empat musim.

Betapa indahnya bisa membingkai cinta di benua empat musim seperti terlihat pada photo profil dan cerita yang dipaparkan di blog teman…”Iri sangaaatttttttt”.

Disana ada segumpla salju yang turun dari langit kemudian bertumpukan diatas atap, menutup keindahan taman, dan menusuk dalam jiwa. Ya itulah indahnya musim dingin di benua empat musim. Berbeda dengan negeri ini!!! Dimana-mana terlihat adalah pemandangan sampah yang mengunung sehingga melunturkan keindahan alam nan eksotik. Heemmmm itu hanya sebagian lelucon negeri ia

Ada alasan lain ingin membingkai cinta dibenua empat musim. Ingin melihat secara langsung keindahan taman-taman nan indah yang dipenuhi bunga-bunga dengan berbagai warna, harum dan juga dipenuhi manusia yang menikmati oksigen segar

 Membayangkan mereka-meraka yang menikmati suasana musim semi tiba. Tentu merasa bahagia, merasa keindahan, merasa keanggunan dengan melihat tumbuhan berbunga dan tak berbunga tumbuh begitu indah. Subhnaallah betapa Allah begitu kaya yang bisa menciptakan empat musim dan dua musim di waktu yang di bumiNya…”Masihkah kita mempertanyakan kehadiran Allah di bumi ini” padahal melalui kejadian alam sudah jelas kehadiran dan kebesaranNya.

Tak hanya itu factor mendorong ingin membingkai cinta di benua empat musim, melain ingin memperdalam keilmuan terutama ilmu sesuai profesi, ingin memperlajari bagaimana culture, ingin melihat kedisplin meraka menghargai waktu dan ingin menemani seseorang berjuang meraih gelar…”Heemmm, chocolates”. Kita tahu bahwa benua memiliki empat musim merupakan pusat pendidikan science maupun social…!!!

Adakah kesempatan baik berpihak, adakah dewi fortuna mendukung, dan adakah keinginan ia tertulis di Lahu Mahfuzh!!! Ada atau tidak, didukung, tetap berkeinginan merasakan cinta di empat musim. Walaupun nanti tak sesuai dengan rencana pribadi terjadi tetap menjaga mimpi itu didepan mata dan tersenyum

Tapi seandainya cinta di empat musim terjadi, Subhanallah riang tak bisa terungkapkan, merasa bersyukur dan henti-hentinya sujud padaNya. Dan tak mengsia-siakan kesempatan untuk menelusuri setiap jengkal benua memiliki empat musim. Pasti akan direkam indah melului tulisan maupun picture.

Oohhhh…Tuhan!!! Kenapa begitu bergepu-gepu ingin membingkai cinta di Empat musim. Padahal di ukur dari segi financial, segi skill, segi knowledge dan segi networking tak bisa diandalkan. Entah kenapa ia tetap ngoyo ingin merasa suasana di empat musim. Atau keajaiban akan membawa ia kesana, atau ada seseorang yang ingin mengajak kesana…..”Heeemmmmm harapan begitu tulus”

Biarlah keegois cinta diempat musim membara dalam pikiran, dalam qolbu, dan dalam doa. Tak pernah mau mempudarkan walaupun tak bisa terwujud karena masih berani bermimpi atau berangan-angan untuk kesana…” I believe with miracle and pray.

Pada akhirnya cinta di empat musim biarlah waktu yang menjelaskan apakah akan terwujud atau tidak!!!

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Negosiasi cinta


BIsmillah…

Negosiasi cinta

Negosiasi cinta

Sudah dikeheningan malam , tapi mata dan mati masih sanggup untuk menyelesaikan bacaan “ 10 jurus menjadi wanita sholeha”. Sudah 4 bulan buku tersebut di rak buku tapi belum sempat dibaca dan ketertarikan untuk membaca belum membahana. Terdorong membaca buku ketika kekurangan bacaan…”cieeee belagu bangettt” Sedangkan buku tersebut dihadiahi saat mengisi kajian wanita di Universitas ternama. Inilah indahnya mengisi acara selalu mendapat hadiah buku, bisa ketemu orang baru dan bisa berbagi…”yang terpenting gratis itu emang enak, kata orang”.

Indah, penuh motivasi, menginspirasi dan mudah dicerna itu tanggapan ketika membaca kalimat-kalimat yang tertata indah dalam buku tersebut. Heeemmm bibir pun tersenyum-senyum karena ada bagian yang mengulas tentang cinta. Setiap buku yang dibaca selalu ada zat cinta kecuali membaca buku ilmiah.

Baru tahu dan awareness jika ingin menjadi wanita sholeha juga harus menumbuhkan rasa cinta, terutama rasa cinta pada Allah dan orang tua bagi yang berstatus single. Lain hal yang sudah menikah ada cinta harus ditumbuhi yaitu cinta pada suami plus pada anak tapi tidak mengabaikan cinta pada sang Ilah dan orang tua…”Inilah keseimbangan cinta”

Detik-detik membaca bagian tersebut teringat dengan negosiasi cinta yang dibahas oleh seberapa ukhti di suatu tempat. Entah kenapa setiap ketemu mereka selalu ada kadar cinta, baik cinta bersifat ukhuwah atau lebih dari itu. Negosiasi cinta bermakna diplomasi, mencari jalan terbaik, mencari jalan direstui Allah maupun orang tua dan solusi terbaik saat membangun cinta…”Jadi teringat tulisan ustad salim A Fillah tentang membangun cinta heheheee”.

Negosiasi cinta tak hanya berdiplomasi dengan diri sendiri melain bernegosiasi dengan Alam maupun lingkaran terdekat dari hidup. Tentu hal harus dinegosiasikan, apakah cinta itu ditumbuhkan atau dideletekan, apakah cinta itu diterima atau ditolak, apakah cinta itu membawa manfaat atau malapetaka, apakah cinta itu memiliki kandungan ilahi atau unsur nafsu belaka!!! Itulah negosiasi cinta yang indah ketika cinta menghampiri jiwa manusia yang secara falsafah kehadiran manusia di bumi atas dorongan cinta.

Terpenting dari negosiasi cinta yaitu negosiasikan terlebih dahulu pada sang maha mencintai, sang maha kasih, dan sang maha menetramkan hati. Insyallah dengan negeosiasikan cinta padaNy akan menghasilkan diluar jangkaun maupun nalar. Dan yang lain juga ikut mempermudah langkah menuju sebuah asa, bahkan Alam jua mengamin serta mendukung niat baik itu…”Subhanallah plus amazing bangeeetttt”

Apakah tak ingin menegosiasi cinta kita padaNya!!!

Jika cinta itu hadir dalam langkah perjuangan, ingin negosiasi cinta pada Allah melalui doa, sujud dan istiqarah cinta. Supaya hasil dari negosiasi itu tak hanya direstui kedua belah pihak tapi bumi beserta isinya merestui pertemuan nan anggun itu.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Orang-orang udah nulis kemana-mana, lha aku


Bismillah…

Iri….iri…iri…iri…iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iri iri iriiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Iri melihat meraka yang berkarya

Iri melihat mereka yang berkarir

Iri melihat mereka yang menginspirasikan

Iri melihat mereka yang dekat dengan Ilah

Iri melihat mereka yang selalu bersikap sederhana

Iri melihat mereka yang bisa mendidik sibuah hati menjadi pemimpin

Orang-orang udah nulis kemana-mana, lha aku

Orang-orang udah nulis kemana-mana, lha aku

itu kata-kata yang memenuhi kepala dan setiap langkah kaki menuju entah kemana. Walaupun terkadang kata tersebut sempat terganti dengan kalimat lain namun tetap ketika menatap leptop perjuangan kata iri masih mengisak pikiran dan hati. Padahal leptop yag selau setia menemani ketika iri sudah selayaknya dipensiunkan karena sangat memperhatinkan mulai dari segi fisik internal maupun eksternal.

Jika lirik dari sisi sejarah, kenangan dan kontribusi buat alhanin rasanya tak tega untuk mempesiunkan leptop tersebut. Bila ditinjau dari sisi lain rasanya sudah tak layak lagi, jauh di hati pengen ini menganti tapi danda belum mencukupi, karena ada hal yang penting harus didahulukan, dan semoga brother(red:abang) memenuhi janjinya untuk membeli notebook buat alhanin agar ketagihan menulis semakin menjadi, agar terwujud mimpi besar tersebut, dan supaya bisa menginspirasi orang-orang diluar yang membutuh motivasi…”penantian janji”

Apalagi ketika mengunjungi toko buku, melihat teman sudah menulis dikoran-koran, melihat saudara sudah menulis antologi dan sedangkan alhanin baru menulis diblog pribadi serta sekali-kali menulis dimedia islam. Sepertinya belum puas, sepertinya masih minder, sepertinya tetap iri dan sepertinya rasa manusia tak memiliki manfaat buat lingkungan.

Entah kenapa fluktuatif masih semayam indah dalam aluran kehidupan, terkadang semangat menulisnya gila banget seperti semerbaknya sambal jengkol “huhuuuu”, terkadang tenggelam ibarat kapal penuh muatan. Padahal begitu floong waktu untuk menulis karena belum ada yang menggangu, belum ada amanah yang begitu mengikat, belum ada yang harus dipikirkan secara serius atau bisa jadi uninteresting menulis menunjukkan kalau alhanin belum bisa mengekplotasi menulis, atau bisa jadi kosakata masih menim gara-gara belum mencintai membaca dengan hati.

Apapun pengaruhnya, apapun penghambatnya, suatu saat harus meneribtkan sebuah karya apakah itu bentuk antalogi atau bentuk yang lain…”kini harapan itu dalam upaya semari berdoa agar dipantaskan untuk mewujudkan”.

Ayoooooo, semangat untuk mewujudkan jangan takut dengan deras hujan, jangan takut petir yang begitu seram, jangan takut dengan angin yang siap menghantam dan itu adalah motivasi dari alam untuk mendukung dirimu mewujudkan. Anggap saja itu adalah aroma kehidupan yang harus dilalui dan anggap saja itu sebagai bukti Alam mencintai mimpi besar mu…

Atau mungkin setahun kemudian akan terwujud

Atau mungkin lima tahun kemudian sudah teraplikasi

Atau mungkin tergantung semangat dan kegigihan

#harapan, #sholiatalhanin

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Mungkin harus ia kubur keinginan untuk menikah


Bismillah…

Mungkin harus ia kubur keinginan untuk menikah

Mungkin harus ia kubur keinginan untuk menikah

Ditengah keramaian jiwa merasa tak menentu antara mengharap atau menghapuskan, diluar  sana mentari sangat terik seperti dikatakan ukhti R setelah pulang dari kegiatan diperkampusan dan ia juga merasa panas walaupun berada dibawah AC tapi tetap begitu gerah, mungkin gerahnya diperbarahi suasana hati…”Heeemmmm galau anak PAUD hoooo”.

Walaupun hati sangat gerah tetap harus menyelesaikan amanah dibulan syahwal dan saat kegalauan tiba-tiba ukhti R serta ukhti T menyahut ia untuk membahas segala topic yang bisa diskusikan. Begitulah indahnya ketika bertemu kedua akhwat tersebut selalu ada isu segar dibahaskan mulai dari teman pendidikan, parenting, ekonomi, politik dan selalu endingnya tentang pernikahan…”dasar waatt-waaatttt”.

 seminggu tak bersua kedua akhwat tersebut rasanya ketinggalan informasi sebab kedua akhwat tersebut adalah seorang akhwat yang berdidikasi dirinya untuk intelektualitas dan bisa membangun rumah tangga yang dilandasi ilmu serta agama…#serius nich ceritanya

Tema dibahas dihari yang panas, dihari kegalauan, dihari kesibukan dan dihari penantian. Sangat seru tema dibahas jika di SKS-kan mungkin 12 Sks tak selesai karena tema ditinjau dari segala aspek mulai aspek financial, aspek keagamaan, aspek psikologi dan aspek sosiologi… alah-alah waat-waat seperti peneliatian sampai menggunakan teori ilmiah waeee. ”jika seperti ini tentunya banyak pertimbangan” dan pada akhirnya niat untuk menikah sebaiknya dikubur saja kali ya!!!

Jika ada akhwat mengubur niat untuk menikah karena factor diatas sungguh begitu rugi. Bagaimana tidak rugi? Bukankah dengan pernikahan agama seseorang akan sempurna! Bukankan dengan pernikahan setiap  dilakukan menjadi pahala? Bukankah dengan pernikahan ketenangan akan diraih? Bukankah dengan pernikahan seorang wanita mendapat predikat surge ditelapak kaki ibu? Bukankah dengan pernikahan akan mengarugi pada cahaya tak bisa dijelaskan? Bukankah dengan pernikahan akan merubah sikap dan menjadi pribadi penuh ketauladan bagi si anak?…”itulah keindahan pernikahan”….#ya Rabbi betapa mulia kedudukan seoranga wanita dalam rumah tangga#

Jangan sampai factor sepele mengurungi niat mulia, jangan sampai factor dunia menghalangi meraih pahala, jangan sampai satu factor tak ada pada si orang lain sehingga buat kita buta makna pernikahan dan membiarkan diri hidup dalam kesendirian ditengah hiruk pikuk dunia yang semakin hari jauh dari ajaran Ilahi.

Bagi akhwat atau ikhwan yang belum dipertemukan cinta, belum dipertemukan sahabat hidup, belum dipertemukan teman seperjungan tetap jaga kesucian hati, tetap jaga niat baik itu, tetap tingkatkan doa, tetap terus berusaha menjadi layak dipilih bagi dari segi ilmu maupun akhlak, dan tetap terus yakin bahwa pernikahan itu akan segara terjadi. Seperti ungkapan indah Tere Leye pernikahan yang pantas itu tidak dilihat dari cepat atau lambatnya seseorang menuju pelaminan TAPI KELAYAKAN PERNIKAHAN DITENTUKAN OLEH ALLAH…”heeeemmm arum banget kalimat tersebut sehingga mengademkan hati”.

Nikah itu bukan cepat2an. Kalau mau meneladani Rasul, yang cowok bisa nikah di usia 25. Tapi kalaupun lebih lambat, bukan masalah. Pun kalaupun mau cepat, juga tidak masalah.

Karena di atas segalanya, yang paling penting adalah: menjaga diri dari hal2 merusak dan melanggar kaidah agama.

Pastikan kita bersedia menempuh perjalanan berumah tangga. Paham ilmu2nya, mengerti hak dan kewajiban. Tidak perlu siap 100%, cukup bersedia saja. Apapun resikonya.

Bukankah Allah sudah janjikan dengan indah pada bumi dan seisisnya setiap apa diciptakan berpasang-pasangan…# MAHA SUCI TUHAN YANG TELAH MENCIPTAKAN PASANGAN-PASANGAN SEMUANYA, BAIK DARI APA YANG DITUMBUHKAN OLEH BUMI DAN DARI DIRI MEREKA MAUPUN DARI APA YANG TIDAK MEREKA KETAHUI (Yasin:36).

Sekali lagi petuah buat ikhwah yang membaca, tetap jaga hati dari hal-hal yang mampu menghilangkan kepesonan jiwa, tetap tunjukkan performa terbaik dihadapan Allah dan jangan lupa selalu control dalam kondisi positif. Agar ketika waktu itu tiba dalam kondisi penuh kepesonaan baik dihadapan Allah maupun manusia…”jlep-jlep-jleeppp”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ana pun juga ingin bisa menulis dengan hati


Bismillah… 🙂

Kita semua tentu pernahkan membaca karya anak bangsa yang menulis dengan hati betapa banyak contoh bahkan tak bisa terlist satu persatu semakin banyak anak bangsa (putra-putri) indoenesia menulis dengan hati, cinta, mencerahkan dan mencerdaskan.

Jika kita termasuk sosok suka, hoby dan tertarik “reading and hunting book”  pasti tahu tulisan penuh inspirasi, memotivasi, realita seperti buku Ainun&habibie, di bawah lindungan kab’ah, bumi cinta, ketika cinta bertasbih, ayat-ayat cinta, pudarnya pesona Cleopatra, 5 menara, petunjuk jalan, itijad cinta (sayyid qutbh) dsb.

Itu semua adalah hasil karya anak bangsa merangkai, menjulam, merajut kata-kata menjadi kalimat inspirasi bagi siapapun pembacanya baik dikalangan remaja, dewasa dan orang tua.

Ketika menulis, merangkai, menjulam dan merajut kata dengan cinta maka pembacapun membaca dengan cinta, siapa sich gak mau menulis seperti itu? tapi menulis dengan hati gampang-gampan angel (sulit), harus kaya referensi, kaya bacaan, habbit of writing  dan banyak jalan jika kita ingin menulis dengan cinta.

Pepatah arab mengatakan “Ilmu ibarat hewan buruan, jika tidak kau ikat dengan tali (tulisan) maka ia (ilmu/ide) itu akan lepas”.

sayyib qutbh menjelaskan supaya tulisan kita memiliki ruh dan simfoni cinta ada beberapa hal diperhatikan antara lain:

Pertama kata-kata takkan memiliki ruh jika keluar dari orang yang tidak meyakininya. Kedua ketika kata-kata yang dikeluarkan lisannya terlebih dulu telah dikhianati hati dan amalnya. Ketiga kurang dekatnya hubungan dengan Allah SWT. Padahal kedekatan kepada Allah, terutama pada waktu malam dengan qiyamullail dan tilawah adalah standar kelayakan kata-kata memiliki ruh; menjadi berbobot atau qaulan tsaqiilaa (QS. Al-Muzammil : 5). Keempat  menurunnya keimanan dan ketaqwaan. Padahal keduanya berbanding lurus dengan ruh kata-kata; menjadikan nasehat dan taujih benar dan tepat sasaran atauqaulan sadiida (QS. Al-Ahzab : 70) dan kelima kotornya hati akibat kemaksiatan dan dosa. Sebaliknya, tazkiyatun nafs dan taubat nasuha menjadikan hati cemerlang (qalbun mushoqqolun). Seperti cermin ketika bersih dari debu bisa memantulkan cahaya, hati yang cemerlang menghantarkan kata-kata masuk dalam hati pendengarnya. “Jika bertaubat dan beristighfar, maka cemerlanglah dan cemerlanglah hatinya.” (HR. Ibnu Majah)

Berharap bisa menulis dan mengukir jejak cinta dalam format buku, berharap nasehat indah, cantik, bijaksana serta penuh petuah tersebut bisa direalisasikan step by step.

Selama ini lebih banyak menyuarakan, menjalurkan, menyampaikan, dan menguat bait-bait cinta di beranda blog (wordpress) dan berjanji pada diri sendiri bahwa tiap hari one day one post, Alhamdulillah beberapa minggu sepertinya lancar.

semoga suatu saat jika Allah telah memberi izin dan memantas jiwa, pikirkan, dan professional akan diapresiasikan, diwujudkan, dinyatakan dalam bentuk buku. Allahuma Amien.

Why not because nothing imposibble in the word! Toh banyak penulis buku bermuara dari iseng menulis blog…”moga bisa ikut jejak mereka J “

Mohon doanya ya teman ku “ini termasuk seratus impian harus dicapai” jka kesempatan itu datang akan disambut dengan cinta bahkan kesempatan itu sebenarnya telah ada, datang, menghampiri tapi satu hal belum siap disiapkan “keberanian, fokus dan tekad”.

Tapi untuk memunculkan ketiga hal tersebut tidak semudah kita lontarkan dan ketiga kata tersebut terkadang tidak bisa sejalan…”berarti masih otak kiri nich ane hoooo”

Apakah mampu aplikasi kata-kata bijak mas bro ippoh santosa kalau ingin sukses, kaya, bisnis jangan banyak mikir jika kebanyakkan mikir dipastikan tidak jadi kalau bisa live action “mantap”. Nasehat atau motivasi mas bro ippoh berlaku untuk semua hal tak hanya dalam sector entrepreneur namun berlaku jua pada menulis dengan cinta.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: