Menyisih Rezki Untuk Haji


Bismillah…

“Jihad yang paling afdol ialah haji yang mabrur. (HR.Bukhari)

Menyisih Pendapatan Untuk Berhaji

Menyisih Pendapatan Untuk Berhaji

Indonesia merupakan Negara islam terbesar didunia, Negara yang banyak mendapat jatah Haji, untuk berangkat Haji harus menunggu bertahun-tahun bahkan bisa menunggu hingga 10 Tahun, dan umat islam seluruh dunia tentu ingin menunaikan Ibadah haji meskipun hukumnya bukan wajib.

Berbagai cara dilakukan untuk bisa berangkat haji. Bahkan setiap keberangkatan Haji, ada cerita sangat mengelitik perasaan, menampar jiwa, dan sampai tidak percaya dengan mereka yang memiliki tekad yang tinggi. Ada yang menabung bertahun-tahun dengan menyisih penghasilannya sedikit demi sedikit, ada yang rela menjadi buruh agar bisa berangkat haji, ada menjadi tukang sayur dan cara apapun dilakukan. Secara matematika manusia mungkin tidak mungkin bisa hadir ditanah suci, untuk hidup sehari-hari saja dengan pas-pasan, bagaimana mungkin bisa berangkat haji. Namun atas kekuasaan Allah, kebulatan tekad, terus berdoa padaNya secara istiqomah menyisih pendapatan rupiah demi rupiah dan Allah permudahkan untuk kesana meskipun harus menunggu bertahun-tahun.

Sedangkan orang memiliki harta yang banyak, gampang memperoleh uang, dilimpahkan rezki, tidak memiliki beban hidup, bisa berjalan-jalan hingga keluar negeri, bisa mengkredit mobil berunit-unit, bisa menghabiskan uang untuk facial hingga berjuta-juta, punya rumah dimana-mana, mampu mengkredit barang-barang mewah dengan bunga yang fantastis dan karir sedang cemerlang. Tetapi kenapa belum ada keinginan untuk menyisihkan pendapatan atau menabung haji. Begitulah kehidupan, begitu rumit dicernai dengan nalar. “Seorang hamba Aku sehatkan tubuhnya dan Aku perluas baginya mata pencahariannya dan berlalu lima tahu tidak berhaji kepada rumahKu maka dia akan kehilangan (pemberianKu). (HR.Al-Baihaqi).

Seperti cerita didengar dari salah satu keluarga yang sudah menjalan ibadah haji semari meneteskan air mata mengenang betapa syukur bisa menjalankan ibadah, menyesalnya kenapa sejak dari dulu berniat untuk berhaji dan kenapa saudara perempuannya selalu menunda-nunda untuk berangkat haji. Padahal punya keberlimpahaan rezki, badan yang sehat cuma ingin menyekolah anak sampai kuliah tinggi baru akan berhaji tetapi Allah berkehendak lain yakni mengambil hak untuk hidup dibumiNya. “Barangsiapa memiliki bekal dan kendaraan (biaya perjalan) yang dapat menyampaikan ke Baitalilahil haram dan tidak menunaikan (ibadah) haji maka tidak mengapa baginya wafat sebagai orang yahudi dan orang nasrani. (HR.Tirmidzi dan Ahmad).

Mungkin ada dilingkungan kita mengalami scenario yang sama. Janganlah menunda-nunda untuk berangkat haji, jangan berpikir lain bahwa menyisihkan harta untuk berhaji menjadi kendala untuk membeli yang lain, atau sampai hati yakin atau sudah tua baru berhaji. Jika boleh jujur hati manusia mana memiliki kemantapan niat untuk melakukan kebaikan selalu ada rayuan setan yang membisik ketakutan atau pikiran negative agar manusia tidak melakukan ketakwaan padaNya. Bahkan mereka yang berniat dan telah menyetor haji Allah berikan kemudahan rezki yang tidak disangka-sangka. Ada pula sudah berazam menjalankan haji ketika karir bagus tanpi tidak menunaikan malah sebaliknya semakin terhambat rezki.

Melalui cerita itu pula menetes air mata, termotivasi dan ingin melakukan hal yang sama agar bisa berada ditanah suci. Apakah sudah berniat untuk berhaji? Apakah sudah pernah melafazkan melalui doa padaNya ingin berhaji?  Apakah sudah menyisihkan penghasilan kita untuk kesana? usaha apa saja telah dilakukan bisa mewujudkan keinginan untuk rukun islam kelima? Benar kata ustad, bahwa tidak semua orang terpanggil untuk melakukan ibadah. Hanya orang-orang terpilih dan dekat dengan Allah ingin bersegera menjalan perintah Allah. Antara umroh yang pertama dengan umroh kedua (terdapat) penghapusan dosa-dosa (yang dilakukan antara keduanya) dan haji mabrur tiada pahala kecuali surge. (HR.Bukhari).

Tanamkan terus niat untuk menjalan rukun islam kelima terutama saat berdoa pada Rabbi agar diberi kemudahan rezki, diberi kemantapan untuk berhaji, dipanjangkan umur dan disegarakan menunaikannya meskipun kesulitan dengan keuangan, meskipun dipikir dengan nalar tidak mungkin bisa. Rasullah Saw menyambut orang yang pergi haji “semoga Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu dan menganti ongkosmu (biaya-biayamu)” (HR.Ad-Dainuri). Dengan bismillah untuk menyisihkan rupiah kita demi mengunjugi tempat-tempat mustajab karena untuk berhaji dibutuh waktu bertahun-tahun maka dari sekarang untuk Action (tabungan Haji) dan tempat yang dijanjikan doa diijabah. Senada dengan pepatah sering didengar bahwa kekuataan atau energi di Tanah suci itu teras lebih dahsyat dibandingkan dengan tempat lain.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Resolusi Luar Biasa 2014: Dosen, Umroh dan Menerbit Buku (DUM)


Bismillah…

Resolusi 2014: Dosen, Umroh dan Menerbit Buku (DUM)

Resolusi 2014: Dosen, Umroh dan Menerbit Buku (DUM)

Saat menulis Resolusi 2104 seakan-akan berada ditempat sangat romantic dibenua Eropa tempat banyak ingin dikunjungi manusia karena keindahan artistektur yang sangat spektakuler bahkan menawan, nilai sejarah yang terdapat dikota tersebut dan keramahan penduduknya.  Disana berterbangan burung-burung merpati dengan lincah didukung dengan gaya unik membuat yang melihat tersenyum kecil-kecil bahkan gemas untuk menyentuhi, wisatawan menabur makanan pada merpati putih dan sebagian orang mendokumentasi moment-moment tersebut. Bahkan meraka berada ditempat romastis ditemani minuman kratingdeng semakin membuat mereka semangat menjalahi kota legenda seperti kratingdaengmenyuguhi cita rasa menenangkan jiwa dikala kehausan.

Melihat pemandangan tersebut semakin asyik menguraikan resolusi luar biasa. Setiap insan memiliki cinta, rasa dan impian dipastikan mempunyai resolusi. Mulai hal terkecil hingga tidak masuk akal seumpama kratingdaeng mengelitik keberanian setiap orang untuk menjadi berani mewujudkan resolusi di 2014. Apapun resolusi harus diyakini bahwa resolusi make it real  bukan sebatas angan-angan maupun tulisan tidak bermakna.

Di tahun 2014 resolusi akan diwujudkan dikenal istilah DUM “Dosen, Umroh dan Menerbit buku” bahkan satu dengan yang lainnya saling berhubungan, saling berkaitan, saling mendukung dan saling bersandingan. Indicator-indikator dan syarat-syarat menuju kesana sudah sebagian terpenuhi dengan disemangati kratingdaeng melalui spirit membahana.

Resolusi pertama menjadi dosen tetap, sebulan yang lalu sudah mengikuti ujian tertulis tinggal menunggu pengumuman. Jika lulus dosen tetap di World Class University maka akan menunaikan ibadah umroh. Biaya umroh diperoleh dari royaliti buku dan dua draff buku sudah dikirim ke penerbit tinggal menunggu respon pihak terkait.

Alasan kuat berkeinginan menjadi dosen ingin ikut andil mencerdaskan anak bangsa seperti kratingdeng ikut serta menyatuni bangsa melalui kegiatan sosial, ingin memotivasi generasi muda untuk semangat menjalani kehidupan dan insan berkualitas. Berangan-angan setiap mengajari dan sebelum perkuliahan dimulai, akan menyisipkan materi motivasi agama maupun science update seperti ia alami ketika kuliah selalu mendapat semangat dari dosen. Berharap dengan adanya motivasi dibagi setiap pertemuan membuka pola pikir mahasiswa, mereka termotivasi menjadi pribadi berkualitas, dan dekat dengan Tuhan meraka.

Bukan seperti mahasiswa saat ini semakin hari semakin hidup dalam kehedonisme, daya analitis memudar, jauh dari ajaran Tuhan dan pemikiran dangkal. Jika kehidupan mahasiswa seperti itu maka bisa menembak bagaimana bangsa Indonesia kedepan. Ada kebahagian sendiri bisa mengantar generasi mudah menjadi orang penting dan regenerasi pimpinan. Ibarat kratingdaeng menetes kenikmatan dalam ronga-ronga.

Sejak dua tahun terakhir keinginan untuk Umroh sudah diungkapkan pada Allah melalui doa, sholat sunnah dan membaca Al-Quran agar bisa menunaikan Umroh di usia muda. Rasanya hidup belum sempurna belum melihat langsung keindahan maupun kebesaran Kabbah, kiblatnya umat islam, tempat mustajab untuk berdoa, tanah kelahiran para Nabi dan awal sejarah kehidupan islam. Bahkan pernah pula bermimpi berphoto depan Kabbah dengan baju serba putih dan menetes air mata melihat kebesaran Allah karena disetiap sudut yang dilantukan adalah ayat-ayat al-Quran serta ingin mendoakan orangtua didepan Kabbah agar dipanjangkan umur supaya mereka bisa melihat ia menjadi orang sukses luar biasa.

Kemudian resolusi terakhir make it real yaitu menerbit buku, berharap bukunya di awal Tahun 2014 sudah didisplay ditoko-toko buku dan menyebar seluruh Indonesia karena tanggal 11 Desember 2014 sudah mengirim dua draf buku berjudul “Berdamai Dengan Cobaan” dan “Memandang mu Menyejuk Hati”. Energi kuat untuk menerbit buku sebagai lahan dakwah mengajak manusia-manusia memahami keberadaannya, ikhlas menerima cobaan dan mensyukuri scenario kehidupan. Tulisan tersebut terlahir dari pengamatan di setiap kejadian. Semoga siapapun membaca rangkaian kalimat mampu terinspirasi, mengupgrade pemahaman dan menjadi pribadi menyejuk hati. Bagi ia saat menulis, saat itulah sedang mengajari diri sendiri tentang banyak hal. Senada kratingdeng menyejuk dahaga dikala santai maupun beraktivitas. Jika buku pertama diterima Insyallah akan melahirkan buku-buku berkualitas berikutnya karena menurut “Pramoedya Ananta Toer” Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Saat ini mulai lagi mengumpul tulisan dengan jargon one day one write on blog dengan energy penuh cinta ibarat vitamin yang terkandung dalam minuman kratingdaeng

Bagi sahabat dan pembaca tolong  ikut mengamin maupun mendoakan agar resolusi make it  real tercapai dengan kemudahan, membawa keberkahaan dunia maupun akhirat. Dari resolusi DUM make it real bisa membahagia keluarga. Heemmm…beranggan-anggan dilokasi romantic mampu melayang pikiran pada kenyataan sesungguhnya.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb


Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb

Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb

Bismillah…

Suatu saat dan berungkali aku memejamkan mata. Beribu kali meyakinkan diri bahwa selama ini aku hanya sibuk untuk urusan duniawi. Begitu seakan tertutup hati ini, bahwa kejar dunia tak dibawa mati. aku masih memikirkan duniawi. Aku hampir melupakan rasa rindu yang jauh terkubur di kalbuku. Aku rindu untuk mencium dirimu, duhai … Muhammad…. bertanya diri kotor ini akan dirimu. Astaghfirullohal adziim… kiranya tak layak diri ini merindukan dirimu yang begitu agung…. Subhanalloh wabihamdihii… Subhanallohil Adziim… Laa ilaha ila anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin … Astaghfirullohhaladziim …

***
Duhai Allah penuhi jiwa ini dengan satu rindu, rindu akan cinta-Mu … Duhai Muhammad …. kekasih Allah … Siapakah kiranya dirimu yang begitu menggetarkan kerinduanku atas Allah … Allahuma sholli ‘Ala Muhammad … penuhi hati ini selalu akan cintaku akan dirimu untuk mendapatkan ‘gerbong’ dalam umatmu dalam menggapai Cinta Allah…
Kupandang langit sore itu. Begitu beri dengan arak awan yang tiada terperi. Ada kekuatan di atas sana. Jauh dari apa yang ada pada semesta. Apa hak ku menuntut sesuatu yang sangat tak tahu diri ini ? apa hakku untuk meminta dengan kekotoran hati ini ? Allahu Akbar …. begitu lama diri ini terpuruk, seakan lupa bahwa setiap saat nafas ini dapat terhenti seketika tanpa mampu untuk menolak.

***
Allah … diri ini menangis … menangis jauh di dalam hati … bagaimana diri ini begitu sibuk akan urusan duniawi … hijrah seakan tanpa istikomah … Astaghfirullohal Adziim … Laa ilaha illa Anta Subhanaka Inni kuntum Minadzolimiin … begitu khawatirnya diri akan strata pendidikan yang ingin terkejar hingga hampir melupakan strata keimanan yang sebenarnya mulai terabaikan. Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb … menumpahkan rindu yang tersekat dalam dinding-dinding kesombongan dan haus pengakuan. Rindu yang seakan kutampik untuk kutuangkan. Kau menegurku dengan arakan awan di sore itu Yaa Robb… aku tersadar bahwa Ilmu-Mu di dunia ini tak akan habis sampai kapan jua. Itu pun bukan pembuktian dari strata pendidikan.

***

Aku kembali merapikan duduk sembari menghirup dalam-dalam secangkir kopi yang menemaniku sore itu. Kopi itu begitu nikmat diantara ‘kesadaran’ akan kerdilnya diriku. Gejolak bukan tiada. Gejolak selalu saja menghantui pemenuhan akan ego, akan pengakuan. Dua pilihan sudah terlalu banyak untuk membuat satu keputusan. Keputusan sebagai penentu langkah. Akankah semua terbuang sia-sia dalam jengkal usia yang kian lama tak menentu menunggu suatu kepastian yang akan datang sewaktu-waktu ?

***

Begitu beruntungnya diriku diantara usia yang telah diamanahkan Allah kepadaku. Dan begitu menyedihkannya diriku tatkala ‘kesadaran’ menyeruak diantara tergerusnya keberadaan akan Diri-Mu… ampuni aku Yaa Robb … ampuni atas kebodohan dan kesombonganku selama ini. yang begitu banyak menuntut tanpa tahu batasan dan rasa syukur. Ampuni aku atas kealpaan hati… ampuni aku atas kekerdilan pemikiran akan ilmu… ampuni aku atas keraguan yang hampir menenggelamkan jiwa …

***

Bagaimana mungkin aku begitu bodoh untuk tidak menerima garis hidupku. Begitu banyak tanya atas jawaban yang mestinya sudah ada. Engkau Maha Tahu. Engkau Tahu aku lelah. Engkau Tahu semua terlalu sulit untuk ku. Tetapi satu hal bahwa aku juga tahu bahwa Engkau tak akan menempatkanku di tempat yang sekiranya aku tak mampu untuk memikulnya. Sungguh ampunilah dosaku Yaa Robb … aku menangis dalam keheningan. Keheningan ditengah terang sore merapat senja. Keheningan merajut oranye dalam ufuk barat…

***

Simpuhan hatiku diantara kealpaan yang menyeruak tiada henti. Simpuhan hatiku diantara kebodohan yang tersadari tiada terperi. Simpuhan hatiku diantara kesombongan yang hampir membakar syukur. Simpuhan hatiku diantara keraguan yang hampir menenggelamkan jiwa … aku menangis atas Ampunan-Mu. Aku menangis atas Rahmat-Mu. Aku menangis akan Kasih-Mu. Aku menangis atas Petunjuk-Mu Yaa Robb…

***

Jika sesungguhnya hidup ini adalah ibadah, maka kebaikan lah yang ada pada tiap detiknya. Jika langkah kehidupan ini tak membutuhkan peta, karena Engkaulah tujuan kami semua kembali. Kepastian pada tiap detiknya yang kami semua tak mampu untuk untuk membacanya. Kepastian yang pasti akan datang pada pemutusan hela yang tiap detiknya kami tak mampu untuk menghindar. Kepastian yang pasti akan datang pada kehidupan yang akan terhenti pada tiap detiknya yang kami tak mampu untuk hindari. Aku memohon belas kasih-Mu Yaa Robb… aku memohon Hidayah-Mu …
***

Aku menangis dalam kerinduan yang demikian membuncah akan Diri-Mu… aku menangis dalam kerinduan yang demikian membuncah akan Petunjuk-Mu. Aku menangis dalam kerinduan yang demikian membuncah akan Kasih-Mu… ampuni diriku Yaa Robbana …

**

“Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku.”
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yaang tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau.yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. “

 

sumber: http://astridaja.wordpress.com/

Best Regard Inspirasi BeraniSuksesTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Tanah Suci Selalu Dirindukan


Tempat Selalu Dirindukan Umat Islam

Ia sedang merindu sebuah tempat

Merindu berada ditempat suci

Tempat yang dirindui seluruh umat islam di dunia

Tempat turunya wahyu Allah

Tempat lahirnya para nabi dan sahabat nabi

Tempat doa-doa langsung diijabah

Tempat penguguran dosa

Tempat mengakui keagungan Allah

Tempat manusia mengakui  manusia tak berdaya

Tempat begitu indah memadu kasih pada Allah

Tempat begitu mulia untuk membaca Al-quran

Tempat kita mengakui begitu agungnya Allah

Tempat melepaskana sifat bersifat keduniaan

Yang terpikir hanyalah Akhirat

Tempat mempercayai bahwa Allah pemilik bumi dan seisinya

Tempat melafazkan kata

Labaikallah humma labaik,

labaik kalla syarikala kalabaik,

 innal hamda,

wani’mata lakawal mulk,

 laa syarikalak

Berbahagialah orang telah hadir dan datang di tanah suci

Ya Allah….

kini ia tambahkan doa dihadapan Mu

Yaitu mempermudahkan ia untuk hadir di tanah suci

Yaa Allah berikanlah ia kekuatan untuk bisa berkunjung ke Baitullah

Ya Allah permudahkan rezki ia agar bisa melihat keagung Mu di tanah suci

Ya allah, izinkanlah hambamu ini menginjakkan kaki di baitullah…

Ia rindu sujud di mesjidil haram

Ia rindu tasbih, tahmid, tahlil dan takbir di depan kabbah

Ia rindu bermuhasabah di padang Arafah

Jadikanlah hamba termasuk orang yg Engkau panggil melihat keagung Engkau

semoga Doa ia titipkan pada Mu dan Ibu yang sedang ditanah suci

Engkau Ijabah

Ya Rabbi…

Hamba benar-benar rindu hadir di Rumah Engkau Rabbi

Gerakkan hati, permudahkan dan curahkan rezki

Ia  untuk hadir di Rumah Mu “Rabbi”

“Terinspirasi dari tangisan Ibu dan bapak menceritakan tentang kemesteriusan selama berada ditanah suci Mekkah”

ARAFAH “


Bu,,,
Malam ini kau menelepon ku dari kejahuan…
Kau berbicara dengan airmata,,aku tak tahan dengan harumu…
Dan akupun jatuh dalam menangis…

Bu,,,
seharian tadi aku berpuasa juga untukmu..
Hari tadi Kunang-Kunang’Ku dan Kunang-Kunang’Mu jg melakukannya…
Dan kami merindu,,Bu…

Bu,,
Disini gemah takbir membahana terdengar,,
Sedang diselah telingaku Mama berkata,,, “Nak mama sehat-sehat…”
Dan airmataku menjadi luruh untukmu…

Bu,,
Bila aku jumpa engkau nanti,,,Ku ingin menciummu..
Ceritakan apa yang perlu kuketahui dalam perjalanan’MU
Dan aku selalu mendengarkan pesanmu

Bu,,,
Bukan hari ini untuk kita tersisihkan lagi…Tapi dulu…
Secara perlahan dan semakin aku sadar,,bahwa inilah KITA yg dulu dan sekarang..
Dan aku berharap kehidupan Bu bisa berjalan baik denganku..

Bu,,,
Memang mudah dilihat orang bahwa orang itu,,melalui peristiwa yang amat berat….
Sangat jelas,,Tapi disisi lain orang itu harus temukan jalannya sendiri…
Dan orang itu aku Elang’Mu, Kunang-kunang’Mu, Capung’Mu, …

Bu,,
Kita adalah Fakta dalam berkeluarga,,,,Kita berpikir keras bagaiman menjalani hari-hari kita…
Mama selalu bilang kekami anak-anak Bu “Nak…Bu mau kalian putar Otak untuk masa depan kalian..Gunakan tenaga dan kemampuan kalianBu tau kalian anak-anak yang hebat…”
….

Bu,,,
Aku ingin segera Bu pulang,,,Aku rindu…
Aku ingin menatap mata Bu…
Dan dinina bobokan dipangkuan Bu seperti dulu…

Bu,,
Peluk cium dariku,,ELANG’mu…
Peluk cium juga dari Kunang-Kunang’Mu..Kekasih si Elang..
Dan juga dari Capung lincah,, yang selalu ceriwis..Cucumu …

-m.sir-
06 – Nov – 2011…
Special Dedication for My Mom.

Puisi ini sengja simfoni kopas “kopi paste” dari note teman difacebook serta sangat kebetulan banget teman difacebook mempulish note tersebut. puisi tersebut mewakili banget bagaimana perasaan simfoni dan  simfoni baru saja telepon orang  tua lagi dipadang Arafah yaitu sekitar jam 16.30 ( 06 – Nov – 2011) waktu indonesia bagian barat, apa yang terjadi yaitu bu menangis terisak-isak dan simfoni pun tak sanggup untuk menahan tangis dan rindu pada bundo. Entah apa membuat simfoni begitu bijak di depan bundo dengan mengatakan pada bundo serahkan semua yang terjadi pada Allah, cukup Allah melindungi bundo,yang terpenting bundo khusyuk melaksanakan satu persatu rukun haji serta sampaikan salam simfoni pada bapak^__^. Padahal jauh lubuk qolbu simfoni pengen menangis sekencang-kencangnya tapi harus menguatkan mereka ditanah suci untuk memperjuang menjadi umat Islam yang dihapuskan segala dosanya serta tercapai Haji yang mabrur.Amin. Namun setelah telephon dimatikan simfoni menangis diatas sejadah panjang sambil mengadu pada Allah lindungi mereka, mempermudahkan segala urusan mereka dan berharap semoga Allah mudah kaki, niat dan rezki agar simfoni secepat mungkin ketanah suci “Allahuma, Amin”. Tanah suci  adalah tanah yang dirindui untuk beribadah agar semakin mengenal keEsaan Allah.

bundo… Insyallah simfoni always prayer to parents in there.   lirik puisi diatas sangat mengambar perasaan simfoni yaitu merindui bu. kemudian ada beberapa kalimat simfoni edit.

%d bloggers like this: