Jangan Tertipu Kehidupan Dunia


Hari ini, Anim memutuskan makan di kafe banyak digemari generasi millineal. Teramat sering melihat photo kafe ini diruang social media.  Wajar generasi millineal tertarik dan betah berada dikafe ini, karena setiap sudut kafe terdesain dengan kekinian. Hal kekinian merupakan hal sangat disukai dan dipuja-puja oleh generasi millineal. Meskipun tidak sesuai dengan konsep kearifan lokal. Siapapun berada dikafe ini tentu akan akan terpesona dan terlena keindahan dari konsep yang diusung. Kedatangan Anim dikafe ini, bukan terprovokasi oleh photo-photo millineal di ruang sosial media yang bertaburan, melainkan sudah lama berniatkan kesini namun momentum belum tepat dan tidak alasan kenapa harus berada dikafe ini.

Sampai dikafe bernuansa westten klasik, sekitar jam tiga lewat 15 waktu Indonesia bagian barat. Selama perjalanan menuju kafe, pikiran Anim terbang entah kemana-mana. Sesekali terpikir dengan bundo kandung dikampung, kemudian muncul pula dengan cita-cita besar masih berusah untuk diwujudkan. Kendatipun pikiran jauh kemana, tapi masih fokus melihat jalan yang dipadati oleh kendaraan.  Kehadiran Anim dikafe ini tak lain tak bukan untuk memenuhi janji pada dirinya, telah menyelesaikan proposal penelitian dengan nilai sangat pretesius. Mengarap proposal penelitian ketika jiwa tergoncang begitu dahsyat oleh perasaan dan saat harus bertarung dengan rasa sendiri dalam mencari solusi demi ketenangan batin.

Setelah Anim menghabiskan menu dipesan dan Satu jam kemudian…

Tiba-tiba ada tamu Kafe berombongan dan membuat mata Anim tertuju pada mereka. Sejak turun dari mobil hingga duduk ditempat yang telah mereka pesan, tak berhenti mengalih pandangan.  Bagaimana tidak Anim menoleh pandangan pada mereka, karena kehadiran mereka sangat boombastis. Apalagi yang melekat atau dibawa mereka semua membuat mata perempuan lapar mata secara serba indah dan branding. Tas lagi trands, sepatu dengan highhell begitu tipis, warna baju nan cerah, dan dihiasi kacamata. Syukurnya tak pakai celena ketat tapi kompak pakai rok levis.  Wanita mana tak suka dengan bawaan ibu-ibu couple tersebut.

Sepertinya bukan Anim saja yang melirik mereka. Akan tetapi meja nomor enam dan meja nomor satu ikut melirik. Kedua meja tersebut berjarak tiga meja dari Anim duduk. Semari menyentuh tab Anim, diam-diam menyimak pembicaraan mereka yang serba duniawi, yang tak jauh dari dunia wanita dan terdengar juga sesekali mereka membicarakan anak-anak mereka sekolah favorit.  Pembicaraan hangat mereka ditemani dengan makanan bertumpukan dimeja. Sepertinya rombongan ibu copule itu sengaja pesan makanan dengan porsi banyak. Satu orang ibu memesan 1 hingga 3 jenis makanan. Namun tak bisa terlihat jelas menu apa yang dipesan oleh ibu-ibu couple. Saat menu telah terhidang ada beberapa ibu-ibu couple minta diphotokan dengan latar menu makanan yang telah dipesan. Bahkan sampe tiga kali ketawa mereka pecah dan membuat sebagian tamu yang lain melirik pada mereka. Ntah apa yang mereka ketawakan.

Tiba-tiba hati kecil mengeluarkan pertanyaan. Beginikah ibu-ibu masa kini!!! Dan ibu-ibu hidup diperkotaan. Jujur dan sungguh Anim belum bisa memahami apalagi mengerti tingkah para rombongan ibu-ibu berbaju couple tersebut. Entahlaahhhh….mungkin dunia Anim dan Ibu-ibu couple tersebut terlalu berbeda jauh ibarat kota dengan desa. Ibarat samudra dengan sungai. Ibarat pesawat dengan bejak. Sehingga membuat Anim geleng kepala berulang-ulang.

Seusai Anim memberi pertanyaan pada diri sendiri dan belum terjawab pertanyaan sendiri. Tercenggang dan menarif nafas “uuppssss” secara pelan-pelan.

Melihat ibu-ibu rombongan tersebut berphoto gruoppi  |photo bareng| tak kalah dengan anak-anak remaja atau para gadis kekinian. Suasana kafe semakin menjadi-jadi saling lirik-melirik. Walaupun rombonga ibu-ibu diamati oleh tamu yang lain. Mereka tak hirau dan malah cuek saja dengan terus tertawa dan seolah-olah kafe ini sudah dibooking mereka semua. Terkejut saja mengamati tingkah seorang ibu. Ibu yang menjadi madrash dan tauladan bagi generasi millineal.  Tapi diruang public mempertontonkan sikap seperti anak gadis dan generasi millienal. Tidak hanya itu, ada salah satu ibu dari rombongan ibu-ibu couple tersebut, cetus minta di”tag”kan. Berarti photo mereka sudah dipublish disosial media…. MasyaAllah…Anim mengerinyik dahi sesaat dan sambil meminjamkan mata. Tak tahu mau bilang apa lagi!!! Dunia emang telah berubah dan berbeda.

Betapa bersahabat dan update nya para ibu-ibu couple dengan jejaring. Sesunggunya perilaku begini jika ditinjau tingkat generasi dalam perspektif infomrasi adalah efek dari teknologi. Hampir semua para generasi silent sudah mengikuti perilaku generasi digital native, dimanapun berada dan apapun kegiataan sepertinya wajib dipublish kesosial media. Emang benar kata teman, sangat susah mencari orang tak mau mempulish kegiataan atau photo disosial media. Mereka-mereka masih mempertahankan prinsip untuk tidak mempublish photo atau memanjang photo diruang sosial media adalah orang istimewa.  Seketika itu juga, teringat dengan mahasiswa Anim, karena gaya photo dan tingkah para ibu-ibu couple tersebut tak jauh beda dengan mahasiswa…”lagi-lagi Anim geleng kepala pelan-pelan dan terus menunduk kepala”. Ya Allah, jauhkan kami dan siapapun ingin berbaiki diri dari bersikap seperti itu, bukan kah kami adalah sebagai calon ibu dan tauladan bagi generasi Millineal.

Sehingga Anim kembali bertanya dengan diri sendiri. Siapa mereka dan apa profesi meraka? Begitu pedenya dan tak menghirau dengan lirikan mata tamu kafe yang lain. Mungkin mereka ini adalah komunitas arisan, rombongan pengajian, istri para pejabat atau meraka adalah kaum sosialita KW….|Anim berspekulasi dengan diri Sendiri|

Sebetulnya bukan kali ini saja, Anim menyumpai para ibu-ibu modern bergelayat begitu dan ini untuk kesian kali berjumpa. Apalagi Anim sudah hidup didua kota besar. Hanya saja dengan orang yang berbeda-beda dan lokasi yang berlainan. Namun kesamaan tetap saja mengedepankan keindahan dunia. Selama satu jam kurang,  Anim menyuri pembicaraan mereka dan tak ada satupun keluar kalimat atau pembicaraan bernuansa keagamaan. Semua pembahasan seputar tas branding, pakaian serba lux, dan pembicaraan seputara harta maupun jabatan. Seketika mulut Anin langsung berujar apakah ini lah dunia…. Penuh dengan permainan dan senda gurau???

Oh Tuhan, kenapa hari ini Engkau bersuakan dengan ibu-ibu modern ini!!! Hikmah apa hendak Engkau berikan pada Anim. Atau ada maksud yang lain Rabbi. Sesungguhnya ini adalah fenomena sosial. Bila Anim melihat ini dari sudut teori sosial adalah hal lumrah. Jika Anim mengamati dari sudut agama, etika dan budaya. Ini sungguh tak biasa. Setidaknya pertemuan para-para ibu-ibu couple mengingat Anim tentang dunia penuh dengan sendau gurau dan membuat manusia terlena atas keindahan-keindahan yang semu sehingga lupa kehidupan sesungguhnya. Sebagai Engkau jelaskan dalam Surah Ankabut ayat 64 “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Sungguh benar Rabbi, apa yang Engkau jelaskan dalam Al-quran terjadi pada kehidupan manusia. Seperti Anim jumpai hari ini tentang dunia penuh permainan, sendau gurau dan penuh tipuan belaka. Hari ini, Anim paham bahwasanya tidak hanya ayat-ayat dalam Alquran saja harus ditaburi. Melainkan perjalanan kehidupan disekitar kita, begitu banyak mengandung pelajaran yang mengantar manusia menjadi bijak dan berpikir. Bahkan meyakini setiap perjumpaan dan pertemuan dengan siapapun selalu terkandung hikmah bagi mereka yang berpikir serta mau mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Sayap Untuk Mengeliling Dunia


yakin

#TestianiPedia

Hampir saja lupa pernah mengunduh video berkaiatan dengan motivasi. Padahal video diunduh sekitar enam bulan yang lalu dan video itu tersimpan adem-ayem difolder ceramah. Bercampur baur dengan ceramah agama dari ustad-ustad beken di tanah air. Memang sengaja mencari video dipertigaan malam demi menghabiskan kuota malam dan supaya tak ngatukkan ketika tilawah. Cukup lama menganti-gantikan keyword diwebsite youtube demi mencari video yang sesuai dengan keinganan. Sehingga sering menganti keyword dengan sinomim yang sama. Setelah empat kali mengganti keyword, akhirnya menemui video seputar tetap istiqomah dalam dunia sunyi, hening dan imajinatif. Segala hal itu, terkait dengan kepenulisan yang membutuhkan ragaman kata supaya tersulam kalimat memukai. Tidak semua orang betah dan mampu berada diarea sunyi penuh imajinatif.  Hanya orang diberi kelebihan saja bisa merasakan aura hening sebagai tempat keteduhan dan nyaman mencari gagasan.

Tepat jam 19.49 wib baru tergerak untuk memplaylist video yang telah diunduh enam bulan yang lalu. Menit kesepuluh sudah membuat diriku tercolek dan mengocok-gocok emosi atas  kalimat inspiratif diuraikan dengan kecepatan penuh semangat yang bergelora. Meyakini siapapun yang bercita-cita menjadi penulis bila menonton video tersebut akan terbawa lamunan mengasyikkan, dimana untuk menjadi penulis tidak terlalu sulit, asal tetap fokus dan tetap menulis disetiap ada kesempatan. Lima menit kemudian bukan saja sebatas dicolek melainkan tersenyum lebar sehingga bibir cukup lama melebar dan mengembang. Semakin hanyut menyimak paparannya, seakan-akan begitu percaya diri bahwa kalimat yang disampaikan sang motivator dikhususkan untuk diriku dan seolah mendapat sokongan VIP, lalu secara cepat mengalir dalam aliran hayalan. Setelah itu terasa iri melihat cover-cover buku tentang cinta, perjalanan, keinginan, dan pengalaman dipampangkan dislide.  Lagi-lagi penulis berbaik hati memberi tips, sesungguhnya setiap buku yang ditulis oleh penulis selalu punya kisah, misi kebaikan dan dipastikan berawal dari keresahan.

Mulai terbawa arus untuk berkomunikasi dengan diri sendiri. Betapa hebat dan luar biasanya penulis ini, diusia lebih empat puluh tahun telah berhasil menerbit buku lebih dari 45 menit. Jika dihitung-hitung secara matematika, penulis ini mampu penulis dalam setahun sekitar 2-3 buku.  Keseluruh buku yang telah ditulis oleh penulis ide yang didapat dari dimana saja karena Allah telah membentang segala yang ada dibumi sebagai tinta untuk menulis. Setelah terpukai dengan cerita penulis melalui video. Memaksa otak berpikir untuk mencari ide yang berhubungan dengan pengalaman hidup, yang bisa diabadikan dalam novel….”semoga tidak dalam kondisi ngigau berpikir seperti ini, kendatipun ngigau dan setidaknya sudah berani bermimpi walupun belum bertindak”.  Sunguh sejak lama ingin bisa menulis pada genre fiksi yang beraroma motivasi, sciene berbalut romansa cinta.  Selaras dengan untaian sang penulis bahwasanya “Pengalaman sejati masih menjadi daya tarik untuk dinovelkan, karena sudah tahu adegan apa saja akan dituangkan dalam alur cerita”.

Alhasil video ini telah sukses menempuk jiwa dengan tepukan dahsyat. Menyindir dengan sindiran membekas yang tak bisa dihapuskan pembersih apapun.  Meyakini siapapun bisa menrancang sayap, sayap itu diartikan sebuah kesungguhan melalui talentan dimiliki setiap orang, lalu sayap itu lah akan mengantar untuk keliling dunia. Membangkit pikiran supaya berani melangkah lebih cepat dan bergegas lari tanpa menoleh kebelakang lagi. Karena didepan sana sudah ada Allah sediakan komplingan-komplingan, bagi mereka bermimpi menjadi orang luar biasa melalui dunia menulis. Dan terakhir mentertawakan diriku sendiri, karena diusia segini belum juga mendesain sayap nan kuat untuk terbang harus kemana saja. Bila sudah memiliki sayap, maka akan bisa terbang kemanapun. Bila telah terbang jangan lupa daratan karena daratan adalah pijakan yang berjasa sehingga bisa melayang.

Maka biar malam ini, mulai berniat untuk mengumpulkan bahan-bahan, mengklasifikasi dan mengatur strategi untuk membuat sayap-sayap. Meskipun dulu, kemaren sudah terlalu sering juga mengukir kinginan yang sama melalui doa. Berharap kali ini Allah mendengar, mengiringi jalan pada titik tujuan dan berapa tahun kedepan sudah bisa terbang melihat sisi lain keindahan dunia. Lalu dengan menatap keindahan dunia mampu menyelami nama-nama asma Allah yang bertebaran di bumi wajib untuk direnungi. Jika manusia sudah mampu merenungi keagungan Tuhan dengan tingkat pemahaman tinggi, InsyaAllah hidupnya akan selalu berlandaskan keikhlasan dan menjauhi membanggakan diri.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Semua Sisa untukNya


 

Bismillah…

Tadi sore mendapat taujih dari group ODOJ (One Day One Juz), padahal dikirim setelah asar dan baru bisa kebaca setelah magrib sebab sesampainya dirumah tiba-tiba seluruh tubuh mengigil. Mungkin rendahnya suhu tubuh dipengaruhi seharian diruangan ber-AC, selama dalam ruangan sangat adem tanpa menggunakan jaket, dan biasanya berada disuhu dingin harus menggunakan baju tebal. Taujih terse

Semua sisa untukNya

but diperoleh dari ustad kondang dari tanah pasundan (KH.Abdullah Gymnastiar) yang menjelaskan mengapa manusia banyak memberi “SISA” pada pemilik jiwa manusia.

Sholat hanya sisa kesibukan, sedekah sisa belanja dan jajan, zikir sisa ngobrol, membaca Al-quran sisa SMS/BBMan, mencari ilmu sisa main dan jalan-jalan, pokoknya serba sisa-sisa-sisa…!!! Sungguh kita terlalu bersikap seperti itu.

Perlu kita bertanya dengan dirisendiri, perlu komunikasi dengan dirisendiri dan ada apa dengan kita sehingga teruntuk Allah selalu kebagian sisa. Sedangkan yang berkaitan dengan dunia selalu diutamakan, diprioritaskan dan selalu tepat waktu. Apakah benar jiwa kita sudah dipenuhi tujuan dunia, apakah benar uang adalah segalanya, apakah benar jabatan dan pekerjaan membuat kita lupa untuk memujiNya. Tanyalah dengan penuh kekhusyukkan, ketenangan dan rasa menyesal “Mengapa hanya memberi SISA teruntukNya”!!!

Padahal Allah mengaruniakan segala yang terbaik untuk kita siang dan malam. Padahal kebahagiaan, keselamatan, dan kemulian sepenuhnya ada dalam genggamanNya. Jika Allah sudah berkehendak begitu mudah mengatakan Kun Fayakun, bukankah bumi dan seisinya adalah tentara Allah. Padahal musibah dan kematian kian dekat. Padahal segalanya pasti diperhitungkan apa yang telah kita kerjakan dan pasti ada balasannya yang setimpal.

Apakah kita tidak rindu mendapat keberkahaan dariNya, apakah kita tidak ingin dimuliakan oleh Allah dunia dan akhirat, apakah kita tidak menginginkan surgaNya yang berlimpah kenikmatan tidak sebanding dengan kenikmatan dunia, apakah kita tidak  ingin ketenang jiwa dengan berbanyak mengingatNya, apakah kita tidak berharap menjadi golongan yang diselamatkan nanti di yaumil akhir dan apakah tidak rindu untuk bertemu dengan Rasullah SAW.

Mumpung masih ada waktu, mumpung masih ada kesempatan, dan mumpung badan masih sehat kita perbaiki itu semua. Utamakan waktu untuk beribadah padaNya, utamakan waktu untuk terus menambah ilmu pengetahuan, dan utamakan waktu untuk membantu sesama.

Ya Rabbi…Jangan jauh dari hamba yang sangat membutuhMu disetiap detak jantung, disetiap kaki melangkah, dan disetiap mata memandang.

Ya Rabbi…Maafkan ana begitu terlena dengan dunia, terlalu sibuk hal tidak berkepentingan, terlalu sibuk menghabis waktu yang membuat ana semakin jauh dariMu.

Ya Rabbi, jika ana terlalu jauh dari Mu berikan ujian padaNya agar bisa dekat dengan Mu, agar bisa khusyuk bersujud pada Engkau, Agar ketika berdoa padaMu mampu meneteskan air mata taubat. Agar mulut selalu melantunkan namaMu dan agar kaki ini melangkah pada tempat Engkau Ridahoi.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki  

Mulai detik ini mulai Mendesain Rumah Di Surga


Bismillah…

Muladi detik ini mulai Mendesain Rumah Di Surga

Muladi detik ini mulai Mendesain Rumah Di Surga

Sebulan yang lalu mendapat sebuah kalimat singkat tapi sangat menginspirasi, merubah pandangan hidup, tersadar tertentu dan pasti kalimat tersebut diperoleh dari Murabbi (red:Guru Ngaji) yang kata beliau kalimat tersebut dipopulerkan Ust Anis Matta.

Kalimat tersebut terbayang-bayang dalam jiwa penuh cinta heeemmm, berniat akan menulis artikel tentang tema tersebut. Tapi kalimat tersebut belum terealisasikan dengan segara karena harus memprioritas hal mendesak, apalagi kalau bukan belajar dan belajar sehingga sempat dicuekin selama 30hari.

Selama ini, lebih 20 Tahun hidup di bumi Allah yang penuh dengan rahmat dan petaka bagi manusia jika tidak pandai-pandai menata hidup di atas bumi. Jujur belum terpikir bahkan terbelisit dalam pikiran kita untuk membangun rumah seperti apa disurga nanti!!!

Jangankan mendesain rumah disurga, didunia saja mungkin belum terpikir bagaimana rumah ingin dibangunkan!!! Jika didunia ada tipe rumah 36, tipe 46, tipe 54 dan tipe 100. Untuk memperoleh kesemua tipe tersebut ada ketentuan dan syarat yang berlaku. Bahkan para developer ingin mendesain rumah para peminat tentu melihat siapa orangnya, apakah sanggup untuk melusani dan apakah rumah tersebut cocok bagi pembelinya.

Di dunia kita membangun rumah agar bisa beristirahat dengan enak, biar bisa beribadah didalam dengan berjamaah, biar bisa mendidik anak dengan tutunan islam, biar bisa mengatakan pada orang lain bahwa kita orang kaya, dan biar bisa dikatagori orang sukses. Alangkah rugi ketika didunia tak memiliki rumah dan lebih rugi lagi ketika diakhirat tak rumah yang bisa kita singgahi padahal matahari begitu dekat dengan kepala kita.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS:  Al Hadid (57) : 20) – 

Di dunia saja untuk mendapat rumah dari berbagai level harus memenuhi syarat. Begitu juga ingin membangun rumah disurga. Mari Tanya dengan hati kita, apakah terpikirkah kita bagaimana rumah kita surge nanti!!! Jika amalan kita biasa saja, bisa jadi rumah yang sudah kita desaian adalah rumah tipe36 yang sangat sempit, sangat tidak nyaman untuk dihuni karena penuh kepengaptan, dan sangat tak berarti.

Jika melihat ilustrasi didunia, orang bisa mendapat tipe rumah yang waah adalah meraka yang memiliki kekayaan luar biasa, meraka punya jabatan tertentu, meraka yang sudah bekerja dengan sungguh sehingga tak mengenal siang dan malam demi rumah idamana mereka.

Persis seperti itu langkah kita ingin membangun rumah disurga. Banyak yang bisa kita tempuh untuk membangun rumah disurga, tinggal usaha dengan sungguh-sungguh dan istiqomah dengan usaha tersebut. Usaha yang harus kita lakukan adalah memperbanyak amalan kita baik melalui sholat, melalui ilmu, dan melalui materi.

Secara perlahan tapi pasti, secara perlahan tapi istiqomah, secara perlahan tapi barakoh, secara berlahan tapi penuh keikhlasan, dan secara berlahan insyallah rumah disurga sudah terbangun kokoh dengan dilengkapi furniture tak pernah kita lihat dibumi.

Betapa Allah begitu sayang dengan hambaNya, Allah berikan pilihan-pilihan dari yang paling ringan hingga terberat bagi kita untuk bisa membangun rumah disurgaNya. Tinggal apakah kita mau mengambil pilihan-pilihan yang diberikan atau membiarkan saja pilihan itu berlalu tanpa makna bagi kita.

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An Nisa (4)

 

Semoga dari sekarang atau hari kemaren sudah memulai untuk membangun rumah disurga. Jangan berhenti untuk mewujud impian kita disurgaNya. Berharap rumah yang kita bangun disurga adalah tipe 200 bahkan lebih dari itu bukan tipe kecil. Jika belum sempat terpikir bagaimana rumah disurga, mari saat ini juga, dari sekarang juga dan saat menit ini juga. Bergegas mendesain rumah kita dengan amalan-amalan telah Allah berikan arahan bagi kita.

 

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

Dunia tertawa dan indonesia menangis


Hari ini dunia tertawa

Melihat para politikus Indonesia

Teriak-teriak, menggeluarkan kata yang tak perestetika

Apakah ini dinamakan politik demokrasi?

Wakil rakyat boleh mengangkat kaki diatas meja seperti binatang

Apakah ini rakyat Indonesia kagumi dengan politik demokrasi?

Wakil rakyat berlari-lari kepodium dan dorongan persis antrian BLT

Instruksi-instruksi seperti  Taman kanak-kanak

Menghuyat semua Gue tanpa tata karma

Hari ini Indonesia menanggis, sedih dan kecewa

Menonton dan melihat  wakil rakyat yang percayai selama ini

Yang menjunjungi tinggi kepentingan rakyat dan Negara

Sebagai wakil rakyat yang kritis

Sebagai penggayumi anak-anak Indonesia

gerbang perabadan  madani

tapi apa, tapi apa, hari ini…

sifat binatang politikus Indonesia keluar meraung sekuat-kuat mungkin

seakan-akan di terminal

seakan-akan ruang tahanan

seakan-akan Rimba

kepercayaan rakyat indoseia

pudar,,,

luluh,,,

bahkan musnah

karena politikus tak mampu mengendalikan emosi dengan cinta dan kedamaian

Dimana mereka letakkan iman mereka?

Dimana mereka letakkan kesabaran mereka?

Dimana mereka letakkan kebersamaan mereka untuk Indonesia?

Hanya beda warna dan pendapat

Iman, kesabaran dan kebersamaan ?

Hilang begitu saja….

WORLD LIBRARIES


klik disini jika ingin artikel fulltext Tentang World Libraries

Perpustakaan dunia adalah unik, bebas, peer-review informasi perpustakaan dan jurnal ilmiah. It Ini menyediakan sebuah forum yang didedikasikan untuk semua aspek kepustakawanan di seluruh dunia. Jurnal ini adalah didedikasikan untuk pustakawan dan perpustakaan di daerah tanpa asosiasi atau badan-badan untuk mendorong komunikasi ilmiah dan pengembangan profesional. Dunia Perpustakaan ada untuk memberikan suara pustakawan di setiap bangsa, sehingga mereka dapat secara bebas berbagi cerita dan pengalaman mereka tentang bagaimana mereka membuat hal-hal bekerja unik dan kadang-kadang di bawah keadaan yang sulit. Sebelumnya hanya muncul di media cetak, peer-review ini publikasi Sekolah Pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Dominika memasuki era baru yang bebas dan terbuka akses dengan menerbitkan di World Wide Web. diakses secara terbuka jurnal-tanpa registrasi, password, atau biaya-Library Dunia akan menjangkau lebih banyak pembaca dan kontributor dari sebelumnya, yang menghubungkan sangat pustakawan di negara-negara maju dengan mereka yang menghadapi profesional yang paling mendasar dan tantangan sosial-ekonomi.

wrote, Guy Marco, editor asli Perpustakaan Dunia (sebelumnya dikenal sebagai Dunia Ketiga Libraries), menulis,

“After all, our fundamental belief as librarians is that libraries promote what is ‘good’—and the final good of a society is its own progress, which allows the individual to progress as well.” “Bagaimanapun, kita sebagai pustakawan keyakinan mendasar adalah bahwa perpustakaan mempromosikan apa yang ‘good’-dan akhir dari suatu masyarakat yang baik adalah kemajuan sendiri, yang memungkinkan individu untuk maju juga.”

Perpustakaan dunia hanyalah didedikasikan untuk sifat internasional kepustakawanan, mempromosikan komunikasi dan hubungan baik secara profesional dan pribadi. Sekolah Pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Universitas Dominika bangga untuk mendukung jurnal ini, mempromosikan kemajuan di perpustakaan di seluruh dunia.

%d bloggers like this: