Ada Masanya Kita Benar-Benar Rindu DenganNya


Bismillah…

Sekuat-kuatnya kita, sesombong-sesombongnya kita, setinggi-tinggi jabatan kita, sebesar-besarnya pengaruh, seterkena-kenalnya dan sekaya-kayanya kita. Ada masa dan kondisi membuat kita rindu dengan Allah dan rindu mengarahkan wajah padaNya. Rindu berlamaan denganNya melalui zikir dan doa. Tatkala rindu itu lah tanda sangat membutuhkan Allah dan ingin meluapkan apa yang dirasakan. Bahkan sedangkan membutuhkan solusi atau membutuhkan jawaban atas segala persoalan sedang dihadapi.

Rindu padaNya juga menandakan kita makhluk yang lemah, makhluk rendah, makhluk tak berdaya, makhluk membutuh petunjuk dan makhluk yang diatur oleh Allah. Rindu jua mempertegaskan dan wujud pengakuan kebesaranNya karena segala terjadi dibumi ini , semua atas pengaturanNya yang begitu rapi dan penuh takjub.

Betapa bahagianya orang-orang dipilih Allah selalu rindu denganNya. Karena kerinduan itu menandakan teringat dan terpikir. Pada dasarnya Rindu padaNya juga menegaskan bahwa kita masih punya iman, masih mengakui kebesaran Allah dan masih membutuhkanNya.  Namun ada pertanyaan besar? Terutama mereka yang tidak mengakui adanya Tuhan |Atheis|. Seperti salah satu penanya di ceramah DR.Zakir Naik yang akhirnya berujung pada atheis. Setelah memperdalami berbagai agama. Tatkala mereka mendapat musibah, ujian, dan dilanda sunyi? Kemana kah mereka lari dan mengadu? Bersyukurlah kita masih punya Allah karena setiap apa dialami, ada tempat mangadu dan mencurahkan permasalahan hidup karena itu jalan yang tepat bahkan benar yang dipilih. Sungguh itu menandakan kita sedang berada dijalan yang lurus.

Mari kita Tanya dengan diri sendiri, kapan dan apa yang membuat rindu denganNya??? Apakah setiap jam kita rindu padaNya? Atau kita rindu padaNya saat mengalami kesulitan belaka? Sungguh ku cemburu pada mereka yang setiap waktu rindu pada Allah. karena tidak selamanya orang rindu pada Allah mengadukan segala permasalahan, namun banyak juga mereka rindu Allah karena wujud syukur secara utuh serta kokoh. Akan tetapi, kerinduan kita padaNya umumnya tatkala kita diberi ujian, mengalami kesulitan, kesusahan dan saat dilanda sunyi. Jika memang ujian, kesulitan, kesusahan dan sunyi membuat kita selalu rindu padaNya. Bersyukurlah karena masih ada sebagian orang tatkala mengalami ujian, kesulitan, sunyi dan duka. Bukannya berlari-lari mendatangkan Allah. Tetapi sebaliknya malah lari pada hal yang salah. Semoga kerinduan kita padaNya menjadi pintu hidayah dan momentum manis untuk terus dekat padaNya.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

%d bloggers like this: