Wani Piro Mengambar Ekonomi Masyarakat Indonesia


Bismillah…

“Wani Piro Mampu Melumpuhkan Jiwa Idealis, Jiwa Kritis Dan Melahirkan Jiwa Pengemis (Sholiatalhanin)

Wani Piro Mengambar Ekonomi Masyarakat Indonesia

Wani Piro Mengambar Ekonomi Masyarakat Indonesiaokras

Akhirnyanya kembali menulis lagi setelah dua minggu tidak menghasilkan satu tulisan satupun, banyak hal memfaktori kenapa begitu malasnya untuk menulis terutama masalah kesehatan, entah kenapa badan lemas begitu melanda seluruh jiwa dan kalbu. Sehingga setiap untuk memulai merangkai kata langsung merasa capek luar biasa padahal berjanji bahwa setiap hari harus menulis, sedangkan banyak ide-ide imanajinatif telah dicatat dalam diary merah jambu. Sungguh kesehatan mempengaruhi segala kehidupan, untuk itu harus siaga dengan kesehatan, memohon pada Allah agar selalu diberi kesahatan agar mampu beraktivitas, menjalankan amanah, dan meningkatkan amal ibadah. Tetapi kita sebagai umat islam tentu sudah diajari doa-doa kesembuhan terutama al-quran adalah obat yang sangat magnetic dalam jiwa manusia. Bertetapan dengan hari libur nasional maka bertekat menghabiskan liburan dengan stay home to writing until magrib, Insyallah.

Tulisan pertama ingin dirangkaikan adalah kalimat didapatkan di baliho kampus, kemaren seharian dikampus, mulai dari menguji hingga mengajar beberapa local dan beberapa hari ini sering berada dikampus hingga sore hari. Bagi ia kampus adalah tempat mendapat inspirasi, tempat selalu tersenyum ketika melihat pola maupun tingkah meraka yang imut-imut, lebay, narsis dan masih banyak belum mengetahui hendak kemana kehidupan meraka sesungguhnya. Hampir sama dengan ia ketika kuliah dulu, belum begitu memahami prioritas kehidupan sesungguhnya, berjalan dengan waktu mahasiswa akan menemui siapa meraka sesungguhnya yakini ketika mereka semakin dekat dengan Allah, bergabung komunitas yang berupaya mengali telated (bakat) meraka, bersama dengan orang-orang cerdas maupun hebat dalam bidangnya. Ia bisa seperti sekarang atas kebaikan orang-orang disekitar  terus memotivasi, terus memberi perhatian, terus mendoa dan terus mengingati agar menyimbangan antara ilmu dunia dan akhirat. Tanpa mereka semua tidak tahu entah bagaimana akhir dari perjuang masa itu.

Heeemmmm, kok jadi bahas tentang mahasiswa. Anggap saja itu sebagai penambahan taujih bagi pembaca terutama mahasiswa agar tidak hanya sebatas kuliah belaka, padahal banyak hal bisa dilakukan diarea kampus. It’s okey the next story about Wani piro. Sesungguhnya bagi masyarakat jawa wani piro itu sudah hal biasa karena itu bahasa meraka tapi sebagian orang yang bukan orang jawa tentu wani piro adalah kosa kata baru apalagi ketika masa-masa pemilihan kemaren penggunaan bahasa wani piro sepertinya melecit hingga kelangit mengalahi bahasa vickynisasi yang sempat menghebohkan jagat raya bumi pertiwi.

Siapa sich tidak pernah menggunakan kalimat wani piro, baik sebatas guyonan maupun bentuk perjanjian formal. Kalimat tersebut seakan-akan memberi dampak negative dalam bersosialisasi! Kenapa begitu berani mengatakan seperti itu karena dari penggunaan wani piro mengindikasikan bahwa tidak ada lagi nama saling tolong menolong dalam relasi atau bermasyarakat, jika meminta tolong maka harus ada wani pironya dengan wani piro seakan-akan bermasalah akan selesai dan seakan-akan merupakan solusi kongkrit bagi siapapun!!! Dari sana pula bisa mengilustrasikan bahwa sebagian masyarakat sudah terjangkit virus matrelisme, terjangkit penyakit hedonism, terjangkit virus kapitalisme dan bisa juga tergambarkan bahwa ekonomi masyarakat Indonesia sekarang dalam masa kritinitasi yang sangat membahayakan. Dampak dari wani piro akan hilangnya rasa ikhlas untuk membantu, akan hilang kegotongroyongan, hilangnya rasa saling membahu, hilangnya rasa malu untuk mengemis, dan munculnya pencitraan baru bahwa kekayaan hakiki tergambar dari harta yang berlimpah. Mungkin dari sesi ekonomi kapitalisme kekayaan sesungguhnya adalah harta sehingga salah satu majalah internasional setiap Tahun mempublishkan orang terkaya di dunia. Tetapi dalam hukum agama kekayaan pada makum adalah kekayaan iman dan amalan. Sangat berbeda ukuran kekayaan dari segi dunia dan akhirat!!! Terlihat pula konsep ekonomi barat lebih memetingkan dunia belaka (individualism) sedangkan konsep ekonomi dalam teori islam bahwa ekonomi dipergunakan untuk amal ibadah seperti sedakoh, infaq, zakat dll.

Sempat pula berpikir bahwa semakin sering seorang-orang menyembut wani piro dalam tataran public maka semakin butuhnya mereka terhadap uang atau semakin krisisnya ekonomi masyarakat seperti dikatakan salah satu penelitian bahwa sebagian masyarakat Indonesia berada dalam garis kemiskinan, jurang antara kaya dan miskin sangat berbeda, kemiskinan hampir merata disetiap provinsi meskipun provinsi memiliki kekayaan alam yang berlimpah, tentu ada yang salah disini. Sehingga tidak heran pula bahwa wani piro mampu melumpuhkan jiwa kritis, jiwa idealis dan melahirkan jiwa manut asal ada wanipiro. Ini bahayanya wanipiro terhadap demokrasi di Indonesia padahal demokrasi memiliki tujuan yang sangat mulia, jadi teringat kata politikus Fahri Hamzah dalam acara reality show (Mata Najwa) bahwa sesunggunya demokrasi melahirkan kapitalisme di Indonesia. Salah satu keberhasilan kapitalisme di Indonesia yaitu segala hal di ukur dengan wani piro.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

sociology


Sosiologi adalah berhubungan erat tentang perubahan social dalam masyarakat mulai dari masa bercocok tanam, mesin, teknologi dan informasi. Karena masyarakat selalu mengalami perubahan social salah satu dampak dari perubahan social tersebut  hadirnya media massa dan teknologi. Maka jika dikaitkan dengan ilmu sosiologi sangat mudah untuk melihat bagaimana perilaku dan perubahan yang terjadi pada masyarakat.  Core dari ilmu sosiologi itu sendiri adalah melihat, mengamatasi, mengalanalisis dan mencari solusi tentang perilaku manusia bertindak atau berhubungan sesama “human” karena manusia merupakan makhluk social yang tidak bisa hidup sendiri serta manusia adalah makhluk ketergantungan pada perubahan social.  Contoh adalah pada manusia pada era teknologi dan informasi tidak bisa lepas dari teknologi dan ilmu-ilmu yang berkembang hal tersebutlah yang akan merubah perilaku dan kebudayaan pada masyarakat.

Jika telah membelajari sosiologi pasti perubahan social bisa dikait dengan ilmu sosiologi baik dari teori sosiologi klassik, modern dan postmodern. Saya juga menjadi jatuh cinta dengan sosiologi. Sebelum pada masa kuliah Diploma 3 tidak mengerti sama sekali kemana untuk di link teori tersebut. Kini hal tersebut bisa memahami teori sosiologi apalagi dijelaskan secara energrik serta contoh langsung pada perilaku masyarakat oleh dosen.

kini kuliah pasca sarjana Manajemen Informasi perpustakaan membuat semakin jatuh cinta tentang ilmu sosiologi dan menambah kategori buku bacaan dimana sebelum buku selalu dibaca berkaitan dengan agama, psikologi, novel dan kini bertambah sosiologi. Setiap apa dijelas oleh dosen diruangan perkuliahan selalu penuh spirit dan focus. Karena jika penjelasan  dosen tersebut tidak diperhatikan dan dituliskan sangat rugi sekali. Maka setiap perkuliahan sosiologi selalu buku catatan penuh dengan kalimat-kalimat berteori dan bermanfaat.

Apa yang membuat jatuh cinta pada ilmu sosiologi? yakni sosiologi menggarahi untuk melihat perilaku antar manusia, norma-norma yang berlaku pada masyarakat, sesuatu yang berkembang di masyarakat masa lalu/sekarang dan masa depan. Memang untuk memahami teori sosiologi yang ditulis atau dikonsep para tokoh sosiologi seperti “Marxsisme=marx, liberial=Max weber dan sebagainya atau pengikut dari aliran tersebut, dengan kalimat yang sangat abstrak perlu untuk dibaca berulang seperti ketika membaca buku “the third way” sungguh rumit dan mengulangi entah berapa kali. namun setelah tahu kunci atau topic dari pembahasan teori sangat gampang sekali untuk dipahami.

Akan tetapi ilmu sosiologi tersebut jika dilihat dari ilmu agama seperti Islam ada yang tidak sesuai dengan konsep islam. Seperti teori feminis dimana pada teori tersebut bahwa segala sesuatu bisa dilakukan oleh perempuan. Perempuan mampu melakukan segala tanpa harus membutuh seorang lelaki. Namun dalam konsep islam bahwa perempuan harus tunduk pada suaminya, perempuan harus melayani suaminya dan sebagainya. Kemudian toeri feminis juga akan berbentur dengan kebudayaan setiap Negara dan daerah.

Kemudian ilmu sosiologi jika direlevansi dengan keadaan masyarakat Indonesia saat ini dari teori sosiologi diturunkan pada fenomena social yang terjadi. Seperti untuk menciptakan masyarakat welfare state pada Negara Indonesia akan sangat jauh dari harapan dan mimpi “utopia” dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia tidak akan pernah akan bisa ditegak di bumi Indonesia. Hal ini sangat jelas terasa pada kehidupan sehari antara keadilan social pada kaum sikaya dan simiskin dan antara pemegang jabatan stuktural dan tidak sangat jauh berbeda dan tumpang tindih. Selanjut kita lihat saat ini hampir seluruh Indonesia melakukan demo yang pasti dilakukan yakni melakukan kerusakan mulai hal terkecil hingga terbeser seperti merusakan kaca, melempar gedung pemerintah, membakar mobil dan bahkan sampai ada yang meninggal. Ini merupakan perubahan social yang terjadi pada masyarakat yang dipengaruhi oleh memudarnya cultere kebersamaan, kegotongroyongan dan musyarah. Maka,  Indonesia belum bisa sepenuhnya menjalankan demokrasi secara total yang ada adalah masa transisi orde baru menuju demokrasi.

Renungan sejenak atas penjelesan dosen…”detik2 perkuliah sosiologi”

yogykarta city full of moments

The Third Way (Jalan ketiga)


Gambaran Kapital

Neo–liberalisme dengan 3 prinsip utamanya yaitu Deregulasi, Liberalisasi, dan Privatisasi itu seakan–akan menjadi momok yang menakutkan bagi negara–negara dunia ketiga. sebab dengan semakin maraknya globalisasi maka akan semakin mudah pula Neo-liberalisasi ini “menjajah” kelompok – kelompok miskin yang ada negara – negara dunia ketiga, yang kebanyakan berada di Asia dan Afrika. Kehancuran kelompok miskin dinegara dunia ketiga, dapat terlihat ketika munculnya semacam perjanjian–perjanjian perdagangan bebas, maupun oraganisasi – organisasi perdagangan dunia yang notabene dikuasai oleh negara maju. Seperti WTO, IMF, maupun organisasi lainnya. Munculnya WTO dan semacamnya itu tidak dapat dihindari, sebab mereka adalah aktor – aktor dari globalisasi tersebut, selain perusahaan – perusahaan multinasional yang ada itu tentunya. WTO sebagai aktor globalisasi menjadi semacam senjata utama bagi negara maju untuk dapat menguasai perdagangan dunia, karena bagi setiap negara anggota WTO harus dapat mentaati dan menghormati setiap perjanjian dan aturan yang telah disepakati sebelumnya didalam WTO tersebut. Namun ternyata aturan – aturan yang dibuat dan diberlakukan bagi setiap anggota WTO itu hanya berdampak buruk kepada negara berkembang, karena adanya penerapan standart ganda (double standard). Salah satu contoh nyata adalah adanya aturan Common Agricultural Policy (CAP) yang dikeluarkan oleh Uni Eropa.

Menyadari makin tingginya biaya produksi di sektor pertanian, maka negara – negara Uni Eropa merasa perlu memberikan subsidi kepada para petani mereka untuk menurunkan harga jual produk mereka. Negara – negara anggota Uni Eropa ini berinisiatif untuk mengumpulkan dana khusus yang kemudian didistribusikan kepada para petani di masing – masing negara. Adapun kebijakan subsidi ini merupakan salah satu bentuk standard ganda di sektor pertanian, dimana dalam persepakatan WTO, negara – negara maju telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan subsidinya. Tetapi didalam konteks Uni Eropa, yang terjadi justru sebaliknya. Didalam hal pemberlakuan CAP ini, sudah dapat dipastikan petani – petani di negara berkembang akan semakin sengsara.

Gambaran Sosialisme

“Kapitalisme berjaya bersama kembarannya demokrasi liberal. Aliran ini adalah paham Sosialis yang didukung oleh beberapa pemimpin negara di Amerika selatan.  Aliran sosialistik sebagai kritik daripada paham Kapitalistik sebagai mainstream. Adapun secara garis besar prinsip dasar dari pemahaman sosialistik ini adalah lebih menekankan pada kesetaraan ekonomi, serta menempatkan negara didalam peran yang cukup signifikan dibidang perekonomian pada khususnya, sehingga dapat menciptakan kesejahteraan rakyat.

Continue reading

Demokrasi


Menjelang detak, denyut dan detik demokrasi hajatan

Indonesia raya begitu luas, beragam-ragam dan berpulau-pulau

Di banjirin bahkan di limpahi

Berbagai cobaan serta bencana

Sehingga bencana memborak

Situ gintung, tanah datar, pesawat Fokker, kebakaran

Banjir dan angin putting beliung meluap

Di tanah surga

Apakah alam marah dengan demokrasi

Apakah bumi tak sanggup memikul demokrasi

Apakah angina dan hujan bosa dengan demokrasi

Sehingga sedengkal menjelang

Hajatan Indonesia begitu ratusan malapetaka

Ataukah demokrasi ini sejuta bintik-bintik kecurangan

Apakah bertanda bahwa tuhan begitu marah

Dengan demokrasi ini

Dimana hilir dan hulu pornografi semakin menjamur

Keyakinan semakin jauh dari sang esa, etika musnah

Seakan-akan penipuan, kebohongan dan korupsi

Hal yang wajar bahkan telah mengakar dalam budaya demokrasi

Demokrasi atau aliran mana

Yang harus dipondasikan dan dijunjung tinggi

Di Indonesia raya…

Jeritan demokrasi


Mampukah demokrasi

Merubah atau membalik

Nusa dan tara menjadi indonesia sejahtera

Damai, kemakmuran  serta religius

Mampukah demokrasi itu

Menghapuskan tetesan air mata

Rakyat kecil, pedagang asongan, kelaparan, gizi buruk

Menjadi seutai dan segunung senyuman serta asa

Begitu menarik dan bercorak diraut wajah para pengemis kasihan

Mampukah demokrasi

Menghlilangkan sesak, hembitan dan jeritan

Di jantung, dada, nafas rakyat miskin mencari recehan dan sesuap nasi

Namun mengenang demokrasi telah berlalu

Tak mampu  menghilang itu semua

tetapi menambah getir-getir kepahitan

Mari para petinggi dan fungsionaris

Merapat tangan dan berpikir

Untuk nusa dan tara esok dan lusa

Demi demokrasi berbuah  madu dan berakar keimanan

Jargon negeri impian


Contenreng…contereng…contereng

Tak terasa akan contereng lagi

Bingung mau contereng jargon mana…???

Begitu banyak jargon dari partai-partai

Petinggi negeri impian

Tapi dari sekian banyak jargon

Hanya ada segelintir yang dibilang lucu, aneh dan….

Seperti rakyat impian sering dengar, lihatin dan tonton

Misalnya nicchhhhhhhhh….

Lanjutkan…

Mau lanjutkan kemana jadi binggung

Mang sebelum Cuma jalan-jalan ditempat aje

Kok ngomong dilanjutkan

Walaaaaahhhhhhhhhhhhhh…..walaaahhhhhhhhhhhh

Lebih cepat lebih baik…

Mang sebelumnya  koneksi negeri impian lemot

atau selama ini hanya oase publik

Sungguh tak mengerti…seakan-akan…???

Cepat itu adalah kemenangan….

Duuuuuhhhhhhhhhhhhhhh………duuuuuuuuuhhhhhhhhh

Menuju perubahan…

Mang  gagasan dan ide perubahan kemana,  para petinggi impian

Perubahan itu  banyak dan banyak

Mau perubahan kemana  ya…???

Jangan – jangan perubahan ….

Heeeemmmmmmmmmmmm….heeeeeeeeeemmmmmmmmm

Mau dilanjutkan, lebih cepat lebih baik dan perubahan

Yang diinginkan rakyat kecil negeri impian

Hanya Transparasi, kemakmuran dan keadilan

Rakyat kecil negeri impian hanya mampu menunggu janji

Dari kaum dilanjutkan, kaum lebih cepat lebih baik dan kaum perubahan.

Ya mudah-mudahan tidak hanya janji dan jeplas-jeplos

Ya mudah-mudahan akan terwujud keadilan

Di negeri impian….amiinnnnnn

DEMOKRASI DI NEGERI KOE


Apa itu demokrasi?

Apakah demokrasi di Negeri koe

Memperolehkan anarkis

Dimana tiada hari tanpa keanarkisan

Apa itu demokrasi?

Apakah demokrasi di Negeri koe

Keadalian boleh diperjual belikan

Karena begitu gampang yang beruang

Mendekati penegak keadilan

Apa itu demokrasi?

Apakah demokrasi di Negara koe

Rakyat kecil tertindas semena-menaynya

Sehingga rakyat kecil menyatukan koin demi  solidiratas

Apa itu demokrasi?

Apakah demokrasi di Negeri koe

Pejabat-pejabat menampakkan kekayaannya

Mengginkan kenaikan gaji dan tunjangan kesejahteraan

Sedangkan masih banyak rakyat kelaparan dari pelosok desa hingga kota

Apa itu demokrasi?

Apakah demokrasi di Negeri koe

Saling lembar tanggung jawab,

saling salah menyalahkan,

saling merebut kekuasaan,

Apa itu demokrasi

Apakah demokrasi di Negeri koe

Memperolehkan melakukan segala hal

Sehingga tiada bedanya mana yang haram dan halal.

Semua dikerjakan …

sungguh begitu sedih dengan Negeri koe

Wahai…

Yang mengagungkan demokrasi

Tunjukkan demokrasi pada rakyat itu seperti apa

Ajarkan demokrasi pada rakyat itu bagaimana

Yang santun, damai, dan perkeadialan.

%d bloggers like this: