Sesungguh Manusia membutuh cobaan


Bismillah…

sesungguhnya manusia membutuh cobaanSetelah mengalami cobaan tak pernah didugakan akhirnya ada satu esensi dapat direnungi dalam kehidupan ini. Ternyata manusia itu butuh cobaan atau ujian dari Allah.

Dengan ujian manusia tahu sejauh mana tingkat kesabaran, sejauh mana keikhlasan menerima Iradah Allah, dengan ujian manusia semakin dekat dengan Allah karena dengan berlimpahnya nikmat membuat manusia jauh dari Allah, dengan ujian manusia semakin beka untuk membantu sesame, dengan ujian manusia semakin memahami arti kehadiran dan peran Allah dibumi, dengan ujian manusia semakin takut untuk menyakiti hati manusia, dengan ujian manusia semakin termaknai bahwa hidup saling melengkapi.

Andailah tanpa cobaan mungkin tak begitu dekat dengan diriMu, mungkin tanpa cobaan hati ini begitu susah menangis, mungkin tanpa cobaan mungkin malas berdoa padaMu, mungkin tanpa cobaan semakin angkuh dibumi Engkau, tanpa cobaan mungkin semakin tak mensyukuri nikmatMu dan tanpa cobaan mungkin semakin malas bersujud dihadapanMu.

Terimakasih Allah cobaan Engkau anugarahkan, walaupun sebelumnya cobaan datang sangat menyakiti hati tapi berjalan episode waktu mulai memahami arti cobaan dalam kehidupan.

Allah Engkau curahkan berbagai rasa dalam kehidupan ini, tapi bersyukur Allah dengan bermacam rasa yang timbul di lembaran kehidupan semakin cerdas dan berenergi untuk meraih kehidupan dengan konsep islam.

Subhanallah dahsyatnya dampak  cobaan dalam kehidupan tapi Allah tetap tuntun hidup ini untuk selalu meningkat rasa kebersyukuran padaMu, pesona tingkat ketegaran dan ikhlas menerima ujian baik dari Mu langsung maupun melalui perantara yaitu manusia.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Ketika cobaan datang cukup sabar dan salat sebagai pertolongan


Bismillah…

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat… “Al-baqarah: 45)

Sebagai junduAllah “Hamba Allah” pasti pernah, sering bahkan sepanjang kehidupan kita akan mengalami cobaan yang tidak pernah kita tahu karena dalam rukun iman jelas tertera bahwa umat islam harus percaya pada qoda dan qadar. maka cobaan, ketetapan, ketentuan, perintah, kehendak merupakan bagian qoda dan qadar.

 Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena cobaan atau gagal, ia bersabar dan semakin mendekatkan diri pada Allah.

Tapi tidak semudah itu untuk menerima ketetapan “ujian” dari Allah. Apa yang membuat jundullah belum bisa menerima atau bahkan tidak bisa menerima cobaan. Pertama dipengaruhi oleh sejauh mana level keimanan atau kepercayaan kita pada Allah, jika yakin dengan janji Allah dan keputusan Allah pada kita Insyallah akan legowo menerima segala datang dari Allah. Dan apapun yang terjadi dibumi “ujian, kebahagian, suka, duka, gembira” semua atas seizin Allah seperti tertara dalam surah Faathir: 38) “Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”

Bukankah dibalik cobaan ada cobaan, setelah cobaan ada kebahagian dan scenario Allah selalu berputar serta berulang dalam kehidupan manusia hanya subjeknya saja yang berbeda.

Jadi kenapa harus sedih, frustasi, kecewa, dan galau ketika diuji Allah dengan cobaan. Bahkan sampai meratap nasib secara berlebihan, menceritakan ujian tersebut pada orang lain, menyalahkan orang lain, dan benci dengan orang lain. Padahal tingkah seperti itu malah semakin membuat hati tidak tenang dan sedih berkepanjangan.

Menceritkan cobaan kepada orang lain tidak akan menyelesaikan masalah atau membuat kita benar dihadapan masyarakat. Sedangkan Allah jelas-jelas menerangkan ketika hamba Allah di uji dengan cobaan cukup sabar dan sholat sebagai pertolongan terindah, tercantik dan antivirus terhebat dalam menghadapi gelombang cobaan.

Seberat dan sedahsyat cobaan mari dari sekarang kita siapkan diri dan percaya bahwa tidak ada satupun ujian menghampiri kita selain izin Allah. Heemm jika kita sudah paham dan mengerti kehendak, ketetapan, perintah dan ketentuan insyallah akan merasa tenang menghadapi cobaan.

“Ingat ikhwah semakin banyak cobaan menghampiri kita insyallah kita semakin bijak, semakin memahami kehidupan sesungguhnya “Allah ghoyatuna” dan semakin menjaga lisan dan tubuh kita untuk tidak sedikit ingin menyakiti hamba Allah”.

Inilah beda junduAllah sering dilanda cobaan maka ia akan mempasrahkan segala terjadi pada pemilik ketetapan, sabar dan sholat adalah teman setia menemani ketika dilanda cobaan. Terakhir yakinlah bahwa kita sangat sanggup menghadapi cobaan dari Allah. Insyallah setelah cobaan Allah hendak memberi kebaikan kepada kita. Barangsiapa dihendaki Allah kebaikan baginya maka diuji suatu cobaan (musibah) (HR. Bukhari) 

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Detik-detik kemenangan


Bismillah…

Tak terasa satu bulan penuh kita berpuasa tinggal menghitung jam ramadhan akan meninggalkan kita semua akan disambut kemenangan nan agung. Semoga ramadhan ditahun ini menjadi ramadhan paling baik dari ramadhan sebelumnya, semoga ramadhan tahun ini kita meraih mendali kesucian hati, semoga ramadhan tahun ini kita menjadi pribadi penuh taqwa, Allahuma amin. Banyak suka dan duka terlukis dibulan ramadhan, Ya Allah moga kami dipertemukan diramadhan berikutnya.

Sepertinya ramadhan ditahun ini banyak target-target tak tercapai walaupun tidak semua ana wujudkan insyallah masih ada beberapa target terealisasikan. Berharap kedepan target lebih keren, lebih dahsyat, lebih pesona, lebih anggun, lebih berwarna, lebih mewanggi di hadapan Engkau Ilah.

Bagi ana ramadhan ditahun 2012 adalah ramadhan sangat penuh kenangan tak terduga ketika menyambut kedatangan bulan suci ana diberi hadiah terindah dari Engkau Rabbi dan ketika detik-detik datang kemenangan ana diberi berita duka tak terkira dan terkaget-kaget.

Sungguh luar biasa Rabbi Engkau beri hamba dua hal sangat berbeda, dua hal sangat kontras, dua hal tidak bisa dipadupadankan, dua hal memiliki defenisi berbeda, dua hal menyelimpang, dua hal bertolakbalik…”Sungguh Engkau Maha Kaya Rabbi”

Kedua hal yang berbeda Engkau berikan pada ana kesiapan dan ketegaran menghadapinya walaupun sempat mengujat Engkau dengan kata bahwa Engkau tidak adil dengan ana serta sedih luar biasa. Ana yakin keputusan Engkau adalah terbaik, terelok, terbijaksana, teradil, dan teristimewa di tahun ini.

Kedua hal yang berbeda pula semakin memahami, mengerti, mengetahui, mempelajari hakikat kehidupan sesungguhnya. Biarlah kedua hal yang berbeda menjadi kenangan indah dalam hidup ana, menjadi pegangan bagi ana untuk menjadi hamba selalu mensyukuri setiap legenda kehidupan nan singkat yang terajut dalam simfoni kehidupan. Hamba yakin hanya orang-orang teristimewa dihadapan Engkau diberikan dua yang berbeda seperti ini.

Let’s myfriends always loving Allah dan buat-buat pembaca setia blog “simfonikehidupan” mohon lahir batin ya moga kita kembali suci, kembali menjadi insan penuh cinta, menjadi hamba memiliki hati, pikiran, fisik semakin anggun dan elegan dihadapan pemilik bumi dan seisinya.

“Eid Mubarak”

semoga doa-doa indah kita lantunan dibulan penuh berkah, bula penuh kemulian, bulan penuh pahala telah dan segara Allah ijabah, Allahuma amin.

Regard “sholiatalhanin”

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Untuk kalian ingin menyempurnakan dien


Bismillah…

Menikah adalah harapan setiap ikhwan dan akhwat, untuk menuju sebuah pernikahan penuh keberkah, cinta, kasih dan kedamaian serta lahirnya jundi-jundi Allah mentakbirkan “Allahu Akbar dibelahan bumi manapun mereka berada”. Maka sangat diperlukan bekal sangat luar biasa seperti bekal kita menuju sebuah objek wisata nan paling tinggi didunia. Jika perjalanan kita tempuh kehabisan bekal akan terjadi kehausan, kelaparan, ketidaknyaman, pusing, menyerah dan cepat tersingung.

Nah seperti itu pula perjalanan menuju pernikahan butuh bekal super extraordinary terutama nan harus kita siap adalah ketaqwaan dan kesabaran. Kenapa kunci utama ketaqwaan “iman pada Allah” inilah kunci dari segala kunci utama membangun keluarga harmonis, inilah solusi dari selaga solusi terjadi cekcok, inilah aturan terindah dari segala aturan didunia dalam membentuk keluarga samara, inilah cinta diatas cinta dalam merajut cinta.

Untuk itu ikwan dan akhwat harus selalu ditingkatkan kecinta pada Allah jangan pernah berhenti untuk mencinta Allah beserta dengan ketentuan yang telah Allah tetapkan.  Bermula cinta pada Allah maka tumbuh kesabaran karena tidak mungkin orang yang sabar tidak mencintai Allah.

Dan cinta pada Allah pula membuat kita tegar dan ikhlas menerima cobaan baik dikala berniat menikah maupuun real area sesungguhnya “rumah tangga” karena disana akan menyatu dua pribadi yang memiliki sisi pandang berbeda, dua pribadi dengan didikan yang berbeda, dua pribadi memiliki latar pendidikan yang berbeda, dua pribadi memiliki impian berbeda, dua pribadi memiliki behavior yang berbeda.

Dari dua hal yang berbeda menimbulkan onak, kerikil, hambatan, hempasan, gelombang, petir, teriakan, kesalah pahaman, ketidak sukaan, ketidak enakan, pahit.

Untuk itu berbanyak-banyaklah mendengar ceremah tentang rumah sakinah mawadah waromah, mintalah nasehat kepada ikhwan atau akhwat terlebih dahulu membina rumah tangga dan bagaimana cara mereka mencari solusi jika terjadi riak-riak kecil, berbanyak mengingat diri pada Allah “selalu positif thiking dengan cobaan tersebut”, bangun komunikasi dengan seindah mungkin, seberat apapun tetap tersenyum sembari berzikir”.

Namun bagaimanapun cobaan akan hadir datang menghampiri pasti selalu ada jalan keluar bukan Allah menyatakan bahwa setiap sesuatu ada obatnya. Dan sangat tidak mungkin pula Allah memberi cobaan, memberi azab tanpa penawar seperti Allah mencintai bumi dan seisisnya dengan keseimbangan.

Kemudian satu hal perlu ikhwan dan akhwat yang ingin segera menikah tetap jaga niat karena Allahu ta’ala. Jika diawal dengan niat baik insyallah berakhir sebuah keberkahaan. Walaupun dalam proses menuju keberkahaan dilanda padai begitu luar maka ikutilah harus badai tersebut karena melalui padai Allah sedang mentraning, melatih, menyeleksi, memberi pemahaman “Level” sejauh mana tawakal dan kesabaran kita pada Allah.

Menikah sesungguhnya bukan seperti buku sering ikhwan dan akhwat baca rata-rata mencerita keindahan rumah tangga, bahkan jauh dari narasi buku yang pernah kita baca mungkin bisa terkaget-kaget ternyata gini toh pernikahan itu.

Terakhir teruntuk ikhwan dan ukhti fillah…tauti hati selalu dengan Ilah, tetap positif thiking dan berbanyak doa pada Allah. Sesungguh dibalik cobaan Allah sedangkan membentuk karakter hambaNya yang menang dalam segala hal.

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Goresan Qolbu dan Logika


 

Padahal baru seminggu sampe di yogya tapi entah kenapa rasa rindu pada rumah sangat luar biasa terutama rindu pada ibu. Hadirnya rindu  ketika melelapkan jiwa dan bangun dari tidur di pagi  hari dan rindu itu sangat memuncak. Di kosan semua dengan sendiri seperti mulai dari makan sendiri, ketawa sendiri, nangis sendiri, belajar sendiri. hal ini di lakoni selama 7 tahun diperantauan. kalau dirumah ada bu, ponaan, bapak dan abang-abang temanin ketawa dan bercanda. Sungguh rindu dengan keluarga begitu dahsyat walaupun semalam bulan ramadhan (1bulan) sudah ketemu mereka semua. tapi itu tak cukup bagi saya untuk melepaskan rasa rindu. ingin selalu berada disamping mereka dan “sungguh luar biasa perjuangan jadi mahasiswa” belum lagi masalah dikampus birokrasi tak jelas sehingga harus bolak-balik dari ruang satu keruangan yang lain.

Apalagi saat ini di uji dengan cobaan tak pernah terpikirkan, hanya bisa menangis dengan kesendirian sambil mengeluh kepada Allah.

“Ya allah kenapa tak pernah henti-hentinya cobaan hadir, kenapa selama ini memohon pada Engkau jauhkan hamba dari segala cobaan, permudahkan segala urusan saya”. tapi apa!!!

Meyakini ini semua adalah atas kehendak Engkau,

saya tahu kalimat ini sangat tidak pantas saya ucapkan dihadapan Allah. namun itu bentuk saya menghilang rasa resah dalam jiwa. Bukan pula maksud saya tak percaya dengan pertolongan Allah dan bukan pula tak mensyukuri nikmat Engkau Allah. Tapi entah kenapa cobaan ini memang membuat saya tak bisa berpikir dan selera makanpun entah dimana. hanya bisa menangis, berdoa dan berusaha semoga setelah cobaan ada nuansa indah dan cinta menghampiri jiwa. sehingga pikiran ingin mudik, berada disisi bu, dan bercanda dengan pona’an.

walaupun begitu paham dengan konsep bahwa untuk menjadi orang sukses harus diuji dengan berbagai coban. namun terkadang konsep tersebut melebur entah kemana dari logika. Serta sangat membutuhkan seorang teman yang setia mendengarkan keluh kesah saya. namun kesah itu hanya mampu dilepaskan dengan helaian nafas nan panjang itu adalah bentuk tak keperdayaan dalam menghadapi masalah ini.

Ya Allah… kini mengerti dan sadar betah kuatnya kekuataan doa, zikir dan perhatian keluarga dalam perjalanan hidup. begitu pentingnya keluarga dalam kehidupan, karena dengan adanya keluarga dan orang kita cinta ada tempat kita untuk mengungkap permasalahan. ingin rasanya untuk melepaskan rasa bergejolak dihati pada siapa ingin mendengar. tapi itu tak mungkin!

Ya Allah…

Tolong Engkau lihat hamba dan dengar hamba ketika memohon pada Engkau, biar cobaan bisa saya hilangkan satu persatu. karena Engkaulah mencipta dan memusnahkan segala yang terjadi di bumi.

Ya Allah…

Dekaplah selalu

jaga selalu

tegurlah selalu hamba ini, Allah.

semoga bisa menerima dengan ikhlas

mampu menjalankannya dengan sabar

masukkanlah hamba dalam golong yang Engkau Berkahi

jadikan rindu ini sebagai kontemplasi bagi jiwa ini

SAKIT DI RANTAU URANG


Tidak ada satupun orang ingin sakit, kenapa? mungkin beribu-ribu alasan tak ingin merasa sakit apalagi sakit hati hehee…. Terkadang sakit juga membawa berkah dan rizki buat yang lagi merasakan (mang iya, masak sichh ^_^hehhee ya udh klw gak percaya) serta dengan sakit pula membuat orang berpikir dan mensyukuri begitu nikmat hidup sehat dan senyum. Tapi tak ada satu orang pun bisa  menolak karena semua telah ketetapan sang Illahi dalam menjalani scenario Nya seandai bisa nego  “tentang sakit” mungkin diatas bumi semua pada sehat walfiat, rumah sakit pada kosong tak ada penghuninya “pasien”, dan dokter tak berfungsi sebagai ahli medis.

Sakit itu datang lagi menghampiri walaupun tidak sampai berbulan seperti beberapa tahun yang silam pernah merasakan sakit seperti ini, bersyukur Rabbi menegur lewat sakit seandainya tidak ditegur melalui sakit tak akan pernah sadar begitu mahal dan indah kesehatan, begitu agungnya pribadi yang kuat dan tangguh. Dimana hampir mengsepelekan kesehatan gara-gara bergadang larut malam, tak tidur semalam tanpa tujuan yang jelas dan menjaga makan yang tak beraturan serta tak mengkonsumsi vitamin sebagi suplmen penguat otot dan pikiran dalam menggerakkan sendi-sendi dinamis kreatifitas. Semua habbit terhenti sejenak walapun Discard sesaat merasa begitu sedih dan sedih apalagi sakit dirantau uhang duuuuuuh bikin tambah sembilu deccchhh hati (seakan-seakan tertusuk duri durian hehheee…lebai pisan euyyy) habis apa yang diinginkan gak ada bantuin kalau minta tolong teman begitu segan dan berat mulut untuk mengatakan minta tolong seakan-akan menyuruh (duuuuhh sedih…seandainya sakit dirumah enak, siapa bilang? sakit gak ada yang enak hahaa….) tapi apa boleh buat bahagia, sedih, dan sakit harus dijalanin dengan ikhlas, jangan hanya ketika gembira “happy fun” hidup dijalanin dengan ikhlas tapi setiap moment harus disambut dengan ikhlas dan senyum. Jika setiap detik, jam, hari-hari disambut dan ditunggu dengan ikhlas sungguh betapa indahnya dunia yang dirasa dan begitu luar biasanya nikmat Rabbi yang dikaruniakan.

Sakit sepekan membuat harus istiharat total disini berjuang dan bertarung untuk sembuh dan sembuh dari sakit walaupun butuh beberapa minggu untuk pulih secara normal tak pernah berhenti untuk terus ikhtiar agar cepat dan berdiri dari kasur yang membuat berangan-angan serta malas berbuat apa-apa. Sungguh luar biasa bertarung dan bergulatan jiwa dengan sakit, dimana disini harus bertarung untuk melawan sebotol sirup dimana selama sakit tidak suka dengan sirup untuk minum sesendok sirup perlu beberapa trik, cara agar sirup bisa ketelan lebih baik  dikasih pil-pil seukuran apapun bakal dilahap kayak lalapan (yang benar aje hehee…) dan disuntik beberapa kali asal jangan namanya “sirup” nyerah dan angkat tangan, aneh juga kok bisa gak suka sirup!!! mungkin sejak kecil saat sakit tak pernah dikasih sirup atau….gak tahulah?? Namun dipaksa walaupun butuh waktu beberapa menit untuk menyatap sirup tersebut karena tak ingin sakit ini berlarut-larut seperti dahulu kalanya apalagi sakit dirantau orang. Alhamdullah dan bersyukur dengan sakit dikampung orang sungguh diuji sejauh mana kesabaran menghadapi sakit, sejauh mana kedewasaan ini, sejauh mana ikhtiar menghadapi sakit, dan sejauh mana bisa mensyukuri karunia Rabbi. Karena ini adalah  pertama kali sakit dikampung orang sejak jauh dari keluarga tercinta karena Allah Swt, jangan sampai terulang lagi jika boleh memilih namun jika itu telah ditetapkan Rabbi untuk merasakan sakit dikampung orang apa boleh buat harus diterima bagaimanapun keadaannya.

Begitu banyak hikmah saat merasa sakit dirantau orang antara lain

  1. Jangan pernah mensepele atau cuek dengan teman/tetangga yang lagi sakit, kenapa karena jika suatu saat giliran kita sakit ada yang menolong dan mengulurkan tangan pertolongan dan alhamdullah sejenak sakit banyak uluran tangan teman walaupun hanya menanya itu sungguh sangat berarti apalagi ditemanin subhanallah nikmat yang luar biasa. Sungguh hidup ini saling mengisi, saling berbagi dan melengkapi tak akan bermakna hidup jika tak saling menutupi satu sama lain (menolong).
  2. Kesabaran disini sangat diuji dimana selama ini “kita bilang koe orang sabar dan tabah” apa iya? saat kita diuji dengan sakit apakah sabar atau malah mengeluh kenapa ya kok sakit sebentar lagi ujian atau apalah nama kegiataannya dan apalagi dikampung orang. Seandainya masih ngomong seperti itu berarti belum sabar secara kaffah (total) saat sakit ini mengukur statistic kesabaran kita sudah mencapai one hundred percent (100%) atau sangat jauh dari itu. Semakin sering melanda sakit semakin terasah kesabaran dan semakin bisa mensyukuri nikmatNYa.
  3. Saat dirundung sakit atau demam, saatnya kita merenung (muhasabbah) tentang diri kita apa yang kita berbuat life forever selalu mentabur kebaikan atau dosa, kehadiran kita memberi manfaat khususnya orang tercinta (keluarga) dan lingkungan sekitar atau sebaliknya malah hadirnya kita membuat bummerang na’uzubilamin zaliq. Sungguh saat sakit times perenungan paling sacral kenapa? Karena saat itu kita merasa lemah dan tak berdaya dihadapin sangkhalik sehingga begitu mudah untuk menetes air mata kesucian. Kalau gak percaya coba aja kalau belum berhasil coba sekali lagi hehhee….garing banget
  4. Berusaha sendiri tanpa bantuan berarti dari lingkungan sekitar, dimana saat sakit memang niat atau egois kita untuk sehat harus ditanam apalagi sakit diidapi kronis jangan pernah menyerah karena setiap usaha pasti akan membuahkan hasil walaupun tak seperti diingikan. Sedangkan Orang hanya bisa ngomong cepat sehat dan bisa menolong lewat doa karena memang hanya bisa lakukan seperti itu. Memang setiap apapun kita peroleh dan inginkan tidak ada diperoleh secara instant (memant mie instant ya hhehee…) perlu pengorbanan luar biasa tidak ada kesuksesaan diraih secara hura-hura semua digapai dengan kegigihan (usaha).
  5. Hikmah paling berkesan dari sakit ini adalah akhirnya bertahun-tahun tak mau namanya “sirup” akhirnya finally “bisa menerima kehadiran sirup hahaaa…”. Jadi teringat kata-kata pepetah apa yang tak diinginkan dan ditakutin harus ditaklukkan karena ketakutan hanya hilu sinasih atau bayang-bayangan sesaat.  Maka untuk kedepannya tidak ada kata takut dan tak ingin menghadapi permasalahan jika itu positif dan baik, kenapa takut? jika niat kita baik insyallah Rabbi selalu menyertai hambaNya.

Walaupun sudah pulih dari sakit tapi belum bisa seperti awalnya perlu waktu pemulih secara perlahan-lahan, makanan yang dikonsumsi harus bervitamin dan berkalori untuk meningkat daya tahan otot, setiap hari harus drink juice untuk menambah serat dan sebagainya. Repot juga dengan menu makan harus diatur biasakan anak kosan makan apa adanya “heheehee” tapi semua dijalanin keep smile ukhti demi satu kata sehat dan sehat, rela ribet dengan pola dan menu makanan. Rabbi sangat mencintai hambanya yang kuat karena dengan pribadi yang kuat bisa menjalankan syariatNya, mengsyiar nilai-nilai islam walaupun satu ayat dan dengan jiwa yang kuat akan dijauh dari godaan setan serta sekutunya.

Endingnya hanya mengatakan selamat tinggal sakit, sorry koe tinggal dan lempar dikau sakit kelaut jangan pernah hadir dan datang lagi dalam kehidupan koe. Memang penyakit orang apa? kok sampai bilang selamat tinggal hahaha…..byeeeebyeeee sakiiitttttt

%d bloggers like this: