Wanita Kalau sudah Jatuh cinta


Wanita Kalau sudah Jatuh cintaJika laki-laki sudah jatuh cinta maka secara nyata dan jelas melihat bentuk ekspresi cintanya. Mungkin begitulah karakter laki-laki ketika ada rasa maka saat itu pula diungkapkan pada objek yang disukai. Laki-laki terbiasa bermain transparansi (mengungkap dengan nyata). Berbeda dengan perempuan meskipun sedang jatuh cinta dan suka pada objek tertentu (laki-laki) begitu erat menyembunyikan rasa tersebut karena perempuan terbiasa menyembunyikan rasa. Bahkan bisa menjaga rasa hingga hembusan nafas terakhir dan setan pun tak tahu apa yang dirasakan. Kisah nyata seperti pernah terjadi dalam kehidupan manusia yaitu masa kehidupan Rasullah SAW.

Jangan dimasa itu dimasa sekarang juga masih menemui bagaimana wanita menjaga cinta sehingga awan, udara, cahaya dan debu jua tidak mengetahui kalau dalam qolbunya ada getaran cinta pada sebuah nama. Bahkan sinyal-sinya cinta pun tak pernah ditampakan malah sebaliknya ketika ada getaran bergelombang  dalam sukma dibawa cuek begitu saja. Tentu banyak alasan kenapa wanita kalau sudah jatuh cinta begitu pintar menjaga rasa karena takut salah memposisikan cinta dalam irama kehidupan, takut terombang-ambing dari hempasan cinta dan takut rasa tersebut tidak disambut positif. Meskipun secara nyata tidak pernah mengatakan ada cinta tetapi wanita selalu terbiasa mengungkap rasa cinta maupun suka melalui doa. Tentu tak banyak wanita yang bisa mampu mempertahankan rasa cinta melalui doa.

Begitulah seharusnya mengungkap rasa kagum dan cinta. Dengan doa ingin melibat, mengikut sertakan dan berharap ridho dari sang pemilik hati yang begitu mudah merekat, mempertemukan dan membolakbalik hati manusia. Ini pula jalan yang elok yang harus dibiasakan oleh wanita ketika jatuh cinta maka bermohonlah kepada Allah agar diberi petunjuk dalam menyikapi rasa yang hadir dalam sukma bukan sebaliknya ketika jatuh cinta malah mempamerkan rasa suka dengan merendahkan izzah seorang wanita.

Padahal ketika wanita tidak memiliki izzah maka cintanya akan diobral-obral dan laki-laki pun berpikir panjang untuk meletak cintanya pada wanita tersebut. Untuk itu mari tetap menjaga izzah dan jagalah cinta itu melalui doa. Karena kekuataan doa itu sangat dahsyat, seolah-olah bisa menjadi kompas untuk meletak cinta sesungguhnya, cara bijak menyikapi rasa dikala melanda, berdoalah maka Tuhan akan memeluk rasa mu itu sehingga mengerakan seluruh persendian mu menemu cinta pada orang yang tepat dan  doa pula mampu mengantar getaran rasa pada orang engkau sukau melalui komunikasi tanpa bicara (telepati).

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Cinta akan membawa mu kembali


hal-hal lucu tapi tidak lucu

hal-hal lucu tapi tidak luculi, 

Suara tadarus masih terdengar jelas dari suara mickrofon.  Begitulah suasana ramadhan dikampung  akan diramaikan suara tadarus di berbagi tempat oleh berbagai organisasi. Ketika masa sekolah dulu setiap malam mengikuti tadarus dari rumah kerumah dan disana pula jalinan ukhuwah terjalin. Suara tadurus masih menemani malam semakin pekat, sekali-kali terasi dingin menyetuh kaki dan pipi. Meskipun suasana dingin sudah terasa kentara dan jam sudah mendakati 23.00 wib entah kenapa mata masih tetap terjaga dengan terang menerang semari terus menerus menekan keyboar leptop untuk mengejar target biar bisa menyelesai satu buku lagi (buku ke-5), Insya Allah.  Menulis buku bukan bermaksud mengatakan dirinya sudah hebat, pintar atau cerdas apalagi dikatai sebagai media untuk famous. Sungguh bukan itu tujuan menulis buku, melainkan ingin menantang diri seperti ungkapan yang pernah terucap ketika tinggal dibandung (bahwa suatu saat nanti ingin menulis) dan merasa diri ini belum apapun hanya manusia setengah dengan terus untuk menjadi yang terbaik bagi orang tua. Bila suatu saat nanti tentu ingin menjadi terbaik bagi keluarga, anak dan si dia hohoho….(ukhti, malam-malam ngawuuurrr)

Mumpung Allah memberi waktu luang, kesempatan dan ide maka memanfaatkan semampunya. Yakin ketika suatu saat sudah berubah status tentu akan susah untuk mencari waktu untuk menulis seperti percakapan dengan salah satu dosen yang tidak memiliki waktu lagi untuk menulis. Disebabkan amanah sebagai ibu, istri dan jabatan lain akhirnya hobbi menulis semakin hilang. Maka mempergunakan waktu ini menulis apapun, apakah nanti akan menjadi buku, sebatas bacaan tidak bermakna atau sebagai file yang menumpuk di hardisk tidak akan menjadi masalah. Apa yang membuat begitu betah menulis hingga larut malam, tidak lain dan tidak bukan adalah cinta.

Cinta bisa membuat bertahan dalam kesunyian seperti cinta ia menulis dalam keheningan. Bicara cinta teringat dengan lagu yang diputarin selama perjalan 12 jam dari kota kekampung. Lagu yang berjudul “cinta membawa mu kembali” yang dipopulerkan oleh dewa 19 ini mempunyai makna tersendiri dan kenapa lagu ini pula yang di playlist padahal banyak lagu ter-save di tablet. Selama mendengar lagu tersebut terlelap di dalam travel. Biasanya susah untuk bisa menutup mata dalam perjalanan, berbeda dengan kali ini. Paling tidak lagu ini telah menemani dalam perjalanan menuju cinta. Yaitu perjalanan menuju cinta orang tua yang sudah enam bulan sudah tidak menatap wajah teduh itu. Ternyata yang membawa ia kembali kekampung adalah cinta. Jika boleh jujur tidak betah dan tidak tertarik lagi tinggal didesa tempat dilahirkan. Bukan tidak membutuhkan desa, bukan ingin melupakan kenangan, bukan pula mengatakan tidak pantas tinggal didesa. Entah kenapa tiba-tiba menjadi orang asing didesa sendiri dan mungkin karena efek kelamaan merantau. Kalau bukan karena rindu dan cinta pada orang tua ingin selamanya diperantaun. Merasa nyaman saja dirantau karena disibukan untuk berkarya dan alasan kuat tidak mau berada didesa ini. Namun warna-warni kehidupan itu sudah menjadi renungan sangat luar biar dalam memahami makna hidup, cinta, kasih dan pertemuan. Hanya waktu bisa menjawab apakah nanti akan tetap diperantauan atau kembali kesini. Tempat awal mula mengenal cinta terutama cinta bunda pada ia dan cinta ia pada bunda.

Jika cinta itu masih ada maka akan kembali pada jalan cinta. Meyakini cinta yang dibingkai atas kehendak Allah adalah sebenarnya cinta dan mempercayai kekuatan cinta. Seperti kalimat yang sering diutarakan oleh Yahya Bin Mu’adz “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang engkau cintai berbuat baik kepadamu dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu”. Sampai ketemu pada titik pertemuan sedang dirahasiakan Allah dan ketika Allah sudah mengerakkan hati. Maka kaki, hati, dan pikiran akan melangkah serta alam juga membantu mengarahkan pada pusaran yang sama sehingga menemukan titik cinta sebenarnya.  Yaitu cinta dilandasi rasa cinta padaNya. Untuk itu biarkan cinta membuat engkau kembali pada engkau cintai.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Didiklah Mereka Dengan Cinta


didiklah mereka dengan cintaSaat melihat berita pelantaraan anak oleh kedua orangtua, pembunahan seorang ayah pada empat anak, membuang bayi diselokan dan kekerasan fisik oleh orang tua. Seketika itu pula merasa hati tersayat-sayat, meskipun belum menjadi seorang ibu masih berstatus sebagai anak rasa tak tega melihat anak-anak diperlakukan seperti itu. Padahal anak adalah harta paling berharga, anak adalah berkah yang indah dari Allah, anak adalah generasi penerus yang akan mengharumkan nama kedua orang tuanya, anak adalah titipan ilahi yang harus diberi kenyamanan, kasih sayang dan ditanam nilai-nilai reiligius agar dalam perjalanan hidup si anak memahami makna hidup dan kemana akhir kehidupan yang sesungguhnya.

Apakah mereka-mereka sebagai orangtua yang memperlakukan anak mereka secara tidak manusiawi tak pernah berpikir bahwa begitu banyak pasang suami-istri menginginkan kehadiran anak bahkan hampir tiap hari dan tiap malam mengadahkan tangan pada Allah serta dengan ikhtiar medis agar dipercayai untuk mendidik seorang anak. Apakah meraka berbuat seperti itu karena takut tidak bisa mendidik anak dengan baik atau dipengaruhi faktor ekonomi?  Apakah saat orang tua melakukan kekarasan fisik tidak terpikir bagaimana capeknya seorang ibu mengandung, sakitnya melahirkan, ribetnya menyusui dan saat susahnya pertarungan antara sperma dengan induk telur untuk membuahkan cabang bayi.

Ketika orang tua sudah mendapat si buah hati itu bertanda Allah percaya orang tua mampu mendidik mereka, saat Allah tiupkan ruh didalam Rahim ibu saat itu pula Allah jaminkan rezki bagi anak-anak. Bayangkan saja burung-burung saja Allah jaminkan rezkinya apalagi manusia yang jelas-jelas setiap hari menyembut namaNya dan bersujud pada Allah tentu sangat dijaminkan rezkinya. Tinggal bagaimana manusiai menyikapi makna rezki.

Jika menyimpulkan dari pengamatan para pakar anak, psikolog dan psikiater bahwa faktor yang membuat orang tua melantarkan anak baik dari sisi financial, sisi fisik dan sisi kasih sayang yaitu disebabkan sisi psikologi orang tua yang tidak normal atau disebabkan trauma masa lalu dan mungkin ada faktor-faktor kedekatan dengan hal-hal dilarang oleh Allah. Misalnya ketika orang tua sudah mengkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan dan faktor kehadiran orang ketiga pada akhirnya berdampak pada keluarga atau anak-anak.

Melihat fenomena tersebut, teringat dengan hadist bahwa siapapun hendak menikah hendaklah melihat hal berikut ini (1) keterunan, (2) akhlak/ agamanya, (3) fisiknya, dan (4) harta. Maka pilihlah calon istri atau calon suami yang memiliki akhlak  (agama) yang baik dibekali ilmu pengetahuan. Apalagi mendidik anak dizaman postmodern dibutuhkan ilmu pengetahuan yang luas karena anak-anak masa kini kritis, susah untuk dinasehati dan dipengaruhi banyak hal. Bilamana seorang ibu atau bapak minim ilmu pengetahuan bahkan agama akan mengalami depresi sendiri mengahdapi prilaku anak-anak karena tidak bisa mencari solusi-solusi dan akhirnya selalu menyalahkan si anak. Sehingga berdampak pada pelantara anak dan kehancuran rumah tangga.

Jika bagi laki-laki ingin memilih istri maka lihatlah sisi ke ibu-an, sisi agamanya, sisi kesabaran dan sisi ilmu pengetahuan. Bisa dibayangkan jika anak-anak diasuh atau disentuh oleh ibu yang penuh kelembutan, penuh keibuan, penuh kesabaran dan didukung dengan ilmu pengetahuan. Maka akan mengantar anak-anak yang bijaksana, anak-anak yang penuh cinta kasih sayang bukankah kasih sayang merupakan faktor utama yang dibutuhkan seorang anak. Kasih sayang pula akan membentuk karakter anak yang santun.

Bukankah anak-anak lebih banyak diasuh oleh ibu nya. Sikap dan kecerdasaan anak juga banyak diturunkan dari ibu nya. Dan kita bisa tumbuh seperti saat ini atas kelembutan, kasih sayang, pelukan ibu dan doa ibu. Maka beruntunglah kita yang di didik dengan unsur tersebut sehingga mengerakkan kita menjadi pribadi yang percaya diri, pribadi semangat dan pribadi takut dengan aturanNya. Mari kita sebagai anak membalas cinta mereka dengan selalu berdoa untuk mereka yang sudah ikhlas mendidik kita dengan cinta penuh warna-warni, selalu membuat mereka tersenyum dengan terus berprestasi untuk menghasilkan karya serta dihiasi akhlak baik sesuai dengan norma Ilah, dan terus menanya kabar mereka meskipun berjauhan dari orangtua.

Sedangkan perempuan ingin memilih bedamping hidup maka lihatlah agama, rasa tanggung jawab, karakter laki-laki (apakah bertipikal lembut, pemarah/tempramen dan sabar) kenapa sangat penting hal ini. Ini berpengaruh dengan pola asuh atau pola didik pada anak dan keluarga. Bisa dibayangkan jika calom imam memiliki karakater tempramen dan tidak memiliki rasa tanggung jawab maka setiap ada permasalahan selalu mengandalkan fisik bukan mendahulukan nalar.

Bagi calon ibu-ibu dan akan menikah pelajarilah ilmu-ilmu bagaimana mengrangkai keluarga yang diridho Allah, pelajari cara komunikasi suami istri, dekatkan diri pada sang khalik agar setiap permasalahan yang akan dihadapi dalam rumah tangga bisa diselaikan dengan ketenangan yang menjunjungi pola komunikasi yang terbuka.

Terakhir bagi calon ibu dan sudah menjadi ibu didiklah si buah hati dengan aturan ilah yang dikombinasikan dengan ilmu masa kini. Ingat kepercayaan Allah menitip kalian menjadi ibu dan bapak akan diminta pertanggung jawab di yaumil akhir. Untuk itu didiklah mereka dengan cinta, kasih sayang dan penuhi hak-hak mereka sesuai dengan Ajaran ilah. Perlu diingatkan ketika hendak memarahi atau menyakiti anak pikirkan bagaimana susahnya perjuangan kalian mengandung, melahirkan dan menyusuinya. Malah sudah besar seenak-enaknya kalian memperlakukan dengan tidak wajar. Semoga anak-anak yang didik dengan aturaNya dan cinta mengantar orang tua pada surge firdaus. Allahuma Aamiin.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Biarkan Cinta Menemui mu


biarkan cinta menemui muYakin kalimat ini sudah menjadi trend dikalangan para pembaca Novel dan kalangan yang menonton Assallamualikum Beijing. Kalimat tersebut sudah banyak dishare atau telah menjadi tranding topik ketika film diputarkan pada bulan Januari 2015. Kalimat itu meskipun hanya empat kata akan tetapi memberi makna paling dalam, memiliki filosofi yang sangat mengagungkan dan kalimat itu pula mengerak tanggan maupun pikiran untuk menyulamkan menjadi sebuah inspirasi. Jika bisa menjadi bagian inspirasi, bagian motivasi dan bagian keniscayaan itulah tujuan utama dari penulisan artikel ini, bilamana tidak bisa menjadi bagian dari keniscayaan biarkan sebagai sampah pemikiran. Bukankah sampah meskipun tidak ada yang memunggutkannya pada akhirnya sampah itu akan menjadi pupuk yang menyegarkan akar-akar tumbuhan yang hidup disekitarnya.

Ada diantara kita yang begitu susah menemui cinta meskipun sudah melewati perjalanan yang panjang, walaupun sudah sholat sunnah dengan tingkat kekhusyukan yang tinggi dan sudah melantunakan segala doa. Pada akhirnya belum juga berjumpa dengan cinta.  Kenapa belum bersua dengan cinta mungkin begitu tinggi kriteria cinta, jangan-jangan cinta yang dicari didominasi niat dunia belaka, jangan-jangan cinta yang diharapkan dengan ukuran perpecto atau bisa jadi belum menemui cinta karena tidak begitu jeli menangkap sinyal-sinyal cinta yang hadir di pelupuk mata. Terkadang cinta itu datang dengan keseriusan, cinta datang dengan guyonan dan tak bisa hindari cinta juga terkadang menghampiri dengan kemisteriusan. Begitulah cara cinta menghampiri.

Bila upaya dan usaha dikerahkan dengan strategi tetapi belum juga menemui cinta yang berdasarkan pondasi islam. Bahkan Allah telah menerangkan bagaimana cara menjemput atau menemui cinta!!! Adakah diantara kita yang telah menerap cara yang dianjurkan tersebut? Jangan-jangan cara mencari cintai melewati jalan yang tidak diridhoi atau yang dijalani tidak mengikuti sertakan Allah. Bilamana sudah mengikut sertakan Allah dalam pencarian tetapi belum membuahkan hasil perlu cara bijak menyikapi bahwa segala hal sudah diatur oleh Allah dengan scenario yang memukai.” Ini makna qadha dan qadar dalam islam”.  Jangan memaksa diri untuk menemui cinta dengan cara tercela, biar cinta berjalan dengan proses ilmiah seperti proses pergantian siang menuju malam, seperti perputar matahari dari timur kebarat, seperti hembusan angin meniupkan dedaunan secara pelan-pelan dan seperti kumbang mendekati bunga dengan cara-cara yang penuh arti hingga mampu mengisap saripati bunga tanpa merusaki satupun.

Bagaimana cara cinta menemui mu yaitu meningkatkan kualitas hidup sudah banyak dibahas oleh para motivator, dibahas para ustad-ustazah, dibagikan dalam berbagai jenis buku, dan sudah dikaji dalam komunitas. Bahakan kalimat tersebut juga didapat dari artis ternama yang mengatakan bahwa dengan banyak kalian memiliki keahlian, memiliki keilmuan dan semakin dekat dengan Allah maka percayalah cinta akan datang sendiri menghampiri untuk menyatakan cinta untuk dipersatukan dijalan yang dianjurkan (Nikah). Andailah kalian memiliki banyak kualitas hidup maka semakin mempermudah cinta menemui mu karena tidak butuh kompas untuk menujuki arah jalan bersua dengan mu. Tinggal bergerak, bangun dan segara untuk meningkat kualitas hidup agar cinta bisa menemui. Selain itu mari sejenak membayangkan keberkahaan-keberkahaan lain yang diperoleh dengan memiliki kualitas hidup diantaranya derajat yang tinggi dihadapan Allah. Kemudian semakin skill memperluaskan lahan ibadah, memperluaskan jangkauan dakwah dan melebarkan jalan untuk memberi keniscayaan bagi masyarakat. Lalu bayangkan jika dengan kualitas hidup yang dimiliki bisa memberi kebahagian, mengalirkan pahala dan mempertemukan cinta. Yang terbayangkan syukur tiada tara!!!

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Tidak perlu fisik yang sempurna untuk cinta yang sempurna


Tidak perlu fisik yang sempurna untuk cinta yang sempurnaMari waktu liburan kita mulai membahas cinta, setiap orang akan mendefenisikan cinta berbeda dan seperti penulis dengar dari pakar penarawangan cinta mengatakan bahwa cinta itu berdasarkan apa kalian lihat. Jika kalian beranggapan materi itu cinta maka kalian mencintai orang memiliki materi, bilamana kalian melihat cinta dari sisi spiritual maka kalian akan mencintai orang-orang yang selalu mengagungkan kebesaran Tuhan dan seandainya kalian melihat cinta dari sisi ilmupengetahuan maka akan mencintai dan jatuh cinta pada orang-orang berilmupengetahuan.

Cinta yang sempurna adalah cinta tidak melihat syarat dan tidak melihat identitas yang dicintai. manusia tidak akan pernah untuk mendapat cinta yang sempurna dan untuk mencari cinta yang sempurna setidaknya lihat sisi  kenyaman.  Jika kalian sudah merasa nyaman dengan ia itulah cinta sejati karena cinta sejati pada dasarnya akan menumbuhkan kenyamanan rasa, kenyaman fisik dan kenyamanan spiritual. So sweeettt sangat menyentuh hati…^__^

Teramat sering pula kita menemui dan mendengar kisah mereka-mereka yang tidak memiliki fisik sempurna tetapi menjadi insprasi cinta bagi orang lain. Apa yang membuat mereka bisa menjadi pelaku sejarah cinta??? Ada banyak faktor, pertama karena keikhlasan menerima pasangan apa adanya, mencintai bukan faktor financial, bukan faktor ilmupengetahuan dan akan tetapi mencintai faktor kenyamanan. sedangkan kenyamanan itu lahir dari kedekatan diri pada sang khalik. Bukan kenyamanan akan melahirkan ketenangan. Bukan kah tujuan untuk mencintai adalah menimbulkan rasa kenyamanan dan rasa kenyamanan itu dimulai dari adanya rasa kesamaan untuk saling memahami. Kemudian komitmen untuk saling melengkapi, saling mengingati, saling mencintai diatas aturan Ilahi.

Timbul pertanyaan!!! Apakah kesempurnaan fisik yang melahirkan cinta, atau kesempurnaan cinta melahirkan fisik yang sempurna. Silahkan kalian memilih apakah mencintai kesempurnaan fisik atau ketidaksempurnaan fisik melahirkan cinta yang sempurna. Menurut hemat penulis bukan kesempurnaan fisik yang melahirkan cinta, toh banyak mereka-mereka yang memiliki fisik sempurna kenapa tidak bisa menyentuh cinta, tidak merasakan cinta, dan yang ada mereka memiliki fisik yang sempurna seringkali merendahkan esensi cinta.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kekuataan Cinta Seorang Wanita


Kekuataan cinta wanitaPagi sebelum berangkat kekampus untuk sharing ilmu maupun pengalaman sama mahasiswa coba mendengar diskusi hangat disalah satu televisi swasta tepatnya acara reality show “Curahan Hati Perempuan”. Reality show tersebut merupakan acara baru karena baru sekitar satu bulan tayang tetapi banyak hikma, banyak ilmu pengetahuan baru diperoleh terutama bagi penulis. Jadi tahu apa saja menjadi faktor utama kerusakan rumah tangga. Jika disimpulkan secara sederhana kenapa terjadi cekcok dalam rumahtangga adalah hadirnya orang ketiga (perselingkuhan) apalagi di era teknologi perselingkuhan sangat mudah terjadi bahkan menurut penelitian dari barat bahwa 22% perselingkungan dari pihak pria sedangkan dampak kecil dari perselingkuhan terjadinya pusing kepala.

Apapun alasannya perselingkungan tidak pernah membawa aura positif yang ada menjadi masalah semakin bermasalah. Teringat dengan seminar yang pernah diikuti tentang pernikah bahwa perselingkuhan dan perubahan suami tidak berubah begitu saja. Maka seorang istri harus secara terus menerus untuk taruf dengan suami karena sifat, perilaku dan keinginan suami yang berubah setiap saat. Untuk itu istri harus mengikuti perubahan suami jika suami berpendidikan maka istri harus ikuti langkah untuk mencintai pendidikan dengan tujuan untuk mengimbangi.

Lalu faktor selanjutnya adalah keributan dari rumah tangga yaitu masalah ekonomi, masalah komunikasi tidak lancar maka menurut para pakar komunikasi bahwa komunikasi menjadi unsur penting terjadi keharmonisasi rumah tangga, pernikahan tidak direstui karena terjadinya eksiden diawal (hamil luar nikah/pemerkosaan) atau bisa jadi disebabkan ketidak setaraan profesi, kesataraan pendidikan, kesataraan jabatan, kesataraan latarbelakang keluarga dan kekerasan (KDR). Maka dalam islam sudah dijelaskan secara jelas dan detail bagaimana indicator-indakotor pasang istri atau suami yang patut dijadikan sebagai pasangan hidup. Sayangkan varibel tersebut jarang digunakan sebagai landasan utama untuk menikah. Mungkin dampak dari arus libralisasi dalam tatanan masyarakat sehingga aspek agama maupun akhlak dikesampingkan.

Apapun namanya faktor permasalah keluarga tetap yang dirugikan adalah perempuan seperti contoh nyata yang diceritakan di realty show “curahan hati perempuan”. Dari sekian banyak beban, kesedihan dan rasa sakit yang dialami perempuan ada sebuah hal yang sangat menarik untuk dibahas dari sisi perempuan yang mana ketika dizholomi oleh pasangannya tetap bertahan serta menjaga keutuhan rumah tangganya. Ini lah dinamakan kekuataan cinta seorang perempuan, meskipun kerap diperlakukan tidak cantik, dihargai, disayangi, dicanti dan dihianti.

Apa yang membuat kekuataan cinta seorang wanita itu begitu dahsyat!!! Teringat dengan janji suci yang diucapakan dihadapan Allah ingin menjadi istri selalu mendampingi hingga akhir hayat, selanjutnya dikarenakan mikir anak-anaknya yang tidak ingin anaknya tak mempunyai seorang ayah sehingga selalu mempertahan cintanya pada pasangan ini merupakan faktor utama yang membuat wanita menjadi tegar, lalu bentuk bakti pada suami sehinga selalu menjaga egonya jangan sampai terjadi perceraian karena perceraian bukan solusi yang terbaik. Apalagi dalam agama islam Allah sangat benci dengan perceraian meskipun islam tidak melarang. Seterusnya kesabaran wanita karena wanita begitu paham bahwa kesabaran yang membuahkan keteduhan dan Allah mencintai hamba-hambanya yang sabar serta keteguhan wanita yang tidak mau menebar aib suaminya kecuali mencerita pada Allah ketika sujud padaNya. Itu sekian faktor yang membuat wanita memiliki kekuataan cinta begitu dahsyat. Tentu untuk mendapat itu semua didasari atas rasa kekuataan cinta, keimanan, ketaqwaan dan keilmuan yang mumpuni.

Bagi wanita sedang mengalami krasak-krusuk, gejolak, hadirnya orang ketiga, permasalahan anak dan gonjang-ganjing financial. Tetaplah bersabar teruslah jalin komunikasi untuk mencari solusi, bukan setiap ikhtiar akan mendapat pencarahan, jangan lupa berdoa pada pemilik hati manusia untuk menceritakan permasalahan hidup karena Dia yang setia mendengar keluh kesah hambaNya. Yakinlah ketika wanita bersabar dan selalu dengan Ilah maka Allah akan turunkan Rahmah yang tempat pernah dikirakan seperti cerita seorang istri direality show “curahan hati perempuan” pada edisi selasa, 28 April 2015 akhirnya ibu tersebut mendapat kebahagian begitu syahdu setelah bertahun-tahun sabar dengan sikap suami nya tidak pernah menampaki cinta.

Subhanallah ketika wanita sudah mencintai maka saat itulah iya melebarkan sayap untuk mencintai dengan seutuhnya, cinta yang didasari atas kekuataan untuk meraih pahala dan cinta yang pula yang membentuk wanita untuk menjadi pribadi yang selalu melahirkan energi cinta agar keluarganya bisa merasa getar-getaran cinta yang mampu memotivasi suami dan serta anak-anaknya menjadi pribadi sukses, pribadi taqwa bahkan pribadi penuh percaya diri. Wanita bisa menjadi angin untuk menyejuki, bisa menjadi api untuk memanasi, bisa menjadi bunga agar hidup mempesona, bisa menjadi duri menusuk hati, bisa menjadi batang untuk menompang, bisa menjadi akar untuk mengokohkan dan bisa menjadi pelanggi untuk mewarnai. Bilamana dunia tanpa kehadiran wanita maka bisa rasakan bagaimana sunyi dunia karena wanita ibarat bintang yang selalu indah untuk dipadang dan memberi pesona yang tak bisa terkatakan terutama bagi laki-laki sudah merasa kekuataan cinta dari seorang wanita.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Energi Wanita


Ada walikota yang lagi heboh diperbincangkan disosial media dan sebelumnya dikenal sebagai arsitek terbaik di dunia bahkan walikota tersebut sekarang diprediksikan di tahun 2019 akan menjadi the real president Indonesia. Aamiin. Sejak menjadi walikota ditanah pasundan sudah banyak perubahan yang terjadi terutama tercipta taman-taman yang bernuansa romance mungkin beliau masih berjiwa muda maka ruang-ruang hijau dijantung kota bandung dinamai selera anak muda. Kini kota Paris Van Java tersebut semakin esotik dan sebagai orang yang pernah tinggal dikota tersebut rasanya pengen kembali bernostalgia melusuri jalan-jalan yang telah bermetamorposis seperti Eropa. Penulis termasuk yang ngefans berat dengan walikota yang kreatif, inovatif, smart, high-tech, handsome dan religious tersebut. Setelah konferensi Asia Afrika dinobatkan sebagai walikota smart city di dunia. Tentu berharap walikota dan kepala daerah seluruh Indonesia ikut termotivasi untuk mendesai kota-kota dengan asas smarty city baik dari sisi desain, sisi teknologi, sisi keramahan, sisi culture, sisi kesantunan, sisi prestasi dan sisi ekonomi.

energi wanitaDalam tulisan ini bukan bermaksud untuk membahas prestasi walikota tetapi ingin membahas tentang pandang walikota tentang wanita seperti kutipan yang di sharing belaiu disosial media. Dari sekian banyak kutipan disharing beliau disosial media ada satu kutipan membuat terpesona sebagai wanita. Bila mengutip kata tersebut seperti ini kalimatnya“Bersamanya yang selalu sabar dan menjadi energi utama dibelakangku”. Jadi walikota bisa seperti saat ini karena kesabaran dan sentuhan wanita terutama kekuaatan doa serta energi kesabaran ibu maupun istri beliau. Siapapun yang menceritakan tentang wanita tidak akan habis-habiskan karena wanita makhluk Allah paling seksi didunia persis seperti lagu ahmad dhani. Maka disini akan mendiskripsikan wanita dari energi dan kekuataan cinta seorang wanita.

Sebagai wanita tentu bahagia, terpesona dan bersyukur ternyata dibalik kelembutan, dibalik senyuman dan dibalik ketenangannya tersimpan energi yang begitu mempengaruhi gelombangan kehidupan seseorang dan tak hanya merubah kehidupan seseorang dimana diyakini wanita jug bisa merubah dunia.  Lalu dengan sentuhan wanita dunia akan menjadi berwarna dan energi wanita pula melahirkan perabadan dunia yang mengelora.

Kenapa wanita menjadi energi? tentu banyak alasannya yang pasti energi utama seorang wanita adalah cinta. Energi cinta ini akan melahirkan energi-energi yang lain. Bayangkan dalam rumah tangga tanpa adanya sentuhan energi wanita maka terlihat rumah tersebut tak berestetika, begitu juga ketika anak-anak tidak mendapat sentuhan energi ibunya maka semangat dan kecerian akan hilang oleh masa. Atas dasar itu pula, anak-anak didiki oleh sentuhan wanita akan membentuk anak-anak berkarakter dan prestasi. Sedangkan bagi suami wanita merupakan energi terutama dalam lika-liku kehidupan dilalui karena setiap sentuhan energi yang diberikan wanita akan melejutkan pria menjadi pribadi sukses, pribadi kuat, pribadi tenang dan pribadi brilian.

Dalam sisi medis juga sudah terbukti bahwa ketika laki-laki sudah menikah maka kekuataan dan nalar kreatif semakin terbentuk akan berbeda dengan laki-laki sebelum menikah akan mengalami emosional belum stabil karena belum ada yang menanangi jiwanya ketika mendapat cobaan atau kegelisahan. Wanita selain sebagai energi bagi suami tentu wanita adalah obat segala obat bagi suaminya. Maka dalam islam bagi laki-laki sudah cukup umur dan sudah siap berumahtangga sangat disegerakan untuk menikah, tujuan utama agar mendapat ketenangan sedangkan salah satu unsur ketenangan itu diperoleh dari sisi wanita.

Bagaimana ciri-ciri wanita yang memiliki energi cinta? Dalam islam sangat jelas bagaimana kriteri wanita yang mempunyai energi cinta yaitu wanita yang memiliki kedekatan dengan Rabbi ketika wanita sudah dekat dengan penciptanya maka akan memahami hakikat sebagai wanita. Bilamana sudah memahami hakikat sebagai wanita maka akan melahirkan jiwa-jiwa kelembutan, jiwa-jiwa ketenangan, jiwa-jiwa bersaja, jiwa-jiwa yang patuh dengan suami, jiwa-jiwa yang mendidik dengan cinta, jiwa-jiwa selalu bersyukur setiap apa diperoleh dan jiwa-jiwa selalu setia mendampingi suami baik suka maupun duka.

Selain itu ciri-ciri wanita memiliki energi cinta adalah wanita yang memiliki ilmu pengetahuan dan berpendidikan. Kenapa penting ilmu dan pengetahuan bagi wanita? Karena pergeseran zaman begitu cepat, andai saja wanita tanpa ilmu dan pendidikan dalam tatananan keluarga atau sosial maka akan melahirkan pribadi yang tidak bijaksana, pribadi yang bongah dan pribadi yang tidak mau menerima kebenaran. Bukankah peran wanita keluarga dan sosial sangat diperlukan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan serta  wanita bisa melihat permasalahan hidup dalam segala sisi.

Beruntanglah bagi laki-laki sudah memperoleh wanita memiliki energi cinta dan rawatlah wanita tersebut dengan cinta Ilah. Insyallah penyatuan dua manusia dalam ikatan rumah tangga adalah untuk melahirkan energi-energi lainnya. Terutama melahirkan anak-anak yang memiliki energi cinta pada ilah, cinta pada ilmu pengerahuan, cinta kedamaian dan cinta dengan perubahan. Semoga anak-anak dilahir, didik, diasuh oleh energi cinta wanita menjadi pemimpin bangsa yang viosioner dan tetap kokoh dengan nilai-nilai keimanan. Bagi yang belum menemukan energi cinta wanita maka selamat berjuang….”smile”.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: