Mengantar Mahasiswa Bimbingan Ujian: Kombinasi Bahagia dan Sedih


20160519_131001Hampir empat tahun menjadi pemimbing skirpsi mahasiswa. Awal mulanya Cuma diberi bimbingan dua orang, bergulir waktu semakin bertambah mahasiswa bimbingan. Secara tidak langsung ter-mapping dan terpola mahasiswa bimbingan yang diberikan pada Anim. Umumnya berkaitan dengan literasi, perilaku pencari informasi, teknologi informasi dan ada juga berhubungan dengan layanan, Manajemen, serta ketesedian koleksi.

Bahkan bukan saja mahasiswa bimbingan saja meminta diarahkan tentang arah penelitian mereka. Ada juga mahasiswa terasa dekat dengan Anim tak sukan-sukan minta diberi arahan. Apalagi ada mahasiswa dengan berani dan terus terang meminta judul skripsi. InsyaAllah selalu memberi saran dan solusi judul skripsi untuk meraka seperti yang baru lulus, Anim berikan judul skripsi bertemakan “Literasi informasi organisasi bagi mahasiswa”, Ketertarikan Alumni ilmu perpustakaan bekerja dibidang perpustakaan dan kesenjangan digital. Sayangnya kesenjangan digital tidak pernah di acc oleh pihak jurusan HOhohoho….”padahal itu tema trends sangat”. Namun apa boleh buat, selalu dapat penolakan!!!

Membimbing mahasiswa melatih diri semakin memahami makna penelitian dan metode penelitian. Memimbing juga semakin mengkaya diri memahami teori atau konsep ilmu perpustakaan. Pada intinya dengan memberi bimbingan tersadari bahwasanya penelitian itu gampang dan mengasyikkan. Gampang asal menemukan teori yang pas. Mengasyikkan bila mendapat data detail dan kompleksitas, sehingga mempermudahkan melakukan analisa. Sementara metodologi tinggalkan disesuaikan saja.

Ada hal menarik berkaitan dengan bimbingan dikampus tempat Anim mengabdi saat ini. Misalnya pemimbing pertama cukup meng-Acc saja, asal sudah dibaca secara teliti oleh pemimbing ke-2, bahkan ada juga pemimbing pertama mengatakan begini “cukup bimbingan saja dengan pembimbing kedua saja, kemudian ada pula pemimbing tak mau hadir ujian proposal ataupun ujian skripsi. Herannya….!!! Fee bimbingan tak pernah ditolak dan selalu mengambilnya. Padahal bila mau jujur dan bertanya dengan diri paling kecil. Sudahkan memimbing secara baik dan benar??? Namun bagi Anim cukup tahu dan sikap seperti itu tidak terbawa pada Anim. Apakah masalah begini juga terjadi pada kampus-kampus lain di Indonesia??? Ya sudahlah itu pilihan apakah ingin membimbing dengan baik dan benar atau cukup sebatas ambil fee sementara memimbing kasih pemimbing kedua!!! Toooh…segala akan dipertanggung jawabkan diyaumil akhir….”Ngerilah kalau bicara akhirat hihihihii”

Namun ketelitian dan kebenaran dalam memimbing akan diuji saat mahasiswa ujian skripsi. Setiap mahasiswa ujian selalu menyembatkan hadir karena secara tidak langsung kehadiran pemimbing akan memberi support dan kekuataan bagi mahasiswa akan ujian. Diruang sidang beragam tingkah ditunjukkan mahasiswa sedang ujian. Ada menjawab asal padahal semakin menjawab mengada-ada semakin banyak pertanyaan dilontar oleh penguji, ada mahasiswa tergiring dengan pertanyaan penguji sehingga hilang dari fokus dari penelitian, ada mahasiswa begitu percaya diri mempertahankan pendapatnya kendatipun tidak didiskripsikan dalam lembaran-lembaran skripsi, ada mahasiswa terdiam tanpa bahasa karena tidak mampu menjawab pertanyaan penguji dan lebih seru lagi anak bimbingan setiap menjawab pertanyaan pengujia selalu melirik pemimbingnya hohohoho….”itu mungkin menandakan meminta bantuan tolong saya ibu/pak”

Bahagia jadi pemimbing, tatkala mahasiswa akhirnya bisa menyelesaikan penelitian, yang dibuktikan dengan ujian skripsi. Lalu mampu mempertahankan hasil penelitian dihadapan penguji. Apalagi mendapat hasil yang memuaskan. Rasanya terbayar sudah coleteh-coleteh berbentuk saran yang diutarakan selama bimbingan. Akan tetapi mengecewakan apabila mahasiswa bimbingan mendapat nilai sangat rendah. Padahal bila dilihat dari isi, metodologi, mempertahankan pendapat dan pembahasannya sesuai dengan teori. Namun karena salah beberapa kata, langsung dapat nilai rendah. Kenapa nilai rendah? Karena memang tidak ada standar nilai yang layak dapat A, B, C dan seterusnya. Jadi sesuai dengan selera penguji. Kalau penguji lagi mood diberikan nilai memuaskan. Seandainya penguji lagi bahagia bisa jadi istimewa. Situasi begini? Membuat hati sedih sebagai pemimbing karena nilai diberikan sesuai keinginan penguji bahkan menjadi bingung sendiri. Kenapa penguji tega memberi nilai C sementara teori, latar belakang, isi dan pembahasan sangatlah baik. Lagi-lagi karena tidak ada standar peniliai!!! Selama tidak ada standar penilaian ujian skripsi, selama itu pula anak bimbingan mendapat nilai berdasarkan kehendak hati penguji.

Namun pada akhirnya, senang dan bahagia bisa memimbing mahasiswa dengan total serta berkesempatan mengarahkan mereka supaya paham bagaimana melakukan penelitian. Terlebih lagi saat memimbing mahasiswa, jiwa ini selalu teringat masa-masa kuliah bagaimana duka mengejar dosen pemimbing hingga ketiduran demi konsultasi skripsi. Bela-bela berjam-jam duduk diruang perpustakaan dan terkadang tidak memuaskan hasil seperti tidak menemukan teori yang mendukung penelitian. Itu lah bagian-bagian perjuangan sebagai mahasiswa demi meraih gelar dan menambah ilmu pengetahuan.

Jadi bagi mahasiswa sedang penelitian, seseringlah melakukan bimbingan dan jangan takut menemui dosen pemimbing. Jika dosen pemimbing galak….”banyak baca ayat-ayat kursi atau yasin” agar tidak kena shock terapi ketika bimbingan hohoho. Tapi percayalah dan bersyukur dapat pemimbing killer, suka coret-coret skripsi karena sangat membantu membentang hasil penelitian dihadapan penguji serta insyaAllah sedikit revisi. Dibandingkan tidak pernah dicoret dan langsung di Acc bertanda akan banyak kesalahan dan melakukan revisi cukup banyak

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang

Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kebahagian Berada Di Hati Kita


“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Luqman: 12)

Kebahagian Berada Di Hati Kita

Kebahagian Berada Di Hati Kita

Setiap orang memandang kebahagian berbeda-beda, ada yang mengatakan kebahagian jika memiliki harta berlimpah ruah, adapula mengatakan kebahagian bila meraih status atau jabatan tertentu bahkan ada pula mengungkapkan bahwa kebahagian mampu meraih istri cantik, dikenal banyak orang (Famous) dan masih banyak lagi indicator kebahagian dalam hidup manusia tergantung level keimanan seseorang melihat dunia seperti apa.

Jika melihat peristiwa mengharu biru dari kalangan artis internasional maupun nasional yang mengakhir hidup dengan tragis seperti Robbin Williams, Adolf Merckle, Michael Jakson, G Vargas dan orang terkenal lainnya, jika dikaji secara logika sesungguhnya tidak mungkin mengakhir kehidupan seperti itu karena secara materi diberi keberkahaan financial yang sangat pantastis bahkan bisa membeli rumah termahal bak istana dimanapun, ingin jalan kemanapun tidak ada masalah dengan keuangan ibarat kata harta yang dimiliki mampu menghidupkan tujuh keterunan. Kemudian masalah keterkenalan, siapa yang tidak mengenal mereka yang telah menoreh prestasi yang sangat diagung-agungi oleh setiap orang.

Tentu kita bertanya kenapa mereka mengakhir hidup begitu tragis! Apa yang tidak mereka peroleh? Apa yang tidak mereka nikmati? Kebahagian apalagi tidak bisa mereka raih? Benarkah meraka tidak mensyukuri nikmat Allah berikan? Atau bisa jadi iman yang begitu hampa? Atau mereka tidak merasa bahagia atas harta, tahta dan wanita diperoleh? Sehingga tidak bisa tersenyum, tidak bisa berekspresi dengan bebas karena takut citra mereka ternodai atau mungkin hidup dihabis dengan mengejar aksesoris dunia sehingga waktu untuk mendekati diri padaNya sangat minim bahkan untuk menikmati harta tidak sempat sebab hari-hari dipenuhi kerja-kerja-kerja untuk menumpuk harta!!!.  Sungguh begitu sedikit kita mensyukuri hidup pada akhir dari kehidupan membuat orang terkaget-kaget, kok bisa mengakhir hidup seperti itu “Katakanlah: “Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur” (QS. Al Mulk: 23).

Lihat pula disekitar kita, mereka yang hidup pas-pasan, makan apa adanya, hidup jauh dari kesejahteraan tetapi begitu jarang kita menemui mereka mengakhir hidup tragis. Padahal kehidupan mereka sungguh begitu sempit, sungguh sangat memperhatikan, dan siapapun menatap akan menetes air mata. Apakah mereka mensyukuri hidup? Bisa jadi itu indikasi bahwa mereka menikmati hidup dengan syukur serta terus berusaha. Walaupun ikhtiar diupayakan tetap stagnan atau tanpa perubahan namun meraka bisa tersenyum dengan lega,  bisa merasa kebebesan tanpa ada rasa pengkekangan, bisa bersujud dengan tenang dihadapan Allah secara ikhlas. Kenapa bisa tersenyum??? tentu karena mereka mensyukuri apa diraihkan. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

Kisah tersebut kita berpikir dan mengambil hikmah bahwa kebahagian tidak segalanya diukur dari uang, harta, jabatan dan wanita. Kebahagian sesungguhnya adalah ketika bisa mensyukuri setiap kejadian dalam kehidupan kita Seperti artikel pernah dibaca bahwa kebahagian itu milik mereka-mereka yang bersyukur.  Jadi mereka yang tidak mensyukuri nikmat Allah tentu akan mengalami gejolak jiwa, terserang penyakit yang bisa melahirkan penyakit kronis bahkan mengakhir hidup dengan tak terduga. “Karena itu, maka hendaklah Allah saja kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (QS. Az Zumar: 66). Insha Allah syukur mengantarkan kita pada kebahagian yang hakiki, dan syukur pula membuat kita semakin rindu untuk sujud padaNya, syukur jualah menjadi kita orang-orang selalu melihat hidup tidak selalu keatas tetapi berbagi dengan sesama.

biar sukses baca tips dibawah ini


Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan 3 hal antara lain kepercayaan, cinta dan rasa hormat.

Bila kita ingin sukses datangilah ibu mu, basuhlah kakinya…bila datang hari raya datanglah pertama kali kepada ibu mu dan mohon ampunlah kepada sebelumn ia datangi orang lain sebelum engkau meminta maaf kepada selainnya.

Rahasia sukses antara lain (1) kerja keras tidak ada keberhasilan tanpa  kerja keras (2) minta doa restu dan dukungan dari orangtua kepada ibu bapak agar usaha kita berhasil, (3) jangan lepas dari Al-quran, mengaji dan sholat semuanya harus bergandengan, ibadah wajib dikerjakan plus sunnah untuk menyempurnakan tawakal. Intinya serahkan usaha kita pada allah, (4) jangan lupa bersedekah setiap ada rezki , sedekah setiap ada rezki sedekah insyallah derajat kita akn naik terus.

Simfonistaburkan sejuta kebaikan selagi masih ada kesempatan tak peduli penilaian yang penting itu kebenaran yang memiliki landasan untuk kebaikan

Postingan Terbaru Lain-nya :


%d bloggers like this: