Budaya konsumtif dan budaya baca


 

Bismillah…

Budaya konsumtif dan budaya baca

Budaya konsumtif dan budaya baca

Mengawali tulisan ini teirngat dengan masa-masa pelasiran ke Hongkong, Malaysia dan Singapura tentang perilaku masyarakat Indonesia yang sangat konsumtif. Hampir pula terbawa arus dahsyat konsumtif dinegara orang lain dan Alhamdulillah tidak jadi karena bekal “Money cash” sengaja dibawa pas-pasan. Walaupun waktu itu ada kartu kredit untuk wanti-wanti saja. Tetap tidak dipergunakan karena niat kesana bukan untuk shopping melainkan belajar.

Apa yang dialami, teman-teman pada borong-borong dengan gila-gilaan baik di Malaysia, Hongkong, dan Singapura. Mulai borong barang barending hingga makanan biasa-biasa saja. Mungkin sangat lumrah dan wajar saja karena mereka beralasan kapan lagi bisa kesana!!! It’s okey whatever opinion, right because your life is choice. Dari sanalah berkesimpulan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia sangat konsumtif.

Budaya konsumtif hanya berlaku pada barang-barang tertentu tidak berlaku pada konsumtif membeli buku dan bersedekah. Baik dikalangan pendidikan maupun dikalangan awan, baik dikalangan akademis maupun diarea public, baik dikalangan orang tua, dewasa maupun anak-anak. Budaya baca itu hilang dan tidak terbiasa ditumbuhkan dari kalangan keluarga. Kurangnya budaya baca di Indonesia sekan-akan mencermin dan menegaskan bahwa Indonesia Negara tertinggal. Dan baru-baru ini disalah satu jurnal internasional menjelaskan bahwa Indonesia termasuk Negara minat baca paling rendah yaitu diperingkat ke 29 sangat jauh ketinggalan dengan Negara tetangga “Malaysia dan singapura”.

Jika minat baca rendah otomatis akan susah mengajak masyarakat Indonesia untuk maju, berkompetisi dan bagaimana bisa setara dengan Negara-negara barat yang hampir setiap jam penduduknya menghabiskan waktu untuk membaca dimana dan kapanpun. Padahal kita hidup dunia peradaban ilmu berkompentisi dengan skill dan ilmu. Bahkan agama islam sangat jelas mempaparkan tentang penting membaca “iqro” karena dengan mencintai membaca seakan-akan sedang mempelajari sejarah masa lalu, sekarang dan masa mendatang. Seakan-akan membaca bisa menganalisa apa terjadi dikemudian hari. Termat sering pula kita mendengar bahwa membaca adalah jendela dunia. Kenapa masih banyak rakyat Indonesia tidak tertarik untuk membaca agar bisa bertarung dipentas pemikiran. Seperti dijelaskan seorang ustad bahwa untuk kemajuan bangsa atau agama dengan perang pemikiran bukan dengan senjata.

Atau bisa jadi kenapa kita tidak tertarik membaca karena tidak ingin mengetahui banyak hal, atau bisa jadi terindikasi kita bukan petarung ulung sehinga tidak membutuh bacaan, atau bisa jadi dahulu hingga sekarang kepemimpin bangsa Indonesia tetap sebagai Negara hedonism/konsumtif. Padahal jiwa konsumtif menghancurkan peradaban bangsa. Seperti dijelaskan Prof disuatu pertemuan serahsehan  regenerasi kepemimpinan antara lain (1) berdampak pada etika maupun perilaku atau psikologis, (2) terjangkitnya virus hedonism diseluruh kampus Indonesia sudah level akut, (3) terbentuknya jiwa-jiwa nepotisme dan korupsi. Kesemua itu bermuara dari budaya konsumtif. Lebih bahaya lagi para perilaku komsuntif jauh dari keyakinannya, maka akhir dari segala itu emosionla, hilangnya jiwa toleransi dan pedangkalan pemikiran.

Bagi kita sebagai berpendidikan, akademis, pemimpin bangsa dan orang-orang cerdas terus meningkatkan budaya baca agar tidak terjadi pendangkalan pikiran. Jangan asyik dengan gadget maupun smarphone belaka.

Selamatkan bangsa Indonesia, majukan bangsa Indonesia dan harumkan nama bangsa Indonesia dikencah internasional dengan pemikiran global yang terlahir dari budaya baca bukan sebaliknya mengharumkan bangsa Indonesia dengan prestasi korupsi, konsumtif, pergaulan bebas, anarkis dan narkoba

Secara pribadi mengapresiasi bagi pegiat rumah baca, taman baca masyarakat, perpustakaan keliling, rumah pintar dan sahabat-sahabat penggerak budaya baca dengan terus menerus berkarya tanpa meminta penghargaan dari siapapun, hanya tujuan membangkit anak-anak bangsa untuk literasi informasi.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Manfaat Membaca


Menurut ’Aidh bin Abdullah al-Qarn, ada 11 manfaat membaca:

manfaat membaca

manfaat membaca

1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.

2. Ketika sibuk membaca, sesorang terhalang masuk dalam kebodohan.

3. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang2 malas dan tidak mau bekerja.

4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.

5. Membaca membatu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.

6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.

7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalama orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksanan dan kecerdasan orang-orang berilmu.

8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.

9. Keyakinan seseorangakan bertambah ketika dia membaca buku2 yang bermanfaat, terutama buku2 yang ditulis oleh penulis2 yg baik. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.

10. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia2.

11. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat, lebihlanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

5 Langkah Membaca Efektif


Membaca semestinya bukan hanya sebagai sekedar hoby tetap harus menjadi aktifitas sehari-hari. Banyak manfaat dapat diperoleh dengan membaca. Banyak manfaat dapat diperoleh dengan membaca, seperti bertambahnya ilmu, memperluas wawasan, merangsang dan melatih otak untuk terus bekerja, berpikir dan menganalisa sehingga akan lebih cepat tanggap terhadap keadaan dan kejadian di sekeliling kata.

Bagi para pelajra dan mahasiswa, belajar dengan hanya mendengar guru atau dosen menerangkan tidaklah cukup. Ada pendapat menyatakan, bahwa ilmu yang dapat diberikan kepada mahasiswa hanya berkisar 10, 25 % dari yang seharusnya. Parahnya yang dapat diserap oleh mahasiswa berkisar 50, 80 % dari 10, 20% itu. Oleh karenannya dapat dimengerti betapa sedikitnya ilmu yang diperole apabila mengandalkan dari kuliah saja.

Banyak diantara kita mengeluh, sudah serius membaca tetapi tidak mengetahui isi bacaan. Hal ini dapat iterjadi karena belum dibunakannya metode membaca secara benar. Berikut ini beberapa cara metode efektif antatar lain:

  1. Survey (menyelidik)

Langkah ini merupakan usaha untuk mendapatkan gambaran atau ide pokoknya akan diuraikan sautu bahan bacaan dengan cara membaca judul, pendahuluan,  ringkasan atau kalimat-kalimat pembukuaan dan  suatu bab dengan cepat.

  1. Question (bertanya)

Mangajukan pertanyaan-pertanyaan  yang berkatian dengan ide pokok-pokok suatu bahan bacaan. Misalkan ada bacaan berjudul bertanam buah dalam pot. Maka  pertanyaan yang diajukan misalnya:

–          Bagaimana bertanam buah dalam pot?

–          Apakah semua tanaman buah bisa ditanam dalam pot?

–          Bagaimana cara merawat tanaman buah dalam pot agar dapat berbuah lebat? Dan lain-lain

Pertanyaan-pertanyaan itu diajukan sebelum kita benar-benar membaca dan harus ditetap diingat pada saat membaca.

  1. Reading (Membaca)

Maksud membaca di sini adalah membaca dengan disertai pikiran untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan bahan bacaan menjadi penting apabila memuat jawaban atas pertanyaan apabila memuat jawaban atas pertanyaan, jika bacaan bisa diabaikan.

  1. Menghafal/mengucapkan kembali

Jawaban yang diperoleh diingat kembali tanpa melihat bahan bacaan. Kata-kata yang digunakan tidak harus persis, akan lebih baik menghafal dengan kata-kata sendiri karena lebih mudah mengingatnya.

  1. Mengulang

Sebagian besar dari kita cenderung lupa dengan apa yang pernah dibaca. Oleh karena itu, mengulang atau mempelajari kembali merupakan langkah-langkah penting agar tidak cepat lupa dengan apa yang pernah dibaca. Karena mempraktekkan langsung semua isi bacaan tidaklah mungkin.

Mengajari kembali tidak berarti memasukkan semua yang pernah dibaca ke dalam otak. Hal ini tidak akan membawa hasil yang postifi. Cara yang praktis adalah dengan membuat catatan ringan tentang suatu bahan bacaan.

Catatlah apa yang dianggap perlu, misalnya ide pokok pertanyaan-pertanyaan yang timbul dan jawabannya. Pergunakan kata atau kalimat sendiri untuk memudahkan pada saat mempelajarinya kembali.

Kelima langkah tersebut dilakukan secar berurutan dan sendiri-sendiri. Misalnya dalam langkah mengahafal. Lakukan paham aka isi bahan bacaan. Manfaatnya, otak kita akan terbiasa berpikir sistematis dan berurutan.

Membaca cepat.

Setelah lima langkah tersebut dikuasai, kita perlu melatih kecepatan membaca. Hal ini penting karena semakin tinggi kecepatan membaca semakin banyak bacaan yang dapat diselesaikan dalam suatu waktu.

Kecenderungan membaca lambat bukan merupakan kesengajaan melainkan cermianan kebiasaan membaca yang dbawa sejak kanak-kanak. Kebiasaan-kebiasaan itu seperti pengucapan kata perkata, menggerak-gerakkan kepala mengikut bacaan, menunjuk dengn pensil, melafalkan kata dalam batin atau bibir dan mengulang-ulang kata atau kalimat merasa tidak paham atas apa yang dibaca.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dihilangkan dengan latihan-latihan khusus secara terarut, misalnya melatih meningkatkan kosentrasi, latihan melihat dengan otak, melatih keterampilan mata dan lain-lain.

Membaca cepat tidak berarti membaca cepat-cepat atau asal membaca yang secara matematis ditunjukkan dengan jumla kata permenit. Kunci dair membaca depat terletak pada pmeilihan materi yang dibutuhkan dari sautu bacaan tidak harus dibaca seluruhnya terleibh dahulu struktur bacaan itu, baik berupa buku, Koran, majalah, skripsi dan lain-lain. Biasanya penyusunan suatu jenis bacaan sudah mengikuti aturan tertentu.

PERPUSTAKAAN CINTA BACA (Komersial)


Motto

Segala-Segalanya berawal dari Perpustakaan Cinta Baca

Mengunjung perpustakaan baca berarti cinta dengan ilmu

Perpustakaan sebagai salah satu institusi yang bertugas mengumpulkan, mengolah, mengelola, melayankan dan/atau mendiseminasikan berbagai jenis sumber daya informasi yang mencakup berbagai subyek yang tidak dapat dibatasi dengan bidang dan kajian tertentu. Kemudian defenisi perpustakaan secara Epsitemologi menyangkut dasar-dasar dan batas-batas ilmu pengetahuan, ontologi menyangkut sifat dari obyek dan subyek yang dikaji dalam bidang ilmu. Serta metodologi menyangkut bagaimana melakukan penelitian dalam bidang ilmu tersebut.

Kemudian dari tahun ketahun perkembangan perpustakaan semakin berkembang pesat mulai dari pelayanannya, koleksi, Informasi&teknologi dan jenis perpustakaan. Dimana 10 tahun terakhir masyarakat hanya mengenal dengan Perpsutakaan Perguruang Tinggi (UPT), Sekolah, Khusus (Pemerintah, Non Pemeritah) namun saat ada jenis perpustakaan yang baru dikenal masyarakat luas yakni perpustakaan komersil.

Defenisi perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) yakni perpustakaan yang dikelolah oleh kelompok orang baik dalam bentuk organisasi maupun perorangan dapat dipergunakan atau dikunjung masyarakat umum dimana jasa yang diberikan pada pengunjung bukan dalam bentuk free (gratis) melain pengunjung harus membayar misalnya menjadi anggota tetap atau donator bagi perpustakaan tersebut. Biasanya perpustakaan komersil memberi layanan yang lebih baik dibanding dengan perpustakaan umum maupun perguruan tinggi, seperti Bentuk gedung, jenis layanan, koleksipun juga sangat berbeda dengan perpustakaan pada umumnya.

Perpustakaan komersil biasanya banyak ditemu kota-kota besar seperti di kota bandung, merupakan salah satu perpustakaan komersil yang banyak perkembang seperti Tobucil, Rumah Baca, Potluck dan sebagainya. Perpustakaan komersil tidak kalah saing dan diterima baik oleh masyarakat luas karena perpustakaan komersil ini memberi pengunjung semakin betah, nyaman dan selalu akan berkunjung dibandingkan dengan perpustakaan jenis lainnya. Ini sesuai dengan pengamatan dan perbandingan pada beberapa perpustakaan.

Adapun alasan mengembil tema tentang perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) yang bersifat fiktif ini dan tidak mengambil perpustakaan perguruan tinggi, sekolah dan khusus antara lain:

  1. Karena belum pernah kerja diperpustakaan atau magang diperpustakaan baik perpustakaan sekolah, perguruan tinggi maupun khusus jadi tidak bisa untuk mengembarkan secara detail.
  2. Suatu ketika saat ikut seminar Sekolah Sebagai Jantung Perpustakaan di Bandung berpikir dan berangan karena termotivasi oleh narasumber atau pengisi acara pada seminar tersebut yakni meyakin para pengikut seminar untuk mengembang perpustakaan komersial karena perpustakan komersial akan memberi manfaat yang luar biasa dimana pustakawan bisa kreativitas untuk meluangkan ide-ide yang cemerlang tidak menonton dengan konsep perpustakaan yang telah ada. Hingga saat ini jika diberi kesempatan akan mendirikan rumah baca dalam kontek komersia.l Dimana Dikampung saya (kerinci) belum ada perpustakaan komersial seperti dikota bandung. Ini merupakan peluag besar untuk mengembang perpustakaan tersebut apalagi pemerintah mencanangkan masyarakat literasi, ini merupakan salah satu solusi dan sarana bagi masyarakat untuk mendukung visi pemerintah tersebut.
  3. Konsep layanan, gedung, koleksi dimodifikasikan dari berbagai jenis perpustakaan.
  4. Lokasi perpustakaan yang akan dibangunkan yakni akan difokus pada tempat keramaian terutama seperti Mall, dimana kita tahu bahwa masyarakat indonesi sangat senang mengunjung berbelanja dan main-main ke Mall dibandingkan Weekend atau hari biasa untuk mengunjung perpustakaan. Di Asia tenggara yang telah menerapakan perpustakaan di Mall hanya di Malaysia itu pun Cuma hanya beberapa sedangkan di Indonesia sepertinya belum ada sama sekali.
  5. Kemudian dengan hadirnya perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca)  mudah-mudahan memberi pengaruh yang signifikan pada pola dan keinginan masyarakat untuk mengunjung perpustakaan serta meningkat hoby baca. Dimana telah menjadi rahasia umum bahwa dari sekian masyarakat Indonesia baik berprofesi sebagai mahasiswa, tenaga pengajar, maupun propesi lainnya bisa dikatakan hanya beberapa persen yang rajin mengunjung perpustakaan kenapa, karena kebanyakan perpustakaan sebagai tempat yang tidak nyaman, suram atau sebagainya. Walaupun sekarang perpustakaan telah banyak dikunjug namun hanya sebatas memanfaatkan fasilitas internatan atau Wifi.
  6. Perpustakaan komersial ini akan berkerjasama dengan perpustakaan lain atau bisa dikatakan silanglayang (perpustakaan saling tukar menukar informasi atau koleksi) antara perpustakaan komersil lain atau dengan lembaga lain jika memungkinkan.

Dibawah ini ada bebarapa konsep yang ditawarkan atau diberikan perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) pada pengungjung perpustakaan antara lain sebagai berikut:

  1. Perpustakaan komersial tidak seluas dengan perpustakaan perguruan tinggi sampai pertingkat-tingkat hanya akan menempati area seluas 300m2 satu lantai tidak perlu ruangan yang luas namun yang terpenting adalah dalam perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) adalah bagaimana bisa memberi kenyamaan, kebetahan, untuk kembali perkunjung dengan layanan yang disediakan, dengan karyawan cukup tiga orang harus yang ahli dibidang perpustakaan, psikologi dan IT. Ruangan tersebut akan terbagi berbagai area antara lain area sirkulasi, area wifi, area kafe dan smoking, area internetan, area rapat (aula), area pameran atau pertunjukkan, area koleksi dan area kretivitas.
  2. Koleksi pada perpustakaan komersial ini juga tidak sebanyak dengan perpustakaan umum hingga beribu eksemplar seperti Buku Teks, Majalah, Journal, Tabloid, Surat Kabar tetapi lebih menekan pada jenis koleksi elektronik seperti e-journal. Kemudian perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) juga bekerja sama dengan Volentir (donator) yang akan dengan sukarela menyumbang koleksi yang tidak dipergunakan. Seperti kita tahu bahwa biasanya dosen, mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum yang memiliki bebarapa koleksi buku. Terkadang bingung juga untuk menghibah koleksi tersebut kepada pihak siapa? melainkan banyak koleksi pribadi disimpan digudang bahkan dibuang (dibakar) begitu saja. Karena masyarakat Indonesia tidak dibiasakan atau terbiasa memiliki perpustakaan pribadi. Jenis koleksi lebih ditekan pada berbagai displin ilmu menggingat perpustakaan komersial diperuntukkan untuk semua lapisan masyarakat.
  3. System pelayanan perpustakaan komersial Open Access dengan dilengkapi dengan peralatan teknologi seperti tersedia bebarapa unit computer lengkap dengan data base untuk penelusuran koleksi atau informasi. Dengan menggunakan Software SIM Perpustakaan serta pengunjung atau anggota tetap (member) bisa menelusuri informasi baik dirumah atau tempat lain.
  4. Gedung didesain semenarik mungkin agar pengunjung diruangan perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) ada suatu sense (rasa) pencerahan. Biasanya diperpustakaan cat atau perabotan perpustakaan lebih pada yang gelap atau tidak terang. Namun perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) cat tembok akan dicat seperti taman kanak atau play group dimana disetiap ruang memiliki cat yang berbeda serta perabotan perpustakaan harus yang unik-unik agar terkesan ekslusif dan unik bagi pengunjung. Karena Grend Desain perpustakaan merupakan salah satu factor kenyamaan bagi pengunjung.
  5. Jam buka perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) ini akan dibuka mulai dari jam 08.00 – 21.00 wib disamakan seperti buka Mall.
  6. Berikut ini gambar public perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca)  yang memanfaatkan perpustakaan antaralain seperti gambar di bawah ini
  7. Adanya kotak saran, setiap pengunjung yang datang diberi selembar kertas dimana pengunjung harus mengisi tentang kekurangan atau keluhaan tentang pelayanan perpustakaan (Rumah Cinta Baca)
  8. Membedakan perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) dengan jenis perpustakaan lain yakni dimana

–          Menyediakan ruangan pertunjukkan dan pameran dimana masyarakat luas atau Corporation bisa menggunaka area tersebut untuk acara seminar, pameran, diskusi, dan reakriasi.

–          Pengunjung juga bisa menanyakan koleksi melalui email atau mencari informasi yang diinginkan

–          Perpustakaan komersial (Rumah Cinta Baca) juga menyediakan silang layang dengan perpustakaan komersial lainnya atau dengan lembaga pemerintah atau swasta.

–          Setiap minggu atau bulan diadakan kegiataan perlombaan atau event kreativitas antar pengunjung perpustakaan (Rumah Cinta Baca) baik dalam bentuk games atau kegiataan lainnya seperti bedah buku.

–          Pengunjung yang sering mengunjungi atau memanfaat perpustakaan komersil (Rumah Cinta Baca) dalam sebulan telah mengunjung 5 kali maka berhak mengikuti undian dengan Surprise yang telah disediakan oleh pemilik perpustakaan (Rumah Cinta Baca).

Judul Peranan Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca


MODUL 9
Teori-teori belajar Behavioristik yang masih tampak dalam aplikasi ilmu sosial komunikasi, informasi dan perpustakaan

PENDAHULUAN
Dalam era pembangunan dewasa ini, peranan SDM semakin penting oleh karena itu SDM perlu dikembangkan dan ditingkatkan mutunya. Salah satu cara untuk meningkatkan SDM adalah minat baca yang membudaya, karena menyerap berbagai jenis bahan bacaan bermutu sehingga dapat menambah pengetahuan serta menambah wawasan. Dengan membaca diharapkan pola pikir masyarakat dapat berkembang, sehingga mampu mewujudkan SDM yang handal dan bersaing dalam dunia internasional.
Minat baca bukanlah bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir, tetapi merupakan hasil dari didikan yang terus menerus. Minat baca seseorang berpengaruh terhadap akumulasi pengetahuan seseorang. Dimasa sekarang ini mereka yang memiliki informasi lebih banyak tentu akan lebih berkualitas pengetahuannya dibandingkan dengan mereka yang sedikit pengetahuannya.
Salah satu alternatif dalam peningkatan minat baca masyarakat adalah adanya peranan perpustakaan. Perpustakan adalah salah satu lembaga pendidikan yang berlangsung diluar sistem persekolahan, kehadiran perpustakaan yang merupakan lembaga yang secara ekonomis, efisien, dan demografis dapat melayani kebutuhan masyarakat akan pengetahuan.
Perpustakaan dikembangkan sebagai sarana pendidikan formal dan lembaga pendidikan non formal dalam sistem pendidikan yang berkesinambungan, belajar, bersikap ilmiah, kreatif, dan inofatif. Bagi masyarakat yang ingin maju dan berpengetahuan sesuai dengan tuntutan zaman adalah gemar membaca.
Perpustakaan dapat menghidupkan dan memelihara minat baca dan belajar sendiri serta dapat membantu keberhasilan program pembangunan fisik dan non fisik. Sebuah perpustakaan harus senantiasa berusaha untuk menarik dan meningkatkan kemampuan dan minat baca pengguna melalui program kegiatannya, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan pengguna, peningkatan mutu dan kwalitas layanan.
Masalah minat baca merupakan faktor penting dalam penyusunan program kerja perpustakaan. Minat baca merupakan kunci utama dalam menggalakkan media buku sebagai sarana penyebarluasan informasi serta ilmu pengetahuan. Informasi sangat penting bagi manusia yang ingin maju, karena itu membaca sebagai salah satu cara untuk mendapatkan informasi. Buku merupakan salah satu dari koleksi perpustakaan yang diharapkan mampu menarik minat baca, hal itu disebabkan buku merupakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, membaca merupakan unsur yang sangat menentukan dalam usaha meningkatkan pengetahuan dan pendidikan, maka perpustakaan memperoleh pula fungsi sebagai sarana komunikasi untuk pendidikan.
Kurangnya minat baca masyarakat umum maupun kalangan pelajar atau mahasiswa bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti: tidak punya waktu untuk membaca/berkunjung ke perpustakaan, kurang tertarik ke perpustakaan dikarenakan mutu koleksinya yang kurang memadai, ketidaktahuan tentang koleksi perpustakaan, pelayanan yang kurang baik, sulit menggunakan jasa perpustakaan, atau situasi dan kondisinya yang kurang menyenangkan. Untuk menunjang agar minat baca meningkat perlu dilakukan berbagai kebijakan dalam pengelolaan sebuah perpustakaan. Berdasarkan hal tersebut diperlukan adanya suatu usaha yang lebih aktif dari perpustakaan, dalam hal ini usaha penyebarluasan informasi yang sifatnya lebih aktif.
Semua orang sangat membutuhkan berbagai macam informasi. Salah satu upaya mencari informasi untuk memenuhi kebutuhannya adalah dengan membaca dan menelusuri berbagai bahan bacaan yang banyak kaitannya dengan kebutuhannya. Seseorang dapat memperoleh berbagai informasi atau penjelasan dengan membaca. Aktifitas membaca menjadikan intelektual seseorang terus berkembang, pengetahuan bertambah dan wawasan menjadi semakin luas. Hal ini disebabkan dari kegiatan membaca akan didapat informasi baru, pengetahuan baru, dan menumbuhkan cara berfikir kritis. Banyak informasi yang didapat atau dimanfaatkan yang berasal dari bacaan. Dalam upaya meningkatkan minat baca, kehadiran perpustakaan sangatlah penting dengan adanya koleksi yang memadai, ditata dan dikelola oleh pengelola yang professional. Minat baca masyarakat sangat penting untuk untuk kemajuan sebuah perpustakaan, karena dengan minat baca masyarakat yang tinggi perpustakaan akan menjadi mitra pengguna serta mendayagunakan perpustakaan secara maksimal. Jadi perpustakaan harus dituntut untuk bisa menimbulkan minat baca masyarakat, sehingga akan menimbulkan rasa saling membutuhkan.

PEMBAHASAN

Minat Baca
Minat baca merupakan perpaduan antara keinginan, kemauan dan motivasi. Motivasi membaca mengandung pengertian kekuatan dalam diri yang mampu menarik perhatian individu untuk melakukan aktifitas, memahami informasi dan makna yang terkandung dalam dalam bahasa tertulis. Secara umum yang dimaksud dengan minat baca dapat dikaitkan sebagai dorongan yang timbul, gairah atau keinginan yang besar pada diri manusia yang menyebabkan seseorang menaruh perhatian pada kegiatan membaca. Seperti yang kita ketahui, membaca merupakan salah satu upaya yang sangat penting dalam proses belajar-mengajar. Selain itu minat baca juga merupakan hasil proses sosial budaya. Artinya, minat baca tidak akan tumbuh secara alami, melainkan memerlukan pembinaan yang positif agar dapat tumbuh. Minat baca akan tumbuh bila didukung dengan bahan-bahan bacaan yang memadai dan diminati oleh pembacanya. Sebab dari bahan bacaan itulah seseorang akan menjumpai berbagai hal yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Pada hakikatnya, minat baca telah dimiliki oleh setiap individu akibat dorongan naluri serba ingin tahu dari setiap individu. Rasa ingin tahu tersebut mendorong manusia untuk menemukan jawaban atas pertanyan-pertanyaannya. Karena itu, pustakawan harus jeli memanfaatkan segala potensi itu, dan harus mampu pula mengarahkan dan memberi bimbingan kepada pengguna perpustakaan yang ingin memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Layana Perpustakaan
Perpustakaan sebenarnya identik dengan pelayanan, tidak ada perpustakaan jika tidak ada pelayanan. Pelayanan berarti kesibukan, maksudnya bahan-bahan pustaka harus sewaktu-waktu tersedia bagi mereka yang memerlukannya. Bidang layanan perpustakaan mendapat tantangan dari masyarakat pengguna yang berharap dapat memperoleh layanan yang baik, yaitu cepat, tepat waktu, dan benar.
Layanan perpustakaan yaitu memberikan bantuan kepada pembaca untuk memperoleh bahan pustaka sesuai minat dan perhatian mereka (Karmidi Martoatmojo 1993 : 3). Sedangkan fungsi layanan perpustakaan adalah mempertemukan pembaca dengan bahan pustaka yang mereka minati (Karmidi Martoatmojo 1993 : 6). Fungsi layanan perpustakaan tidak boleh menyimpang dari tujuan perpustakaan itu sendiri, perpustakaan harus dapat memberikan informasi kepada pembaca. Fungsi perpustakaan yang lain adalah mengembangkan pendidikan. Para pembaca diharapkan dapat memanfaatkan bahan-bahan pustaka yang tersedia, baik fisik maupun non-fisik.
Tujuan perpustakaan memberikan pelayanan kepada para pembaca ialah agar bahan pustaka yang telah dikumpulkan dapat diolah sebaik-baiknya itu dapat sampai ke tangan pembaca. Bahan-bahan pustaka yang dikumpulkan itu terutama dimaksudkan agar dapat dipakai oleh pembaca. Tujuan dari layanan itu sendiri adalah memuaskan peminatnya. Paling sedikit perpustakaan harus berusaha sebaik-baiknya untuk menyediakan semua koleksinya kepada mereka yang berminat untuk menggunakannya. Caranya ialah dengan jalan mengatur koleksi sebaik-baiknya, sehingga dapat dengan cepat ditemukan kembali jika sewaktu-waktu diperlukan.
Upaya untuk meningkatkan mutu layanan perpustakaan tidak boleh dipisahkan dengan kegiatan pustakawan sehari-hari. Upaya yang dapat dikerjakan antara lain:
• Sikap ramah dan penampilan pustakawan yang baik dalam memberikan layanan kepada pembaca menentukan berhasil atau tidaknya pekerjaan. Melalui penampilan yang ramah, siap untuk memberikan bantuannya, pustakawan dapat menggaet pembaca sebanyak mungkin. Pendekatan yang baik dapat meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan.
• Menyediakan brosur tentang kegiatan yang ada diperpustakaan. Brosur memiliki kemampuan yang luar biasa dalam meningkatkan mutu layanan perpustakaan. Dengan brosur ini pustakawan dapat menyampaikan berbagai kegiatan yang sedang dan akan dikerjakan.
• Mengadakan berbagai perlombaan di perpustakaan seperti: lomba membaca, lomba menggambar, lomba membaca puisi, dan sebagainya. Berbagai perlombaan ini dimaksudkan untuk mengundang para peminat supaya datang ke perpustakaan. Berbagai perlombaan tadi akan mendorong mereka untuk mencari informasi di perpustakaan. Bahan yang perlu dibaca tersebut tersedia di perpustakaan. Selanjutnya, setelah mereka terbiasa datang ke perpustakaan mereka dapat disodori formulir keanggotaan perpustakaan.
• Mengadakan study tour bersama di perpustakaan. Dengan cara mengundang sekolah tertentu datang ke perpustakaan. Mereka diajak mengelilingi perpustakaan agar mempelajari apa saja yang ada di perpustakaan.
• Mengundang tokoh masyarakat atau seorang pakar untuk berceramah. Tokoh masyarakat yang berpengalaman sangat potensial untuik diminta bantuannya meningkatkan mutu layanan perpustakaan.
• Berbagai kegiatan lainnya. Seperti, menyediakan perangkat komputer, adanya sarana internet agar pembaca tidak ketinggalan dalam memperoleh informasi terbaru pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sosial dan budaya.

Layanan Peningkatan Minat Baca
Perpustakaan tidak akan dapat mencapai tujuan untuk menjalankan fungsinya secara maksimal hanya dengan membentuk gedung yang megah, dan jumlah koleksi yang dapat mempengaruhi pengguna, dalam arti mempengaruhi agar timbul minat baca masyarakat. Tindakan-tindakan yang bisa dilakukan oleh sebuah perpustakaan untuk membangkitkan minat baca, antara lain dengan cara promosi dan layanan yang baik kepada pemakai yaitu dengan cara menyediakan berbagai macam layanan. Melalui promosi yaitu dengan cara mengadakan pameran, membuat poster, brosur, iklan atau melalui media cetak dan media elektronik. Sedangkan melalui pelayanan yaitu menyangkut pustakawan yang berkaitan dengan sikap dalam melayani pengguna, ramah, sopan, dan melayani pengguna secara professional. Suatu tanda menunjukkan profesi pustakawan adalah kegiatan layanan dan pustakawan harus selalu memperhatikan kebutuhan pembacanya dalam bidang literature. Perpustakaan menjadi penting jika berhasil menyediakan bahan pustaka secara cepat dan tepat. Agar dapat mengerjakan itu semua dengan baik maka bagian layanan teknis harus mengolah bahan pustaka sebaik-baiknya.
Salah satu layanan yang diadakan oleh perpustakaan untuk meningkatkan minat baca masyarakat adalah layanan ruang baca. Layanan jenis ini sangat diperlukan oleh pembaca maupun pustakawan dalam menyemarakkan kegiatan layanan perpustakaan. Dengan adanya layanan ini, interaksi antara pustakawan dan pembaca dapat berlangsung baik. Tidak ada jurang pemisah antara pustakawan dengan pembacanya. Dialog antara pembaca dan petugas perpustakaan berlangsung baik sehingga masing-masing memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.
Kegiatan layanan ruang baca ini diperlukan terutama untuk menampung mereka yang belum menjadi anggota perpustakaan. Layanan ruang baca dapat memberikan kesempatan kepada mereka yang hanya mengantar keluarga/ teman yang belajar atau memerlukan informasi di perpustakaan. Sementara menunggu keluarga/ teman yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu, mereka dapat membaca diruang baca perpustakaan. Melalui layanan ini kedua belah pihak akan memperoleh keuntungan. Pihak perpustakaan beruntung, karena perpustakaan secara tidak langsung memberi layanan kepada lebih banyak orang dan dapat melakukan promosi layanan. Sedangkan yang bersangkutan memperoleh berbagai ide yang mungkin sangat berguna. Selanjutnya, pihak perpustakaan dapat menjaring mereka yang berkeinginan untuk menjadi anggota perpustakaan. Secara tidak langsung dengan adanya layanan ruang baca ini dapat menumbuhkan minat baca seseorang.
Layanan ruang baca dapat dibagi menurut jenis dan kondisinya, yaitu:
 Layanan ruang baca rujukan
Ruangan ini kusus diperuntukkan layanan rujukan diperpustakaan. Buku rujukan adalah bahan perpustakaan yang sangat penting karena dari buku-buku ini berbagai pertanyaan dapat dijawab, contohnya globe, peta, kamus (seperti Webster International dictionary). Lengkap tidaknya koleksi buku rujukan menunjukkan mutu layanan yang diberikan perpustakaan.
 Layanan ruang baca berupa meja baca perorangan
Layanan ini hanya sekedar perluasan dari fasilitas ruang baca. Maksudnya, untuk memberikan kenyamanan bagi mereka yang menghendaki ketenangan khusus. Suasana nyaman dapat meningkatkan semangat belajar atau membaca di perpustakaan.
 Layanan ruang baca berupa meja baca kelompok
Ada kelemahan dan keunggulan meja baca jenis ini. Kelemahannya ialah saling mengganggu diantara para pembaca. Keunggulannya, pertama, menghemat ruang dan fasilitas perpustakaan, karena adanya ruang baru itu; kedua, di antara para pembaca dapat saling berhubungan; ketiga, karena melihat teman sebangkunya membaca, ia sendiri mungkin akan berbuat demikian.
 Fasilitas untuk ruang baca yang baik
Ruang baca hendaknya dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan. Seperti, pemasangan AC atau jendela yang luas, dapat memperlancar sirkulasi udara. Penerangan harus memadai, sinar yang baik adalah sinar alami.
 Perluasan dari ruang baca berupa ruang untuk diskusi
Ruangan ini dapat digunakan oleh sekelompok pembaca yang memiliki minat yang sama untuk membahas sesuatu.
 Ruang baca yang berupa ruang kerja bagi pembaca perpustakaan
Ruang ini dapat digunakan untuk pembaca remaja dan anak-anak agar mereka dapat berkarya.
 Ruang santai
Ruang ini dapat digunakan oleh pembaca yang telah lelah menbaca agar segar kembali. Sambil beristirahat ia dapat membaca dan menonton televisi.
Dengan adanya layanan ruang baca ini secara tidak langsung dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

PENUTUP

Perpustakaan merupakan pusat informasi yang digunakan sebagai sarana untuk belajar mandiri. Perpustakaan juga harus mengutamakan pelayan kepada masyarakat umum tanpa membedakan usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin dan sebagainya. Dengan adanya perpustakaan maka minat baca masyarakat dapat ditingkatkan, karena perpustakaan merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal, walaupun seseorang tidak mendapatkan pendidikan di sekolah tetapi bisa belajar dari perpustakaan.
Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, maka perpustakaan haruslah haruslah ditata dengan baik, baik dari segi fisik, gedung, koleksi, fasilitas teknologi dan sistem layanan maupun sumber daya manusianya. Karena dengan adanya minat baca, maka masyarakat akan memperoleh berbagai macam informasi untuk menambah wawasan pengetahuan dan kecerdasan yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

%d bloggers like this: