Sangat Pantas surga di telapak kaki ibu


Bismillah…

Sangat Pantas surga di telapak kaki ibu

Sangat Pantas surga di telapak kaki ibu

Baru kali ini melihat ibu melahirkan, sungguh penuh pengorbanan, sungguh penuh keharuan, sungguh penuh degdekan dan penuh rasa syukur. Maka sangat pantas surga dikaki ibu. Tidak hanya itu pengorbanan seorang ibu, melainkan pengorbanan seorang ibu jika satu persatu didaftarkan tak sanggup di list.

Mulai awal mengandung hingga menyempurnakan setengah dien seorang ibu selalu mencurahkan rasa cinta pada anak dengan cinta berlandaskan syariah, tak pernah ia membencikan anak terlahir dari kandungannya walaupun terkadang anak tak merespon cinta tersebut dengan cinta.

Kemudian sang ibu begitu pasrah aurat terlihat demi penyelamatan bagi bayi padahal bertahun-tahun aurat ditutup dengan rapat bahkan menutup aurat tersebut dengan kerudung yang panjang dan baju tak pernah menampakkan liku-liku tubuh…”itu semua demi si buah hati”

Terkadang perjuangan seorang ibu sering kali kita lupakan, sering pula dibalas dengan rasa kebencian, sering pula kita mencaci dengan kata tak memiliki rasa, sering pula kita mengecewakan mereka, sering pula membuat kita menjauhi mereka, sering pula sibuk menghabiskan waktu dengan karier tanpa menanyakan mereka.

Sungguh tersadari, sungguh mengantamkan jiwa, sungguh mengelitik pemikiran ia sebagai seorang wanita yang insyallah jika suatu saat akan diamanahkan untuk menjadi ibu yang dibawah kakinya terdapat surga….”Allahuma amin” akan ia jalani dengan cinta dan keikhlasan agar disuatu masa nanti ia mampu menjawab pertayaan dari Allah tentang amanah yang berat diembankan pada ia.

Ya Allah bagaimana perasaan meraka ketika mendengar tangis pertama anak mereka tentu penuh kegembiraan, tentu tangisan anak terlahir dari kandungan mereka adalah harta berharga bagi mereka, tentu tangisan itu juga merupakan obat yang menghilangkan rasa sedih, rasa duka dan rasa sakit saat meraka mengandung bayi selama sembilan bulan.

 Ketika melihat ibu muda itu melahirkan saat itu pula bertanya dengan jiwa ini, apakah mungkin mampu meraihkan predikat surga ditelapkan kaki ibu? untuk menjadi ibu yang dicap surga dikaki ibu butuh sebuah pengorbanan keikhlasan, butuh kesabaran, butuh kedekatan diri pada Allah, dan butuh ilmu sangat banyak karena dari tahun ketahun tantang untuk menjadi seorang ibu sholeha plus surga dikaki ibu begitu dahsyat

.Mari bagi kita masih Allah karuniakan ibu mengelus kita, masih Allah beri kesempatan untuk merasa indahnya pelukan ibu, masih Allah karuniakan ibu yang begitu sholeha, masih Allah beri kenikmatan untuk bercerita indah dengan ibu dan masih Allah berikan bersua dengan senyum ibu yang begitu tulus menyambut kita ketika pulang dari sekolah, pulang dari kerja, pulang dari perantauan dan pulang dari berjalan.

Kita bahagiakan mereka, kita hubungi dia untuk menanya kabar mereka, kita berikan hadiah special teruntuk mereka seperti mereka mencintai kita dengan penuh kespesialan dan tak henti-hentinya kita berdoa buat mereka agar Allah panjangkan umur mereka supaya kita bisa membahagiakan mereka dunia dan akhirat. Allahuma amin^__^

Bagi ibu muda dan ibu-ibu diseluruh dunia berbahagialah kalian sesungguhnya pengorbanan siang dan malam kalian sesungguhnya sudah Allah catat sebagai amal yang sangat mulia, insyallah semua itu dibalas dengan surga seperti kita dengar bahwa surga ada ditelapak kaki ibu. Tidak hanya itu yang akan peroleh sesungguhnya pengorbanan itu pula akan mengantar kalian untuk bertemu dengan Rabbi, Rasullah dan para sahabat di surga firdaus.

Jika melihat balas seperti itu tentu kita ingin menjadi ibu yang dibawah kaki terdapat surga yang begitu harum.

Note: special ana persembahkan bagi bunda muda dan bagi anak belum mencintai bunda sepenuh hatinya.

BestRegard Inspirasi BeraniSukses

Postingan Terbaru Lain-nya :

Duka Anak Negeri…


Sepertinya bencana

Tak mau beranjak dari negeri ini

Beruntun tragedi mempilu bahkan menyedihkan

Melanda bumi anak negeri

*****

Mungkin bencana ini

Bentuk kasih sayang Tuhan pada Anak Negeri

Atau mungkin ….

Tuhan menunjuk kekuasaanNya

Pada Anak Negeri

Karena ulah, sikap dan arogansi anak Negeri dengan bumi

Maka beruntun bencana telah terjadi

*******

Bencana Tsunami, Gempa yogya, Gempa Tasik, Situ Gitung

Gempa Padang, Wasior, Merapi

Hingga ibu kota kebanjiran

******

Kini saatnya anak negeri intropeksi diri dan berserah diri

Pray to Indonesia tidaklah cukup

Tanpa dimaknai sesungguhnya makna apa dan kenapa bencana terjadi

Dijantung ibu negeri

******

Mungkin di sisi lain Anak Negeri

Semana-mena dengan negerinya sendiri

Mungkinkah Anak Negeri

Tidak mensyukuri dan merawati

Tanah surge yang Tuhan titipkan pada Anak Negeri

*******

Wahai tuhan….!!!!

Kami Anak Negeri yakin bencana itu terus dan akan datang

Membabi buta tanah Nusantara dari Timur hingga barat

Dari pelosok kota hingga ibu kota

Tapi lewat bencana menghampiri Anak Negeri….

Berikan kami kesabaran dan ketaqwaan menghadapi bencana

Hidupkan negeri ini dengan kesadaran akan agungNy kekuasaan Engkau

Siramilah negeri dengan hujan rizki dan rahmat

Jangan Engkau hujani lagi negeri ini dengan bencana

******

Semoga setelah bencana merusak Negeri

Lahirlah para Anak Negeri dari ibu yang sholeha

Mengutamakan kejujuran, kedamaian dan konsisten

Tidak seperti sekarang ini

Anak negeri banyak dikotomi kebohongan dan kemusyrikkan

Bahakn mendekati serta melakukan yang jelas-jelas dilarang Engkau Tuhan

Berbicara Dengan Bayi Kita



Sebagain besar tahun pertama bayi dihabiskan untuk perkembangakan fisik seperti meraih, menggengam, duduk, merangkak, berjalan, agar ia bisa mengeksplorasi batas-batas lingkungkan yang aman. Menirukan suara adalah bagian penting dari pengalaman masa bayi, dan perkembangan ini harus didukung dengan cara berbicara kepada bayi kita dalam setiap kesempatan yang ada.

Mendorong Keterampilan Berbicara

Saat kita meletekkan wajah dekat bayi kita dan mengucpakan sebuah kata, ia bia menirukannya tidak hanya dari bentuk suara dan tekanannya (atau setidaknya suara-sauar bernada tinggi), tetapi juga cara bibir dan lida kita membentuk kata tersebut, dan menghubungkan perasaan yang kita tunjukkan dengan eksperesri wajah kita. Sejak usia dini, bayi dapat mengartikan ekspresi wajah kita, gerakkan bibir lidah dan suara yang kita ucapkan. Berbicara dengan bayi bahkan dengan cara mengulangi kata “hallo” berulang kali dapat menstimulasi proses belajr dan membangun keterampilan emosional.

Evolusi Bahasa

1-6 minggu: bahasa nonverbal

Menangis, ekspresi wajah, kontrak mata, gerakan tangan dan kaki

2-4 bulan – mengoceh

Suara huruf vocal yang acak dan tak berpola diulang-ulang setiap kali bayi kita merasa senang

5 bulan- mongobeh acak

Variasi suara yang semakin beragam yang dikeluarkan saat bayi kita ingin menarik perhatian

6-9 bulan- mengoceh yang terkontrol

Pura-pura berbicara aktivitas ini bisa meliputi suara sama yang digunakan berulang-ulang

10-11 bulan- prabicara

Mengucapkan berbagai variasi intonasi, setiap kata masih belum dapat dibedakan

12 bulan keatas-kata pertama!

Dan kosakatanya akan terus berkembang selama beberapa bulan berikutnya.

Sumber:

Dari buku Aktivitas seru untuk mengembangkan kecerdesaan usia anak 3-11 tahun

Mengembangkan persepsi pada bayi


Sejak lahir, bayi menunjukkan kemampuan, keinginan belajar dan memahami dunia sekitar secara menajubkan. Baji belajar untuk membedakan suaa dengan sangat cepat, dan dapat mengenali suara dan wajah ibu mereka pada tahap yang sangat dini. Bayi juga bisa membedakan pola suara, termasuk melodi dan menekankan kalimat sesaat setelah dilahirkan.  Tiffany, seorang bayi yang harus berusia lima bulan, bisa mengulangi kata hallo dengan suara tekenan tinggi yang biasa diucapakan tantenya dengan sempurna. Di usia sepuluh minggu Ia juga sudah bisa mengatakan “Mama’. Proses ini membutuhkan banyak pengulangan, hari demi hari dengan terus menerus menirukan suara gerakan bibir tantenya hingga ia akhirnya bisa melakukannya dengan tepat.

Bayi yang baru lahir menyukai gerakan dibandingkan dengan benda atau orang yang tidak bergerak, benda-benda  tiga dimensi dibandingakan dua dimensi, warna dengan kontras tinggi dibandingkan dengan kontras rendah, dan garis bergelombang dibandingkan garis lurus.

Pada usia tiga bulan, mereka telam mempelajari koherens dan kesatuan benda, dan pada tahap merangkak bayi akan mengembangkan pengalamannya dengan mempelajari bentukk dan pola melalui sentuhan, menggulirkan dan menggulingkan sesuatu. Saat mereka bisa menggapai benda-benda dan mendapatkan penghargaan atas pengalaman belajar mereka, mereka melalui memodifikasi pengetahuan yang mereka miliki.

Continue reading

14 Poin Yang Tak Boleh Dilupakan Orang Tua


  1. Jangan marah

Jangan marah secaa langsung dalam menghadapi perilaku anak. Tangani kesalahannya dengan tenang dan menyejukkan.

  1. Temanin anak

Menemani anak dan memberinya cinta adalah cara yang memudahkan untuk bergaul dengannya

  1. Jangan menyinggung

Jika kita mendengar sesuatu yang menjijikkan dari anak kita, jangalah lantas kita mengucapkan, “Na udzubillah” tetapi tanggapi ucapannya, meski hati kita tidak menyukai ucapannya

  1. Ajak anak berdialog

Jangan memutuskan dialog dengan anak. Tetapi lakukan secara terus-menerus bagaimanapun keadaannya.

  1. Bertanyalah pada anak

Ulang-ulanglah pertanyaan, agar anak sering mengulang jawaban.

  1. Dengarkan anak

Dengarkan anak dalam menyelesaikan perhatian dan pusatkan perhatian pada apa yang dikatakannya. Missal jangan mendengarkan ucapan anak sambil membaca Koran

  1. Ikut serta anak

Ikut serta anak dalam menyelesaikan suatu masalah atau memilih sendiri hukuman yang cocok untuknya. Karena jika anak ikut memilih ia akan mematuhi keputusan

  1. Beri anak kebebesan

Sebagai ganti menyuruh anak secara langsung, lebih baik jika kita memberinya pilihan untuk tidak jam 20.00 atau 21.00 agar bisa merasakan kebebesannya bagi dirinya.

  1. Pilih waktu yang tepat

Kapan kita memberi pengarahan pada anak dan mengajaknya bicara serius?langsung saat anak melakukan kesalahan? Untuk memilih waktu yang tepat tergantung pada kondisi dan penilaian kita pada keadaan emosinya. Pilihlah waktu dengan bijaksana.

  1. Jangan mengancam

Jangan mengancam anak bahwa kita akan mempermalukannya di hadapan teman-temannya di sekolah atas kesalahan yang dilakukannya. Jangan pula ibu mengancam putrinya bahwa ia akan melaporkan kesalahannya pada ayah. Tindakan ini akan membiasakan anak melakukannya hal yang sama terhadap orang lain.

  1. Jangan singgung jati dirinya

Jangan mengatakan pada anak, “kamu tidak berada” atau “tidak ada orang lain yang mengenakan pakaian seperti ini “karena kalimat itu menancapkan pemahaman negative pada dirinya. Tetapi ubah gaya bicara kita dengan “kamu tidak boleh melakukannya. Ayah tidak berharap kamu melakukannya”.

  1. Puaskan anak

Gunakan bahasa yang meyakinkan dan memuaskan anak, bukan bahasa yang memaksa. Misalnya jangan sampai ibu memaksakan pakaian, makanan, dan ucapan pada putrinya padahal usianya sudah mencapai 20 tahun

  1. Ketahuilah masalah anak

Terkadang kita mendapati masalah pada diri anak. Misalnya Ia meresahkan orang lain. Masalah yang sebenarnya tidak terletak pada tindakan anak yang meresahkan orang lain, tetapi ada factor-faktor lain yang mendorongnya melakukan hal itu. Ketahuilah factor-faktor itu dengan mengajak anak berbicara. Terkadang ia emosi dan mengatakan pada kita. “saya kesepian, tidak ada orang yang menyayangi saya. Jawaban ini adalah sebab di balik tindakannya yang meresahkan orang lain. Oleh karena itu, sebab tersebut harus ditangani dengan baik agar akibatnya juga baik.

  1. Jangan lupa mengusak anak dan mengucapkan kata-kata manis

Kata-kata manis mempunyai pengaruh kuat pada diri anak. Sebelum kata-kata ini diucapkan, didahului dengan mengusap anak dengan sayang. Usapan ini mempengaruhi anak bak sihir. Janganlah segan melakukan hal itu dan jangan menyangka anak sudah tidak membutuhkannya lagi, karena anak yang umumnya menginjak dewasa sangat membutuhkan perlakukan itu dari orang tuanya.

%d bloggers like this: