Allah Memiliki Cara Cantik Untuk Mempertemukan Dua Hati Manusia


dakwa3Semari menunggu kehadiran mahasiswa, duduk diruagan tunggu mahasiswa semari menikmati tayangan yang bergejolak di Indonesia kebetulan tayangan ditonton pagi menjelang siang yaitu seputar Budi. Tidak sekarang aja budi terkenal melainkan sejak SD kita sering diajar tentang Budi dan budi benar-benar memberi pesona berbeda bagi siapapun yang pernah menggenal budi. Ketika asyiknya menonton tayang yang bergejolak tiba-tiba salah satu dosen menghampiri, bercerita dan tertawa. Dari sekian banyak teman mengajar disalah satu kampus negeri tempat mengabdi, dosen berinsial M merupakan teman yang sering ngombrol dari berbagai perspektif.

Tiba-tiba bertanya tentang seorang akhwat dan ikhwah yang baru menikah. Baru menjalankan Sunnah Rasullah SAW dan semoga selalu terbingkai keluarga SAMARA serta mereka berdua saling berlompa meraih surge firdaus, Allahuma amin. Dari mana mereka dipertemukan, apakah sebelumnya sudah mengenal, apakah dijodohkan oleh guru ngaji atau ada scenario lain. Itu pertanyaan yang dilontarkan kepada ummahat yang menemani ia bercerita. Akhirnya diceritakan bagaimana pertemuan tersebut. Akhwat tersebut sedang menyelesaikan pascasarjana di Negeri Erdogan, negeri kejayaan islam pernah berjaya dan di negeri tersebut akan kembali mengagung kejayaan islam. Hal ini sudah terlihat bagaimana pemimpin negeri turki saat ini begitu gentlaman dan menantang negera Eropa tanpa takut dikucil. Ini ciri-ciri pemimpin yang idamakan oleh rakyat, begini pemimpin memiliki kewibawaan, ini pemimpin memiliki kedekatan padaNya, ini pemimpin memiliki visi sangat berbeda dengan pemimpin di beberapa didaratan arab.  Sedangkan suaminya sedang berpendidikan riyad bahkan akhwat maupun ikhwan belum pernah kenal sama sekali.

Ya begitulah jika Allah berkendak begitu mudah untuk mempertemukan dua manusia ingin membina rumah tangga. Walaupun belum pernah menggenal satu sama lain. Awalnya akhwat tersebut hanya menggenal bunda (sekarang menjadi mertua, red) sebagai anggota legislative pusat dari salah satu partai islam. Saat itu tujuan anggota dewan untuk study banding kenegara yang berbatas dengan Eropa maupun Asia. Selama anggota dewan disana selalu menamani untuk adventure dan akhwat menggunakan kesempatan untuk bertanyak segala hal. Dari diskusi dan pertemuan singkat itu melahirkan rasa kekaguman atas sikap seorang ibu yang luar biasa.

Memiliki kesibukan luar biasa diparlemen, dakwa dan menata keluarga islam mampu menciptakan anak-anak menyintai qurani yaitu kesemua anaknya menjadi hafizh al-quran. Itulah yang melatarbelakangi akhwat menggagumi. Bahkan pertemuan singkat dengan anggota dewan tersebut sempat dirangkai dalam pragraf-pragraf inspirasi dan dari puluhan kalimat terangkai, terdapat harapan, doa atau keinginan ingin memiliki seorang ibu berkarakter seperti itu.

Tulisan bersifat inspirasi dirangkai seindah mungkin dipublish blog pribadi. subhanallah hanya sebatas keinginan untuk memiliki ibu berkepribadian seperti itu yang ditemani beberapa hari dinegeri orang. Akhirnya Allah mengambulkan keinginan tersebut beberapa tahun kemudian menjadi ibu mertua. Padahal awalnya menulis hanya sebatas menginspirasi tetapi dibalik kalimat inspirasi itu, Allah menganggap itu adalah doa. Ini adalah kebiasaan yang sangat elegan bagi jiwa-jiwan mempunyai bakat menulis dimana setiap kisah, cerita, ide, opini dan keinginan selalu diwujudkan bentuk tulisan. Hikmah bagi ia yang suka menulis yaitu mendorong untuk menulis segala keinginan dalam uraian kalimat. Selain mengekalkan keinginan dan mampu melahirkan hikmah cinta bagi pembaca.

Begitu luas hikmah yang bisa dipetik dari  pertemuan akhwat dan ikhwan. Yang mula tak pernah bertegur sapa, semula tidak mengenal, awal berjauhan dimana akhwat dilahir ditanah Sumatra sedangkan ikhwan dipulau jawa. Akhwat menempuh pendidikan disumtra kemudian melanjutkan kuliah di Negeri yang memiliki masjid yang indah. Sedangkan ikhwah kuliah di negeri yang dijanji kemakmuran atau ketenangan (arab-saudi).  Selama mendengar kisah tersebut, selama itu pula bertasbih, saat itu pula menambah keyakinan bahwa janji Allah itu benar tinggal bagaimana manusia percaya atau tidak atas janji ilah.

Bagi akhwat tetaplah menjaga kesucian hati, tetaplah menutup pandangan, tetap optimis meskipun usia sudah layak untuk menikah tetapi belum juga bertanda-tanda ikhwan yang menghampiri. Yakinlah cara Allah mempertemukan dua manusia begitu rumit untuk diterka, percayalah cara Allah menyatukan dua insan secepat kilat yang menyambar, pahamilah belum datangnya laki-laki menyatakan rasa untuk meminang bukan berarti dirimu tak laku melainkan Allah sedang melihat sejauh man para akhwat percaya dengan janji Allah, sejauh mana bisa menjaga nafsu, sejauh mana bisa menjaga pandang dan merupakan bentuk Allah memberi kesempatan bagi akhwat untuk menambah skill maupun keilmuan sebanyak mungkin. Seperti kisah-kisah para ummahat atau umi-umi kita dipertemukan dengan cari yang sangat unik dan mengesankan.

Jika kisah dua hati ini, didokumentasikan dalam bentuk novel mungkin semakin kaya hikmah. Tentu memberi inspirasi tersendiri bagi ikhwah untuk menjaga hati dan pandangan. Betapa reward yang Allah berikan pada mereka yang mampu menjaga dan hati yaitu memperoleh pasangan yang didasari cinta karena Allah serta disatukan juga atas kecintaan padaNya. Inilah cinta yang terlahir dari mencintai perintah Allah, inilah cinta yang terlahir yang mengaplikasi segala tuntunan dari Rasullah sehingga membawa lapis-lapis keberkahaan serta meninggi ketauhidan.

Rasanya cerita singkat itu, menjadi pelanggi yang indah disiang hari. Tidak sia-sia menghabiskan waktu sejam mendengar romansa cinta yang diikat dalam sebuah ikatan yang diberkahai Allah. Ikatan yang sangat dianjurkan dalam islam dan ikatan itu ibarat telah menyempurnakan setengah dien. Selama perjalan masih tersenyum-senyum mengingat kisah inspirasi berakhir pada labuhan cinta karena Allah.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat Dengan Aturan Tuhan


 

Bismillah…

Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat Dengan Aturan Tuhan

Mengakui Adanya Tuhan Tapi Banyak Manusia Tidak Mau Terikat Dengan Aturan Tuhan

Manusia hidup dengan serba kemudahan, serba teknologi dan segala diukur dengan uang. Atas uang manusia rela mengabaikan aturan Tuhan. Demi uang manusia rela membabi buta dan menghilangkan rasa kasih. Dengan uang merasa bumi dan seisinya bisa kita belikan dengan uang. Bahkan dengan uang manusia begitu sombong berlagak legok. Kemudian dengan uang manusia gadaikan ketuhanan pada makhluk Allah.

Mari melihat lingkungan disekitar kita, mari melihat keluarga kita, dan mari melihat kolega kita mempercayai adanya Tuhan. Namun sayang rata-rata meraka mengakui adanya Tuhan tapi tidak mau terikat dengna aturan yang telah Allah tetapkan pada hambaNya. Seakan-akan keberadaan Tuhan hanya berlaku pada momentum tertentu misalnya ketika beribadah, ketika ada keinginan dan ketika tertimbah musibah. Setelah lenyapnya cobaan Tuhan kita singkirkan dalam hidup.

Seakan-akan manusia memisah agama dalam kehidupan mereka. Lebih parahnya lagi ada manusia tidak meyakani adanya Tuhan, tidak meyakini keagungan Tuhan dan tidak menyakini bahwa Allah yang menciptakan bumi dan seisinya serta tidak membutuhkan keberadaan Allah. Nauzubillah Minzaliq.

Baru segelintir Allah sisipkan kehebatan pada kita kita sudah sombongnya minta ampun, baru setetes Allah berikan rezki kita sibuknya sudah minta ampun bahkan melupakan kewajiban kita padaNya. Dan baru sebentar Allah memuliakan kita dengan jabatan maupun ilmu sudah berani melupakan Tuhan serta menzholimi dengan sesama.

Ketika manusia mempercayai adanya Allah tapi tidak mau terikat dengan aturan Allah akan melahirkan pribadi-pribadi kehausan dengan dunia tanpa batas, menjauhi manusia jauh dari ketenangan, menjadi manusia rakus, menjadi manusia tak pernah bersyukur. Begini dampak manusia tidak mau terikat dengan aturan dengan janji Tuhan. Belum lagi akan menimbulkan penyakit-penyakit mematikan misalnya penyakit HIV/AIDS sebab meraka tidak mau mengaplikasikan aturan Tuhan seperti Allah jelaskan jangan pernah kalian mendekati zina apalagi melakukannya maka akan timbullah penyakit batiniah dan penyakit social lainnya. Sehinga barang haram dilaprak, dikomsumsi dan dikoleksi. Padahal barang haram itu sangat tidak disukai oleh Tuhan.

Akan indah jika setiap hidup, setiap tindakan, setiap keputusan, setiap permasalahan selalu ditauti dengan Aturan cinta Allah. Insyallah akan membawa keberkahaan terutama ketenangan jiwa, kecemerlangan pikiran, wajah penuh cahaya Ilahi dan surge pasti sudah menanti.

Naaahhhh!!! Masihkah kita mengakui adanya Tuhan tapi tidak mau terikat dengan aturanNya. Jika mengakui ada Tuhan maka apapun aturan ditetapkan harus diikuti walaupun begitu berat bagi kita. Pada hakikinya kebaikan dan pahala itu sungguh berat untuk dijalankan. Karena surga hanya bisa dimasukin oleh manusia-manusia yang sudah berat menjalankan aturanNya bukan mereka yang melanggarkan aturaNya.

 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Selagi muda


Bismillah…

Benarlah syair sebuah lagu mengatakan selagi muda manfaat waktu tersebut untuk menuntut ilmu dan beramal shaleh bukan berarti ketika sudah tua kita tidak mencintai ilmu dan beramal. Ketika tua kita tinggal memperindah, mempercantik, memperelok dan mengaksesoris ilmu dan amal kita dihadapan pemilik bumi dan seisinya.

Dari setiap ramadhan hingga ramadhan tahun ini (2012) selalu memperlihat, mempertonton dan dipertunjukkan sebuah hikmah dari sholat taraweh maupun sholat shubuh untuk diri ana.

Dari kebanyakkan jamaah di salah satu surau, mesjid, langar rata-rata di penuhi para kaum tua (50-80) terlihat pula bagaimana mereka terkantuk-kantuk, tegakkan tidak lurus lagi, dan gerakkan yang sudah susah. Walaupun ada para pemuda/pemudi itu hanya bisa dihitung tangan (satu atau dua pemuda terselip) dari kumpulan tersebut.

Jadi pelajaran dari ilustrasi dan analagoi tersebut jangan sampai kita mendekati diri pada Ilah atau taubat ketika usia tua karena sangat tidak elok dan tidak elegan. Jika hal tersebut pernah kita lontarkan dan ungkapkan mari kita revisi kata tersebut mari begegaslah, segaralah dekati diri pada Allah kapanpun usia kita saat ini.

Dan akan lebih indah mendekati diri pada Ilah pada usia muda, remaja dan dewasa. Betapa banyak faedah dan syafaat luar biasa antara lain kita masih semangat, bergebu-gebu, berdiri masih kuat, tubuh masih tahan banting di ajak berapa rakaat pun sholat, suara masih lantang untuk menyuarkan asma husna, dan berdiripun masih tegap menghadapi Ilah.

Hal ini sangat berbeda seratus derajat ketika usia senja baru tersadar untuk mencintai keimanan dan bertakwa pada ilah. kenapa beda seratus derajat karena tidak bisa menyuarakan asma husna dengan merdu lagi, tidak bisa sholat dengan tubuh yang tegap, tidak bisa khusyuk karena terpengaruhi ngatuk dan tidak bisa diajak sholat berpuluh-puluh rakaat karena dipengaruhi otot-otot yang sudah lemas. Hingga ibadah terasa tidak estotik, tidak pesona, tidak memukai dan tidak gagah lagi.

Dan pantaslah syair sebuah nasyid menyatakan manfaat masa muda sebelum masa tua karena masa muda semua masih semangat membara.

Bagi pemuda maupun pemudi sudah mulai starat bahkan loading sudah 80 persen beribadah pada Ilah saya ucapan selamat andai telah meraih perak dan bagi pemuda/pemudi yang belum ayo segara bergegas tancap gas mendekati jiwa&raga pada Ilah.

Sesungguh buah dari ketawkaan dan cinta pada Allah sangat luar biasa yaitu  disediakan surga yang dibawah mengalir sungai-sungai, bidarai cantik, sutera nan halus dan buah-buahan segar. Sungguh nikmat bukan balasanNya!!!

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Kehidupan Religi Dalam Budaya


 

Kilau fatamorgana menggoda para penempuh perjalanan

Sering manusia tergoda akan keindahan warna-warna dibalik fatamorgana

Seindahan apapun fatamorgana hanyalah ilusi optik bersifat fisiologis.

Fatamorgana merupakan daya tarik bagi para penempuh perjalanan kehidupan

Terkepung akan kebebesan, liberalisme dan emansipasi semakin mengagumkan

Karena semua itu dikemas serta dirangsang oleh nafsu dunia

*****

Jangan dihiraukan semua kilau memesona

Mampu menghacurkan serta meretakkan kehidupan sisi agama dan budaya

Menjauhkan  kita dari agama, norma-norma dan nilai-nilai tradisional

sehingga agama dan budaya dalam kehidupan semakin blur bahkan musnah

******

Wahai penempuh berjalan yang panjang…

Tetaplah teguh menggengam agama dan budaya…

Jika agama dan budaya telah bertahta dalam hati sanubari kehidupan

Sekuat apapun sentero kemaksiatan menghadang dengan bungkusan begitu elegan

Mampu memproteksi dan melindungi kepungan dari perjalan panjang ini

******

wahai penembuh perjalan…

Jangan takut terasa terbelenggu dengan aturan agama dan budaya

Sesungguhnya falsafah dan nilai terkandung begitu menawan

Membentuk  kita sebagai penempuh perjalan penuh etika dan estotika

Sehingga bumi dan seisinya merasakan kesejukkan dari perjalanan kita

*****

Agama dan budaya adalah sebuah keniscahayaan dalam perjalanan kehidupan

Dibalik keniscayaan ada batasan-batasan ruang dan waktu

Dalam menghindar ketertipuan oleh kilau fatamorgana

Kehidupan agama dan budaya…

Adalah faktor keseimbangan dan intergarasi dalam perjalanan kehidupan

kehidupan agama dan budaya …

membentuk kedamaian dan ketenangan batin

sehingga menjadi akar kebahagian dunia dan akhirat

*****

Memang tanpa agama dan budaya

perjalanan hidup manusia bisa kacau

terjebak dalam kesesatan yang menyengsarakan.

Tanpa agama dan budaya para penempuh perjalanan panjang

akan terkecoh oleh gemerlap fatamorgana yang menggoda

******

Mari para penempuh perjalan panjang

kita semai dan benihkan kehidupan kita dengan agama dan budaya

agar hidup ini membentuk pelanggi nan indah dan terang

Dengan pondasi agama dan budaya

Maka terbingkai satu ramuan cinta nan asli dari perjalan panjang

*****

 

by: Ukhtisholiat….

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

WANITA SHOLEHA


Begitu mulia bila seorang wanita bisa menjadi wanita sholeha. Karena untuk mendapat predikat sholeha tidak segampang ucapan (membalik telapak tangan).  Banyak ranjau dan kerikil yang harus dilalui. Melalui proses waktu dan ruang menuju pintu akhir selalu bersyukur atas limpah rahmat dan kenikmatan yang dicurahkan kepada wanita sholeha. Akan tetapi menuju hal itu setan-setan selalu menutup mata dan membisikkan hal musyirik serta menjauhi wanita dari Allah dengan pesona dunia. Seperti setan membutakan wanita saat ini dengan dandan ala kebaratan dengan berlandasan Hak. Tetapi hak tersebut tidak ditinjau dari hukum islam bagaimana dandan yang seharus dan selayaknya. Hampir semua aurat wanita terbuka (openhouse), seakan-akan semua orang boleh memandang keindahan wanita tersebut. Entah hal itu disengajakan atau tidak. Tapi sangat ironis sekali bahwa wanita adalah madrasyah utama dalam keluarga. Andaikan wanita seperti itu bagaimana nanti bisa mendidik anak, keluarga dan masyarakat disekitarnya.

Setan selalu memperdayakan manusia terutama wanita. Karena wanita memiliki keistimewaan seperti dalam Al-quran dijelaskan tentang keutamaan wanita. Wanita ibarat pajar dishubuh hari penuh dengan kesejukkan untuk menyinari bumi.  Wanita memiliki sejuta pesona mulai dari tutur katanya, sikap, dan keimanannya. Namun, keistimewaan wanita itu tak disaradi oleh wanita itu sendiri. Ini terlihat dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak wanita memperjualkan kehormatan dan menukarkan auratnya demi dunia. Nauzubillah Minzalik “Ya Allah”.  Apakah hal yang terjadi pada wanita ini karena mengadopsi teori feminisme, atau atas nama demokrasi???

Tapi sangat bersyukur walaupun begitu banyak wanita-wanita terpedaya oleh nuasan kedunia yang penuh tipu daya dan aktualisasi diri dalam pencitraan. Masih ada sekolompok wanita yakni wanita sholeha komitmen dangan niat dan motivasi untuk penghambaan dirinya pada Allah. Hari-harinya selalu menyibukkan diri menghadiri Kajian (mengaji) mengali sedalam-dalamnya ilmu agama dan dunia, metadaburi al-quran (membaca) kemudian diaplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalankan hal seperti ini tidak mudah sebab begitu banyak godaan yang menghampiri terutama godaan kemalasan dan kelalaian.

Mereka (wanita sholeha) sadar untuk melalui perjalanan panjang menuju peristirahat terakhir harus dibangung fundamental ilmu dan niat. Seperti diungkapkan para ulama. Hidup didunia dengan ilmu dan menuju hari akhir dengan ilmu.  Tentu disini adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain dan dirinya sendiri sesuai dengan al-quran dan Hadist. Tujuan hidupnya sangat sederhan yakni mendapat keridhaan Allah dan keikhlasan dalam menjalankan apapun. Karena apapun yang dilakukan tanpa keridhaan dan keikhlasan. Tujuan dan harapan akhirnya akan sia-sia. Kemudian wanita sholeha begitu menjaga ketawadukkan mulai dari menjaga auratnya, menjaga lisannya jangan sampai menyakiti, menjaga pandangan mata dan pendengarnya jangan sampai melihat yang dapat mejerumuskan dari zina-zina kecil, menjaga keimanan jangan sampai mata hatinya tertutup oleh bintik-bintik hitam. Wanita sholeha menjunjungi tinggi kesederhaan menjauhi dari sifat materialistic, eksploitatif dan hedonistic barat yang akan mempengaruhi kultur kaum sholeha karena implikasi hal tersebut sangat luar biasa. Akan melunturkan keimanan pada Allah mari kita mengantisipakan hal seperti itu.

Mari wanita sholeha kita sama-sama berkomitmen, berniat dan memotivasi diri kita untuk selalu menjadi wanita sholeha pilihan dimata Allah serta setiap waktu memperbaiki diri dihadapan Allah dan sesama. Walaupun dimata manusia kita dikatakan wanita terbelakang, terkekang oleh aturan-aturan dan tidak mengikuti mode-mode barat. Namun, melalui aturan yang telah ditentukan oleh Allah akan mengangkat derajat dan menjelamatkan kita (wanita) dari dosa serta hal yang musyirik. Seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak wanita terkorbankan, disakiti, bahkan terlantarkan. Hal ini disebabkan wanita tidak mengitu aturan yang telah ditetapkan oleh Allah. Misalnya wanita sekarang banyak hamil luar nikah. Hal ini jelas-jelas diterangkan dalam Al-quran jangan dekati zina. Karena dampak dari zina itu sangat luar biasa terutama untuk wanita.

Biarlah orang menggatakan wanita sholeha penuh aturan serta terkekang dan sebagainya. Hal ini wajar mungkin karena mereka tidak tahu keistimewaan seroang wanita sholeha. Dibalik kesholeha itu tersimpang kesabaran yang luar biasa, tersimpan segudang keikhlasan dalam menjalankan kehidupan serta selalu memperbaiki dan intropeksi diri baik dunia maupun akhirat agar siapapun disampingnya terasa angin kesejukkan yakni melalui kedamaian dan kesenyuman, tersembunyi segunung kebaikkan. Wanita sholeha adalah mediator, fasilator dan inspirator untuk wanita-wanita lainnya. Karena tidak semua wanita bisa menjadi wanita sholeha. Berbahagialah wanita berharap menjadi wanita sholeha. Karena wanita sholeha engkau akan dicari-cari oleh para kaum Adam sebab engkau memiliki keistimewaan nan luar biasa.

Wahai wanita sholeha…

Jangan pernah terbedayakan oleh pencitraan diri

Karena lewat ini akan meruntuhkan keimanan

Kobarkan semangat kesederhaan dalam hidup ini

Hiduplah dengan penuh realitas bukan hidup dalam kekangan fasilitas

Jadilah madrasyah madani dalam keluarga

Demi terbangun anak-anak para syuhada

Yang menegakkan Kalimat Allah.

*******

Wahai wanita sholeha…

Suatu nanti engkau minta dipertanggung jawabkan

Oleh nikmat dan amanah yang Allah berikan pada kita

Pergunakan semuanya dengan landasan perjuangan untuk Allah

** ****

Dipagi mendung saat intropeksi diri belum bisa menjadi wanita yang diistemewakan. Ya Allah semoga harapan dan keinginan bisa diridhaikan oleh Engkau yang Maha Tahu.

Lelah menjadi orang biasa


Kata lelah keluar dari mulut seorang wanita berkudung dan menerima takdir. Ia masih beranggapan bahwa hidup di dunia masih biasa-biasa bahkan jalan ditempat tidak ada perkembangan (stagnan) tidak ada inflasi keahlian dan amalan.  Tidak seimbang dengan usia dan nikmat yang berlimpah yang dicurahkan oleh Allah.  Kalimat sederhana begitu menggerogoti pikiran bahkan berkecampuk dalam relung-relung jiwa “kenapa, kenapa, kenapa”. Semakin ia belajar, semakin tinggi pendidikan, semakin banyak bersosialisasikan diri dan semakin dekat dengan maha Luar biasa. Ia merasakan bahwa masih merasa orang biasa, begitu aneka kekurangan bahkan bodoh dengan teman wanita lainnya.

Bukan ia tak mensyukuri nikmat Tuhan bahkan bukan bermaksud untuk menggeluh dengan keadaan yang melanda hari-hari ia. Akan tetapi rasa kehausan dengan ilmu dan kewajiban terselip antara hati dan pikiran. Karena menjadi orang biasa begitu rugi tak setimbal dengan nafas yang berhembus di tenggorakan dengan lega.

Dan bukan pula ia untuk menyombongkan diri pada orang lain. Hal yang membuat jenuh menjadi orang biasa antara lain

  1. andaikan mempunya “Multi Skill” akan banyak kemudahan berafliasi dengan siapapun serta begitu mudah beradaptasi. Dibandingkan menjadi orang biasa pasti ada rasa canggung, tak memiliki keberanian untuk berbicara di depan umum untuk berbagi ilmu tentang alur kehidupan.
  2. Andaikan mempunyai ilmu yang berlimpah akan mudah mendidik, mangajari orang membutuhkan arahan dan menjelaskan tentang ciptaan Tuhan dan keagungan Tuhan. Namun sebalik tak memiliki ilmu dan iman apa yang akan sadakohkan.
  3. Andai memiliki berjuta Amal , Tuhan pasti akan dekat dan malaikat pun begitu senang menulis diari amal ia. Setiap yang tercatat selalu melakukan kebaikan baik untuk dunia maupun akhirat. Sebaliknya bila hari-hari penuh kemaksiatan dan kelaian maka kegagalan hasil akhirnya. Konsep hidup adalah berbanyaklah memberi maka Tuhan berjanji akan memberi lebih baik dan lebih banyak rezki bagi yang mengamalkannya.

Hidup ia jalanin akan diminta pertanggung jawab dihadapan Tuhan adalah ia sendiri “apa saja kebaikan yang telah dilakukan selama berjalan dimuka bumi”. Ia tak ingin di akhir perhitungan dan pertimbangan di cap sebagai orang biasa dan mensia-saiakan kenikmatan Allah. Biarlah ia lelah di dunia untuk mencari ilmu dan amal dari pada ditertawakan saat kebangkitan umat serta malu dengan diri sendiri.

Semoga lewat perjalan panjang dan pengorbanan nan luar biasa walaupun terkadang terasa tertatih dan terasa tak sanggup dengan semua tuntutan kesemuanya bahkan cobaan terkadang melanda serta menghembas jiwa. Walaupun semua cobaan hadir dalam langkah perasingan itu. Bisa  menjadi putri Rasullah “Fatimah az Zahra”. Seperti orang disayangin Nabi Muhammad yakni Aisyah. menjadi Khadijah yang selalu menginfaq kekayaannya demi kebaikan agama. Amin.

Allah, bimbing hidup hamba, pertemukanlah hamba dengan orang-orang yang memuji komitmen hidup untuk kebaikan dan penghambaan pada Mu. Allah taburkan kesempurnaan iman setiap langkah kehidupan ini. Sehingga tetap istiqomah dengan jalan yang telah Engkau tunjukkin pada ia. Allah nyatakanlah doa-doa malam dan siang yang ditasbihkan nya. Sehingga siapa yang disekita ia dan luar lingkaran kasih sayangnya bisa digapai dengan landasan ilmu dan amal bahkan cinta.  Apa yang diperoleh ia memang bermanfaat dunia dan akhirat. Amin

PENYEMBUHAN JIWA DENGAN ILMU DAN AGAMA



Judul Buku: Psikatri Islam

Penulis: Tristiadi Ardi Ardani

Penyunting: Ilhamuddin Nukman

Penerbit: UIN Malang Press

Tebal: 385

Bagaimana mengenali dan menyembuh permasalahan manusia dari sisi kejiwaan, dnegna tambah unsure agama.

Di tengah rutinitas sehari-hari dan berbagai tekanan batin yang menimpa, seseorang pada umumnya akan menunjukkan gelaja yang tidak biasa seperti, mudah letih, stress, tidak semangat dan bahkan menjadi depresi atau gangguan mental atau jiwa. Penyebab macam-macam bisa tidak tahan dengan tekanan-tekanan yang datang bertubi-tubi, terlalu banyak pikiran sampai merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Ketika orang tersebut tidak mampu meredakan beban yang menumpuk, munculah gejala-gelaja seperti pusing, stress hingga gangguan mental.

Untuk menyembuhkannya kadang seseorang berkonsultasi pada psikiatrer agar masalah yang dihadapi bisa segara diatasi. Tapi apakah konseling yang dijalanin sesuai dengan kepercayaan yang ia anut. Terlebih jik dia adalah seorang penganut agama yang sangat taat. Buku “psikiater islam” menguraikan bagaimana mengenali adan menyembuhkan berbagai masalah manusia yang terkait dengan kejiwaan, tapi dengan tambahan ayat Al-quran dan Hadist Nabi.

Di bab “kesehatan jiwa dan agama” (halaman 24), penulis membukanya dengan manyadur dari firman Allah surat Fushilat ayat 44, yang artinya “Dan jikalau kami jadikan al-quran itu sautu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan “mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya” apakah (patut al-quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah “ al-quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan al-quran it suatu kegagalan bagi mereka. Meraka itua adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.

Selanjutnya, penulis tidak memberikan makna dari firman Allaht tersebut, tapi menambahkan dengan pernyataan dari Hawari bahwa dari semua cabang Ilmu jiwa (psikiater) dan kesehatan jiwa (mental helth) adalah paling dekat dengan agama. Bahkan dalam mencapai derajat kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan yang mengandung arti keadaan kesejahteraan (well being) pada diri manusia, terdapat titik temu antara kedokteran jiwa atau kesehatan jiwa di satu pihak dan agama di lain pihak.

Sedangkan dalam pengertiannya, psikiater adalah cabang ilmu kedokteran yang tugasanya membuat, diagnosis, prognosis, mengobati dan atau mencegah gangguan emosi dan gangguan mental. Dan dilain definisi mengatakan adalah cabang ilmu kedokteran yang menyelidiki genesis, danimaika, manifestasi klnis dan mengobati fungsi-fungsi kepribadian seseorang yang terganggu dan tidak diinginkan, yang menggangu kehidupan subjektif seseorang dan menghambat hubungan orang itu dengan orang-orang lain atau dengan masyarakat

Buku ini cocok bagi orang-orang yang berprofesi dibingan psikologi atau kedokteran jiwa, bahasa penulisan yang mudah dicerna, dimengeri serta kutipan yang jelas membuat buku ini juga cocok dibaca oleh siapa saja yang bemrinta atau hendak mendalami psikiatri. Yang menjadi nilai plus dari buku ini adalah, ditampilkannya contoh kasus pada kehidupan sehari-hari yang penyelesaiannya dengan cara psikologi atau dengan ayat al-quran atau Hadist Nabi. Penulis sendiri adalah seorang dosen psikologi yang berlatar belakang sarjana psikologi dan saat ini sedang mengambil program doctor dengan bidang psikologi klinis di UGM. Dengan berbagai pengalamannya berpartisipasi dalam kegiataan seminar, symposium serta kongres dibeberapa tempat, membuat subtansi buku ini sangat luas dan jelas membahas permasalahan yang dihadapi seseorang, apakah dia anak-anak atau anak-anak.

%d bloggers like this: