RESENSI BUKU


 

bukukuJudul Buku    :

Budaya Kerja Pustakawan di Era Digitalisasi: Perspektif Organisasi, Relasi dan Individu

Impresum        : Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015

Kolasi              : viii, 134 hlm.; 23 cm

ISBN               : 9786022624011

Harga              : Rp. 64.800,-

 

Buku ini ditulis oleh seorang yang menekuni bidang ilmu perpustakaan yang dibuktikan dengan gelar S1 maupun S2 yang disandangnya. Sejumlah opininya telah menghiasi berbagai media khususnya di Jambi, sehingga terlihat reputasinya yang sudah piawai malang melintang di dunia penulisan.

Keberhasilan perpustakaan sangat ditentukan oleh pustakawan sehingga sebutan “agent of change” menjadi keharusan. Pustakawan menjadi figur utama untuk memotivasi masyarakat menjadi lifelong learning untuk mengajak masyarakat mencintai perpustakaan maupun buku.

Semakin mendekati Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, maka dunia perpustakaan mengalami persaingan sangat ketat. Oleh karena itu, dibutuhkan budaya kerja pustakawan yang kondusif untuk meningkatkan kinerja. Tujuannya tiada lain adalah: untuk meningkatkan produktivitas kerja, membentuk perilaku kerja, dan membantu anggota-anggota organisasi sense of belonging terhadap organisasi.

Tanpa budaya kerja yang fundamental untuk membangun sumber daya pustakawan seutuhnya, maka bisa jadi dalam mendukung misi induknya tidak akan tercapai. Perpustakaan membutuhkan budaya kerja yang bisa memberikan kemampuan dan kekuatan untuk meningkatkan kohesivitas pustakawan.

Budaya kerja yang baik akan memberikan dampak baik bagi pustakawan maupun perpustakaan. Harapannya akan memberikan perubahan positif dan perkembangan perpustakaan yang berkualitas statis menuju dinamis serta sebagai andalan daya saing bagi perpustakaan. Dengan demikian pustakawan dituntut untuk memiliki keunggulan secara internasional baik melalui perencanaan kerja maupun misi perpustakaan visioner sehingga mampu bersaing secara regional dan internasional.

Suatu budaya kerja terjadi jika: 1). Adanya dukungan dari organisasi untuk mengkoordinasikan efektifitas dan efisien kerja pustakawan dalam mencapai keberlangsungan visi dan misi perpustakaan; 2). Keberlangsungan budaya kerja yang efektif juga tergantung pada relasi yang terjadi dalam perpustakaan; 3). Untuk mencapai tujuan maka diharapkan pustakawan bersedia untuk bertanggung jawab, komitmen dan berkompetensi (hal. 14).

Budaya kerja merupakan syarat utama bagi perkembangan perpustakaan yang berskala internasional sehingga harus didukung oleh berbagai elemen. Hal ini digunakan untuk memahami isu-isu yang mempengaruhi budaya kerja pustakawan dalam mencapai tujuan organisasi.

Dalam buku ini, penulis mengadopsi karakteristik budaya kerja (hal.15 s.d. 16) dari teorinya Robbins (1998), Luthans (1995), dan Cooley (1999). Namun tidak semua karakteristik budaya kerja dalam ketiga teori tersebut digunakan oleh penulis. Penulis menambahkan konsep karakteristik budaya kerja selain dari ketiga teori tersebut, yaitu kompetensi dan komitmen.

Intisari buku ini mengupas konsep kajian teori budaya kerja dan pengalaman praktis penulis saat menyusun tesis. Jika dirinci secara garis besar studi empirisnya menggunakan 3 (tiga) parameter yaitu: organisasi, relasi, dan individu.

Organisasi meliputi: struktur (structure), norma (norm), nilai yang dominan yang menjadi ciri khas tertentu yang melekat pada organisasi (dominant value), ritual dan serimonial (ritual dan ceremonial), imbalan kerja (performance reward). Kelima indikator ini menurut penulis dianggap mempunyai pengaruh yang cukup signifikan untuk menstimulus ataupun menghambat proses keberhasilan suatu budaya kerja.

Relasi (antara organisasi dan individu), meliputi: toleransi terhadap resiko (risk tolerance), toleransi terhadap konflik (conflict tolerance). Relasi dalam budaya kerja memiliki peran sangat strategis untuk mendorong dan meningkatkan efektivitas budaya kerja dalam suatu periode tertentu. Jadi agar tercipta suatu kerjasama yang baik dalam suatu organisasi diperlukan hubungan budaya kerja yang kondusif.

Individu meliputi: otonomi pegawai untuk melaksanakan tugas organisasi (individual autonomy), kompetensi (competence), komitmen (commitment). Terkait dengan otonomi pustakawan dalam mengatur pekerjaan dengan mandiri itu akan dapat tercapai jika komponen kompetensi dan komitmen dapat terintegrasi dengan baik di dalam pribadi seorang pustakawan.

Budaya kerja pustakawan dapat memberikan identitas kepada para anggota, memfasilitasi komitmen bersama, meningkatkan stabilitas sistem sosial, maupun membentuk perilaku dengan membantu anggota mengerti lingkungan sekitarnya.

Secara tampilan fisik, warna dan disain cover buku ini bagus. Judul buku sekalipun agak panjang tapi justru membuat orang menjadi penasaran kemudian tertarik untuk membaca isi bukunya. Selain itu, kelebihannya juga belum ada buku dengan tema sejenis yang khusus menyoroti tentang budaya kerja pustakawan di dalam organisasi perpustakaan.

Namun ada sedikit kekurangan, seperti halnya yang sudah biasa terjadi pada buku-buku lainnya, yaitu salah ketik. Untuk masukan kepada penulis, misalnya: berpfikir (hlm. 13); suaut (hal. 29); tugasanya (hal. 38); meningkat (hal. 44); conflint (hal. 47); indivudu (hal. 57); mengkhawatir (hal. 59); kedalam (hal. 63); keteranpilan, pmenggunakan (hal. 64); ralasi, lingkung-an (hal. 73); dan mungkin masih ada yang lainnya.

Ada garis-garis (hal. 47) agak sedikit mengganggu pandangan pembaca, walaupun hal ini terjadi secara otomatis karena saat mengkopi kalimat atau kata dari internet. Solusinya diketik ulang agar tidak muncul garis secara otomatis.

Pada Bab VI Penutup, dijelaskan dengan rinci temuan hasil dari penelitian yang menjadi buah pikir penulis tentang budaya kerja pustakawan. Hanya saja akan lebih baik jika di judul buku ditambahkan kata “Perguruan Tinggi” setelah kata “Pustakawan”. Saya rasa biar lebih ada konsistensi, karena bahasan di dalam buku mengenai budaya kerja pustakawan yang dimaksud adalah dalam konteks Universitas dalam rangka mewujudkan Universitas Bertaraf Internasional.

Buku ini dilengkapi pula mengenai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Jadi kalau buku ini dibaca oleh pembaca umum (belum tahu sama sekali tentang perpustakaan) bisa langsung membuka dan merujuk pada payung hukum yang penulis lampirkan dalam buku ini.

Pustakawan perlu membaca buku ini agar dapat menjiwai makna budaya kerja yang sesungguhnya dengan membandingkan antara teori dan prakteknya yang dalam keseharian begelut di organisasi. Selain itu, buku ini juga cocok untuk mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan yang sedang mengambil mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Semoga hadirnya buku ini semakin memperkaya literatur tentang perpustakaan dan bermanfaat untuk pustakawan Indonesia. Selamat membaca buku ini.

by: Endang Fatmawati. Mahasiswa S3 Kajian Media dan Budaya. Universitas Gadjah Mada

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

The Importance of Image Formation Slogan For Libraries


Pentingnya Slogan Bagi Pembentukan Citra Perpustakaan

Melihat perkembangan perpustakaan saat sangat luar biasa mulai dari teknologi yang digunakan yaitu hadirnya web 2.0 dan terjadi competency antara perpustakaan komersial dan non komersial.  Hal teresebut akan mempengaruhi pula pada system management dan kinerja yang terbentuk pada perpustakaan untuk always create of creative. Hal ini dilakukan agar perpustakaan mampu survive not die dalam persaingan yang begitu great.  kemudian dengan perkembangan yang luar biasa tersebut sebaiknya perpustakaan memperhatikan SLOGAN perpustakaan yang edutainment.  Slogan pada dasarnya adalah frase pendek yang memberikan deskripsi atau informasi dari suatu merek. Slogan dapat memberikan gambaran kepada konsumen intisari dan keunikan produk  perpustakaan secara singkat, padat, dan jelas.

Rata-rata perpustakaan di Indonesia belum memiliki slogan perpustakaan. Kenapa perlunya perpustakaan memiliki slogan karena merupakan salah satu upaya mempromosi atau memperkenal perpustakaan untuk mudah dikenal bahkan diingatkan pada gilirannya identitas tersebut mampu membentuk impresi/citra tertentu atas suatu produk perpustakaan di mata pengujung (user) sehingga timbul intersting “ketertarikan” pada perpustakaan. Bahkan company “perusahaan” terkenal level internasional dan nasional  mempunya slogan misalnya apapun makannnya, minumnya Teh Botol Sosro’, ingat beras, ingat Cosmos’, ’Orang Bijak Taat Pajak, Masih banyak lagi instansi maupun company menggunakan slogan dalam mempromosikan produk atau memperkenalakan lembaga tersebut pada public.

 ini menunjukkan bahwa slogan mampu memberi citra positif atau memiliki Ruh bagi perpustakaan untuk survive dalam melayani masyarakat literasi (literacy society). Slogan perpustakaan merupakan suaut system of shared meaning yang dipegang oleh anggota perpustakaan yang membedakan perpustakaan tersebut dengan perpustakaan lainnya. Itu sebabnya, sebagian besar merek-merek yang beredar di pasaran menggunakan berbagai slogan untuk menancapkan merek di benak konsumen. Daya ingat konsumen terhadap slogan pun relatif cukup lama, meskipun masih tergantung kepada bagaimana pemilik merek mampu dan jeli mengkomunikasikannya.

Hendaknya slogan yang tercipta sesuai dengan visi dan misi tiap perpustakaan (goal), siapa pengguna (targeting) dari perpsutakaan tersebut dan ada baik pula slogan yang dibuat oleh perpustakaan memiliki makna atau kalimat non ilmiah “bahasa anak Muda not alay” seperti contoh slogan diatas. Pada umumnya slogan dipakai menggunakan bahasa yang singkat, bahasa entertainment, dan mudah diingatkan. ini hal yang harus diperhatikan oleh perpustakaan ketika menciptakan slogan.

Jadi, sangat perlu perpustakaan seluruh Indonesia menciptakan slogan agar perpustakaan mampu survive dan berbeda dengan perpustakaan lain. sehingga perpustakaan memiliki tempat especially (terutama) di hati pengunjung serta sebagai daya tarik bagi pengunjung untuk mengunjung perpustakaan. Maka hasil akhirnya adalah banyaknya pengunjung perpustakaan memanfaat pelayanan yang disediakan oleh perpustakaan dan terbentuknya literacy society di berbagai lapisan masyarakat akedemis maupun non akademis. .

Ainun&Habibie


Cerita yang diungkapkan dalam buku ainun&habibie sungguh sangat menarik dimana menciratakan kisah hidup beliau mulai dari pertemua hingga mengikhlaskan kepergian buk ainun kedemensi baru serta alam baru, masa-masa kuliah di Jerman mulai strata satu hingga mendapat gelar profesor, awal-awal berumah tangga dengan keuangan yang sangat sederhana melalui references ruang dan waktu perubahan dalam kehidupan beliau semakin berkah dan terkenal disentro nusantara hingga internasional. Ini merupakan berjuangan yang sangat mengharu biru.

Buku karangan pak habibie dengan judul “ainun&habibie” dari awal hingga akhir akan terbawa emosi dengan alur cerita yang sangat komplik dan dinamis, setiap lembar dan tulisan yang tertulis dibuku tersebut penuh makna, history, cinta, dan realita kehidupan seorang mahasiswa yang hidup diperantauan bercita-cita ingin merubah Indonesia dengan berbasis teknologi ini terbukti dengan luncurnya pesawat N-250 Gatotkaco yang terbang perdana pada tanggal 10 Agustus 1995 dengan kecanggihan yang luar biasa dengan system otomatic computer. Kemudian menjabat sebagai penasehat Negara, wakil Negara, ketua ICMI, Direktur beberapa perusahaan BUMN dan ilmuwan. Kesemua itu dilalui dengan duka dan cita penuh keyakinan serta proses yang luar biasa akan tetapi keberhasilan pak Habibie tersebut selalu disyukuri karena semuanya adalah kehendak Allah swt. Ini harus dicontoh seorang mahasiswa sekarang bagaimana gigihnya perjuangan pak habibie dalam menuntutu ilmu diperantau dengan biaya pas-pasan dari orang tua di Tanah air, hari-hari dengan membaca, diskusi dan selalu melakukan suatu revolusi khususnya dengan latar pendidikan yaitu engenering. Bisa dikatakan tidak ada waktu untuk bermain bahkan tidur pak habibie sekitar 5-2 jam dalam 24jam. Sangat beda dengan mahasiswa sekarang yang banyak menghabiskan waktu handout, main-main dimall maupun dikafe, kumpul-kumpul tidak jelas bahkan sangat miris yakni mahasiswa demo dengan melakukan kerusakan dan membakar-bakah fasilitas negara. Kuliah di Negara Eropa pada musim Dingin mahasiswa diliburkan. Tetapi pak habibie tidak memanfaatkan musim Dingin untuk libur dengan teman-teman. Namun ikut serta dengan proyek Professor tempat menimbah ilmu dan menjadi asisten professor untuk menambahkan keuangan.

Konsep Manunggal cinta  yang diceritakan penuh hikmah, bisa kita aplikasikan dalam hidup sehari-hari baik itu sebagai seorang istri maupun sebagai pemimpin rumah tangga semua terdapat dalam buku tersebut. Yakni bagaimana kesetiaan buk ainun menemami perjuangan pak habibie selama 48 tahun sepuluh hari melalui sikap, senyum dan dorongan baik dikala suka maupun duku bahkan mau meninggalkan profesi sebagai dokter untuk menemani pak habibie di Benua Eropa. Senyum yang selalu dirindui dan mengilhami itulah membuat pak habibie menjadi seorang lelaki yang sempurna. Kesucian cinta bu ainun memang terbukti selama 48 Tahun sepuluh hari dimana buk ainun tidak pernah mengeluh baik masa-masa sulit yakni awal pernikahan hidup diperantauan dengan biaya hidup sangat pas tinggal dirumah begitu sederhana dan terpaksa pekerja sebagai dokter anak-anak demi manambah keuangan keluarga. Sehingga pak habibie juga harus mencari double job agar dapat terpenuhi kebutuhan keluarga kecil beliau. bahkan waktu pak habibie untuk keluarga sangat sedikit karena lebih banyak ditempat kerja dan menyelesaikan proyek dan tugas-tugas lain tetap dengan senyum yang mengilhami buk ainun selalu memberi terbaik untuk keluarga dan suami. Kemudian perkerjaan rumah semua dilakukan buk ainun mulai mengurus masalah urgent rumah tangga hingga menggantar anak yang pertama “Ilham” sekolah tanpa pernah mengeluh kepada pak habibie yang ada adalah selalu tersenyum. Bahkan buk ainun tidak pernah ikut campur dengan masalah pak habibie kecuali diminta pendapat dan arahan barulah beliau memberi masukan dan arahan untuk pak habibie.

Kemudian masa-masa  beliau divonis sakit kanker buk ainun tidak pernah mengeluh dan meminta perhatian. Namun selalu mendorong pak habibie dengan runitas kenegaraan serta mendampingi pak habibie dalam pertemuan baik dalam negeri maupun luar negeri dengan sikap dan senyum yang selalu dirindui serta mengilhami. Sambil menemani dan selalu disamping pak habibie mengerjakan pekerjaan setiap malam buk ainun membaca ayat al-quran. Lewat lantunan ayat suci memberi suasa dan kekuatan tersendiri bagi pak habibie dalam mengajarkan pekerjaan. Bahkan buk ainun belum mau tidur sebelum pak habibie selesai kerja.  “Subhanallah begitu indah konsep manunggal cinta sehingga rumah tangga yang dibangun pak habibe&ainun sepanjang masa hingga buk ainun berada dimensi yang berbeda telah terbingkai keluarga sakinah dan penuh kedamaian. Itu semua tidak terlapas dari kehendak yang memberi rezki itulah kata yang selalu disyukuri pak Habibie.  Hal ini harus diaplikasi bagi wanita ingin berumah tangga dan sudah berumah tangga yakni setialah selalu mendampingi suami dikala duka dan suka, baik melaui sikap dan senyum, jangan menuntut sekecil apapun dan jangan pernah ikut campur dengan pekerjaan suami sebelum diminta. Karena melalui senyum memberi energy yang berbeda apalagi dengan senyum yang lahir dari hati pasti akan memberi pesona warna-warni,.

Ya Allah semoga suatu saat nanti berrumah tangga bisa seperti buk Ainun yang penuh kesabaran, selalu tersenyum, dengan sikap penuh lemah lembut, mencintai  dan selalu mendekati diri pada Allah Swt serta sebagian hidupnya selalu dihiasi dengan kepedulian sosial”

Begitupun dalam syair cinta pak habibie pada buk ainun. Kata demi kata dalam puisi manunggal merupakan ungkapan perasaan begitu mencintai sosok wanita dan menghargai perjuangan wanita yang telah menemani perjuangan lebih kurang 48 tahun 10 hari yakni dari tak punya apa-apa menjadi orang disengani. Terlihat pula pak habibie merupakan seorang suami yang sangat pertanggung jawab, mencintai, romantic, perhatian dan ikhlas dalam menemani hari-hari buk ainun. Apalagi detik-detik kepergian buk ainun tak ingin dipisahkan kecuali saat sholat dan WC. Karena pak habibie menyakini bahwa ainun diciptakan untuk habibe dan habibie diciptakan untuk ainun. Ini tercermin lewat puisi pak habibie teruntuk buk ainun.

“Manunggal”

Allah lindungilah kami

dari segala gangguan, godaan dan kejahatan.

Yang datang dari luar dan dalam.

Mencermari yang Engkau tanam di diri kami, Bibit cinta-cinta, murni, suci, sejati, sempurna dan abadi.

Sepanjang masa, kami siram tiap saat dengan kasih sayang

Kami bernaung dan berlindung dibawah bibit cinta ini

Cinta yang telah menjadikan kami manunggal

Manunggal jiwa, Roh, Batin, dan Nurani kami

Sepanjang Masa, sampai akhirat

 

Terima kasih Allah Engkau telah pisahkan kami

Sementara berada dalam keadaan yang berbeda

Isteriku Ainun dalam dimensi baru dan alam baru

Saya dalam dimensi alam dunia

Terimakasih Allah, sebelum kami dipisahkan

Engkau telah jadikan kami manunggal

Saya manunggal dengan ainun sepanjang masa

Memperbaiki, menyempurnakan dan menyelesaikan

Rumah kami di alam dunia sesuai dengan keinginanMu

Ainun manunggal dengan saya sepanjang masa

Membangun “Raga” kami yang abadi di Alam baru

Murni, suci, dan sempurna sesuai dengan keinginanMu

Terimakasih Allah, Engkau telah menjadi bibit cintaMu ini

Paling murni, paling suci, paling sejati dan paling sempurna

Sifat ini di seluruh alam semesta hanya mungkin dimiliki Engkau

 

Jika sampai waktunya

Tugas kami di Alam dunia dan di alam baru selesai

Tempatkanlah kami manunggal disisiMu

Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna dan abadi

Dalam “Raga” yang abadi, dibangun Ainun Manunggal

Dengan saya sesuai kehendakMu di Alam baru sepanjang masa

Jiwa, Roh, Batin, “Raga” dan Nurani kami abadi sampai akhirat.

 

Ketika masa penyembuhan buk ainun sesuai dengan saran dokter bahwa harus dibawa kedaerah dimana bisa menikmati angin laut. Pak habibie setia menemani berlayar selama 27 hari  diatas kapal berkelas dunia “Queen Marry, Queen Elizabeth, dan Queen Victoria” yang dilengkapi fasilitas kesehatan berlayar dimulai dari Sydney melalui yorkesys (Australia) melihat “the great barrier reef, Rabbaul (papua new guiney), sapan, Nagasaki (jepang), Pusan (korea), shanghai, Honkong, Nha Trang (Vietnam), Phu My (vietnam) dan Laem chabang (Thailand), terakhir singapura. Lewat momentum itulah merasakan bahagia yang Allah berikan begitu luar biasa, bergandengan tangan dan sambil menikmati lingkungan yang sejuk dan indah, tanpa bicara pandangan mata sering bertemu telah memberi memberi getaran jiwa seperti pertemuan pertama.

Tiap musim yang dilalui pak habibie&buk ainun memiliki pancaindera yang berbeda, komunikasi yang dibangun dengan tatapan mata saja tanpa bicara dan saling mengerti isi hati dan kehendak merupakan pondasi cinta nan hakiki.  Akibat telapati tersebut menjadi getaran jiwa dengan kecepatan cahaya dengan mekanisme kepercayaan. Subhanallah begitu dalam cinta yang terbingkai selama 48 tahun 10 hari dengan konsep manunggal cinta “ainun&habibie”  siapapun yang membaca, mudah menyerapkan apa yang diceritakan bab demi bab hingga akhir tulisan dengan penuh keharuan serta tetesan air mata…!!!!!!!!!!

The Third Way (Jalan ketiga)


Gambaran Kapital

Neo–liberalisme dengan 3 prinsip utamanya yaitu Deregulasi, Liberalisasi, dan Privatisasi itu seakan–akan menjadi momok yang menakutkan bagi negara–negara dunia ketiga. sebab dengan semakin maraknya globalisasi maka akan semakin mudah pula Neo-liberalisasi ini “menjajah” kelompok – kelompok miskin yang ada negara – negara dunia ketiga, yang kebanyakan berada di Asia dan Afrika. Kehancuran kelompok miskin dinegara dunia ketiga, dapat terlihat ketika munculnya semacam perjanjian–perjanjian perdagangan bebas, maupun oraganisasi – organisasi perdagangan dunia yang notabene dikuasai oleh negara maju. Seperti WTO, IMF, maupun organisasi lainnya. Munculnya WTO dan semacamnya itu tidak dapat dihindari, sebab mereka adalah aktor – aktor dari globalisasi tersebut, selain perusahaan – perusahaan multinasional yang ada itu tentunya. WTO sebagai aktor globalisasi menjadi semacam senjata utama bagi negara maju untuk dapat menguasai perdagangan dunia, karena bagi setiap negara anggota WTO harus dapat mentaati dan menghormati setiap perjanjian dan aturan yang telah disepakati sebelumnya didalam WTO tersebut. Namun ternyata aturan – aturan yang dibuat dan diberlakukan bagi setiap anggota WTO itu hanya berdampak buruk kepada negara berkembang, karena adanya penerapan standart ganda (double standard). Salah satu contoh nyata adalah adanya aturan Common Agricultural Policy (CAP) yang dikeluarkan oleh Uni Eropa.

Menyadari makin tingginya biaya produksi di sektor pertanian, maka negara – negara Uni Eropa merasa perlu memberikan subsidi kepada para petani mereka untuk menurunkan harga jual produk mereka. Negara – negara anggota Uni Eropa ini berinisiatif untuk mengumpulkan dana khusus yang kemudian didistribusikan kepada para petani di masing – masing negara. Adapun kebijakan subsidi ini merupakan salah satu bentuk standard ganda di sektor pertanian, dimana dalam persepakatan WTO, negara – negara maju telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi secara signifikan subsidinya. Tetapi didalam konteks Uni Eropa, yang terjadi justru sebaliknya. Didalam hal pemberlakuan CAP ini, sudah dapat dipastikan petani – petani di negara berkembang akan semakin sengsara.

Gambaran Sosialisme

“Kapitalisme berjaya bersama kembarannya demokrasi liberal. Aliran ini adalah paham Sosialis yang didukung oleh beberapa pemimpin negara di Amerika selatan.  Aliran sosialistik sebagai kritik daripada paham Kapitalistik sebagai mainstream. Adapun secara garis besar prinsip dasar dari pemahaman sosialistik ini adalah lebih menekankan pada kesetaraan ekonomi, serta menempatkan negara didalam peran yang cukup signifikan dibidang perekonomian pada khususnya, sehingga dapat menciptakan kesejahteraan rakyat.

Continue reading

Ikhtiar menemukan jalan keluar


8 secret: delapan rahasia meraih kebahagian dunia dan akhirat.

Penulis: valentine dinsi dan doddy abe

Penerbit: let’s Indonesia, Jakarta agustus 2008

Sukses di dunia dan akhirat adalah dambaan banyak orang yang beriman. Akhirat adalah buah aktivitas manusia di dunia.

Karya valentine dinsi (bersama Doddy Abe) kali ini adala karya yang membawa pembacanya untuk meraih kebahagian dunia dan akhirat. Ini berbeda dari karya valentine sebelumnya yang berjudul jangan mau seumur hidup jadi orang gajian (2006), yang lebih focus untuk membangun jiwa  entrepreneur. Buku itu menghasilkan ratus alumni melalui seminar yang diadakannya. Banya yang sukses menjadi pengusaha. “tapi tidak sedikit diri mereka yang bangkrut karena salah mengelola bisnis mereka.

Buku yang bertitle 8 secrets diluncurkan, buku yang terdiri dari 20 bab dalam empat bagian ini memfokuskna ada delapan rahasia. Yakni kekuataan niat, kekuataan doa, kekuataan zikir, kekuataan iman dan takwa, kekuataan bersyukur, kekuataan sedekah, kekuataan tahajud, serta kekuataan totalisa bertindak dan berserah diri.

Dari seluruh isi buku semuanya persoalan didekati dengna delapan rahasia tadi. Buku ini juga berbicara tentang spiritual dan emosi, fisik dan kesahatan, keuangan, pendidikan, karier, pengembangan diri, juga rekreasi dan rumah tangga.

Untuk fisk dan kesehatan misalnya yang dijadikan teladan adalah Nabi Muhammad Saw. Selama hidupnya yang mencapi 63 tahun, Nabi Muhammad SAW hanya tiga kali sakit bagaimana nabi menjaga kesehatan fisiknya? Ini karena nabi mampu mengelola emosinya, menjaga pola makan sehat, mengaturpola tidur, senantias berpuasa, menjaga kebersihan dan gemar berjalan kaki.

Dalam buku ini, tema-tema itu dirinci dan diurai oleh penulis. Tidak hanya secara teori, juga berdasarkan pengalaman banyak orang, baik dari Indonesia maupun luar negeri.

Ibarat makanan siap saji, pembaca bisa langsung membuka tema yang diinginkan. Jika tertarik pada masalah keuangan, pembaca bisa membuka dan membaca tema tentang keuangan. Begitu pula dnegna tujuh tema lainnya. Jika bku ini berhasil dari segi penjualan, bisa jadi itu memang mampu memberi inspirasi dan motivasi bagi pembacanya. Dan itulah yang dibutuhkan bangsa ini.

Haji Mabrur, BUkan mabur


Keberhasilan seorang haji adalah adanya perubahan signifikan atas akhlak dan ibadah. Ikhlas adalah modal utama untuk mendapat pertolongan Allah dalam melawan setan.

Sudah haji kok, masih korupsi? Sudah haji, kok pakaiannya masih seronok? Sudah haji kok, perilaku negatinya tidak berubah? Dan sederet pertanyaan membubung setiap kali musim haji tiba. Prosesi haji yang hampir 40 hari itu seakan tak membekas begitu sampai di Tanah Air. Mengapa semua ini terjadi? Sudah banyak buku yang mengupas dan membahas tentang haji. Setiap tahun, Indonesia seidkitnya mengirim 220.000 jamaah. Jamaah terbesar di dunia ke Tanah Suci, Mekkah. Tapi begitu sampai ke kampung halaman pertanyaan “sudah haji, kok…” terus saja terulang siapa salah?

Haji adalah perjalnan menuju rumah Allah. Sebagai tamu Allah, ada berbagai syarat yang mesti dipenuhi sang tamu. Antara lain, berkemampuan. Mampu dalam hal financial, maupun secara fisik-intelktual, dan mampu secara moral. Karena itu jamak dilakukan, sebelum berangkat haji, para jamaah mengikuti menasik haji, latihan untuk melaksanakan tata tertib dan kronologinya agar bisa mencapai haji mabrur. Dana “haji Mabrur tiada balasan kecuali surga’ (riwayat bukhari Muslim).

Untuk itu, memahami makna dan symbol-simbol haji adalah sebuah kemastian. Tidaklah sempurna orang pergi haji tanpa mengerti apa yang dilakukannya disana. Tapi disini pula persoalannya. Pemahaman tentang fikih bagi calon jamaah haji adalah penting. Tanpa memamahi makna dan symbol-simbol haji hanya menjadi ritual tanpa makna. Dan in jamak terjadi.

Kehadiran karya Reza M Syarief ini merupkan upaya memberi dan memahami makna serta symbol-simbol haji. Pakaian ihram yang serba putih dan tidak ada jahitannya  misalnya, oleh Reza dimaknai sebagai symbol ketulusan, kesamaan, dan kesederhanaan. Dalam berihram tak ada beda antara presiden, raja dan masyarakat akar rumput. Mereka mesti tulus dalam kebersamaan dan kesederhanaan.

Begitu juga melempar jumrah sebagai lambing melawan setan. Tak ada daya upaya kita, umat manusia, melawan setan kecuali dengan pertolongan Allah semata. Karena itu sesuai dengan makna suran An-Nahl ayat 98, setiap kali akan membaca Al-Quran seseorang hendaknya meminta perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Untuk melawan setan diperlakukan pertolongan Allah. “jika hal ini tidak kita lakukan kita akan mengalami kelemahan dan tidak akan sanggup melawaan setan.

Lalu untuk mendapat pertolongan Allah, hendaknya kita mengenal-Nya dan untuk mengenal dan mendapat pertolongan Allah, hanya ada satu pintu : ikhlas. “jadi pesan dari ihram dan jumrah itu adalah bagaimana kita bertempur dengan iblis atau setan dengan senjata paling ampuh , yakni ikhlas! Dalam buku disimpulkan bahwa manusia mesti berserah diri secara total dalam melaksanakan perintah dan menjauh larangan-larangan NYa. Jika itu yang dilakukan seseorang yang berstatus haji pulang ke Tanah Air tidak akan berbuat yang aneh-aneh.

Buku ini adalah satu dari sekian banyak karya tentang haji. Bedanya buku ini didekat dengan teori dan praktek motivasi sedangkan buku-buku lainnya lebih banyak mendekati dari sisi praktek dan fikih haji.  Keberhasilan sesorang haji adalah adanya perbaikan akhlak dan ibadah pada dirinya yang bersangkutan jika sebelum dan sesudah pasca haji tidak ada perubahan status haji mabrur pun lepas, yang didapat hanya mabrur.

The wisdom of Haji

Penulis: Reza M syarief

Penerbit: prestasi, Jakarta 2008

PENYEMBUHAN JIWA DENGAN ILMU DAN AGAMA



Judul Buku: Psikatri Islam

Penulis: Tristiadi Ardi Ardani

Penyunting: Ilhamuddin Nukman

Penerbit: UIN Malang Press

Tebal: 385

Bagaimana mengenali dan menyembuh permasalahan manusia dari sisi kejiwaan, dnegna tambah unsure agama.

Di tengah rutinitas sehari-hari dan berbagai tekanan batin yang menimpa, seseorang pada umumnya akan menunjukkan gelaja yang tidak biasa seperti, mudah letih, stress, tidak semangat dan bahkan menjadi depresi atau gangguan mental atau jiwa. Penyebab macam-macam bisa tidak tahan dengan tekanan-tekanan yang datang bertubi-tubi, terlalu banyak pikiran sampai merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk. Ketika orang tersebut tidak mampu meredakan beban yang menumpuk, munculah gejala-gelaja seperti pusing, stress hingga gangguan mental.

Untuk menyembuhkannya kadang seseorang berkonsultasi pada psikiatrer agar masalah yang dihadapi bisa segara diatasi. Tapi apakah konseling yang dijalanin sesuai dengan kepercayaan yang ia anut. Terlebih jik dia adalah seorang penganut agama yang sangat taat. Buku “psikiater islam” menguraikan bagaimana mengenali adan menyembuhkan berbagai masalah manusia yang terkait dengan kejiwaan, tapi dengan tambahan ayat Al-quran dan Hadist Nabi.

Di bab “kesehatan jiwa dan agama” (halaman 24), penulis membukanya dengan manyadur dari firman Allah surat Fushilat ayat 44, yang artinya “Dan jikalau kami jadikan al-quran itu sautu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan “mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya” apakah (patut al-quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah “ al-quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan al-quran it suatu kegagalan bagi mereka. Meraka itua adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.

Selanjutnya, penulis tidak memberikan makna dari firman Allaht tersebut, tapi menambahkan dengan pernyataan dari Hawari bahwa dari semua cabang Ilmu jiwa (psikiater) dan kesehatan jiwa (mental helth) adalah paling dekat dengan agama. Bahkan dalam mencapai derajat kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan yang mengandung arti keadaan kesejahteraan (well being) pada diri manusia, terdapat titik temu antara kedokteran jiwa atau kesehatan jiwa di satu pihak dan agama di lain pihak.

Sedangkan dalam pengertiannya, psikiater adalah cabang ilmu kedokteran yang tugasanya membuat, diagnosis, prognosis, mengobati dan atau mencegah gangguan emosi dan gangguan mental. Dan dilain definisi mengatakan adalah cabang ilmu kedokteran yang menyelidiki genesis, danimaika, manifestasi klnis dan mengobati fungsi-fungsi kepribadian seseorang yang terganggu dan tidak diinginkan, yang menggangu kehidupan subjektif seseorang dan menghambat hubungan orang itu dengan orang-orang lain atau dengan masyarakat

Buku ini cocok bagi orang-orang yang berprofesi dibingan psikologi atau kedokteran jiwa, bahasa penulisan yang mudah dicerna, dimengeri serta kutipan yang jelas membuat buku ini juga cocok dibaca oleh siapa saja yang bemrinta atau hendak mendalami psikiatri. Yang menjadi nilai plus dari buku ini adalah, ditampilkannya contoh kasus pada kehidupan sehari-hari yang penyelesaiannya dengan cara psikologi atau dengan ayat al-quran atau Hadist Nabi. Penulis sendiri adalah seorang dosen psikologi yang berlatar belakang sarjana psikologi dan saat ini sedang mengambil program doctor dengan bidang psikologi klinis di UGM. Dengan berbagai pengalamannya berpartisipasi dalam kegiataan seminar, symposium serta kongres dibeberapa tempat, membuat subtansi buku ini sangat luas dan jelas membahas permasalahan yang dihadapi seseorang, apakah dia anak-anak atau anak-anak.

%d bloggers like this: