Aku bukan ingin mengeluh tuhan


by:Sholiat alhanin

Bismillah…

Terasa makhluk Mu menyalahkan diri ku

Betapa jiwa dan raga tergoncang bahkan hampa

Dengan ketidakadilan ku terima

Engkau tahu Tuhan

Betapa ku menjaga salimun aqidah diatas jalan Engkau

Tapi dengan cobaan Engkau berikan pada ku

Salimun Aqidah ku runtuh sekejap atas cacian tak mendasar

Terasa pula merasa bersalah walaupun tidak tahu salah

Tuhan aku bukan ingin mengeluh

Apalagi marah pada Mu

Aku hanya ingin bercerita indah dengan Mu

Tuhan dengar rintihan yang sangat perih

Hanya ku ungkap teruntuk Mu Tuhan

Ku tak ingin makhluk Mu tahu tentang perih ku rasakan

Cukup ku berbagi dengan Mu

Ketika bercerita dengan Mu

merasa tenang menghadapi gelombang kehidupan

walaupun rasa perih masih membekas

Tapi ku menyukai cara Mu mendewasakan diri ku

Akan ku nikmati scenario kehidupan Mu Tuhan

Meskipun perih harus ku rasakan

Dan ku juga takut Tuhan mengeluh pada Makhluk Mu

Maka biarlah ku mengeluh pada Mu

Jangan bosan Tuhan mendengar keluhan ku ini

Tuhan doa teuntai pada Mu

Ada bentuk pengharapan nan tinggi

Agar Engkau curahkan segala rahmat dan kebaikan

Untuk itu, Tuhan ku

Dengarlah curahan hati ini

Ku selalu menunggu jawaban indah

Atas keluhan ku pada Mu

Hingga menuju terminal kehidupan nan abadi

Dan selalu yakin dengan ketatapan Mu

Best Regard

Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Biarlah mereka berkicau, ukhti


Bismillah..

Ukhti

biarlah mereka menghina

biarlah mereka memfitnah

biarlah mereka mencaci

biarlah merka menzholomi

tapi ingat ukhti…

jangan engkau balas semua perlakuan

tidak cantik itu dengan tidak elok

tapi balaslah Dengan keindahan tutur kata mu

selalu bersihkan jiwa mu dengan mencintai Allah

yakinlah ukhti…

Allah tidak tidur

Allah melihat

Allah mendengar

Allah maha adil

Dan Allah mencintai mu ukhti

Percayalah ukhti

Hinaan, cacian, fitnah dan kezholomi

Mereka buat, mereka rekayasa dengan berbagai cara atau metode

Tidak akan membuat kamu hina dihadapan Allah

Bahkan sebaliknya ukhti

Engkau diangkat derajat oleh Allah

Ukhti cantik…

Tetaplah berdoa kepada Allah

Teruslah mendekati diri pada Ilah

Agar engkau diberi kekuataan, ketegaran, keikhlas dan tersenyum

Menghadapi simfoni kehidupan

Ingat ukhti bijak

Bagaimanapun jin dan manusia bersatu dan bergaung

ingin menganiakan mu

Tanpa kehendak Allah dan tanpa ridho Allah

mereka Tidak akan mampu menjatuhkan wibawa dan keindahan akhlak mu

percayalah, ukhti!!!

Untuk itu ukhti…

Tetaplah pede, yakin, dan semangat menata kehidupan kedepan

Karena Allah mencintai hambaNya selalu semangat, tegar, dan selalu menabur ma’firoh

Dan terpenting Allah mencinta hambanya selalu berprasangka baik.

Teruntuk ukhti terzholomi&difitnah

BestRegard “Inspirasi BeraniSUkses”

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Pengugah Jiwa Untuk Terus Menjemput Cahaya


wahai saudaraku…

adakah manusia yang tau kapan ia akan menemui waktu yang tepat

untuk melakukan sesuatu hal yang tepat?

jawabannya tida ada

jika demikian halnya kenapa kita harus menunggu waktu yang tepat

untuk itu lakukanlah saat sempatmu

Wahai saudaraku…

adakah kita jumpai sampai detik ini sesosok manusia yang memiliki

kesempurnaan tanpa pembenahan?

jawaban tidak ada

jika demikian halnya kenapa kita tidak lakukan pembenahan untuk dapatkan

kesempurnaan itu…

wahai saudaraku…

apakah ada didunia ini yang mau bertanggungjawab sepenuhnya

atas apa yang menjadi tanggungjawabmu?

jawabannyapun lagi-lagi tidak ada

jika demikian halnya kenapa tidak harus menunda sesuatu hal yang menjadi

tanggung jawab kita

wahai saudaraku…

adakah manusia yang mencintai mu dengan sepenuhnya selain dari Allah SWT?

jawabannya lagi-lagi juga tidak ada

jika demikian halnya kenapa kita bagikan kecintaan kita untuk yang lain

dengan melupakan kecintaan kepada Allah SWT

wahai saudaraku…

adakah orang lain yang mau berbuat seutuhnya untuk mu?

jawabannyapun tidak ada

jika demikian halnya kenapa kita tidak pernah serius dengan apa yang akan kita

perbuat untuk diri kita…

wahai saudaraku…

apakah ada orang lain yang mampu menanggung segala dosa-dosa

yang telah kita perbuat?

lagi-lagi jawabannyapun tidak ada

jika demikian hal kenapa kita berbuat dosa…

toh kita sendiri yang akan merasakan

betapa hebatnya siksaanNya tak kala kita di Neraka

“Tulisan ini ukhti ambil dari buku Maradona Makmu “MM”” semoga bermanfaat dan sebagai renungan bagi kita dalam menajalani skenario kehidupan…

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

 

Teruntuk teman hidup ku


Teman…

Jika suatu saat nanti kita dipertemukan

Ajari  aku sebagai sahabat yang baik

Sahabat selalu mendukung dan mendengar keluh kesah

Seorang pejuang

Teman…

Jika suatu saat nanti kita disatukan

Dalam suatu ikatan yang diberkahi

Ajari ku sebagai seorang istri dan ibu

Mendidik  anak-anak  yang tangguh dengan segala kondisi

Dirumah kita nanti

Teman…

Jika sautu saat nanti aku salah

Maka ajarilah aku untuk memperbaiki kesalahan itu

Dengan cara-cara penuh kasih dan cinta

Bukan dengan caci maki atau mendiamkannya

Teman…

Jika suatu saat nanti aku tak bisa seperti engkau ingin

Maka terimalah ia apa adanya

Jangan engkau berpaling dari ia

Karena ia sadar jauh dari sempurna

Dan tak cantik

Teman…

Jika suatu saat nanti ia tak bisa mengerti dan paham

Dengan penjelasan dan keinginan engkau semua

Mohon jangan cepat engkau mengatakan

Ia manusia tak berguna

Karena ia perlu proses untuk memahami dan mengerti

Tentang sikap dan rasa engkau

Karena engkau adalah orang baru dalam hidupnya

Selama ini ia hanya paham

Tentang tanggung jawab sebagai anak dan adik

Belum mengerti apa sesungguh peran seorang istri

Ia hanya baru meraba-raba

Melalui  perabaan itu

Ia coba untuk memberi terbaik

Untuk teman hidupnya

Teman

ku berharap pada mu…

Ajari aku untuk mencintai Ilah

Ajari aku tentang rindu

Ajari aku tentang perjuangan

Ajari aku tentang ketulusan

Ajari aku tentang kesabaran

Jangan pernah engkau bosan untuk mengajari ia

Karena ia perlu bimbingan….

Melalui bimbingan mu

 Ia merasa mulia dan bahagia

Hingga apa kita lalui bersama

Berbuah ketulusan cinta dan mencintai

noted: teruntuk teman hidup ku hingga yaumil akhir

Regard

Simfonis “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

RIndu di bawa awan biru ;) ;) ;)


Awan biru lihatlah… 😉

Bagaimana ia tak berhenti merindukan mu

Rindu melihat kebiruan yang disinari cahaya

Apalagi cahaya menerangi mu

semakin membuat begitu gagah

Kebiruan mu benar-benar membirukan hati

Hati yang rindu semakin terrindukan oleh kebiruan itu

Awan biru… 😉

Kerinduan ia hanya ditemani setumpuk buku

Dan hamparan sawah nan pesona

Awan biru… 😉

Kerinduan ini hanya mampu dilukiskan melalui syair-syair rindu

Sehingga rindu tertulis dengan bahasa cinta

Itu bukti ia sedang merindukan awan biru

Walaupun syair telah terdiskripsikan

Tetap tak mau memudarkan bahkan menghilang rindu ini

Awan biru… 😉

Harus bagaimana cara untuk mengatakan rindu pada mu

Terkadang terhasat hati untuk menyentuh awan biru

Namun tidak mungkin bisa tersentuhkan

Awan biru… 😉

Apakah kamu tahu kalau ia sedang rindu dengan kebiruan mu

Ataukah pura-pura tidak tahu

Ataukah benar-benar tidak ingin tahu

Awan biru… 😉

Berharap bisa bertemu mu lagi

Ketika awan biru ditemani pelangi, matahari, dan angin

Dan biarlah rindu dibawa awan biru

Menemai ia menulusuri jalan yang panjang

“bumi cinta, saat menikmati indahnya awan biru dipedesaan” 😆 😆 😆 😆

Indahnya menyimak dan mengajari Pona’an Mengaji


Bismillah… 😀

Indah adalah kata-kata yang memenuhi mind and heart ketika /saat menyimak serta mengajari pona’an mengaji dirumah seperti indahnya memadang mentari pagi yang menghangat kolbu :-P. Tiba-tiba melayang-layang setinggi-tingginya mungkin lebih tinggi dari gunung tertinggi di dunia sungguh luar biasa nikmat dan keindahannya bisa menyimak lafaz Alif, Ba, Tha hingga tawjid, dan makrol huruf yang terlefaz :-P.

Tak begitu mudah untuk mengajak ia mengaji karena butuh rayuan gombal dan hadiah, setelah digombali “dibujuk-bujuk” baru mau mengaji tetapi itu hanyalah riak-riak kecil serta sangat wajar terjadi hal seperti itu :-P. sebab ia masih usia puluhan jadi belum mengetahui betapa urgent dan wajib seorang muslim untuk mengaji.

 Hatipun tertawa 😀 mendengar lantunan huruf hijaiyah terlafaskan didukung dengan suasana bumi yang menampakkan senja berwarna jingga bahkan terlihat pula awan di langit mulai berganti warna serta azan-azan mulai berkumadang dari suara, mesjid dan langgar.  Bagaimana tidak tertawa karena sambil mengaji masih merengkek antara mau dan keterpaksaan.

Heeemmm….ternyata begini ya jadi seorang Ummi harus banyak sabar dan pandai-pandai merayu, Jika dikeresin  ia semakin ngambek bahkan tidak mau belajar 😛

Jadi teringat materi kajian muslimah membahas peran seorang ibu dalam rumah tangga. Ibu, ummi, bunda, mama harus mengetahui berbagai displin ilmu dan bisa memposisi diri menjadi profesi apapun mulai menjadi akuntan bagaimana mengelola keuangan keluarga, arsitek keluarga ‘berkaitan tata cara menata rumah”, psikologi harus bisa menjadi tempat konsultasi anak-anak/suami, guru akademik/mengaji dll. Intinya seorang ummi mampu memfokuskan diri dengan berbagai profesi :-D.

Kembali pembahasan awal, Nan lucunya  tingkatan  ia mengaji berdasarkan level sekolah  misalnya kelas satu iqro satu, kelas dua iqor dua dan Alhamdulillah sekarang ada progress yakni saat di kelas tiga sudah masuk iqro empat karena hampir tiap hari diingatin kalau pulang dari TPA harus sering-sering repetition “mengulang”, terkadang ia ingat  namun terkadang keasyikan main…”it’s oce” :-D.

Inilah senandung cinta seorang ummi ketika bisa merangkul pona’annya mengenal huruf hijaiyah dengan landasan cinta dan keikhlasan. Allah lapangkan dan mempermudahkan ia mengenal ayat-ayat cinta Engkau Rabbi, agar ia mengerti tentang Ke maha Esaan, Keagungan, Kemuliaan dan Kecintaan Engkau Ilah. Dan jadikan ia genarasi-genarasi selalu melafaz, cinta, merenung, dan aplikasikan dalam sepanjang hayatnya :-).

Regard

SImfoniKehidupan&OneFinger

Sampaikan pada ia


Bismillah… 😛 😀 😀

Ya Allah sampaikan pesanku untuknya melalui angin yang memutari bumi kalau ia selalu menunggu ditempat Engkau rahasiakan. Sampaikan pula padanya sudah siapkah ia iman, cinta dan ilmu terbaik untuk bertemu :P. Jika engkau belum siap maka segera siapkan karena masih ada waktu Allah berikan kepada kita sebelum dipertemukan tempat teristimewa itu. 😆

Ya Allah sampaikan pesanku teruntuknya melalui sinar matahari yang setia menyinari bumi. Katakan pada ia untuk selalu “jaga kesehatan, jaga godaan nafsu begitu kuat mengembur jiwa kita  dan persiapkan dirimu untuk jadi imam sebagai penuntun jalan menuju syurga” ;-).

Ya Allah doa kemaren, hari ini dan lusa selalu doa yang sama dirangkaian dihadapan Mu. Dan ku katakan padaMu Rabbi. Pertemukan dan pilihlah hambaMu yang belum pernah ia kenali dan lihat, Tapi ketahuilah, karena Engkau memilih ia untuk ku, akan ku cintai ia sekuat, sekokoh, seterang, semerdu, segagah Alam :-D… Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses?

 Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padanya, dan kau pun akan mencintai ia 😀 .. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan  disebut mitsaqan ghalizhan 😀 .

%d bloggers like this: