Mengantar Mahasiswa Bimbingan Ujian: Kombinasi Bahagia dan Sedih


20160519_131001Hampir empat tahun menjadi pemimbing skirpsi mahasiswa. Awal mulanya Cuma diberi bimbingan dua orang, bergulir waktu semakin bertambah mahasiswa bimbingan. Secara tidak langsung ter-mapping dan terpola mahasiswa bimbingan yang diberikan pada Anim. Umumnya berkaitan dengan literasi, perilaku pencari informasi, teknologi informasi dan ada juga berhubungan dengan layanan, Manajemen, serta ketesedian koleksi.

Bahkan bukan saja mahasiswa bimbingan saja meminta diarahkan tentang arah penelitian mereka. Ada juga mahasiswa terasa dekat dengan Anim tak sukan-sukan minta diberi arahan. Apalagi ada mahasiswa dengan berani dan terus terang meminta judul skripsi. InsyaAllah selalu memberi saran dan solusi judul skripsi untuk meraka seperti yang baru lulus, Anim berikan judul skripsi bertemakan “Literasi informasi organisasi bagi mahasiswa”, Ketertarikan Alumni ilmu perpustakaan bekerja dibidang perpustakaan dan kesenjangan digital. Sayangnya kesenjangan digital tidak pernah di acc oleh pihak jurusan HOhohoho….”padahal itu tema trends sangat”. Namun apa boleh buat, selalu dapat penolakan!!!

Membimbing mahasiswa melatih diri semakin memahami makna penelitian dan metode penelitian. Memimbing juga semakin mengkaya diri memahami teori atau konsep ilmu perpustakaan. Pada intinya dengan memberi bimbingan tersadari bahwasanya penelitian itu gampang dan mengasyikkan. Gampang asal menemukan teori yang pas. Mengasyikkan bila mendapat data detail dan kompleksitas, sehingga mempermudahkan melakukan analisa. Sementara metodologi tinggalkan disesuaikan saja.

Ada hal menarik berkaitan dengan bimbingan dikampus tempat Anim mengabdi saat ini. Misalnya pemimbing pertama cukup meng-Acc saja, asal sudah dibaca secara teliti oleh pemimbing ke-2, bahkan ada juga pemimbing pertama mengatakan begini “cukup bimbingan saja dengan pembimbing kedua saja, kemudian ada pula pemimbing tak mau hadir ujian proposal ataupun ujian skripsi. Herannya….!!! Fee bimbingan tak pernah ditolak dan selalu mengambilnya. Padahal bila mau jujur dan bertanya dengan diri paling kecil. Sudahkan memimbing secara baik dan benar??? Namun bagi Anim cukup tahu dan sikap seperti itu tidak terbawa pada Anim. Apakah masalah begini juga terjadi pada kampus-kampus lain di Indonesia??? Ya sudahlah itu pilihan apakah ingin membimbing dengan baik dan benar atau cukup sebatas ambil fee sementara memimbing kasih pemimbing kedua!!! Toooh…segala akan dipertanggung jawabkan diyaumil akhir….”Ngerilah kalau bicara akhirat hihihihii”

Namun ketelitian dan kebenaran dalam memimbing akan diuji saat mahasiswa ujian skripsi. Setiap mahasiswa ujian selalu menyembatkan hadir karena secara tidak langsung kehadiran pemimbing akan memberi support dan kekuataan bagi mahasiswa akan ujian. Diruang sidang beragam tingkah ditunjukkan mahasiswa sedang ujian. Ada menjawab asal padahal semakin menjawab mengada-ada semakin banyak pertanyaan dilontar oleh penguji, ada mahasiswa tergiring dengan pertanyaan penguji sehingga hilang dari fokus dari penelitian, ada mahasiswa begitu percaya diri mempertahankan pendapatnya kendatipun tidak didiskripsikan dalam lembaran-lembaran skripsi, ada mahasiswa terdiam tanpa bahasa karena tidak mampu menjawab pertanyaan penguji dan lebih seru lagi anak bimbingan setiap menjawab pertanyaan pengujia selalu melirik pemimbingnya hohohoho….”itu mungkin menandakan meminta bantuan tolong saya ibu/pak”

Bahagia jadi pemimbing, tatkala mahasiswa akhirnya bisa menyelesaikan penelitian, yang dibuktikan dengan ujian skripsi. Lalu mampu mempertahankan hasil penelitian dihadapan penguji. Apalagi mendapat hasil yang memuaskan. Rasanya terbayar sudah coleteh-coleteh berbentuk saran yang diutarakan selama bimbingan. Akan tetapi mengecewakan apabila mahasiswa bimbingan mendapat nilai sangat rendah. Padahal bila dilihat dari isi, metodologi, mempertahankan pendapat dan pembahasannya sesuai dengan teori. Namun karena salah beberapa kata, langsung dapat nilai rendah. Kenapa nilai rendah? Karena memang tidak ada standar nilai yang layak dapat A, B, C dan seterusnya. Jadi sesuai dengan selera penguji. Kalau penguji lagi mood diberikan nilai memuaskan. Seandainya penguji lagi bahagia bisa jadi istimewa. Situasi begini? Membuat hati sedih sebagai pemimbing karena nilai diberikan sesuai keinginan penguji bahkan menjadi bingung sendiri. Kenapa penguji tega memberi nilai C sementara teori, latar belakang, isi dan pembahasan sangatlah baik. Lagi-lagi karena tidak ada standar peniliai!!! Selama tidak ada standar penilaian ujian skripsi, selama itu pula anak bimbingan mendapat nilai berdasarkan kehendak hati penguji.

Namun pada akhirnya, senang dan bahagia bisa memimbing mahasiswa dengan total serta berkesempatan mengarahkan mereka supaya paham bagaimana melakukan penelitian. Terlebih lagi saat memimbing mahasiswa, jiwa ini selalu teringat masa-masa kuliah bagaimana duka mengejar dosen pemimbing hingga ketiduran demi konsultasi skripsi. Bela-bela berjam-jam duduk diruang perpustakaan dan terkadang tidak memuaskan hasil seperti tidak menemukan teori yang mendukung penelitian. Itu lah bagian-bagian perjuangan sebagai mahasiswa demi meraih gelar dan menambah ilmu pengetahuan.

Jadi bagi mahasiswa sedang penelitian, seseringlah melakukan bimbingan dan jangan takut menemui dosen pemimbing. Jika dosen pemimbing galak….”banyak baca ayat-ayat kursi atau yasin” agar tidak kena shock terapi ketika bimbingan hohoho. Tapi percayalah dan bersyukur dapat pemimbing killer, suka coret-coret skripsi karena sangat membantu membentang hasil penelitian dihadapan penguji serta insyaAllah sedikit revisi. Dibandingkan tidak pernah dicoret dan langsung di Acc bertanda akan banyak kesalahan dan melakukan revisi cukup banyak

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang

Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Moga Tidak Lelah Bersyukur


Bismillah…

“Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur”|QS. Al A’raf:10|

Moga tiap waktu dan pergantian waktu tidak lelah bersyukur/selalu bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulilah yang dikokohkan melalui ibadah serta berzikir. Itu adalah bentuk ucapan tertinggi terima kasih dan ucapan syukur manusia kepadaNya. Maha suci Allah, pagi ini Allah masih memberi nikmat berupa mata masih bisa menatap mentari pagi nan cerah melalui sinar pagi Allah hantarkan kehangatan dan vitamin. Cahaya itu jua menerangkan bumi sehingga terlihat keindahan bumi nan eksotik. Sehingga tidak membutuh listrik untuk menerangi langkah-langkah kaki menuju tempat harus dikunjungi.  Lalu kemanapun mata tertuju terlihat pesona alam yang menenangkan jiwa. Tertampak senyum pesona dari kolega dan keluarga. Senyum yang melahirkan ketenang jiwa. Bila jiwa tenang maka dunia terasa lapang selanjutnya ketenangan membuat jiwa menjadi bahagia.

Allahu Akbar….masih bisa bernafas dengan lega tanpa harus menggunakan alat bantu. Masih berjalan dengan tegap bahkan mondar mandir yang menghasilkan keringat sedangkan ada yang ingin keringatan tapi tak memperoleh keringat. Namun harus melalui incubator atau harus mengkonsumi sejenis obat agar bisa menghasilkan setetes keringat.  Masih bisa makan&minum yang sehat serta bergizi. Mungkin ada sebagian orang Allah ambil sedikit kenikmatan. Sehingga harus mengkonsumsi obat terlebih dahulu, baru bisa menikmati makanan. Masih bisa menuju tempat kerja dengan berdandan cantik dan gagah. Sementara ada sebagian yang masih bertarung dengan sakit, sehingga senyum pun susah.

Sungguhlah benar apa yang dijelaskan dalam alquran, manusia tidak akan mampu menghitungkan/menuliskan nikmat yang diberikan Allah pada manusia. Meskipun lautan menjadi tinta. Jadi masih kah kita tidak mau bersyukur. Jika kita sudah bersyukur moga tak pernah lelah untuk bersyukur karena dengan syukur dunia telah kita miliki. Dengan syukur jugalah menjauhi manusia dari sifat tamak dan rakus. Bisa jadi orang-orang memiliki sifat tamak dan rakus karena tidak mau mensyukuri apa yang telah dimiliki! Allahu’Alam. Selanjutnya syukur adalah bagian mengakui bahwa kita telah mendapat jatah rezki dariNya.

Rabbi…ku bersyukur setiap proses kehidupan dan ketetapan Engkau tetapkan. Meskipun dibalik rasa syukur masih ada belum terselesaikan dan terjawab. Namun waktu akan menjawab semua yang belum terselesai. ketika telah terjawab semua, InsyaAllah rasa syukur semakin memuncak dan semakin tak pernah lelah untuk berkata syukur wa Allahamdulillah Allahu Akbar

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Jalan Rabbi Tetap Dirindukan


Bismillah….

Sehari setelah putaran kedua PILKADA DKI, diruang dosen penuh dengan diskusi dunia politik.  Bukan saja diruang dosen bahkan dunia sosial media dipenuhi pembicaraan atau tagar pilkada. Hingga saat ini masih dibahas aroma pilkada misalnya tagar move on atau gagal move on hihihihi^__^. Semua dosen yang ada dimeja petak ingin ikut berbicara dan ingin ikut mendengar. Seolah-olah sudah menjadi pengamatan politik. Tak jauh berbeda dengan analisis yang dipaparkan oleh pengamat politik dan konsultan politik, memenangkan nomor tiga. Dari jauh atau sekitar 10 langkah dari meja diskus mendengar secara sayup-sayup karena semari membimbing mahasiswa konsultasi final skripsinya. Setelah selesai langsung beranjak kemeja bundar yang berwarna biru. Secara, juga tak ingin tertinggal dari kehangatan diskusi. Semoga saja melalui diskusi mendapat hikmah |ciiiileeeeee gaya sangat hohoho|. Di meja bundar ada sekitar 7 Dosen begtu serius dan fokus membahas hasil putaran kedua. Bahkan semakin hangat. Dimeja petak atau bundar itu sering terjadi diskusi hangat dengan berbagai tema dan sudut pandang. Tak jarang pula dari meja petak itu terilham dan terinspirasi untuk melakukan sesuatu…|Heemmmm belagu huhuuuuu|

Namun dari diskusi sekitar satu jam lebih itu, ada point menarik dan ending dari diskusi sesunggahnya sudah tertuang dalam quote singkat dan terpublish di instragram Anim, sebelum terjadi diskusi. Awal mula membahas Pilkada putaran kedua tapi ujung-ujung membahas tentang toko nasional yang moderat atau aliran libral yang kembali kepada jalan kebenaran yaitu jalan islam sesuai Alquran&hadist. Jalan menuntunkan untuk menjalankan sunnah-sunnahNya. Bahkan sudah banyak contoh bagaimana heroiknya mereka yang menantang jalan Allah kembali mengakui kebenaranNya. Awalnya begitu nyinyir dan begitu antusias menabur isme-isme. Namun akhirnya tetap sadar bahwa isme yang dibanggakan selama ini hanya eutopia.

Pada hakikatnya perjalanan adalah salah satu cara untuk mentadaburi dan mencari makna hidup. Dari makna hidup akan bersua konsep “dari mana dan hendak kemana”. Dalam perjalanan bermacam diketemui dan dialami. Ada kala perjalan menanjak, menurun, berkelok dan lurus. Beragam perjalanan tersebut, membutuh rem dan gas.  Rem digunakan untuk menghentikan hal-hal tidak baik atau berunsur kehajatan serta kemaksiat. Jika tidak direm bisa bermuara pada keburukan dan kehinaan. Sementara gas digunakan untuk terus melaju melakukan kebaikan dan meraih kebenaran. bila bersua dengan kebenaran dan kebaikan maka gas sekuat mungkin. Agar bisa bersua dengan nama hidayah yang berbuah pahala bernilai keberkahaan. Kedua hal itu harus dimiliki seorang petualang untuk berjalan dan berjalan. Namun sejauh apapun perjalanan dilalui dan apapun namanya perjalan dijalankan. Tetap manusia itu dan pada dasarnya rindu dengan jalan ilahi. sebagaimana contoh nyata dan fakta disekitar Anim atau melalui bacaan. Bahwasanya sejauh-jauhnya perjalan dilalui tetap jalan Rabbi dirindukan. Kenapa!Kenapa!Kenapa!

Karena, jalan ilahiah itu umpama rindu dengan kampung, karena sejauh kita mengeliling berbagai kota tetap desa tempat dilahirkan dirindukan. Kemudian jalan iliah adalah jalan membawa kedamaian, keberkahaan dan jalan menjanjikan keselamatan dunia ataupun akhirat. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Al-Hikam bahwasanya ruh/batin manusia hanya bisa diberi nutrisi dengan kedekatan dengan Allah. Tidak bisa dipenuhi dengan harta, jabatan, apalagi dengan kekuasaan. Hal itu hanya bisa memenuhi kebutuhan fisik semata. Padahal fisik tanpa ruh hanyalah bangkai tanpa bernilai. Dengan adanya ruh dalam diri manusia menjadi manusia paripurna. Makanya ruh itu dari Allah maka akan kembali kepadaNya jua. Jadi itu lah alasan kenapa kita harus kembali pada jalan ditetapkan Allah demi memenuhi nutrisi ruh. Sebab ruh tanpa nutrisi dunia terasa sempit, hamba dan gelisah. Dan bentuk syukur serta sadar bahwa perjalan sesungguhnya jalan menujuNya.  Bagi kita belum kembali pada jalanNya, ayo bergegas dan berlari kembali pada jalan penuh tuntutan. Mumpung masih ada kesempatan untuk kembali pada jalan kebenaran.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ada Masanya Kita Benar-Benar Rindu DenganNya


Bismillah…

Sekuat-kuatnya kita, sesombong-sesombongnya kita, setinggi-tinggi jabatan kita, sebesar-besarnya pengaruh, seterkena-kenalnya dan sekaya-kayanya kita. Ada masa dan kondisi membuat kita rindu dengan Allah dan rindu mengarahkan wajah padaNya. Rindu berlamaan denganNya melalui zikir dan doa. Tatkala rindu itu lah tanda sangat membutuhkan Allah dan ingin meluapkan apa yang dirasakan. Bahkan sedangkan membutuhkan solusi atau membutuhkan jawaban atas segala persoalan sedang dihadapi.

Rindu padaNya juga menandakan kita makhluk yang lemah, makhluk rendah, makhluk tak berdaya, makhluk membutuh petunjuk dan makhluk yang diatur oleh Allah. Rindu jua mempertegaskan dan wujud pengakuan kebesaranNya karena segala terjadi dibumi ini , semua atas pengaturanNya yang begitu rapi dan penuh takjub.

Betapa bahagianya orang-orang dipilih Allah selalu rindu denganNya. Karena kerinduan itu menandakan teringat dan terpikir. Pada dasarnya Rindu padaNya juga menegaskan bahwa kita masih punya iman, masih mengakui kebesaran Allah dan masih membutuhkanNya.  Namun ada pertanyaan besar? Terutama mereka yang tidak mengakui adanya Tuhan |Atheis|. Seperti salah satu penanya di ceramah DR.Zakir Naik yang akhirnya berujung pada atheis. Setelah memperdalami berbagai agama. Tatkala mereka mendapat musibah, ujian, dan dilanda sunyi? Kemana kah mereka lari dan mengadu? Bersyukurlah kita masih punya Allah karena setiap apa dialami, ada tempat mangadu dan mencurahkan permasalahan hidup karena itu jalan yang tepat bahkan benar yang dipilih. Sungguh itu menandakan kita sedang berada dijalan yang lurus.

Mari kita Tanya dengan diri sendiri, kapan dan apa yang membuat rindu denganNya??? Apakah setiap jam kita rindu padaNya? Atau kita rindu padaNya saat mengalami kesulitan belaka? Sungguh ku cemburu pada mereka yang setiap waktu rindu pada Allah. karena tidak selamanya orang rindu pada Allah mengadukan segala permasalahan, namun banyak juga mereka rindu Allah karena wujud syukur secara utuh serta kokoh. Akan tetapi, kerinduan kita padaNya umumnya tatkala kita diberi ujian, mengalami kesulitan, kesusahan dan saat dilanda sunyi. Jika memang ujian, kesulitan, kesusahan dan sunyi membuat kita selalu rindu padaNya. Bersyukurlah karena masih ada sebagian orang tatkala mengalami ujian, kesulitan, sunyi dan duka. Bukannya berlari-lari mendatangkan Allah. Tetapi sebaliknya malah lari pada hal yang salah. Semoga kerinduan kita padaNya menjadi pintu hidayah dan momentum manis untuk terus dekat padaNya.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Sayap Untuk Mengeliling Dunia


yakin

#TestianiPedia

Hampir saja lupa pernah mengunduh video berkaiatan dengan motivasi. Padahal video diunduh sekitar enam bulan yang lalu dan video itu tersimpan adem-ayem difolder ceramah. Bercampur baur dengan ceramah agama dari ustad-ustad beken di tanah air. Memang sengaja mencari video dipertigaan malam demi menghabiskan kuota malam dan supaya tak ngatukkan ketika tilawah. Cukup lama menganti-gantikan keyword diwebsite youtube demi mencari video yang sesuai dengan keinganan. Sehingga sering menganti keyword dengan sinomim yang sama. Setelah empat kali mengganti keyword, akhirnya menemui video seputar tetap istiqomah dalam dunia sunyi, hening dan imajinatif. Segala hal itu, terkait dengan kepenulisan yang membutuhkan ragaman kata supaya tersulam kalimat memukai. Tidak semua orang betah dan mampu berada diarea sunyi penuh imajinatif.  Hanya orang diberi kelebihan saja bisa merasakan aura hening sebagai tempat keteduhan dan nyaman mencari gagasan.

Tepat jam 19.49 wib baru tergerak untuk memplaylist video yang telah diunduh enam bulan yang lalu. Menit kesepuluh sudah membuat diriku tercolek dan mengocok-gocok emosi atas  kalimat inspiratif diuraikan dengan kecepatan penuh semangat yang bergelora. Meyakini siapapun yang bercita-cita menjadi penulis bila menonton video tersebut akan terbawa lamunan mengasyikkan, dimana untuk menjadi penulis tidak terlalu sulit, asal tetap fokus dan tetap menulis disetiap ada kesempatan. Lima menit kemudian bukan saja sebatas dicolek melainkan tersenyum lebar sehingga bibir cukup lama melebar dan mengembang. Semakin hanyut menyimak paparannya, seakan-akan begitu percaya diri bahwa kalimat yang disampaikan sang motivator dikhususkan untuk diriku dan seolah mendapat sokongan VIP, lalu secara cepat mengalir dalam aliran hayalan. Setelah itu terasa iri melihat cover-cover buku tentang cinta, perjalanan, keinginan, dan pengalaman dipampangkan dislide.  Lagi-lagi penulis berbaik hati memberi tips, sesungguhnya setiap buku yang ditulis oleh penulis selalu punya kisah, misi kebaikan dan dipastikan berawal dari keresahan.

Mulai terbawa arus untuk berkomunikasi dengan diri sendiri. Betapa hebat dan luar biasanya penulis ini, diusia lebih empat puluh tahun telah berhasil menerbit buku lebih dari 45 menit. Jika dihitung-hitung secara matematika, penulis ini mampu penulis dalam setahun sekitar 2-3 buku.  Keseluruh buku yang telah ditulis oleh penulis ide yang didapat dari dimana saja karena Allah telah membentang segala yang ada dibumi sebagai tinta untuk menulis. Setelah terpukai dengan cerita penulis melalui video. Memaksa otak berpikir untuk mencari ide yang berhubungan dengan pengalaman hidup, yang bisa diabadikan dalam novel….”semoga tidak dalam kondisi ngigau berpikir seperti ini, kendatipun ngigau dan setidaknya sudah berani bermimpi walupun belum bertindak”.  Sunguh sejak lama ingin bisa menulis pada genre fiksi yang beraroma motivasi, sciene berbalut romansa cinta.  Selaras dengan untaian sang penulis bahwasanya “Pengalaman sejati masih menjadi daya tarik untuk dinovelkan, karena sudah tahu adegan apa saja akan dituangkan dalam alur cerita”.

Alhasil video ini telah sukses menempuk jiwa dengan tepukan dahsyat. Menyindir dengan sindiran membekas yang tak bisa dihapuskan pembersih apapun.  Meyakini siapapun bisa menrancang sayap, sayap itu diartikan sebuah kesungguhan melalui talentan dimiliki setiap orang, lalu sayap itu lah akan mengantar untuk keliling dunia. Membangkit pikiran supaya berani melangkah lebih cepat dan bergegas lari tanpa menoleh kebelakang lagi. Karena didepan sana sudah ada Allah sediakan komplingan-komplingan, bagi mereka bermimpi menjadi orang luar biasa melalui dunia menulis. Dan terakhir mentertawakan diriku sendiri, karena diusia segini belum juga mendesain sayap nan kuat untuk terbang harus kemana saja. Bila sudah memiliki sayap, maka akan bisa terbang kemanapun. Bila telah terbang jangan lupa daratan karena daratan adalah pijakan yang berjasa sehingga bisa melayang.

Maka biar malam ini, mulai berniat untuk mengumpulkan bahan-bahan, mengklasifikasi dan mengatur strategi untuk membuat sayap-sayap. Meskipun dulu, kemaren sudah terlalu sering juga mengukir kinginan yang sama melalui doa. Berharap kali ini Allah mendengar, mengiringi jalan pada titik tujuan dan berapa tahun kedepan sudah bisa terbang melihat sisi lain keindahan dunia. Lalu dengan menatap keindahan dunia mampu menyelami nama-nama asma Allah yang bertebaran di bumi wajib untuk direnungi. Jika manusia sudah mampu merenungi keagungan Tuhan dengan tingkat pemahaman tinggi, InsyaAllah hidupnya akan selalu berlandaskan keikhlasan dan menjauhi membanggakan diri.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Suatu Saat Kamu Akan Tahu Arti Larangan


laranganMata masih bengkak effect tetes air mata berlinang dikeheningan malam tak sanggup menahan sakit secara tiba-tiba. Namun dipagi hari sudah disuguhi teh hangat kayu aro merupakan terbaik di Indonesia, roti sobek selalu disandingkan secangkir teh, kondisi kamar sudah tertata rapi dan tumpukan bacaan belum diselesaikan. Tumpukan buku itu adalah teman selama liburan semester, pelarian dari kesunyian dan salah satu cara mendapat good idea. Dengan menikmati alur cerita dan redaksi yang dituangkan penulis dalam buku mengantar diri untuk berpikir, berbicara dan tersenyum betapa banyak ilmu pengetahuan belum dimiliki serta tak diketahui. Sebagaimana dijelaskan sebuah hadist bahwa ilmu yang dimiliki oleh manusia ibarat setetes air. Atas dasar itu pula manusia harus terus belajar, menganalisa dan membaca disetiap waktu.

Jendela kamar sudah terbuka sehingga terlihat jelas sinar matahari sudah terang menerang dan angin pagi juga mengipas-gipas gorden putih. Sementara dari arah belakang tepatnya sekitar dapur terdengar suara motor metic sedang dihangatkan. Tidak hanya manusia yang membutuh kehangatan dipagi hari akan tetapi makhluk mati juga perlu dihangatkan dulu sebelum beroperasi.

Keadaan seperti ini merupakan tempat paling nyaman berduan dan tenang menatap leptop. Kondisi ini jua membawa terhanyut dalam samudra kata-kata, tak menyadar telah menghabiskan waktu hingga ribuan detik dan tak akan meloneh dari screen leptop hingga sangat matahari tergantikan rintihan hujan. Taktala pikiran mulai meng-Recall kembali beberapa ide untuk dituangkan didalam leptop secara selintas terpikir dengan kata larangan diperoleh dari old brothers ketika usia belasan tahun.

Ketika berseragam abu-abu teramat sering dilarang oleh old brothers terutama saat memegang bacaan seperti majalah anak gaul, majalah bintang dan bernuansa anak Muda. Kemudian dilarang duduk-duduk pinggir jalan maklum anak-anak desa bila telah sore tiba maka mulai duduk didepan rumah atau pinggir jalan. Bila sudah membaca ditegur dan diganti bacaan majalah sabili. Seandainya tertampak duduk depan rumah atau pinggir jalan mulai dapat kode untuk segara  pulang.

Syukurnya larangan itu banyak diperoleh ketika berseragam abu-abu, setelah kuliah tak dapat larangan lebih banyak diarahkan dan dipantau dari jauh. Kenapa waktu berseragam abu-abu banyak mendapat larangan dibanding waktu kuliah? Karena masa berstatus pelajar dianggap pikiran belum dewasa dan belum mempunyai tujuan hidup yang jelas. Sedangkan memasuki area perkuliahan secara berlahan-lahan larangan tak ada lagi karena mulai diberi amanah untuk mandiri, bertanggung jawab, menata hidup sendiri dan sesekali-sekali dievaluasi.

Kebebasan yang diberikan masa kuliah pada dasarnya ingin melihat apakah bisa memilih jalan hidup, kegiatan dan teman yang baik. Sebab banyak diketemui orang berstatus mahasiswa tak bisa menata pikiran, hati dan sikap lebih dewasa serta mandiri. Apabila berstatus mahasiswa tak bisa menata pikiran lebih dewasa berarti sama saja seperti anak SMA. Sebagai diketahui bersama tujuan kuliah salah satunya membentuk karakter dan pikiran bijak. Mari mengutip kalimat Dedi Cobbuser “Kuliah tidak menjamin manusia menjadi kaya akan tetapi kuliah membuat manusia menjadi banyak pilihan hidup dan berpikir bijksana”.

Waktu itu tak tahu kenapa old brothers begitu getol melarang membaca majalah tersebut dan tak mengizinkan duduk dipinggir jalan. Padahal content biasa-biasa saja dan menyambut malam dipinggir jalan Cuma menghibur hati. Setiap dilarang selalu ada rasa kesal dan protes dihati. Kini menyadari bahwa setiap larangan dari keluarga atau saudara memiliki tujuan yang baik terutama bagi  kebaikan diri sendiri. Serupa dengan Allah memberi larangan kepada manusia jangan mendekati zina, jangan meminum khamar, jangan menyebar fitnah dan jangan mencuri. Sebab dibalik pelarangan itu Allah tahu mudratnya seperti apa dan bagaimana.

Sayangnya banyak orang tak mengindahkan larangan baik larangan dari Allah maupun larangan dari orang tua serta saudara. Tetap menikmati godaan-godaan dengan terhanyut berlebihan. Disaat dilarang mungkin tak terpikir bahwa larangan itu memilki komposisi kasih dan cinta. Lebih dominan berasumsi bahwa mereka melarang tidak sayang dan sangat membatasi gerak-gerik. Berjalan dengan waktu ketika usia bertambah maka saat itu akan menyadari betapa larangan dari orang tua, keluarga dan saudara mengandung energi cinta, cahaya kebaikan serta kasih seperti dialami oleh penulis sendiri.

Sangat beruntung waktu seragam abu-abu manut dengan larangan old brothers. Andai saja waktu itu tak dilarang mungkin tak memiliki ketertarikan dengan bacaan dan mengkoleksi buku-buku. Jikalau tak memiliki hobby membaca mungkin tak mempunyai kebiasaan menulis.  Lagi pula baca dan menulis dua hal tak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Ibarat membedakan AYAM atau TELUR lebih dahulu begitu juga dunia menulis dan membaca. Susah menentukan mana kebiasaan harus dihulukan antara MENULIS atau MEMBACA. Jika ada yang suka baca tapi tak bisa menulis perlu dipertanyakan. Begitu juga sebaliknya seandainya orang tersebut mempunyai talenta menulis tapi jarang membaca itu juga mustahil karena kesegeran ide serta proses kreatif seseorang salah satu tergerak dari kebiasaan membaca.

Maka bagi adik-adik Pelajar atau perempua jika dilarang oleh orang tua, keluarga, saudara maka ikuti larangan mereka. Jangan cepat mengatakan mereka mencontrol kalian, jangan berkesimpulan meraka tak sayang, jangan pula berasumsi mereka selalu melarang dan menindas. Padahal dibalik pelarangan itu begitu mengunung cinta dan kasi mereka agar tak tergelincir dari hal-hal negative. Kemudian yakin dan percaya dibalik pelarangan tersebut ada suatu kebaikan yang terungkap beberapa tahun kemudian.

Perlu diingatkan juga larangan seperti apa yang harus diikuti yaitu pelarangan menjauhi hal-hal negative. Seperti larang pulang malam, larang pacaran, larang berteman dengan orang tak baik dan larang membuka kerudung.  Seandainya mendapat larangan melakukan positif maka diskusi kembali dengan keluarga kenapa dilarang dan apa alasannya mereka. Jika tanpa alasan dan apa yang dilakukan itu tidak melabrak aturan Allah dan aturan hukum maka perjuangan kebaikan itu dengan maksimal bahwa apa yang dilakukan memberi hal positif bagi hidup untuk saat ini dan bermanfaat akan mendatang.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Penulis Muda Kerinci


kerinci1Ketika menyebut Kerinci maka yang langsung teringat gunung Kerinci, Danau Kerinci, Hamparan Teh Terluas di Indonesia, penduduk dengan ciri khas putih, pendek, bermata cipit dan pesek serta kabupaten terjauh dari Provinsi Jambi. Untuk bersua dengan tanah Kerinci perlu menempuh perjalan yang cukup lama dan melewati hutan yang masih terjaga. Untuk berjumpa dengan sesuatu yang indah-indah pada dasarnya memang harus melewati perjalanan jauh yang berbelok-belok.

Meskipun harus melewata perjalan jauh, penat dan menelusuri hutan ketika telah memasuki Kerinci semua capek terobat dengan sejuknya Kerinci serta indah alam yang tak bisa diwakili oleh kata apapun kecuali syukur. Air nan jernih membuat ikan hidup tenang disungai, hamparan padi menguning semakin Kerinci berwarna, pohon besar mencirikan Kerinci memiliki alam sehat bagi kehidupan, dan sayur mayur tumbuh dengar mekar mengisyarakat tanah Kerinci subur.

Ketika sudah berada di Kerinci diyakini tak berhenti-hentinya bertasbih, terkagum dengan sang pencipta karena begitu pandai Allah mengukir keindahan alam sangat menenangkan jiwa. Anim sendiri bersyukur dilahir dan dibesar di Alam Kerinci. Disana ukiran kehidupan telah dipahatkan dengan nada kenangan dan kebahagian. Kemana pun kaki melangkah maka tetap teringat dengan kota sakti penuh keajaiban dan energi.

Kerinci menjadi salah kabupaten di Indonesia direkomendasi untuk dikunjungi karena selama ini kota sakti tersebut dianggap sebagai negeri diatas awan. Dalam hati paling dalam berharap ada yang mencerita tentang Kerinci melalui novel atau film karena terlalu sedih bila keindahan penuh eksotik tak diulas oleh penulis muda Kerinci. Ini tugas utama penulis muda Kerinci.

Kerinci tidak hanya memiliki potensi alam yang bagus, kaya akan adat istiadat, kaya bahasa, kaya panaroma akan tetapi juga kaya dengan SDM misalnya dalam bidang penulisan. Bicara penulisan maka langsung terkoneksi dengan penulis. Untuk saat ini ada beberapa penulis muda dari Kerinci yang sudah memiliki karya berupaya buku. Diantara penulis muda Kerinci yang dikenal dan menghasil beberapa buku yaitu Mohm.Adrizal telah menghasil dua buku sekaligus sebagai ketua FLP wilayah Jambi, Wasril Tanjung (Mantan presma UNJA) juga tak kalah keren di usia muda di Tahun sama mampu menulis empat buku dengan judul yang sangat menarik bahkan karya sangat melekat dihati, Aan Sukuri (Mahasiswa Imam Bonjol Padang) mengajak pembaca menjadi pemuda berdasarkan islam juga telah berhasil menambah penulis muda Kerinci dan Testiani (Akademisi) lebih fokus pada genre ilmiah, terkadang juga bersentuh dengan artikel lepas maupun opini serta berbagai tulisan dikrim kedakwatuna banyak dikutip oleh blogger lain untuk dipublish blog mereka masing-masing.

Mereka adalah asset yang sangat berharga bagi Kerinci dan perlu perhatian dari pemerintah Kerinci untuk memberi semangat, memfasilitas dan mengapresiasi anak muda tersebut. Sebagaimana diketahui bersama kenapa Yogya menjadi unik karena dikota tersebut begitu banyak penulis produktif, kenapa wisata yogya terkenal hingga dibaca oleh orang luar itu juga peran penulis yogya yang tak henti-henti mengulas yogya dari berbagai perspektif. Sungguh berharap Penulis muda Kerinci seperti disebut diatas memberi kontribusi nyata bagi perkembangan Kerinci melalui tulisan. Andai keempat penulis muda Kerinci saling sharing ide dan terus berdiskusi meyakini Kerinci akan menjadi distinasi wajib dikunjungi oleh mereka yang menyukai adventure atau travelling.

Sayangnya penulis muda Kerinci belum memiliki forum khusus penulis Kerinci. Andaikan saja ada forum penulis Kerinci tentu sangat bermanfaat karena bisa mewadai penulis muda Kerinci yang berbincar-bincar diberbagai daerah bisa disatukan dalam sebuah komunitas mulia. Sehingga melalui tangan yang lincah, ide yang cemerlang dan kegesitan mereka bisa menyuarakan Kerinci pada dunia melalui tulisan. Tidak hanya menyuarakan Kerinci akan tetapi bisa menjadi wadah untuk menarik pemuda Kerinci lebih banyak tertarik untuk menekuni dunai menulis karena alam Kerinci adalah tempat sangat bagus dijadikan ruang untuk menulis. Menunggu muda Kerinci yang lainnya menampakkan taring ide dan keberanian untuk tampil diruang public. Alam Kerinci menghamparkan berbagai ide dijadikan pragaraf-pragaraf kalimat menggugah bagi pembaca. Atau memang selama ini belum ada yang menulis Kerinci dengan genre fiksi dari berbagai perspektif karena Allah menakdirkan keempat penulis muda Kerinci yang menulisnya dengan ramuan mansyur.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: