Penulis Muda Kerinci


kerinci1Ketika menyebut Kerinci maka yang langsung teringat gunung Kerinci, Danau Kerinci, Hamparan Teh Terluas di Indonesia, penduduk dengan ciri khas putih, pendek, bermata cipit dan pesek serta kabupaten terjauh dari Provinsi Jambi. Untuk bersua dengan tanah Kerinci perlu menempuh perjalan yang cukup lama dan melewati hutan yang masih terjaga. Untuk berjumpa dengan sesuatu yang indah-indah pada dasarnya memang harus melewati perjalanan jauh yang berbelok-belok.

Meskipun harus melewata perjalan jauh, penat dan menelusuri hutan ketika telah memasuki Kerinci semua capek terobat dengan sejuknya Kerinci serta indah alam yang tak bisa diwakili oleh kata apapun kecuali syukur. Air nan jernih membuat ikan hidup tenang disungai, hamparan padi menguning semakin Kerinci berwarna, pohon besar mencirikan Kerinci memiliki alam sehat bagi kehidupan, dan sayur mayur tumbuh dengar mekar mengisyarakat tanah Kerinci subur.

Ketika sudah berada di Kerinci diyakini tak berhenti-hentinya bertasbih, terkagum dengan sang pencipta karena begitu pandai Allah mengukir keindahan alam sangat menenangkan jiwa. Anim sendiri bersyukur dilahir dan dibesar di Alam Kerinci. Disana ukiran kehidupan telah dipahatkan dengan nada kenangan dan kebahagian. Kemana pun kaki melangkah maka tetap teringat dengan kota sakti penuh keajaiban dan energi.

Kerinci menjadi salah kabupaten di Indonesia direkomendasi untuk dikunjungi karena selama ini kota sakti tersebut dianggap sebagai negeri diatas awan. Dalam hati paling dalam berharap ada yang mencerita tentang Kerinci melalui novel atau film karena terlalu sedih bila keindahan penuh eksotik tak diulas oleh penulis muda Kerinci. Ini tugas utama penulis muda Kerinci.

Kerinci tidak hanya memiliki potensi alam yang bagus, kaya akan adat istiadat, kaya bahasa, kaya panaroma akan tetapi juga kaya dengan SDM misalnya dalam bidang penulisan. Bicara penulisan maka langsung terkoneksi dengan penulis. Untuk saat ini ada beberapa penulis muda dari Kerinci yang sudah memiliki karya berupaya buku. Diantara penulis muda Kerinci yang dikenal dan menghasil beberapa buku yaitu Mohm.Adrizal telah menghasil dua buku sekaligus sebagai ketua FLP wilayah Jambi, Wasril Tanjung (Mantan presma UNJA) juga tak kalah keren di usia muda di Tahun sama mampu menulis empat buku dengan judul yang sangat menarik bahkan karya sangat melekat dihati, Aan Sukuri (Mahasiswa Imam Bonjol Padang) mengajak pembaca menjadi pemuda berdasarkan islam juga telah berhasil menambah penulis muda Kerinci dan Testiani (Akademisi) lebih fokus pada genre ilmiah, terkadang juga bersentuh dengan artikel lepas maupun opini serta berbagai tulisan dikrim kedakwatuna banyak dikutip oleh blogger lain untuk dipublish blog mereka masing-masing.

Mereka adalah asset yang sangat berharga bagi Kerinci dan perlu perhatian dari pemerintah Kerinci untuk memberi semangat, memfasilitas dan mengapresiasi anak muda tersebut. Sebagaimana diketahui bersama kenapa Yogya menjadi unik karena dikota tersebut begitu banyak penulis produktif, kenapa wisata yogya terkenal hingga dibaca oleh orang luar itu juga peran penulis yogya yang tak henti-henti mengulas yogya dari berbagai perspektif. Sungguh berharap Penulis muda Kerinci seperti disebut diatas memberi kontribusi nyata bagi perkembangan Kerinci melalui tulisan. Andai keempat penulis muda Kerinci saling sharing ide dan terus berdiskusi meyakini Kerinci akan menjadi distinasi wajib dikunjungi oleh mereka yang menyukai adventure atau travelling.

Sayangnya penulis muda Kerinci belum memiliki forum khusus penulis Kerinci. Andaikan saja ada forum penulis Kerinci tentu sangat bermanfaat karena bisa mewadai penulis muda Kerinci yang berbincar-bincar diberbagai daerah bisa disatukan dalam sebuah komunitas mulia. Sehingga melalui tangan yang lincah, ide yang cemerlang dan kegesitan mereka bisa menyuarakan Kerinci pada dunia melalui tulisan. Tidak hanya menyuarakan Kerinci akan tetapi bisa menjadi wadah untuk menarik pemuda Kerinci lebih banyak tertarik untuk menekuni dunai menulis karena alam Kerinci adalah tempat sangat bagus dijadikan ruang untuk menulis. Menunggu muda Kerinci yang lainnya menampakkan taring ide dan keberanian untuk tampil diruang public. Alam Kerinci menghamparkan berbagai ide dijadikan pragaraf-pragaraf kalimat menggugah bagi pembaca. Atau memang selama ini belum ada yang menulis Kerinci dengan genre fiksi dari berbagai perspektif karena Allah menakdirkan keempat penulis muda Kerinci yang menulisnya dengan ramuan mansyur.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Betapa Baik Allah Pada Kita


dakwah38

Selesai melaksanakan sholat zuhur suka membawa pikiran melayang menembus batas, terkadang sempat ide aneh-aneh muncul dan menggerak mulut tersenyum sendiri.  Tak jarang pula kelamunan pikiran menyadari betapa Allah begitu baik dengan manusia.  Kendatipun manusia suka menjauhi atau melabrak aturanNya. Jika boleh jujur sesungguhnya Allah tak membutuhkan manusia taat atau tunduk padaNya karena tanpa manusia tunduk padaNya Allah sudah mulia bahkan Agung serta tak bisa ditandingi oleh siapapun. Melainkan Allah memberi manusia tunduk padaNya agar manusia selamat di dunia dan akhirat. Selaras dengan ungkapan indah syekh Muhammad al-Ghazali dimana perjalanan hidup manusia menunjukkan bahwa Allah menciptakannya untuk memuliakannya, bukan untuk merendahkannya, untuk menuntutnya di dunia bukan untuk menghinakannya.

Bahkan bertanya dengan hati sendiri kenapa pikiran terbawa pada renungan ini. Apakah mungkin ia termasuk manusia yang tidak mensyukuri nikmat dari Allah selama ini. Atau sengaja Allah sisipkan dalam pikiran agar menulis tentang kebaikan Allah dari perspektif  ia. Coba meyakini bahwa kehadiran pikiran ini dalam benak adalah atas izin Allah agar terus merenungi kebaikan Allah tiada batas dan luas. Meskipun dibalik kebaikan Allah sisipkan jua ujian-ujian. Sadar dibalik ujian Allah sedang meng-traning ia dan melihat sejauh mana mampu bertahan hidup yang bersandar padaNya.

Jika boleh jujur apabila manusia jauh dengan Allah akan melahirkan manusia yang tamak, manusia yang rakus, manusia suka menyebarkan fitnah, manusia suka menghalalkan segala cara, manusia yang suka menghambil hak orang lain, manusia yang kurang bersyukur dan menjadi manusia tak sabar. Itu sebagian alasan kenapa manusia membutuh Allah setiap detik kehidupan. Supaya terjauhi dari sifat-sifat tercela dan hadirnya hati yang bersyukur serta diperolehnya ketenangan.

Sayangnya masih ada sebagian manusia tak menyadari bahwa mereka membutuhkan Allah dan begitu berani menentang keESAannya dengan kehebatan yang baru memiliki setetes ilmu pengatahuan saja. Bahkan manusia lebih sadar yang mereka butuh adalah jabatan, harta, penghormatan dan kebahagian. Sementara Allah dibutuhkan ketika ada ujian dan ketika ingin mewujudkan keinginan. Setelah ujian itu tak ada lagi dan keinginan telah terwujud maka mulai secara pelan-pelan menjauhi Allah. Jangan-jangan manusia memiliki sifat rakus, tamak, suka menyebar fitnah, menghalalkan segala cara, suka mengambil hak orang lain, tak bersyukur dan tak sabar. Mungkin mereka-mereka adalah orang yang jauh dari Tuhan atau tak paham dengan aturanNya? Entahlah tak berani mengambilkan kesimpulan.  Padahal bila merujuk dari buku Al-Hikam yang ditulis oleh Ibnu Atha’illah Al-Iskandari bahwa jabatan, harta, penghormatan hanya bisa memenuhi kebutuhan lahiriah akan tetapi kebutuhan batin tak bisa terpenuhi. Apa yang bisa membuat batiniah tenang yaitu dengan cara selalu dekat dengan Tuhan melalui amalan-amalan harian.

Kendati pun manusia suka menjauhi Allah, melabrak aturanNya dan meragukan kebesaranNya.  Tapi Allah tak pernah henti-henti mencurahkan nikmat kepada manusia. Dari nikmat terkecil hingga nikmat tak terhitungkan dan dari nikmat terlihat hingga tak tertampak. Bahkan nikmat diminta maupun tak diminta. Semua Allah penuhi agar manusia hidup tenang penuh kedamaian. Mulai dari nikmat kesehatan, nikmat jabatan yang pretesius, nikmat keluarga yang bahagia, nikmat penghormatan dari masyarakat umum, nikmat kelancaran rezki, nikmat ditutup aib, nikmat memiliki anak yang sholeh/shaliha, nikmat mempunyai orang tua yang penyayang, nikmat bisa menghirup udara segar, nikmat bisa tidur, nikmat bisa berjalan dan nikmat ketenangan jiwa. Jika dilistkan betapa banyak Allah mencurahkan nikmat pada manusia. Karena Dia lah yang maha kuasa. Ini terlampir jelas dalam Al-quran. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui (QS. Al-An’am: 18). Tapi ironisnya itu sangat jarang dikatagori sebagai nikmat. Dianggap kenikmatan bila mempunyai harta mengunung, istri yang cantik, jabatan bergengsi dan mobil yang mewah-mewah. Jangan sampai hal-hal duniawi membuat kita memalingkan hati dan penglihatan buta pada Allah sehingga dengan bergelimang harta, tahta serta penghormatan menjadi hamba yang tersesat.

Kemudian coba bandingkan dengan perlakuan manusia ketika disakiti sedikit saja manusia sudah marah dan tidak mau menyapa lagi bahkan dendam hingga maut memisah. Tapi Allah tak melakukan hal seperti itu pada manusia, walaupun dijauhi hambaNya. Allah tetap menjaminkan rezki hambaNya dan menabur keberkahaan pada penduduk bumi. Ini perbedaan Allah dengan manusia walaupun ayatNya dilecehkan dan diaragukan kebesaranNya oleh manusia. Allah tak pernah marah dan tetap memberi keberkahaan pada manusia dengan mementangkan berbagai kebutuhakan manusia dengan memberi izin matahari untuk bersinar dengan terang, memberi izin pada langit agar bumi dicurahkan hujan sehingga tanaman, binatang dan manusia bisa hidup dengan tenang maupun dengan kenyamanan. Allah tumbuhkan berbagai pohon dan tanaman agar manusia bisa memenuhi kebutuhan hidup serta bisa menghirupkan oksigen. Allah gerakan awan agar bisa memberi kesejukan pada ciptaannya. Itu semua diberikan pada manusia agar bisa bersujud dengan tenang dan penuh kedamaian.

Sebagaiman dijelaskan secara terang dan nyata dalam surah Al-Araf (10-11) “Dan sungguh, kami telah menempatkan di bumi dan disana Kami sediakan sumber penghidupan untukmu. Tapi, sedikit sekali kamu yang bersyukur…”. Tapi kenyataannya semakin banyak Allah memberikan atau mencukupi keinginan manusia bukan semakin mendekati diri padaNya, bukan semakin mensyukuri, bukan semakin suka berbagi malah semakin berani menjauhi Allah dengan melakukan  zina tak terhitung, syirik yang tak henti hingga melakukan berbagai dosa yang mungkin masih melumuri diri serta tergoda dengan rayuan-rayuan setan. Mungkin mereka yang tak mau menjalankan perintah Allah karena tak mendengar ayat-ayatNya atau sudah mendengar perintah tapi pura-pura tidak memahami peringatanNya. Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNyalah mereka dikembalikan.

Bahkan dengan teterangan tak mau membagi rezki diperoleh dengan menimbun harta. Hingga dengan berani meninggalkan shalat wajib. Apakah tidak malu? tak mau dekat dengan Allah padahal dengan segala kebutuhan dan kenikmatan telah dipenuhi. Lalu Allah kembali tegaskan bagaimana manusia yang berpaling dariNya “Dan, (begitu pula) kami memalingkan dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah berimana kepadanya (Al-Quran pada permulaannya, dan kami biar mereka bergelimang dalam kesesatan yang sangat sesat” (QS.Al-An’am: 110). Hampir setiap doa dilafazkan dikehadiraNya diwujudkan dan segala hal dipermudahkan. Perlu diingatkan manusia ketika Allah menabur kebaikan dan harta pada hambaNya jangan menjauhiNya apalagi terlena dengan dunia. Bisa jadi keberlimpahan nikmat dan rezki tak henti-hentinya adalah awal dari bencana. Hal ini sangat jelas Allah peringati manusia di QS Al An’aam: 44 “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”

Ini pula membuat pikiran suka geleng-geleng dengan sikap manusia tak pernah mau mensyukuri dan tidak pernah merasa cukup dengan segala kenikmatan yang diperoleh. Apaka begini sifat manusia sesungguhnya? Apakah manusia sudah terbawa nafsu jelek atau terikuti dengan godaan syetan? Hal ini dijelaskan dalam QS.Al Faathir: 6 “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagi mu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni nereka yang nyala-nyala”. Apakah manusia lupa bahwa kenikmatan atau harta dimiliki akan diminta pertanggungjawabannya diyaumil akhir? Betapa banyak orang-orang sebelum kita mendustai ayatNya yang berakhir pada kehancuran.  Lagi pula hal seperti itu telah  diterangkan dalam Al-Quran agar manusia memperhatikan bagaimana kehidupan orang-orang yang jauh dari Allah, orang-orang mendustai ayatNya dan orang-orang tidak mendengar firmanNya. Hanya mereka yang mendengar sajalah yang mematuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati (hatinya), akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian kepadaNyalah mereka dikembalikan.

Mari instropeksi diri agar kebaikan Allah berikan dengan penuh keberkahaan membuat kita segara mendatangi Allah dengan sayap-sayap cinta dan kerinduan. Lalu meluapkan rasa syukur padaNya karena Allah begitu baik hingga kita masih diberi kesempatan untuk menikmati segala hal didunia dengan sempurna.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

 

Sisipkan kalimat ini dalam doa kita


perjalananDalam islam siapa yang tidak pernah mengadahkan tangan kepadaNya atau meminta padaNya dianggap manusia yang sombong. Bahkan kekuataan seorang muslim terdapat pada doa, maka bersyukurlah siapapun yang setiap waktu selalu memanfaatkan waktu berdoa pada Rabbi karena semakin banyak berdoa tentu semakin bertambah kekuataan dan semakin sering merengek insha allah semakin Allah mengenal keinginan serta segera di Ijabah. Walaupun dalam islam masalah qadha dan qadar sudah ditetapkan, akan tetapi  karena belum tahu konsep qadha dan qadar kapan ditentukan maka terus berusaha serta berdoa padaNya.

Sungguh beruntung dan berbahagia orang-orang beriman selalu menyembat waktu untuk berdoa. Ketika azan telah berkumandang berlari-lari menghadapkan diri pada Allah dan khusyuk berdoa. Apalagi bagi orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan, sibuk mengejar dunia, mengejar karir dan sibuk dengan jabatan mungkin terkadang sering lupa untuk berdoa padaNya. Doa diwaktu-waktu mustajab maupun dikala selesai sholat wajib ataupun sunnah dan yang perlu dipertanyakan doa apa yang sering dilafazkan ketika berdoa. Apakah doa segera kaya, doa segera dipertemukan jodoh, doa dipermudahkan segala urusan, dilancarkan rezki, doa mati dalam husnul khotimah, doa jadi anak shaliha/sholeh, doa dipertemukan dengan rasullah atau doa untuk kedua orang tua.

Tentu bisa diasumsikan bagi yang belum dipertemukan jodoh tentu doa yang selalu dilantukan agar disegarakan jodoh, belum mendapat jabatan akan terus berdoa agar segara meraih posisi pretesius, belum mendapat anak secara terus bermohon agar dipercayai untuk memiliki sibuah hati, sedang mengalami sakit akan meminta diberi kesembuhan, orang telah berada diwaktu senja melantukan untuk dipanjangkan umur, tatkala dalam kesusahan doa dipanjatkan supaya diberi kemudahan dan saat diperjalanan meminta agar dijauhkan bala.

Jadi gampang menerka doa yang sering dilafaskan oleh orang lain. Lihat saja apa kebutuhan atau keinginanya. Maka dipastikan doa itu akan selalu dilafazakan dihadapan sang pengampul keinginan. Ketika doa tersebut telah diwujudkan oleh Allah maka akan digantikan lagi dengan doa lain. Namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu jangan egois segala doa yang disebutkan dengan khusyuk akan dikabulkan semua dan disegarakan. Karena makhlukNya bukan hanya kita saja yang diurusin oleh Allah dan dikabulkanNya akan tetapi semua makhluk di bumi meminta semua dikabulkan. Makanya ada doa langsung dikabulkan, ditunda atau pun digantikan karena Allah sedang mengambulkan keinginan orang lain.

Tapi hal terpenting dan sampai terlupakan saat berdoa padaNya yaitu agar dimatikan husnul khotimah karena kematian lebih dekat dengan manusia, mendoakan kedua orang tua yang sudah mendidik dengan cinta tanpa pernah mengeluh agar kita bisa besar seperti anak-anak yang lain, doa dijadikan anak yang shalih/shaliha, dan doa agar diberi kemudahan untuk membantu orang lain ataupun kemudahan melakukan yang kebaikan lainnya.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Sekarang Cadar Dicibirkan


sekarang cadar dicibirkanHeboh…heboh…heboh persis kayak lagi diskon di mall-mall. Yang mengawali kehebohan di sosial media, biasanya mereka-mereka bergelar berderet-deret, terbiasa dengan teori-teori barat dan pandai membangun opini. Meskipun twiit sudah dihapus tetap saja tidak menghenti riuh-riuh dijagat maya….#tepokjidat_sambil_istiqfar.

Akhirnya apa!!! Bukannya dapat dukungan yang ada dibully secara massa. Siapa juga dulu memancing untuk dibully secara verbal. Mudahan-mudahan mereka yang dibully secara verbal tidak kena stroke, menimbulkan musuh tanpa sengaja dan diajak berdebat secara terbuka. Maklum yang disentil berkaitan dengan SARA. Sedangkan isu-isu seperti ini harus hati-hati ditwitt diranah sosial media. Bila salah bisa berakibat batal.

Bayangkan saja orang sekeren itu. Kok bisa-bisanya mengtwitt hal yang sangat tidak mencirikan keluasan ilmu yang dimiliki dan kebijaksanaan. Atau sengaja mengeruh suasana biar islam dikatai lagi mudah terprovokasi. Lucunya lagi kenapa mereka-mereka yang berlegang lego tanpa busana tidak pernah diproteskan, dipermasalahkan dan dirisihkan.  Kenapa mereka yang menerapkan syariat selalu dicibir…#tanya pada mereka!!!

Seolah-olah ada yang risih dan keganggu ketika umat islam menerapakn ajaran ketauhidan. Jadi mikir dah. Bukankah menyalankan agama di dijamin oleh negera, terus kenapa kalian yang sewooottt. Bukan kita hidup di negeri pertiwi seharusnya saling menghormati dan menghargai. Padahal mereka tidak pernah mengusik kalian apalagi ikut campur kehidupan kalian dan mereka adalah manusia sedang mendekati diri pada Tuhan. Terus kenapa kalian sekarang tiba-tiba jadi resek, risih dan aneh. Seakan-akan syarait dijalankan dijadikan permasalahan bagi mereka.

Jika beberapa bulan lalu yang dihebohkan gara-gara jenggot, hari ini gara-gara cadar dan besok apalagi ya dicibirkan pada umat islam. Oleh orang yang sama atau orang yang berbeda. Kita tunggu saja!!!

Padahal jika boleh jujur mereka-mereka yang beken-beken tersebut, sering nonggol di TV ada baiknya menyelesaikan permasalahan Indonesia yang carut marut berderet-deret dan sangat membutuh pemikiran mereka. Dan kenapa hal sepele ini diperhatikan. Atau terlalu perhatian dengan syariat islam. Atau mungkin syariat islam dijalankan akan mengancam eksistensi komunitas mereka. Mungkin saja bukan^___^.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Yang Datang Kader PDIP bukan kader PKS


yang datang kader PDIP bukan kader PKSPerjalanan yang harus ditempuh untuk bersilaturahmi dengan teman lama sekitar setengah jam  dan  laju kecepatan motor dibawa 40/jam. Ini termasuk kecapatan rata-rata bagi wanita dan rendah bagi para laki-laki. Mumpung masih dikampung sebelum balik kekota yang penuh dengan individualisme, untuk itu menyempatkan diri untuk berkunjung. Cuaca pun mendukung perjalanan ini, yang biasanya jam segini (10.00 wib) masih kerasa dingin dan kabut pun tak begitu tampak tebal di bukit-bukit barisan yang mengelilingi kota sakti. Begini lah tinggal daerah pergunungan tertinggi di sumatra teramat sering merasakan cuaca dingin dibanding cuaca panas.

Tidak heran orang-orang tinggal daerah pergunungan kebanyakan berkulit bersih dan keseringan menggunakan baju tebal.  Dalam perjalanan ditemani pemandang indah, tidak ditemui ditengah perkotaan. Ini lah karakter desa selalu menyuguhi keindahn penuh ketakjuban, terkadang pesona alam mengerak hati untuk berzikir. Betapa dunia ini penuh dengan keindahan dan perlu disyukuri dengan menjaga kelestarian alam. Sayangnya, masih ada manusia yang tidak mau merawat jagat raya dengan estetika humanis. Padahal bila alam sudah rusak yang dirugikan tetap manusia karena manusia membutuhkan alam. Tanpa alam, manusia mungkin sudah kelaparan, susah untuk bertahan hidup dan harus membeli oksigen. Pada akhirnya manusia menjadi tidak seimbang dalam kehidupan karena hampir seluruh kebutuhan manusia berasal dari alam.

Tak terasa keterpesonaan pada alam kerasa menyingkatkan waktu dilalui. Meskipun di jalanan sempat kena macet sebentar, dikarenakan adanya pasar tumbah (pasar kaget). Bicara pasar kaget! Teringat dengan pasar kaget di sekitar Universitas Padjajaran (PAUN= pasar unpad), Universitas Gadjah Mada (Sunmor= Sunday Morning), sekitar gedung sate Bandung (Gasibu) dan area pekantoran gubenuran kota Jambi (Titik Nol kota Jambi). Biasanya sebagai anak kuliah dan kosan sangat menunggu momentum pasar kaget, saatnya hunting kuliner yang maknyoosss. Apalagi lagi ketika masih di jawa sangat menunggu pasar kaget dan sampai nanyain satu-satu persatu teman kosan yang mau kepasar kaget. Bilamana kepasar kaget secara rama-rame ada nuansa berbeda dibanding berjalan sendirian.

Silaturahmi adalah ajang mengingat kembali kisah klasik masa lalu, apalagi yang dikunjungi adalah teman lama sudah jarang bertatap muka. Meskipun dalam conection (sosial media, bbm, wa) selalu berkomunikasi. Seolah-olah berkomunikasi melalui jaringan tidak seindah, seheboh, seromatis dan segila saat bertatap muka. Seperti dirasakan saat silaturahmi dengan teman-teman lama dalam lingkaran ukhuwah. Berbagai cerita diutas, dari basa-basi hingga garing.  Terkadang tawa pun lepas tanpa ada sungkam, seolah-olah kedengar tawa orang rame padahal hanya beberapa biji akhwat. Mumpung masih zona akhwat jadi tidak perlu menahan ketawa apalagi sampe malu-maluin. waktu pun tidak terasa sehingga suara azan zuhur berkumandang dari mesjid, makanan maupun minuman pun lahap tanpa terasa hingga tetes terakhir dan terkadang diselingi suasana sunyi untuk melanjut tema pembicaraan.

Kenapa silaturahmi ini begitu garing? Dimana teman yang dikunjungi adalah teman yang sudah mengenap setengah dien setahun yang lalu, semoga selalu dibumbui nuansa cinta, rindu, sayang dan dicurahkan rahmaat bagi mereka dari pemilik kehidupan. Kebetulan jodoh nya orang yang dikenal. Ingin mendengar secara langsung bagaimana pertemuan laki-laki tersebut yang telah menjadi teman yang halal dalam suka maupun duka. Insya Allah jika dipercayai oleh Allah, dipermudahkan akan menjadi ibu muda dan siap melahirkan maupun mendidik generasi penerus dakwah dengan cinta serta dilengkapi tuntunan islam. Aamiin.

Uniknya dalam ngombrol tanpa kesudahan itu, akhirnya terlontar jua pertanyaan yang lumrah ditanya siapapun. Emang kenal dimana, si abangnya? Padahal dulu pernah berkeinginan mendapat pasangan hidup dari kader PKS? Kok sekarang berbeda!!! Secara diplomatis, calon ibu muda menjawab bahwasanya semua sudah Allah yang mengaturkan dan akhirnya bertemu dengan abang ini. Jawaban diplomatis tersebut pada dasarnya sangat benar, tidak bisa di elak, jika sudah jodoh datang maka semua kriteri-kriteria yang diinginkan akan hilang begitu saja.

Tanpa sadar akhwat yang menemani bersilaturahmi menyaut, “Lah kalau kader PKS tidak berani dan tidak pernah muncul” untuk mengajak serius sedangkan secara gentelment ada kader PDIP datang mengutarakan niat baik, mau tidak mau harus di terima. Apalagi sudah sering ditanya lingkungan, orang tua dan usia sudah matang maka seharusnya melangkah kesana. Sebenarnya pernyataan tersebut itu benar adanya.

Selama ini banyak akhwat ingin menikah dengan kader PKS, tapi kebanyakan kader PKS nyalinya masih ciut, tidak tahu entah dimana keberadaannya, mungkin sedang mempersiapkan bekal untuk kesana dan tidak tahu kalau akhwat PKS sudah dinikahi oleh kader lain. Seperti kisah dari calon ibu muda ini, sudah mengutarakan pada mama nya ingin mendapat pasangan dari kader PKS, orangtuanya menantang untuk membawa kader PKS kerumah untuk dikenalkan pada keluarga, ada yang datang tapi ketika bertamu kerumah akhwat diam seribu bahasa, akhirnya orangtuanya jadi negative thinking.

Suatu saat datanglah laki-laki bukan kader PKS dengan ramah, secara terus menerus ngombrol (ambil hati orang tua tersebut), sehingga meluluhkan hati bunda akhwat dan orangtua akhwat secara langsung meminta pada kader partai lain untuk menikahi anaknya. Calon ibu muda tersebut masih sempat protes, menolak keinginan orangtua dan masih tetap ingin kader PKS.

Apa yang membuat diri mu menolak lamaran laki-laki ini. Padahal selama ini engkau mencari yang paham agama, pendidikan dan ini sudah ada didepan mata dari pada menunggu yang tidak jelas. Atau gara-gara dia bukan kader PKS!!!. Bahkan  selama ini sudah memberi waktu, sudah mengatakan pada murabbi mu untuk membawa ikhwah PKS kerumah dan para ustazah-ustazah hanya menanya kapan sedangkan tidak pernah memberi solusi. Itu pernyataan tegas orangtua akhwat tersebut!!! Mendengar penjelasan ibu muda yang sedang hamil 4bulan tersebut, termenung semari tersenyum-senyum. Bahwasanya penjelasan dari mama sangat benar dan sudah memberi waktu tapi tak kunjung datang.

Bila meninjau perspektif islam bahwa orang-orang yang dilarang dinikahi sebenarnya tidak ada point bahwasanya dilarang menikah beda partai yang terpenting satu akidah, tidak satu persusuan, dan tidak mushoharoh.  Mari kita melihat  laki-laki yang dilarang dinikahi antara lain

  1. Laki-laki yang haram dinikahi karena nasab (keluarga)

Laki-laki yang haram dinikahi dari nasab adalah yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat An-Nur 31:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka,…”.

Ayah (Bapak-Bapak),  Anak Laki-Laki, ). Saudara Laki-Laki, Baik Sekandung, Sebapak Atau Seibu Saja, Anak Laki-Laki Saudara (Keponakan) dan Paman, Baik dari bapa atau pun dari ibu.

  1. Laki-laki yang haram dinikahi karena persusuan. … Juga ibu-ibumu yang menyusui kamu serta saudara perempuan sepersusuan …” (QS. An-Nisa’ : 23). Bapak persusuan (Suami ibu susu), Anak laki-laki dari ibu susu, Saudara laki-laki sepersusuan, baik kandung maupun sebapak, atau seibu dulu. Keponakan sepersusuan (anak saudara persusuan), bail persusuan laki-laki atau perempuan, juga keturuanan mereka. Paman persusuan (Saudara laki-laki bapak atau ibu susu)
  2. Laki-laki yang haram dinikahi karena mushoharoh. Siapakah laki-laki yang haram dinikahi wanita dari sebab mushoharoh yaitu Suami, Anak Tiri (Anak Suami Dari Istri Lain), Ayah Mertua (Ayah Suami), Ayah Tiri (Suami Ibu Tapi Bukan Bapak Kandungnya), Menantu Laki-Laki (Suami putri kandung)
  3. Sebab diharamkan sementara diantaranya: (1) Laki-laki yang sedang ihrom. tidak boleh bagi laki-laki yang sedang ihrom untuk melakukan akad nikah dengan seorang wanita sedangkan dia masih berihrom, (2) Laki-Laki kafir. Tidak halal laki-laki kafir menikahi wanita muslimah, dan (3) Haram bagi budak laki-laki untuk mengawini tuan perempuannya

Selama ini kenapa banyak akhwat PKS ingin dinikahi dari kader yang sama. Kemungkinan karena sama-sama dibina  dalam lingkaran ukhuwah dalam rangka memahami pemahaman agama, merasa nyaman berinteraksi, pola pemikiran sudah hampir serupa, tujuan hidup ada kesamaan, banyak beranggapan kader PKS rata-rata humble, berpendidikan, sabar, tidak merokok, ingin mengikuti jejak teman-teman yang lain dan ingin memiliki imam yang paham dengan agama sehingga bisa menjadi panutan. Bukan berarti kader partai lain tidak seperti itu. Atau bisa jadi selama ini otak sudah ter-setting bahwa harus menikah satu pergerakan, bisa jadi bukan!!!

Bila memandang dari sisi positif, ada point hikmah ketika kader PKS menikahi kader lain. Bisa  dijadikan lahan dakwah, mengajak untuk mengenal pergerakan PKS, dan manambah anggota baru PKS. Namun nyatanya ketika kader PKS menikah dengan pergerakan lainnya malah terwarnai bukan mewarnai. Misalnya jarang berkumpul lagi dilingkaran ukhuwah dengan alasan sibuk atau alasan lainnya, mulai cobot kaos kaki dan lama-lama kerudung yang panjang tinggal seperempat. Bisa jadi itu alasan utama karena takut terwarnai. Padahal proses menjadi wanita berkerudung panjang tidaklah gampang perlu pertimbangan disana-sini, apalagi sempat dapat tantangan dari orangtua maupun lingkungan dan untuk mendapat hidayah itu tidak semudah dikatakan.

Pada akhirnya, silaturahmi dengan calon ibu muda tersebut mengantarkan penulis untuk menulis artikel ini. Tentunya bagi pembaca paham makna dari tulisan ini, bukan maksud menyentil tetapi memberi kesadaran atau open your mind bagi ikhwah. Berani bersilaturahmi dengan orang tua akhwat. Ketika sudah silaturahmi ambil hati dan luluh kan hati ibu nya. Jangan ketika silaturahmi malah diam seribu bahasa. Insya allah itu mempermudah langkah untuk mengambil hati si putri nya seperti kisah diatas. Apalagi rata-rata akhwat sangat tidak tega untuk membantah dan mau mengikuti keinginan orangtuanya terutama ibu.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Perjalanan


perjalananTidak terasa berjalan dibuminya sudah seperempat abad, terasa begitu cepat berputaran masa dalam kehidupan dan tidak tahu akan kemana lagi kaki ini melangkah untuk menelusuri perjalan setapak, lorong, gang, jalan protocol maupun jalan tol. Kota mana lagi akan disinggahi, desa mana lagi untuk memetik hikmah dan Negara mana lagi keberuntungan akan membawa. Manusia seperti apa akan dijumpai. Apakah nanti bertemu dengan manusia mengajak mengenal Ilah, mengajak untuk pribadi berlian, mengajak menjadi manusia melabrak aturanNya atau bertemu manusia menjadi insan selalu mensyukuri kehidupan. Itu semua adalah rahasia Ilah.

“Ya Allah, wahai Dzat yang cahayaNya berada dalam kerahasiaan-Nya dan RahasiaNya berada dalam makhlukNya, sembunyikanlah kami dari pandangan orang-orang jahat, orang-orang yang melampaui batas dan dari hati orang-orang yang dengki dan orang-orang yang zhalim, sebagaimana Engkau sembunyikan ruh di dalam tubuh. Sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu”

Tak ada satupun manusia yang mengetahui bagaimana masa depan nanti, apa yang akan ditemui, meskipun kita sering mendengar bahwa masa depan pada hakiki bisa dideteksi dari sekarang melalui perilaku, kegiatan dan kebiasaan saat ini. Ya bisa dipercaya dan tidak!!! Karena semua adalah Dia yang mengskenario kehidupan ini. Walaupun sudah berusaha, berikhtiar dan melakukan terbaik. Bila qodoh dan qadar berbicara lain. Makanya kita sebagai manusia hanya bisa berupaya, berjalan dan berdoa agar keinginan kita selaras dengan kehendak Allah.

Jika hidup tanpa perjalan dan bergerak kedepan maka hanya menemui sebagian ciptaan Ilah. Semakin banyak berjalan semakin banyak pula menemukan berbagai ciptaan Allah yang maha sempurna dari yang terkecil hingga tak terukurkan. Dari berbagai perjalanan dan temuan yang ditemukan diperjalan semakin paham bahwa Allah maha kaya, maha pemurah dan maha tinggi.

Meskipun dari awal sudah mengetahui bahwa akhir dari perjalanan yang melalahkan itu akan berakhir pada batu nisan. Namun sebelum menuju kesana tentu akan bertemu berbagai cobaan, hinaan, fitnah, cacian, kedengkian, kebahagian, tawa, suka, duka dan euporia. Setiap langkah kaki melangkah setiap itu pula disandingkan dengan cobaan dan harapan. Pada hakikinya hidup ini harus berjalan.

Berjalanlah terus menerus agar mampu memahami arti kehidupan. Walaupun nanti akan bertemu dengan jurang begitu dalam, tanjakan begitu semitrik, kelokan yang susah untuk ditaklukan, daratan yang menimpu yang terkadang ada kerikal maupun batu yang tersembunyi dibalik daratan tersebut. Ketika bertemu hal tersebut, maka cara bijak menyikapi berbagai rambu-rambu berjalan itu dengan tetap sabar, ikhlas, tawaduk dan mensyukuri. Jika beberapa unsur tersebut tidak ditanamkan dengan kokoh dalam naluri maka akan mudah goyah, mudah terbawa arus, cepat mengalah, dan akhirnya tumpang karena tidak sanggup berhadapan dengan cuaca. Tentu tidak mudah menerapkan unsur kesabaran, keikhlasa, ketawadukan dan kesyukuran dalam irama kehidupan jika dari sekarang tidak membiasakan serta meminta pada Allah agar dijadikan manusia yang selalu siap menghadapi apapun warni-warni kehidupan.

Akhirnya bergerakan, perjalan dan warna-warni kehidupan cara Allah untuk mengasahkan hati dan pikiran sehingga mampu memaknai tentang akhir dari kehidupan sesungguhnya. Setiap persinggahan dan perhentian pada hakikinya selalu membawa hikmah serta makna menjadi manusia penuh kebijaksanaan. Beruntunglah mereka yang selalu berjalan mampu mengambil hikmah karena begitu banyak mereka-mereka suka menelusuri perjalan tapi tidak bisa memetik hikmah yang ditemui. Bukankah setiap peristiwa dan sejarah selalu berulang hanya ditempat yang berbeda dengan orang yang berbeda pula.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Biarkan Cinta Menemui mu


biarkan cinta menemui muYakin kalimat ini sudah menjadi trend dikalangan para pembaca Novel dan kalangan yang menonton Assallamualikum Beijing. Kalimat tersebut sudah banyak dishare atau telah menjadi tranding topik ketika film diputarkan pada bulan Januari 2015. Kalimat itu meskipun hanya empat kata akan tetapi memberi makna paling dalam, memiliki filosofi yang sangat mengagungkan dan kalimat itu pula mengerak tanggan maupun pikiran untuk menyulamkan menjadi sebuah inspirasi. Jika bisa menjadi bagian inspirasi, bagian motivasi dan bagian keniscayaan itulah tujuan utama dari penulisan artikel ini, bilamana tidak bisa menjadi bagian dari keniscayaan biarkan sebagai sampah pemikiran. Bukankah sampah meskipun tidak ada yang memunggutkannya pada akhirnya sampah itu akan menjadi pupuk yang menyegarkan akar-akar tumbuhan yang hidup disekitarnya.

Ada diantara kita yang begitu susah menemui cinta meskipun sudah melewati perjalanan yang panjang, walaupun sudah sholat sunnah dengan tingkat kekhusyukan yang tinggi dan sudah melantunakan segala doa. Pada akhirnya belum juga berjumpa dengan cinta.  Kenapa belum bersua dengan cinta mungkin begitu tinggi kriteria cinta, jangan-jangan cinta yang dicari didominasi niat dunia belaka, jangan-jangan cinta yang diharapkan dengan ukuran perpecto atau bisa jadi belum menemui cinta karena tidak begitu jeli menangkap sinyal-sinyal cinta yang hadir di pelupuk mata. Terkadang cinta itu datang dengan keseriusan, cinta datang dengan guyonan dan tak bisa hindari cinta juga terkadang menghampiri dengan kemisteriusan. Begitulah cara cinta menghampiri.

Bila upaya dan usaha dikerahkan dengan strategi tetapi belum juga menemui cinta yang berdasarkan pondasi islam. Bahkan Allah telah menerangkan bagaimana cara menjemput atau menemui cinta!!! Adakah diantara kita yang telah menerap cara yang dianjurkan tersebut? Jangan-jangan cara mencari cintai melewati jalan yang tidak diridhoi atau yang dijalani tidak mengikuti sertakan Allah. Bilamana sudah mengikut sertakan Allah dalam pencarian tetapi belum membuahkan hasil perlu cara bijak menyikapi bahwa segala hal sudah diatur oleh Allah dengan scenario yang memukai.” Ini makna qadha dan qadar dalam islam”.  Jangan memaksa diri untuk menemui cinta dengan cara tercela, biar cinta berjalan dengan proses ilmiah seperti proses pergantian siang menuju malam, seperti perputar matahari dari timur kebarat, seperti hembusan angin meniupkan dedaunan secara pelan-pelan dan seperti kumbang mendekati bunga dengan cara-cara yang penuh arti hingga mampu mengisap saripati bunga tanpa merusaki satupun.

Bagaimana cara cinta menemui mu yaitu meningkatkan kualitas hidup sudah banyak dibahas oleh para motivator, dibahas para ustad-ustazah, dibagikan dalam berbagai jenis buku, dan sudah dikaji dalam komunitas. Bahakan kalimat tersebut juga didapat dari artis ternama yang mengatakan bahwa dengan banyak kalian memiliki keahlian, memiliki keilmuan dan semakin dekat dengan Allah maka percayalah cinta akan datang sendiri menghampiri untuk menyatakan cinta untuk dipersatukan dijalan yang dianjurkan (Nikah). Andailah kalian memiliki banyak kualitas hidup maka semakin mempermudah cinta menemui mu karena tidak butuh kompas untuk menujuki arah jalan bersua dengan mu. Tinggal bergerak, bangun dan segara untuk meningkat kualitas hidup agar cinta bisa menemui. Selain itu mari sejenak membayangkan keberkahaan-keberkahaan lain yang diperoleh dengan memiliki kualitas hidup diantaranya derajat yang tinggi dihadapan Allah. Kemudian semakin skill memperluaskan lahan ibadah, memperluaskan jangkauan dakwah dan melebarkan jalan untuk memberi keniscayaan bagi masyarakat. Lalu bayangkan jika dengan kualitas hidup yang dimiliki bisa memberi kebahagian, mengalirkan pahala dan mempertemukan cinta. Yang terbayangkan syukur tiada tara!!!

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: