Jangan Tertipu Kehidupan Dunia


Hari ini, Anim memutuskan makan di kafe banyak digemari generasi millineal. Teramat sering melihat photo kafe ini diruang social media.  Wajar generasi millineal tertarik dan betah berada dikafe ini, karena setiap sudut kafe terdesain dengan kekinian. Hal kekinian merupakan hal sangat disukai dan dipuja-puja oleh generasi millineal. Meskipun tidak sesuai dengan konsep kearifan lokal. Siapapun berada dikafe ini tentu akan akan terpesona dan terlena keindahan dari konsep yang diusung. Kedatangan Anim dikafe ini, bukan terprovokasi oleh photo-photo millineal di ruang sosial media yang bertaburan, melainkan sudah lama berniatkan kesini namun momentum belum tepat dan tidak alasan kenapa harus berada dikafe ini.

Sampai dikafe bernuansa westten klasik, sekitar jam tiga lewat 15 waktu Indonesia bagian barat. Selama perjalanan menuju kafe, pikiran Anim terbang entah kemana-mana. Sesekali terpikir dengan bundo kandung dikampung, kemudian muncul pula dengan cita-cita besar masih berusah untuk diwujudkan. Kendatipun pikiran jauh kemana, tapi masih fokus melihat jalan yang dipadati oleh kendaraan.  Kehadiran Anim dikafe ini tak lain tak bukan untuk memenuhi janji pada dirinya, telah menyelesaikan proposal penelitian dengan nilai sangat pretesius. Mengarap proposal penelitian ketika jiwa tergoncang begitu dahsyat oleh perasaan dan saat harus bertarung dengan rasa sendiri dalam mencari solusi demi ketenangan batin.

Setelah Anim menghabiskan menu dipesan dan Satu jam kemudian…

Tiba-tiba ada tamu Kafe berombongan dan membuat mata Anim tertuju pada mereka. Sejak turun dari mobil hingga duduk ditempat yang telah mereka pesan, tak berhenti mengalih pandangan.  Bagaimana tidak Anim menoleh pandangan pada mereka, karena kehadiran mereka sangat boombastis. Apalagi yang melekat atau dibawa mereka semua membuat mata perempuan lapar mata secara serba indah dan branding. Tas lagi trands, sepatu dengan highhell begitu tipis, warna baju nan cerah, dan dihiasi kacamata. Syukurnya tak pakai celena ketat tapi kompak pakai rok levis.  Wanita mana tak suka dengan bawaan ibu-ibu couple tersebut.

Sepertinya bukan Anim saja yang melirik mereka. Akan tetapi meja nomor enam dan meja nomor satu ikut melirik. Kedua meja tersebut berjarak tiga meja dari Anim duduk. Semari menyentuh tab Anim, diam-diam menyimak pembicaraan mereka yang serba duniawi, yang tak jauh dari dunia wanita dan terdengar juga sesekali mereka membicarakan anak-anak mereka sekolah favorit.  Pembicaraan hangat mereka ditemani dengan makanan bertumpukan dimeja. Sepertinya rombongan ibu copule itu sengaja pesan makanan dengan porsi banyak. Satu orang ibu memesan 1 hingga 3 jenis makanan. Namun tak bisa terlihat jelas menu apa yang dipesan oleh ibu-ibu couple. Saat menu telah terhidang ada beberapa ibu-ibu couple minta diphotokan dengan latar menu makanan yang telah dipesan. Bahkan sampe tiga kali ketawa mereka pecah dan membuat sebagian tamu yang lain melirik pada mereka. Ntah apa yang mereka ketawakan.

Tiba-tiba hati kecil mengeluarkan pertanyaan. Beginikah ibu-ibu masa kini!!! Dan ibu-ibu hidup diperkotaan. Jujur dan sungguh Anim belum bisa memahami apalagi mengerti tingkah para rombongan ibu-ibu berbaju couple tersebut. Entahlaahhhh….mungkin dunia Anim dan Ibu-ibu couple tersebut terlalu berbeda jauh ibarat kota dengan desa. Ibarat samudra dengan sungai. Ibarat pesawat dengan bejak. Sehingga membuat Anim geleng kepala berulang-ulang.

Seusai Anim memberi pertanyaan pada diri sendiri dan belum terjawab pertanyaan sendiri. Tercenggang dan menarif nafas “uuppssss” secara pelan-pelan.

Melihat ibu-ibu rombongan tersebut berphoto gruoppi  |photo bareng| tak kalah dengan anak-anak remaja atau para gadis kekinian. Suasana kafe semakin menjadi-jadi saling lirik-melirik. Walaupun rombonga ibu-ibu diamati oleh tamu yang lain. Mereka tak hirau dan malah cuek saja dengan terus tertawa dan seolah-olah kafe ini sudah dibooking mereka semua. Terkejut saja mengamati tingkah seorang ibu. Ibu yang menjadi madrash dan tauladan bagi generasi millineal.  Tapi diruang public mempertontonkan sikap seperti anak gadis dan generasi millienal. Tidak hanya itu, ada salah satu ibu dari rombongan ibu-ibu couple tersebut, cetus minta di”tag”kan. Berarti photo mereka sudah dipublish disosial media…. MasyaAllah…Anim mengerinyik dahi sesaat dan sambil meminjamkan mata. Tak tahu mau bilang apa lagi!!! Dunia emang telah berubah dan berbeda.

Betapa bersahabat dan update nya para ibu-ibu couple dengan jejaring. Sesunggunya perilaku begini jika ditinjau tingkat generasi dalam perspektif infomrasi adalah efek dari teknologi. Hampir semua para generasi silent sudah mengikuti perilaku generasi digital native, dimanapun berada dan apapun kegiataan sepertinya wajib dipublish kesosial media. Emang benar kata teman, sangat susah mencari orang tak mau mempulish kegiataan atau photo disosial media. Mereka-mereka masih mempertahankan prinsip untuk tidak mempublish photo atau memanjang photo diruang sosial media adalah orang istimewa.  Seketika itu juga, teringat dengan mahasiswa Anim, karena gaya photo dan tingkah para ibu-ibu couple tersebut tak jauh beda dengan mahasiswa…”lagi-lagi Anim geleng kepala pelan-pelan dan terus menunduk kepala”. Ya Allah, jauhkan kami dan siapapun ingin berbaiki diri dari bersikap seperti itu, bukan kah kami adalah sebagai calon ibu dan tauladan bagi generasi Millineal.

Sehingga Anim kembali bertanya dengan diri sendiri. Siapa mereka dan apa profesi meraka? Begitu pedenya dan tak menghirau dengan lirikan mata tamu kafe yang lain. Mungkin mereka ini adalah komunitas arisan, rombongan pengajian, istri para pejabat atau meraka adalah kaum sosialita KW….|Anim berspekulasi dengan diri Sendiri|

Sebetulnya bukan kali ini saja, Anim menyumpai para ibu-ibu modern bergelayat begitu dan ini untuk kesian kali berjumpa. Apalagi Anim sudah hidup didua kota besar. Hanya saja dengan orang yang berbeda-beda dan lokasi yang berlainan. Namun kesamaan tetap saja mengedepankan keindahan dunia. Selama satu jam kurang,  Anim menyuri pembicaraan mereka dan tak ada satupun keluar kalimat atau pembicaraan bernuansa keagamaan. Semua pembahasan seputar tas branding, pakaian serba lux, dan pembicaraan seputara harta maupun jabatan. Seketika mulut Anin langsung berujar apakah ini lah dunia…. Penuh dengan permainan dan senda gurau???

Oh Tuhan, kenapa hari ini Engkau bersuakan dengan ibu-ibu modern ini!!! Hikmah apa hendak Engkau berikan pada Anim. Atau ada maksud yang lain Rabbi. Sesungguhnya ini adalah fenomena sosial. Bila Anim melihat ini dari sudut teori sosial adalah hal lumrah. Jika Anim mengamati dari sudut agama, etika dan budaya. Ini sungguh tak biasa. Setidaknya pertemuan para-para ibu-ibu couple mengingat Anim tentang dunia penuh dengan sendau gurau dan membuat manusia terlena atas keindahan-keindahan yang semu sehingga lupa kehidupan sesungguhnya. Sebagai Engkau jelaskan dalam Surah Ankabut ayat 64 “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui”.

Sungguh benar Rabbi, apa yang Engkau jelaskan dalam Al-quran terjadi pada kehidupan manusia. Seperti Anim jumpai hari ini tentang dunia penuh permainan, sendau gurau dan penuh tipuan belaka. Hari ini, Anim paham bahwasanya tidak hanya ayat-ayat dalam Alquran saja harus ditaburi. Melainkan perjalanan kehidupan disekitar kita, begitu banyak mengandung pelajaran yang mengantar manusia menjadi bijak dan berpikir. Bahkan meyakini setiap perjumpaan dan pertemuan dengan siapapun selalu terkandung hikmah bagi mereka yang berpikir serta mau mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup.

Menabur Cinta Dan Kebaikan Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku


Bismillah…

Aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku

Aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku

Rasa sakit ditenggorakan masih terasa sehingga beberapa hari harus berpuasa makan tapi minum tetap jalan, meskipun masih terasa sakit tetap menikmati rasa ngilu dan menikmati dengan doa, mungkin Allah memberi waktu untuk diet beberapa hari huakssss #ketawa culun. Bersyukurlah saat mengalami sakit bagian mulut bertetapan dengan jadwal mengajar kosong melompong. Biasanya ketika jadwal ngajar kosong, tidak ada kegiatan diluar rumah selalu menghabiskan waktu menulis atau membaca apapun ditablet dan tablet pemberian orangtua sangat berarti dalam mendukung literasi informasi bagi ia.

****

Menikmati segelas jus dipagi hari memberi sensasi berbeda, cuaca diluar jendala masih tertampak mendung karena semalam diguyur hujan, dirumah tinggal ia sendiri yang lain pada sibuk dengan pekerjaan dan sebelum melaksankan sholat dhuha coba membuka web yang selalu menginspirasi ia untuk menulis. Langsung klik artikel bertema jodoh, membaca dengan penuh rasa, alur cerita yang dibagikan juga penuh sensasional, apakah kisah cinta seperti itu adanya atau hanya sebatas imajiner penulis yang begitu liar.

****

Sempat menetes air mata ketika membaca cerpen tersebut, betapa mulia seorang wanita tersebut menerima laki-laki yang pernah dicintai tapi meninggal ia begitu saja demi menikahi wanita lain. Saat ia sudah bisa melupakan rasa sedih, rasa benci, rasa kecewa yang pernah tertanam dalam hatinya dan saat ia sedang berproses dengan orang lain. Tiba-tiba laki-laki dulu pernah ia kenal kembali ingin meminang dengan status berbeda (red-duda) karena istrinya meninggal beberapa bulan yang lalu. Meskipun sudah bertahun-tahun tidak bersua ternyata masih ada serpihan cinta masih tertinggal dalam jiwa. Wanita tersebut benar-benar galau, bingung, tentu tidak mudah mengambil keputusan  dan tidak tahu untuk memilih yang mana pada akhirnya harus berdoa pada sang Khalik agar tidak salah langkah, agar tidak ada yang dikecwakan, agar bisa tenang dalam menjalankan keluarga sakinah mawadah waramah.

****

Ketika ingin kembali kepada wanita akan dinikahi tapi gagal karena ada faktor lain sehingga beralih arah pada wanita lain.  Laki-laki tersebut mengutaikan lafaz sangat indah pada wanita tersebut bahwa aku memilih mu untuk melangkapi sisa hidup ku. Subhanallah, sungguh menggunakan kalimat sangat elegan, penuh estetika dan penuh filosofi.  wanita manapun akan tersentuh, menetes air mata dan tak sanggup berkata. Saat mendengar!!! Jika boleh bermain dengan ego, tentu wanita tersebut tidak mau menerima laki-laki yang sudah mencabik-cabik hati, mengiris perasaan dan putus asa. Tetapi saat sholat istikarah ternyata  Allah memberi jawaban yang cantik melalui hati yang sangat condong untuk menerima laki-laki yang pernah menyakitinya. Pernikahan dirajuk hanya beberapa bulan karena lelaki yang sudah menjadi suaminya kembali pada sang pembeli hati (Allah) dalam kecelakaan menuju tempat kerja. Jadi kalimat terlontar diawal meminang itu bertanda bahwa laki-laki tersebut akan kembali pada sang Ilahi. Allahu Akbar begitulah cinta, jodoh dan maut tidak bisa ditebak dimana titik akhir itu semua.

****

Atau inikah nama cinta sejatinya? Walaupun sudah menikahi orang lain tapi hatinya selalu dipenuhi wajah wanita lain bukan wajah istrinya. Cinta memang tidak bisa dipaksa, cinta tumbuh secara alami dan jika cinta itu dipaksa tumbuh mungkin tidak akan mampu bertahan lama, maka menikahilah orang dicintai yang bisa menamani sisa hidup dibumiNya, bukan menikahi orang dipaksa oleh seseorang seperti kisah yang ia baca diweb islam. Apakah fiksi tersebut nyata atau ilusi, tetapi ada ibroh luar biasa dipetik bahwa jodoh tidak akan pernah tertukar meskipun orang ditakdir berjodoh dengan kita ternyata menikah dengan orang lain maka Allah punya cara lain untuk mengembali pada jodoh sesungguhnya. Jadi teringat dengan seseorang akhwat pernah bertanya pada ia, saat mengisi kajian muslimah disuatu kampus yang membuat ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut.

****

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan


 

Bismillah…

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Sangat jarang berada diluar rumah (teras rumah) terutama disenja hari, jika senja sudah menghampiri bumi sibuk mempersiapkan sholat magrib, mandi dan menonton berita terupdate. Terkadang diwaktu senja merebah seluruh badan diruangan televise sembari menunggu azan magrib secara dari pagi hingga sore berada diluar rumah dan sangat lumrah badan diistirahatkan.

Tapi senja ini, tertarik untuk berada diluar rumah melihat keindahan langit yang sangat indah ditinjau dari segi apapun. Apakah ingin melihat langit disenja dengan warna, dari kedahsyatan, dari ketenangan, dari abstraksi awan-awan, dari kegelapan atau dari benda-benda maupun makhluk yang keluar disenja hari. Coba memenjam mata semari menatap kelangit dengan rasa penuh kedamaian untuk menghilang rasa letih dan galau. Mungkin senja disore hari bisa menjadi alternative untuk menenang jiwa. Walaupun islam tidak pernah menganjurkan menghilang ketenangan seperti itu. Tapi apasalahnya mencoba, toh ketika melihat langit yang spektakuler membuat menyakini ada yang mengatur bumi, ada yang mengurusi bumi dan ada yang menata bumi dengan penuh keterkejutan..”itulah Dia Tuhan”.

Takjum dan kagum tidak berhenti-henti memuji pada Allah yang menyuguhi keindahan senja dengan berwarna-warna. Senja terlalu indah dilewati dengan hal sia-sia. Disana terlihat warna awan membentuk gambar burung elang yang akan kembali kesarangnya, terlihat pula sinar cahaya semakin menghilang, perumahan semakin sunyi yang tadinya begitu ramai anak perumahan bermain kekejaran. Dan kulit mulai diingapi nyamuk-nyamuk kecil, ini bertanda magrib sebentar lagi. Bahkan suara mengaji begitu merdu dari mesjid semakin terdengar jelas, melalui tartil tersebut ada rasa memasuki naluri jiwa sedang menanti.

Subhanallah baru setengah jam menikmati senja, bulan sudah mulai menampakan separuh badan kebumi. Mungkin bulan masih malu untuk menampakan cahaya dan badannya secara seutuh karena azan margib belum selesai berkumandang karena selama ini mengamati bulan menampak cahaya ketika azan telah selasai dikumandang dimesjid-mesjid. Sebelum memasuki rumah masih ingin menatap langit yang indah selalu mengelitik rasa dan harapan untuk diuntaikan pada seseorang yang belum tahu siapa orang itu…”mungkin orang itu sedang mempersiapkan diri untuk bertemu orang yang sedang menatap rembulan”.

Beberapa langkah menuju ruang utama, bulan menampakkan cahaya begitu dahsyat sedahyat gelombang ombak menghampiri kaki dipantai utara. Saat cahaya bulan semakin terang berburu mengambil EOS camera untuk didokumentasi. Cahaya rembulan begitu terang semakin cantik mata untuk memandang. Seakan-akan minus mata hilang begitu saja!!!

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Keindahan Senja Dan Malam Menggelitik Rasa Dan Harapan

Selesai sholat magrib kembali menatap cahaya rembulan malam, yang malam itu melihat dibalik daun pohon pinang depan rumah. Sepertinya tetangga juga ikut menikmati cahaya rembulan. Meskipun tetangga melihat cahaya rembulan tapi ia tidak melihat makna dibalik cahaya itu karena tetangga hanya sebatas duduk santai diteras rumah .

Sedang ia melihat rembulan malam karena sudah lama melihat cahaya rembulan, secara ditengah kota seperti ini susah untuk bisa bertemu lagi, berbeda lagi menikmat rembulan didesa ada rasa kesunyian meskipun berada ditengah keramaian. Sunyinya hati karena hati masih belum ada penghuninya hohoo…mungkin jika sudah ada yang memiliki hati tidak merasa kesepian melihat rembulan. Semoga sebentar lagi ada yang menemani disamping untuk melihat keindahan senja, keindahan rembulan malam semari bercerita tentang mimpi besar dua anak manusia dilahirkan di bumi Allah.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Seringkali Wajahnya menari-nari di pola mata


Bismillah…

Seringkali  Wajahnya menari-nari di pola mata ia

Seringkali Wajahnya menari-nari di pola mata ia

Tiba-tiba perasaaan berubah tak menentu, susah untuk mencerna kenapa hal ini bisa terjadi tiba-tiba padahal sejak pagi hingga menjelang jum’tan perasaan it’s oke saja. Coba bertanya pada qolbu salim untuk jujur apa sebenarnya terjadi, tapi sulit untuk mencernanya serumit memahami rumus kimia, rumus fisika dan rumus matematika yang membuat binggung walaupun sudah dijelaskan maupun diulang untuk memahaminya,,,,”wahai hati yang penuh sinar Ilahi, jujurlah apa sebenarnya terjadi”!!! dan belum bisa melulu hati ia sendiri

Suasana hati didukung dengan cuaca diluar sana sudah disambar suara petir-petir sangat mengerikan bagi siapapun yang mendengarkan seakan-akan suara petir mengawalai perasaan yang ingin berteriak kencang.

Ya Allah,,,,  semoga hujan begitu lebat merupakan keberkahaan bagi penduduk bumi maupun Alam. Beberapa hari ini kota tempat ia tinggal, selalu diguruhi hujan lebat sehingga sebagian wilayah terkena banjir seperti ditayangkan pada siaran berita local…”terjadinya banjir juga dampak dari tangan manusia tak amanah, hanya dipikir adalah bisnis tapi melalaikan unsure lingkungan, tak bisa menata kota, dan beranggapan bahwa Alam diciptakan semuanya diperkenaankan untuk dieksplotasi. Sangat pantas ketika hujan lebat terjadi berdampak banjir walaupun sudah kebanjiran dimana-mana para pemilik kewenangan masih cuek bebek…!!!

Tinggal dulu dengan hujan yang berdampak pada lingkungan, ada hal yang lebih penting dibahaskan huhuuuu…..

Jangan-jangan hati begitu cepat berubah terpengaruh dengan minuman yang dibawa secara minum tersebut mengandung unsure kaffein. Apakah benar kafein bisa merubah mood seseorang? Perlu konsultasi dengan Omm google dulu. Ya begitulah setiap hal baru-baru terjadi dengan ia, dipasyikan bertanya dengan Ommm nan satu itu dibanding langsung berkonsultasi pada dokter dan psikiater yang harus bayar mahal…”maklum dizaman kapitalis tak ada yang gratissss, walaupun gratis tentu ada makna dibalik kegratisan tersebut”.

Wahai hati kembali pada kondisi hati yang cantik, hati indah dipandang, hati penuh menebar senyum inspirasi karena masih ada kegiatan lain yang harus diselesaikan sebelum kembali sweethome. Ia juga tak ingin bertemu dengan teman-teman dilingkungan tarbiyah menanya dan mengetahui kondisi jiwa sedang galau…”sesholeh apapun seseorang ada jua masa kegalauan”.

Mungkin zikir mampu menstabilkan hati, mungkin dengan nasyid bisa kembalikan wajah tersenyum bak senyum anak kecil penuh keanggunan, mungkin dengan menyandarkan badan di kursi kerja bisa meringan gesture tak bermakna dan mungkin membaca novel ber-genre spiritual akan bisa mengerak mulut untuk tersenyum lebar-lebar….”Ayoooo ukhti jangan begitu donk, kan cantik dan manissnya hilang” bukankah wanita sholeha harus terlihat pesona dipandang siapasaja…!!! Seperti kalimat iklan ”KITA TAK TAHU KAPAN DUNIA MEMPERHATIKAN KITA”.

Haaiiiiiiii,,,,Hati!!! Apa sich mau mu pada diri ku…”atau ini ada hal yang lumrah, arau ini bertanda ada hal lain dipikirkan, atau cinta membuat begini, atau kegilisahan bisa terjadi kapanpun tanpa harus ada penyebabnya…”kenapa jadi begini”.

Atau mungkin penyebab kerusuhan hati munculnya wajah-wajah orang tak ingin dikenal lagi, atau mungkin kemunculan wajah itu hanya rayuan setan agar sholat jauh dari kekhusyukkan dan heran saja kok wajah itu masih hadir dalam runitas begitu padat mana mungkin terjadi seperti ini…”Astafirullah”.

Usai sholat terdiam dan memohon pada Allah untuk melindungi hamba dari hal-hal tak wajar menurut Mu. meskipun gambar wajah itu sering hadir dipelopak mata tapi tak pernah beranggapan itu hal menarik untuk diulas, menarik untuk dikenang, menarik untuk diceritakan pada siapapun…”ia yakin itu hanya fatamorgana saja”.

Ya sudahlaaaahhhhh!!! Daripada bingung mencari sebab muhasab lebih baik melanjutkan kegaitan walaupun hati masih dongkol dan tidak perlu mempertanyakan lebih lanjut kebenaran dari kehadiran wajah itu pada siapapun. Mudah-mudah keindahan jalan dan kesemberatuan jalan bisa merubah hati menjadi cerah….”Berharap Allah menyertai langkah ia menuju tempat penuh ilmu dan kebahagian”.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Cinta di Empat Musim


Bismillah…

Cinta di Empat Musim

Cinta di Empat Musim

Beberapa hari ini lebih banyak menghabiskan waktu didepan leptop, sesekali-kali mengistirahat mata dan tangan untuk mengisi teka-teka silang (TTS) serta ditemani cemilan yang dibeli supermarket dekat perumahan. Maklum kebiasaan nongkron dengan kotak hitam selalu ada cemilan. Sebenarnya kebiasaan seperti itu sangat tak elok bagi kesehatan dan beruntung timbangan tak pernah beranjak kekanan.

Tersedianya cemilan juga menggangu kosentrasi maupun kefokusan membaca, menulis dan berselancar di dunia cyber. Tapi tanpa ada cemilan rasa tak lengkap dan tak seru nongkrong dengan si kotak hitam…”Serbasalah”.

Tak terasa hampir empat jam berduan dengan kotak hitam, jika empat jam dipergunakan untuk berjalan mungkin sudah menempuh perjalan empat ratus kilo. Ini adalah waktu terlama berduan karena biasanya dua jam maksimal berhadapan leptop. Menurut penelitian sebaiknya berhadapan leptop tak lebih dari dua jam per hari.  Selama itu pula banyak materi terbaca dan menghasilkan dua opini yang siap dikirim pada majalah online….”Sesuatu bangeetttt”.

Tetap opini yang terangkai masih seputar rasa dan cinta. Entah kenapa begitu mudah untuk mengeluarkan ide bernuansa cinta dibandingkan menulis nuansa politik, kesehatan dan motivasi…Dasar-dasarrrrr!!! Bilang saja emang doyan dengan tema itu…”Just Smile”.

Rintihan hujan dimalam jum’at teringat dengan harapan makhluk yang memiliki pikiran dan rasa yang berkeinginan membingkai cinta di empat musim. Bagi perempuan itu membangun cinta di empat musim selain didukung settingan penuh keanggunan dan disana juga ada harapan lain ini diwujudkan…!!!

Mungkinkah cinta di empat musim itu terwujud? Dan kata-kata itu telah memenuhi halaman diari yang setiap hari membaca dan berharap. Atau cinta di empat musim hanya sebatas etopia dan euporia sesaat. Sangat sadar untuk menuju benua memiliki empat musim tak segampang lidah berkata, tak segampang menulis harapan dikertas kosong, tak segampang mengajari anak-anak mengeja dan tak segampang melihat keindahan langit.

Ia tahu bahwa sulit untuk kesana, ia tahu banyak persiapan yang harus dipersiapkan mulai bersifat financial dan unfinancial. Apalagi melihat teman-teman dihimpunan sudah berhasil membingkai cinta dan mewujud harapan di empat musim.

Betapa indahnya bisa membingkai cinta di benua empat musim seperti terlihat pada photo profil dan cerita yang dipaparkan di blog teman…”Iri sangaaatttttttt”.

Disana ada segumpla salju yang turun dari langit kemudian bertumpukan diatas atap, menutup keindahan taman, dan menusuk dalam jiwa. Ya itulah indahnya musim dingin di benua empat musim. Berbeda dengan negeri ini!!! Dimana-mana terlihat adalah pemandangan sampah yang mengunung sehingga melunturkan keindahan alam nan eksotik. Heemmmm itu hanya sebagian lelucon negeri ia

Ada alasan lain ingin membingkai cinta dibenua empat musim. Ingin melihat secara langsung keindahan taman-taman nan indah yang dipenuhi bunga-bunga dengan berbagai warna, harum dan juga dipenuhi manusia yang menikmati oksigen segar

 Membayangkan mereka-meraka yang menikmati suasana musim semi tiba. Tentu merasa bahagia, merasa keindahan, merasa keanggunan dengan melihat tumbuhan berbunga dan tak berbunga tumbuh begitu indah. Subhnaallah betapa Allah begitu kaya yang bisa menciptakan empat musim dan dua musim di waktu yang di bumiNya…”Masihkah kita mempertanyakan kehadiran Allah di bumi ini” padahal melalui kejadian alam sudah jelas kehadiran dan kebesaranNya.

Tak hanya itu factor mendorong ingin membingkai cinta di benua empat musim, melain ingin memperdalam keilmuan terutama ilmu sesuai profesi, ingin memperlajari bagaimana culture, ingin melihat kedisplin meraka menghargai waktu dan ingin menemani seseorang berjuang meraih gelar…”Heemmm, chocolates”. Kita tahu bahwa benua memiliki empat musim merupakan pusat pendidikan science maupun social…!!!

Adakah kesempatan baik berpihak, adakah dewi fortuna mendukung, dan adakah keinginan ia tertulis di Lahu Mahfuzh!!! Ada atau tidak, didukung, tetap berkeinginan merasakan cinta di empat musim. Walaupun nanti tak sesuai dengan rencana pribadi terjadi tetap menjaga mimpi itu didepan mata dan tersenyum

Tapi seandainya cinta di empat musim terjadi, Subhanallah riang tak bisa terungkapkan, merasa bersyukur dan henti-hentinya sujud padaNya. Dan tak mengsia-siakan kesempatan untuk menelusuri setiap jengkal benua memiliki empat musim. Pasti akan direkam indah melului tulisan maupun picture.

Oohhhh…Tuhan!!! Kenapa begitu bergepu-gepu ingin membingkai cinta di Empat musim. Padahal di ukur dari segi financial, segi skill, segi knowledge dan segi networking tak bisa diandalkan. Entah kenapa ia tetap ngoyo ingin merasa suasana di empat musim. Atau keajaiban akan membawa ia kesana, atau ada seseorang yang ingin mengajak kesana…..”Heeemmmmm harapan begitu tulus”

Biarlah keegois cinta diempat musim membara dalam pikiran, dalam qolbu, dan dalam doa. Tak pernah mau mempudarkan walaupun tak bisa terwujud karena masih berani bermimpi atau berangan-angan untuk kesana…” I believe with miracle and pray.

Pada akhirnya cinta di empat musim biarlah waktu yang menjelaskan apakah akan terwujud atau tidak!!!

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Biarlah sunyi meredupkan rindu


Bismilllah….

Biarlah sunyi meredupkan rinduSunyi, sepi, hening, terdengar pula tetesan air hujan dari genteng rumah, hanya lampu yang menyinari jiwa. Padahal waktu masih 21.00 wib kok terasa sunyi malam ini, kemungkinan sunyinya malam tak ada teman untuk bercerita, mungkin sunyi malam hati sedang bergalau, mungkin sunyinya malam karena ada satu rasa belum bisa terungkap, mungkin sunyinya malam disebabkan jiwa sedang menunggu dan mungkin sunyinya malam bertanda seharusnya untuk istirahat.

 Tercium pula wangian sedap malam tetangga, tumpukkan buku masih berserakkan diatas kasur, terlihat pula kacamata selalu digunakan  selama membaca terlentangdiatas tablet dan selimut telah memanggil jiwa untuk segera melelapkan mata agar keesokkan harinya bisa menjalankan aktivitas dengan penuh motivasi serta keberkahaan.

Akhirnya kesunyian malam dilampiaskan pada leptop perjuangan yang selalu setia menemai ukhti ketika kondisi seperti saat ini. Leptop adalah tempat curhat yang sangat setia, ia tak pernah bosan untuk mendengar ukhti mengeluh, ia selalu mendengar curahan hati seorang wanita sedang perjuangan serta perporoses meraih impian besar, ia bahkan selalu menarik hati untuk terus bercerita indah dengannya. ketika leptop ukhti opname dengan otomatis kehilangan tempat mengeluarkan rasa dan ide.

Tuhan betapa malam ini sunyi lebih sunyi malam sebelumnya.  Seakan-akan bahasa jiwa di malam nan sunyi membawa pada sebuah harapan dan sesuatu akan terjadi. Terimasih malam telah membawa ukhti pada sebuah perasaan penuh keyakinan, dan akan ukhti ukir perasaan ini pada kenyataan yang konkrit.

Tuhan berharap cukup lah Engkau menghilang sunyi ini, cukuplah Engkau menghiburkan jiwa ini dengan menghadirkan cahaya bintang, rembulan dan angin malam sebagai teman untuk menemani malam nan panjang ini.

Malam nan sunyi ini juga membawa muhasabah diri tentang hakikat kehidupan, akhir kehehidupan dan teringat pula dengan kampung nan jauh disana. Tuhan ketika sunyi malam seperti ini, ingin segeranya terbang dan pulang kekampung tempat ukhti dilahirkan. Tapi itu tak mungkin!!!

Berharap nan sunyi ini adalah bertanda awal yang cantik untuk membuka segala hal belum bisa diukir, belum bisa dijelaskan, belum bisa dinyatakan, belum bisa dipersatukan, belum dihayati pada sebuah makna kehidupan lebih bermakna dan berkah. Inilah nama perjalanan hidup terkadang harus mengalami berbagai kondisi hidup agar paham setiap kondisi yang ada. Biarlah malam nan sunyi yang meredupkan rindu ini. wahai hati ku nikmati saja melodi nan sunyi ini dan anggaplah keindahan malam sunyi adalah aksesoris kehidupan.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Ketika ibu-ibu ngumpul…”renungan bagi ibu-ibu”


Bismillah…

Semalam ukhti diajak sepupu tempat pertunangan keluarganya, sebenarnya  malas aja untuk ikut. dikarenakan sepupu sudah bersungguh mengajak maka dengan terpaksa dan senang ikut juga. Ya paling tidak nanti bisa ketemu orang satu kempung, paling tidak melihat melihat adat-istiadat yang menikah berbebeda suku, ya paling tidak bisa menikmati makan sedap, ya paling tidak bisa cuci mata hooooo.

Alhamdulillah dandan secepat paket kilat selesai juga padahal sepupu dan suaminya serta anak sudah menunggu didepan rumah hanya menunggu ukhti aja lagi. Dengan berburu-buru ukhti menghampiri mereka dimobil Avanza warna silver.

Selama dalam perjalanan menuju tujuan terjadi standupcomedy dan keseriusan dalam percakapan dengan varian topic yang saling tersambung. Ketika ukhti melirik keluar jendala mobil terlihat masih ramai kendaraan berlalu lintas, ukhti terpikir apakah dimalam hari seperti ini orang-orang masih menikmati perjalanan malam padahal malam merupakan waktu untuk istirahat agar aktivitas keesokkan lebih semangat dan fresh.

Tak terasa sampai juga ditempat tujuan, mulai dech siap-siap senyum pepsodent dan salam khas ukhti. Secara tempat dihadiri adalah berkumpul orang kampung ukhti tinggal diperantauan tentu disini harus siap-siap sikap, perkataan, dan siap diam mendengar celoteh para ibu-ibu.

Apalagi ukhti banyak tak dikenal orang dipastikan banyak pertanyaan ini siapa, anak siapa, kerja dimana, sudah nikah apa belum? Naaahhh betulkan dugaan ukhti bahwa meraka menanya pertanyaan tersebut. Untung ukhti orangnya ramah huakksss “memuji dirisendiri” jadi semua pertanyaan dilontarkan insyallah dijawab dengan penuh senyum serta penjelasan.

Setelah hampir satu jam percengkaraman dengan para  tamu terutama para-para ibu ada benang merah perlu disimak atau diperhatikan dengan seksama hoooo…. Ternyata para ibu-ibu sudah ngumpul meraka suka mengpamerkan anak-anak mereka terutama masalah pendidikan (kuliah) dan pekerjaan anak mereka.  Seakan-akan menyombongkan diri dan bangga kalau anak mereka kuliah. Padahal dilihat dari segi akademis atau prestasi anak-anak mereka biasa saja.

Atau sudah menjadi kebiasaan ibu-ibu kalau ngumpul suka certain anak mereka, atau mereka tidak mempunyai topic cerdas untuk berdiskusi ketika bertemu dengan orang sekampung diperantauan, atau mereka sengaja menciptakan trade topic agar terlihat bahwa mereka adalah orang konsen dengan pendidikan, atau mereka menunjukkan bahwa sukses mendidik anak mereka hingga kuliah.

Waaahhhh, jangan-jangan ukhti juga sering diceritain orang tua pada teman mereka!!! Plis dech para-para ibu kalau ngumpul jangan certain anak melulu mendingan bahas tentang yang lain. Takutnya anak kalian tidak seheboh kalian bayangkan, takutnya anak kalian tak cerdas kalian uraiankan, takutnya anak kalian prestasi biasa-biasa saja….

Tapi seru juga ketika mendengar, melihat dan memaknai ngombrol para ibu-ibu!!! Ya paling tidak obrolan manambah pemahaman dalam menyimpulkan bahwa ibu-ibu sudah ngumpul hal sering dibahaskan berkaitan anak mereka.

Beruntunglah orangtua yang memiliki anak cerdas, kuliah ditempat preticius, dan memiliki pekerjaan yang layak. Maka menderlah para ibu-ibu yang anak-anak jauh dari harapan yang diinginkan….”dampak positif and negative”

Wah jangan-jangan,  someday kalau sudah jadi ibu-ibu terikut seperti itu yang suka pamer kehebatan anak pada teman-teman, tetangga, dan relasi padahal jika dibanding dengan anak orang lain mungkin belum hebat, cerdas apalagi presatasi…”Na’uzubillah Minzaliq”

 jika boleh ukhti berpendapat sebaiknya janganlah suka mempamere pendidikan dan prestasi anak karena tanpa diceritain orang lain juga sudah tahu kualitas anak ibu..^__^

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: