72 Tahun RI, Indonesia Kerja Bersama


Ku melirik kesisi ruangan super dingin, ruangan yang dihiasi ornament putih dan berpadu kecoklatan. Selaras dengan pakaian peserta blogging dominan hitam putih. Tampak sebagian menduduk bak sedang bertasbih pada sang maha cinta”Eemmmm”. Ku tahu mereka menduduk, merenung apa akan diluapkan satu bersatu dinotebook.  Sesekali terdengar suara bisik dan tawa demi menghasilkan kalimat menggugah jiwa. Ada jua keseriusan terlihat dari salah satu peserta berpakaian kotak-kotak berkacamata memacukan otak dan tangan dikeyword. Tawa dan keseriusan berbadu menjadi satu, intinya berlomba mendapat prediket tulisan terbaik menurut panitai KOMINFO flash blogging.

Berlahan-lahan berimajinasi mencari ide, agar bisa mendapat hadiah menarik. Semoga dapat umroh gratis ‘hehehe’ Sepertinya tak mungkin, secara Negara sibuk mengurus first travel yang melantarkan jamaah. Aaahh sudahlah apapun hadiahnya, fokus dengan samudra ide diperoleh dari flash blogging untuk dituangkan diruang kebaikan “blog”.

Melalui kegiataan flash blogging KOMINFO bertepatan 72 tahun usia Republik Indonesia bertekad untuk menjadi salah satu generasi menillineal bersama-sama untuk memerangi hoax dan bersama-sama menabur inspiratif. Sebagaimana kata ustad sesungguhnya setiap kebaikan ditaburkan akan mendapat kebaikan. Kebaikan tidak sebatas  di ruang realitas, tetapi kebaikan itu juga bisa terjadi diruang internet. Bahkan apapun yang diupload disosial media akan dihisab dijaumil akhir. Naaah, agar tidak dihisab diyaumil akhirnya. Lebih baik menulis voice dari pada noise.

Sementara cara memerangi hoax diantarnya tidak ikut menyebarkan hoax. Semoga waktu terdekat bisa menghasilkan modul singkat berkaitan literasi hoax, terkhusus untuk mahasiswa. Kenapa mahasiswa? Karena mahasiswa paling banyak interaksi dengan ku, dominan berselancaran disosial media, rata-rata mahasiswa memiliiki beberapa account sosial media dan mudah terprovakasi untuk ikut share berita mestipun belum jelas keakuratan serta kebermanfaatannya.

Sehingga secara tidak langsung membantu pemerintah dan ikut berkerjasama memerangi hoax telah overload diruang maya. Padahal hoax dibiarkan bak virus mematikan, bagaikan jamur menggerogot NKRI. Akhirnya terpelah, pecah dan terberai-berai. Sementara NKRI adalah jiwa dan raga.

%d bloggers like this: